PART 2
Di rumah sakit
"siapkan ruang operasi" "pasien mengalami pendarahan hebat." "kita butuh tranfusi darah." Dokter dan perawat meembawa Sasuke ke ruang operasi utnuk ditangani. Yuya menunggu duduk dan menangis diam. "Yuya, kamu tidak apa-apa? Lebih baik kamu diperiksa juga." Yuki mendekati Yuya dan memeluk bahu sambil menenangkan Yuya. Yuya menggeleng dan Yukimura melanjutkan "tenang saja, Sasuke akan baik-baik saja. Sasuke orang yang kuat. Dia tidak akan menyerah." Meskipun Yukimura mengatakan dengan tenang, tetapi tangan yang memeluk Yuya juga bergemetar. Tidak ada yang ingin kehilangan Sasuke. Sasuke adalah orang yang pentig buat mereka berdua.
Setelah 1 jam.. dokter keluar..
Yuya bangkit dan menuju dokter "Sasuke.. bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Dokter.. tolonglah dia.. aku mohon." "Yuya.. tenanglah.. biarkan dokter bicara." Yuki berusaha menenangkan Yuya, tetapi dirinya sendiri juga tidak sabar. "semua berjalan lancar. Tusukan pasien cukup dalam dan dia mengalami shock serta pendarahan hebat. Untung belum terlambat. Dia masih bisa diseleamatkan. Masa kritis juga sudah lewat. Tetapi dia harus tetap dipantau. Kita tunggu sampai dia bangun." "Terima kasih.. Terima kasih dokter" Yuki menjawabnya dengan air mata menggenang. Yuya yang mendegar itu, kakinya tiba2 lemas dan dia jatuh lemas sambil menangis "terima kasih.. terima kasih Sasuke.. karena masih hidup."
Di kantor polisi
"semua… kita mendapat kasus spesial. Yuki meminta tolong kita secara pribadi untuk menangani sebuah kasus." Muramasa sebagai kepala polisi membawa berkas laporan dan memberikan ke anak buahnya. "hooo.. Yuki akhirnya terlibat kasus? Kasus dengan wanita? Pasti menarik melihat Yuki yang cerdik itu dalam masalah." Bontenmaru menyela sebelum membaca laporan itu sambil tertawa. "dasar Yuki cabul." Akari menyela dengan tertawa. "hmmm.. ini menarik. Sasuke menjadi korban tusuk dan Yuya diincar?" Mendengar gumaman Akira, Bontenmaru dan Akari saling berpandangan dan membaca isi laporan tersebut. Dengan tampang yang berubah serius, Akari berkata "menurut laporan dari para saksi, Tempat kejadian bukan tempat yang sering dikunjungi atau dilewati di malam hari. Tempat itu sepi, cocok untuk melakukan kejahatan. Tempat kejadian mulai ramai ketika para saksi mendengar teriakan seseorang. Para saksi melihat pemuda terjatuh mengeluarkan banyak darah."
"keterangan para saksi tidak banyak membantu. Hanya sebagian kecil dari para saksi melihat ada orang yang berlari menjauh dari kerumunan itu. Orang itu memakai baju serba hitam dan tudung kepala. Jenis kelamin juga tidak dapat dipastikan." Bon melanjutkan. "Menurut kalian, bagaimana?" "orang itu sudah lama mengincar Yuya." Hotaru menjawab. Akira bertanya "bagaimana kamu bisa tahu?" "hmmm.. kenapa ya? Entahlah, aku lupa." Dan hotaru kembali ke laptopnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. "Dia tahu jam pulang Yuya dan jalan pulang yang selalu dilewati Yuya. Pelaku menemukan tempat yang pas selama melewati jalanan tersebut." Bon menjelaskan "Aku setuju dengan kalian. Orang ini sudah lama mengincar Yuya. Kemungkinan besar, tesangka adalah orang yang sering berhubungan dengan Yuya. Hotaru, cari orang atau kenalan Yuya yang mungkin jadi tersangka dalam kasus ini. Dan aktivitas Yuya selama 6 bulan terakhir ini." "iyaaaa." Hotaru menjawab dengan malas.
Hotaru selalu menjawab seperti itu. Tetapi Hotaru juga memiliki jiwa keadilan yang besar seperti semua. Hotaru jenius di bidang komputer. Semua info dan data dapat ditemukan dengan mudah. Di ruangan itu, di mana semua berdebat dan berdiskusi, ada seorang pria yang memiliki mata merah, mendengar dan memperhatikan dengan seksama. Dia tidak pernah ikut berdebat atau berdiskusi, dia hanya memikirkan di dalam pikirannya sendiri. Dia adalah "Ace" di kepolisian. "Kyo, menurutmu bagaimana?" Muramasa bertanya "Hnn.. orang itu bodoh kalau mengincar dogface" Kyo mmenjawab dengan sigkat. Meskipun Kyo seolah-olah tidak peduli, tetapi dia peduli. Dia peduli sama wanita itu, peduli sama Yuya.
Kilas balik…
2 tahun lalu..
Kyo dan Yuya bertemu di bar. Kyo,dkk sering pergi ke bar milik Yukimura untuk minum dan hang out. Malam itu, permainan perdana Yuya benar-benar membuat Kyo tertarik. Yuya memakai gaun yang sedikit terbuka. Gaun yang sedikit menunjukkan belahan dadanya. Ketika permainan selesai dan Yuya ingin beristirahat, ada sekelompok laki-laki yang menggoda Yuya. Kumupulan laki-laki itu mulai menarik tangan Yuya dan menyentuh bokong Yuya. Sebelum Yuya marah daan bertindak, Kyo sudah di sana. Kyo menghajar kumpulan laki-laki itu dengan mudah dan Yuki yang melihat kejadian itu marah dan mengusir kumpulan laki-laki itu. "terima …." Yuya ingin mengucapkan terima kasih, tetapi belum selesai Kyo menyela "Huh.. Mata mereka sudah rusak. Apa yang bisa dilihat dari cewek jelek ini. Dada rata.. (sambil memegang dada Yuya)" "Kyaaaaaaaaaaa… apa yang kau lakukan? Kenapa kau meremas.. meremass…." Yuya tidak bisa melanjutkan karena dia sangat malu. Dia ingin meninju Kyo tetapi Kyo menghindar dan menangkap tangan Yuya. "Hahaha…Kamu menarik. Dogface lebih baik kamu kembali bermain piano, daripada teriak-teriak terus. Telingaku sakit." Kyo mengatakan sambil berjalan kembali ke tempat duduknya dan tersenyum tipis. "Namaku bukan dogface, namaku Yuya. Dasar bodoh." Yuya menjawab dengan berteriak.
"Yuya sayangg.. aku minta maaf di hari pertama kamu bekerja, ada kejadian seperti gini." Yuki menggenggam Yuya "tidak apa-apa Yuki. Aku baik-baik saja." Yuya menjawab dengan tersenyum. "senang mendengarnya. Dan Kyo hanya menggoda kamu. Kamu tidak perlu takut atau khawatir. Dia adalah polisi." "Heh?! Laki-laki cabul itu polisi?" "Hahaha.. iya. Dia polisi. Bahkan salah satu polisi terbaik di sini. Lebih baik kamu mendinginkan kepala sebentar dan mulai bekerja lagi." Setelah Yuya pergi menjauh ke ruangan istirahat, Kyo tetap melihat Yuya Dalam pikirannya "wanita yang menarik."
Semua yang berada di bar tercengang melihat kejadian itu. Tidak pernah ada yang melihat Kyo seperti itu. Kyo yang biasanya tidak pernah peduli dengan sekitar. Dia hanya menikmati minum dan ditemani wanita yang biasanya bergabung karena tertarik dengaan Kyo cs. "aku tidak pernah melihatmu marah seperti tadi Kyo." Akari membuka percakapan. "hahaha… apakah ini yang namanya mendekati akhir zaman? Kyo jatuh cinta pada pandangan pertama. HAHAAHAHA…" Bon menyela. "Hnnnnn.." Kyo mendiamkan Bon secara langsung dengan tatapan tajam. "lebih baik kamu minum saja Bon, daripada bicara yang nggak-nggak." Akira bicara dan tertawa setelah melihat Bon terdiam. "Betul.. betull.. otak Bon kecil sih." Hotaru menambahkan. "hahaha.. badan besar, otak kecil. Benar-benar Bon" Akari tertawa "KALIANN…" Bon marah dan terjadi pertengkaran konyol antara Kyo cs.
"Dia menarik, bukan? Seperti yang Akari katakan. Aku tidak pernah melihat kamu hilang kendali seperti ini Kyo. Apa kamu tertarik dengan dia?" Kyo diam saja. Tidak meengharapkan jawaban dari Kyo, Yuki tersenyum dan menambahkan "Jangan terlalu keras sama dia, Kyo. Dia baru hari ini bekerja. Kau tahu sangat sulit cari pianis yang bagus. anyway, thank you Kyo. Karena sudah menyelamatkan Yuya. Dan ini minuman buat kalian, ucapan terima kasih dari pemilik bar." Setelah Yuki menjauh, Kyo tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Dia juga tidak tahu kenapa dia hilang kendali. Yang dia tahu, dia harus menjaga wanita ini.
Kilas balik selesai.
Kembali ke kantor polisi
"Kyo, menurutmu bagaimana?" Muramasa bertanya "Hnn.. orang itu bodoh kalau mengincar dogface" Kyo menjawab dengan singkat. Meskipun Kyo seolah-olah tidak peduli, tetapi dia peduli. Mendegar jawaban itu, Muramasa hanya tersenyum. "Baik anak-anak waktunya pembagian tugas. Hotaru, kamu di sini. Akari dan akira ke TKP. Periksa kembali dan tanyai penduduk sekitar. Bon dan Kyo kalian ke rumah sakit. Minta keterangan dari Yuya. Sasuke belum sadar, jadi kita harus menunggu. " "BAIK! SIAP!" semua serentak menjawab kecuali tentu saja Hotaru dan Kyo.
