Mengejar Cinta Pertama

By

Fidaphillapi

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning

AU, OOC, Misstypo, EYD yang tidk disempurnakan, Dll.

.

.

Enjoy!

.

.

"Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang, Kak" ucap sakura pada pada pemuda berambut bata di hadapannya. Pemuda itu melihat jam tangannya sekilas, "Nggak deh, Ra. Sudah jam 9 malam. Aku lebih baik pulang saja." Tolak pemuda itu secara halus.

"Yahh, lain kali tapi harus mampir ya, Kak! Nggak boleh nggak!"

"Siap tuan putri." Blush. Sakura memukul bahu pemuda itu main-main. "IH APAAN SIIIIH!"

"Hahaha. Ya sudah aku pulang kalau begitu."

Sakura mengangguk, "Hati-hati Kak pulangnya," kemudian dia menyerahkan helm merah yang di dekapnya sedari tadi. Gaara lalu menerimanya, tak lama kemudian tancap gas meninggalkan kompleks perumahan yang terlihat sepi itu.

Setelah Gaara menghilang di belokan kompleks, Sakura langsung masuk ke dalam rumah dengan sedikit terbirit. Maklum, hari sudah malam dan kompleks sudah sepi. Siapa yang tidak takut? Keadaan rumah juga sudah tampak gelap. Beberapa lampu rumahnya sudah dimatikan, hanya tinggal lampu teras yang tampak masih menyala dari depan.

Sakura mamasuki rumahnya dengan perasaan sedikit takut, buru-buru saja ia menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Kamarnya sama gelapnya dengan ruang tamu dan ruang keluarga yang tadi ia lewati.

Clek.

BRAK

"Hosh hosh hosh..." Gadis berambut pink itu kini sedang mangatur nafasnya di balik pintu. Dia masih berdiri dan berusaha mencari letak saklar. Namun ketika ia akan menekan saklarnya tiba-tiba saja,

TRING

Lampu menyala. Kamarnya jadi terang benderang, tapi masalahnya bukan ia yang menyalakan lampunya.

"AAAARRRRRGGGHH"

Kemudian yang dia rasakan selanjutnya adalah, ada seseorang yang menepuk pundaknya, teriakannya semakin kencang, "AAAAAAARRRRGGHH AAAAARRGGHHHMMMPPH-"

Seseorang baru saja membekap mulut cemprengnya!

"HAHAHAHA, coba lihat mukamu itu! Lucu sekali"

Sakura kenal betul suara itu. Lekas saja ia membuka matanya yang sedari tadi terpejam ketakuatan. Matanya membulat, begitu juga dengan mulutnya. Otaknya berusaha mencerna apa yang sedang terjadi ketika tiba-tiba saja...

Klik.

"Lihat, Ra. Bagaimana jika besok aku menunjukan foto ini pada Kak Sasuke?"

Sakura mengerjap. Dia menggeram kesal, tangannya mengepal, "INOOOOOOOOOOO BABIIIIIIIIIIIIIIIII!"

Tak lama kemudian terjadilah lemparang-lemparan bantal yang memporak-porandakan kamar bernuansa pink itu.

.

.

.

Kini mereka berdua tengah merebahkan tubuhnya di kasur queen size milik sakura, keduanya terlentang dan terengah. Mecoba meraup oksigen sebanyak-banyaknya.

"Kamu itu hampir saja membuatku jantungan tau nggak!" kemudian satu lagi bantal melayang pada Ino, melihat wajah sakura makin kesal. Membuat tawa Ino semakin pecah.

"Aku hanya mengerjaimu sedikit." Bela Ino.

"Se-di-kit." Sakura memberikan penekanan disitu, berharap Ino merasa tersindir. "Kau itu baru saja membuatku ketakutan setengah mati! Masih berani bilang sedikit!"

"Aku pikir phobiamu itu sudah sembuh, ternyata semakin parah! hahaha"

"Terus saja tertawakan aku! Bukannya minta maaf, dasar teman kurang ajar! Lagipula gimana caranya kamu bisa masuk kesini?" tanya sakura tidak sabaran.

"Hahaha, baiklah aku minta maaf okay, sayangku?" Sakura menggangguk dengan bibir yang mengerucut.

"Heh! Yang ikhlas dong!" Toyor Ino.

"IYA IYAA!"

Ino kembali tertawa lalu melanjutkan kalimatnya, "Tadi aku mau mengakmu jalan, tapi Lineku sama sekali gak kamu read, jadi aku langsung kemari. Tapi kata Tante Mebuki kamu belum pulang dari kampus, jadi aku disuruh langsung ke kamarmu saja. Hahh, Tapi kalau tau kamu pulang jam segini sih mending tadi aku pergi sendiri saja!"

Sakura hanya cengengesan, "Ya ampun maaf deh, handphoneku mati dari tadi siang, aku lupa bawa powerbank."

"Lalu...?"

"Lalu?" bukannya menjawab, sakura malah bertanya balik. Dasar sok polos, pikir Ino.

Ino memutar bola matanya, "Lalu kenapa kamu bisa pulang dengan Kak Gaara yang ganteng itu?"

Sakura sedikit terkejut. "Kok kamu, tauu?

"Balkonmu itu langsung menghadap ke halaman depan sayang. Jadi...? Sahabatku ini sudah mulai tergoda lelaki tampan?" Goda Ino sambil menaikturunkan alisnya.

"AKU NGGAK!" sanggah sakura buru-buru, "Kak Gaara hanya mengajakku makan setelah selesai latihan Taekwondo tadi sore."

"Hanya makan? Sampai jam 9?"

"jalan-jalan juga.."

"GOTCHA!"

Ino kemudian menarik baru sakura lebih dekat padanya, "Dengar, Ra. Aku pikir lebih baik kamu lupain aja Kak Sasuke yang judes itu. Aku merestuimu dengan Kak Gaara."

"Nggak! Lagi pula siapa yang butuh restumu, Ino Pig!"

Ino menoyor jidat sakura, "Dasar sahabat durhaka!"

"Aw, sakit bodoh! Pokoknya aku tetap akan membuat Kak Sasuke menyukaiku. Sebagai sahabat yang baik, kamu hanya perlu membantuku."

Ino menghel napas, sahabat pinknya itu sangat keras kepala, jelas-jelas ada Kakak tingkat ganteng yang kemungkinan besar menyukainya, tetap saja kekeuh memilih lelaki judes tidak berperasaan yang hanya bisa menyakiti hatinya. Ternyata benar, kebanyakan perempuan memilih laki-laki yang menyakitinya berulang kali, dibanding lelaki lain yang menyayanginya sepenuh hati. Sayangnya sahabatnya itu salah satunya, pikir Ino.

"Terserah kamu sajalah, Ra."

.

,

,

TBC

Maaf baru nongol lagi dan seuprit :v Aku masih mikir-mikir apa yang bakal Sakura lakuin supaya Sasuke membalas perasaannya. Ada yang punya ide? Nanti aku pertimbangkan XOXO