"Suki-Kirai"
Genre : Romance and Drama.
Pairing: Itachi x Shion.
Disclaimare: Naruto belong to Masashi Kishimoto.
Warning : Gaje, Alur kecepetan,Typo bertebaran,OOC dsb.
Summary :
Bercerita tentang siswi bernama Shion, ia tidak mengerti apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Tetapi jika berada di dekat Uchiha Itachi entah kenapa jantungnya berdetak sangat cepat bagaikan genderang perang padahal ia dan Itachi memiliki hubungan yang jelek /'Apakah ini yang mereka sebut dengan-'/Newbie, Itachi x Shion.
.
.
.
.
.
.
.
Opening Song
Suki Kirai
Kagamine Rin – Kagamine Len
.
.
.
Start
"Ap-apa yang kaulakukan ?! " Seru Shion terkejut, wajahnya memerah bagaikan kepiting rebus sedangkan sang pelaku kejahatan (?) hanya menyeringai melihat reaksi dari sang korban.
TENG TENG TENG
"Ups, sudah bel aku harus kembali ke kelasku" Ucap Itachi
"Jangan melarikan diri kau mesum! " Seru Shion
"Jaa ne, Shion"
"Kuso !" Raung Shion begitu Itachi sudah meninggalkan kelasnya tanpa rasa bersalah sedikitpun karna sudah menodai (?) kesucian pipi Shion.
/|\- Suki Kirai -/|\
Shion POV
Apa-apaan sikapnya itu ? Menyebalkan sekali, kalau saja tadi dia tidak melarikan diri sudah aku lempar orang itu ke laut. Dan kenapa dia mendekatiku setelah perlakuanku padanya tempo hari lalu? Apa dia gila?Apa dia mempunyai maksud tertentu?Kalau iya, apa untungnya. Aku hanya gadis sederhana, tidak terlalu kaya, nilai akademik sedang-sedang saja, tidak terlalu baik jadi apa yang diinginkan orang itu dariku? Mungkinkah dia mencintaiku? Itu tidak mungkin ! Ah, kenapa juga aku memikirkannya! Lebih baik aku tidak memikirkannya saja itu hanya membuat kepalaku pusing dan semoga saja aku tidak bertemu dengan orang itu lagi.
Shion POV end.
TENG TENG TENG
Bel pertanda istirahat berbunyi dan para siswapun segera keluar dari kelas dengan semangat membara meninggalkan sang guru yang cengo ditempat karna perlakuan tidak sopan para muridnya.
'Sakitnyatu disini' batin sang guru alay.
Guru alay itupun mulai beranjak dari kelas yang sekarang hampir semua penghuninya berada di kantin, seakan teringat sesuatu yang sepertinya tertinggal ia kembali masuk ke dalam kelas.
"Ah, Shion-san bisakah kau membantuku membawakan buku besar yang ada di meja ?" Seru guru itu meminta bantuan dari Shion.
Shion menatap sang guru lalu mengangguk pelan sebagai jawaban atas permintaan sang guru. Ia mengambil buku itu dan menyerahkannya kepada guru yang tadi sempat mengajar di kelasnya.
"Ini sensei" kata Shion
"Bisakah kau meletakkanya di kantor guru tepatnya di meja dengan taplak berwarna biru? Saya masih ada urusan setelah ini"Pinta guru itu.
"Baik"Jawab Shion kalem.
Shion segera melakukan amanat yang diberikan sang guru, ia pergi ke kantor guru dan meletekkan buku besar itu di meja bertaplak biru sesuai dengan petunjuk yang sudah diberitahu gurunya.
'Masih ada waktu lima belas menit untuk makan di kantin'Batin Shion
Sesampainya Shion di kantin ia langsung melesat mencari makanan kesukaannya yaitu Strawberry shortcake yang mungkin masih belum habis terjual.
'Itu dia ! Masih tersisa sepotong aku harus segera mengambilnya'batin Shion
Sesaat setelah mendapatkan apa yang ia cari, Shion segera mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah mendapatkan tempat duduk, Shion segera melahap habis makanan yang sudah ia beli tadi dengan lahap seperti anak kecil.
'Enaknya'Batin Shion
"Apakah makanan itu sebegitu enaknya sampai-sampai kamu tidak menyadari keberadaanku hm?"Tanya Itachi yang sekarang duduk berhadapan dengan Shion
'Kami-sama ! Sejak kapan mahluk ini duduk didepanku?' batin Shion kaget
"Huh" Untuk menutupi kekagetannya Shion memasang muka pura pura marah di depan Itachi.
"Are? Kenapa kau tiba-tiba marah padaku?" Tanya Itachi bingung.
"Urusai ! " Jawab Shion
Shion yang sudah kesal setengah mati terhadap Itachi semakin lahap memakan Strawberry shortcake miliknya. Shion ingin cepat cepat pergi dari kantin daripada ia harus berakhir di Rumah Sakit hanya karna darah tinggi. Sedangkan Itachi ia hanya memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Shion, menurutnya semua gerak gerik Shion sangatlah lucu di matanya. Sampai mata Itachi berhenti di sebuah titik, di sudut bibir Shion terdapat cream kue. Itachi yang melihat itu refleks mengusapkan ibu jarinya ke sudut bibir Shion agar cream kue tadi hilang.
"Makan pelan-pelan jangan seperti anak kecil" Ujar Itachi sambil tersenyum geli.
Wajah Shion memerah akibat perlakuan Itachi tapi Shion segera menutupinya dengan tampang kesal akan perkataan Itachi alias Poker Face.
"S-siapa yang anak kecil ?! "Balas Shion sedangkan Itachi hanya terkekeh geli.
"Hei Itachi ! Kau disitu rupanya, Kurenai-sensei mencarimu tuh"Seru Sasori dari luar kantin menghentikan acara –atau perseteruan- antara Itachi dan Shion
"Aku akan kesana segera"Balas Itachi setengah berteriak.
"Nah, aku pergi dulu imouto-chan jangan kangen padaku ya " Ujar Itachi sambil mengacak rambut Shion lalu berlari kecil menyusul Sasori yang sudah meninggalkan kantin.
"Aku tidak akan kangen padamu dan juga aku bukan anak kecil ! "Seru Shion kesal
/|\- Suki Kirai -/|\
Zrash
Hujan deras mengguyur sekolah Shion, terlihat ada beberapa anak yang masih setia berada di sekolah karna lupa membawa payung termasuk Shion. Ia sedang berdiri di dekat loker sepatu.
'ck kenapa hari ini aku sial sekali' dumel Shion
"Yo"sapa Itachi yang kini sudah berdiri di samping Shion.
Shion menoleh, kemudian kembali menatap kedepan seolah tidak memedulikan seseorang yang tadi menyapanya.
"Kau juga lupa membawa payung ya?" tanya Itachi
"..."
"Kau tidak menelpon atau sms orang tuamu untuk dijemput?"tanya Itachi lagi
"Orang tuaku sudah tidak ada"Gumam Shion
"Maaf"kata Itachi
Shion hanya mengangguk kecil lalu melangkahkan kakinya keluar gedung sekolah, ia berniat menerobos hujan.
"Mau kemana?"Tanya Itachi
"Menerobos hujan sepertinya berhentinya masih lama"Jawab Shion
"Tunggu" Itachi menahan lengan Shion.
Srek
Itachi menyelimuti Shion dengan jaketnya.
"Pakai ini, mungkin kurang nyaman untukmu tapi pakailah untuk menerobos hujan"Ujar Itachi
"..."
"Kalau begitu aku pulang dulu sampai besok" Ucap Itachi kemudian berlari menerobos hujan.
Shion terdiam, pandangan matanya masih setia mengikuti bayangan Itachi dan sebuah senyum tipis terukir di wajah cantik Shion begitu bayangan Itachi lenyap dari pandangannya.
"Hangat" gumam Shion
Tubuhnya menghangat seiring dengan hatinya.
TBC
.
.
.
Balasan Review
Kepada -san :
Terimakasih atas dukungannya, ini ceritanya sudah saya panjangin sesuai permintaan anda. Saya minta maaf baru Update sekarang dan juga mohon kritik dan sarannya.
Kepada Kimura Megumi-san :
Terimakasih atas dukungannya, saya akan berusaha sebaik yang saya bisa.
Hallo, minna-san ! Saya kembali dengan membawakan cerita gaje bin aneh ciptaan saya ini.
Saya minta maaf karna baru update sekarang.
Mungkin di cerita ini masih sangat amat banyak kekurangan oleh karena itu saya minta maaf sebesar-besarnya.
Saran dan Kritik sangat diterima oleh saya.
Salam hangat , Yuki-chan.
