Title : Beautiful Life
Cast : DBSK, dll.
Pair : Yunjae, dll
Genre : Humor, drama, romance
Disclaimer : These charactersare not mine, they belong to themselves. But this story is mine.
Warning : Yaoi, typos, dll. DON't LIKE DON't READ…
CHAPTER 1
PARADISE CAFÉ
Seorang namja cantik sekarang ini terlihat sedang duduk sambil menyeruput minuman yang dipesannya. Wajahnya sedikit cemberut, berbanding terbalik dengan raut muka yang diperlihatkan beberapa waktu lalu saat bertemu kembali dengan sahabat baiknya yang baru saja pulang dari Jepang. Dua orang yang menemaninya, yang saat ini sedang duduk di depannya hanya menatap namja cantik itu tanpa berniat membuka suara terlebih dahulu. Merasa jengah dengan kesunyian yang terjadi di antara mereka, akhirnya namja yang berwajah imut berinisiatif membuka suaranya terlebih dahulu.
"Jae," panggil namja imut yang bernama Kim Junsu itu ragu-ragu.
"Hm?" jawab namja cantik bernama Kim jaejoong tersebut seadanya tanpa mengalihkan pandangannya pada minuman yang dipesannya tersebut. Raut wajahnya masih terlihat kesal.
"Sudahlah, jangan kau pikirkan hal yang tadi," kata Junsu lagi.
Mendengar kata-kata Junsu tersebut, mau tidak mau otak Jaejoong kembali memutar memorinya saat dia tanpa sengaja menabrak namja yang dia ketahui bernama Jung Yunho tadi. Seketika raut wajah Jaejoong menjadi lebih kusut daripada sebelumnya.
FLASHBACK
"Siapa namamu?" tanya Yunho. Yunho sendiri tidak mengerti kenapa malah kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Ne?" Jaejoong balik bertanya karena kaget.
"Kutanya siapa namamu?" tanya Yunho lagi, kali ini dengan sedikit ketus. Tentu saja untuk menutupi gengsinya agar tidak ketahuan kalau tadi dia sedikit terpesona pada namja cantik itu.
"Kim….. Jaejoong," jawab Jaejoong dengan ragu-ragu.
"Nah, Jaejoong-ssi, sekarang juga aku minta pertanggungjawabanmu," kata Yunho dengan entengnya membuat Jaejoong membulatkan matanya.
"Mwo? Apanya yang pertanggungjawaban?" tanya Jaejoong masih dalam kekagetannya. Sementara Yunho yang ditanya malah mengalihkan pandangannya pada setumpuk makanan untuk Changmin yang jatuh berantakan karena tubrukan tadi.
"Jadi, kau memintaku untuk mengganti semua makanan itu?" tanya Jaejoong mengerti maksud tatapan Yunho tadi.
"Tentu saja, memangnya kau kira makanan sebanyak itu harganya murah?" balas Yunho.
"Baik. Aku ganti. Sini berikan nomor rekeningmu. Nanti akan aku transfer uangnya," kata Jaejoong mengalah. Ya, dilihat dari situasi tadi memang Jaejoonglah yang bersalah dan Jaejoong bukanlah orang yang akan lari dari kesalahannya sendiri.
"Tidak bisa. Aku ingin uang tunai. Bagaimana jika nanti kau malah kabur dan tidak menggantinya?" Jawab Yunho. Mendengar itu, mulai habislah kesabaran Jaejoong. Jika ini dalam komik, sudah dipastikan muncul empat tanda siku di kepalanya.
Jaejoong menarik nafasnya sebentar untuk menenangkan dirinya dan kemudian berbicara, "Dengar Tuan, aku bukanlah orang yang akan lari dari masalah yang aku buat. Jadi setelah kau memberikan nomor rekeningmu aku akan langsung mentranfer uangnya karena sekarang aku benar-benar tidak membawa uang tunai"
"Tapi..," baru saja Yunho akan menjawab, namun terpotong oleh seseorang yang menginterupsi perdebatan mereka.
"Kalau begitu aku akan menggantinya," kata orang tersebut yang ternyata adalah Jeong Hoon.
"Mwo? Tapi Hyung..," protes Jaejoong.
"Sudahlah Joongie. Kurasa itu lebih baik, nanti kau bisa menggantinya," mendengar perkataan Jeong Hoon tersebut, membuat Jaejoong terdiam dan kemudian menganggukkan kepalanya. Setidaknya itu lebih baik daripada berdebat dengan orang yang tidak jelas asal usulnya ini, pikir Jaejoong.
Setelah itu, Jeong Hoon mengganti semua biaya makanan untuk Changmin tadi. Sedangkan Yunho, mau tidak mau harus menerimanya. Sebenarnya dia masih ingin mengganggu namja cantik tadi, namun niat itu diurungkannya mengingat ada orang yang tidak diundang, alias Jeong Hoon menginterupsi pembicaraan mereka. Namun, niat tersebut diurungkannya mengingat dia harus menjaga imagenya agar tidak dianggap sebagai namja pembuat onar.
Setelah semua masalah tersebut selesai, mereka pun berpisah.
FLASHBACK END
"Maafkan aku, Hyung. Nanti aku akan mengganti uang Hyung tadi," kata Jaejoong pada Jeong Hoon.
"Tidak usah sungkan padaku, Joongie. Kau itu sudah kuanggap seperti adikku sendiri sama seperti Junsu," kata Jeong Hoon. Jaejoong yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.
"Hahhh, jadi aku hanya dianggap adik oleh Jeong Hoon Hyung," kata Jaejoong dalam hati sambil menyeruput minuman yang tadi dipesannya.
YOOCHUN'S CAR
"Arghh, menyebalkan. Lihat ini, kemeja dan jas limited editionku jadi kotor gara-gara makanan itu," keluh seorang namja bermata musang yang saat ini sedang duduk di bangku penumpang, sedangkan namja berjidat lebar yang sedang duduk di bangku kemudi Ferrari merahnya hanya mengernyitkan dahinya, bingung.
"Hm? Bukankah tadi kau marah-marah karena makanan titipan Changmin jatuh? Kenapa sekarang kau marah-marah masalah pakaian?" tanya si namja berjidat lebar yang diketahui bernama Park Yoochun tersebut.
"Tentu saja, karena semua itu berhubungan. Makanan titipan Changmin terjatuh karena ditabrak orang dan mengenai kemejaku. Aish, dan semuanya itu karena namja jadi-jadian itu. Dia namja tapi kenapa wajahnya cantik seperti yeoja seperti itu. Dan lagi, apa-apaan itu pacarnya yang sok gentle dengan menolongnya. Huh, menyebalkan," sewot namja tampan bermata musang yang bernama Jung Yunho tersebut. Suasana hatinya yang masih cukup buruk akibat perjanjian dengan appanya menjadi diperburuk dengan kejadian di café tadi. Mungkin mood yang sedang tidak baik inilah yang membuat namja tampan idaman para yeoja dan uke di seluruh dunia menjadi sewot dan uring-uringan layaknya seorang ibu-ibu yang sedang hamil.
"Eoh? Cantik? Jadi kau mengakui kalau namja, yang kalau tidak salah bernama Jaejoong tadi cantik? Kau suka padanya?" tanya Yoochun lagi tanpa bermaksud apa-apa. Dia sudah terlalu sering menghadapi mood jelek Yunho seperti ini, karena itu dia bertanya pertanyaan tersebut dengan nada yang santai dan tetap fokus mengemudikan Ferrari kesayangannya tersebut.
"Yah! Siapa bilang namja jadi-jadian itu cantik? Aku tidak pernah bilang seperti itu," protes Yunho yang tidak sadar bahwa barusan dia memang mengatai Jaejoong cantik. Yoochun yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.
"Ya ya, terserah padamu saja, Yun," jawab Yoochun pasrah pada keadaannya.
"Yah! Park Yoochun, dengarkan kalau aku bicara," protes Yunho lagi. Lagi-lagi Yoochun hanya menghela napasnya sambil berpikir sebenarnya dosa apa dia di kehidupan sebelumnya hingga di kehidupan yang sekarang memiliki seorang sahabat yang menyebalkan seperti ini. Hei, tidak tahukah kau Park, jika terlalu banyak menghela napas, maka kebahagiaanmu akan berkurang. Bersabarlah menghadapi sahabatmu yang sedang uring-uringan seperti itu.
JUNG CORPORATION
Sesampainya di kantor, dua namja tampan ini langsung menuju ke ruangan Yunho. Banyak karyawan yang menyapa mereka berdua saat mereka berjalan di lobby maupun saat berada di dalam lift. Yoochun dengan ramah membalas semua sapaan tersebut dengan senyum, berbanding terbalik dengan Yunho yang moodnya sedang benar-benar tidak baik.
Saat keluar dari lift, Yunho langsung berjalan menuju kantornya tanpa memperdulikan sekretarisnya yang menyapanya. Begitu membuka pintu ruang kerjanya, sepasang mata musang tersebut sedikit terbelalak menyadari kebodohannya yang sudah melupakan sesuatu.
"Hyungggg, kau sudah pulang? Kenapa lama sekali? Mana makananku? Aku sudah lapar, Hyung," tanya pemuda jangkung yang diketahui bernama Jung Changmin bertubi-tubi.
"Beli saja sana sendiri dan jangan ganggu aku," jawab Yunho ketus sambil berjalan menuju ke meja kerjanya diikuti dengan Yoochun.
"Mwo? Yah! Hyung, tadi kau berjanji akan membelikanku makan siang. Kenapa sekarang kau seperti itu? Kau tidak kasihan jika adikmu satu-satunya yang paling tampan dan manis ini mati kelaparan?" protes Changmin. Hei, tidak sadarkan kau Jung Changmin jika hyung tampanmu itu sedang tidak dalam kondisi hati yang baik?
"Mati saja sana. Setan sepertimu memang lebih cocok menjadi penjaga neraka daripada merusak ketenangan manusia yang hidup di bumi ini," jawab Yunho acuh, sambil membolak-balik berkas yang ada di mejanya. Sedangkan Yoochun mendudukkan dirinya di sofa di depan Changmin dalam diam, memperhatikan kelakuan kakak beradik yang menurutnya kekanak-kanakkan tersebut.
Mendengar itu, Changmin memasang muka cemberutnya, kemudian merogoh sakunya dan mengambil ponsel kesayangannya dan menekan beberapa nomer yang sudah dihapalnya di luar kepala, kemudian suasana menjadi hening sembari menunggu orang yang sedang dihubungi Changmin mengangkat teleponnya.
"Yoboseo. Umma," panggil Changmin ketika orang di seberang mengangkat teleponnya. Mendengar itu Yunho menjadi terkesiap dan buru-buru beranjak dari meja kerjanya.
"Umma, tahu tidak? Yunho Hyung-," belum sempat melanjutkan kalimatnya, Changmin merasakan ponsel dalam genggamannya tersebut dirampas dan begitu berbalik dia menemukan pelaku perampasan tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jung Yunho, hyungnya.
"Hyung, apa yang kau lakukan? Aku sedang menelepon umma," protes Changmin.
"Yah! Kau pasti akan mengatakan yang tidak-tidak pada umma. Dasar dongsaeng menyebalkan," kata Yunho.
"Aku tidak mengatakan yang tidak-tidak, Hyung. Semua yang kukatakan kan kenyataan. Lagipula salah Hyung sendiri tidak mau membelikanku makanan," jawab Changmin. Yunho yang mendengar itu hanya menghela napasnya. Kepalanya sudah cukup pusing, lebih baik dia mengalah pada Changmin, daripada dongsaengnya yang merupakan jelmaan iblis itu mengadukan perbuatan-perbuatannya pada ummanya, yang pastinya akan menambah masalah baru lagi. Perlahan dirogohnya saku celananya, mengambil dompet dan mengeluarkan sebuah credit card unlimited dan memberikannya pada Changmin.
"Ini, pesanlah apa yang kau mau, kemudian jangan ganggu aku. Aku mau kerja," kata Yunho.
"Benarkah, Hyung? Woaa, Hyung, kau memang yang terbaik. Aku sayang padamu, Hyung," riang Changmin sambil memegang credit card milik Yunho, yah walaupun ia juga mempunyai kartu semacam itu, namun rasanya lebih menyenangkan jika memakai milik orang lain.
"Aku cinta padamu, Hyung," riang Changmin sambil berlari keluar ruangan Yunho. Yunho, lagi-lagi hanya dapat menghela napasnya. Sudah dapat dipastikan jika setelah ini tagihan credit cardnya akan membengkak.
TO BE CONTINUED
TWITTER : Kei_1091
Adakah yang masih inget ff ini? Hehe.
Update lama dan pendek. Okay, I know it.
Maafkan saya, readers yang baca atau nunggu ff ini atau ff saya yang lain. Saya lagi dalam masa pengembalian mood nulis lagi karena baru-baru ini saya terkena virus writer block gara-gara sibuk ngurusin skripsi.
Chapter ini, saya bikin gaje-gajean dulu antara Yunho sama Changmin, soalnya saya lagi suka sama Yunho yang ditindas sama Changmin. Chapter berikutnya baru saya banyakin YunJaenya.
Ff ini emang saya buat ringan aja kok, buat selingan ff yang lain. Di tengah-tengah nanti bakal ada konflik sih, tapi ga akan terlalu serius.
Chapter selanjutnya, saya usahakan update cepet.
Q : Itu Yunho bakal dijodohin sama Jae ato gimana?
A : Wait for the next chapter, please. Ga seru kalo dibocorin haha.
Q : Jeong Hoon siapa?
A : Hanya tokoh fiksi karangan saya sendiri, soalnya saya bingung mau nentuin siapa yang cocok buat ditaksir Jae. Selamanya yang cocok ditaksir Jae itu cuma Yunho hahahaha.
Terima kasih buat yang udah mau baca, review,follow, nge-fave dan lainnya. *bows*
SPECIAL THANKS TO :
Shizu indah – zira – lipminnie – meyychan – kyuhyuk07 – boofishy – jungjaema – thepaendeo – Marcia rena – alienacass – desi2121 – shikawa – guest – maria8 – simvir – neu
