Me: Hola~~~ Saya masih hidup lho! XDD

Lussuria: Muu! Kenapa lama sekali updatenya! DDDx *gaya bencong*

Me: Ahahahaha… MALES! XDD

Readers: *Napsu pengen bunuh ni author*

Me: Saya kena WB berkali-kali juga… apalagi pas fic ini sudah ditulis setengah jalan sekolah author lagi banjir kegiatan …. Daripada banyak cincong dan bkin para readers makin napsu bunuh saya *emang siapa yg mau baca fic ancur kae gni?* CEKIDOT! *plak*

Disclaimer: KHR belongs to Amano Akira.

Warnings: OOC(maybe? Menurut author sih iya), TYPO!(tidak usah ditanyakan lagi, author satu ini selalu langganan~ XD)

R n' R please~


Jin Ember

-Chapter 3-

"WAAAKKHHH!"

Pagi yang sunyi dan tenang di Varia HQ diluluh lantakkan oleh satu teriakan keras yang terdengar dari kamar lightning guardian Varia, Levi. Tumben-tumbenan yang terdengar bukan suara menggelegar seperti-

"VOOIII!" Eh? Baru saja mau disebutkan yang asli sudah muncul duluan.

"VOOII! Levi! Jangan berisik!" Squalo mendobrak masuk kamar Levi dan menyemprotnya habis-habisan karena sudah menggangu tidur kecantikannya. Kalau kulitnya jelek terus Xanxus nggak mau lagi gimana dong? Siapa yang mau tanggung jawab coba? Author nggak mau tanggung jawab lho…

"Ushishishi… Ada apa ini? Beraninya menggangu tidur pangeran." Belphegor juga ikut-ikutan nimbrung di kamar Levi.

"Hiu bodoh! Kau juga berisik tahu! Dan kau pangeran palsu siapa juga yang tidak berteriak bila begitu bangun ada makhluk seperti 'ini' di ranjangmu!" Levi menunjuk Lussuria yang lagaknya masih dalam kondisi terangsang karena perlakuan Levi di omake chapter dua lalu. Ckckckck…

"Aaa~~ Maaf" Lussuria meminta maaf dengan wajah yang merona ala uke dan langsung membuat Squalo, Levi, dan Bel mrasa jijik minta ampun.

"Ushishishi… Kenapa wajahmu merah seperti itu, peasant?"

"Ara~ Ini… karena… kyaa! Aku malu!" Muka Lussuria makin merona dan melirik malu-malu kearah Levi. Serentak Bel dan Squalo menatap Levi dengan ekspresi yang tak bisa digambarkan author.

"Ushishishi… Levi, tak kusangka kau mau dengan makhluk macam ini…"

"Apa? Mana mungkin aku mau dengan orang jadi-jadian begini!"

"Tapi dia kan bukan orang, ingat? Ushishishi~"

"Kaaauuu!" Levi sudah sangat bernafsu untuk menyetrum Bel dengan Levi Voltanya. Seenaknya saja Bel memasangkannya dengan makhluk nggak jelas seperti Lussuria.

"VOOII! Kalian pagi-pagi sudah berisik! Lagipula apa yang kau lakukan pada si banci kepala ayam itu haaah? Mukanya sampai memerah tidak jelas dan menjijikan seperti itu!" Squalo menunjuk ke Lussuria yang masih diatas ranjang Levi blushing-blushing sambil memegang kedua pipiya dan menggeleng-gelengkan kepalanya bak seorang gadis(?) remaja yang sedang kasmaran(?).

Levi melihat kearah teman ohoktidurohok semalamnya ohokkk *author minum OBH*dengan tampang jijik.

'Kenapa bisa-bisanya ada makhluk seperti ini di dunia ini. Apa yang dipikirkan Tuhan saat menciptakan makhluk ini sih!" Kira-kira begitulah yang ada dipikiran Levi saat itu.

"Uhmm~~ Tidak ada apa-apa kok.." Lussuria maenjawab dengan suara seperti gadis(?) SMA yang pemalu. Bukannya merasa tergoda dengan 'suara imut yang sebenarnya amit-amit' yang dikeluarkan Lussuria, mereka justru berasa ingin mati saat itu juga. Berharap di akhirat nanti tidak akan bertemu dengan makhluk se-gaje Lussuria.

"Ara? Minna? Kenapa muka kalian pucat sekali?" Lussuria bangun dari ranjang dan melambai-lambaikan tangannya di depan muka Levi, Squalo, dan Bel yang dibuat speechless karena melihat kebencongan Lussuria.

"VOOIII! Berhenti melambaikan tanganmu didepan mukaku! Aku masih bisa melihat!"

"Ushishishishi…. Matamu mungkin sudah rabun, Squally. Kau kan sudah tua. Lihat rambutmu sudah ubanan semua~'

"VOOII! INI RAMBUT DARI LAHIR! DAN JANGAN PANGGIL AKU 'SQUALLY', BRENGSEEKK!"

Dan terjadilah kejar-kejaran ala film bollywood (?) antara Bel vs. Squalo di kamar Levi. Levi hanya bisa tabah melihat kamarnya diobrak-abrik gara-gara Squalo dan Bel yang kejar-kejaran di kamarnya.

"Ararara~~ Semuanya sudah semangat di pagi hari ya~~"

Levi semakin jawdrop mendengar komentar Lussuria.

DHARRRR!

Mendengar suara ledakan tersebut, para penghuni Varia HQ menghentikan rutinitas harian mereka, termasuk Squalo dan Bel yang kejar-kejaran. Wajah Levi memucat, Lussuria… euhmm.. anggap saja sedang mencari kostum baru yang lebih sensasional, erotis dan lebih seksi daripada bajunya kemarin.

Tap… tap.. tap…

Terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekati kamar Levi dimana sumber kekacauan pagi hari ini berasal.

"Sampah-sampah brengsek…. Tak bisakah kalian tenang….." Xanxus muncul dan mengirimkan deathglare kearah orang-orang yang disebutnya 'sampah-sampah' itu.

"Ushishishi.. Tampaknya kita sudah membangunkan singa yang sedang tidur."

"VOOII! Ini memangnya salah siapa?"

"Boss! Aku sama sekali tak terlibat dengan orang-orang bodoh ini!"

"Pangeran tidak bodoh, peasant." Bel melemparkan pisau-pisaunya.

Stab stab stab

Pisau-pisau Berhasil menancap di kepala Levi. Levi langsung mati seketika.

"Tidaakkk! Suamikuu! Jangan tinggalkan aku sendiri! Bagaimana dengan anak-anak kita bila kau meninggal secepat ini!" Lussuria tiba-tiba sudah mengenakan kostum ibu rumah tangga lengkap dengan celemek pink berenda dengan motif hati.

"Bila kau mati… ijinkan aku mati bersamamu…." Lussuria tiba-tiba mengeluarkan sebotol racun dari saku celemeknya dan menegak racun itu sampai habis. Lussuria kemudian memejamkan matanya di atas mayat suaminya dan ikut menyusulnya dalam tidur yang abadi selamanya….

Owari~

.

.

.

.

.

.

.

.

A/N:

Sutradara: Cuttt! Yak sudah tamat!

Me: Woi! Sutradara goblok! Ngapain lo seenaknya namatin fic gw? Yang bikin skenarionya kan gw oi! Menurut skenario gw baru tamat 2 chapter lagi! *lempar jamban*

Sutradara: Weits… *menghindar ala matrix*Gw Cuma ngikutin skenarionya kok!

Me: Skenario apa'an?

Sutradara: Yang dikasih Lussuria, kan?

Me: LUS..SU.. RI..AAA! AWAS KAUUU!

Lussuria: Kalau begini kan jadi jauh lebih romatiss~~~ *manyun2*

Me: Ini fic HUMOR! Bodo amat gw mau romantis apa kagak! Kga bisa baca tulisan genre yg diatas *tunjuk2 ke tulisan 'genre: humour' pada tampilan ffn*

Lussu: Ararara~~ Author-san kalau marah-marah terus ntar cepet tua loh…

Me: BODO! Gw uda punya anak banyak! Tua pun biarin! *ngerusak setting*

.

.

.

.

Beberapa jam kemudian setelah author gaje berhasil dihentikan dari amukan liarnya dan setting sudah diperbaiki…

Me: Kita sekarang lanjutkan dengan skenario yang benar! *ngasi skenario*

Kru-kru dan Sutradara: I-Iya…. *pada bonyok dihajar author*

Lussuria: Muu~~ Padahal skenarioku lebih bagus.

Me: *Deathglare ke Lussuria* Lakukan-itu-lagi-mati-kau!

Lussu: … *gak berani ngomong macem-macem*

Sutradara: Yak kita mulai lagi dari adegan Bel melempar pisaunya kearah Levi. One… Two… Three.. And.. ACTION!

End of A/N.

"Ushishishi… pangeran tidak bodoh, peasant." Bel melemparkan pisau-pisaunya kearah Levi.

Stab stab stab.

"Hahahaha! Tidak kena tuh!" Levi menenrtawai Bel karena pisau-pisau Bel hanya melewati Levi dan akhirnya menancap di tembok belakang Levi.

"Ushishishishi~"

Bret..bret..bret….

Hah? Suara apa itu? Suara orang buang angin? Oh, bukan! Itu bukan suara tetangga sedang buang angin tapi itu adalah suara baju Levi yang dirobek Bel menggunakan pisau-pisaunya.

Yak, seperti yang bisa kita saksikan saudara-saudara para readers sekalian. Baju piyama Levi yang berpola chibi Xanxus telah robek dengan nistanya dan meng-ekspose tubuh bangkotan Levi yang sekarang hanya mengenakan selembar kolor nista berwarna hijau elektrik yang dihiasi sulaman bertuliskan 'Love bossu polepel' dari benang emas. Alamak… extreme sekali itu boxer.

"Kyaa~" Lussuria entah kenapa malah berteriak napsu melihat tubuh bangkotan Levi yang kini hanya ditutupi boxernya yang… ehem…sangat fanantik sekali.

"Waakkhh!" Levi yang sadar bahwa sekarang kolor keramatnya ketahuan dan disaksikan ramai-ramai langsung masuk ke lemari dan langsung keluar dengan mengenakan seragam Varia lengkap. Kayaknya Levi ini bekas sirkus ya? Kok ganti bajunya cepet banget?

"WUAKAKAKKAKAKAK! Bo-boxernya! WUAKAKAKAK!" Squalo tertawa terbahak-bahak dengan suara toa-nya setelah beberapa detik cengo dengan kolor macam apa yang dipakai Levi.

"Ushishishi... itulah akibat karena meremehkan pangeran."

". . . . . . Stronzo. . . ." Xanxus tak banyak berkomentar dengan kenyataan tentang 'Seperti apakah boxer yang digunakan oleh seseorang yang sangat fetish dengan Xanxus?' Xanxus lebih memilih meninggalkan kamar Levi dan kembali ke kamarnya daripada harus mengotori matanya lebih jauh dengan hal-hal yang bersifat abnormal dari lighting guardian-nya.

BRUUK…

Kaki Levi terasa lemas bukan main, kini ia sudah tidak punya muka lagi untuk berhadapan dengan boss tercintanya. Yah, insiden 'boxer' tadi memang diluar perkiraannya. Kalau sudah dikira mungkin Levi sudah mengganti boxernya yang sudah dipakainya sampai satu minggu itu dengan boxer yang lebih normal, itupun bila Levi punya boxer yang normal.

"Bossu…" Levi menangis terisak-isak karena membayangkan Xanxus membencinya dan mengacuhkannya setelah boss-nya itu mengetahui rahasianya.

"Wakakakkaka… Itu salahmu sendiri! Lagipula… Pffttt! Ahahaha! Boxer macam apa itu!" Squalo keluar dari kamar itu dengan masih tertawa terbahak-bahak hingga nyaris membahayakan otot perutnya yang semakin menegang karena terus-terusan dipakai untuk tertawa.

"Ushishishi~ tak kusangka cintamu pada boss sampai sebegitu dalamnya. Ushishishi~" Bel mengejek Levi dengan tawa khasnya dan akhirnya keluar dari kamar meninggalkan pasangan sejoli kita eh- Levi dan Lussuria di kamar.

"Ara~ Sudahlah Levi-chan~~ jangan terlalu dipikirkan~" Lussuria berusaha menghibur Levi yang masih mewek dengan tidak elitnya.

Hiks….

Hiks….

Hiks…

Bahkan sampai matahari ada diatas ubun-ubun-pun Levi masih mengurung diri di dalam kamarnya dan tidak melakukan apa-apa selain menangisi dan merenungi betapa jeleknya nasib dan wajahnya.

A/N: Ahahahahah! Sadar juga si Levi kalo mukanya jelek! XDDD

=xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx=

Di tempat lain, bisa kita lihat pangeran kita tercinta yang tersohor berkat gigi pepsodent-nya yang perfect sekali, Belphegor sedang bersantai-santai di kamarnya sambil menonton film-film horror yang penuh dengan gore scene dari berbagai negara.

KRUUKK…KRUCUUKK….KUKYURUYUUKKK~

Buset dah itu suara perut kelaperan apa suara ayam jantan di taman Lawang? Yak sebenarnya suara tadi berasal dari perut Bel. Maklum udah jam makan siang. Cacing-cacing di perut author saja uda pada demo.

"Ushishishi~ sudah waktunya pangeran makan siang…"

Bel beranjak pergi dari kamarnya dan menuju dapur untuk mencari makanan. Begitu menginjakkan kaki di luar kamarnya hidung Bel sudah menangkap aroma menggiurkan dari arah dapur.

A/N: kok Bel jadi kayak anjing gini? Kelaperan ya Bel? -_-"

"Ushishishi... Tampaknya aku tak perlu repot-repot minta dibuatkan makan siang"

Bel berjalan kearah dapur. Semakin ia mendekati dapur, perutnya semakin keroncongan karena aroma makanan lezat makin semerbak menggiurkan.

KRIIEETT….
Ya ampun… bahkan mansion sebesar Varia HQ saja bunyi pintunya kok kayak standar pintu-pintu di rumah hantu?

Bel membuka pintu dan masuk ke dalam dapur untuk mencari makanan yang aromanya sudah menyeretnya. Dan yang pertama kali ia dapatkan adalah sesosok makhuk berjambul yang kita kenal sebagai Lussuria sedang memasak di dapur sambil mendendangkan lagu 'cinta satu malam' dan mengenakan apron yang… ehem… berkilauan sekali.

Mari kita bayangkan apron macam apa yang dikenakan Lussuria. Apron dengan dasar warna pink mencolok yang diberi hiasan renda-renda warna kuning di sekitarnya. Lalu pada bagian dada ada kantung besar berbentuk hati bewarna merah marun yang dihiasi sulaman dengan benang bewarna hijau elektrik bertuliskan "LOVE LEVI".

A/N lagi: Yang bikin desain dari apron nista ini bukan saya. Tapi anak saya…

Mari kita lihat reaksi dari Bel. Seperti yang sudah kita duga, Bel speechless dengan tampang priceless karena telah melihat apron yang dikenakan Lussuria.

'Nggak suami, nggak istri sama saja maniaknya…' Kata Bel dalam hati.

BIP BIP BIP BIP BIP!

Gawat! Radar pencari cowok ganteng Lussuria ON karena Bel berada di jarak kurang dari 10 meter dari Lussuria.

"Bel-kunn~~" Lussuria sekali lagi melancarkan manuver 'come-to-mama'-nya pada Bel. Gampangnya baca saja menyeruduk gitu.

"Waakh!" Sekali lagi juga, Bel berhasil menghindar dari terjangan Lussuria dimana juga berhasil membuat Lussuria terjungkal untuk kedua kalinya.

"Muuu~~ Bel-kun jahat sekali!" Protes Lussuria sambil manyun-manyun.

"Rakyat jelata sepertimu tak pantas untuk menyentuh pangeran. Ushishishishi…." Bel kembali mengeluarkan pisau-pisaunya untuk mengantisipasi bila Lussuria mengeluarkan serangan mendadak.

"Muu~~~ Aku bukan rakyat jelata! Tapi aku adalah jin yang akan mengabulkan permintaanmu~" Lussuria mengedipkan sebelah matanya (yang jelas-jelas nggak mungkin kelihatan selama ia masih memakai kacamata hitam keramatnya itu) dan kemudian berpose bak tokoh anime terkenal jaman dulu, Sai**r M**n.

"…."

.

.

.

.

Heniinggg…

Heningg…

He- *PLAK*

"Ushishishi… kalau begitu pangeran ingin meminta sesuatu~" Bel kembali mengeluarkan senyum pepsodent keramatnya lagi setelah agak syok melihat pose ala Sai**r M**n-nya Lussuria.

"Tenang saja apapun permintaanmu, jin ember yang AWESOME ini pasti akan mengabulkannya~" Lussuria sekali lagi berpose sok imut sambil mentoel-toel pipi Bel. Dan yang lebih penting…. Sejak kapan Lussuria bilang 'awesome'? ketularan Prussia? Dasar mbah Prussia dari fandom sebelah ganggu aja. *author di DOR*

KRUK…KRUUKKK..KRUCUKKK…

"Ushishishi…. Mungkin lebih baik aku makan dulu."

"Ara~ Silahkan, aku masak banyak kok~"

A/N: Maaf, adegan makan di-skip karena author malas nulisnya~~ *dibantai rame-rame*

"Ushishishi… pangeran sekarang sudah kenyang." Lagi-lagi Bel menunjukkan senyum pepsodent-nya yang membuat author berteriak 'mabushiiii!'. Lupakan author, Bel menghabiskan 3 porsi makanan, kalau tidak kenyang juga bisa dapat gelar 'pangeran rakus' deh…. *author dibantai Bel*

"Nah, sekarang sebutkan permintaanmu~" Lussuria duduk disamping Bel sambil mencolek-colek muka Bel dengen genit. Sadarlah Lussu, suamimu tercinta Levi masih hidup *terus apa hubungannya?*

"Hmnn…." Bel tampak serius memikirkan apa yang akan dimintanya, sampai-sampai tak sadar bahwa Lussuria sedang melakukan pelecehan seksual kepadanya. Karena begitu dalamnya pikiran Bel bikin author penasaran mari kita intip apa yang sedang Bel pikirkan.

'Ushishishi… enaknya minta apa ya ke makhluk abnormal ini… Minta supaya boss nggak PMS terus-terusan? Ah, tapi ntar nggak menarik. Minta agar Squally berteriak 'VOOOI' biar aku bisa tidur sedikit lebih lama? Tapi nanti mansion membosankan ini bakal jadi sepi dan boss bakal jarang PMS dan nggak bisa liat yaoi gratisan.' Ya ampun… ternyata Bel fudanshi? Yak lanjut lagi baca pikirannya. 'Hmm… Ushishishi… Aku tau minta apa…."

"Nee~ Bel, apa keinginanmu? Lama sekali mikirnya…." Lagi-lagi Lussuria memanyun-manyunkan bibirnya, bosan menunggu Bel menyebutkan permintaannya.

"Ushishishi… Pangeran ingin mainan yang menarik~"

"Menarik?"

"Iya, yang tidak akan membuat pangeran merasa bosan lagi~ Ushishishi…"

"Makhluk hidup?"

"Asalkan tidak membuat pangeran merasa bosan, ushishishi~"

"Baiklaaahh~~~~"

Untuk ketiga kalinya Lussuria nari-nari gaje, salto depan-belakang, roll depan, roll belakang, muter-muter ala penari balet sampai nabrak tiang lampu lalu lintas di perempatan dekat akses jalan jembatan Suramadu di daerah rumah author sambil menyanyikan lagu Il Sole…. Luar biasa… Agnes Maunikah saja nggak bisa nyanyi sambil nge-dance se-alay Lussuria….

LUUUUSSSSHHHHH~

Muncul asap bewarna kuning berbau tak sedap seperti kentut.. EH! Salah! Ralat! Muncul kepulan asap bewarna hijau aneh, dan ketika asap itu menipis terlihat siluet seseorang berambut seperti nanas.(?)

"Pyooo… Fran-sama telah tiba~" Yang muncul ternyata adalah seorang pemuda bertampang uke(?) dengan rambut bewarna hijau teal bermodel nanas(?) dgn suara dan wajah yang datar.

"…." Bel speechless

"… Oi….pangeran ingin mainan baru, bukan hasil persilangan antara kodok, manusia, dan nanas (?)…"

"Moou~~ Tapi hasil yang keluar itu, terima sajalah~"

"Hee? Dimana ini?" Orang itu baru menyadari bahwa sekarang ia ada di tempat yang berbeda dari sebelumnya, menebarkan pandangan ke seluruh ruangan menebak dimana ia sekarang.

"Ushishishi…. Perkenalkan dirimu terlebih dahulu, rakyat jelata. Dihadapan pangeran kau harus bertingkah sopan."

"Hee? Bukannya kau juga harus memperkenalkan dirimu ya, pangeran palsu?" Balas pemuda berambut hijau teal itu, lagi-lagi dengan nada monotonnya.

CTEK….. Muncul tanda empat siku di kepala Bel.

"Hoo… Rupanya kodok satu ini harus diajari sopan santun, ushishishi…." Bel melemparkan pisau-pisaunya. Dan pisau-pisau itu menancap sempurna di kepala pemuda itu.

"Itai…" Katanya dengan wajah datar, tak sedikitpun menunjukan raut kesakitan seperti apa yang dikatakannya.

"Apakah anda tidak pernah diajari untuk tidak melempar pisau ke orang asing apalagi ke kepalanya, pangeran bodoh?" Protes pemuda itu sambil mencabuti pisau-pisau yang menancap dikepalanya, lagi-lagi dengan suara monoton.

CTEK.. CTEK… Muncul lagi tanda empat siku menghiasi kepala pangeran kita disamping tiaranya yang konon bisa dibuat pesugihan. Maaf bercanda. *author dilemparin pisau*

"Kubunuh kau kodok…."Bel mengeluarkan semua koleksi pisau-pisaunya. Mulai dari pisau meja, pisau dapur, pisau daging, pisau jagal, pisau buah, dan sebangsa pisau lainnya sembari mengeluarkan aura-aura hitam kemurkaan sebagai latarnya.

"Aaah… Kowaiii…" Sahut pemuda itu dengan nada monotonnya, berpose layaknya sedang ketakutan.

"A-Ara…. Kalian berdua jangan bertengkar… Kita kan baru bertemu, bagaimana bila kita saling memperkenalkan diri lalu minum teh sambil berbincang-bincang untuk mengakrabkan diri?" Lussuria berusaha menengahi sebelum terjadi pertumpahan darah.

"Ah! Itu benar sekali, banci-san! Lebih baik kita minum teh saja…" kata pemuda itu menyetujui usul Lussuria, tapi entah kenapa masih ada kata hinaan didalamnya ya?

CTAAAAAAARR…. Saat itu juga perasaan lembut(?) Lussuria bagaikan tertusuk ribuan pisau Bel dan disambar petir Levi Volta.

"Ba-banci…. Teganya… Hiks…" Lussuria menggigiti saputangan pink berendanya sambil mengucurkan air mata.

"Ushishishi…. Toh emang kenyataannya…." Bel menanggapi.

"Ne… Sudahlah banci-san. Hidup masih panjang." Kata pemuda itu dengan 'niat' menghibur.

"Hiks… Sudahlah, siapa namamu?" Lussuria sudah kembali dari keterpurukkannya. Cepet amat…

"Fran." Jawab pemuda itu.

"Ushishishi…. Nama yang terlalu bagus untuk kodok menyebalkan sepertimu, froggy.."

"Yang memberikanku nama itu orang tuaku. Jadi mana mungkin aku bisa memilih namaku sendiri, pangeran bodoh…"

"Ushishishi… Tampaknya kau memang butuh pelajaran…."

Dan terjadilah kejar-kejaran antara Bel dan Fran di Varia HQ. Total kerusakan author tidak mau menyebutkan. Yang jelas cukup membuat Mammon menangisi anggaran yang diluar perkiraannya tersebut.

TBC~


OMAKE:

"Ne… Kita sudahi saja ya, pangeran palsu?" Fran tetap bisa berbicara dengan nada monoton meski sekarang napasnya sudah tersengal-sengal.

"Haah… Tidak sebelum… haah…pangeran puas memberikanmu pelajaran… Ushishishi…" balas Bel juga dengan napas yang tak beraturan.

"Tapi… aku bahkan sudah memakai topi kodok jelek ini segala, lepaskan aku..."

"Ushishishi… aku baru berhasil menangkapmu dan ingin menjadikanmu sasaran pisau-pisauku, dan kau seenaknya memintaku melepaskanmu?"

"Iya…" Jawab Fran dengan polosnya.. atau segaja?

STAB STAB STAB

"Ushishishishi~~ Panggil aku 'Bel senpai', dan jangan panggil aku dengan sebutan-sebutan aneh yang mencoreng nama baik pangeran… Ushishishi~~ "

Jadi, pada akhirnya kejar-kejaran gaje antara Bel dan Fran diakhiri dengan kemenangan Bel. Sebagai hukumannya Bel mengikat Fran di papan target raksasa dan melemparinya dengan pisau hingga puas. Nasibnya Fran? Entah kenapa dia masih bisa selamat meski ditemukan menjadi kaktus pagi harinya. Bel juga memberikan topi kodok besar dan memaksa Fran memakainya karena bagi Bel pucuk 'nanas' diatas kepala Fran sangat mengganggu pemandangan.

TAMAT~~ (Buat omakenya doang~ Hahahahaha XD)


Nakyo: Hahahahaha…. Garing…. Maaf ya minna-san… udah updatenya telat, garing pula ceritanya… makin lama kualitas fic ini makin menurun…. TTTTTTTTTATTTTTTTTT
terus buat anak saya yg udah kujanjiin omakenya tentang LeviLussu harus ditunda karena mami ngeri ama adegannya! DDX

Squalo: VOOOOIIIII! Kenapa aku munculnya sedikit sekali author sialaan! *niat bantai author*

Xanxus: Hiu berisik! *ikutan emosi karena munculnya dikit, terus nggak ada adegan XS*

Nakyo: Maaf… lagian ini kan ultahnya Bel, makanya sengaja kubanyakin bagian Bel-nya~ XD

Fran: Ne… author-san…

Nakyo: Ya?

Fran: Kenapa rambutku diberi nanas disini?

Nakyo: Habisnya, saya nggak tau rambut asli dibalik topimu kayak apa… =_=
Anggap aj karena kau pengikutnya Mukkun jadi kubuat nanas *PLAAAAAAK*

Lussuria: Entah kenapa…. Kemunculanku…. Semakin sedikit…. Hiks…. Padahal aku kan tokoh utama di fic ini…. *nangis gaje*

Nakyo: Hahhahah… tenang aj Lussu, suamimu lebih merana… X9b

Levi: *dilupakan*

Nakyo: Berikutnya balesan review~ Duh author cinta deh baca ripiu2 kalian~ XD
Sini author cipokin satu-satu *ditempeleng*

Rui Arisawa:
Hiks… maaf… nggak selucu chapter 1… soalnya makin lama makin stress… jiwa humor menurun jiwa mesum bangkit… *hah?*
Hahahha… Levi kan kecoak… susah banget matinya XD
XS kurang mesra? Karena saya nggak bisa bkin XS *nyerah setelah melototin fic XS gagal di laptop*

Penguin Hikikomori:
Hahahah… makasiihh… duh saya jadi malu *plak*
Ini masih lanjut kok tenang aj~

Arisualice:
Semengerikannya kah omake chp. 2 nya? OwO;;

RoSeLapucell:
Nasib Squ emang naas di chapter 2~ XDD
Ini update… maaf kalau lama *bungkuk*

bhiblu21:
Ini sudah apdet anakq~~ maaf papih lama apdetnya~

RiikuAyakaitani:
Fic-nya masih lanjut kok~
Maaf telat… :"

Tachikawa Yuzuki:
Akhirannya nggak enak? Amit-amit saya bilang~ XDD
Maaf daku telat apdetnya… T.T

Ilyusha1013:
Jiah… siapa suruh dikau baca di taxi ama sambil jalan =="
Hahahah… iya ini sudah apdet~

Cepy:
Namamu aneh sekali 'semenya sememu' wakakakakka XDDD
Jangan muntah bayangin Lussunya dong… siapa yang mau bersihin sisa muntahannya =A=

'Aka' no 'Shika':
Pengen uang ama Bel? Saya maunya chara-chara KHR yaoian disepan mata saya ajah nggak bisa T.T

Rst:
Kok pada mata duitan sih fujo-fujo inih… =_=a
Tapi saya juga pengen sih *plak*
Baca omake kali ini pasti nggak jijik kok *wink wink*

yamacchiSHA:
Kali ini masih ngakak sekeras sebelumnya kah? Hahahahah
Thx for review~ Maaf terlambat apdet.

Cha:
Hah? Ngeces? IH! JOROK! XDD *ditampol*
Kata-kata gw mesum? Lo nya aj kali yang pikirannya mesum! XDDD

Saga:
Hahi? Gimana bisa gw tanggung jawab kalau Ish jatoh… TAT
Saya kan bukan suami/istrinya *nahlo?*

Eltrish:
Hahaha… Maaf udah bkin jatoh.. T.T
Ini masih lanjut kok… tapi bakal lama apdetnya XD *anak malas…*

HikariVongola80:
Dikembangkan? Caranya? Hahahaha…
Thx for review~

Su Zuna Ame:
Maaf telat update…
Thx for review~

Kresna:
Seneng amat liat orang dibanting lo? =_=
Lha? Enak banget tuh permintaanya… Gw juga mau… tapi klo Lussuria jadi Hibari apa kata dunia? XDD
Gw aslinya mau bkin omake LeviLuss… tapi yah gtu deh…. Ntar q buatin buat chapter depan lagi deh… XDD
Gw g nyangka waktu itu beneran lo praktekin ke Dian -_-|||

Radian A. Tristan:
Fic gw ancur? Kapan juga fic gw g ancur… ckckckck
Hahahahha
dapet ide omake gw? Entahlah… setan berbisik~ XDDb

Hibalicious:
Squ memang takkan bisa lepas dari jeratan papa Xanxus~
masih ada 1 permintaan lagi… soalnya punyanya Squalo nggak diitung karena gagal~ XDb

You –Xernes:
Tenang aja You… bukan kamu yang jadi serius…. Saya pas bkin chapter 2 emang lagi kehabisan ide…
Maaf kalau fic ini ntar jadi bener-bener g lucu lagi TTATT

Nakyo: Ajigile…. Capek bok nulis balesannya XD
Review ya minna-san~ XDD