Never Know
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Author : Aiko Saki
Warning : OOC, Miss Typo, Don't Like ? Don't Read.
Pairing : SasuHina
Flashback On
Chapter 3 : Masa Lalu.
Aku bingung, mana yang harus aku pilih. Nikah diam-diam dengan Gaara atau menerima perjodohan ini. Aku mencintai Gaara semenjak kelas dua SMA. Dia selalu mengerti aku, membantuku ketika aku kesulitan, dia juga mencintaiku. Tapi sayangnya, ayahku tidak menyetujui hubungan kami. Dia melarangku untuk berhubungan dengan Gaara lagi. Dan ayah juga memaksaku untuk menikah dengan Anak bungsu Paman Fugaku. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku pernah berniat kabur, tapi sayang, anak buah ayah sangat banyak. Akhirnya aku menerima perjodohan ini. Minggu depan adalah hari pernikahanku. Aku harus melupakan Gaara. Setelah aku menyetujui pernikahan ini. Ayah mempersiapkan segalanya, mulai dari dekorasi, gaun, dan banyak lagi.
' Mungkin, kita tidak di takdirkan bersama, Gaara.' Kataku.
Tak terasa, hari terasa cepat, hari pernikahanku tiba. Aku menyiapkan diri untuk menghadapi semuanya. Dari jendela kamarku, aku bisa melihat anak bungsu Paman Fugaku. Dia tampan, tetapi mempunyai sorot mata yang dingin.
" Hinata, kamu sudah siap ?" Tanya ibuku.
" Sudah bu."
Aku berjalan menuju tempat pernikahanku, dengan didampingi oleh ayahku. Aku berjalan sambil menundukan kepala. Aku menahan tangisku.
" Baiklah. Uchiha Sasuke, apakah kau mau menerima Hyuuga Hinata, dalam keadaan sakit dan sehat, miskin dan kaya ?"
" Saya bersedia."
Pernikahanku tidak sesuai dengan khayalanku. Meskipun dekorasinya sangat indah. Tetapi kami tidak saling mengenal dan tidak saling mencintai. Ciuman bibir kami juga hanya paksaan.
Setelah pernikahan ini selesai. Aku masuk ke kamarku, atau lebih tepatnya kamar kami. Kamarku yang sederhana telah di sulap menjadi kamar yang super mewah. Aku melepaskan semua accessoriesku. Aku mau mandi.
" Hinata, seminggu lagi, kita pindah dari sini. Dan ingat. Aku tidak pernah mencintaimu, dan aku tidak akan pernah menyentuhmu dan ingat kamu tidak boleh ikut campur urusanku dan aku juga tidak akan pernah ikut campur urusanmu!" Kata Sasuke, saat aku keluar dari kamar mandi.
" Baiklah." Aku malas berbicara dengan Sasuke. Aku belum terlalu mengenalnya.
Aku berjalan menuju ranjang tempat tidurku. Aku tidur di sebelah kanan. Aku berusaha menjauh dari Sasuke.
++ Never Know ++
Aku terbangun jam setengah enam. Aku bergegas mandi. Dan menyiapkan sarapan, karena aku yakin ibuku pasti belum bangun. Aku mendengar suara air dari kamarku. ' Pasti, Sasuke sedang mandi.' . Setelah selesai membuat sarapan, aku kembali ke kamarku. Dan kulihat Sasuke sedang memasang dasinya. Aku berniat membantunya. Tapi yang kuterima penolakan.
" Sasuke, aku bantu memakai dasinya ya ?"
" Tidak perlu." Kata Sasuke sambil menepis tanganku.
Karena di kamar, tidak ada yang harus aku kerjakan. Aku keluar, menuju ruang makan. Kulihat, ayah, Neji-nii dan ibuku sudah berkumpul di meja makan.
" Pagi, semua." Sapaku.
" Pagi."
" Sasuke mana ?" Tanya ayahku.
" Ntar lagi kesini, yah." Kataku malas.
Aku melihat Sasuke, dia sedang berjalan menuju kursi di sebelahku. Wajahnya tetap datar.
" Pagi Sasuke." Kata ibuku
" Pagi, bu."
Aku mulai sarapan, aku malas mendengar pembicaraan antara ayahku dan Sasuke. Semua seputar bisnis. Tiba-tiba ibu bertanya sesuatu.
" Sasuke, kamu mau punya anak laki-laki atau perempuan? Kalau ibu sih pinginnya perempuan, biar ibu ada yang nemenin." Kata ibuku.
Aku malu setengah mati. Ibuku benar-benar polos atau sengaja polos. Aku tidak mungkin mempunyai anak dengan Sasuke. Karena aku tidak pernah mencintainya.
" Laki-laki aja, bu. Kalau laki-laki nanti pasti mirip dengan aku." Kata Sasuke.
Mukaku memerah. Ternyata Sasuke juga Jago acting. Kemarin, dia bilang gak akan menyentuhku, sekarang dia bilang mau punya anak laki-laki. Sasuke ternyata punya dua kepribadian.
Setelah selesai sarapan. Sasuke juga mengatakan, kalau minggu depan aku dan dia akan pindah rumah, alasan Sasuke karena gak enak menumpang dengan keluarga. Padahal aku tau, kalau alasan dia yang sebenarnya adalah dia ingin pisah dariku secepatnya. Karena kalau di rumah ini, kami harus terlihat seperti suami istri.
++ Never Know ++
Setelah seminggu tinggal di rumah orang tuaku. Akhirnya aku dan Sasuke pindah ke rumah yang bisa dibilang rumah ini lebih besar dari rumahku. Ketika sampai di rumah ini. aku membereskan semua barang-barang yang kubawa. Ketika, selesai beres-beres. Aku membuat makan siang. Tapi, karena belum ada bahan makanan. Aku pergi ke mini market, yang dekat rumahku.
Waktu sudah menunjuk pukul sepuluh malam. Tetapi Sasuke belum pulang. Aku khawatir terjadi sesuatu kepadanya. Sampai tengah malam, Sasuke juga belum pulang.
Tok.. tok.. tok.. kudengar suara pintu yang diketuk. Aku bergegas membuka pintu.
" Apa benar ini rumah Uchiha Sasuke ?" Tanya laki-laki tua itu.
" Iya pak. Memangnya ada apa, pak ?" Tanyaku.
" Uchiha Sasuke sedang mabuk. Jadi, tadi saya mengatarkannya kemari. Tadi saya melihat tanda pengenalnya. Sekarang Uchiha Sasuke ada di dalam mobil saya."
Aku melihat Sasuke sedang tertidur. Aku berusaha menuntun dia jalan. Sebelum menutup pintu, aku mengucapkan terima kasih kepada bapak yang mengantar Sasuke pulang. Aku membawa Sasuke ke kamarnya. Karena takut. Aku tidak berani tidur di dalam kamar Sasuke. Aku berjalan ke sofa di ruang tamu. Dan tertidur di sana.
Sasuke's POV
Aku terbangun di pagi hari. Aku mengingat kejadian malam tadi. Karena kupaksakan, kepalaku menjadi pusing. Aku mencari Hinata, jarang sekali gadis itu pergi. Aku membuka pintu kamarku dan mulai berjalan untuk mencari Hinata. Tapi, yang kutemui adalah Hinata tertidur di sofa. Aku berniat meninggalkannya, tapi, karena kasihan. Aku mengangkat Hinata ke tempat tidurku. Setelah kupandangi, wajah Hinata ternyata lucu. Karena takut memikirkan yang tidak-tidak. Aku bersiap-siap, mau pergi ke kantor.
Setelah sampai di kantor, aku disambut oleh sekretarisku yang bernama Karin. Dia secara terang-terangan menyatakan suka ke aku. Aku tidak menanggapinya. Kukira, setelah aku mengabaikannya, dia akan berhenti mengejarku. Tapi ternyata, dia semakin gencar mengincarku.
Setelah di kantor, aku pun masih memikirkan Hinata. Kenapa dia bisa tidur di kursi ? Apa karena dia takut sama aku ? Aku pusing memikirnya.
Waktu sudah menunjuk pukul delapan malam. Karena bosan, aku mengajak Karin pergi ke klub malam. Dia menyetujuinya.
Mungkin karena aku terlalu banyak minum, kepalaku menjadi pusing. Aku mendengar suara seseorang yang membangunkanku. Dia menuntunku ke dalam mobil. Setelah itu semua menjadi gelap.
End Sasuke's POV
'Kemana Sasuke seharian ini? Kenapa belum pulang?' Aku sedih. Demi menghindariku, Sasuke selalu pulang malam. Padahal Mama Mikoto mengatakan kalau Sasuke pulang kantor jam tujuh malam.
Tok..tok..tok.. Suara pintu rumahku di ketuk. Aku membukanya. Aku terkejut, ternyata yang kulihat adalah Sasuke sedang mabuk, dan seorang wanita ada di sebelahnya. Hatiku rasanya semakin sakit. Aku berusaha setenang mungkin.
" Ayo Sasuke, aku antar ke kamar." Aku menarik Sasuke, dari perempuan di sebelahnya.
" Aku pulang dulu ya, sayang." Kata perempuan itu sambil mencium pipi Sasuke, aku melihatnya dengan perasaan jijik.
Buat apa aku peduli dengan Sasuke. Dia bilang aku tidak boleh ikut campur urusannya. Lebih baik aku pergi sementara dari rumah ini. Mungkin itu lebih baik untuk Sasuke. Aku pergi untuk mengambil kertas, aku mau menulis memo untuk Sasuke.
Sasuke, aku pergi beberapa hari. Hinata.
Aku berjalan pergi dari rumah itu. Aku berencana liburan ke Sunagure. Di sana banyak tempat yang menarik.
Sasuke's POV
' Kemana Hinata ?' Apa dia tidur di luar lagi ?' Tanyaku ketika aku bangun tidur. Aku melihat sekeliling. Semuanya sepi. Aku melihat kertas kuning berada di meja kecil di sebelah ranjangku. Ketika aku membaca pesan itu, aku kaget.
Ya sudahlah. Kalau tidak ada Hinata, aku bisa nyaman di rumah ini. Tanpa ada gangguan. Dia selalu aja merasa sok khawatir padaku. Aku bosan dengan sikapnya, yang terus berpura-pura sok baik padaku, padahal dia juga sama-sama tersakiti dengan pernikahan ini.
Yamanaka Ino.
Iya dia adalah pacarku, atau lebih tepatnya mantan pacarku. Dia selalu berusaha membuatku jatuh cinta padanya. Sampai akhirnya, usaha dia berhasil, aku mulai menyukainya. Tapi ketika aku membuka hati untuk dia, aku harus menerima perjodohan ini. Yah, mungkin aku tidak pernah ditakdirkan untuk merasa bahagia.
'Apa Ino masih mencintaiku ?' Aku mengambil handphoneku. Aku mulai mencari nomer telpon Ino. Aku mau menelponnya.
Semoga saja Hinata perginya lama..
End Sasuke's POV
Aku sudah putuskan, kalau aku akan menginap di apartemen Hanabi. Kebetulan Hanabi mempunyai apartemen di Suna. Dan aku juga mempunyai kunci cadangan dari apartemen ini. Ketika aku sedang mencari kunci di tas, aku tidak melihat jalan. Brukk..
" Aww.." Aku mengaduh kesakitan.
" Maaf. Aku tidak sengaja." Kata dia. Aku merasa suara ini sangat familiar.
" Gaara." Pekikku tak percaya.
" Aku merindukanmu, Hinata." Kata Gaara, sambil memelukku.
Aku merasa sangat bahagia. Akhirnya kami bertemu, setelah dua bulan aku dan Gaara terpisah karena ayah. Kami asyik bercerita, aku menceritakan semuanya pada Gaara. Dan aku juga baru tau kalau Gaara akan tinggal di Konoha. Dia juga berusaha menghiburku. Rasanya duniaku yang dulu sudah kembali lagi. Duniaku yang indah dan tidak membosankan.
" Hinata, lebih baik kamu kembali ke rumahmu. Aku yakin suamimu akan berubah. Kabur bukan jalan keluar dari masalah ini. Dan jika kamu butuh sandaran, aku selalu di sini." Kata Gaara menasehatiku.
" Yah. Mungkin kamu benar. Aku gak boleh lari dari masalah ini. Aku harus kuat. Makasih Gaara."
Aku sangat beruntung. Hari ini aku bertemu Gaara lagi, pacar pertamaku. Gaara benar, aku harus kembali ke Konoha. Lari dari masalah bukan seorang Hyuuga. Aku mengajak Gaara makan siang. Aku dan Gaara makan di sebuah café yang tidak jauh dari apartement. Setelah selesai makan, aku langsung balik ke Konoha.
Di perjalanan, aku terus memikirkan Gaara. Apa dia masih mencintaiku? Aku sampai di Airport. Aku memesan taksi.
Ketika aku sampai di rumah. Ternyata di rumahku ada tamu. Karena, di depan rumah terparkir mobil BMW terbaru.
Aku memasuki rumahku. Dan aku mendengar suara-suara aneh dari kamar Sasuke. Aku menoba mendekati kamar itu. Dan kulihat Sasuke sedang bersama perempuan.
Ino ?
Ya Tuhan. Apa yang mereka lakukan.
To Be Continue
Selingkuhan Sasuke, Ino? Sumpah, gak cocok ya… abisnya pair Sasusaku udah banyak, Maaf ya kalau ceritanya Gaje. Makasih ya buat para reader yang udah review. Mungkin chapter depan semua rahasia terungkap
Special Thanks :
SasuhinaLovers : makasih udah RnR. Alurnya kecepatan ya ? saya juga ngerasa kayak gitu… haahahha..
Uchihyuu Nagisa : Sasuke gak punya niat jahat. Dia penasaran sama Hasuke.
Ika Chan : ini udah mulai flashbacknya .. Makasih udh review
N : makasih ya udah review. N Penggemar gaara ya ?
Hizuka Miyuki : ayah Hasuke ? mungkin di chap 3 atau 4 baru ketahuan. Maaf ya kalau alurnya kecepatan dan maaf juga kalau Sasuke jadi OOC..
Yoshioka Yuko : makasih udah baca fanfic yang gaje ini. pertanyaannya udah terjawab di chapter ini.
Shyoul lavaen : aku juga suka keluarga sasuhina.. maaf klau ada typo. Mungkin dichapter 4 atau 5. Semua pertanyaan Shyoul terjawab
Special Thanks :
Nisa-chan,Lizy94, demikooo, uciha athrun, Shin Ri Aoki, Firah-chan, Tsuki sora, uchihyii, hinatalovers, hasukelovers
