By : Han Kang Woo
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, etc.
Main Cast : ChanBaek
Genre : Romance
Warning : BL (Boys Love), NC Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
Baekhyun menghirup aroma dan wangi parfum Chanyeol. Dia menghirupnya dengan sangat dalam, menghayati. Namja itu terbuai.
"Wangi tubuhmu begitu merangsang Chanyeol. Apa merk parfummu?" tanya Baekhyun, mendesah. Dia hampir saja menjilati leher Chanyeol.
"Ahh...aku tidak memakai parfum." jawab Chanyeol, dia tidak bisa menahan untuk tidak sedikit mendesah. Perut dan dadanya masih diraba raba oleh Baekhyun. Menimbulkan sensasi geli.
"Oh. Aku tidak percaya tampan. Wangimu begitu menggodaku. Aku teringat dengan namja dalam mimpiku. Namja tanpa wajah, dan hanya wangi parfumnya yang kuingat. Dan ohh... Tentu saja besar kejantanannya juga. Itu semua sama seperti kau Chanyeol. Ohhh." Baekhyun berujar sambil terus melancarkan jurus meraba raba tingkat tinggi.
Chanyeol hanya bisa mendesah dengan sesekali memejamkan matanya. Entah mengapa dia tidak bisa menepis tangan Baekhyun itu, padahal itu pernah dilakukannya di kamar saat Baekhyun selesai mengoral kejantanannya. Kali ini dia tidak bisa melakukannya.
Aksi binal dan nekat Byun Baekhyun terus berlanjut, dia akan membuat Chanyeol terangsang dengan jurus jurusnya. Dia tidak akan menutupi lagi siapa dia sebenarnya.
Hening. Angin malam berhembus dan menggoyangkan rambut mereka.
"Perkosa aku Chanyeol. Hanya itu yang kuinginkan. Apa kau tidak kasihan dengan usahaku. Lihat saja, celana mahal yang kubeli online ini jadi robek. Pagarmu yang tidak tahu diri itu merusaknya. Aku mengabaikan itu, demi untuk bertemu denganmu lagi." ucap Baekhyun, dia membisikkan kata katanya tepat di telinga lebar Chanyeol.
"Uhh..ahh." Chanyeol mendesah lagi. Dia tidak bisa berpikir jernih, padahal dia sudah berusaha menimbang nimbang permintaan aneh dan mesum seorang Byun Baekhyun. Apa? Menimbang nimbang? Yang benar saja.
Lalu tiba tiba...
"Chanyeol, kenapa kau belum masuk?" ibu Chanyeol berteriak cetar didalam rumah.
Deg.
"Omma." gumam Chanyeol, seraya memegang kedua tangan Baekhyun yang ada didadanya.
Ibu Chanyeol berjalan pelan menuju pintu, langkahnya berbunyi pelan diatas lantai, sebentar lagi mencapai gagang pintu. Sedikit lagi dia bisa melihat adegan anaknya yang dipeluk oleh seorang namja cabul.
Namun Chanyeol bertindak lebih cepat. Namja itu dengan gerakan super melepaskan diri dari pelukan Baekhyun, dia berbalik. Dan tanpa aba aba langsung menggendong tubuh Baekhyun dengan gaya bridal style. Lalu berjalan cepat menuju gudang.
"Kau mau membawaku ke mana?" tanya Baekhyun, dia tersenyum penuh kemenangan. Dia sudah tahu jawaban pertanyaannya sendiri.
"Yang pasti bukan ke tong sampah." jawab Chanyeol, cepat. Otot lengannya mengeras saat menggendong Baekhyun.
Sret sret sret.
Chanyeol membawa Baekhyun ke gudang, membuka pintu gudang itu dengan sekali tendangan dan masuk kedalamnya.
"Chanyeol, kau dimana?" panggil ibu Chanyeol lagi. Posisinya sudah didepan pintu samping.
"Aku digudang omma. Ada kucing nakal yang ingin kukandangkan." jawab Chanyeol, bernada bercanda.
"Jangan main main terus, cepatlah masuk. Udara diluar sangat dingin." kata ibu Chanyeol, masih mengira anaknya hanya bercanda.
Chanyeol melongokkan wajahnya, hingga hanya kepalanya saja yang bisa dilihat oleh ibunya.
"Aku sebentar lagi masuk omma. Aku sedang mencari buku buku lamaku di gudang." bohong Chanyeol, dia tertawa kecil.
"Baiklah. Tapi setelah itu masuk. Aku tidak ingin kau masuk angin." angguk nyonya Park, percaya begitu saja dengan bualan anak semata wayangnya. Nyonya cantik itu masuk lagi kedalam rumah, sambil menunggu suaminya pulang kerja.
Blam. Pintu ditutup.
"Ufff." Chanyeol mendesah lega dibalik gudang. Baekhyun cekikikan dalam gendongannya.
Lalu...
Krek. Terdengar bunyi robekan.
Baekhyun baru saja merobek baju kaos Chanyeol tepat bagian dada. Hingga menampakkan dada bidang Chanyeol yang sudah terbentuk seksi. Dada Chanyeol adalah salah satu bagian tubuh favoritnya.
"Apa yang kau lakukan?" kaget Chanyeol, tidak menduga jika Baekhyun bakal sebinal ini.
"Aku sedang membuka tirai cinta yang menghalangi pandanganku." jawab Baekhyun, lebay.
Chanyeol hanya bisa mendesah halus, dia tidak bisa melakukan apa apa untuk membalas kata kata dan jawaban Baekhyun yang selalu ajaib dan aneh. Dia sudah mengerti sekarang, bahwa Baekhyun memang sangat menginginkannya.
Baekhyun tersenyum, jemari lentiknya sudah bergerilya dan meraba setiap inci dada Chanyeol yang sangat seksi. Ingin rasanya dia menjilatnya saat itu juga.
"Ahh." Chanyeol mendesah kecil.
"Kau mendesah Chanyeol, kau menikmati rabaanku." ujar Baekhyun, mengeluarkan lidah sambil memandang Chanyeol.
"Itu refleks." timpal Chanyeol.
"Kau menikmatinya. Kau juga menginginkan melakukan seks denganku. Akui saja."
"Tebakanmu salah."
"Lalu kenapa kau tidak menurunkanku?"
"Oh, kau mau diturunkan..." Chanyeol bergerak sambil berjalan. Dia mencari cari tempat untuk membuang Baekhyun, ah bukan membuang, tapi menurunkan. Mata besarnya melihat tumpukan karton bekas disalah satu sudut gudang dan langsung menjatuhkan Baekhyun disana.
Bugh.
Pantat seksi Baekhyun mencium tumpukan karton yang tidak berisi, dia bagaikan kardus berisi buku buku tua yang dicampakkan karena sudah usang.
"Kau terlalu kasar Park Chanyeol..." kata Baekhyun, merengut.
"Kau yang kasar Byun Baekhyun... Dan binal." namja tampan itu hendak menarik tubuhnya, namun tangan Baekhyun bergerak sigap dan...
Krek.
Sobekan baju bagian dada Chanyeol kini robek lebih besar, Baekhyun menarik bajunya lagi. Sekarang bagian dada dan perutnya sudah terpampang polos.
"Wow, kau sangat jantan Chanyeol." jerit Baekhyun, seraya melakukan aegyo karena kegirangan.
"Jangan menjerit begitu, nanti ommaku dengar." Chanyeol menegur, dia menggeleng geleng melihat bajunya sudah tidak terbentuk akibat ulah si cabe Baekhyun.
"Aku akan menjerit keras jika kau tidak memperkosaku sekarang... Perkosa aku Chanyeol ah." Baekhyun mendesis desis erotis. Dia terus berusaha dan menggoda Chanyeol.
Hening.
Si tampan Chanyeol nampak berpikir, posisinya masih dihadapan Baekhyun. Dia menimbang untung dan ruginya jika memenuhi permintaan tidak wajar rekan sekolahnya itu.
"Baiklah, aku setuju. Aku akan melakukannya." kata Chanyeol, akhirnya dia setuju juga. Komitmennya runtuh juga.
"Yess. Yuhuiii." Baekhyun terlonjak senang, ingin rasanya dia memberikan semua uangnya kepada Sehun saking senangnya.
"Sttt... Jangan ribut." Chanyeol kembali memperingatkan.
Mereka berdua saling tatap, Chanyeol menatap dengan pandangan kaku, sedangkan Baekhyun menatap dengan bergairah dan tidak sabar. Dia sudah tidak tahan dijamah oleh Chanyeol.
"Kita mulai dari mana?" tanya Chanyeol, ada kepolosan dalam nada bicaranya.
"Tentu saja dimulai dengan telanjang, saling raba, aku mengisap penismu. Lalu kau memasukkan penismu itu kedalam holeku. Kau menggenjotku keras keras, sampai klimaks. Kalau bisa buat aku pingsan dan tidak bisa jalan. Spermamu keluar. Setelah itu selesai. Gampangkan." Baekhyun menjelaskan tahap tahap melakukan seks versinya, itu semua sedikit terinspirasi dengan adegan seks yang sering ditontonnya di laptop.
Chanyeol mengangguk, mengiyakan. Dia akan melakukan semua yang dikatakan Baekhyun itu. Kecuali mungkin membuat pingsan Baekhyun, jika Baekhyun sampai pingsan, maka masalahnya semakin bertambah.
Waktu terus berlalu. Baekhyun memulai dengan mendorong tubuh Chanyeol hingga terjengkang dan telentang dilantai. Dia tanpa menunggu lama langsung menarik celana pendek Chanyeol dengan mudah. Kini, hanya celana dalam namja tampan itu yang nampak.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat lagi adik besarmu yang menakjubkan itu." Baekhyun berseru, seraya menarik kuat kuat celana dalam Chanyeol hingga robek.
Krek.
CD merk ternama itu terlepas tidak berbentuk. Yang akhirnya menampakkan kejantanan Chanyeol yang masih melemas. Nyata.
"Ini dia. Aku ingin menjilatimu sosis besar."
Baekhyun dengan gaya binal langsung memegang dan mengocok penis Chanyeol. Ini adalah kali keduanya memegang dan mengobok obok benda panjang berurat itu.
"Ahh." Chanyeol mendesah, dia memejamkan matanya. Nikmat.
Kocok, pijat, kocok, pijat. Itu yang dilakukan Byun Baekhyun secara berganti ganti. Apa yang dilakukannya itu sontak membuat penis Chanyeol membesar dan ereksi full. Dia kegirangan. Sedangkan Chanyeol hanya bisa mendesah dengan mata masih menutup.
Lalu... Hap.
Baekhyun memasukkan penis Chanyeol kedalam mulut kecilnya. Dia dengan telaten mengisap dan menjilati penis itu layaknya sebuah es krim yang nikmat.
Slurup. Slruup. Wuihhh.
Baekhyun keranjingan sekaligus ketagihan, dia seperti tidak ingin melepaskan kejantanan itu dimulutnya. Padahal penis itu mulai berkedut kedut didalam sana.
"Ahhh... Baekhyun..." Chanyeol mendesah lagi, baru saja tangan Baekhyun memelintir dan meraba nipplenya yang seksi. Aksi itu memberikan sensasi yang tidak terlukiskan. Ahhh.
Baekhyun masih memenuhi mulutnya dengan kejantanan Chanyeol. Namun dia sudah tidak tahan untuk dimasuki. Dia harus segera dijebol sekarang juga.
"Chanyeol ahh. Jamah aku... Sampai kau puas." Baekhyun bergumam, setelah melepaskan penis Chanyeol dengan enggan.
Baekhyun berdiri dan melepaskan sendiri celananya, dia setengah bugil. Namja itu sengaja tidak membuka baju karena ruang gudang Chanyeol tidak begitu bersih.
"Tusuk aku, dari belakang... Cepatlah Chanyeol ah." Baekhyun mendesah desah, dia bergaya twerking ala Miley Cyrus. Gaya doggy style. Kedua tangannya berpegangan ditembok, kuat kuat.
Chanyeol membuka matanya, dia memandang sejenak penisnya yang basah dengan ujung memerah. Dia hampir saja klimaks akibat isapan Baekhyun, namun untung saja tidak jadi. Dia lalu berdiri dan memposisikan diri tepat dibelakang bagian bokong Baekhyun.
Chanyeol nampak seksi dengan penampakannya, bayangkan saja baju sobek dibagian depan dengan celana terpelorot dan penis besar mengacung dan menantang. Posenya itu sangat layak diabadikan di majalah porno khusus dewasa.
"Apa kau yakin akan melakukan ini?" tanya Chanyeol, agak ragu. Beberapa tetes keringat membasahi dahinya.
"Tentu saja. Aku dan kau menginginkannya. Masuki aku, cepatlah." jawab Baekhyun, seraya menggoyang goyangkan bokongnya seperti bintang porno profesional.
"Apa kau tidak menyesal?"
"Untuk apa menyesal. Aku bersusah payah kesini untuk meminta kau memperkosaku. Jadi tidak ada kata menyesal. Tusuk aku... Kalau tidak, aku menjerit keras keras, dan ommamu pasti akan datang kesini." ancam Baekhyun lagi, dia menggigit bibir bawahnya.
Chanyeol mendesah,
"Ok. Baiklah." lagi lagi dia tidak punya pilihan lain.
Namja jangkung itu mengambil posisi dan ancang ancang, dia mendesah sambil mengarahkan penisnya yang tegang ke pintu masuk hole Baekhyun. Ini adalah kali pertamanya, dia sama sekali belum pernah melakukan seks, termasuk kepada mantan pacarnya dulu yang kesemuanya yeoja. Chanyeol memberikan keperjakaannya kepada Baekhyun.
Dia mengocok penisnya dan menempelkannya ke hole Baekhyun, namun tidak masuk.
"Dorong Chanyeol ah. Dorong kuat kuat... Jangan takut, aku akan menahannya." Baekhyun menoleh dengan agak kesulitan.
Chanyeol mengangguk, dan tanpa aba aba langsung mendorong penisnya dengan sekali hentakan yang sangat kuat. Hakkk.
Blash. Penisnya amblas dan menjebol hole Baekhyun.
"Arghh." Baekhyun menjerit sejadi jadinya. Dia merasakan sakit yang amat sangat.
"Ahh. Ja..jangan menjerit terlalu keras. Ommaku bisa mendengarmu..ahh." kata Chanyeol, mengingatkan lagi. Dia mendesah nikmat karena daging penisnya yang tergesek sekaligus terjepit. Wow.
"Akkhh. Baiklah. Ahh." Baekhyun mencoba mengurangi jeritannya, dia menggigit bibir bawahnya untuk meredamnya.
Akhirnya setelah penantian panjang, Baekhyun bisa merasakan juga bagaimana kejantanan alias penis Chanyeol menghujamnya dalam dalam. Kebahagiaan dan rasa senangnya tidak bisa dijelaskan dengan kata kata.
"Akhhh...ahhh.."
"Ohh..ouch..ahh..yeah."
Chanyeol menggenjot, memajumundurkan penisnya dengan tempo lambat. Dia memegang kuat kuat kedua belahan bokong seksi Baekhyun. Penisnya keluar masuk dengan jelas, timbul tenggelam. Yeah.
"Ahh. Lebih keras Chanyeol ah. Masukkan lebih dalam tampan. Ahhh..." Baekhyun meracau, dia mengucapkan banyak kata kata kotor dengan nada tertahan.
"Baiklah." angguk Chanyeol, untuk kesekian kalinya mengikuti perintah si cabe tanpa protes.
Plok plok plok plok. Ahhh.
Genjotan Chanyeol semakin kuat, dia menubrukkan miliknya dalam dalam. Keringat membasahi dahi dan seluruh tubuhnya. Panas.
Sontak saja Baekhyun menggelinjang nikmat. Dia mendesah desah dengan wajah bergairah sekaligus sayu. Tubuhnya yang juga bermandirkan keringat terguncang guncang akibat sodokan Chanyeol.
"Ahhhh... Tampan, you fucking handsome... Bitch.." Baekhyun mengumpat lagi.
"Ahhh...ahh.."
Beberapa laba laba melintas disekitar mereka. Andai saja laba laba itu bisa bicara, maka bisa dipastikan jika hewan berkaki banyak itu berkata : 'kelakuan anak jaman sekarang, digudangpun jadi. Dunia betul betul sudah tua.' laba laba dan semua yang ada di gudang itu tentu saja menjadi saksi adegan seks yang baru pertama kali terjadi disana.
Sampai beberapa saat kemudian,
"Ahh.. Baekhyun ahh... Aku mau keluar..." Chanyeol berseru dan memberitahu bahwa cairan kelakiannya akan menyembur.
"Ahhh. Keluarkan saja... Tapi di mulutku..akhh." jawab Baekhyun, mengetatkan holenya.
Plok plok plok.
Ahhh ahhhh ohhh.
Dan dengan sigap Baekhyun menarik diri seraya berjongkok tepat didepan penis Chanyeol yang baru saja berpisah dengan lubang miliknya.
Baekhyun dengan binal dan erotis mengocok sambil mengusip penis yang penuh cairan precum itu. Dia memasukkan dengan susah payah hampir seluruh batang kejantanan Chanyeol, walau memang tidak muat.
Isap, kocok, isap, kocok.
"Akhh.. Aku... Baekhyun.. Aku ke..lu..ar..." Chanyeol melolong, tubuhnya menegang hebat.
Dan
Crot crot crot.
Si namja tinggi itu menumpahkan spermanya ke dalam mulut kecil Baekhyun. Tentu saja Baekhyun cabe menerimanya dengan senang hati. Cairan putih dan kental itu sebagian meluber keluar dari sudut bibirnya.
Glek glek. Ahh.
"Uff ahh." Chanyeol mendesah nikmat, nafasnya tersengal sengal. Dia tetap membiarkan penisnya dimainkan oleh Baekhyun.
"Rasanya masih sama, lezat dan tinggi protein." gumam Baekhyun, dan menjilat sisa sisa sperma yang bisa dijangkau dengan lidahnya. Slurp.
"Ka..kau tidak jijik?"
"Buat apa jijik. Aku sudah dua kali menelan sperma jantanmu tampan. Itu salah satu yang kuinginkan." Baekhyun berkata dengan sangat jujur. Wajah imutnya mendongak.
Chanyeol lagi lagi hanya bisa mendesah, dia sama sekali belum pernah bertemu dengan makhluk langka seperti Baekhyun ini. Dia berhipotesa bahwa mungkin saja Baekhyun adalah salah satu makhluk entah dari planet mana dalam galaksi bima sakti. Dia gagal paham.
Hening sejenak.
"Cium aku Chanyeol ah." pinta Baekhyun, dengan nada manja yang dibuat buat.
"Menciummu?"
"Ya, aku ingin merasakan bibirmu itu. Cium aku." Baekhyun memperjelas permintaan mesumnya.
Uff, Chanyeol memandang Baekhyun dengan pandangan takut. Dia fokus pada sudut bibir Baekhyun yang masih ada sisa spermanya.
"Kenapa? Kau tidak mau menciumku karena mulutku penuh sperma? Ini cairanmu sendiri Chanyeol." Baekhyun berujar seakan bisa membaca pikiran namja tampan dihadapannya itu.
"Bukan itu."
"Lalu apa?"
"Lupakan. Kau sudah janji untuk pergi setelah kita melakukannya." Chanyeol dengan cepat mengubah topik, dia memandang bagian depan tubuhnya yang sangat berantakan.
"Kapan aku berjanji seperti itu?" tangkis Baekhyun.
"Tadi kau bilang seperti itu."
"Kapan?"
"Ahh, sudahlah. Lebih baik kau pulang. Aku tidak ingin ommaku kesini dan mendapati kita dalam keadaan kacau seperti ini. Aku bisa mendapat masalah." tutur Chanyeol, dia mengusap keringat di dahinya.
"Tapi.. Aku... Aku tidak bisa jalan." Baekhyun tiba tiba tersungkur dengan gaya 'ngesot' ala suster. Dia memasang wajah manja minta dikasihani dan dicium.
"Kau kenapa?"
"Holeku sakit. Aku pincang... Sepertinya aku tidak bisa pulang malam ini. Bahkan sampai tujuh hari tujuh malam." jawab Baekhyun, mata bereyelinernya mengerjap ngerjap.
"Ashh..." untuk kesejuta kalinya Chanyeol mendesah.
"Bawa aku ke kamarmu. Tidurkan aku dalam selimutmu dan..."
"Cukup Baekhyun, kau mulai meminta yang macam macam." Chanyeol memotong kalimat Baekhyun, dia menggeleng kasar.
Baekhyun memasang tampang lugu dan tidak berdosa.
"Apa kau tega Chanyeol... Kau baru saja memperkosaku, membuat holeku sakit, membuatku tidak bisa berjalan. Dan setelah kau puas, kau ingin mencampakkanku seperti pelacur murahan. Dimana hatimu Park Chanyeol?" Baekhyun melayangkan argumen yang mengatakan seakan akan Chanyeol lah yang bersalah dan menginginkan semuanya.
"Aishh. Kau..."
Belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba saja ibunya berteriak diluar sana.
"Chanyeol. Kenapa kau lama sekali. Appamu baru saja datang dan ingin berbicara padamu." nyonya Park berjalan mendekati gudang.
Sreet sreet sreet.
Deg.
"Om..omaku datang." Chanyeol langsung panik.
Dia berputar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ibunya sebentar lagi sampai dan masuk kedalam gudang, dia bisa ketahuan.
"Aku harus bagaimana?"
Chanyeol menatap Baekhyun yang duduk tidak elit dilantai, dia juga mengamati penampilannya sendiri yang kacau. Bajunya yang sobek tidak terbentuk, dan celananya yang masih terpelorot belum terpasang. Gawat. Jika ibunya sampai tahu apa yang baru saja dilakukannya, maka bisa dipastikan dia tidak diakui sebagai anak keluarga Park lagi dan secara otomatis dicoret dalam daftar warisan keluarga. OMG.
Sreet sreet sreet.
Langkah ibu Chanyeol semakin dekat.
"Sial... Baekhyun, cepat sembunyi."
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chap 3 update. Mungkin chap ini pendek ya? Hehehee. Aku agak takut sih kalau FF ini kena potong lagi seperti FFku yang lain. Aku juga tidak mengesplor seks dengan detail dan panjang, takut kena bash lagi, heheheee...
Terima kasih untuk Reviewnya dichap lalu, review dan semangatnya itu yang membuat FF ini lagi lagi masih berlanjut. Terima kasih. Untuk chap selanjutnya aku tidak janji bakal update cepat...heheheee.
Review lagi ya chingu.
Salam cinta.
Han Kang Woo.
