TITLE : The Dawn Of Spring ( Fajar Musim Semi)
By : CosmoUskhaJewel
Disclaimer : They areallnotmine,theybelong totheirown. Butthisstoryis mine.
Main Cast : Lee Hyukjae/ Lee Eunhyuk , Cho Kyuhyun,Tan Hankyung as Lee Hankyung and many more
Pair : KyuHyuk (main), slight MinHyuk (Friendship), WonHyuk, HaeHyuk
Warning : Typo, Misstypo, Plot like Snail, Yaoi, Diksi yang aneh.
.
Sedikit penjelasan:
Mulai sekarang saya memakai 2 nama, Hyukjae dan Eunhyuk, toh kedua nama itu hanya 1 pemiliknya yaitu myeolchi tercinta kita *yess author labil* Dan marga mereka diganti sesuai scenario cerita. Disini umur Hyukkie 19 Tahun Kyu 18 Tahun, Sungmin, Siwon, dan Donghae 22 Tahun, Donghwa 24 Tahun dan Harabeoji Hankyung 50 Tahun.
Chapter #3
Lets Start
Kyuhyun POV
"Bukankah Harabeoji sudah meninggal ?"Hyukkie melihat Hankyung-sama dengan ketakutan, dia seperti melihat hantu.
"Anio Hyukkie, " Hankyung-sama mencoba mendekati Hyukkie, Hyukkie yang sadar kalau orang yang didepannya itu bukan hantu, akhirnya mau didekati Hankyung-sama.
Kyuhyun POV End
.
.
.
Eunhyuk POV
Aku sadar kalau orang didepanku bukan hantu atau semacamnya. Dan dia mengaku kalau dia adalah Harabeoji ku? Bukankah Harabeoji ku sudah meninggal. Ya, setidaknya itu yang kudengar dari Ajjuma Young Rae dan Ajjushi Kang Ho.
"tapi kata Ajjumma, Harabeoji sudah meninggal jauh sebelum aku lahir."tegasku
"Anio Hyukkie, itu salah. Apa saja yang mereka katakan padamu? " orang didepanku menggeram kesal, aku bergidik ketakutan, menyadari itu dia langsung mengendalikan emosinya. Sekarang dia sudah ada didepanku sambil tangannya mengelus pundakku. Dan, hei! Sejak kapan aku ada dipelukannya? Tapi tak dapat ku pungkiri rasanya sangat nyaman, seperti memeluk Appa. Kalau benar dia Harabeoji ku pantas saja aku merasa nyaman karena dia keluargaku. Dan sudah lama aku tidak merasakan perasaan hangat yang menjalari semua tubuhku.
Kulihat Siwon Hyung, Sungmin Hyung dan Namja berpakaian jas itu duduk berbaris di sofa seberang ranjang yang aku tempati. Mereka seperti melihat adegan film─kakek yang menemukan cucunya kembali─bertemakan drama keluarga. Bahkan Minnie Hyung matanya sudah berkaca-kaca, hanya Siwon Hyung yang masih datar, sedangkan Namja er-Tampan itu memandangku tajam seakan-akan dia ingin melahapku bulat-bulat.
"kau tidak mau cerita Hyukkie ?" aku tersadar or─Harabeoji memandangku penuh harap. Tatapan matanya persis seperti Appa. Pantas saja, dia kan Appa nya Appa ku.
"aku takut "desis ku kecil, hampir mencicit layaknya tikus yan tertangkap.
"apa yang kau takutkan? " lagi-lagi tatapan itu, hangat tapi menuntut jawaban.
"Gwaench'anayo, Chagi tidak akan ada yang menyakitimu lagi. Ada Harabeoji disini"setelah mendapat bujukan dan anggukan dari beberapa orang diruangan ini akhirnya aku berani bercerita.
Flashback
7 Years Ago
Aku masih menangis, bahkan mataku sampai bengkak karena sudah 3 hari ini aku terus mengeluarkan air mata. Ya. Aku sedang berduka, Appa dan Eomma ku yang tercinta meninggal 3 hari yang lalu karena kecelakaan pesawat, padahal itu adalah rencana bulan madu mereka setelah 12 tahun menikah. Tapi takdir berkata lain, pesawat yang ditumpangi mereka terbakar saat mendarat di Paris. Dan sekarang aku sedang berkabung, sudah 3 hari ini aku tidak makan dan minum. Aku tidak selera, dan duniaku seakan-akan hampa.
Sudah hampir satu minggu aku tidak nafsu makan, kalau tidak dipaksa oleh Donghae dan Donghwa sepupu─anak dari Ajjumma dan Ajjushi─ku, aku tidak akan makan dan akan memilih seharian tiduran dikamar. Ajjumma Young Rae dan suaminya, Ajjushi Kang Ho sudah dua minggu ini tinggal di rumahku untuk menjagaku, karena sekarang aku sebatang kara. Anak mereka Donghae dan si sulung Donghwa juga ikut menemaniku.
"kau mau kemana Hyukkie?" Ajjumma berkacak pinggang saat aku sedang memakai sepatu sekolah lengkap dengan seragam yang kupakai.
"aku mau ke sekolah Ahjumma, sudah dua minggu aku ketinggalan pelajaran"sudah selesai tinggal pamit kepada Ajjumma Young Rae.
"kau tidak tahu ada apa nanti siang?"aku menggelengkan kepala
"Ajjumma yang urus saja, aku akan lama disekolah untuk mengejar ketinggalan tentunya"tanpa mendengar gumaman Ajjumma aku berpamitan dan langsung berangkat. Dua bersaudara─Donghae dan Donghwa─sudah kembali ke rumah mereka yang ada di mokpo, mereka harus melanjutkan pendidikan mereka tidak mungkin akan pindah kesini, Seoul.
"Hyukkie!" Kyu berlari tergopoh-gopoh dan langsung merangkulku, dia biasa melakukan ini.
"kau sudah sarapan?"
"belum Kyu,"
"kenapa? Ayo kita langsung ke kantin, kau harus sarapan jangan sampai tidak, kau tidak mau badanmu segitu saja kan?"Kyu melihatku dari atas sampai bawah lalu sebaliknya.
"kyaaaaa~ kau tidak sopan! Jangan melihat orang sampai seperti itu!"langsung saja aku menjitak kepalanya, aku mempoutkan bibirku tidak terima perlakuannya, sementara Kyu hanya mengelus kepalanya yang dijitak olehku.
"kau mau kemana Hyung?" Kyu berjalan mengejarku dan mensejajarkan jalannya.
"aku mau mengejar ketinggalan Kyu, sudah satu minggu ini aku tidak masuk" dia lalu menghentikan langkahnya, aku juga berhenti.
"Wae, Kyu?"dengan langkah malas aku mendekatinya
"aku turut berduka Hyung, maaf aku tidak bisa kesana. Perusahaan Appa ku lagi terancam inflasi, aku harus membantunya" dia menyembunyikan mukanya, aku tidak marah karena dia tidak datang. Aku tahu dia orang yang sangat pintar dan termasuk jenius karena dia sudah bisa menangani perusahaan Appanya yang besar itu. Aku perlahan menelungkupkan tangan ke mukanya, mata kami bertemu.
"Gwenchana Kyu, aku mengerti. Kau kan sangat jenius jadi kau dibutuhkan disana, lagipula sudah ada yang menemaniku"dia mengerjapkan matanya tak percaya yang aku katakan.
"siapa Hyukkie?" dia mulai plin-plan lagi, tadi memanggilku Hyung, sekarang Hyukkie lagi.
"Ajjumma dan Ajjushi ku Kyu, mereka datang dari Mokpo." Kami kembali berjalan menyusuri koridor
"dan kedua sepupumu itu?"
"Ne, tapi mereka sudah kembali lagi, karena kuliah mereka sudah tertinggal"
"kau diperlakukan baik kan, Hyukkie?"
"apa yang kau maksud Kyu? Mereka baik, sangat baik. Kau tidak usah khawatir aku bisa jaga diri"
"sudah ya Kyu, aku masuk dulu. Pai Pai "aku berpisah dengannya didepan kelasku, Kyu juga lalu melanjutkan perjalanan menuju kelasnya yang ada dilantai atas, aku langsung duduk dan meminjam catatan teman sekelas untuk mengejar ketinggalan.
Sampai dirumah hampir jam 8, aku kerja keras pagi itu untuk menyalin semua dan Kyu bersedia menungguiku, katanya sebagai permintaan maaf karena tempo hari tidak menemaniku.
Appa, Eomma aku kangen kalian, batinku. Setiap pulang sekolah Eomma selalu menyambutku, menanyakan apa yang terjadi hari ini, apa aku terluka, apa aku sudah makan. Dan sehabis itu Eomma langsung menyuruhku untuk mandi karena aku bau, setelah itu Appa datang dan kami makan malam bersama. Aku merindukan saat-saat itu, andai saja waktu bisa kembali, aku tidak ingin berpisah dengan mereka, mungkin aku ikut saja acara bulan madu mereka.
"kau sudah pulang, eoh?"Ahjumma menanyaiku dengan nada yang dingin, tidak biasanya.
"ada yang ingin aku bicarakan, ini masalah surat wasiat Appa dan Eomma mu"
Aku, Ajjumma dan Ajjushi sudah duduk disofa ruang tamu, tentunya aku sudah mengganti seragamku dengan pakaian rumah.
"tadi pengacara datang dan dia memberiku surat yang ditulis Appa dan Eomma mu"
"apa isi suratnya?"
"baca sendiri!"Ajjumma menyodorkan surat dan aku langsung membacanya.
Untuk Eunhyuk kami tercinta
Mungkin saat kau membaca ini, kami sudah tiada. Jangan bersedih, kau harus tetap semangat menjalani hidup. Appa dan Eomma hanya berpesan,, kau ikutlah dengan Ajjumma Young Rae dan Ajjushi Kang Ho mereka yang nanti akan jadi walimu dan kau harus nurut apa kata mereka, kalau tidak Eomma dan Appa mu ini akan bersedih disurga. Jangan lawan mereka, kami menyayangimu.
Appa dan Eomma tercinta.
"kau sudah selesai membacanya?"Tanya Ajjumma
"ya, 'Jumma. Bolehkah aku ke kamar, aku ingin istirahat."pintaku setengah memohon
"ya, sana tidur. Dan besok kau harus bangun pagi-pagi untuk membuat sarapan, mencuci baju, serta mengepel lantai" aku mendongakan kepalaku, melempar tatapan bertanya.
"bukankah kau sudah membaca suratnya, kau harus menuruti perkataan kami, iyakan chagi"tanyanya pada Ajjushi Kang Ho
"iya, kau mau Eomma dan Appa mu bersedih disurga karena anaknya tidak menurut?" Ajjushi ikut berbicara. Aku menganggukan kepalaku tanda mengerti, sudah banyak yang kupikirkan, aku lelah dan hanya ingin tidur, selesai berpamitan aku beranjak ke kamarku yang ada di lantai atas dan langsung terlelap.
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, aku langsung mengepel lantai dan mencuci baju lalu setelah itu aku mandi dan sarapan sudah siap saat Ajjumma dan Ajjushi bangun.
"kau sudah melakukan semuanya?" aku mengangguk, buru-buru aku melepaskan celemek karena jam sudah menunjukan pukul 07.30 setengah jam lagi bel masuk sekolah berbunyi.
"mau kemana, eoh?"Tanya Ajjushi menghalangi jalanku
"aku harus berangkat sekolah Ajjushi, setengah jam lagi bel masuk berbunyi"kataku sambil bersiap-siap dengan tas dan sepatuku.
"siapa bilang kau ke sekolah hari ini?"Tanya Ajjumma
"maksud 'Jumma?"tanyaku tak mngerti
"aku harus memeriksa pekerjaanmu, kalau tidak bersih ada hadiah yang menanti"aku tercengang dengan pernyataannya, apa salahku?
Dan tepat hari itu Ajjumma dan Ajjushi sudah bukan mereka yang kukenal lagi, saat aku tidak rapih mengerjakan satu pekerjaan, Ajjushi menghadiahiku dengan satu pukulan telak di perutku, membuat mataku berkunang-kunang dan tak berdaya dan itu berlangsung lama.
"Kyu!" aku memanggil Kyu yang sudah menungguiku di gerbang, sudah lama aku tak pulang bersama.
"maaf menunggu lama "aku tersenyum
"iya, tidak apa-apa Hyukkie " aku tidak mempermasalahkan panggilan itu, terserah dia mau memanggilku dengan apa karena kita teman.
"ayo kita pulang !"dia menggamit tanganku, aku sedikit tersentak karena luka lecet ditelapak tanganku masih baru. Tapi aku tak mau membuatnya khawatir jadi tak apa walaupun sakit.
Saat sudah sedikit jauh dengan sekolah, aku menggeliat tak tenang dan Kyu menyadari itu, dia menghentikan jalannya.
"kau kenapa Hyukkie ? apa pegangan tanganku terlalu kuat?" aku menggeleng tapi terlambat, dia sudah mengangkat telapak tanganku ke matanya dan melihat telapak tanganku yang memerah.
"tunggu disini, aku akan segera kembali! Jangan kemana-mana!"aku hanya mengangguk patuh, dia sudah berlari entah kemana.
"siapa yang melakukan ini Hyukkie?" Kyu bertanya, aku hanya bisa meringis saat dia mengobati luka ku dengan obat yang dibelinya di klinik lalu membalut tanganku dengan perban.
"jadi kau tidak mau cerita? Apa arti persahabatan kita selama ini !"aku langsung menggeleng, aku tidak mau dia tahu dan melabrak Ajjumma dan Ajjushi ku, mereka sudah mengancam jika aku memberitahu kalau mereka menyiksaku, aku akan mendapat yang lebih sakit dari ini. Aku menelungkupkan tanganku yang diperban ke wajahnya.
"setelah hari itu, mereka menyuruhku untuk menuruti perkataan mereka kalau tidak mau Eomma dan Appa akan bersedih di surga, dan aku tak mau itu Kyu. Saat itu aku sedang mengepel lantai tapi Ajjushi selalu lewat dan membuatnya menjadi kotor lagi. Ajjumma yang melihat lantai menjadi kotor tak memarahi Ajjushi dan menyuruhku membersihkannya sampai benar-benar mengkilap dan aku melakukannya sampai tanganku seperti ini."jelasku dia mengusap wajahku dan meraih kepalaku ke dadanya.
"jahat sekali mereka, kau tinggal saja dirumahku Hyukkie "
"ani kyu, aku sudah tak punya siapa-siapa lagi hanya mereka yang aku punya, walaupun mereka seperti itu, mereka tetap keluargaku"
"apanya yang keluarga, kalau kau diperlakukan seperti babu ? hah!"aku tak bisa meninggalkan mereka, Appa dan Eomma menitipkanku pada mereka.
"sudahlah kyu, aku yang merasakannya. Aku akan pergi kalau aku tak kuat"
"janji?"Kyu mengulurkan kelingkingnya ke hadapanku dan aku menautkan juga kelingkingku.
"ne, janji" kami lalu melanjutkan perjalanan dia mengantarku sampai depan gang.
"kalau kau sudah tidak kuat, rumahku selalu terbuka untukmu Hyukkie. Aku akan selalu menjagamu, itu janjiku." Aku hanya bisa tersenyum dan lalu melanjutkan jalanku ke rumah.
Tepat hari itu aku sudah jarang masuk sekolah, Ajjuma sering membuatku banyak pekerjaan dan tidak memberi ku kesempatan untuk sekolah dan sudah 3 hari ini aku absen.
"cepat beresi semua bajumu "kata Ajjumma saat aku sedang dikamarku.
"kita mau kemana 'Jumma?"
"kita akan pindah, ke Mokpo cepat beresi, kalau tidak hadiah bagus menunggumu"ancamnya, aku langsung memasukkan beberapa baju dalam tas sebelum Ajjumma datang aku teringat Kyu, aku tak mungkin memberitahunya sekarang dan mungkin sepucuk surat bisa memberitahunya.
Dear Kyu. .
Mungkin saat kau membaca ini aku sudah berada dalam perjalanan bersama Ajjumma dan Ajjushi. Mereka mengajakku pindah entah kemana aku juga tak tahu.
Jangan menangis, kau jelek saat menangis. Aku akan baik-baik saja, jangan mengkhawatirkanku ingat janji kita? Aku akan lari kalau aku sudah tak sanggup.
Oh ya, namja kecil yang mengantar surat ini padamu namanya Jung Moonbin, dia baru berumur 5 tahun dan sangat lucu, kalau aku capek aku akan bermain dengannya, tentunya tanpa sepengetahuan Ajjumma.
Sudah ya Kyu, Aku menyayagimu.
Setelah menulis surat itu aku langsung menemui Moonbin.
"Hyung mau kemana? Nanti Binnie sendilian disini?"tanyanya dengan gaya bicaranya yang cadel sambil mempoutkan bibir merah ranumnya. Dia sudah tahu aku akan pergi.
"Hyung mau pergi sama Ajjumma dan Ajjushi Binnie, boleh Hyung minta tolong padamu?"dia mengangguk lucu aku mengacak-acak rambutnya yang halus.
"kau tau Kyuhyun Hyung?"dia mengingat-ingat, ekspresinya lucu saat berpikir"yang sering pulang bareng ama Hyung, Binnie"pancingku
"Ne, Binnie ingat"
"anak pintar"aku kembali mengacak-acak rambutnya, dan dia mempout bibirnya kesal
"Anni, jangan melusak lambut Binnie,"dia mempout bibir lagi
"berikan surat ini pada Kyu Hyung, Ne?"
"Ne, "dia mengangguk lucu, sebelum aku pergi dia sempat memelukku katanya dia akan selalu ingat padaku, aku juga memberikan kenang-kenangan, kami mengambil foto bersama dengan kamera smartphone yang diberikan Appanya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 5 dua bulan yang lalu.
Sebenarnya aku tak ingin berpisah dengan kota ini, apalagi orang-orangnya, teman-temanku, para tetangga, Kyu dan juga Binnie. Walaupun aku masih 12 tahun aku sudah sangat mengerti apa yang kuhadapi, ini tentang harga diri. Kemarin Ajumma mengatakan kalau aku ini bukan keturunan baik-baik, Harabeoji ku itu laki-laki jahat dia mempermainkan wanita lalu ketika sudah berhasil menjerat kekayaannya dia akan mencampakannya dan dia kaya raya dengan itu sayang dia sudah lama meninggal karena penyakit seksual yang dideritanya setelah bergonta-ganti pasangan. Karma. Itu kata Ajjumma ku, tapi aku tak percaya, karena Appa tak pernah menjelek-jelekan Harabeoji dan aku percaya itu tidak benar, walaupun aku tidak tahu yang sebenarnya.
Dan sekarang aku harus menghadapi semuanya seorang diri, aku hanya anak 12 tahun yang kehilangan orang tuanya karena kecelakaan dan hidup dibawah perintah Ajjumma dan Ajjushi yang tak pernah menganggapku manusia.
TBC
A/N
Mianhae semua, aku baru update chap ini .dan aku tahu ini sangat pendek Aku buru-buru nulisnya, mau lanjutin chap 4.
Chap ini masih flashback dan begitupun chap 4.
Aku yakin kalian bosan dengan cerita ff ini.
So, terimakasih jika ada yang membacanya dan berkenan mereview.
Aku pamit~
Bow
