Last Farewell
Disclaimer: Masashi Kishimoto
©BIGBANG (YG Entertaiment) – Last Farewell
Rate: T
Kyou desu yo~
Warning: Banyak, seperti OOC, ranjau typo dimana mana, tidak sesuai EYD, abal, gaje, alur kecepetan, alur dipaksain, ada kata-kata yang sedikit kasar, dll dst.
Don't like don't read
Happy reading~..
Chapter 3 (つ●ᴥ●)つ
Pecakapan mereka masih berlanjut. Sasuke mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap meja bar.
"Sendirian saja nih kesini ?" Tanya Sasuke
"Iya kesininya sendirian, tapi di tempat ini aku sama teman-temanku kok. Kalau kau sendiri ?" Tanya Hinata.
"Sama temen-temen SMA, biasanya katanya sih reunian gitu. Tapi kita memang sudah lama nggak ketemu lagi setelah lulus. Biasa nostalgia." Jawab Sasuke
"Idih nostalgia, kayak nggak ketemu selama belasan tahun aja." Ledek Hinata
"Cih." Decih Sasuke menanggapi ledekan Hinata
"Hihihi becanda kok." Balas Hinata sambil terkikik geli
"Udah mulai larut nih, nggak pulang ? nggak baik lho seorang gadis pulang sampai larut malam." Kata Sasuke
"Baru juga ketemu lagi dan bisa ngobrol bareng. Masa udah disuruh pulang aja." Jawab Hinata
"Ehm, kode nih." Kata Sasuke
"Kan ada pepatah yang bilang. Dulu: tak kenal maka tak sayang, nah kalau sekarang : tak kode maka tak peka." Tutur Hinata
"Oh." Kata Sasuke sambil membulatkan mulutnya
"Yaudah ayo aku antar kau pulang." Tawar Sasuke
"Ah, nggak usah. Ntar aku bisa pulang bareng temen-temenku." Tolak Hinata
"Udah ah ayo ikut aja, Uchiha tak menerima adanya penolakan nona." Paksa Sasuke sambil menyeret Hinata menuju parkiran.
Sasuke membukakan pintu untuk Hinata yang berada di samping dia mengemudi (haduh bahasanya berbelit, intinya itulah pokoknya :D). Setelah membukakan pintu untuk Hinata, Sasuke segera beranjak ke jok kemudi. Dalam perjalanan mereka diselimuti keheningan hanya suara deru mobil dan klakson dari mobil lain yang terdengar.
"Hei, di mana rumahmu ?" Tanya Sasuke sambil menoleh Hinata sekilas
"Nggak aku bawa. Hahahaaha." Canda Hinata
"Cih, Seriusan ini. Di mana alamat rumahmu ?" Tanya Sasuke ketus
"Iya, iya. Lurus saja terus, ada pertigaan belok kanan, ada bunderan belok kanan. Nah situ letaknya." Jawab Hinata
"Kok kayak iklan c********t."
"Emang kayak gitu arahnya -_-." Jawab Hinata
Tiba-tiba Sasuke meminggirkan mobilnya ke bahu jalan dekat jebatan.
"Ayo turun." Kata Sasuke singkat, padat, dan jelas
"Eh, kok turun di sini ?" Tanya Hinata
Sasuke tak menjawab pertanyaan Hinata, melainkan langsung menarik Hinata keluar dari dalam mobil.
"Waahh indah sekali." Kata Hinata begitu turun dari dalam mobil dan berdiri di pembatas jembatan. Dia tampak begitu kagum dengan pemandangan di depannya, rambutnya berkibar karena tiupan angin. Sasuke yang melihatnya terpesona dengan keadaan Hinata saat ini. Melihat Hinata hanya mengenakan kaos tipis, dia segera melepas cardigan yang dipakai dan memakaikannya pada Hinata. Sontak Hinata pun kaget dan memerah wajahnya.
Keheningan menjadi teman mereka saat ini. Namun mereka merasa nyaman satu sama lain dengan keheningan yang menentramkan batin ini. Tak lama kemudian Sasuke berdehem.
"Ehm, Hinata." Panggil Sasuke
"Eh Iya." Hinata menoleh menghadap Sasuke. Tanpa disangka Hinata, Sasuke sudah menolehnya. Pandangan mata mereka bertemu. Oniks bertemu Lavender, Hitam bertemu putih, kedua mata yang kontras sekali perbedaan warnanya saling bertautan seakan mereka berbicara lewat pandangan mata.
Tanpa disadari Hinata, Sasuke sudah mulai menunduk menyamakan tingginya dengan Hinata dan mendekatkan wajahnya.
'CUP'
Bibir Sasuke menempel pada bibir mungil Hinata. Sasuke memejamkan matanya menikmati rasa manis bibir Hinata. Sedangkan Hinata diam mematung di tempat dengan apa yang baru saja terjadi. Tak lama kemudian, Sasuke melepas ciuman itu dan menyeringai melihat ekspresi Hinata.
"Hinata." Sasuke memanggil Hinata dan melambaikan tangannya di depan muka Hinata. Namun Hinata tetap diam mematung.
"Ah, sudahlah. Ternyata manis rasanya." Gumam Sasuke sambil pergi mengendarai mobilnya dan meninggalkan Hinata sendirian yang masih mematung.
.
.
.
Hinata akhirnya sadar dari keterkejutannya setelah berciuman (dicium) Sasuke. Dia menengok kanan kirinya mencari keberadaan Sasuke, ternyata dia sendirian di tempat itu.
"Kei, Sasuke-san !" Teriak Hinata memanggil Sasuke. Dari kejauhan dia melihat mobil Sasuke berhenti di perempatan lampu merah. Hinata segera berlari mengejarnya, tapi tak lama kemudian mobil Sasuke melaju setelah lampu hijau menyala.
"Ah, sial kau tuan Uchiha." Umpat Hinata karena kesal ditinggal Sasuke.
Hinata pun berjalan sendirian menuju rumahnya. Dia berjalan dengan terburu-buru berharap segera kelihatan rumahnya. Tak disangka tiba-tiba high heels yang dipakainya patah.
"Awww, cih apaan lagi ini. Hah pakai acara patah lagi." Kata Hinata seraya muncul perempatan di keningnya. Hinata segera melepas kedua sepatu yang dipakainya, jadilah dia berjalan sendirian dikegelapan malam sambil 'nyeker'
"Tau gini mending tadi pulang sama temen-temen aja." Ujar Hinata ngedumel sebel sama Sasuke sepanjang jalan.
"Ah, Uchiha sialan, dasar ketumbar, kecipir ini sih bukan namanya nganterin. Tapi nelantarin di pinggir jalan." Sambungnya.
Hinata masih berjalan dengan terseok, karena kakinya yang telanjang berjalan di atas jalan yang mulai berbatu. Tiba-tiba ia teringat dengan kejadian tadi.
"Tadi itu apa ya ?" Ingatnya kembali sambil memegang bibirnya. Ia merona, tak disangka ciuman pertamanya direnggut oleh si cassanova kelas atas (/▼/). Tanpa sadar ia meloncat loncat kegirangan dan tak ingat kalau ia masih di jalan yang berbatu.
"Huuwaaa, sakiittt arrggghhh, Hinata kenapa kau jadi bodoh sih malam ini." Ujarnya sambil menggetok kepalanya sendiri.
"Hei, kenapa aku nggak nelpon orang aja ya buat menjemputku. Ah dodol, tau gitu dari tadi nggak usah jalan." Kata Hinata sambil mencari kontak siapa yang kira-kira dapat menjemputnya.
"Moshi-moshi, Tenten nee-chan bisakah kau sekarang menjemputku di.. ummm." Kata Hinata dengan orang di seberang lalu menoleh kanan kiri mencari alamat."
"Ah, di depan petshop milik tuan Orochimaru, iya yang ada papan iklannya bergambar mbak Kunti naik ular yang warnanya pelangi norak yang kayak buntelan karung. Um, oke Tenten nee-chan aku tunggu di depan toko persis ya, bye nee-chan." Hinata menutup sambungan telpon dengan orang yang dipanggilnya Tenten nee-chan tadi. Hinata segera mencari tempat duduk yang nyaman dan terlihat dari jalan supaya yang menjemputnya tadi tau keberadaannya.
.
.
.
30 menit kemudian
Tin Tinn
Suara klakson dari mobil yang mendekat ke arah petshop Orochimaru menyadarkan Hinata dari lamunannya.
"Ah Tenten nee-chan~, kau sudah sampai ternyata." Kata Hinata sambil membuka pintu mobil.
"Ngapain kau sendirian di sini, udah gitu nggak pake sepatu lagi." Kata Tenten heran.
"Ceritanya panjang, ntar aja deh ceritanya. Yang penting ayo jalan, udah capek nih badan." Suruh Hinata seenak jidatnya.
"Heh, seenaknya aja memerintah orang yang lebih tua dari kau. Kalau bukan adiknya Neji udah ku lempar dengan kotak tisu." Omel Tenten.
"Hehehehe, gomen nee-chan ^_^." Kata Hinata
Tenten melajukan mobilnya menuju kediaman Hyuuga. Di perjalanan hanya ada keheningan yang menemani mereka karena Hinata tertidur karena kelelahan berjalan.
.
.
.
.
Keesokan harinya ~
Rutinitas di kampus berjalan seperti biasanya, kelas Hinata dan Sasuke dimulai sebentar lagi. Keduanya berbarengan menuju kelas.
"Hei, boleh kenalan nggak ?" Tanya Sasuke
"Hm, Boleh." Kata Hinata sambil menengok melihat lawan bicaranya.
"Aku Sasu, kalau boleh tau siapa namamu ?" Tanya Sasuke kembali.
"Hyuuga Hinata." Jawab Hinata singkat.
"Nama yang bagus." Kata Sasuke
"Oh ehehehe makasih." Kata Hinata dengan tak ikhlas dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Sasuke
.
.
Di dalam kelas mereka tampak tak mendengarkan materi yang disampaikan dosen. Mereka asyik dengan dunianya sendiri.
Hinata POV
'Heehh benarkah kejadian semalam itu nyata ? bukan mimpi kan ?' kata Hinata dalam hati sambil memainkan kalung berbentuk kipas di tangannya.
'Kyaaa my first kiss kuu sama kei (*/*)' teriak Hinata dalam hati.
'Apa yang akan ku lakukan selanjutnya yah, ntar malam mesti ke bar lagi biar ketemu sama kei.'
'Lalu apa yang mesti ku lakukan kalau bertemu dia, duh bagaimana kalau dia menyinggung masalah kemarin.'
'Ah bodo amat, yang penting ntar malam ke bar.'
Hinata POV End
Sementara Sasuke tidur di kelas dan bermimpi kalau dia akhirnya berpacaran dengan Hinata, saat mereka berkencan Sasuke saking bersemangatnya menghampiri Hinata sambil berlari namun naas tiba-tiba Sasuke menginjak tali sepatunya yang terlepas, akhirnya dia jatuh. BRUUK
Bersamaan dengan jatuhnya Sasuke dalam mimpi, Sasuke bangun karena kekagetannya dan kelas hari ini selesai.
.
.
.
To be continue...
Chapter 3 akhirnya update. Mungkin sudah melenceng jauh kali ya dari cerita awal. Maaf karena keterlambatan update yang begitu lama sekali. Terimakasih juga kepada kalian yang mau mereview, memfollow, dan memfavorit fict ini, terimakasih saran dan masukannya ^_^
Kritik, opini, dan saran kalian aku tunggu loh !
Ikutin terus ceritanyaa ~
Pati, 30/07/15
Kyou desu ^_^
Balasan Review
Uchiha etha : oke, pantengin terus yaa
.Cemua : makasih sayang ^_^ ikutin terus yah
: iya ^_^
Guest : terinspirasi dari MV Bigbang
: oh kalau soal bahasa sudah aku kasih tau diatas kalau bahasanya kayak begini. Kalau genre dibikin romance humor
Hinataholic : iya ini udah update ^_^
Mell Hinaga Kuran : iya senpai terimakasih koreksinya ^_^ mohon bimbingannya
Siiuchild : iya, lagi kurang inspirasi senpai
Him Hime : chapter 3 update~
Erni : ditunggu aja ya ceritanya ^_^
