Length : Chaptered

Disclaimer : All Characters belong to god, their parents and their agency. But this fanfic belong to me

Cast : All BTS member

Pair : JiminxSuga (couple lain menyusul okey)

Rating : T

Warning (s) : Mpreg. Bahasa non baku, OOC, typos, story line agak gakjelas, etc

.

.

~Hunaxx present~

.

.

A Gift from the Hell

.

.

This is YAOI. MPREG. Don't Like? Don't Read. NO BASH! And NO PLAGIAT

.

.

.

.

ENJOY!

.

.

.

.

"Hey kemana Suga?"

Tanya Jin ketika di ruang makan tersebut hanyalah suga yang tidak ada.

"Tadi setelah bangun tidur dia langsung mandi. Mungkin dia masih di kam–

"ARGGHH"

"SUGA HYUNG"

.

.

.

.

Jimin refleks langsung berlari ketika mendengar teriakan Suga. diikuti dengan member lain yang langsung mendadak panik.

BRAK

Jimin membuka pintu dengan kasar. Dia langsung menghampiri Suga yang sedang berdiri di sebelah meja nakas sambil menunduk memegangi perutnya. Raut wajah Suga menampakkan bahwa dia sangat kesakitan

"Hyung kau kenapa?"

Jimin langsung memeluk dan membopong Suga ke tempat tidur. Suga masih terus merintih kesakitan.

"Arghh sakit. Hiks. . . "

Member yang lain satu persatu berdatangan. Wajah mereka terlihat sangatlah panik.

"Hyung ... Suga hyung terus berteriak kesakitan. Bagaimana ini hyung?" Jimin bertanya dengan panik. Dia benar-benar takut dengan kondisi Suga saat ini.

"Kita bawa Suga hyung ke rumah sakit. Kita ke rumah sakit menggunakan mobil ku saja. J-Hope dan Seokjin hyung bantu Jimin membawa Suga hyung ke mobil sekarang" Namjoon memberi perintah. Seokjin dan J-Hope langsung menghampiri Jimin dan membantunya membopong Suga ke mobil.

"Hyung bagaimana dengan aku dan Jungkook?" Taehyung menghentikan langkah Namjoon yang akan keluar kamar.

Namjoon menepuk jidatnya sendiri. Dia melupakan Taehyung dan Jungkook yang berada di kamar itu juga.

"kalian tetaplah di dorm. Apabila manager hyung datang bilang kami semua sedang ke supermarket membeli persediaan bahan makan habis. Arraseo?"

Taehyung dan Jungkook mengangguk patuh. Namjoon langsung bergegas keluar kamar.

Tinggallah dikamar itu hanya terdapat Taehyung dan Jungkook. Mereka saling berpandangan, kemudian menghela nafas.

.

.

.

.

Jimin sedari tadi mondar-mandir di koridor rumah sakit. Berharap bahwa salah satu pintu yang bertuliskan UGD itu segera terbuka.

Namjoon, Seokjin dan J-Hope yang duduk didekat Jimin hanya bisa berdoa. Berdoa agar Suga baik-baik saja dan berdoa agar penyamaran mereka tidak terbongkar.

"Jimin-ah bisa kah kau duduk? Apa kau tidak sadar bahwa orang-orang disekelilingmu memperhatikanmu?"

Jimin melihat ke sekelilingnya. Dan benar kata Seokjin tadi. Orang-orang disekitarnya menatapnya sambil berbisik-bisik.

"postur tubuh orang itu mirip dengan Jimin oppa ne?"

"itu yang sedang duduk dan mengenakan hoodie putih juga mirip Seokjin oppa!"

"omo! Apakah itu bangtan seonyeondan? Itu loh sekumpulan orang yang di dekat UGD!"

"ah jinjja? Untuk apa mereka disini? Oh!ataukah salah satu dari member mereka ada yang sakit?"

Kira-kira itulah segelintir percakapan remaja-remaja yeoja yang berada di sekitar rumah sakit itu. Jimin sama sekali tidak memerdulikan bisik-bisik yeoja-yeoja tersebut. Dia juga tidak peduli apabila penyamarannya terbongkar. Toh yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Suga hyung-nya.

cklek

Akhirnya pintu bercat putih itu terbuka. Seorang yeoja muda nan cantik terlihat keluar dari ruangan itu. Jimin, Namjoon dan Seokjin langsung berdiri menghampiri dokter muda itu.

"kalian bertiga bisa ikut aku ke ruanganku sekarang? Ada yang ingin aku bicarakan"

.

.

.

.

.

.

Ruang tengah dorm BTS tampak sepi. Tentu saja sepi karena di dalamnya hanya terdapat dua orang yang sedang sibuk dengan gadget nya masing-masing.

Tiba-tiba Jungkook membanting smartphonenya. Menimbulkan bunyi yang dapat mengusik keseriusan Taehyung yang berada di sebelahnya.

"kau kenapa sih? Kalo gak suka sama smartphonemu jangan main banting aja. Mending buat aku aja deh"

Setelah berkata seperti itu, Taehyung kembali tenggelam dalam gadgetnya. Melupakan si magnae yang tadi membanting smartphonenya.

"hyung~ aku bosan! Harusnya aku tadi ikut ke rumah sakit saja. Uhh padahal kan aku juga khawatir dengan suga hyung"

Si magnae mulai merengek. Taehyung yang mendengarnya hanya memutar bola matanya bosan. Dia sudah terlalu sering mendengar rengekan Jungkook.

"kalau kau dan aku ikut ke rumah sakit lalu siapa yang akan menjaga dorm? Kau mau dorm kemalingan?"

Taehyung menaruh gadgetnya. Dia mengambil remote tv dan mencari-cari channel mana yang sekiranya menarik perhatiannya untuk di tonton.

"ini kan siang hyung. Dorm kan bisa dikunci juga. Uhh Hopie hyung pake ikut ke rumah sakit pula huhh"

Jungkook mengerucutkan bibirnya imut. Taehyung mengernyitkan alisnya. Sedetik kemudian dia tersenyum oh atau lebih tepatnya menyeringai?

"oh jadi ceritanya kamu kangen sama J-Hope hyung nih?"

Taehyung menaik-turunkan alisnya. Bermaksud menggoda Jungkook, mungkin.

"ih hyung apaan sih! Aku gak kangen sih woooo"

"ah masa? Tuh wajahmu memerah tuh hahahaha"

Taehyung menunjuk-nunjuk wajah Jungkook yang merah bak kepiting rebus. Jungkook yang merasa sebal langsung melempari Taehyung dengan sofa bantal.

"hei hei kenapa aku dilempari bantal sofa sih?"

Taehyung mendelik sebal ke arah Jungkook yang kini hanya memasang tampang innocent.

"huh habisnya hyung sih pake bilang kalo ak—

Ting tong

Ucapan Jungkook terputus ketika bel dorm mereka berbunyi.

"ah itu pasti hyungdeul lainnya sudah pulang!~ aku akan bukakan pintunya!"

Jungkook segera berlari untuk membuka pintu. Taehyung hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jungkook yang masih terlihat sangat bocah.

.

.

Cklek

"hyung—

Jungkook tidak jadi melanjutkan perkatannya. Dia terdiam melihat siapa orang yang ada di depannya kini.

"cepat katakan padaku dimana Namjoon, Seokjin, J-Hope, Jimin dan Suga sekarang berada?"

Dan sederet perkataan dari orang yang ada dihadapannya membuat Jungkook tambah terdiam.

.

.

.

.

Ruangan yang berdomisili berwarna putih itu tampak sederhana tapi nyaman untuk ditempati sebagi ruang kerja seseorang. Terdapat sofa panjang yang sewarna dengan jati yang terlihat empuk. Terdapat juga meja kerja yang dihiasi berbagai macam dokumen dan segala macamnya.

Dan disinilah Namjoon, J-Hope, Seokjin dan Jimin berada. Di ruang kerja seorang dokter muda yang bernama Jung Sungyeon. Dengan Jimin dan Suga yang duduk berhadapan langsung dengan dokter tersebut dan Seokjin dan J-Hope yang berdiri dibelakangnya.

"bukankah sudah aku katakan bahwa kalian harus menjaga Suga-ssi dengan baik?"

Sungyeon menatap satu persatu empat namja yang ada di hadapannya. Kemudian dia menghela nafas pelan.

"Suga-ssi tidak boleh terlalu lelah sedikitpun. Dan juga jangan terlalu bebankan pikirannya. Itu akan membuatnya stress dan itu juga akan berpengaruh buruk pada kondisinya"

"aku sudah berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya pernah menangani kasus seperti ini juga. Dia bilang kehamilan pada namja memang sebelumnya pernah terjadi di belahan Negara lain. Dan dari informasi yang aku dapat dari 10% kasus kehamilan pada pria yang ada, hanya sekitar 3% pria dan bayi yang dikandungnya dapat selamat."

Sungyeon menatap lekat kearah Jimin. Tentu Sungyeon tahu siapa posisi Jimin dalam keadaan ini. Namjoon yang menceritakan semuanya pada dirinya. Namjoon dan Sungyeon sebenarnya sudah saling kenal sejak lama. Itu dikarenakan Sungyeon yang merupakan teman dari sepupunya.

Nafas Jimin terasa tercekat. Seperti ada batu besar yang menghantam kepalanya.

"jadi aku harap kalian benar-benar menjaga Suga-ssi dengan baik"

Tatapan Sungyeon melembut. Empat orang namja yang ada di hadapannya mengangguk patuh.

"Sungyeon noona boleh aku bertanya sesuatu?"

Namjoon akhirnya berbicara.

"kau mau tanya apa Namjoon-ie?"

"sebenarnya kenapa tadi Suga hyung merasa sangat kesakitan pada perutnya?"

Pertanyaan Namjoon mewakili yang lainnya. Sungyeon membenarkan letak kacamatanya itu kemudian menjelaskan dengan telaten pada empat namja yang ada di depannya ini.

"sekarang aku tegaskan lagi oke. Suga-ssi memang bisa mengandung seorang janin, tapi tubuhnya tersebut tetaplah tubuh seorang namja. Bukan yeoja. Sekarang aku beri contoh. Bagaimana jika kalian menjadi seorang anak baru di sebuah sekolah. Pastinya kalian akan beradaptasi dulu bukan pada sekolah itu. Dan dalam proses adaptasi itu pastilah kalian mengalami rintangan bukan? Nah itu adalah fase yang dihadapi oleh Suga-ssi sekarang. Tubuhnya mencoba beradaptasi dengan kehadiran janin tersebut. Dan bukankah dari proses adaptasi pasti ada rintangan? Tubuh Suga-ssi yang memang kodrat-nya sebagai namja mencoba menolak kehadiran janin tersebut. Intinya keadaan yang tadi dialami Suga-ssi merupakan salah satu bentuk penolakan tubuhnya pada janin tersebut"

Sungyeon menyelesaikan penjelasannya. Baginya menangani kasus seperti ini lebih sulit ketimbang dirinya disuruh mengikuti operasi bedah organ dalam seseorang.

"tapi apakah Suga hyung akan terus kesakitan seperti itu selama masa kehamilannya? Apakah tubuhnya akan terus menolak kehadiran janin tersebut?" Kali ini Jimin yang mengeluarkan suaranya.

"apabila dari dalam hati Suga –ssi sendiri sudah menolak kehadiran janin tersebut maka tubuhnya pun seperti 'diperintah'untuk menolak kehadiran janin itu pula. Aku tahu kalau Suga-ssi tidak bisa menerima kehamilannya. Kalau dari dalam hatinya sendiri dia terus menolak kehadiran janin tersebut maka tubuhnya pun akan berlaku demikian, menolak kehadiran janin tersebut dengan cara yang beragam, yang tentunya juga akan berpengaruh pada Suga-ssi sendiri."

Sungyeon mengambil jeda sebentar dalam perkataannya, kemudian dokter muda itu memandang lembut tapi tegas kearah Jimin,

"maka dari itu ini adalah tugas mu yang paling berat Jimin-ah. Kau harus meluluhkan hati Suga-ssi agar menerima janin yang tumbuh didalam perutnya tersebut. Kau mau bukan Sembilan bulan yang akan datang kau dapat menggendong seorang bayi mungil yang lahir dari perut Suga-ssi? Aku yakin dengan cinta dan kasih sayang dapat meluluhkan hatinya Jimin-ah"

Jimin tertegun mendengar perkataan Sungyeon. Dokter muda itu tersenyum lembut ke arah Jimin.

"aku harap Suga-ssi tidak seperti kasus-kasus yang sebelumnya. Dimana rata-rata namja yang dapat mengandung tersebut harus kehilangan calon anak mereka karena mereka sendiri yang menolak kehadiran janin tersebut di perut mereka"

J-Hope yang sedari tadi berdiri dibelakang Jimin mengelus punggungnya pelan.

"aku yakin kau dapat mempertahankan anakmu dan Suga hyung, Jimin-ah"

J-Hope berkata lirih bahkan nyaris tidak terdengar. Terimakasih kepada telinga Jimin yang cukup tajam sehingga dia dapat mendengar perkataan J-Hope tadi.

"mungkin sekarang Suga-ssi sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Kalian sudah boleh untuk menjenguknya"

"terimakasih banyak Sungyeon noona"

Sungyeon membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum tipis. Setelah berkata seperti itu Namjoon, J-Hope, Seokjin dan Jimin bergegas keluar ruangan tersebut.

'aku hanya berharap suatu saat bayi itu dapat melihat indahnya dunia'

.

.

.

.

Taehyung dan Jungkook terdiam ditempatnya masing-masing. Mereka tidak tau harus mengelak apalagi untuk menjawab pertanyaan dari manager mereka yang kini berada di depannya.

Manager-hyung menghela nafas, memijit pelan kepalanya yang terasa berdenyut. Sudah berkali-kali dia menanyakan hal yang sama pada dua makhluk yang ada di depannya ini. Dan sudah berkali-kali pula dia menerima jawaban yang dia yakin seratus persen itu adalah kebohongan.

"Taehyung-ssi, Jungkook-ssi sekali lagi aku bertanya pada kalian. Kemana perginya Namjoon dan yang lainnya?"

"bukankah sudah kubilang bahwa mereka pergi ke supermarket!"

Taehyung kembali menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama pula. Dia masih memegang teguh ucapan Namjoon tadi sebelum dia ke rumah sakit bersama yang lainnya.

"apakah kau yakin benar-benar ke rumah sakit? Lalu apakah kau bisa menjelaskan tentang berita ini?"

Manager-hyung menyerahkan ipadnya pada Taehyung yang langsung dengan cepat diterimanya.

Mata Taehyung dan juga Jungkook melebar melihat sebuah laman situs yang berisi fansite-fansite khusus BTS. Tapi bukan itu yang membuat mereka terkejut. Tapi apa yang dibicarakan oleh fansite-fansite tersebut.

BANGTAN HEADLINE

"...sekitar beberapa jam yang lalu terlihat Jimin BTS yang seperti sedang menunggu seseorang di koridor rumah sakit. . . . . . . . ."

Korean Channel

"...dikabarkan salah satu member BTS jatuh sakit dan saat ini mereka sedang berada di Seoul International Hospital. . . . . . . . ."

Jung Jeon TV

"…...menurut kabar yang beredar, Suga BTS dilarikan ke rumah sakit karena keracunan makanan. . . . . . . . . . ."

SugaSuga Bbuing

". . . . . . . terlihat di Seoul International Hospital. Suga BTS masuk UGD. . . . . ."

Taehyung terus mengscroll laman web tersebut tapi yang didapatinya hanyalah hal yang serupa. Yaitu pemberitaan member BTS yang berada di rumah sakit. Bahkan ada juga yang menyertakan foto beberapa member yang menggunakan penyamaran yang berada di rumah sakit.

"jadi apakah kalian masih mengelak? Sekarang bisa katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian tidak bilang padaku bahwa salah satu member ada yang sakit?"

"eungg i-itu—

"itu apa Jungkook?"

Jungkook dan Taehyung saling menatap. Seolah berbicara lewat tatapan mata mereka tersebut. Akhirnya keduanya menghela nafas pasrah. Toh pada akhirnya manager-hyung harus tau keadaan Suga yang sebenarnya.

"s-sebenarnya Suga hyung itu—

Taehyung menggigit bibirnya. Dia bingung bagaimana harus melanjutkan perkataannya. Tapi apabila dia tidak berbicara yang sesungguhnya manager-hyung pasti akan lebih marah lagi.

—hamil. Y-ya Suga hyung itu hamil. Mengandung. Mengandung bayinya dan Jimin."

Taehyung berhasil mengeluarkan suaranya. Dia sudah pasrah akan reaksi manager-hyung nantinya.

Menit demi menit telah berlalu setelah Taehyung mengatakan yang sebenarnya pada manager mereka. Tapi sudah bermenit-menit itu pula lah manager mereka tidak mengeluarkan suara sedikitpun.

"ehm"

Suara deheman manager-hyung memecah segala keheningan yang ada. Mendadak Taehyung dan Jungkook kembali menegang takut menerima reaksi dari manager mereka.

"aku akan kembali setelah member yang lain kumpul semua. Ingat kalian jangan kemana-mana. Besok kalian harus tampil di dua acara music"

Setelah berkata seperti itu manager-hyung pergi dari dorm. Menyisakkan Taehyung dan Jungkook dan juga beribu-ribu pertanyaan yang ada di dalam otak mereka.

"hyung~ kenapa reaksi manager-hyung hanya seperti itu?"

Taehyung hanya menggeleng mendengar pertanyaan Jungkook. Mereka saat ini hanya bisa berdoa semoga mereka dan kelima member yang masih di rumah sakit akan dalam keadaan baik-baik saja.

.

.

.

.

Jimin menggenggam erat tangan putih pucat yang terbebas dari infus itu. Setelah masuk ke ruang rawat ini Jimin sudah melihat Suga yang memejamkan matanya.

"hyung, kenapa Suga hyung tidak bangun-bangun?"

Jimin bertanya pada ketiga hyungnya yang berada di ruang rawat itu juga. Tangannya tidak berhenti mengelus tangan Suga yang entah kenapa terasa lebih dingin dari biasanya.

"mungkin pengaruh obat tidur. Kau jangan terlalu khawatir. Suga hyung tidak akan kenapa-kenapa kok"ucapan Seokjin yang diangguki oleh J-Hope dan Namjoon.

Namjoon yang sedari tadi berdiri didekat pintu ruangan tersebut bergerak menghampiri Suga yang terbaring di brankar rumah sakit.

Namjoon menatap Jimin sebentar kemudian mengelus pelan surai sewarna caramel milik Suga.

"kau harus berjanji padaku untuk menjaga Suga hyung, Jimin-ah"

Namjoon menatap sendu wajah manis yang sekarang nampak pucat itu. Tangannya bergerak perlahan menyingkirkan helaian poni yang menutupi kening Suga.

"Suga hyung sudah terikat oleh dirimu. Aku sudah tidak punya hak apa-apa lagi untuk menghalangi kalian"

J-Hope dan Seokjin yang mendengar ucapan Namjoon tadi hanya bisa mendesah pelan. Mereka tahu ini. Namjoon leader mereka menyimpan rasa pada Suga hyung sejak lama.

"aku tahu. Kau masih bisa menjaga Suga hyung bersama kami semua, hyung. Karena kau adalah leader kami. Tapi tetap Suga hyung selamanya milikku. Hehe"

Namjoon tersenyum pada Jimin yang dibalas senyuman lebar dari Jimin. Namjoon meyakinkan pada dirinya sendiri, dia memang tidak bisa memiliki Suga. Tapi dia masih bisa menjaga Suga seperti seorang dongsaeng yang menjaga hyung-nya.

"eungg"

Lenguhan pelan yang terdengar itu membuat seluruh orang yang berada di ruangan tersebut langsung mengerubungi brankar dan Jimin yang langsung menggenggam lagi tangan Suga.

"Suga hyung kau sudah sadar hyung?"

Suga perlahan membuka matanya. Matanya bergerak meneliti setiap sudut yang ada di ruang rawatnya. Kemudian matanya menangkap tangannya yang sedang digenggam erat oleh Jimin. Secepat kilat dia langsung menarik tangannya hingga kini Jimin hanyalah menggenggam udara.

Walaupun Suga menarik paksa tangannya yang tadi sedang digenggam oleh Jimin, Jimin hanya tersenyum lembut pada namja manis yang sekarang sedang berbaring di brankar rumah sakit ini. Malah sekarang perlahan tangan Jimin mengelus pipi putih Suga yang mulus tanpa cacat.

"jauhkan tanganmu dari wajahku, Jimin"

Suga berkata dengan nada yang sangat dingin. Jimin terpaksa menjauhkan tangannya dari wajah Suga.

.

.

.

"aku ingin pulang" ucap Suga cepat

"tapi hyung kau harus menung—

"pokoknya aku ingin pulang. Aku ingin balik ke dorm!"

Jimin kaget ketika Suga yang tiba-tiba berteriak. Namjoon, Seokjin dan J-Hope mencoba sedikit menenangkan Suga. Hanya sedikit.

cklek

Tepat saat Jimin bangun dari duduknya hendak memanggil dokter, saat itu pula lah pintu kamar rawat tersebut terbuka dan menampakkan Sungyeon dan senyum terbaiknya.

"ternyata kau sudah sadar Suga-ssi"

Suga hanya mengangguk. Sungyeon tampak sedang menuliskan sesuatu pada map yang dibawanya.

"Suga-ssi tidak perlu di rawat inap. Kalian boleh membawanya pulang sekarang. Tapi ingat pesanku yang tadi, arraseo?" Sungyeon menatap tajam pada Jimin, Namjoon, J-Hope dan Seokjin.

"arraseo noona"ucap mereka –minus Suga- bersamaan. Suga hanya menatap bingung pada mereka. Jelas dia bingung. Karena dia 'kan tidak tahu apa maksud dari dokter muda ini.

.

.

.

.

.

"sudah kubilang aku bisa jalan sendiri Park Jimin"

Sepanjang perjalanan dari rumah sakit hingga dorm, Suga terus-terusan mengomeli Jimin. Itu dikarenakan Jimin yang bersikeras membantunya dalam berjalan.

"tapi kata Sungyeon noona kau tidak boleh kecapean hyung"

Suga memutar bola matanya malas. Dia terlalu capek untuk berdebat dengan seorang Park Jimin yang menyebalkan. Menurut Suga.

Ting tong

Ting tong

Seokjin memencet bel dorm sudah dua kali. Tapi belum ada tanda-tanda akan dibukakan pintu.

"apa dua bocah itu sedang pergi?" J-Hope dan Seokjin kompak langsung menggeleng mendengar pertanyaan dari Suga.

"Jungie tidak akan mau pergi berdua hanya dengan Taehyung. Menurutnya Taehyung itu anaknya berisik"

"hei Taehyung itu tidak berisik. Yang ada juga Jungkook yang berisik"

Kemudian Seokjin dan J-Hope adu mulut disertai saling mendeathglare satu sama lain. Suga, Namjoon dan Jimin hanya menggelengkan kepalanya melihat keributan tidak penting antara Seokjin dan J-Hope.

.

Cklek

Akhirnya setelah bermenit-menit penuh perjuangan menunggu di depan dorm, akhirnya pintu dorm tersebut terbuka dan menampakkan Jungkook yang tersenyum lebar menyambut mereka.

"Suga hyung~~"

Jungkook langsung menghambur ke pelukan Suga. Yang mana pelukan Jungkook langsung dibalas oleh Suga. Jimin yang melihatnya mendengus sebal.

Pletak

Seokjin dengan seenaknya menjitak kepala Jungkook. Otomatis Jungkook langsung melepaskan pelukannya dari Suga.

"hyung kok jitak-jitak aku sih?"

"lagian buka pintu lama amat"

Seokjin mendeathglare Jungkook. Sedangkan yang di deathlglare hanya cengar-cengir tidak jelas.

"hehehe tadi aku sedang bermain playstation sama taehyung hyung!~ hohoho ayo masuk hyung hehehe"

Jungkook melebarkan pintu dorm tersebut agar mereka bisa masuk. Satu persatu dari mereka mulai masuk. Hingga saat Namjoon yang terakhir dan saat dia berpas-pasan dengan Jungkook, dia bertanya sesuatu.

"apa tadi ada yang datang ke dorm?"

Dan Jungkook langsung terdiam mendengar pertanyaan Namjoon.

.

Tbc

balas review dulu yuks~

soo-iceu : ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Frea BAPEXOBTS : ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Maple fujoshi2309 : suga lagi dapet mangkanya galak /ditenggelemin ke laut/ suga gak kepleset kok hohoho ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Tyahra Lau : suga gak jatoh dari kamar mandi kok hohohoho ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

URuRuBaek : hayo udah tau kan suganya kenapa hehehehe ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Kamong Jjong : suga nanti gugurin kandungannya ditemenin sam author /dicekek sama Jimin/ ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

SeoulG : ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

URuRuBaek : hayo udah tau kan suganya kenapa hehehehe ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

EXOtic Rei Kim : udah baca dengan jelas kan yak uname aku/? ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

dorkyeol : JinV nya nanti ya diceritain pelan-pelan/? /apasih/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

illaa28 : ini udah dipanjangin chapnya nih :3 makasi ya udah kasih saran ^_^ /bow/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

KimmyJV'DJ.s : Jimin emang sabar apalagi kalo ngadepin Suga /apasih/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

riikasdfghjkl : aku malah ga ngerti tsundere itu apa /author bloon/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Phylindan : halo eonni-ya ^_^ Suga gak kecelakaan kok hohoho :3 ini udah dipanjangin loh hehe :3 flashbacknya di chap depan ya eonniiii :9 ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

bubblejoshie : taejinnya nanti ya dek diceritain pelan-pelan/? ini udah dipanjangin loh hehe :3 flashbacknya di chap depan ya eonniiii :9 ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Eth'V'Hunnie : annyeong hunnie hohoho ^_^ Jimin emang baik kok apalagi ama Suga hohoho ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

U hee : ini udah dipanjangin loh hehehe:3 liat aja nanti bakalan ada couple J-Hope Jungkook atau gak xD hehehe ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

mole13 : aku gak bakal ngapa-ngapain suga kokkkk aku kan sayang sugaaa /peluk suga/ /ditendang Jimin/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

Adinnnn : aku juga sedih gara2 ff minyoon susah dicari hikseuuu mangkanya ini buat ff minyoon buat melampiaskan hasrat sebagai minyoon shipper /apasih/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

cute voodoo : ini udah dipanjangin chapnyaa :3 ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

armybana575 : ya kalo aku sih pengennya bikin suga benci beneran ama jimin /dilelepin ke laut/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

huang chengzi : ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

bangtansheet : halo halo~ lap yu tu eaaaa :3 aku juga seneng kalo karakter uke di ff itu rada2 nyebelin gimana gicuuuu ~_~ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

aguslopers : nah iya kalo di aff rata2 semenya suga~ kan gak enak heuuu ~_~ entar kapan-kapan suga pasti ngajak jimin mandi/? *ketauan yadong* ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

4HyunBam : suga gak kenapa-napa kok hohohoho :3 ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

uljangleo : ratenya aman selagi otak author aman/? /apasih/ ini udah update loh hihihi berminta untuk membaca dan review lagi? :D

a/n : hai daku balik dengan segala kegajean yang ada. Maaf ya kalo makin kesini ceritanya makin kayak sinetron duh aku juga gaktau kenapa :3 btw kalian masih inget gak sih sama fanficnya~_~ kalo gak ada yang inget aku delete aja deh ya fanfic ini :9

and then , mind to review?