HAI~ Maaf ya lama ga Update., ada masalah heheeh ayo lanjutkan baca! Uhuy! Dicerita ini makin abal and gaje loh~! Makin menyimpang.. *Peringatan sebelum baca*. Chap ini ga sempet saya edit. Jadi maaf kalau banyak kesalahan~

.

.

Love In Populer Class

.

.

Sebelumnya..,

Rikuo mencium Yuki-Onna. Ia menarik tangan Yuki-Onna dan memeluk tubuhnya. Kejadian yang singkat itu.., mampu membuat Yuki-Onna membatu dengan wajah merah.

"Aku baka ya?~" Tanya Rikuo dengan nada menggoda lagi.

"Iya! RIKUO-SAMA BAKA!" ucap Yuki-Onna sambil tersenyum dan memukul-mukul Rikuo.

Ternyata diam-diam ada yang melihat kejadian itu., YAP! Kana Lenaga melihat adegan romantis Rikuo dan Yuki-Onna. Kana hanya meremas tangannya dan meneteskan air mata. Rasa cemburunya kepada Yuki-Onna tak dapat dibendung. ia berlari menuju rumahnya dengan rute yang jauh.,

Tapi siapa sangka.., dari tadi ada yang mengamati Kana,Rikuo, dan Yuki-Onna.. namun siapakah yang memerhatinan mereka bertiga?

.

.

RUMAH RIKUO..,

"Tsurara..,"

"Tsurara..."

Gadis kecil berkulit putih itupun terbangun. Merasa dirinya sedang dipanggil ia langsung bangkit dari tidurnya.

"Ehm?" ucap gadis itu sambil mengucek-ngucek matanya yang pandangan masih kabur.

"Kau sudah bangun?" tanya seorang lelaki tepat dihadapannya.

"KYAAAAA! RI.. RI.. RIKUO-SAMA!" teriak Yuki-Onna/Tsurara kaget melihat tuannya berada tepat didepannya bahkan muka mereka sangat dekat.

"Hahahaha kau tak perlu panik., kitakan PA-CA-RAN," ucap Rikuo menggoda.

"Hiiiyaaaa!" Yuki-Onna langsung berlari kekamar mandi. Sedangkan Riku.., masih tertawa puas.

.

"Haaah.., Rikuo-Sama.. bisakah kau berhenti menggodaku? Mukaku sudah cukup merah nih," keluh Yuki-Onna yang mukanya sudah sangat merah saat diperjalanan menuju sekolah.

"Baiklah.. hahahaha," tawa Rikuo sambil terus berjalan.

Yuki-Onna diam dan menghentikan langkahnya. Ia merasa diikuti oleh seseorang. Yuki-Onna menatap tajam Rikuo-Sama yang sudah jalan duluan. 'Rikuo sama ada yang mengikuti kita., pergilah duluan!' semacam ilmu telepati lewat mata terkirim kekepala Rikuo. Rikuo hanya mengangguk-angguk lalu Tsurarapun pergi.

.

"RIKUO!" teriak Kana sambil berlari ke arah Rikuo.

Rikuo kaget. Baru saja sampai didepan gerbang sudah dihampiri seorang gadis dengan wajah pucat.

"Kau kenapa Kana?" tanya Rikuo heran.

"I.. itu!"

"RIKUO! Tak kau sangka kau dan Oikawa-San!" teriak Shima sambil berlari kencang ke arah Rikuo.

"Aku dan Tsurara? Memang ada apa?" tanya Rikuo bingung.

"LIHAT INI!" teriak Shima sambil melemparkan sebuah kertas yang sudah lecek.

"Apa ini?" tanya Rikuo heran sambil membuka kertas tersebut.

HOT NEWS!

Nura Rikuo dari kelas 2-1 berusaha mendekati Oikawa Tsurara. Mereka telah berciuman di jalan. Menurut keterangan saksi.., awalnya Tsurara tidak mau tapi setelah diberi uang akhirnya ia mau bersama Rikuo. Inilah fotonya!

"APA?" teriak Rikuo kaget melihat isi kertas tersebut.

'Ini foto waktu kemarin sore! Tapi.., akukan tidak menyerahkan uang? ARGHH! Sial ada yang melihat kami..!' batin Rikuo.

"Ini tidak benarkan Rikuo?" tanya Kana dengan nada lirih.

"E.. eto," ucap Rikuo bingung.

'Bagaimana ini? Kalau aku bilang tidak aku akan aman., tapi kemarin akukan memang benar berciuman dengan Tsurara.. tapi kalau aku bilang iya... akukan tidak memberi uang ke Tsurara? Bagaimana ini!' pikir Rikuo bingung.

"Tentu saja.., ti—"

"DUAK!" belum selesai omongan Rikuo sebuah pukulan mendarat diwajah Rikuo. Rikuo terpentar beberapa meter..

"AUW!" rintih Rikuo sambil berusaha bangkit.

"Kau! Kau.., KAU SUDAH MELUKAI TSURARA BODOH!" teriak Jun Lao. Cowok yang selalu tenang dan penuh senyum walau sedikit sinis itu.. baru kali ini semua orang melihat dia marah.

"TENANG JUN!" Teriak Ran Yue sambil melindungi Rikuo dengan merentangkan tangannya menghalangi Jun.

"YUE! MINGGIR! KAU ! DIA! DIA !" teriak Jun histeris. Seluruh siswa langsung mengkrumuni jendela untuk melihat kejadia yang terjadi didepan gerbang sekolah itu.

"Sabar Jun.," ucap Akane sambil menahan Jun.

"Dia.., dia.., Hiks.." Jun mulai menangis.

"Jun.., tenang..," ucap Tsukasa Ao. Pembalap cowok yang kaget melihat tingkah Jun.

"Tapi..," Jun berusaha mengelak.

"Ao benar.., tenangkan dirimu Jun-Chan.," ucap gadis cantik berambut ikal, Sayaka Ricole.

"Aya-Chan.. Arigatou Minna..," ucap Jun sambil terduduk dan tersenyum lemah.

"Ini., jangan sia-siakan air matamu.," ucap cowok cakep benama Kaido Ukihara.

"Hahaha iya.," ucap Jun tertawa ringan.

"Maaf ya.., Rikuo kau tak papakan?" tanya Yue sambil mengambil saputangan dari kantong bajunya.

"Iya., tak papa. Semua pasti akan marah kalau ada gosip jelek tentang temannya," ucap Rikuo sambil tersenyum.

"Kau tak papa Rikuo?" tanya Kana panik.

"Tak papa..," ucap Rikuo santai.

"Maafkan aku," ucap Jun sambil menunduk.

"Tak papa.., bukan masa—"

"DOR!" suara tembakan terdengar. Suara yang berasal dari atap sekolah. Ya.., disana sudah berdiri Asakura Akio, Takaeshi Sugino, Minoru Chikase, Agata You, dan Albert Loki. Mereka berada diatap sekolah memandang Rikuo yang berada di pintu gerbang. Begitu pula Rikuo.., memanatap Kelima orang itu yang berada diatap Sekolah. Kio memegang sebuh pistol yang ia tembakan tadi.

"Saatnya kita bersenang-senang.., RIKUO!" ucap Kio pelan sambil menembakan pistolnya lagi.

"DOR! DOR! DOR!" Kio menembakan pistolnya tiga kali. Kio menembakannya tepat kearah Rikuo.

"AWAS!" teriak Jun dan Akane.

Ternyata yang keluar bukanlah peluru.. tapi sebuah foto. Foto seorang gadis sedang tak berdaya. Gadis itu adalah Tsurara..

"Gambar itu..," ucap Rikuo kaget. Ia melompat dan mengambil foto yang masih melayang bebas diudara.

"Loki! Kenapa? Sebenarnya ada apa ini?" tanya Akane tak percaya.

"Mereka sudah merencanakannya.." ucap Ukihara.

"Apa maksudmi ra?" tanya Akane tak percaya.

"Mereka.., semua pengkhianat!" ucap Ukihara sambil menatap tajam Kio.

"Wah.. wah.. pinjam hadsetmu sebentar Michi," ucap Kio sambil tersenyum.

"Baik.," ucap Michi sambil memberikan Handsetnya.

"Sambungkan ke Radio sekolah Sugino," ucap Kio sambil mentap Rikuo tajam.

"Sudah.," ucap Sugino dengan senyum kebanggaannya.

"YAK! NURA RIKUO! KAU SUDAH LIHAT FOTO TADI? HAHAHAHAHAHA TAK KUSANGKA KAU MENYADARI GERAK-GERIK KAMI UKIHARA, LALU JUN.. AKTINGMU TADI BAGUS SEKALI.. KUPUJI AKTINGMU TADI!" ucap Kio yang suarana terdengar diseluruh sekolah.

"Apa maksudnya? Jun?" tanya Yue dengan muka panik.

"Humph! HAHAHAHAHA! Tak kusangka.., Kio akan membongkar aktingku secepat ini," ucap Jun sambil tersenyum.

"JUN KEMARILAH," perintah Kio.

"Maafkan aku semua., HAHAHA!" ucap Jun sambil tertawa puas. Lalu Jun menatap Kio.

"CEPAT KE TEMPAT NAMI," ucap Kio.

Junpun berlari keluar gerbang sekolah.

"Jun.., tak kusangka.. dia.." ucap Yue duduk lemas air mata mulai mebanjiri wajah cantik Yue.

"Sabarlah," ucap Sayaka atau Aya.

"Aya-Chan..," ucap Yue.

Sedangka Rikuo masih menatap Kio dengan tatapan penuh amarah. Rikuo mengepal kedua tangannya. Auranya amarahnya begitu kuat. Sampai-sampai Kanapun tak berani berada didekatnya.

"DATANGLAH KE TEMPATKU.., JAM 12 MALAM INI. NURARIHYON.."

'DEG!' Kata-kata diakhir kalimat itu benar-benar membuat Rikuo kaget.

'Da.. darimana? Darimana dia tau? Jangan-jangan..' batin Rikuo heran.

Tiba-tiba Kio sudah menghilang. Menghilang bagaikan angin.. yang tak dapat dilihat.

"Kana kau masuklah., Shima juga. Aku mau pulang," ucap Rikuo sambil menatap Kana dan Shima.

Hatinya masih terasa panas. Emosi bergejolak dari seluruh tubuhnya..

"Rikuo kami ikut," ucap Akane sambil menatap Rikuo.

"Terselah kalian.," ucap Rikuo sambil terus berjalan.

.

.

Sesampainya dirumah Rikuo.., ibu rikuo, Wakana menyambut Akane, Ukihara, Yue, dan Sayaka dengan ramah. Mereka dibawa ke ruang tamu. Tepatnya ruangan disamping pohon sakura. Rikuo yang masih kesal tak banyak bicara. Rikuo melarang semua Youkai untuk melihat teman-temannya itu ataupun bertemu. Wakana, Aotabo, Kejero, Kappa, Kakek bahkan Kubinashi menanyakan keberadaan Yuki-Onna yang tak pulang bersama Rikuo. Rikuo hanya menjawab dengan tatapan tajam penuh amarah. Kubinashi yang sudah sangat panik dibuat diam oleh tatapan itu.

"Jadi., adakah yang bisa menceritakan ringkasan kejadian hari ini?" tanya Akane

"Sepertinya.., pemilik rumah ini dapat menjelaskan," ucap Ukihara sambil menatap Rikuo yang dari tadi terdiam.

"SREK!" pintu terbuka. Kakek Rikuo, Nurarihyon masuk ke ruangan. Wajah Ukihara dan Yue berubah menjadi kaget sekaligus pucat pasih.

"Kakek kenapa kau ma—"

"Diam Rikuo, aku ingin menyapa sahabat kecilku," ucap Kakek sambil menatap Ukihara dan Yue.

Ukihara dan Yue langsung merinding dan keringat dingin.

"Sahabaat kecil? Maksud kakek?" tanya Rikuo bingung.

"Sepertinya kedua temanmu ini tahu apa maksudnya," ucap Kakek sambil tersenyum sinis ke arah Ukihara dan Yue.

"TAK USAH KAU UNGKIT-UNGKIT LAGI BAKA!" teriak Yue sambil melempar jarum ke arah Kakek. Rikuo kaget tak kepalang..

"Jadi maksud kakek.,"

"Maksud si Tua Bangka ini aku dan Yue., kami dari clan Asakura. Salam Nura Rikuo," ucap Ukihara sambil tersenyum ala poker facenya.

"Aku makin tak mengerti pembicaraan ini," ucap Akane diikuti anggukan Sayaka.

"Aku, Yue, Nura, dan Kakek ini adalah Youkai," jelas Ukihara.

"APA?" teriak Akane tak percaya.

Ukihara mengubah wujudnya menjadi.. seorang Vampir. Yue mengubah dirinya menjadi., Putri Kaguya. Akane kaget tak kepalang sedangkan Sayaka hanya diam. Rikuopun ikut kaget tak kepalang.., lalu dia menatap kakeknya. Kakeknya hanya tersenyum.

"Ja.. Jadi.. ka.. kalian? YOUKAI!" teriak Akane tak percaya.

"Hahahaha begitulah, hehehe,," ucap Kakek sambil tertawa.

"Jadi., Yuki-Onna diculik?" tanya Kakek sambil menatap Rikuo.

"Yuki-Onna siapa?" tanya Akane.

"Dia., Tsurarakan?" tanya Sayaka.

"Iya benar., Dia Tsurara.," jawab Rikuo dingin.

"Jadi., Tsurara-Chan.," ucap Akane lemas menerima semua kenyataan.

"Begitulah," jawab Sayaka sambil tersenyum.

"Kau tenang sekali," ucap Rikuo heran sambil menatap Sayaka dingin.

"Aku ini keturunan pengusir iblish loh~!" ucap Sayaka sambil mengeluarkan Al-Kitabnya.

"HIY!" teriak Ukihara yang seorang Vampir. Mana ada Vampir yang tahan sama Al-Kitab?.

"Tenang Ukihara., untuk dirimu kuberi keringanan., hihihi," ucap Sayaka dengan senyuman licik.

"Sayaka... kau ini!" ucap Ukihara yang sudah ketakutan.

"Hehehe.," tawa Sayaka.

"Sudah., berhenti. Akane dan Sayaka aku minta bantuan kalian," ucap Rikuo.

"Baik," jawab Akane dan Sayaka berbarengan.

"Perlu bantuanku?" tawar Kakek.

"Tidak terimakasih," jawab Rikuo sambil keluar kamar.

.

.

Malam sudah tiba.., Rikuo yang tadi manusia.., berubah menjadi Rikuo Youkai. Akane awalnya kaget namun lama-kelamaan ia terbiasa. Rikuo melihat foto Yuki-Onna sekali lagi., tak terasa air mata Rikuo mulai jatuh mengenai foto tersebut. Rikuo meremas foto itu dan menyelipkannya dikimononya.

"Sudah waktunya.," ucap Rikuo sambil melirik kearah Akane, Sayaka, Yue, dan Ukihara.

"Ayo kita berangkat., ke tempat Bajingan itu," ucap Rikuo sambil berjalan lebih dulu.

"Rikuo, selamatakn Tsurara-Chan," ucap Wakana, ibu Rikuo.

Rikuo tak bergeming dan tetap berjalan.

.

.

'ASAKURA'

Papan nama itulah yang berada didepan rumah megah bergaya eropa-jepang ini. Rikuo sudah siap dengan pedangnya. Sayakan sudah menenteng Al-Kitabnya dengan penuh senyuman. Ukihara mempersiapkan sejumlah racunnya. Lalu Yue., mebetulkan Kimononya dan menyelipkan beberapa bambu runcing kecil-kecil seperti tusuk gigi namun lebih besar dan lebih tajam seperti jarum. Sedangkan Akane., dia memakai sarung tangannya untuk bertarung. Ia sudah diperingatkan Rikuo kalau lawannya adalah Youkai. Entah karena bego., ataupun goblok bukannya membawa pedang atau pisau, Akane malah membawa peralatan tulis. Mulai dari pensil, spidol, penghapus, pulpen,penggaris, dll.

Dibawah Langit malam yang telah berwarna merah.., Rikuo menatap keempat temannya.

"Kalian siap?" tanya Rikuo.

"Iya," jawab mereka berempat kompak.

Rikuo memimpin mereka memasuki rumah yang penuh aura Youkai itu. Betapa kagetnya ia melihat seseorang mengahadang mereka dengan sebuah kayu besar.

"Mau bermain sebentar denganku sebelum masuk?" ucap seorang anak lelaki yang sedang duduk diatas pohon sebelah Rikuo. Ya, itu Loki.

Mata Akane tak bergeming. Menyaksikan sahabatnya sedang berusaha menyelakai teman-temannya. Akane mengepal tangannya erat-erat.

"Kuserahkan dia padamu Akane," ucap Rikuo sambil membelah kayu besar yang menghadangnya dengan pedang yang sangat cepat.

"Baik!" jawab Akane sambil mempererat sarung tangannya.

.

.

Kini tinggal Loki dan Akane saja., Akane menatap Loki penuh amarah. Sedangkan Loki? Ia malah tersenyum sinis pada Akane.

"Hahaha tak kusangka You can fight," ucap Loki meledek.

"I cannot fight., because You!"ucap Akane sambil menatap tajam Loki.

"What? Me? Hahaha you kidding!" ucap Loki sambil tertawa terbahak-bahak.

"No., i not kiding! Loki., please.. Stop it!" pinta Akane.

"I don't Stop Akane., for You," ucap Loki sambil menatap sendu Akane.

"For.. Me?" tanya Akane tak percaya.

"Yes.," ucap Loki singkat sambil berdiri didahan pohon.

"LOKI! Berhentilah sekarang!" ucap Akane yang tak mengerti semua yang dikatakan Loki.

"Tak bisa Akane., lebih baik kau menyerah sekarang," ucap Loki.

"TIDAK! Aku tidak akan menyerah!" ucap Akane sambil menatap Loki.

"Kalau begitu., akan kubuat kau menyerah!" ucap Loki sambil melompat dan melayang diudara.., lalu ia jatuh dengan kecepatan tinggi dan memukul Akane.

"AUW!" teriak Akane yang terhempas beberapa meter.

"Itulah akibatnya kau berurusan denganku, menyerahlah.," ucap Loki.

"Tidak! Aku tidak akan menyerah!" ucap Akane.

"Kenapa kau tak mau menyerah?" tanya Loki.

"Karena aku ingin menyelamatkanmu!" jawab Akane dengans enyumannya.

"Kau tak akan bisa menyelamatkanku," ucap Loki sambil menunduk.

"Aku yakin aku bisa!" ucap Akane percaya diri.

"Tidak! Kau tidak bisa!" bentak Loki sambil mengepalkan tangannya.

Loki membuka bajunya dan.., dapat terlihat punggung Loki bertato. Tato yang lebih tepatnya seperti., mantera.

"Aku dibelenggu oleh 'dia' aku rasa kau tahu tanpa harus kusebut nama. Aku tak akan bisa bebas.., selama 'dia' tidak mati," ucap Loki sambil mengenakan bajunya kembali.

"Jadi kumohon., menyerahlah!" ucap Loki sambil meneteskan air mata.

"Tidak akan.," ucap akane sambil mengambil ranting. Ia tahu 'dia' yang dimaksud oleh Loki adalah Kio.

Akane membuat lingkarang didepan tempat ia berdiri.

"Aku akan menyelamatkanmu!" ucap Akane.

Lalu Akane mengeluarkan semua peralatan tulisnya. Loki hanya bisa menutup mata.., ketia Loki membuka mata kembali matanya sudah berubah.., dari yang tadinya berwarna biru menjadi merah. Rambutnya dari yang tadinya pirang.., menjadi hitam. Loki benar-benar berubah.

"Aku akan menghentikanmu!" ucap Akane sambil melempar 5 buah pulpen kearah Loki.

Loki dengan sigap menghindari lemparan Akane sambil mendekat dan.., Loki memukul Akane. Akane terjatuh namun ia berdiri kembali dan membuka sebuah buku tulis lalu menggambar sebuah simbol dan merobeknya lalu menaruhnya ditanah.

"Kuharap., ini bisa. Atas nama dewi bulan., atas nama dewa matahari. Diana dan Apollo berikan kekuatan bintang pada diriku!" ucap Akane. Sebuah pedang muncul dari kertas tersebut. Pedang dengan pegangan berbentuk sayap. Akane langsung berlari kelingkaran yang tadi ia buat ditanah.

"Kau mau lari kemana anak muda?" teriak Loki dengan suara yang jelas berbeda dari biasanya.

Akane langsung menancapkan pedangnya ketanah yang sudah ia lingkari. Arah sayap dipegangan pedang itu diarahkan ke Loki.

"ATAS NAMA BINTANG JATUHKANLAH KEKUATANMU DAN HANCURKAN SEGALA YANG MENGHALANGIMU!" teriak Akane. Sebuah cahanya keluar dari lingkaran itu. Langit malam yang tadinya berwarna merah karena aura Youkai.. terbelah dan muncullah bintang-bintang. Bintang-bintang mengeluarkan cahannya dan seperti membentuk sel disekitar Loki. Lalu.., tiba-tiba cahaya yang begitu besar datang dan menimpa Loki. Kejadian yang berlangsung sangat singkat itu mampu membuat langit malam menjadi berbintang.

Akane mengambil pedangnya.., lalu ia mendekati Loki yang sudah tertidur karena efek cahaya yang menghantamnya tadi.

"Kuharap ini bisa., Bintang., Bulan., Matahari., dan juga... Aku. Lepaskan belenggu itu darinya.," ucap Akane sambil mengarahkan pedangnya kearah Loki lalu.., asap putih mengelilingi tubuh Loki dan lenyap secara tiba-tiba.

.

.

"Eeeng.,"

"Kau sudah bangun?"

"AKANE! Ke.. kenapa ? a.. aku?" tanya Loki bingung.

"Belenggumu sudah kuhilangkan loh!" ucap Akane bangga.

"Benarkah?" tanya Loki tak percaya.

"Iya., sudah pasti.." ucap Akane sambil mengacungkan jempolnya.

'GREP!' Loki memeluk Akane.

"Arigatou., Akane"

.

.

.

NANTI DILANJUTKAN (TBC)

HAAI~! Maaf terlambat Update., banyak masalah jadi begini.

RUANG AUTHOR :

Author : YEY! Chap 3~

Loki : Akhirnya gue muncul.

Akane : YO! YO!

KIO : AUTHOR GA BERMUTU!

Author : APA KATE LO?

Yuki-Onna : UDAH! UDAH!

*Yuki-Onna didorong ama Kana*

Rikuo : Kau Tak papa? Tsurara?

Yuki-Onna : Iya tak papa!

*Kana diinjek sama Yuki-Onna*

Kana : AUW!

Rikuo : Kau tak papa Kana?

Kana : Iya tak papa

Yuki-Onna : RIKUO PUNYA GUE!

Kana : ENAK AJA PUNYA GUE!

Author & Kio : BERISIK!

Kana & Tsurara : ELO YANG BERISIK!

Rikuo : SUDAH! DI—AUW!

Rikuo pingsan,