C.Y.S.S
Uchiha Megami Phantomhive
Humor, Romance, Angst with NaruxSaku
.
.
.
"Bagaimana ini? Apa kita akan sanggup bertahan hidup berdua selama satu bulan?" tanya Naruto cemas.
"Memangnya kenapa? Bukankah kita sudah besar dan bisa mengurus semuanya sendiri? Lagipula ada paman Asuma." tanya balik Sakura.
"Bukan itu masalahnya, yang jadi masalah sekarang adalah bagaimana kita makan? Aku benar-benar tidak bisa memasak, uukkh... berakhirlah sudah aku sudah bosan makan makanan siap saji aku tidak mau lagi..." kata Naruto panik sambil memegangi kepalanya dengan dua tangan.
"HAH? Jadi makanan yang dikhawatirkan Naruto? Apa dia tidak khawatir akan tingga berdua dengan seorang gadis?" inner Sakura mulai sweatdrop sendiri.
"Te-tenang saja Naruto-kun aku yang akan memasak, masakanku hampir sama rasanya dnegan masakan ibu. Sekarang ayo kita makan malam, kau ingin makan apa malam ini Naruto-kun?" tanya Sakura. ("Hihihi, aku sudah seperti suami-istri saja" inner Sakura cekikikan.)
"Karena malam ini dingin aku ingin makan sup miso saja." pinta Naruto.
"Gomen, tapi miso-nya sudah habis. Apa kau mau membelinya sebentar di minimarket karena aku akan menyiapkan bahan yang lainnya." ucap Sakura menyesal.
"Tidak apa-apa serahkan saja padaku, aku akan memilih miso yang rasanya paling enak." Naruto tersenyum lebar.
"Bukankah smeua rasa miso itu sama saja?" tanya Sakura bingung.
"Dengar Sakura-chan, makanan yang dipilih olehku itu rasanya pasti enak." Naruto mulai memamerkan jempolnya.
"Ya baiklah terserah padamu cepat pergi sebelum terlalu malam dan jangan lupa bawa payung karena sepertinya hujan sudah mulai deras." perintah Sakura.
"Tidak usah, aku akan berlari saja lagipula minimarket itu dekat." ucap Naruto.
"Tapi nanti kau akan sakit, HEI NARUTO-KUUUN!" Sakura berteriak karena Naruto tidak mendengarkannya dan berlari di tengah hujan.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Aku pulaaaang, Sakura-chan ini miso-nya aku pergi ke minimarket berikutnya karena di minimarket biasa miso telah habis." kata naruto sambil menyerahkan belanjaanya tersebut.
"Ya ampun Naruto-kun kau basah sekali sudah aku bilang kau harus membawa payung, mudah-mudahan saja kau tidak terkena demam." ucap Sakura sambil menyerahkan sebuah handuk pada Naruto.
"Tidak akan karena aku ini selalu sehat." ucap Naruto yakin sambil menggosok rambutnya dengan handuk.
"Tunggu sebentar aku akan mencampukan miso ini dan makanan akan siap." ucap Sakura sambil berjalan menuju dapur.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
"Nah, makanan sudah siap." ucap Sakura riang.
"Waaaah, baunya harum sekali sepertinya rasanya pun enak." Naruto mulai kegirangan.
"Uwaaaah benar rasanya pun enak sekali, ternyata miso pilihanku memang hebat." kata Naruto sesudah memakan sesuap sup tersebut.
"Jadi kau hanya memuji miso-nya, bukankah semua miso itu rasanya sama?" ucap Sakura pura-pura kesal.
"Hahahhahaha, maafkan aku. Masakanmu memang benar-benar luar biasa enak, ini melebihi masakan ibu." kata Naruto tertawa.
"Arigato..." Sakura tersenyum senang.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Selamat malam Sakura-chan, mimpi indah." ucap Naruto di pintu kamar mereka yang bersebelahan.
"Selamat malam dan semoga mimpi indah juga, apa kau tidak mengganti bajumu ?" tanya Sakura.
"Biarlah, karena sebentar lagi juga akan kering." kata Naruto acuh.
"Terserahmulah, jangan sampai sakit ya. Selamat malam." Sakura tersenyum lalu masuk ke kamarnya.
"Ya, tentu." kata Naruto yang juga masuk ke kamarnya.
Sepertinya malam itu bukan malam yang bagus, malam itu hujan dan dihiasi dengan petir yang saling sahut-menyahut menyambar (Lho? Kok kaya fic mistery aja ya? Sudahlah abaikan saja author gaje ini). Tengah malam, pintu kamar Sakura terbuka dan terdengar seseorang memanggil namanya.
"Sakura-chan...Sakura-chan..." panggil suara itu.
"Ngg... siapa yang memanggilku tengah malam begini?" Sakura mulai menyalakan saklar lampunya.
"Sakura-chhaaan..." panggil suara itu lagi.
"Naruto-kun?" kata Sakura heran.
"Sakura-chhhaaan, aku tidak tahan lagi." kata suara yang tak lain adalah Naruto suaranya sangat berat dan nafasnya memburu.
"A-ada apa Naruto-kun?" kata Sakura yang keheranannya belum hilang. Naruto mulai mendekati Sakura, dan menggenggam tangan Sakura.
"Ka-kau kenapa Naruto-kun?" tanya Sakura cemas. ("Huaaaa, mengapa Naruto-kun sangat agresif?" inner Sakura dilanda kepanikan besar).
"Aku ingin kau..." ucap Naruto dengan wajahnya yang sangat merah. Dan terus mendekati Sakura, hingga Naruto jatuh menimpa Sakura ke tempat Sakura.
"Na-naruto-kun..." Sakura blushing tak terkendali.
"Sa-sakura-chhhaan..." Naruto terus memanggil Sakura dengan nafasnya yang memburu.
"A-ada apa Naruto-kun?" ucap Sakura yang wajahnya semakin memerah sampai telinga.
"Sa-sakura-chan, aku ingin kau merawatku?" ucap Naruto.
"HAH? Apa maksudmu Naruto-kun?" tanya Sakura bengong.
"Maaf tidak mendengar ucapanmu sepertinya aku terkena demam." ucap Naruto dan tak lama kemudian Naruto pun pingsan.
"Kyaaaaa, Naruto-kun. Bagaimana ini?" Sakura mulai panik.
"Jangan panik Sakura tenangkan dirimu sekarang ambil peralatan obat-obatan, Naruto-kun terkena demam tinggi aku harus merawatnya." Sakura berbicara menenangkan dirinya sendiri.
Lalu dia pun mulai membawa termometer, air, kain, obat, dan plester penurun demam. Sakura mengukur suhu tubuh Naruto dan dibuat kaget oleh termometer tersebut.
"Apa? 39 derajat? Apa termometer ini rusak? Sudahlah yang penting Naruto-kun harus sembuh." tekad Sakura.
"Nah plester penurun demam sudah terpasang, bagaimana aku meminumkan obat ini?" tanya sakura pada dirinya sendiri.
"Naruto-kun sedang pingsan jadi tidak mungkin dia bangun, mungkin kelakuannya tadi dilakukannya dengan tak sadar. Apa dengan cara itu saja ya? Biarlah lagipula dia tak akan sadar." ucap Sakura pelan. Sakura memasukan obat ke mulut Naruto, sedangkan dia menampung air di mulunya. Sedikit demi sedikit Sakura memindahkan air itu dengan mulutnya menuju mulut Naruto.
"Beres sudah. Hmm, tahukah kau Naruto-kun bahwa sejak dulu aku sangat menyukaimu? Aku sangat sedih setelah mengetahui kau akan menjadi kakakku, aku pikir aku tidak akan bisa bangkit lagi dan pernah aku berusaha untuk menghancurkan pernikahan orang tua kita. Tapi Ino menyadarkanku bahwa aku salah, dia sahabat yang baik kan? Naruto-kun apa aku tak pantas untukmu? Sampai takdir saja memisahkan kita. Aku sudah berusaha untuk melupakanmu, tapi tetap saja tak akan berhasil dengan tinggalnya kita bersama. Tidak apalah aku akan tetap menyimpan parasaanku walaupun selamanya. Naruto-kun aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun." Sakura berbicara sendiri sambil memandangi Naruto dan terus memegangi tangannya, lalu mencium lembut bibir Naruto.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Ng... nyenyaknya tidurku, sepertinya aku sangat kelelahan sehabis dari Sunagakure kemarin." ucap naruto sambil mengucek-ngucek matanya.
"Lho? Dimana ini? Mengapa kamarku seperti ini?" tanya Naruto keheranan.
"Sakura-chan, kenapa kau tidur di kamarku?" tanya Naruto yang belum hilang rasa herannya dan ditambah Sakura tidur di lantai memakan futon.
"Ng... hoaaam... kau sudah bangun Naruto-kun. Sepertinya kau sudah sembuh ya, syukurlah kalau begitu." ucap Sakura senang.
"Mengapa kau tidur di kamarku?" tanya Naruto sekali lagi.
"Kamarmu? Yang benar ini kamarku lihatlah sekeliling, apa kau tidak ingat kejadian semalam?" tanya Sakura.
"Kejadian semalam? Apa jangan-jangan tanpa sadar aku melakukan sesuatu padamu? Oh TIDAAAK, maafkan aku Sakura-chan aku akan bertanggung jawab walaupun kita adalah saudara tapi tidak ada ikatan darah di antara kita jadi kau tenang saja aku yang akan menjelaskannya pada ayah dan ibu." cerocos Naruto saking paniknya.
"Na-Naruto-kun..." Sakura berusaha menjelaskan.
"Sakura-chan kumohon jangan benci aku, aku akan selalu membahagiakanmu." pinta Naruto sambil menggenggam tangan Sakura.
"NARUTOO-KUUUN DENGARKAN AKU!" teriak Sakura kesal.
"Ya baiklah." Naruto menurut.
"Semalam kau masuk ke kamarku lalu kau meminta maaf karena kau telah sakit lalu kau pingsan tak sadarkan diri, lalu aku merawatmu." ucap Sakura menjelaskan keadaan.
"Benarkah?" tanya Naruto ragu.
"Ya, memangnya kenapa?" tanya balik Sakura.
"Karena seingatku kau mencium bibirku." ucap Naruto serius.
"A-apa mungkin Naruto-kun sadar, bagaimana ini? Apa dia juga mendengar isi hatiku semalam? Kyaaaa... Tidaaaaak, apa yang harus aku lakukan?" inner Sakura terus menjerit panik.
To Be Continued. . . . . . . . . .
Review To Review
1. Mugiwara 'Yukii' UzumakiSakura
NaruSaku sebulan berduaan?
kyaaa~ psti bnyak hal yg akan terjadii..
aaa penasaran nunggu romance NS.. :)
update! ^^
Answer : Makasih R&R-nya, iya emang banyak hal yang terjadi sebagiannya ada di fic ini ^^
.
.
.
2. simple plain
Eh, ada typo dikiiit, hehe
Hihihi, ga tau kenapa aku suka bgt ma karakter Sasori di sini, mwahaha... jadi kakak yang baik xD
Yosh, jangan menyerah, Sakura-chan... Kebahagiaan pasti akan datang buat orang yang sabar :) *opoiki?*
Lanjutkan ya, Author-san! Ga sabar menanti romance NaruSakunya ^o^
Answer : Makasih R&R-nya. Maaf senpai, typo itu apa ya? Megami gak ngerti. *nanya pake tampang innoncent*
Megami juga bingung mau jadiin fic ini NaruxSaku terus takut berubah ke pairing lain, (hueee gk mau).
Sebisa mungkin pairingnya gak akan berubah. Amin ^^
.
.
.
3.Deidei Rinnepero13 The Kid
Musti login, yah? ==
males saya #duakh
ah! Sasoriii~ aku ikut ke Rumah Deidara-niichan-koii~ *peluk2 Deidara* #dor
Sasori cuma temen Deidara kn? Gk ad yaoi or shounen ai, kan? *was-was*
poor Kakashi-sensei xD
Ahaii~ NaruSaku~ apa yg akan kalian lakukan? #smirk
apdet asap! XD
Sign,
The Kid
Answer : Hahaha, makasih buat R&R-nya (dan maf klo ngrepotin).
Nanti kayaknya Deidara juga bakal nginep di rumah tiga bersaudara.
Gak akan ada shonen ai or yaoi soalnya Megami gak (atau belum) bisa bikin yaoi, hehe ^^
Apa ya yang akan dilakukan NaruSaku ? *V*
.
.
.
4. Ridho Uciha
2011-06-15 . chapter 2
Wah, ada NaruSaku full romance, nih.
Aku gregetan banget pas baca fic ini. Aku juga suka sama sifat Sakura yang egois di fic ini. Pokoknya I love this fic.
Sorry ya baru review. And, I fave your fic. (¤_¤)
Answer : Makasih R&R-nya. Dan makasih juga buat pujiannya ^_^
Karena review-nya Megami semangat buat terus update fic ^^
.
.
.
5. Rey619
Narusaku bkal tnggal serumah dlm wkt1bln? Tnpa Abu? Tnpa Ka2k? Hm, kira2 mrka brdua ngpain ja y? Bkal sekamar g? *omes*
PENASARAN!
Yosh, Apdet~
{+_+}
Answer : Makasih R&R-nya. Hmm, mereka ngapain aja dan sekamar atau gak udah di bahas di fic ini.
Makasih udah baca terus fic ini, jadi makin semangat buat update ^^
Review untuk chapter 3 selalu Megami tunggu
Arigato ^^
