Fate Knows Our Name
Chapter 3
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis ide yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Supernatural
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu, Yoosu and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
"Yunho ssi" panggil Jaejoong saat keduanya berjalan dari jembatan danau menuju taman keluarga Park dekat danau. Tempat diadakan jamuan kecil untuk perayaan pernikahan mereka.
Yunho berhenti, menatap namja cantik yang kini menggigit keras bibirnya terlalu gugup untuk berbicara.
"Tidak perlu gugup. Kita sudah menjadi suami istri"
"Saya tahu kemarin adalah hari terakhir dari waktu yang diberikan. Tetapi saya malah tidak ke tempat Anda dan…"
"Kita sudah menikah. Itu adalah yang terpenting. Kau akan tinggal bersamaku seperti para istri pada umumnya."
"Anda telah banyak membantu saya dan adik saya. Terlalu banyak dan mungkin saya tak dapat mengembalikan semuanya"
"Kalau begitu, bisakah kau mengembalikannya dengan mencintaiku selayaknya seorang istri kepada suaminya?"
Jaejoong terdiam. Mata Doenya kini bertemu dengan dengan manic musang yang menatapnya teduh.
"Yunho ssi, apakah aku pantas mencintai dan menjadi istrimu?"
"Tentu saja" Jawab Yunho cepat. Tangannya terangkat menyentuh pipi Jaejoong.
"Dirimu lebih dari sekedar pantas" lanjutnya.
Melihat sosok cantik yang kini resmi menjadi istrinya terlihat tenang dan tidak segugup sebelumnya. Yunho tidak melewatkan kesempatan itu. Mengecup pelan bibir semerah cerry yang selalu dimimpikannya selama 78 tahun. Bibir yang dirindukannya untuk dapat dikecup kembali. Jaejoong tak memberontak saat bibir berbentuk hati itu membelai bibirnya lembut. Wajahnya memerah hingga ke leher, jantungnya berdetak tak beraturan.
.
.
"Jonngie?" Junsu menghampiri Jaejoong yang duduk di salah satu meja. Keduanya sangat akrab bahkan Junsu memanggilnya dengan nama panggilan yang dulu pernah Halmonie Kim berikan padanya ketika masih kanak-kanak.
Junsu duduk di samping Jaejoong. Memperhatikan tingkah Jaejoong yang terlihat sedikit aneh. Junsu mengerti pernikahan ini begitu mendadak bagi Jaejoong. Jujur dirinya juga sangat terkejut saat Appa mertuanya memberi kabar bahwa akan diadakan acara pernikahan di kediaman Park. Terlebih saat mengetahui calon pengantin Jung Yunho itu adalah Jaejoong. Jaejoong memang pernah mengatakan bahwa dirinya akan menikah tapi sungguh Junsu tak sedikitpun menyangka bahwa calon suaminya adalah Jung Yunho.
"Waeyo?"
Jaejoong tak langsung menjawab. Mencoba menenangkan dirinya sebelum akhirnya menjawab dengan sedikit terbata.
" Su..Suie Hyung, wajahku panas dan jantungku tidak mau berdetak normal"
Junsu mengamati Jaejoong. Benar wajahnya memerah parah. Tangannya tidak berhenti memegang dadanya.
"Apa terjadi sesuatu? Kau sakit?"
"A..ani. Ng…hal ini terjadi setelah Yunho ssi menciumku.."
Blush
Wajah Jaejoong semakin merah melebihi kepiting rebus ketika mengingat kejadian itu. Junsu yang mendengarnya tersenyum geli. Jaejoong pernah menceritakan bahwa dirinya tidak pernah menjalin hubungan asmara atau kontak badan yang mengarah ke intim. Diusianya yang menginjak 19 tahun, Jaejoong masih sangat lugu tentang hal-hal seperti itu. Dan Junsu sangat bahagia, Rupanya Jaejoong sedang jatuh cinta dengan Namja yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
Kemudian Junsu melihat Jaejoong yang terlihat sangat tidak nyaman menngerakkan kakinya. Dan Junsu hanya dapat menghela nafas saat menyadari apa yang dikenakan Jaejoong. Sepasang High Heel. Tentu saja sangat pas di kaki Jejoong yang ramping dan jenjang. Tapi Jaejoong adalah seorang namja dan ini adalah pengalaman pertama Jaejoong mengenakannya. Umma mertuanya itu benar-benar...
"Joongie, apa kau sangat tidak nyaman dengan Heel nya?"
"Ne, tapi kata Hyorin ssi aku harus mengenakannya agar tidak membuat Yunho ssi malu"
"Umma hanya bercanda. Tunggu disini ne, akan kuambilkan alas kaki yang lebih nyaman"
Junssu berjalan cepat meninggalkan Jaejoong. Sepeninggalan Junsu, Jaejoong memperhatikan Heelnya sebentar. Jaejoong melepaskan heelnya dan dengan sabar menunggu kedatangan Junsu.
"Jaejoong ssi!" Hyorin memanggilnya sambil melambaikan tangan mengisyaratkan Jaejoong untuk mendekat. Jaejoong tersenyum ramah kemudian berjalan mendekati Hyorin yang berdiri bersama beberapa anggota keluarga Park lainnya. Jaejoong sudah berusaha berjalan dengan hati-hati. Namun rupanya kecerobohan lebih menang dari kehati-hatian seorang kim Jaejoong. Jaejoong menginjak ujung kimononya, membuat keseimbangannya goyah dan akhirnya terjatuh menimpa susunan gelas kristal yang terletak tak jauh darinya.
Prang!
Jaejoong yang terlalu kaget dan panik tanpa sengaja bergerak dan kakinya yang tanpa alas kaki itu menginjak pecahan gelas kristal. Jaejoong menggigit bibirnya dan air mata menggantung disudut kedua matanya. Berusaha menahan perih di kaki kanannya.
.
.
Kyuhyun tak pernah menyukai tempat asing. Kyuhyun memutuskan mencari tempat duduk dan mengeluarkan psp butut miliknya setelah sebelumnya selalu mengawasi Hyungnya. Melihat Hyungnya sudah ditemani oleh Junsu dan pasti terhindar dari kekacauan yang akan diakibatkan oleh kecerobohan Hyungnya. Kyuhyun terlalu larut dalam permainan dalam psp dan tidak menyadari bahwa sepasang mata dari namja berpostur jangkung yang tak pernah lepas mengawasi gerak-geriknya.
Changmin tak mampu untuk tidak tersenyum geli saat melihat keasyikan Kyuhyun memainkan psp model lama yang hampir tak berbentuk karena case yang memang sudah rusak parah. Psp yang sebenarnya tak layak dimainkan itu menjadi begitu hidup di tangan Kyuhyun. Namun bukan itu hal yang membuat seorang Changmin mengacuhkan hidangan makanan lezat di meja makan yang biasanya tak dapat ditolaknya. Berbagai ekspresi wajah Kyuhyun lah yang benar-benar mengalihkan dunianya saat ini. Eskpresi saat cemberut atau marah saat kalah, senyum sadis dan terkesan evil saat sedang mengincar lawannya di dalam game. Dan tawa girang saat dirinya menang.
Diakuinya tak pernah ada sesuatu yang benar-benar dapat merebut perhatiannya dan obsesinya terhadap makanan. Dalam kondisi darurat seperti terjepit di badan mobil saat mengalami kecelakaan, dirinya akan menghabiskan makanan yang dibawa di dalam mobil terlebih dahulu baru berusaha untuk keluar dari sana sebelum mobil itu meledak. Namja di depannya ini benar-benar menarik. Dan tentu saja akan menjadi target obsesi selanjutnya. Tumbuh dibawah pengawasan Yunho membuatnya sedikit tertular sifat aneh orang yang membesarkannya itu.
Bila sudah memegang psp kesayangannya, Kyuhyun tak akan pernah mempedulikan apapun baik dirinya atau sekitarnya. Kerena itulah Kyuhyun selalu memastikan Hyungnya aman dari kekacauan sebelum bermain. Bahkan kini perutnya sedang berbunyi minta diisipun Kyuhyun tidak peduli.
Changmin yang sejak tadi memperhatikan dan berada didekatnya tentu mendengar bunyi itu. Melihat bahwa Kyuhyun tak ada tanda-tanda bergerak untuk mengambil makanan, Akhirnya Changmin berjalan menghampiri meja jamuan. Berbicara dengan Hyorin sebentar kemudian mengambil banyak jenis makanan dalam satu piring hingga menggunung. Merasa cukup Changmin kembali berjalan mendekati Kyuhyun. Namja chubby itu masih sibuk dengan pspnya.
"My Kyu AAA" Ucap Changmin yang telah menyodorkan sendok penuh dengan pasta.
Kyuhyun reflek membuka mulutnya karena terlalu focus dengan psp. Barulah saat makanan itu sudah memenuhi mulutnya. Kyuhyun tersadar dan menatap tajam namja sok akrab yang dengan lancangnya memanggilnya My Kyu itu. Tatapan yang tidak mempan pada Changmin yang kini dengan santainya melahap pasta dengan piring dan sendok yang sama. Kyuhyun berniat untuk meneriaki namja jangkung itu saat sebuah suara mencuri perhatiaanya.
Prang!
Kyuhyun menoleh ke asal suara dan mendapati Hyungnya berdiri tak jauh darinya dengan telapak kaki kanan berdarah karena menginjak pecahan gelas.
"Hyung..."
Kyuhyun sudah berniat berlari untuk menghampiri Hyungnya, tapi langkah Kyuhyun terhenti karena seseorang telah mendekati Hyungnya terlebih dahulu. Seseorang dengan tubuh tegap dan mata musang menggendong Jaejoong ala bride style dengan hati-hati membawanya meninggalkan tempat itu. Kyuhyun melihat apa yang Yunho lakukan murni karena kekhawatiran. Keduanya memang tak pernah bertemu sebelumnya namun kyuhyun dapat melihat cinta yang begitu besar dimata Yunho kepada Hyungnya. Dan saat itulah Kyuhyun menyadari bahwa mungkin Hyungnya telah menemukan orang yang tepat. Seseorang yang menerima Jaejoong satu keseluruhan. Dengan segala kekurangan Hyungnya yang lebih dominan.
.
.
Jaejoong sedang duduk di bed kamar Yunho di kediaman Park. Telapak kaki kanannya sudah mendapat perawatan dari Yoochun dan kini sudah terbalut rapi dengan kain kassa.
"Bagaimana? apa masih terasa sakit?" tanya Yunho yang kini duduk berjongkok didepan Jaejoong.
"A..ni. Gumawo Yunho ssi"
"Kau istriku sekarang tentu aku akan menjagamu tanpa kau minta." Sahut Yunho yang kini masih memandangi wajah istri barunya itu. Membuat wajah Jaejoong kembali merona.
Perlahan Yunho meraih kaki kanan Jaejoong yang terluka. Menundukkan kepalanya dan mengecup pelan tepat di mata kakinya.
"Yunho ssi..."
"Aku akan bersabar menunggu malam pertama kita sampai kaki ini sembuh"
Pernyataan itu sukses membuat wajah Jaejoong semakin merona.
"Aku tahu besok adalah adalah hari pertama Kyuhyun masuk asrama Shinki Academy. Tentu kau ingin menghabiskan malam bersamanya. Tapi kakimu sedang terluka dan aku tak akan pernah mengijinkanmu pergi. Malam ini kau akan menginap disini bersamaku. Tenang saja, Changmin akan menemaninya malam ini."
"Bisakah besok aku tetap mengantarnya. Hanya sebentar."
"Ne. Tentu saja"
.
.
"Aku tahu Anda bukan manusia Yunho ssi" kata Kyuhyun saat sedang berdua saja di koridor di depan kamar Yunho.
Yunho yang ingin membuka pintu kamarnya, berhenti dan berbalik untuk menatap Kyuhyun.
"Aku mengetahui dimana Yoona tinggal sejak lama"
"Yoona, nama Umma kalian"
"Bagiku dia hanyalah seorang Yeoja biasa yang bernama Yoona. Saat itu usiaku 7 tahun ketika Halmonie meninggal dan kami diusir dari rumah karena Yoona telah menjualnya tanpa ijin. Aku sangat marah saat itu. Aku berlari ke apartement tempatnya tinggal namun tak menemukannya disana. Kemudian aku pergi ke club tempat dirinya bekerja. Tentu tidak ada yang membiarkan anak kecil sepertiku masuk dan menemui yeoja itu. Namun aku cukup panjang akal untuk menyelinap. Kemudian disebuah ruang VVIP aku melihatmu menyerang yeoja itu, mengoyak lehernya dan menghisap darahnya kasar"
"Yoona, dia mengatakan hal yang membuatku marah dan membuatku lepas kendali. Mengatakan bahwa dia membuang anaknya dan menurutnya hanyalah sampah dalam hidupnya. Dia juga bercerita telah menjual rumah Ummanya dan menertawakan nasib kedua anaknya yang pasti kebingungan akan tinggal dimana. Ya aku membunuhnya. Apa kau membenciku karenanya?"
"Ani. Jujur aku sangat senang sekali saat kau melakukannya. Ne, dirimu memang monster tapi disisimulah Hyung dapat meraih kebahagian. Aku sudah lelah melihat Hyung berjuang sendiri melawan segala kekurangan dan lingkungan masyarakat yang memandangnya sebelah mata. Aku sudah berusaha membantunya tapi tak berpengaruh banyak. Dirimu adalah sosok yang mungkin dapat menjaga dan menjadi tameng atas penderitaan yang selama ini melukainya. Kerena itulah aku merelakan Hyung padamu"
"Kumohon jagalah Hyungku" lanjut Kyuhyun sambil membungkuk hormat
.
.
Yunho menutup pintu kamar dengan perlahan karena tak ingin membangunkan Jaejoong yang kini telah tertidur. Setelah memastikan pintu terkunci rapat, Yunho segera menyusul istrinya. Berbaring disebelah istrinya yang sudah mengganti pakaiannya dengan piyama. Perlahan Yunho mengusap rambut Jaejoong dan mengecup tengkuk istrinya lembut.
"Mianhae Boo, karena Tuhan telah berbaik hati mempertemukanku dengan Ummamu. Ummamu telah menceritakan tentang anak-anaknya. Bila saja dulu aku mencari dua anak yang dia ceritakan setelah membunuhnya. Mungkin kita akan bertemu lebih awal dan dirimu tak akan mengalami semua ini. Tapi jangan khawatir Boo, setelah ini aku akan selalu menjagamu dan tak akan pernah melepaskanmu walaupun kau memohon. Sudah cukup selama 78 tahun aku tidur tanpa dirimu dalam dekapanku. "
Yunho memeluk tubuh Jaejoong dengan posesif dan menghirup wangi vanila yang sudah sangat familiar dihidungnya. Namun berusaha keras agak tidak membuat Jaejoong sesak dan terbangun. Kemudian ingatan Yunho kembali ke 78 tahun yang lalu, cerita dimana perpisahan itu berawal.
Yunho terlahir di salah satu keluarga kemiliteran di Jepang. Jung Sooyoung, Umma Yunho adalah bangsawan dari kerajaan kecil di korea yang menikah dengan salah satu jenderal Jepang. Namun Sooyoung meninggal dunia setelah melahirkan Yunho, ditahun yang sama saat Semenanjung Korea jatuh di dibawah Kekaisaran Jepang.
Sebagai seorang Yamada. Yunho terdidik menjadi sosok bertangan besi, arogant dan kejeniusan yang sudah menjadi ciri khas keluarga Yamada yang selalu melahirkan seorang Jenderal besar di setiap generasinya.
Di Semenanjung Korea, Yunho terkenal sebagai sosok yang sangat kejam, keras dan dingin. Dirinya menjadi orang nomor satu yang dibenci oleh rakyat Korea. Dan Seorang Yunho pada kala itu tidak mempunyai belas kasihan sama sekali. Hasil didikan Sang Kakek. Kekecewaan Oguchi Yamada terhadap Ayah Yunho yang mengundurkan diri dari kemiliteran Jepang paska kematian istrinya dan Kebencian pada Sooyoung, membuat Oguchi mendidik Yunho terlalu keras tanpa menyadari bahwa ia telah membekukan hati nurani cucunya. Menghilangkan sisi kemanusiaan Yunho.
Ditahun kedua setelah kedatangan Yunho di Korea di bawah perintah kaisar Jepang untuk memimpin salah satu wilayah di Semenanjung Korea, terjadi hal yang mengubah hidupnya. Hari itu ketika Yunho sedang menyisir area tepi Sungai Han, Yunho menemukan sesosok yang terhanyut. Sosok yang mengalihkan dunianya sehingga tanpa sadar Yunho terjun ke dalam arus deras Sunga Han untuk menyelamatkannya. Kemudian membawanya ke kediaman pribadinya.
Sosok yang memilki tubuh ramping, kulit seputih salju, rambut sehitam malam, berbibir tebal semerah cerry dan bermata Doe. Sosok yang ternyata kehilangan semua ingatannya. Bahkan namanya sendiri. Jaejoong adalah nama yang terlintas cepat dalam benaknya ketika itu. Nama yang tanpa sadar dia berikan ketika memandang wajah yang entah kenapa mampu memberikan kehangatan pada hatinya yang sudah lama beku.
Jaejoong memberikan pengaruh yang sangat besar pada Yunho. Jaejoong yang lembut dan baik hati sudah memikat hati dan jiwanya dengan segala daya tarik maupun kekurangannya. Yunho memang tak mengenal apa itu cinta saat itu, yang Yunho tahu dan sadar sepenuhnya bahwa dirinya tak dapat hidup sempurna lagi tanpa Jaejoong disisinya. Yunho sangat takut kehilangan Jaejoong, Karena itulah Yunho tak pernah mengijinkan Jaejoong keluar dari kediamannya. Dan Jaejoong tak pernah mempertanyakan larangan Yunho. Hingga suatu hari Jaejoong merasa bosan dan sangat ingin melihat dunia luar. Tanpa sepengetahuan Yunho dan orang-orang yang selalu menjaganya.
Awalnya Jaejoong sangat bahagia saat melihat pemandangan alam sekitar kediaman Yunho, tapi senyum cerianya menghilang ketika dirinya berjalan semakin menjauh dan mendapati keadaan rakyat negerinya yang begitu menderita dan menyedihkan. Suatu kejadian yang disaksikannya dan menyesakkan hatinya adalah ketika ada seorang balita yang menangis memanggil Ummanya, namun Sang Umma tidak menjawabnya semua panggilanya. Sang Umma telah meninggal. Seorang warga mengatakan padanya bahwa Yeoja itu sudah tidak makan beberapa hari karena makanan yang dia dapat selalu diberikan kepada anaknya sedangkan suaminya sudah meninggal akibat perang.
Tak lama kemudian, Yunho berhasil menemukannya dan membawanya pulang. Namun sejak saat itu Jaejoong tak pernah seceria sebelumnya. Setiap saat hanya menangis karena selalu terbayang nasib tragis rakyat negerinya. Selalu menangis dan tak pernah makan sedikitpun. Walaupun Yunho memohon padanya, Jaejoong tak akan pernah membuka mulutnya ketika Yunho hendak menyuapinya. Hal yang terjadi beberapa hari. Kemudian Jaejoong jatuh sakit. Yunho ingat malam itu beberapa menit sebelum Jaejoong meninggalkannya untuk pergi ke alam berbeda. Jaejoong akhirnya bersedia berbicara denganya.
"Kau selalu baik padaku dan aku sangat mencintaimu, tapi bagaimana mungkin aku dapat bahagia dan tersenyum sementara di luar sana banyak orang yang sebangsa dan sedarah denganku sangat menderita dan selalu menangis. ?"
"Bila aku dapat membuat mereka dan negri ini tersenyum apa kau akan kembali seperti kau yang biasanya. Aku ingin melihat lagi Boo ku yang sangat ceria. "
"Ne. Bila kau bisa membuat negri ini tersenyum, meskipun aku pergi aku akan memohon kepada Tuhan agar dapat bertemu lagi denganmu apapun konsekuensinya"
"Baiklah. Aku akan melakukannya untukmu. Aku berjanji akan membuat mereka tersenyum"
Jaejoong tersenyum sesaat, kemudian matanya menutup perlahan.
"Yunie, Saranghae..." bisikan itu adalah hal terakhir yang Yunho dengar. Karena setelah itu Jaejoong tidak pernah bersuara lagi. Jaejoong tidak pernah terbangun. Jaejoong telah meninggalkannya tanpa memberinya kesempatan untuk membalas pernyataan cintanya.
Kepergian Jaejoong adalah pukulan besar bagi Yunho. Yunho tak pernah keluar dari kamarnya, hanya menangis dalam diam sambil memeluk kimono kesayangan Jaejoong. Kesedihan mendalam akhirnya membuatnya kehilangan kewarasanya dan membunuh hampir separuh prajurit di kediamannya.
Dua tahun lamanya, Yunho menjadi gila. Keadaannya begitu memprihatinkan dengan tubuh tidak terurus. Sebelum akhirnya Yunho bertemu dengan Park Ji Sub. Tidak seperti orang lain yang takut kepada Yunho yang saat itu tak terkendali dan membunuh siapapun yang mendekatinya, Ji Sub malah mendekati Yunho dan mengajaknya berbicara. Mendengarkan apa yang dibicarakan Yunho dan dapat mengimbangi Yunho ketika mengamuk. Ji Sub lah yang membantu Yunho mengembalikan kewarasanya dan memberikan alasan untuk tetap hidup. Bahwa dia harus membuat negri yang di cintai Jaejoongnnya tersenyum agar Jaejoong kembali dalam dekapannya lagi. Sejak saat itu Yunho menanggalkan marga Yamada dan menggunakan marga ibunya. Terlahir kembali sebagai Jung Yunho dan membantu Ji Sub yang saat itu memimpin sekelompok pemberontak melawan pemerintahan Jepang di semenanjung Korea.
Tambahan Yunho dalam kelompok itu membuat pergerakan mereka meningkat dan membuat pihak Jepang kerepotan. Hideyaki Takizawa, Jenderal pengganti Yunho mengetahui keberadaan Yunho di kelompok itu. Sempat menemui Yunho secara pribadi untuk membujuknya agar kembali ke kemiliteran Jepang dan berulang kali berusaha membunuh Yunho namun tidak pernah berhasil. Setelah beberapa kali kegagalan dialaminya, Takizawa akhirnya mengeluarkan rencana liciknya. Menyusupkan anak buah keturunan korea ke dalam kelompok Yunho dan memasukkan racun kutukan ke dalam minuman Yunho.
Racun kutukan yang akhirnya membunuh Yunho. Yunho sudah mati, itulah yang Ji Sub pikirkan saat menemukan Yunho tergeletak di markas mereka tanpa detak jantung. Mereka mengubur jasad Yunho, tanpa tahu bahwa sebenarnya Yunho masih hidup. Yunho berhasil keluar dari pendaman tanah yang menguburnya dengan mudah. Tanpa dia sadari bahwa tubuhnya telah berubah. Bahwa dirinya bukan manusia sepenuhnya. Kemudian ketika malam bulan baru tiba, rasa Haus hebat melandanya. Sebanyak apapun Yunho minum, rasa hausnya tak berkurang sedikitpun. Ketika tanpa sengaja dirinya melihat seorang warga terluka, pikiran Yunho menjadi liar tak terkendali dan tanpa sadar menerjang orang itu menghisap darahnya sampai habis. Setelah kejadian itu Yunho mulai berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya. Kemudian Yunho menyadari bahwa rambut dan kukunya tidak pernah memanjang sejak kejadian penguburan dirinya. Jantungnya sudah berhenti berdetak. Dirinya bukanlah manusia lagi.
Bertahun-tahun kemudian Yunho sudah terbiasa dengan tubuh barunya dan pengendalian dirinya. Yunho kembali bergabung dengan Ji Sub dan kelompoknya. Awalnya Ji Sub sedikit takut dengan kehadiran Yunho yang dia tahu sudah mati itu. Namun penjelasan Yunho membuatnya tak takut lagi, bahwa Yunho bukan ancaman baginya. Keduanya kembali berteman baik bahkan saat Ji Sub meninggal dan Yunho berjanji akan menjaga keturunannya.
Bertahun-tahun lamanya Yunho berjuang bersama para pejuang lainnya hingga Negri itu merdeka. Berada di sana saat Perang Korea pecah sampai akhirnya negara itu tumbuh menjadi negara besar dan maju. Banyak peristiwa yang telah disaksikannya. Banyak teman-temannya yang menjadi Tua dan meninggal namun dirinya tak pernah berubah. Tetap beku di usia 28 Tahun.
Janji Jaejoong sebelum meninggal selalu menjadi dongeng sebelum tidur baginya. Tetap percaya bahwa Boo nya akan kembali karena Janji untuk membuat negrinya tersenyum sudah terwujud. Dan penantiannya berakhir sudah ketika hari itu, Yunho hampir menabrak Namja yang berlarian tanpa memperhatikan rambu lalu lintas. Jantung Yunho yang sudah membeku selama puluhan tahun tiba-tiba berdetak saat Yunho menatap mata Doe yang sangat dirindukannya. Yunho keluar dari mobilnya dan berlari kencang mengejar namja itu.
Untuk pertama kalinya setelah 78 tahun,Yunho kembali dapat tersenyum dengan tulus saat melihat dengan pasti wajah namja itu di salah satu koridor rumah sakit. Boo Jaejoongnya sudah kembali untuknya. Boo Jaejoongnya telah menepati janjinya.
TBC
Anyeong, Chapter 3 akhirnya update. Terima kasih banyak buat para readers, yang Review, kasih semangat, fav dan follow cerita ini. Mian ne karena lama banget baru update. Banyak sekali kesibukan dan baru hari ini ada sedikit waktu buat duduk dan nulis fic ini.
Semoga kaliam menyukai chap ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan Batin.
Tetep ditunggu review dan saranya^^
Gamsahamida
Yeye Kyunie^^
