Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 3: Moment With You
Teleportnya benar benar mengantarkan mereka ke rumah Junhoe yang ada di dunia manusia. Oh… lebih tepatnya di kamarnya. Yunhyeong melihat sekeliling. Mungkin ini pertama kalinya ia datang ke dunia manusia. Junhoe sudah selesai menaruh barang Yunhyeong di kamar sebelah. Junhoe tersenyum karena melihat Yunhyeong. Mengingat Junhoe sudah mendapat uang tambahan dari appanya, ia akan mengajak Yunhyeong berjalan-jalan setelah berkunjung ke rumah ahjummanya…
"Yunhyeong hyung… kau mau ikut aku berkunjung ke rumah ahjummaku?"
"Ne… aku ikut," kata Yunhyeong sambil tersenyum.
Junhoe mengeluarkan mobil sportnya yang ia taruh di garasi. Dan… Yunhyeong terkejut karena di dunia manusia sangat keren menurutnya. Junhoe menyuruh Yunhyeong untuk masuk ke dalam mobilnya. Junhoe mengemudikan mobilnya. Pemandangan kota Seoul terlihat indah. Yunhyeong sangat kagum dengan pemandangan yang ia lihat ini…
"Hyung senang melihat pemandangan disini?" Tanya Junhoe.
"Ya… pemandangan yang keren sekali… ini pertama kalinya aku melihat pemandangan di dunia manusia," kata Yunhyeong dengan penuh antusias.
"Pemandangan di malam hari akan terlihat lebih bagus daripada saat ini," ucap Junhoe.
Yah… berhubung Junhoe benar benar sudah lama tinggal di dunia manusia, ia biasa saja jika berada di dunia manusia. Namun berbeda dengan Yunhyeong yang terlihat sangat antusias. Junhoe sangat menikmati waktu seperti ini. Hari-hari yang akan ia lewati bersama Yunhyeong. Sampailah mereka di rumah ahjummanya Junhoe. Saat ini Junhoe sedang menekan bel pintu. Sekali lagi, Yunhyeong mengamati struktur bangunan di dunia manusia. Terlihat sangat berbeda dengan dunia sihir. Seorang yeoja pun keluar dan dia adalah…
"Wah kau pasti sudah menunggu lama, Junhoe goon" ucapnya.
"Ahjumma tahu saja kebiasaanku yang tidak suka menunggu," ucap Junhoe.
Nyonya Goo itu melihat Yunhyeong yang sedang mengamati sekitar. Ah ia paham karena ia ingat waktu pertama kali eommanya Junhoe membawa napyeonnya yang berasal dari dunia sihir.
"Kamu pasti berasal dari dunia sihir ya?" Tanya nyonya Goo.
"Ne… kenapa anda bisa tahu?" Tanya Yunhyeong.
"Aku hanya teringat appa Junhoe waktu pertama kali datang kemari. Itu sudah lama sekali," kata nyonya Goo sambil mengingat.
Junhoe dan Yunhyeong pun masuk. Menurut nyonya Goo, Yunhyeong sangat lucu. Ternyata di dunia sihir ada orang semanis Yunhyeong… itulah pikiran nyonya Goo. Sepertinya Nyonya Goo harus harus berterima kasih karena dongsaengnya menikah dengan orang di dunia sihir. Berkat itu, ia bisa melihat Yunhyeong sekarang…
"Siapa namamu?" Tanya nyonya Goo.
"Namaku Song Yunhyeong. Senang berkenalan dengan anda," kata Yunhyeong dengan sopan.
Yunhyeong dan Junhoe pun mengobrol berdua. Sementara nyonya Goo ber fangirling ria karena melihat Yunhyeong. Karena berfangirling, Nyonya Goo mulai mengajak Yunhyeong untuk berbicara. Mereka menjadi akrab dengan cepat. Yunhyeong pun pergi ke toilet dan nyonya Goo terlihat serius berbicara dengan Junhoe…
"Junhoe goon. Kau memiliki teman yang lucu sekali," katanya.
"Ne… dia memang manis sekali," kata Junhoe.
"Kalian ada rencana pergi berkeliling setelah ini?" Tanya nyonya Goo.
"Ne. Mungkin mengajaknya ke coffee shop atau sedikit berbelanja," kata Junhoe.
Nyonya Goo mengangguk paham. Soal apa yang terjadi pada mata Junhoe, Nyonya Goo sudah tahu dari appanya Junhoe. Nyonya Goo tersenyum senang karena melihat Yunhyeong sudah selesai kembali dari toilet…
"Yunhyeong goon… setelah ini Junhoe akan mengajakmu berkeliling kota Seoul. Bersenang-senanglah," kata nyonya Goo sambil mengelus rambut Yunhyeong.
"Ne ahjumma…" kata Yunhyeong.
"Dan Junhoe goon… jangan sampai Yunhyeong menangis. Sampai dia menangis, aku akan menjitak kepalamu," kata nyonya Goo sambil mehrong.
Junhoe hanya mengangguk. Tanpa diminta pun Junhoe tak akan membuatnya menangis. Setelah berpamitan dengan nyonya Goo, mereka pergi menuju pusat perbelanjaan. Sedari tadi, Junhoe tidak melepaskan tangannya dari tangan Yunhyeong. Yunhyeong benar-benar mengagumi apa yang ia lihat. Dongdaemun adalah tempat keren yang pernah ia lihat… ok itu menurut Yunhyeong…
"Hyung… Kau mau berjalan sambil melihat toko – toko yang ada?' Tanya Junhoe.
"Ne… ayo kita melihat-lihat toko yang ada," ucap Yunhyeong.
Junhoe menemani Yunhyeong melihat-lihat toko. Antusiasme yang ditunjukkan Yunhyeong membuat Junhoe ingin mencubit pipi namja bermarga Song ini. Cuma… ia harus menahannya. Kalau tidak? Itu akan terasa sakit dan dingin… percayalah… Namun ketika mereka sedang berjalan…
"Eh? Koo Junhoe?"
"Jinhwan hyung…" ucap Junhoe sedikit datar.
Yang awalnya Yunhyeong sedang melihat toko, akhirnya ia terfokus pada Junhoe. Tadi Junhoe bilang apa? Jinhwan? Namja yang di depan mereka ini adalah Jinhwan? Dada Yunhyeong terasa ngilu seketika. Walaupun kata Seungyoon hubungan Junhoe dengan Jinhwan sudah berakhir, namun ia merasa sakit… karena melihat mereka bertemu…
"Koo Junhoe… kapan kau kembali kemari?" Tanya seseorang.
"Baru saja. Kenapa, Hanbin hyung?"
"Ah tidak apa-apa. Kau tahu? Festival pekan budaya kali ini sepertinya akan sangat membosankan. Kau mau membantu kami membahasnya?" Tanya seseorang lagi.
"Tidak Jiwon hyung. Aku bukan siswa di sekolah itu lagi," ucap Junhoe.
Yunhyeong berpikir… apa Junhoe lupa bahwa sekarang Junhoe sedang pergi bersamanya? Yunhyeong merasa dilupakan. Seharusnya ia tidak ikut dengan Junhoe…
"Haah baiklah. Mau mengobrol bersama di coffee shop yang sering kita kunjungi?" Tanya Hanbin.
"Tidak. Aku sedang berkencan saat ini," kata Junhoe yang sukses membuat Yunhyeong menoleh karena terkejut.
"Kau berkencan dengan siapa?" Tanya Jinhwan.
"Dengan namja manis ini. Namanya Song Yunhyeong…" ucap Junhoe.
Yang awalnya Yunhyeong merasa sedih, akhirnya ia merasa senang. Ternyata Junhoe tidak lupa dengannya. Jinhwan tersenyum lega karena Junhoe sudah bisa merelakan semua yang terjadi diantara mereka dan Junhoe sudah berhasil menemukan orang yang tepat untuk bersanding dengannya…
"Song Yunhyeong ya? Nama yang lucu. Namaku Kim Jinhwan…" Ucap Jinhwan.
"Ah ne… senang berkenalan denganmu," ucap Yunhyeong.
"Ah begini saja… boleh aku berjalan dengan Yunhyeong?" Tanya Jinhwan.
"Eh? Yunhyeong hyung belum tahu-"
"Tenanglah Koo Junhoe. Nanti kita bisa bertemu di coffee shop," ucap Jinhwan final.
Junhoe hanya bisa menghelakan nafasnya. Sebelum ke Dongdaemun tadi, Junhoe sudah memberi uang pada Yunhyeong walau awalnya tadi ditolak oleh Yunhyeong. Awalnya Junhoe ingin membelikan Yunhyeong sesuatu. Tapi ia bisa lakukan itu nanti setelah Jinhwan berjalan bersama Yunhyeong. Sementara itu Yunhyeong dan Jinhwan sedang berada di toko buku. Yah Jinhwan ingin membeli peralatan untuk dekorasi festival. Yunhyeong hanya melihat-lihat saja. Tidak ada percakapan karena mereka terlarut dalam pikiran masing masing…
"Yunhyeong-a," Jinhwan memecah keheningan diantara mereka.
"Ne?" Tanya Yunhyeong.
"Aku senang akhirnya Junhoe sudah menemukan orang yang tepat untuknya,"
"Eh? Orang yang tepat?" Tanya Yunhyeong dengan bingung.
"Iya. Kamu adalah orang yang tepat untuk mengisi hatinya. Aku hanya bisa berharap kali ini Junhoe benar-benar bisa bahagia. Aku tahu aku pernah menyakitinya… tapi… Aku percayakan Junhoe padamu agar dia bisa bahagia," ucap Jinhwan.
Yunhyeong mengerti dengan perkataan Jinhwan karena Seungyoon sudah menceritakan semuanya. Yunhyeong pun mengangguk. Sementara Junhoe, Hanbin, dan Jiwon sedang pergi ke toko pakaian…
"Koo Junhoe, kekasihmu itu manis ya," ucap Hanbin.
"Dia belum menjadi kekasihku. Mungkin aku akan menyatakan perasaanku hari ini," ucap Junhoe.
"Ya… semoga sukses," ucap Jiwon.
Sejak kepergian Junhoe ke dunia sihir, ketiga bocah itu menjadi baik padanya. Keren kan? Karena sudah sore, Mereka pergi ke Coffee shop. Disana sudah ada Jinhwan dan Yunhyeong yang sedang menunggu mereka. Junhoe langsung duduk di samping Yunhyeong dan juga Hanbin langsung duduk di samping Jinhwan…
"Yunhyeong hyung… apa tadi tidak ada masalah?" Tanya Junhoe.
"Tidak. Aku baik-baik saja. Kenapa Junhoe-a?" Tanya Yunhyeong kembali.
"Bukan itu maksudku. Ini soal bocah sombong –Seunghoon- itu," ucap Junhoe yang tidak di mengerti oleh ketiga orang lainnya.
"Oh dia… sejauh ini tidak ada masalah, Junhoe-a," ucap Yunhyeong.
Junhoe tersenyum lega karenanya. Perbincangan mengenai festival pun dilakukan karena Junhoe dimintai pendapat. Yunhyeong mengedarkan pandangannya kearah lain karena ia ingin melihat suasana di coffee shop ini. Ia mengagumi arsitektur yang ada. Junhoe melirik kearah Yunhyeong dan tersenyum. Junhoe sangat menyayangi namja bermarga Song ini…
"Baiklah kami pulang dulu. Semoga kencan kalian menyenangkan," kata Jinhwan.
"Terima kasih," kata Junhoe.
Setelah ketiga bocah itu pergi, Junhoe membeli kue dan caramel latte untuk Yunhyeong. Karena Junhoe lumayan tidak menyukai makanan dan minuman manis, ia tidak ingin memesan untuk dirinya…
"Ini untukku?" Tanya Yunhyeong.
"Ya. Itu untukmu. Aku tidak terlalu suka makanan manis," ucap Junhoe.
Yunhyeong mengangguk paham dan memakan kue yang dibelikan oleh Junhoe. Oh… cheesecake yang Yunhyeong makan ini rasanya enak sekali. Sesekali Yunhyeong ingin memasakkan sesuatu makanan untuk Junhoe. Beruntung karena Yunhyeong bisa memasak dan juga makanan dunia sihir tak jauh sama dengan makanan dunia manusia.
Selesai dengan acara makan kue di coffee shop, Junhoe mengajak Yunhyeong ke taman kota. Kaliah tahu? Yunhyeong terpesona dengan suasana malam di dunia manusia. Ia memfoto kota Seoul di malam hari dan Junhoe pun mengajak Yunhyeong duduk di salah satu bangku di taman…
"Hyung… kau tahu? Saat aku masih tinggal disini, aku sering menghabiskan waktu di taman ini sendirian," ucap Junhoe.
"Eh? Bukankah kau…" Yunhyeong langsung menutup mulutnya.
Aduh gawat.. jangan sampai Yunhyeong meneruskan ucapannya. Junhoe bisa kecewa padanya… Yunhyeong merutukki timdakkannya tadi. Junhoe pun tersenyum san mengelus surai milik Yunhyeong…
"Aku yakin kau sudah mendengar cerita soal diriku dari Seungyoon atau bahkan dari Jinhwan hyung sendiri. Tapi itu cerita lama, Yunhyeong hyung… Dan aku juga tak pernah mengajaknya kemari…" ucap Junhoe.
"Heee… jinjjayo?" Tanya Yunhyeong.
"Ne. Inilah pertama kalinya aku membawa seseorang yang special… yaitu… dirimu, Yunhyeong hyung," kata Junhoe.
Yunhyeong terlewat senang. Sangat senang. Yunhyeong menahan rona merah yang ingin keluar dari wajahnya. Junhoe mulai gugup. Ia harus menyatakan perasaannya saat ini juga… Junhoe memberanikan diri menggenggam tangan Yunhyeong dan menatap manik namja manis itu…
"Yunhyeong hyung… saat pertama kali aku melihatmu, aku menyukaimu… ah tidak… aku mencintaimu… kau percaya dengan Love at First sight? Itulah yang aku alami saat ini denganmu… kau ingin menjadi milikku dan menjalani kehidupan ini bersamaku?" Tanya Junhoe.
"Heee? Kau… menyatakan perasaanmu padaku?" Yunhyeong kaget.
"Ne… walaupun kau bukan yang pertama untukku, tetapi aku sangat menyayangimu, Yunhyeong hyung…" ucap Junhoe.
*Yunhyeong POV*
Koo Junhoe… menyatakan perasaannya padaku? Omoo… aku senang sekali. Aku gugup untuk menjawabnya. Apalagi dia menggenggam tanganku dan menatapku. Aku yakin wajahku sudah memerah saat ini…
"Tak apa kau tak bisa menjawabnya sekarang… dan mungkin ini memang terlalu cepat-"
"Aku menerimanya, Koo Junhoe," ucapku.
"Eh? Kau menerimaku?" Tanya Junhoe.
"Ne… aku menerimamu," ucapku sambil tersenyum.
Aku yakin, aku tidak bisa tidur nyenyak malam ini karena terlalu senang. Aku menatap langit malam yang terlihat indah ini. Malam yang indah ditambah orang yang kusuka menyatakan perasaannya padaku… Hari ini sangat menyenangkan walau tadi aku sempat sakit karena melihat Junhoe berinteraksi dengan mantan kekasihnya itu…
"Hyungie… ayo kita pulang… ini sudah malam…" kata Junhoe sambil menggandeng tanganku.
Aku mengangguk dan kami pulang ke rumah Junhoe. Sekarang kami sudah sampai di rumah milik Junhoe. Ah aku merasa lelah. Karena itu aku merebahkan badanku di kasur. Aku melihat Junhoe duduk datang dan duduk di kasur…
"Hyung… tadi aku diberi tiket festival pekan budaya oleh teman-temanku yang tadi. Kau mau ikut bersamaku?" Tanya Junhoe sambil memberi tiket kepadaku.
"Ne… aku ikut denganmu,"
Junhoe merebahkan badannya disampingku. Aku melihat tiket ini sekilas. Aku berharap, semoga saja tidak ada kekacauan yang Seunghoon buat. Aku merasakan saat ini Junhoe sedang mengelus rambutku. Aku menoleh kearahnya…
"Ada apa?"
"Aku jadi penasaran, seperti apa para panitia mendekorasi sekolah…" ucap Junhoe.
"Ah iya… itu sekolahmu yang dulu kan? Teman-temanmu pasti sangat merindukanmu," ucapku.
"Kau mau percaya? Aku hampir tidak memiliki teman disana. Mereka takut padaku… katanya, aku ini dingin dan angkuh," ucapnya.
"Aku yakin tidak. Mereka hanya tidak mengenal siapa dirimu dan kau juga berusaha menutupi kekuatanmu," ucapku sambil mengelus rambutnya.
.
.
.
Empat hari terlewati dengan menyenangkan. Hari ini adalah hari terakhir kami berada di dunia manusia. Sekarang ini kami berada di sekolah Junhoe yang dulu. Suasananya terasa damai dan bersahabat. Setelah puas berkeliling dan membeli beberapa makanan di stand yang ada, Junhoe menggenggam tanganku dan menarikku untuk masuk ke dalam gedung sekolah. Entah ia akan membawaku kemana. Ah ternyata ia membawaku ke atap sekolah…
"Apa kau sering menghabiskan waktumu disini?" tanyaku.
"Iya. Aku selalu datang kemari ketika jam istirahat. Aku senang menatap langit," ucapnya.
Junhoe memberi kabar kepada Seungyoon hyung untuk datang kemari. Tanpa waktu lama, Seungyoon hyung pun datang dan mengantar kami ke rumah Junhoe. Aku harus membereskan barangku yang aku bawa. Aku membereskan barang barang ini sekaligus merapihkan kamarnya agar tetap bersih. Setelah selesai, aku menghampiri mereka dan Seungyoon hyung melakukan tugasnya untuk membuka jalur teleport menuju pintu masuk dunia sihir.
Setelah kami masuk ke dunia sihir, Seungyoon hyung langsung membuka jalur teleport menuju Sorcery Academy. Sampailah kami disana. Lebih tepatnya di kamar asrama Junhoe dan Seungyoon hyung.
"Hei Koo Junhoe… kalian sudah menjadi sepasang kekasih ya?" ucap Seungyoon hyung.
"Ya. Lima hari yang lalu," ucap Junhoe sambil merangkulku.
"Aku sudah tahu. Aku kan peramal," ucap Seungyoon hyung.
Aku langsung keluar dan pergi ke kamar asramaku dan Chanwoo. Aku melihat Chanwoo yang menatapku dengan tatapan anehnya. Aish… tenanglah Yunhyeong… Chanwoo bukan orang yang suka memakan daging orang lain… Ia masih suka memakan daging sapi…
"Hyung… kudengar kau dan Junhoe hyung sudah menjadi pasangan kekasih ya?"
"Ne. Lima hari yang lalu," ucapku.
"Kau tak berniat untuk mentraktirku hyung?" ucap Chanwoo.
Aku membeku karena Chanwoo menatapku lagi. Omo… Yunhyeong-a… Chanwoo masih suka makan daging sapi… aihh… hentikan sugesti konyolku ini… walau aku mencoba menenangkan diri dengan cara itu, sepertinya tak akan berhasil. Baiklah… aku harus mentraktirnya sedikit makanan daripada aku yang dimakan olehnya ._.
Sampailah aku di kantin bersama Chanwoo. Ah… aku benar benar mentraktirnya hari ini… ingat… demi keselamatan diriku… Saat makanan yang aku dan Chanwoo pesan datang, Junhoe dan Seungyoon hyung pun datang dan duduk di kursi…
"Hyungie… kenapa kau tak mengajakku makan bersma disini?" Tanya Junhoe sambil memelukku.
"Aku tidak mau dimakan sama Chanwoo. Dagingku tidak enak untuk dimakan," ucapku.
"Hah? Untuk apa aku makan daging hyung?" Tanya Chanwoo.
"Habisnya kau menatapku seolah kau ingin memakanku hidup-hidup," ucapku lagi.
"Haah… hyung ada-ada saja. Aku menatapmu karena aku minta ditraktir makanan… bukan karena ingin memakanmu, hyung," ucap Chanwoo dengan ekspresi "-_-".
Seungyoon hyung dan Junhoe tertawa mendengar ucapanku. Chanwoo juga ikutan tertawa. Setidaknya aku juga merasa terhibur karena mereka tertawa. Aku melihat dua orang datang lagi kemari. Siapa lagi kalau bukan Mino hyung dan Jinwoo hyung?
Berbicara soal Chanwoo yang seolah ingin memakanku hidup-hidup itu membuatku merinding. Matanya benar-benar memberi isyarat bahwa ia sedang lapar… Aku sering panic jika Chanwoo sudah mengeluarkan tatapan laparnya karena jika ia lapar, ia selalu menoleh kearahku. Ah jadi selama ini dia minta di traktir olehku ya? Aku baru tahu…
"Kalian darimana saja?" Tanya Junhoe pada Jinwoo hyung dan Mino hyung.
"Kami baru saja kembali dari kota dan membeli manisan bunga," ucap Jinwoo hyung sambil menunjukkan makanan favoritnya.
"Bagaimana kabar kalian berdua yang baru saja kembali dari dunia manusia?" Tanya Mino hyung sambil menunjukku dan Junhoe secara bergantian.
"Kabarnya sangat baik. Kalian tahu? Yunhyeong dan Junhoe sudah menjadi pasangan kekasih loh," ucap Seungyoon hyung.
"Woahh… jinjjayo? Chukkae," ucap Jinwoo hyung.
Awalnya pembicaraan terasa menyenangkan karena membahas apa saja yang kualami di dunia manusia bersama Junhoe. Namun seiring waktu, pembicaraan ini menjadi serius karena ini membahas soal musuh abadi Sorcery Academy. Siapa lagi jika bukan Seunghoon? Namja yang mengincar sesuatu yang berada di akademi ini. Bukan Cuma sesuatu itu… ia mengincar nyawa Junhoe dan Seungyoon hyung karena mereka lah yang terkuat di akademi ini…
"Sepertinya keamanan di akademi ini akan ditingkatkan dua kali lipat… semoga saja anak itu tidak bisa mengganggu kita di saat jam pelajaran," ucap Mino hyung.
"Ne… tapi sepertinya Seunghoon akan bergerak dalam waktu dekat karena ia sudah tidak sabar untuk merampas harta berharga milik Sorcery Academy," kata Seungyoon hyung sambil melihat kearah kartu miliknya.
"Aku harap, ia tidak melibatkan manusia biasa untuk dijadikan sandera ataupun kaki tangannya," ucap Jinwoo hyung.
Kita tidak boleh melibatkan manusia biasa karena mereka bisa sekarat. Selain itu, mereka tidak tahu apa-apa. Aku khawatir jika Seunghoon benar-benar menggunakan manusia biasa untuk ia jadikan sandera.
Aku yakin Seungyoon hyung sedang memutar otaknya untuk berpikir. Ia memikirkan suatu cara dengan serius karena ada kemungkinan buruk yang akan terjadi. Terlihat kok dari raut wajah Seungyoon hyung yang menjadi pucat pasi…
"Aku tidak yakin jika kali ini tidak melibatkan manusia biasa. Seunghoon akan membawa manusia biasa itu sebagai sanderanya lalu menjadikannya sebagai team untuk menghancurkan kita. Dan ini sangatlah buruk…" ucap Seungyoon hyung.
"Kenapa? Kenapa bisa sangat buruk?" Tanya Jinwoo hyung.
"Walaupun kita bisa mengalahkan mereka… mereka akan berusaha membunuh orang terkuat terlebih dahulu… ah… aku harus membahas ini semua bersama Nacthan saem," kata Seungyoon hyung lalu berlari kearah ruang Nacthan saem.
*Yunhyeong POV End
Saat ini Seungyoon sedang membahas semuanya. Nacthan saem sangat terkejut. Ia terkejut karena mengetahui Seunghoon akan melibatkan manusia biasa nantinya. Sepertinya ini senjata untuk membuat Junhoe melemah… intinya mulai saat ini, Nacthan saem harus bergerak lalu melatih Junhoe dan Seungyoon selama liburan agar kemampuan mereka bertambah.
Sementara di dunia manusia, Jinhwan sedang duduk di taman sekolahnya. Ia mengamati gelang yang Junhoe berikan padanya. Gelang yang menyegel kekuatan mantan kekasihnya itu. Entah mengapa Jinhwan memiliki perasaan yang tidak enak mengenai Junhoe dan band ini. Ia melihat sebuah sinar putih dan keluarlah seseorang disana… ia mengenal orang itu…
"Ah kau kan…"
"Aku teman Junhoe yang waktu itu bersama Junhoe di rumah sakit. Namaku Kang Seungyoon … tujuanku kemari untuk mengambil band yang sempat Junhoe berikan padamu," ucap Seungyoon sambil menunjuk band itu.
"Ah benda ini? Kenapa?" Tanya Jinhwan.
"Kau lupa? Aku ini peramal. Aku merasakan ada hal buruk yang akan terjadi pada Junhoe jika kau menyimpan benda itu," ucap Seungyoon.
"Aku juga merasakan perasaan yang tidak enak… baiklah… kau boleh mengambil benda ini…" kata Jinhwan sambil memberikan band itu.
"Terima kasih karena kau mau memahaminya. Sebaiknya, kau dan teman-temanmu itu mulai berjaga diri. Aku tak bisa mengatakan apapun saat ini…" kata Seungyoon.
"Apa yang akan terjadi pada kami?" Tanya Jinhwan.
'Karena kalian lah orang yang akan Seunghoon ambil untuk dijadikan team yang akan melawan Junhoe…' batin Seungyoon.
"katakanlah padaku," kata Jinhwan.
"Aku tidak bisa berkata banyak. Intinya, jika orang ini membawa kalian dan ia memegang kepala kalian, kalian tidak boleh terpengaruh. Caranya hanya satu… kalian harus memakai kalung ini. Kalung ini akan menangkal kekuatan orang itu lalu berpura-puralah menuruti ucapan itu jika saat itu terjadi. Tetapi jika itu gagal, aku akan melepaskan kekuatan yang mempengaruhi kalian itu," kata Seungyoon sambil menunjukkan foto Seunghoon.
Setelah itu Seungyoon memberikan kalung yang sudah ia beri jurus agar mereka tidak bisa dikendalikan oleh Seunghoon. Lalu Seungyoon pun kembali ke dunia sihir. Jinhwan menatap kalung pemberian Seungyoon itu. ia memakainya dan ia memutuskan memberikan kalung itu kepada Jiwon, Hanbin, Taehyun, dan adiknya Jiwon yang bernama Kim Donghyuk. Ia merasa sesuatu hal buruk yang akan menimpa mereka dan juga akan menimpa Junhoe…
Seungyoon kembali dengan band milik Junhoe. Ia memberikan band itu kepada Junhoe. Kenapa? Seungyoon melihat, Seunghoon akan menggunakan band itu untuk menghabisi Junhoe. Karena itu ia mengambilnya sebelum terlambat. Junhoe dan Seungyoon pun pergi ke ruang Nacthan saem untuk membahas soal band ini…
"Saem… aku sudah berhasil mengambil band ini dari mantan kekasih Junhoe dan juga memberi kalung yang akan menyelamatkan mereka dari Seunghoon. Langkah selanjutnya, kita harus menyembunyikan atau melenyapkan band ini untuk selamanya," ucap Seungyoon.
"Bagaimana caranya?" Tanya Junhoe.
"Aku akan melenyapkan kekuatan segel yang ada di band ini lalu aku akan menaruh band yang sudah tidak memiliki kekuatan itu di dalam ruang rahasia," kata Nacthan saem.
Junhoe mengangguk. Nacthan saem mulai melenyapkan kekuatan segel yang berada di band ini. Lenyaplah sudah kekuatan itu. setelah itu Nacthan saem menaruh band itu di tempat tersembunyi yang tidak akan bisa ditemukan oleh orang lain. Seungyoon sudah bisa sedikit bernafas lega walau ia sangat khawatir dengan keadaan sahabat masa kecilnya itu nanti. Bocah Koo ini masih sedikit rapuh ketika melihat Jinhwan. Seunghoon memang hebat karena dengan cepat, ia mengetahui sedikit kelemahan Junhoe. Tetapi Seungyoon tidak akan membiarkan itu. Ia berjanji pada dirinya untuk menjadi lebih kuat...
Seungyoon mengajak Junhoe ke kamar mereka. Junhoe menatap sahabat masa kecilnya ini. Tak biasanya Seungyoon akan menatapnya dengan tatapan seriusnya. Seungyoon duduk di sofa dan Junhoe duduk di ranjangnya. Seungyoon menghembuskan nafasnya dengan sedikit berat lalu menatap Junhoe…
"Junhoe… Aku harus mengatakan hal ini… ini menyangkut dengan dirimu…"
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Junhoe.
"Aku melihat apa yang akan terjadi saat Seunghoon bergerak dan berusaha mengambil harta benda itu," ucap Seungyoon.
"Lalu? Apa dia akan membunuhku?" Tanya Junhoe.
"Ne. dia akan membunuhmu… tetapi kau tidak mati… dia akan menggunakan manusia biasa untuk menghadapi kekuatanmu," kata Seungyoon.
"Siapa manusia yang ia peralat?" ucap Junhoe mulai panic namun berusaha terlihat dingin.
"Salah satu dari kelima orang itu, ada Jinhwan. Dia yang akan maju paling pertama dan dia yang akan membuatmu sedikit cedera,"
DEG!
Dadanya sakit seakan ada pedang katana yang menusuk jantungnya. Dia akan cedera? Jika ia cedera, ia tidak bisa melindungi Yunhyeong lagi… Yunhyeong bisa mati di tangan bocah menyebalkan itu… Ini pertama kalinya Junhoe merasa takut…
"Bagaimana dengan Yunhyeong hyung? Apa nanti ia akan baik-baik saja?" Tanya Junhoe pelan.
"Yunhyeong… dia baik-baik saja… dia tidak terkena serangan. Kau harus khawatir pada dirimu sendiri. Aku hanya ingin bilang… mulai besok kita berdua akan dilatih secara khusus oleh Nacthan saem agar kita siap menghadapi serangan Seunghoon," ucap Seungyoon.
"Baiklah… aku ikut,"
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Chapter 3 prosesnya panjang. Terima kasih review kalian yang sangat memotivasi diriku untuk cepat – cepat update ini. Reviewnya akan kubalas nanti hehe. Terima kasih banyak~
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
