Suara mesin pendeteksi jantung itu terus berbunyi, lengkap dengan monitor kecil yang menampilkan grafik setiap kali detak jantung itu berfungsi. Selang infus yang tertempel pada dua telapak tangannya, masker yang menutupi hidung dan mulut untuk membantunya bernafas, serta selang urine yang menjalar dari balik selimut di bagian bawahnya, dan selang-selang lain yang dipasang untuk membantu kehidupan pasien laki-laki yang tak sadarkan diri di atas ranjang itu.

Pintu kamar VIP pasien itu terbuka dari luar, Baekhyun melangkah masuk ke dalam ruangan dengan pelan. Ia berdiri di sisi ranjang pasien. Tangannya bergerak perlahan memegang tangan besar yang berbaring lemah di sana. Tatapannya sendu.

"Ayah," bisiknya. "Putramu kembali..."

L 3 Y

By Sayaka Dini

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be mine

Main Cast: Baekhyun; Chanyeol;

Pairing: Chanbaek / Baekyeol and Other

Setting: AU

Genre: Romance—Drama—School life

Rated: T.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.

Please, Don't Like Don't Read.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment

Hope You Enjoy It~ ^_^

_o0o_

.

.

.

.

.

...

.

.

Krystal menlirik jam dinding di kamarnya untuk kesekian kalinya. Sudah lewat jam sepuluh malam, dan Baekhyun belum pulang juga sejak pagi tadi ia keluar. Ia mengigit bibirnya gelisah.

Apa dia berhasil? Pikirnya bertanya-tanya. Apa dia ketahuan? Ia semakin khawatir. Kalau ini terbongkar aku juga yang akan kena marah dari Eomma.

"Aissh." Krystal berdiri dari ranjangnya. Ia bergegas keluar kamar dengan perasaan gelisah. Saat ia turun dari tangga, ia melihat ibunya –masih lengkap dengan pakaian kantornya– berdiri angkuh di tengah-tengah ruang tv. Langkah Krystal terhenti di tengah tangga kala matanya juga menangkap sosok Baekhyun yang baru datang dari pintu depan rumah mereka.

"Dari mana saja kau?" suara Jessica –ibu Krystal– terdengar menggema dengan intonasi yang sirat akan ancaman. "Baru dua hari kepulanganmu dari China dan kau sudah keliaran sampai larut malam begini? Jangan bersikap seenaknya di rumahku!"

Baekhyun mendengus pelan. Matanya tanpa sengaja melirik ke arah tangga, melihat Krystal yang tengah berdiri di atas sana. Krystal segera mengangkat dagunya sendiri, memelototkan mata sambil mengacungkan tinju di belakang Jessica pada Baekhyun, memberi isyarat ancaman agar Baekhyun tidak mengatakan kalau dia baru saja pulang dari kencan buta yang seharusnya Krystal hadiri siang tadi.

Pemuda mungil itu malah menarik sudut bibirnya membentuk seringai mengejek –sedikit bermain-main tidak masalah, pikirnya. "Tadi aku keluar makan siang..." Tak peduli dengan mata Krystal yang makin melotot padanya, Baekhyun melanjutkan dengan mengalihkan tatapannya pada ibu tirinya. "...bersama teman."

Krystal menghela nafas. Baekhyun mengigit bibir menahan tawa.

"Makan siang sampai larut begini?" Jessica memincingkan mata, masih dengan gaya angkuh melipat tangan di depan dadanya.

"Apa sekarang kau peduli padaku?" Baekhyun malah balik bertanya dengan nada menantang, tanpa sopan santun sama sekali.

Jessica mendengus dengan keras. "Aku hanya peduli nama keluargaku yang kau bawa kemana-mana. Kau tak bisa seenaknya berbuat semaumu di luar sana selama negara masih mencatatmu sebagai anakku di kartu keluarga. Dan selama kau tinggal di Korea, jangan berani coba mencemari nama keluargaku dan membuat aku malu." Setelah itu Jessica berbalik, karena tak ingin berlama-lama berada di suasana tegang dengan anak tirinya. Ia sudah lelah, dengan segala urusan perusahan keluarga mereka di kantor dan lainnya.

"Aku tadi juga baru menjenguk Appa."

Dan pengakuan Baekhyun yang terakhir itu menghentikan langkah Jessica, untuk sesaat. Karena tiga detik kemudian, wanita itu kembali berjalan menuju kamarnya tanpa sekali pun berbalik ke arah Baekhyun yang menatap punggungnya.

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Krystal berjalan mengekori Baekhyun di belakang sampai memasuki kamar saudara tirinya itu. Gadis cantik itu juga yang menutup pintu kamar Baekhyun di belakangnya dan menguncinya agar pembicaraan mereka tidak didengar ibunya.

"Baek–"

"Kau tidak bilang dia orang autis, Krystal!" Pemuda mungil itu sudah berbalik duluan sambil mendesis, nyaris berteriak karena frustasi.

Krystal malah melipat tangannya di depan dada, memasang pose angkuh seperti Jessica di lantai bawah beberapa menit yang lalu. Tidak ibu, tidak anak, sama saja. "Oh? Jadi putra Park itu benaran autis? Aku memang sudah mendengar rumor itu sih," ia tersenyum senang. "Beruntung bukan aku yang pergi menemuinya."

Baekhyun memutar bola matanya bosan. Ia lalu melemparkan tubuhnya sendiri di atas ranjang, menghela nafas, lalu menutup matanya dengan lengan kirinya. Pemuda mungil itu tampak lelah.

"Jadi, apa kau berhasil?"

"Belum."

"What? Jadi apa saja yang tadi kau lakukan? Hanya datang menemuinya, memperkenalkan diri, lalu pulang begitu saja?" Krystal memarahinya.

Baekhyun bangkit, dan duduk di atas ranjang, menatap kesal ke arah Krystal. "Aku terlalu terkejut karena mengetaui dia orang autis."

"So what? He's just fucking idiot, you're idiot! Apa susahnya membuat ia menangis seperti anak kecil? Lalu membuat dia membatalkan pertunangannya! Dan aku tak harus menikahi laki-laki autis itu!"

"Shut up your mount, little shit!" seru Baekhyun muak. Baru saja ia kena teguran dari ibu tirinya di lantai bawah, kini anak perempuannya ini juga ikut-ikutan membentaknya. Andai ia tidak ingat dengan keadaan sang Ayah di rumah sakit, mungkin sudah dari tadi ia memitulasi kedua nenek sihir itu, tidak secara harfiash sih, karena di usia yang muda ini Baekhyun tidak mau ditahan di penjara.

"Pokoknya aku tidak mau menikah dengan pria autis!" mengabaikan tatapan tajam Baekhyun, Krystal semakin menaikkan nada suaranya sambil menghentakkan kakinya dengan kesal.

Baekhyun bangkit dari ranjangnya, berjalan dan berdiri tepat di depan Krystal. "Listen, my dear little fucking sister," pemuda mungil itu mendesis dengan nada menyindir. "Sepuluh tahun aku mengenalmu, dan baru sepuluh jam lalu aku mengenal Chanyeol, tapi itu sudah cukup membuat aku tahu. Kalau dia, yang kau bilang autis dan fucking idiot itu, adalah orang yang lebih baik darimu. Makanya, daripada mengasihi dirimu, aku lebih kasihan dengannya yang akan menikahi perempuan–" Baekhyun berhenti sebentar untuk melihat tampilan Krystal dari ujung kaki sampai rambut dengan pandangan yang merendahkan. "...sepertimu," lanjut Baekhyun dengan senyum mengejek. "Kasihan sekali calon suamimu itu," tambahnya lagi sebelum ia berjalan sambil menyambar bahu Krystal, menuju kamar mandi dalam kamarnya, dan membanting pintu kamar mandi dengan cukup keras.

Krystal mengigit bibir bawahnya. Matanya sedikit berkaca-kaca. "Aaaghh!" gadis itu menjerit sambil mengacak rambut panjangnya. "Baekhyun bodoh!" makinya dengan suara keras.

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Di hari kedua kencan mereka, Baekhyun –yang masih menyamar sebagai Krystal demi mendapatkan mobil impiannya– menerima pesan sms dari Leeteuk –pelayan pribadi Chanyeol–, yang menyatakan kalau hari ini mereka akan bertemu di salah satu ruang karaoke.

Baekhyun mulai berpikir, kalau keluarga Park itu sengaja merancang setting kencan mereka di tempat tertutup agar menutupi kekurangan sang anak tunggal mereka yang keterbelakangan mental. Pastinya ahli waris yang cacat adalah sebuah aib bagi keluarga dan segala perusahaan besar milik mereka. Baekhyun berspekulasi sendiri.

"Selamat siang Agasshi," Leeteuk menyambutnya saat Baekhyun –lengkap dengan dandanan perempuannya– sudah tiba di depan pintu ruangan karaoke. "Tuan muda sudah menunggu anda di dalam."

Baekhyun tersenyum sambil mengangguk membalas Leeteuk, lalu berjalan memasuki pintu tersebut. Seperti dugaannya, Chanyeol –pemuda tinggi besar itu– sedang menyanyikan lagu anak-anak, 'si tiga beruang'. Pemuda tinggi itu duduk di sofa panjang sambil memegang mic dengan kedua tangannya –persis seperti anak kecil yang takut kehilangan micnya. Menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seirama lagu anak-anak yang ia nyanyikan. Sampai akhirnya ia sadar dengan keberadaan Baekhyun. Chanyeol menoleh, berhenti bernyanyi dan menghentikan goyangkan kepalanya.

"Ah, noona!" ia menyapa dengan semangat sambil tersenyum terlampau lebar seperti idiot.

"Hai Chanyeol," dan Baekhyun membalas ringan dengan senyuman kecil. Ia lalu berjalan dan mengambil tempat duduk di samping Chanyeol. "Penampilanmu bagus," pujinya. Melihat Chanyeol tidak lagi berpakaian buruk seperti kemarin. Tak ada dasi kupu-kupu, kemeja yang terkancing sampai leher, ataupun kaos kaki pelangi dan sabuk bahu. Hari ini Chanyeol hanya memakai celana denim hitam panjang berkantung banyak dan t-shirt hitam lengan pendek –tapi dengan gambar power rangers lima di depannya. Kecuali kaca mata tanpa bingkai dan rambut klimix belah tengah yang sepertinya belum ia tinggalkan.

Senyuman Chanyeol tampak lebih bahagia saat Baekhyun memujinya. "Benarkah?" ia bertanya antusias. Baekhyun mengangguk, Chanyeol kemudian menunjukkan gambar di bajunya dengan lebih semangat. "Power rangers memang keren!" adunya semangat. "Ayo kita nyanyi lagu power rangers!"

Tanpa menghilangkan senyumannya, Baekhyun mengangguk. "Ayo."

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Satu jam berlalu tanpa terasa, dengan beberapa lagu yang dinyanyikan bersama-sama maupun bergintaian. Di selingi canda tawa dan terkadang tarian aneh dari si 'idiot' Chanyeol, maupun si gila 'Krystal' –terkadang Baekhyun sempat lupa dengan penyamarannya sebagai perempuan saat berjoget, tapi setelah ia mengingatnya ia segera mengontrol tingkahnya.

"Hoaaam..." Chanyeol menguap lebar. "Aku mengantuk noona," lapornya dengan nada kekanakannya.

Baekhyun segera mematikan musik dengan remoote, lalu meletakkan mic di atas meja. "Kau mau pulang sekara–"

Kepala Chanyeol jatuh di bahu Baekhyun, tangannya langsung melingkari pinggang Baekhyun dari depan.

Tubuh Baekhyun kaku, mulutnya menganga terkejut. "Cha-chanyeol?"

"Aku ngantuk noona," ia merengek dengan nada lemah. "Aku mau tidur," bisiknya, dan suara dengkuran itu terdengar di telinga Baekhyun.

Mata Baekhyun mengerjap polos. "Tapi Chanyeol," tangannya berusaha melepaskan pelukan Chanyeol di pinggangnya.

"Enggh.." suara berat Chanyeol berdengung tepat di telinga Baekhyun, dan pelukannya di pinggang Baekhyun pun semakin erat.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya, menahan erangan gelinya. Ia bisa merasakan nafas Chanyeol yang berbaring di bahunya itu menerpa kulit sensitifnya di belakang leher. Andai ia tidak ingat kalau Chanyeol itu autis, Baekhyun pasti sudah lama menjambak kuat rambut klimiks di samping pipinya itu. Bukannya malah mengelus rambut itu pelan sebagai obat tidur untuk Chanyeol, seperti yang ia lakukan sekarang.

Dalam hati, Baekhyun merutuki dirinya yang selalu lemah dengan namanya 'anak kecil'.

Sementara Chanyeol, diam-diam tersenyum –mesum– di balik leher Baekhyun. Rasanya begitu pas saat tubuh mungil itu berada dalam pelukannya, dan jemari lentik itu terus mengusap rambutnya.

Baekhyun menhela napas pelan, matanya menerawang ke arah monitor di depannya. "Sepertinya hari ini aku gagal lagi," keluhnya dengan suara pelan. "Kalau begini terus, bagaimana aku bisa membuat dia membatalkan pertunangan ini..."

Tanpa sepengetahuan Baekhyun. Raut wajah Chanyeol berubah mengeras di balik bahunya.

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Kata-kata itu benar-benar menganggu pikiran Chanyeol. Sejak kepulangan 'Krystal' –palsu–, Chanyeol masih duduk di sofa dalam ruangan karaoke itu, tengah berpikir keras. Sementara Leeteuk dengan setia menunggu Chanyeol, berdiri diam di samping meja.

Selama ini Chanyeol berpikir rencananya akan berjalan lancar, tapi mendengar gumaman 'Krystal' tadi yang menyatakan ingin membuat ia membatalkan pertunangan mereka, membuat Chanyeol sangat gelisah. Ini di luar perkiraannya.

Mengapa ia ingin aku yang membatalkannya? Chanyeol bertanya-tanya. Kalau dia tidak menyukaiku, dia bisa membatalkan sendiri pertunangan ini. Dan juga, untuk apa selama ini ia melayani tingkah kekanakanku dan bersikap baik di depanku jika ia tidak menyukaiku? Tck, sebenarnya apa yang ada dalam pikiran perempuan itu.

Dia tidak pernah sepenasaran seperti ini sebelumnya. Chanyeol menghela nafas, ia mendongak menatap Leeteuk yang masih berdiri di tempatnya.

"Leeteuk ahjusshi."

"Ya Tuan muda.."

"Cari tahu segala informasi tentang Krystal. Segalanya. Yang berarti itu termasuk dengan kehidupannya sejak kecil sampai sekarang, dan semua orang terdekatnya. Cari tahu itu semuanya, lalu sampaiakan padaku selengkapnya."

"Baik Tuan muda."

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Hari ketiga...

Baekhyun turun dari taxi, lengkap dengan penyamarannya sebagai perempuan. Ia lalu menengadah menatap gedung bertingkat di depannya.

Kali ini Leeteuk mengirimkan pesan sebuah alamat yang menuntunnya ke sanggar musik –tempat biasa orang-orang berlatih musik. Dalam pesan tertulis dari Leeteuk itu, kalau dalam gedung bertingkat itu, ada sebuah ruangan di basemant, lantai bawah tanah. Jalan tangga yang menuju ke tempat itu sedikit tersembunyi, di balik pintu di ujung koridor sebelah barat gedung. Leeteuk bilang, ruangan itu memang rahasia dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui tempat itu.

Dalam langkah Baekhyun menuruni tangga menuju ruang bawah tanah, ia terus memasang perasaan was-was di antara kesunyian yang ia lewati. Sekali lagi ia mengingatkan dirinya sendiri untuk menguatkan tiap langkahnya, kalau ia ke sini untuk menemui anak kecil polos bertubuh besar yang bernama Park Chanyeol. Bukan seorang pemimpin mafia berdarah dingin. Jadi tak ada yang perlu ditakutkan oleh Baekhyun, iya kan?

Setibanya di ujung tangga, Baekhyun melihat pintu biru tua di hadapannya. Tak ada butler atau pun Leeteuk yang biasa menyambutnya di awal pintu, membuat Baekhyun sempat ragu untuk melangkah masuk. Tapi, mengingat ada Chanyeol yang mungkin saja menunggunya di balik pintu itu dengan wajah polos khas anak-anak, membuat Baekhyun memutar kenop pintu dan mendorongnya.

Mulutnya menganga melihat ruangan di balik pintu tersebut. Ruangan itu bahkan tiga kali lebih luas dari kamarnya sendiri–yang juga sudah luas–. Tempat ini hampir menyerupai sebuah game center dengan berbagai fasilitas mesin game di dalamnya, hanya saja ini terlihat jauh lebih mewah dan nyaman. Di tengah-tengah ruangan itu sendiri ada tiga sofa –satu sofa panjang dan dua sofa tunggal– yang melingkari meja marmer berbentuk oval, dan sebuah tv plasama besar di depannya. Belum lagi kulkas besar dua pintu di sisi lain ruangan, lengkap dengan meja bar kecil dan lemari rak yang berisi berbagai snack-snack ringan.

Ini surganya anak laki-laki penggemar game –dan Baekhyun salah satunya.

"Noona!"

Baekhyun menoleh. "Chanyeol!" balasnya tak kalah riang. Mood-nya benar-benar naik setelah melihat berbagai mesin game di depannya. "Tempat ini luar biasa!" ia nyaris memekik dengan girangnya.

Chanyeol sempat tertegun di tempat. Tak pernah sebelumnya ia melihat seorang gadis yang begitu bersemangat seperti anak laki-laki saat melihat berbagai game dalam markasnya –markas Sehun dan Kai juga. Melihat bagaimana mata Baekhyun tampak begitu berbinar, membuat Chanyeol ikut bahagia.

"Noona, apa kau mau main game denganku?"

"Tentu," Baekhyun mengangguk. Kali ini, tanpa menunggu Chanyeol, Baekhyun duluan yang menarik tangan Chanyeol dengan semangat. "Ayo cepat Chanyeol, aku ingin mencoba semuanya." Tanpa Baekhyun ketahui, Chanyeol tersenyum tipis nan tampan di belakangnya.

Lihat, siapa yang lebih kekanakan di sini? batin pemuda tinggi itu dengan perasaan geli.

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Setelah lelah dengan semua permainan di sana. Mereka memutuskan untuk menonton film. Dengan berbagai snack dan botol minuman susu di atas meja marmer, Baekhyun dan Chanyeol duduk berdampingan di sofa panjang menghadap tv plasma besar yang sedang menayangkan film.

Itu film avengers.

"Aku sudah berapa kali nonton film ini, noona. Tapi aku masih saja tidak mengerti," Chanyeol mengadu kekanakan dengan memasang wajah yang sedih.

"Tanyakan saja apa yang tidak kau mengerti, nanti akan aku terangkan."

Mata Chanyeol tampak berbinar, Baekhyun hanya tersenyum tipis. Dan seperti pemikirannya yang kekanakan, pertanyaa-pertanyaan aneh pun mulai diajukan oleh Chanyeol. Mulai dari, kenapa Thor membawa palu besar? Kenapa namanya captain amerika? Amerika itu apa? Sampai di saat ada adegan ciuman antara pemeran Ironman dengan asistennya, Chanyeol dengan nada –sok– polos pun bertanya.

"Apa yang mereka lakukan noona?"

"Berciuman." Baekhyun menjawab dengan ringan tanpa melepaskan pandangannya dari layar, dan gerakan tangannya mengambil snack kentang untuk ia makan.

"Mengapa mereka melakukan itu?"

"Umm, karena mereka saling mencintai."

"Apa itu enak?"

"Kripiknya enak."

"Bukan kripiknya noona, yang kumaksud, apa berciuman seperti itu enak?"

"Uhuk uhuk," Baekhyun tersedak. Ia segera mengambil minuman yang disodorkan Chanyeol.

"Noona, kau baik-baik saja?"

Baekhyun mengangguk.

"Noona, apa berciuman itu enak?" Chanyeol kembali bertanya dengan nada polos. Sepertinya dia benar-benar penasaran dengan hal itu, 'sepertinya'...

Baekhyun tampak ragu, tapi akhirnya ia mengangguk juga.

"Wah, jinjja? Seenak apa berciuman itu? Apa lebih enak dari pizza?" Chanyeol tampak bersemangat,sampai-sampai ia melonjak di kursi seperti anak kecil sambil bertepuk tangan.

"Err..." Baekhyun tampak bingung mau jawab apa, "Mungkin..."

Chanyeol mengerjap polos, "Apa noona pernah mencobanya?"

"Ya."

Untuk seperkian detik, raut wajah Chanyeol berubah, tapi kemudian dengan cepat ia kembali memasang wajah polos. "Kalau begitu aku juga ingin mencobanya?" serunya antusias, dan segera mencondongkon wajahnya ke arah Baekhyun.

"A-apa? Tunggu–" mendapatkan serangan memdadak, membuat Baekhyun dengan refleks memundurkan badannya dan mendorong dada Chanyeol, sampai ia terbaring di sofa dengan Chanyeol di atasnya. Mata Baekhyun melebar melihat wajah Chanyeol makin mendekat.

"Waeyo noona?" Chanyeol berbisik di depan wajahnya, hanya perasaan Baekhyun atau memang kilatan di mata Chanyeol dan nada suaranya yang bass itu benar-benar berubah? "Kau tidak ingin berciuman denganku?"

Baekhyun menahan nafas. Wajah mereka begitu dekat dengan mata yang saling memandang lekat satu sama lain. Saat matanya semakin menatap onyx Chanyeol, dan melihat pantulan dirinya sendiri lengkap dengan wig magenta yang ia genakan dan segala penampilannya sebagai perempuan, membuat Baekhyun segera tersadar.

Ini salah... teriak batinya

Dengan mengumpulkan segala tenaganya, Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol sampai terjatuh dari sofa. Chanyeol sendiri yang tidak menyangka sebesar apa tenaga Baekhyun –yang diatas perempuan biasanya, sama sekali tidak mempersiapkan dirinya. Seperti mendapatkan sebuah hukuman, saat badannya terjatuh di atas karpet, belakang kepala Chanyeol teratuk sisi meja marmer.

Itu sakit sekali...

"Agh!" Chanyeol mengusap kepalanya yang nyeri.

"Astaga, Chanyeol! Gwencana?" Baekhyun bangkit dengan paniknya.

Chanyeol menundukkan kepalanya, menahan amarahnya. Segala makian rutukan sudah ia lontarkan dalam kepalanya. Saat Baekhyun menyentuh bahunya dengan hati-hati, Chanyeol menarik napas, mempersiapkan diri.

"Noona.." suara Chanyeol terdengar bergetar, ia mendongak ke arah Baekhyun yang masih duduk di sofa, matanya tampak berkaca-kaca. "Ini sakit sekali..." ia merajuk dengan ekspresi siap menangis di tempat.

"Mianhe..." Baekhyun mengelus kepala Chanyeol penuh penyesalan.

"Noona~" Chanyeol merentangkan kedua tangannya ke depan, persis seperti anak kecil yang merajuk ingin digendong, dan akan menangis jika tidak dituruti.

Baekhyun menghela nafas pelan, ia lalu sedikit membungkukkan badannya. Tangan panjang Chanyeol segera melingkar di pinggang Baekhyun, dan kepalanya ia benamkan di perut 'perempuan' berambut mageta panjang itu. "Mianhe," kata Baekhyun lagi dengan perasaan bersalah sambil mengelus kepala Chanyeol di perutnya.

Chanyeol diam-diam tersenyum. Menikmati belaian 'Krystal' di kepalanya, juga aroma 'perempuan' ini yang tidak begitu menyengat seperti aroma parfum perempuan biasanya. Aroma vanila, wanginya cukup manis dan nyamana dalam penciuman Chanyeol.

"Chanyeol-ah,"panggil Baekhyun tanpa menghentikan belaiannya.

"Neh, noona?" dan Chanyeol juga menjawab tanpa melepaskan pelukannya.

Baekhyun menarik nafas pelan lebih dulu. "Apa kau tahu, mengapa kita bertemu sejak awal?"

Chanyeol merasa ia tahu kemana arah pembicaraan ini, tapi ia memilih untuk pura-pura tidak tahu seperti rencananya sejak awal. "Karena aku ingin bermain dengan noona," jawabnya dengan nada polos.

Baekhyun terkekeh kecil. "Itu termasuk sih, tapi, ada hal yang lebih penting, Chanyeol-ah."

Chanyeol akhirnya memilih melepaskan pelukannya, begitupun Baekhyun yang menghentikan belaiannya. Pemuda tinggi yang masih duduk di atas karpte itu mendongak ke arah 'perempuan' berambut magenta yang duduk di atas sofa.

"Apa itu noona?"

"Kita akan ditunangkan."

"Apa artinya itu, noona?"

"Umm.. ditunangkan itu, yaah..." Baekhyun menggaruk tengkuknya, matanya melirik ke arah lain, bingung menjelaskannya bagaimana. "seperti diikat dalam sebuah hubungan resmi menuju pernikahan."

"Diikat?" Chanyeol memiringkan kepala, tampak bingung. "Diikat seperti apa noona? Apa pakai tali? Yang diikiat di bagian mananya noona? Tanganku? Kakiku? Atau kepalaku? Lalu pernikahan itu apa?"

"Itu..." Baekhyun terdiam. Sekarang ia menggaruk kepalanya dengan keras. "Aissh, bagaimana aku menjelaskannya?" ia menggerutu sendiri dengan suara pelan.

Chanyeol menggigit bibirnya, menahan senyuman geli melihat betapa lucunya ekspresi bingung 'perempuan' di depannya itu.

Baekhyun menghela napas bentar. "Chanyeol-ah, begini..." ia memegang kedua bahu Chanyeol, lalu memasang wajah seserius mungkin. "Mereka, maksudku, orang tuamu dan orang tuaku, ingin kita berdua menikah. Menikah itu artinya, hidup bersama-sama dalam satu rumah. Kau mengerti?"

"Aku mengerti." Chanyeol mengangguk. "Berarti aku dan paman Leeteuk sudah menikah karena kami hidup dalam satu rumah."

"Bukan begitu!" Baekhyun nyaris menjerit histeris. Ia lalu berdehem untuk mengontrol suaranya saat melihat Chanyeol terkejut dengan suaranya. "Ehm, maksudku," Baekhyun segera mengubah suaranya lebih lembut demi penyamarannya. "Menikah itu seperti ibu dan ayahmu."

Wajah Chanyeol berubah sedih. "Tapi Appa dan Eomma sudah lama tidak tinggal serumah lagi..."

Baekhyun terkejut. Jadi kedua orang tuanya bercerai... pikirnya dengan rasa simpati yang kembali muncul dihatinya.

"Mian..." bisik Baekhyun. "Aku benar-benar minta maaf Chanyeol. Aku tidak bisa bertunangan ataupun menikah denganmu."

Chanyeol tidak mengatakan apapun, ia hanya terus menatap Baekhyun dengan ekspressi sedih, seperti anak kecil yang hendak ditinggalkan orangtuanya.

"Chanyeol-ah, maukah kau mengatakan pada Leeteuk ahjusshi kalau kau mau membatalkan pertunangan ini? Aku janji akan terus bermain denganmu setiap hari, asal kau mau melakukan permintaanku ini. Kau mau kan?" Baekhyun berusaha membujuk.

Chanyeol menurunkan pandangannya ke bawah. "Aku ngantuk..." lapornya, dan langsung menjatuhkan kepalanya menyamping di atas paha Baekhyun. "Aku ngantuk noona..." adunya lagi dengan suara lemah. Chanyeol mulai memejamkan matanya.

Baekhyun menghela nafas.

Sepertinya hari ini, aku kembali gagal... pikirnya.

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

Chanyeol membuka kulkas di depannya, mengambil kaleng kola, membukanya, lalu meminumnya dengan buru-buru, membuat beberapa tetes air cola itu menetes di lehernya. "Aish!" Chanyeol membanting kaleng kolanya di atas meja counter terdekat. Matanya berkilat, giginya bergemelatuk.

Ia sedang marah.

"Tuan muda."

"DARIMANA SAJA KAU?!" Chanyeol membentak Leeteuk yang baru saja memasuki markasnya –Baekhyun sudah pergi sejak lima menit yang lalu.

Leeteuk membungkuk minta maaf.

Chanyeol diam sejenak, mencoba mengontrol emosinya. "Jadi, apa kau sudah mendapatkannya? Semua informasi tentang Krystal."

"Sudah tuan muda."

"Bagus, sekarang sampaikan padaku."

Leeteuk membuka map yang ia bawa, lalu membacanya. "Nama korea nona Krystal adalah Jung Soojung. Ia lahir tanggal 24 oktober 1994 di san Fransisco. Saat itu ibunya adalah model terkenal di California dan menikah dengan seorang CEO terkaya di sana. Tapi, di usianya yang kelima tahun, ayah Krystal meninggal karena kecelakaan. Melalui putusan pengadilan hukum, Jessica –ibu Krystal, mendapatkan bagian saham perusahaan almarhum suaimunya yang berada di korea selatan. Karena itu mereka segera pindah ke negara ini."

"Dua tahun setelah kepindahannya, Jessica kembali menikah dengan salah satu CEO perusahaan kertas yang pada saat itu sedang mengalami krisis finansial ekonomi. Ini seperti pernikahan antara dua saham perusahaan karena gabungan kerja sama di antara mereka meningkatkan saham keduanya. Orang yang dinikahi Jessica sendiri adalah pria Duda beranak dua, membuat nona Krystal mempunyai dua saudara tiri sekaligus. Yaitu, Byun Baekboom dan Byun Baekhyun."

"Saat ini nona Krystal masih menempuh sekolahnya di Ganyim High School (sekolah elit khusus perempuan), dan memiliki kekasih seorang mahasiswa dari Hanlim art school, bernama Kim Jonghyun. Tentunya hubungan mereka ini tidak diketahui oleh kedua orangtua nona Krystal."

Chanyeol menarik sudut bibirnya. "Jadi karena itu, dia tidak ingin bertunangan denganku? Karena dia sudah memiliki kekasih?"

"Tuan muda," Leeteuk memanggil sambil menyerahkan selembar foto ke arah Chanyeol. "Ini foto nona Krystal."

Alis Chanyeol sedikit berkerut. Awalnya tak mengerti mengapa pelayan pribadinya ini malah menyerahkan foto Krystal padanya. Tapi begitu ia mengambilnya dari tangan Leeteuk dan melihatnya, Chanyeol mulai paham.

"Kau yakin ini Krystal?"

"Iya tuan muda."

"Kalau begitu, siapa yang selama ini kutemui?"

.

.

.

~ L 3 Y ~

.

.

.

"Autis?" Taeyeon mengulang kata yang baru saja ia dengar.

Baekhyun mengangguk. "Iya, apa noona tahu bagaimana cara menyembuhkan orang autis?"

Taeyeon menggeleng. Baekhyun menghela nafas sedih. "Tapi Baekhyun-ah, kenapa kau ingin tau cara menyembuhkan orang autis? Memangnya siapa yang autis?"

"Em... seorang teman..."

"Siapa?" Taeyeon tampak begitu penasaran.

"Itu..." Baekhyun sendiri ragu untuk menceritakan kalau putra keluarga Park –yang terkenal sebagai salah satu CEO terkenal di negara ini– adalah autis. Bukankah hal ini adalah rahasia? Iya kan?

"Aku pulang!" teriakan seorang pria terdengar dari pintu depan.

"Itu kakakku," Taeyeon memberi tahu saat Baekhyun bertanya padanya. Hanya selang beberapa detik, Heechul sudah ikut bergabung dengan mereka di ruang tamu keluarga Kim.

"Ouh, Uri Baekhyunie~" seperti biasa, Heechul selalu berlebihan menyapa orang-orang tertentu. "Sudah tiga tahun aku tidak melihatmu, dan kau tumbuh semakin cantik." Ia mencubit pipi Baekhyun –yang dibalas dengan ringisan oleh pemuda mungil tersebut. "Aku suka warna rambut magenta-mu."

"Ini palsu hyung," Baekhyun membenarkan. "Lagian mana mungkin aku memanjangkan rambutku seperti perempuan begini?" Baekhyun memang belum mengubah dandanan perempuannya sejak ia keluar dari tempat Chanyeol.

"Ooh... sayang sekali. Kupikir ini asli, dan kau baru saja pulang ke korea setelah melakukan operasi transgender di China," Heechul sengaja menggodanya.

"Yach! Hyung!" Baekhyun merengek. Heechul dan Taeyeon tertawa.

"Jadi, bagaimana?" Heechul mengarahkan ke topik baru. "Aku sudah dengar dari Taeyeon tentang misimu untuk mendapatkan mobil baru."

"Dia belum berhasil sampai sekarang, oppa." Taeyeon yang menjawab.

"Kenapa?" Heechul menatap Baekhyun. "Kukira, orang sepertimu pasti akan sangat gampang membuat si Chanyeol itu kesal setengah mati."

Baekhyun mengernyit. "Kau mengenal Chanyeol, Hyung?"

Heechul mengangguk. "Tentu saja. Park Chanyeol, bukan? Dia itu siswa ternakal di sekolah tempat aku mengajar."

"Ternakal?"

"Iya. Mentang-mentang sekolah itu milik keluarganya, dia dengan teman-temannya itu selalu berbuat seenaknya di sekolah. Benar-benar angkuh dan sombong."

"APA?"

.

.

.

.

.

.

"Namanya Byun Baekhyun." Leeteuk memberikan sebuah foto lagi pada Chanyeol di hadapannya. "Dia salah satu saudara tirinya noona Krystal."

Chanyeol mengambil foto tersebut, matanya menatap lekat foto seorang pemuda yang baru keluar dari taksi.

"Dan dia seorang laki-laki, tuan muda..."

.

.

.

.

"Sialan!" Baekhyun dan Chanyeol mendesis secara bersamaan di tempat yang berbeda.

.

.

.

.

~ L 3 Y ~

Lie to You

Love for You

Life with You

_o0o_

.

.

.

To Be Continue

.

.

.

_o0o_

Review?

~Sayaka Dini~

[11 Agustus 2014]

.

.

.

.

.

_o0o_

Thanks for Reviewer

_o0o_

Balasan Review dari Chap sebelumnya::

Special Bubble :: hehehe... iya, ini udah diupdate~ :D

exoel :: liat aja nanti konfliknya kayak gimana, moga gak bikin pusing readernya... :)

0308benedictio :: Pastinya donk, Chanbaek pasti bersatu... :D

Ovihyunee :: hehehe, makasih~ :D

Meongmungee :: yup. semangat! :D

srhksr :: Chanyeol memang benaran autis dari sononya #plaak# eh, becanda... panggil apa aja boleh~ :D

Guest (1) :: iya, ini udah update~ :D

elgayunita :: hahaha, yah, kita liat tindakan Chanyeol selanjutnya d chap depan... :D

fida :: Makasih... :D

Baekhyun92 :: tentunya Baekhyun sangat cantik~ :D

meliarisky7 ;: buat Chan suka Baek? ooh, tenang aja, itu memang sudah jd tujuanku.. :D

Jung Ri Young :: yup, ada love triangel nanti, liat aja nanti siapa... :D

Sniaanggrn :: Chanyeol memang pintar akting d sini~ :D

chanbaekship :: makasih... moga bisa lebih greget lagi... :D

Marry Cho :: Terimakasih~ :D

ndha exo-l :: hehehe, makasih banyak... :D

sweetyYeollie :: ini udah diupdate~ :D

tanpanama :: iyaaa... makasih :D

mpiet lee :: annyeong reader baru~ :) bener banget, tampang Chanyeol emang udah autis dari sananya, lol, #plaak

rezztu yutha :: saya gak nonton TLP! Gak ada waktu ke sana... hiks... tapi moga aja ada Chanbaek moment di sana nantinya.. :D

Rizsasa :: iya nih, aya agak bandel.. #getok kepala sendiri# kalau ada waktu sy coba terusin semua kok.. :D

Chankaish :: Iyaaa... :D

Thirteenapril :: nanti di chap depan pasti akan terlihat reaksi mereka masing2..:D

Welcumbaek :: Makasih~ :D

aquariusbaby06 :: eh keburu sahur? Hahaha... :D

bubblechanbaek :: nanti kalau ada waktu, yg S3 sy coba lanjutin... :)

baekbee :: Makasih~ :D

chankaish :: moga aja beneran seruu, makasih... :D

Zelo ChanBaek :: hahaha... chara Chanyeol udah OOC banget dah disini.. :P

chanB :: Makasih~ :D

sunsehunee :: ada singkatan 3-nya terus yah? Itu murni karena saya pengen aja. #plaak

hwangpark106 :: untk orang2 yg gk nerima gay, udah biarin aja... yg penting kita bisa hepi dg cara kita sneidiri (?)

myhunhann :: Makasih~ :D

indaaaaaahhh :: yup, semangaaat! Makasih~ :D

ncarcheda :: hahahaha.. iya juga yah, saya sendiri baru sadar kalau nanti giliran Chanyeol yang bakal ragu buat ngaku kalau dia G-G-Gay.. lol. Iya, saya usahain update rutin~ wassalam.. :)

shxley :: "Baekhyun sama Krystal cuma sering bertengkar apa saling membenci juga?" nah, yang itu tergantung dari jalan ceritanya seperti apa nanti.. :)

shantyy9411 :: kehidupan Baek di China nanti juga akan terungkap di chap tertentu.. :D

Janesbgr :: Annyeong reader baru~ Makasih~ :D

Re Tao :: Tenang, aku ndiri jg gak mau ngebuat Baek lama2 jadi cewek, kayak kurang seru aja menurutku.. :p

Mayumi sheena :: Moga fanfic baru ini bisa diterima~ :D

Majey Jannah 97 :: hehehe... tunggu aja Chanyeol pasti akan kena getahnya juga... :D

Maurine Lau :: iya, tampangnya sendiri aja udah idiot.. lol. #plak

Leekyukie :: di chap depan akan ketahuan semua~ :D

Meriska-Lim :: hohoho... tau aja... :D

Mela querer chanBaekYeol :: iih lucu deh, manggil Chanyeol dg abi dan Baekhyun dg ami... :D

im kirin :: maaf kalau nama itu mengganggu, saya gak punya pilihan lain lagi sih... mian..

arvita kim :: aduh eonn... sepertinya sedikit salah tafsir, coba liat di prolog awal, di sana ada ercakapan Baek dan Krystal yang menyatakan kalau ibu Krystal itu adalah ibu tiri Baek...

Guest (2) :: hahaha, saya sendiri gak tahu dengan sinetron yg anda sebut itu, (jarang nonton tv nasional #plaak)

Uchanbaek :: wah, bisa ketebak juga kalau Chanyeol pura2 autis.. lol.. makasih koreksinya, sy jadi bisa memperbaiki chapter selanjutnya.. :D

park baekyeol :: Makasih~ :D

DinAlya :: tenang... Baekyeol/Chanbaek akan tetap jadi yang pertama... :D

ChanBaekLuv :: udah jelas di atas kan, siapa yang nikah siapa... :)

Dororong :: Annyeong Dororong~ :) Makasih... :D

ByunCaBaek :: hahaha... kalau dipikir, emang mending Chanyeol autis lebih baik #plaak

Oh Lana :: hahaha... janda.. #tawa ngakak #plaak #

Babies BYUN :: maaf kalauleader SNSD itu mengganggu, tapi tenang aja, fanfic ini tentang Chanbaek/Baekyeol... :D

Parklili :: yup. Makasih~ :D

Neli shawolslockets :: iya, ini udah update lagi.. :D

alfi lee :: iyaaa, semangat! Makasih~ :D

parkbyunie :: ini udah diupdate~ :D

NaturalCandy1994 :: Ahh, senengnya dibilang kreatif... #peluk sayang#

Followbaek :: reaksinya akan ada di chap selanjutnya~ :D

CB11270506 :: MAKASIH BANYAK! :D

Kim Bo Mi :: siiip... :D

vitCB9 :: Chanyeol yang sombong pasti akan kemakan omongannya sendiri.. :D

skyura :: siapakah kamu? Maaf, sy mmg org pelupa #plak#benturkankepala ke tembok# biar gak jadi cewek Baek udah cantik, apalagi klo dandan jd cewek.. :D

bbaek :: nasib Baekhyun? Emm... moga aja selamat... #smirk#plaak

cesa juniva :: Siipp... :D reaksinya di chap depan~

naranari2 :: wah, sy terlalu sibuk, gak bisa update 12jam sekali... #tepar duluan

Peterbyeol0627 :: Annyeong reader baru~ :D seperti ciri khas-ku tentang fanfic Chanbaek, pasti ada fluff, tapi yg di sini juga paasti nyelinep angst-nya juga nanti... :D tentu sja ini Chanbaek/Baekyeol! :D

Istrinya baekhyunexok :: nanti juga ada penjelasan lebih detail, kenapa dia begitu benci gay.. :)

Pepero :: moga aja ff ini beneran unik.. :D

Oh anna23 :: hehehe,, moga bisa menikmati keautisan Chanyeo di ff ini selagi dia masih bisa akting.. lol.. :D

Baekhugs0420 :: Pasti bakal ada fluff, tau sendiri kan ciri khasku dalam perfanfictan(?) Baekyeol/Chanbaek... tapi yg kali ini nanti jg ada angst-nya.. :D

Nopiefa :: masa gak berani berspekulasi, sapa tahu aja nanti ketebak.. :D

Shouda Shikaku :: Yup, ini fanfic dengan plot satu, awalnya memang pengen ambil Sulli, tapi akhir2 ini sy lebih tertarik dg Krystal, jadi diganti deh.. :D maaf kalau KTY tetep nongol, ini demi jalan cerita, tapi tenang aja, main cast tetep Chanbaek! :D

Bumble Bee Baek:: nanti klo ada waktu S3 juga akan dilanjutkan kok... :D

ViviPExotic46 :: hehehe... makasih~ :D

Jung Jisun :: Pertunangannya batal? Hmm... kita lihat saja nanti.. #smirk

nadyadwiandini10 :: tuh... akhirnya mereka berdua (saling) ketahuan juga.. :D

VS-125 313 :: kemarin update cepat karena yg diawal cuma prolog... emang sengaja dibikin banyak misterinya... biar makin penasaran.. :D

Baekhimchan :: hehhehe... makasihz.. :D

Istrinya baekhyunexok :: siip.. :D