Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

As Husband and Wife © Misaki Hara

Main Character

Uzumaki Naruto

Hyuuga Hinata

Warning

Rewrite Story, AU (Japan-verse), Lil' Bit OOC


Summary

Hyuuga Hinata adalah seorang wanita lulusan luar negeri yang terlalu sibuk dengan urusan akademiknya hingga ia tidak sadar bahwa deadline menikahnya sudah telat dua tahun. 'Wanita keturunan Hyuuga harus mementingkan keluarga di atas segalanya' itulah yang selalu dikatakan orangtuanya sebelum ia terbang ke Amerika untuk melanjutkan studi S1-nya.


As Idol

Hinata berada tepat di depan sebuah gedung bertingkat yang entah berapa lantai itu, sedikit tercengang dan baru menyadari bahwa ia sudah berada di pusat kota dengan pakaian olahraga seadanya. Ini semua gara-gara pria yang baru saja dia kenal kemarin.

Setelah membawanya ke pusat kota seenaknya, pria itu juga merampok uangnya. Ah, mungkin kata merampok terlalu berlebihan tapi setidaknya seperti itulah kejadiannya. Taksi yang dia naiki bersama pria itu berhenti tepat di depan gedung ini, kemudian pria itu turun dan Hinata pun jadi ikut turun, lalu pria itu meminta selembar uang 5000 yen-nya dan taksi itu pun pergi.

Ya, pria itu. Seseorang berambut pirang yang katanya idol terkenal. Namikaze Naruto.

Sebenarnya apa yang mau dilakukannya? Hinata membatin. Kenapa dia dibawa kemari? Kesalahan apa lagi yang dia perbuat (jika kejadian kemari dihitung kesalahan)? Pertanyaan-pertanyaan menari-nari di setiap sel otaknya.

"Kau boleh pergi. Uangmu akan kukembalikan hari ini juga. Mungkin melalui Deidara, kata Naruto lalu melangkah meninggalkan Hinata."

Hah?! Aku dibawa kemari hanya untuk ini. Aku harus mengorbankan 30 menitku yang berharga hanya untuk dibawa paksa ke tempat yang tidak kuketahui dan kemudian dibiarkan begitu saja. Rasanya Hinata ingin meneriakkan itu semua namun diurungkannya. Berteriak bukanlah gayanya sama sekali.

Langkah Naruto terhenti. Ia menoleh ke belakang, ke arah Hinata yang berdiri terbengong.

"Kau belum pergi juga?" tanya Naruto dengan nada mengusir. Naruto mengikuti tatapan Hinata yang mengarah ke gedung yang berada tepat di depan mereka. "Ini gedung K Entertainment. Orang biasa tidak bisa masuk dan aku tidak bisa mengajakmu masuk walaupun kau memaksa. Yang tidak berkepentingan dilarang masuk."

Hinata tertawa dalam hati. Ia memutuskan untuk pulang daripada harus menghadapi semua kegilaan ini lebih lanjut. Ia pun berhasil mendapatkan taksi dan meluncur meninggalkan tempat itu.

–美咲–

"Oh, Uzumaki-san! Ohayou!"

Langkah Naruto terhenti. Matanya menyapu ke sekeliling ruangan mencari si sumber suara. Pria berambut coklat dengan bekas luka melintang di hidungnya yang amat dikenalnya. 'Kenapa aku harus bertemu dengannya sepagi ini?' gerutu Naruto dalam hatinya.

"Ada apa, Iruka?"

Pria itu Iruka. Managernya di Orizee.

"Bukankah kau sedang berlibur di rumah kakakmu? Kenapa pula kau di kantor sepagi ini? Tidak seperti biasanya."

Memang tidak seperti biasanya dia berada di kantor management-nya sepagi ini. Naruto terlalu malas menjelaskan alasannya. Hanya akan berujung pada omelan satu jam penuh mengenai etika dan kewajiban seorang anggota idol grup.

"Aku sedang bosan saja," jawab Naruto. Semoga Iruka tidak bertanya lebih lanjut. Semoga mood-nya bagus pagi ini.

"Di mana Chouji?" tanya Naruto. Dirinya belum melihat sosok pria gendut yang biasanya membawa tas ransel yang isinya semua cemilan dan benda-benda yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan asisten sama sekali.

"Tentu saja dia belum datang. Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau akan datang jam satu siang?" jawab Iruka kemudian meninggalkan Naruto sendirian di ruangan itu.

Naruto menghempaskan tubuhnya ke salah satu sofa dan mengeluarkan ponselnya dari saku celana olahraganya. Ia benar-benar tanpa persiapan saat datang kemari. Bahkan untuk mengganti pakaian pun tidak sempat.

Ini semua gara-gara gadis-gadis yang tiba-tiba muncul itu. Mengerikan!

Naruto menghubungi sebuah nomor dari ponselnya dan mendapatkan mesin penjawab telepon berbicara padanya dengan suara datar. Ia tidak suka dengan suara mesin penjawab telepon. Tidak seperti manusia. Dingin. Kenapa tidak ada orang yang berinovasi untuk menjadikan suara itu menjawab lebih hangat dan ceria?

Baiklah, pikiranku mulai melantur. Apa yang sebaiknya kulakukan?

Naruto bersandar dengan nyaman di sofa itu dan mulai memandangi sekeliling ruangan tanpa tujuan. Matanya tertuju pada sebuah poster besar. Empat pria dengan gayanya masing-masing tercetak di poster itu dan salah satunya adalah dia sendiri.

Orizee (オリゼー)

5th Anniversary Concert

Sunset Wish

Live at Tokyo Dome

8th August

Naruto menghela napas. Hari ini adalah hari terakhir liburannya dan mulai siang ini dia akan kembali fokus latihan untuk konser akbar itu.

Naruto kembali melihat ke sekeliling ruangan. Dinding ruangan itu penuh dengan poster-poster dirinya dan teman satu grupnya. Mini Album pertama, kedua, Album pertama, kedua, ketiga, Mini Album ketiga, keempat, The Best Album, Album keempat, Mini Album ke lima, Album kelima. Wajah-wajah ceria yang tidak sesuai dengan kepribadian yang sesungguhnya.

Naruto lagi-lagi menghela napas panjang. Lima tahun sejak debut mereka sebagai idol group. Ternyata sudah lama juga sejak ia, Sasuke, Sasori, dan Gaara memulai semua kegilaan ini. Dipicu oleh Sasori yang butuh uang untuk membayar sekolah dan persahabatan yang terlalu kuat di antara mereka berempat, mengantarkan mereka pada sebuah lubang yang dalam dan berkilau.

Ya, terlalu berkilau. Lubang di mana mereka harus menjadi diri mereka yang lain demi sekelompok orang bernama FANS. Terkadang Naruto lelah dengan semua rutinitas ini dan ingin lari saja. Awalnya terasa menyenangkan karena ia benar-benar melakukan hal baru tapi lama-kelamaan hanya membuatnya muak.

Aku lelah. Batin Naruto kemudian mengambil posisi terlentang di sofa itu dan menutup wajahnya dengan topi. Tak lama kemudian ia pun tertidur.

–美咲–

"Hinata~! Gawat~!" Sakura berteriak memanggil Hinata saat melihat Hinata memasuki butiknya.

"Aku baru saja akan menghubungimu," lanjut Sakura panik. "Kau tahu-"

"Personil Orizee sekaligus leader grup nomor satu di Jepang saat ini. Peringkat pertama dalam poling Pria yang Paling Diinginkan Menjadi Pacar versi majalah Seventeen dan Pria Sexy Berwajah Ikemen versi majalah An-an. Idol Grup pria dengan penjualan album terbesar selama tiga tahun berturut-turut. Berumur 23 tahun. Setelah lulus dari Konoha Elite High School, melanjutkan ke Konoha Music of Academy jurusan Piano. Lulus setahun yang lalu sebagai lulusan terbaik. Anak dari Kepala Namikaze Group yang bergerak di bidang industry pariwisata dan transportasi. Uzumaki Naruto."

Sakura ternganga mendengar Hinata berbicara panjang lebar. Sungguh tidak biasa.

"-dan masih banyak lagi yang lainnya," lanjut Hinata dan mengakhirinya dengan satu tarikan napas yang panjang untuk mengontrol kembali emosinya.

"Kau sudah memeriksanya?" tanya Sakura dengan ekspresi pencampuran antara panik, kikuk, senang, dan terkejut.

Hinata menunjukkan kantung matanya yang sedikit menghitam. "Aku memeriksanya semalaman. Membaca setiap artikel yang berhubungan dengannya, menonton hampir semua video, dan hanya tidur setengah jam karena ada kelas pagi hari ini. Kita benar-benar dalam masalah, Sakura."

"-dan parahnya, aku adalah anggota fansclub Orizee. Aku benar-benar tidak mengenalinya kemarin. Bodoh," kata Sakura sedikit bergumam.

"Apa?"

"Kubilang aku anggota fansclub Orizee!" Sakura sedikit membentak. Kelihatan dari wajahnya kalau dia sangat panik sekarang.

Hinata pun hampir panik namun ia bisa menahan emosinya saat ini.

Apakah orang itu benar-benar akan menuntutku? Ti-tidak, tidak mungkin. Bukankah itu malah akan mempermalukan dirinya sendiri? Ta-tapi, bagaimana kalau ia benar-benar menuntutku?

"Kau harus meminta maaf, Hinata," ujar Sakura sembari meletakkan kedua telapak tangannya di bahu Hinata. Tenang saja, aku akan menemanimu.

Apa?

"Bukankah ini salahmu Sakura? Kau kan yang mendorongku sejak awal sehingga semua insiden itu terjadi," balas Hinata menolak. Hinata merasa Sakura sedang mencuci tangan dari masalah yang ia buat pelopori..

"Tapi, Hinata yang menamparnya kan?"

Mau tidak mau Hinata mengangguk. "Ah, tapi tetap Sakura kan, yang salah," sanggah Hinata akhirnya.

Sakura berlutut di depan Hinata. "Kumohon Hinata kau saja yang meminta maaf. Bagaimana jika mereka mengeluarkanku dari keanggotaan fansclub? Aku mohon," pinta Sakura yang hampir ingin menangis.

Hinata tidak tahan dengan sifat Sakura yang satu ini. Ia pun mengangguk lemah dan tersenyum paksa. "O-ke."

–美咲–

"Konnichiwa!"

Naruto menyapa seluruh staf yang ada di dalam ruang rekaman. Hari ini adalah jadwal Orizee untuk latihan vokal dalam rangka persiapan konser yang akan datang.

Di dalam ruangan itu sudah berkumpul tiga anggota Orizee lainnya yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Naruto menatap satu persatu mereka. Si Rambut Merah, Gaara, yang asyik dengan 3ds LL-nya, Si Boneka Kolektor, Sasori, yang sibuk mengutak-atik smartphone-nya, dan yang terakhir, Si Flamboyan, Sasuke, yang tengah mendengar sesuatu melalui headset-nya.

Gaara, Sasori, dan Sasuke seketika menghentikan kegiatannya saat menyadari kedatangan Naruto, leader Orizee.

"Yo, Riida."


Free Talk

Helo minna~

Mood sedang bagus nih, makanya update fanfic :evillaugh

Mau tahu kenapa? Karena aku kemarin baru saja menonton Naruto Movie: Road To Ninja~ Yeay! Jangan iri ya, hehehe

Gomen nasai ne, kalau update-an ini kayak nggak niat dan lamanya nggak kira-kira. Bisa kalian lihat bahwa perkembangan fanfic ini begitu lambat. Jadi aku harap kalian bersabar ya. Well, kalau mau stalking aku buat ngingetin update bisa lewat twitter aku misaki_hara

Tunggu chapter selanjutnya ya~