4 April
.
Kuawali pagi ini dengan riang.
Kudapati langit cerah tanpa awan.
Jawaban pun kutulis selaku balasan.
Sendiri di tepi Samegawa yang tenang.
Lengang suasana jauh dari pandang.
Jauhkan diri akan perjumpaan.
.
Kebaikan hatimu memang bukan kepalang.
Tulisan buruk pun engkau puji besar-besaran.
Dalam hal ini kuakui kau dan Narukami adalah seimbang.
Sama dengannya pujianmu kadang kurasakan kebalikan.
Sifat burukku kenapa enggan lenyap menghilang!
Mengapa pula diriku seperti Chie pasca dua hari berselang?
.
Chie?
Ya, yang kumaksud adalah Satonaka!
Ingatkah kau akan wanita berambut bob yang kuceritakan?
Sahabatku dari partai pecinta kekerasan. ^_^
Baru-baru ini kungfunya kembali menelan korban.
Jurusnya keluar sasarannya lagi-lagi selangkangan.
Yosuke kena sakitnya langsung buat dia merana.
Laksaan derita keluar memecahkan suasana.
Erangan tentu sedap jika diselipkan umpatan.
Keributan muncul tentunya sarat hujatan
Apa sebab persoalan pastinya bisa diduga.
Sang pria merusak barang pinjamannya.
Cerita lama namun berulang senantiasa.
Aku kadang dibuat bingung karenanya.
.
Bukan!
Bukan soal perusakannya yang kubingungkan.
Bukan amarah Chie juga yang jadi akar persoalan.
Tapi tahukah kau berapa kali Yosuke berbuat demikian?
Coba hitung jari jumlahnya adalah banyak kau temukan.
Namun mengapa Chie masih mau untuk meminjamkan?
Kenapa pula Yosuke merusak seolah cari perhatian?
Kucoba pikir namun tak kutemukan sebentuk jawaban.
Ributnya mereka terlanjur kuanggap hiburan.
Kanji bilang itu bisa jadi sebuah keakraban.
Namun Teddie bilang itulah wujud cinta tersimpan.
Menurutmu manakah yang menjadi kebenaran?
Mungkinkah cinta muncul dari ketidakakuran?
Kusadari diriku kurang peka dalam percintaan.
.
Kemarin baru saja aku dan Yu berbicara.
Lewat telepon kurasakan semua begitu biasa.
Nihil perubahan meski aku di sini dia di sana.
Rentang jarak seakan tiada buat terasa.
Walau kami tak saling bertemu muka.
Dengan muka merah aku menyapanya.
Kurasakan hatiku masih sama padanya.
Dan hatinya tetap sama demikian adanya.
Diriku percaya hati masih ada di tempatnya.
.
Menurutmu naifkah aku sekarang?
Atau bagimu aku cuma terlalu berharap?
Pikiran dibutakan oleh romansa cerita lama.
Dimataku ia akan terus tetap setia.
Ia pastinya tak akan asal mengucap.
Biarkan hatiku terus terbang melanglang!
Nikmati kebahagiaan yang takkan terulang.
Hatiku penuh perasaan akan ia seorang.
.
