Author Note's: Zuki ucapkan 'banyak' terima kasih pada my Teme yx seenak jidat meneror Zuki tepat jam 12 malam untuk mengApdet ni Fic atu!! =______=''' Tentu saja Zuki sangat berterimakasih kepada Minna-sama yx bersedia mengikuti perkembangan Fic ini. ^^ Bahkan yang bersedia memberikan kritikan membangun, sangat membantu Zuki untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi. ^^ Beribu-ribu kata terima kasih Zuki ucapkan untuk Minna-sama. =) O ya, Bagi Fic2 Minna-sama yang belum Zuki ripiu, GOMEN NE. T.T Tetapi pasti Zuki RnR kok. XD

Reply Review:

Uchiha no Vi-chan: Teme?? Err… Rafel 'kah?? ==a Emang ketinggian sih, DX Habis kalau gax tinggi gax asyik dunx, Ya 'kan?? XD *digeplak* Tadinya memang mau Zuki kasih tirai, tapi takut malah jadi ruwet n Gaje. DX Pipi Gaara terluka karena gax sengaja kena pisau makan yang jatuh, *maksa banget* N kebuka itu maksudnya buat nglepas baju yx kena darah, gitu. XD XD Arigatou atas … ^^

Shazanami Yami: Biar Zuki dapet mengakhiri biar gax kelanjutan jadi rated M. =='' *ngeles mode* *tabok* Iya, =) Mereka ber6 gax nyadar gitu. XD XD Arigatou atas … ^^

L_i_a: Ehehe… =D Untung aja. XD Salam kenal juga, =) Arigatou atas … ^^

Cute-Tamacchan: ?? *nglirik Megu-Nee* XD XD *ditendang Megu-Nee* Arigatou atas … ^^

Light-Sapphire-Chan: XD *nglirik Ripiu di atas* *dikemplang Megu-Nee* Iyah! Dasar Seme! Gax betah jauh2 ma . DX XD Arigatou ats …^^

Nazuki Kyouru: Ehehe~ XD *tampang polos* GOMEN! T.T Zuki gax tahu~ T.T Bukan hanya Nee aja yx ngrasa janggal, Zuki juga gitu kox. ==a Habisnya Zuki bingung mau digimanain. =='' Ya memang begitu sih. XD Arigatou atas … ^^

Fuyuno Hoshi [Yukino Hitohira]: Tiada kata terlambat untuk meRipiu~ XD *copypaste kalimat Author lain* *digaplok sendal* Benarkah? XD Zuki agak bingung mau nyelipin humor. Takut garing gitu. XD Arigatou atas … ^^

Mendy.d'LovelyLucifer: Zuki Usahakan! XD XD Arigatou atas … ^^

Harllot Scord: Yep!! XD Memang Zuki juga ngrasa berlebihan sih… T.T belakangan. XP *disepak Nadh* Entahlah ini romantis apa gax di Chap ini. XD Arigatou atas … ^^

Finen Again: Masih lama sih kalau IchiHitsu, Zuki masih cari2 info mereka dulu. XD Arigatou atas … ^^

Chiaki Megumi: Iya!! XD XD Megu-Nee bersediakah menjadi Gadis itu?? XD * dipanggang Megu-Nee* Arigatou Nee atas ~~ XD XD *peyuk2 Nee* Zuki coba untuk memperbaiki Fic Zuki ini. XD Arigatou atas … ^^

JustRnR: Maksa banget malah. DX Maksudnya sih gax ada yang nyadar. Waktu selisihnya memang sedikit, karena maksud Zuki itu adegan NejiGaa n ShikaKiba itu dalam satu waktu, tetapi Zuki gax bisa secara keseluruhan. =) Arigatou atas … ^^

Sakurako Shiina: Bukan ML sih, kalau iya udah di rated M dunx ini Fic? XD Ini . =) Arigatou atas … ^^

Aozora Quarix: Le-Lemon?? 0.o'' Jika tergoda pasti Zuki buat. Tetapi sih, Fic ini akan bertahan di rated T. =) Arigatou atas … ^^

Yuuzu-Chan krik krik: *nglirik balesan Hito-Nee* XD Itulah para Seme yx gax bisa jauh dari . XD Arigatou atas … ^^

Hana Yuki 210394: Setelah Chap. 4, mungkin Zuki gax bisa ngApdet nih Fic perminggu. T.T Takdir?? XD XD *diKaton* Ehehe… Sebentar lagi juga para Uke akan jatuh ke pelukkan . XD Gax pake' penghalang kox. XD Arigatou atas … ^^

Genseki no Ryota: *death glare a la Kiru* XP Emang maksa Teme~ T.T *peyuk2* Arigatou atas … ^^

WARNING!: AU! GAJE! LEBAY! OOC! –dikit- PENUH PEMAKSAAN ALUR CERITA, YAOI! –gax suka? Tinggalkan halaman ini! XP

***

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance/Friendship

Pairing: SasuNaru. NejiGaa. ShikaKiba.

Rating: T

Story by: Mikazuki Chizuka

Summary: Ternyata adegan berpelukkan mesra tersebut, tanpa sengaja dilihat si ketua Geng Sharingan dari jendela kelas yang terbuka. Entah didorong malaikat atau setan, dengan langkah kesal Sasuke mendekati Naruto, mengharuskan Neji dan Shikamaru mengikuti sang ketua.

OooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

*.#.#.#.*

oOo SEME VS UKE oOo

Chap. 3 (Fakta VS Opini)

-Ruang Bimbingan Konseling [BK]-

"Apa sekiranya yang cocok untuk menghukum mereka berenam ini, Kakashi-sensei?" kata Iruka selaku wali kelas Naruto, Gaara, dan Kiba.

Orang yang dipanggil Kakashi nampak menghela nafas berat, "Kau saja yang memutuskan hukuman untuk mereka berenam," kata Kakashi mendudukkan diri di kursi samping kanan Iruka.

Si Iruka menggeleng, "Tidak, anda saja yang memutuskan," kata Iruka tidak setuju.

Kakashi lagi-lagi menghela nafas, "Baiklah," kata Kakashi melirik ke arah Sasuke, Neji, dan Shikamaru beserta Naruto, Gaara, dan Kiba.

"Sasuke! Neji! Shikamaru! Atas perbuatan memalukan kalian dan berhasil mencemarkan nama baikku sebagai wali kelas kalian, maka kalian bertiga kuhukum untuk bersama dengan Naruto, Gaara, dan Kiba selama satu bulan!" seru Kakashi penuh wibawa.

"Hah?!! Maksudnya apa??" seru mereka berenam secara bebarengan membuat Kakashi yang bersemangat jadi down.

Iruka menghela nafas asal, "Anda kurang menjelaskannya secara mendetail Kakashi-sensei," kata Iruka sweatdrop, "Maksudnya begini, SasuNejiShika akan diberi pekerjaan rumah oleh Kakashi-sensei setelah pulang sekolah, dan kalian harus mengerjakannya dengan NaruGaaKiba selama satu bulan, jadi otomatis kalian akan bersama terus dalam satu bulan kedepan mulai dari besok," jelas Iruka panjang lebar.

"He?!! Kenapa begitu?!!" seru Naruto dan Kiba protes seraya mendapat anggukan setuju dari yang lain.

"Tidak boleh ada yang protes! Atau kalian mau mendapat hukuman lagi?!!" ancam Iruka keras.

'U-uah! My Koi galak juga ternyata,' batin Kakashi bergidik ngeri.

Mereka berenam terdiam, lebih tepatnya tidak berani membantah perintah sang guru yang hampir kalap. Iruka bergerak gelisah sambil berdehem pelan, berusaha agar suasana mulai mencair seiring berjalannya waktu.

"Ghm! Baiklah, mulai besok sampai satu bulan ke depan, saya dan Sensei-Sensei lain akan mengawasi gerak-gerik kalian," kata Iruka menjelaskan lagi, Kakashi mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti, sedangkan keenam pemuda tadi menunduk kesal dan saling menatap lawan dengan sinisnya.

"Sekarang kalian boleh pergi, pulang ke rumah dan jangan keluyuran!" perintah Kakashi menunjuk pintu.

Keenam pemuda ini mengangguk pasrah meninggalkan Kakashi dan Iruka di ruang BK.

Setelah keluar, Naruto langsung mengacungkan jari telunjuk tangan kanannya tepat di wajah Sasuke.

"Ini semua gara-gara kau Teme! Kenapa juga sih, kau harus membantuku??" seru Naruto menyalah-nyalahkan Sasuke.

Tidak terima diperlakukan begitu oleh Naruto, Sasuke menyeringai kecil seraya memegang pergelangan tangan Naruto, beserta mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Naruto, "Yah, setidaknya mendapat pengalaman baru," kata Sasuke.

Mendapati wajah Sasuke yang semakin dekat, Naruto mengambil langkah menampar wajah Sasuke keras, layaknya wanita lagi putus dengan pacarnya. Keempat pemuda yang tersisa berbengong ria melihat adegan telenovela gratis.

"Cih! Aku jadi meragukan gender-mu laki-laki atau perempuan," kata Sasuke dengan nada ragu, serta memegang pipi kanannya yang mulai memerah. Tentu membuat Naruto naik pitam.

"A-apa?!! Kau mau bukti, hah?!" kata Naruto langsung membekap mulutnya dengan wajah terhiasi semburat merah.

'Che, kena kau!' batin Sasuke senang.

Mengabaikan keempat makluk hidup di sekitarnya, Sasuke menyeringai licik, "Mana buktinya? Kalau tidak ada bukti, aku sangat yakin kau itu perempuan, bukan laki-laki," pancing Sasuke.

Naruto menggeram kesal, "Enak saja! Aku laki-laki tulen tahu!!" bentak Naruto marah.

"Sudah Naruto! Kita pulang! Dari pada kita mendapat masalah berurusan dengan orang Sharingan!" seru Kiba mulai risih mendengar desahan-desahan tidak jelas dari dalam ruang BK.

Naruto menggangguk dan mendekat ke arah Kiba, yang berdirinya dibantu Gaara dengan menahannya. Masih ingat kalau kaki Kiba bengkak? Naruto pun juga membantu Kiba, dengan tangan Kiba yang ia kalungkan di lehernya sendiri, persis seperti situasi Gaara. Ketiga anggota Geng Kyuubi langsung berjalan, meninggalkan ketiga anggota Geng Sharingan di belakang. Tapi Naruto menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang seraya menjulurkan lidahnya ke arah Sasuke, dan sosok anggota Geng Kyuubi menghilang di pertigaan koridor.

"Che! Tak kusangka ada permainan baru," kata Sasuke kembali menyeringai licik.

Neji menggelengkan kepala berulang kali, "Oke Sas, sekarang apa yang sedang kau rencanakan dengan otak jeniusmu itu?" kata Neji hiperbolis.

"Permainan kita akan dimulai besok," kata Sasuke melangkahkan kedua kakinya, menyisakan Shikamaru dan Neji yang saling berpandangan.

"Hei Nara, ingatkan aku untuk mencuci otak ketua gila kita ini," kata Neji sebelum mengikuti jejak Sasuke, 'dan ingatkan aku bahwa sebentar lagi aku akan mendapatkan Gaara,' lanjut Neji dalam hati.

"Hah~ merepotkan!" gerutu Shikamaru menuruti langkah kedua temannya.

***

-Kelas XII A-2 SMA N 1 Konoha di pagi hari-

"Gaara!! Kiba!!! Bagaimana dengan nasibku hari ini kalau bertemu dengan si Teme itu!!" seru Naruto panik menggeret-geret baju seragam Gaara dan Kiba, seperti anak kecil yang hampir menangis.

"Ayolah Naruto! Kau ini! Itu juga salahmu sendiri yang mudah terpancing dengan si Uchiha! Dasar bodoh!" desis Kiba menghela nafas pasrah.

Naruto manyun menjitak kepala Kiba, "Kau jahat! Perkataanmu sangat menyakitkan!" bentak Naruto marah, sedangkan Kiba memegangi kepalanya yang sakit.

Gaara yang sedari tadi terdiam manghela nafas pasrah, "Tapi apa yang dikatakan Kiba benar adanya. Sebagai ketua Geng Kyuubi, kau harus lebih hati-hati jika berbicara, dan jangan mudah terpancing," kata Gaara dalam satu nafas.

"Huwee~! Kau juga jahat Gaara!" seru Naruto mengembungkan pipinya.

"Siapa yang jahat Naruto-kun?" kata Shion yang baru saja datang seraya menepuk pundak kiri Naruto pelan.

Naruto menoleh ke arah Shion, seketika itu juga, ia langsung memeluknya, "Huwee~! Mereka semua jahat!" seru Naruto di pundak Shion.

Bagaimana dengan Shion? Ia syok sekaligus senang, dengan percaya diri yang berkelebihan Shion memeluk balik Naruto dengan mesra. Mulut Kiba terbuka lebar dengan kedua mata yang memutih seketika.

Sedangkan Gaara menepuk keningnya pelan, 'Dasar, mengambil kesempatan di dalam kesempitan,' batin Gaara pasrah.

Ternyata adegan berpelukkan mesra tersebut, tanpa sengaja dilihat si ketua Geng Sharingan, dari jendela kelas yang terbuka. Entah didorong Malaikat atau Setan, dengan langkah kesal, Sasuke mendekati Naruto, mengharuskan Neji dan Shikamaru mengikuti sang ketua. Sesampainya di belakang Naruto, Gaara dan Kiba berdiri dari duduknya, saat menerima tamu tak diundang sambil menggunakan status bersiaga.

"Lepas Dobe!" bentak Sasuke menarik paksa tubuh Naruto yang masih berpelukkan.

Naruto mau pun Shion terkejut melihat Sasuke sudah berdiri angkuh di belakang Naruto, "Kau apa-apaan sih Teme?!!" bentak Naruto yang kini telah berhadapan dengan Sasuke.

Sasuke menyeringai licik, "Mana buktinya kalau kau laki-laki tulen?" pinta Sasuke membuat Naruto membatu.

"Bu-bukti?" tanya Naruto gemetar.

"Ya, mana?" pinta Sasuke lagi.

Naruto menjadi salah tingkah, "Ah iya, aku lupa, kalau aku tadi dipanggil Iruka-sensei, sayonara~" kata Naruto asal seraya hendak pergi meninggalkan Sasuke, tapi Sasuke sudah tahu kalau Naruto hanya beralasan, lantas Sasuke menarik tangan Naruto, hingga sang obyek terjatuh di pelukkan Sasuke.

Sasuke yang tak menyia-nyiakan kesempatan, langsung melingkarkan tangannya di pinggang Naruto, hingga sekarang mereka kembali berhadapan, "Jangan menggunakan alasan konyol, Dobe," bisik Sasuke di telinga Naruto.

Naruto yang pada dasarnya sudah panik tak karuan, mengingat tubuhnya yang sangat dekat dengan tubuh Sasuke, tanpa ba-bi-bu lagi Naruto menendang selangkangan Sasuke keras, mengharuskan orang yang bersangkutan refleks melepaskan pelukkannya, seraya memegangi kelemahan terbesar kaum adam.

"GOL!!!" teriak Kiba girang melihat tendangan Naruto tepat mengenai 'adik' Sasuke.

"Ouh, sakitnya…" kata Gaara mengejek sambil pura-pura menutup mata dengan tangannya, aslinya Gaara mengintip adegan memalukan tersebut dari celah-celah jarinya.

Merasa menang, kini Naruto 'lah yang menyeringai licik pada Sasuke yang kesakitan, "Oh… Ternyata kau laki-laki tulen ya? Kukira selama ini kau ini perempuan yang menyamar sebagai laki-laki," kata Naruto penuh dengan nada mengejek. Seluruh isi kelas XII A-2 yang tadinya terdiam ketakutan, kini mulai memberanikan diri berekspresi dengan menyumbangkan senyum geli dan tawa tertahan, sukses membuat Sasuke menggeram marah.

"Awas kau Dobe! Tunggu pembalasanku!" seru Sasuke berusaha berdiri masih memegangi si 'adik', dan berjalan tertatih-tatih meninggalkan kelas Naruto, serta membawa kedua temannya yang tersenyum kecil.

"Awas kau Dobe~ tunggu pembalasanku~" ejek Naruto menirukan perkataan Sasuke, dengan gaya bibirnya yang dimajukan ke depan, berhasil membuat seluruh siswa di kelas XII A-2 tertawa keras hingga bel masuk berbunyi.

***

-Jam Istirahat Di Ruang Kantin-

"Tak kusangka refleksmu bagus juga!" seru Kiba gembira menepuk-nepuk punggung Naruto.

Gaara yang mengingat kejadian tadi pagi langsung terkikik geli, "Kiba benar, sekali-kali kita beri hukuman pada ketua Geng Sharingan yang sombong itu," kata Gaara meminum jus jeruknya.

"Namikaze Naruto gitu lho~" kata Naruto membanggakan diri. Dengan perasaan senang, Naruto menyumpit mie ramennya dan memakannya, "Lain kali aku akan mengerjainya lebih dari ini, aku belum puas atas perlakuan mereka terhadap kita. Yah, walaupun tak dapat kupungkiri kalau mereka juga membantu kita," kata Naruto mengelus-elus lengan kirinya yang masih diperban. Melihat itu, Gaara mengelus pipi kirinya yang terlapisi handsaplas, sedangkan Kiba memandang kakinya yang kemarin sempat membengkak.

"Seharusnya kalian berterima kasih bukan merencanakan kejahatan untuk kami."

Nafas Naruto tercekat ketika mendapati pisau kecil teracung lagi di lehernya.

Gaara yang hendak menolong Naruto, terpaksa terhenti karena tangan seseorang mengunci lehernya, begitu pula Kiba juga tidak bisa bergerak, dikarenakan kedua tangannya dipegang layaknya diborgol ke belakang.

"Tiga lawan tiga. Adil 'kan?" kata Neji menyeringai kecil.

"Cih!" dengus Gaara kesal.

"Oi! Lepaskan aku Teme!!" seru Naruto meronta-ronta.

Sasuke menyeringai licik seraya mengajak Naruto untuk berdiri, "Jangan banyak bicara dan ikut aku!" perintah Sasuke membawa Naruto pergi keluar dari kantin.

"Naruto!!" seru Kiba hendak mengejar Naruto.

Shikamaru menambah gerakkan dengan menginjak kaki kanan Kiba, bertujuan untuk lebih mengunci gerakkan Kiba, jika sewaktu-waktu ia hendak memberontak, "Kau ingin kakimu yang bengkak menjadi sasaranku lagi?" tanya Shikamaru tersenyum a la setan.

Kiba menggeram kesal.

Tanpa sengaja, Neji melempar pandang ke arah salah satu siswa yang berjalan gemetar keluar dari kantin. Sebelum hal itu benar-benar terjadi, Neji sempat mengambil pisau kecil yang terselip di pinggannya, lalu melemparkannya tepat mengenai tembok di sampingnya, sukses membuat si siswa bergetar hebat mendapati pisau kecil tersebut nyaris melukai wajahnya.

"Sekali saja kalian semua terbukti melakukan gerakkan mencurigakan, habislah kalian!" seru Neji penuh ancaman.

Seluruh siswa yang berada di kantin, terpaksa mengangguk tertahan mendapat ancaman dari Neji. Mereka sudah tahu, kalau orang terpenting kedua dari Geng Sharingan tersebut, tidak pernah bermain dengan kata-katanya. Gaara berusaha memperkerjakan otaknya lebih keras dari sebelumnya, berusaha agar menemukan pemecahan dari permasalahan yang ada.

'Gerakkan mencurigakan, habislah kalian,' pikir Gaara mencari inti dari perkataan Neji barusan.

Kepala Gaara tersentak ke belakang ketika mendapat jalan keluar. Menarik nafas yang banyak, Gaara menahannya sekilas.

"SEMUANYA LAKUKAN GERAKKAN MENCURIGAKAN DAN SEGERA KELUAR DARI SINI!!" teriak Gaara, yang langsung disambut seluruh siswa dengan menuruti perkataan Gaara, terakhir mereka semua keluar dari kantin tanpa bersisa.

Neji nampak kewalahan akan melemparkan pisau keduanya kemana, sebab seluruh murid yang berteriak ketakutan dan berhamburan ke sana-sini membuatnya pusing, alih-alih ia salah sasaran melukai anak buah Geng Sharingan, yang bercampur menjadi satu dengan Geng Kyuubi. Gaara memanfaatkan kelengahan Neji langsung menggigit tangan Neji dan memelintir kedua tangan Neji ke belakang. Tentu saja Neji kaget mendapat refleks yang amat baik dari Gaara.

"Begini baru namanya adil, Hyuuga…" desis Gaara kinilah yang menyeringai licik.

Melihat Gaara yang sangat tepat memanfaatkan keadaan, Kiba berusaha membuka kuncian Shikamaru, dengan menarik kaki yang diinjak Shikamaru, dan berbalik menginjak kakinya. Merasa pegangan di tangannya melonggar, Kiba memegang pergelangan tangan Shikamaru, kakinya beralih menginjak meja dan melakukan lompatan tinggi, melewati Shikamaru dari atas. Sekarang Kiba 'lah yang mengunci gerakan Shikamaru, dengan menahan kedua tangannya di belakang.

"Sudah kubilang 'kan? Sejenius-jeniusnya kau, pasti di dalam jeniusmu itu ada kelemahan, yaitu refleksmu yang sangat lamban," kata Kiba melirik Gaara, yang membalas lirikan matanya dengan seringaian licik tanda kemenangan.

'Kuserahkan ketua sombong itu padamu, Naruto…'

***

-Atap Sekolah Lantai 6-

"Apa-apaan sih kau membawaku kemari?! Sudah singkirkan benda laknat ini!" bentak Naruto menepis pisau kecil yang masih teracung di lehernya, hingga terjatuh menghantam lantai.

"Cih!" desis Sasuke meletakkan telapak tangan kirinya di tembok, lebih tepatnya untuk menghimpit tubuh Naruto, yang tingginya hampir sama dengan diri Sasuke. Tangan kanan Sasuke mencengkram pundak kiri Naruto, seringai licik nampak menghiasi wajahnya, "Sekarang aku bisa membuktikan sendiri, apakah kau benar laki-laki atau bukan. Santai saja, karena di atap sekolah ini hanya ada kita berdua. Dan kau tahu apa artinya? Heh, aku bebas melakukan apa saja terhadapmu, seperti saat ini," desah Sasuke menggoda seraya menenggelamkan wajahnya di tengkuk Naruto, menghirup dalam-dalam aroma citrus yang membuatnya mabuk kepayang. Bahkan Sasuke tidak tahu, apa sebabnya ia menikmati perlakuannya terhadap Naruto tersebut. Yang pasti ia menyukainya.

"Lepaskan Teme!! Kau memang sudah gila!! Kerasukkan makanan apa sih kau?!!" bentak Naruto menjambak rambut pantat ayam Sasuke, dan menariknya ke belakang. Sasuke tidak memperdulikan perlakuan Naruto, malah memeluk pinggang Naruto mesra, semakin melakukan gerakan menggoda dengan menjilati sedikit-sedikit leher Naruto.

"Te-teme! Ge-geli ah! Kau benar-benar gila!!" seru Naruto menggeliat panik menerima sensasi yang baru pertama kali ia dapat.

"Kenapa? Bukannya kau yang ragu kalau aku laki-laki atau perempuan? Asal kau tahu saja, aku sudah membuktikannya 'kan?" tanya Sasuke menggigit kecil-kecil leher Naruto, "Kau tahu? Tingkahmu yang seperti ini membuatku semakin bergairah. Kau juga tahu 'kan kalau gairah pria lebih besar dari pada wanita? Oh, apa perlu kubuktikkan lebih intim lagi?" goda Sasuke tersenyum nista, "Oh iya, satu hal penting, dari tadi aku memang belum makan apa pun. Mau 'kah kau menjadi 'makanan'ku?" tanya Sasuke meraba punggung Naruto.

"GYAA~!!! TERNYATA TEME VAMPIR!!! Tidak!! Aku tidak mau jadi makanan vampir mesum sepertimu!!" seru Naruto syok seraya mendorong sekuat tenaga tubuh Sasuke, hingga membuat Sasuke terjatuh di lantai.

"Hah? Va-vampir?? Kau yang gila Dobe!!" bentak Sasuke tidak terima dikatai Naruto dengan sebutan vampir.

Naruto mengatur nafasnya yang tidak beraturan, "Sekarang aku yakin kau itu vampir, Teme! Buktinya kau tadi mau memakanku 'kan? Makananmu darah manusia! Tadi kau menggigit-gigit leherku! Kau mau menghisap darahku 'kan?! Mengaku sajalah Tem- mphh!!!"

"Kau ini berisik, Dobe!!" kata Sasuke membekap mulut Naruto dengan tangan kanannya.

Mengabaikan Naruto yang terus memberontak, Sasuke kembali melancarkan aksinya, dengan menggigit lebih intim lagi di leher Naruto.

"UMPHK!!!" teriak Naruto tertahan, karena Sasuke belum melepaskan bekapannya.

Setelah selesai, Sasuke langsung menarik kepalanya dan melepaskan bekapan Naruto.

"TEME!! SAKIT!!" seru Naruto menjitak kepala ayam Sasuke.

Sasuke hanya mendengus kesal seraya pergi meninggalkan Naruto. Dengan langkah yang dipaksakan, Naruto menyusul langkah Sasuke sambil memegangi bekas gigitan Sasuke di lehernya.

"Kalau aku ini vampir, pasti aku akan menghisap darahmu sampai habis, tidak hanya menggigitmu saja," kata Sasuke cuek berhasil membuat Naruto naik pitam.

Namun karena di sepanjang lorong sekolah yang mereka lalui banyak sekali para siswa, Naruto harus bisa menyembunyikan rasa marah dan malu yang bercampur menjadi satu.

Ketika sampai di depan kantin, Sasuke langsung masuk seraya mengharuskan Naruto juga mengikutinya. Alangkah terkejutnya Sasuke mau pun Naruto mendapati sahabat-sahabat mereka saling menyerang satu sama lainnya.

BRAKK!!

"Neji! Shikamaru! Hentikan tingkah kalian!" bentak Sasuke seusai menggebrak meja, sukses membuat kedua sahabatnya beserta sahabat Naruto berhenti adu jotos.

Mereka saling melepaskan musuh masing-masing dan membuang muka secara bersamaan.

"Gaara! Kiba! Kalian tidak apa-apa?" tanya Naruto khawatir seraya mendekat pada keduanya.

Gaara dan Kiba mengangguk menepuk pundak kanan-kiri Naruto bersamaan.

"Jangan lupa pulang sekolah kalian semua masih punya urusan dengan kami," kata Sasuke tegas berjalan meninggalkan anggota Geng Kyuubi, diikuti dengan sang kedua teman.

_

_

_

_

_

Tu Bi Kontinyu...

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

TEMEE JELEEX!! AWAS KALAU KAU BERANI LAGI MENERORKU!! X(

Udah cukup dengan POCONG GADUNGAN yx kau lemparkan kepadaku!! Gara2 kau, daku gax berani keluar malem lagi. TTT^TTT | Makan tu pocong sial!!! DX

Maaf Kalau masih ada kesalahan, Zuki tidak membacanya ulang. ==''

...

Fic Zuki memang tidak pernah bisa terlepas dari kesalahan berupa typo dan teman-temannya. Zuki mohon maap jika masih ada kesalahan di fic Zuki.

Akhir kata… Zuki tunggu Review/Flamenya^^

With D'Heart

Mikazuki Chizuka.