Dunia Baru
Chapter-3. Break It!
YAY ! DIUPDATE JUGA! Scarlet udah pada ngakak-ngakak sendiri bayangin kelanjutan fic ini! Mari kita lihat siapa yang bakal menjemput pada Goldies kesayangan kita semua di Indonesia. Itu adalah….SCARLET !(ditimpuk batu), Ngak koq, Cuma bercanda doang*babak belur*. Selamat membaca ya!
Warning : OOC !
"Oi, sini-sini!" Panggil makhluk yang berambut hitam itu kearah para Goldies.
"Koq kamu sih yang jemput ?" Tanya Milo.
" Yahh, habisnya aku kan kelahiran Indonesia" Jawab Aiacos dengan tampang kurang senang atau bisa juga dikatakan tidak senang sama sekali, menyambut kedatangan Goldies cakep nan primitif dari pedalaman Yunani.
"Yeee…kirain kita bakal dijemput sama Obama" Kata Milo agak kecewa dan kelewat pe-de. Ntah dari mana tuh presiden mau menjemput para makhluk purbakala ini.
"Jadi kita bakal tinggal dimana nih ?" Tanya Kanon, sudah ngantuk berat kepingin tidur.
"Di rumahku"
"UAPAAAA ? DISANGKAR BURUNG ?" Teriak para Goldies berbarengan.
" Kalian Gila atau apa, emangnya rumahku sarang burung ?" Teriak Aiacos emosi. Emang udah nasib Aiacos menjadi Specter Garuda. "Sudahlah, ayo ikut aku ke mobil ."
"Mobil ? Bisa dimakan ngak ?" Tanya Mu sepolos-polosnya disertai bunyi perut keroncongan sekeras embekan domba.
"Astaga...kenapalah saya harus terima ditugaskan buat nge-'guide' orang primitif begini" Aiacos hanya dapat menyesali pilihannya, lalu membawa para manusia purba tersebut ke lapangan parkir mobil.
"ASTAGA, HEWAN APAAN ITU ?" Seru Aiolia menunjuk ke mobil-mobil yang di berada di lapangan parkir.
"Itu ya, yang namanya mobil, Keren!" Mata Milo langsung berbinar-binar.
"Jadi itu, yang akan mengantarkan kita jalan-jalan ?" Kata Camus meneliti benda yang disebut dengan mobil tersebut, dan mengintip ke dalam knalpotnya dengan rasa ingin tahu. Sialnya, Aiacos masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya. Pada saat yang sama, asap hitam keluar dari knalpot dan menghitamkan wajah ganteng Camus. Semua goldies yang lain dan juga sang hakim langsung tertawa terpingkal-pingkal tetapi mereka langsung berhenti dan memasang ekspresi horror begitu Camus menyorotkan pandangan mata yang tajam dan dingin mengisyaratkan badai salju yang super dasyat.
"Ayo cepat masuk!" Seru Aiacos sesudah berhasil mengendalikan tawanya.
Para Goldies memasuki mobil itu sekaligus tetapi karena terlalu sesak, Aiacos yang sudah malas untuk menjemput mereka 2 trip terpaksa mengusulkan beberapa Goldies untuk duduk di atap mobil.
"APA ? DIATAP ?" seru Aphrodite, Shura dan Deathmask bersamaan, karena tinggal mereka yang tersisa diluar mobil sementara yang lainnya sudah asyik berdesak-desakan di dalam mobil.
"Iya, memangnya kenapa ?" Tanya Aiacos yang sudah menduga mereka akan protes.
"Haduh...nanti kalau kosmetikku luntur gimana " Aphrodite menggelus-elus wajahnya yang mulus tanpa jerawat tersebut. Aiacos menatap ke Goldies yang sedang berdesakan di dalam mobil dengan pandangan yang mengatakan 'Ini cowok atau cewek sih ?' dan para Goldies hanya membalas tatapannya dengan tatapan yang berkata 'bagi kami juga masih ngak gitu jelas'.
"HUH! Ngak sudi aku duduk di atap begitu, saya kan yang paling ganteng!" mendengarkan jawaban si Masky yang satu ini, Aiacos mau tak mau memalingkan wajahnya agar DM tak tahju wajahnya yang sengsara menahan tawa dan derita mendengar si kepiting mengaku-ngaku ganteng.
"Kalau saya sih, Cuma ngak mau duduk di atap, nanti gimana kalau saya tiba-tiba panik dan mobilmu terbelah jadi 2 ?" Aiacos agaknya lebih menyetujui alasan yang masuk akal ini karena menyayangi mobilnya.
"Didalam mobil sudah sesak, jadi untuk pengganti Shura, siapa yang bersedia duduk diatas ?" Tanya Aiacos tidak bergitu mengharapkan adanya sukarelawan karena sudah hampir pasti tidak akan ada yang akan mau duduk di atap mobil.
Tiba-tiba terjadi acara gulat antar Goldies dan mobil Aiacos yang malang tersebut pun bergoyang hebat. Setelah beberapa menit, akhirnya mobil tersebut berhenti bergoyang dan jendela mobil terbuka. Tidak berapa lama kemudian, Milo dilempar keluar melalui jendela mobil.
"Waduh! Curang, kok aku sih ?" Teriak Milo saat dia menghantam tanah.
"Wah, Gapapa Mil! Dari atas sana kan permandangannya lebih luas, lebih besar kesempatannya buat lihat cewek cakep dari dunia modern ini." Balas Kanon dengan cerdiknya.
Milo menggerutu saat melihat Shura masuk dan bersesak –sesakan di dalam mobil, walaupun menurutnya setelah dipikir-pikir memang lebih menyenangkan duduk di atas dari pada berdesak-desakan dengan sesama cowok didalam mobil. Masih mendingan kalau berdesak-desakan dengan lawan jenis. Sesaat kemudian, Milo terbangun dari lamunannya karena Aphrodite berteriak histeris saat Aiacos menjalankan mobilnya.
"Eh, Aphro, Saya sarankan untuk tidah membuka mulut saat duduk di atas..." teriak Aiacos saat mendengar teriakan Aphrodite
"Akh...BUEKKKHHH! HOEKKK..!" Terdengar suara Aphro seperti kodok sekarat.
"...Soalnya nanti mulutmu kemasukan serangga." Sambung Aiacos.
Perjalanan mereka dipenuhi oleh teriakan Aphro yang histeris nan centil yang bahkan mengalahkan sound sistem 'MA audio' yang dipasang Aiacos di mobilnya.
Setelah menempuh perjalanan yang penuh teriakan, tawa dan derita, akhirnya mobil berhenti di tempat tujuan yang masih tak jelas bentuknya bagi para Goldeis kita tersayang. Yakni, rumah Aiacos, tentu mereka tak berharap banyak mengenai tempat yang akan mereka tinggali, tak mungkin Saori dapat membiayai mereka semua untuk tinggal di hotel berkelas seperti JW Marriot.
"Wah jadi ini rumahmu, kok ngak ada pillarnya ? Cuma dinding aja ? apa ngak roboh tuh kalau ada pertempuran ?" tanya om Alde polos. Sedangkan Aiacos tidak menghiraukannya.
"Yah, setidaknya agak lebih bagusan sedikit dari pada Sarang burung lah!" Kata Milo yang dari tadi masih membayangkan kalau specter Garuda yang satu ini beneran tinggal di tempat semacam sangkar burung. Memang beneran cowok cakep satu ini minta diterbangin pakai Garuda Flap.
"Kirain sebesar apa rumah si hakim ini, ternyata masi kalah sama rumah kuil Papacy" Aiolia berjalan-jalan santai disekitar pekarangan rumah Aiacos.
"Aduuhhh...! Tamanmu jelek amat! Lihat donk, tamanku ada bunga mawar merah, mawar putih, dan mawar hitam, cantik-cantik! Ngak kayak rumah kamu yang ditanami tanaman ngak jelas ini." Aphro mengangkat pot bonsai langka yang sangat disayangi Aiacos, dan melemparnya yang untungnya dapat ditangkap oleh Aiolos.
"Iya Aphro, mawarmu memang cantik, tapi begitu ada orang menghirupnya, bisa langsung tepar dan megap-megap ngak jelas bagaikan kodok masuk ke toilet Masky!" Balas Aiolos sambil mengembalikan bonsai kesayangan Aiacos ke tempatnya yang semula.
"HOI ! Apa hubungan toiletku yang berseni dengan mawar pocong bermuka horror ini ?" Protes DM dibalas dengan cekikan mematikan dari Aphro. Dan mereka akhirnya cakar-cakaran a'la kucing garong vs kucing zombie.
Setelah mereka meletakkan barang-barang mereka ke kamar masing-masing, Milo dkk asyik menjelajahi rumah Aiacos yang dapat tergolong mewah dan berkelas. Aiacos sedang mengobrol dengan Aiolos dan Saga sambil membuat kopi. Tak lama kemudian, terdengar suara mengerikan yang berasal dari ruang tamu. Aiacos, Aiolos dan Saga segera berlari keruang tersebut dan menemukan Shura yang berdiri terpaku dan berkata terbata-bata
"ta-tadi ada orang yang terperangkap di dalam kotak ajaib itu! Sa-saya hanya mencoba me-menyelamatkannya! Sungguh!" Shura berusahan menjelaskan situasi tersebut saat Aiacos berlutut sambil memandangi jenazah TV LCD Plasma terbaru yang baru saja dibelinya.
"T-TV ku..." sebelum Aiacos menyelesaikan kalimatnya, sudah terdengar suara ledakan yang menandakan kehancuran yang lebih dasyat yang bersumber dari garasi.
Ternyata nasib mobil Aiacos lebih mengenaskan dari pada TV-nya. Milo yang sekarang tampak gosong menjelaskan bahwa dia hanya mencoba menghidupkan mesin mobil. Aiacos benar-benar sudah sepucart mayat saat TV-nya terbelah, sekarang sesudah mobilnya meledak dia tampaknya sudah siap untuk terjun bebas ke dalam Yomotsu Hirasaka.
"Yah, setidaknya rumahmu tidak ikut terbakar." Kata Kanon yang berdiri santai dengan wajah agak gosong dan rambutnya setengah terbakar.
"ARGHHHH !" Teriak Aiacos dan berjalan penuh amarah kembali ke ruang tamu dengan mayat TV kesayangannya masih tergeletak tak berdaya menanti untuk dibersihkan. Aiacos membaringkan tubuhnya di Sofa panjang yang empuk saat Shaka masuk untuk menemaninya.
"Sebaiknya engkau membuat teh. Itu dapat menenangkan saraf yang tegang." Kata Shaka tersenyum.
"Saya akan menbantu membersihkan barang ini" Sambuingnya.
"Trims. Kamu dapat menggunakan alat penyedot debu yang ada di sudut dapur, tekan tombol merahnya dan arakhan ke TV itu. Tenang saja, alat itu telah kumodifikasi. Bahkan gajah pun akan dapat masuk ke dalam." Kata Aiacos ramah saat meninggalkan ruangan tamu untuk menyeduh teh.
Shaka membalas senyuman Aiacos dan merasakan aura Aiacos sudah lebih tenang.
Aiacos menikmati teh hijau kesukaannya dan menyetujui pendapat Shaka tentang teh yang dapat menenangkan saraf. Dan sudah hampir dapat ditebak, terdengar teriakan lagi yang menggangu ketenangan Aiacos. Kali ini Aiacos menemukan sesuatu yang benar-benar menarik setelah sampai di tempat teriakan tersebut berasal. Ternyata teriakan tersebut berasal dari Shaka yang rambutnya tersedot ke dalam penghisap debu.
"RAMBUT CANTIKKU ! TOLONG !"
"Tunggu sebentar, akan kuambilkan gunting" Aiacos bergegas mengambil gunting dari dapur, tetapi langkahnya terhenti oleh suara mengerikan yang auranya sangat amat mematikan.
"Coba saja kamu berani menggunting rambutku sehelaipun."
Akhirnya, Aiacos terpaksa meminta bantuan semua goldies untuk menarik rambut Shaka sehelai demi sehelai karena ancaman Shaka yang menyangkut nyawa. Dia benar-benar menyayangi rambutnya dan tak ingin kehilangan sehelai pun. Situasi semakin rumit pada saat Mu yang baru saja bangun dari tidur siangnya berjalan dengan mata masih terpejam dan tersandung Shaka hingga menabrak vas mahal pemberian Violate kepada Aiacos.
Akhirnya setelah Shaka dan Aiacos berhasil ditenangkan, para Goldies kembali ke kamar masing-masing.
"Waduh, hampir saja rumah ini hancur gara-gara pelampiasan makhluk setengah dewa berambut pirang itu." Kata Milo sambil bermain kartu dengan Kanon, Aiolia, dan DM. Semua mengangguk setuju.
"Wah, besok kita ada jadwal mau jalan-jalan kemana nih ?" tanya Aiolia bersemangat.
"Kata si kambing besok kita bakal ke bukit lawang" Jawab, DM.
"Hahaha...si Kambing! Cocok tuh panggilannya!" Milo tertawa sambil meminum milo hangat.
"Tapi apa bisa dipercaya tuh ? Kadang kan si Kambing Cuma suka sok tahu aja" Timpal Aiolia
"Wah, ngak tau juga sih, tapi biarlah, emang dasar si kambing tuh."
Sialnya, ucapan DM terdengar sampai ke kamar sebelah yang dihuni para senior mereka yakni, Aiolos, Saga, dan Shura. Saga dan Aiolos berusaha menahan Shura agar tidak menambah kerusakan yang lebih parah kepada rumah Aiacos yang sudah nyaris hancur.
"Saga! Aiolos! Lepaskan aku! Biar kukuliti mereka semua pakai Excalibur dan kepala mereka akan kupajang diatas perapian !" teriak Shura emosi berat dengan mata melotot berapi-api.
"Sabar...sabar..." Kata Saga seraya menahan Shura agar tidak menggunakan Excalibur.
"iya Shur! Ingat, Excalibur itu digunakan untuk melindungi Athena bukan untuk menghancur leburkan rumah orang!" Aiolos menahan Shura dan mengunci gerakannya di lantai layaknya pose yang dapat dibayangkan fans YAOI Aiolos x Shura.
Hush! Hush! Enyahlah pikiran kotor!
Sementara itu, Aiacos sedang merenungi nasibnya di kamar yang gelap dan suram(Lebih tepatnya sengaja digelap-gelapin agar terkesan lebih menyedihkan.)
"hiks...hiks...Rumahku"
To be continued...
Yo! Gimana ? Kasihan juga Aiacos kali ini! XDDDDDD...Tapi semoga dia dapat bersabar menerima segala cobaan ini, dan di Chapter berikutnya akan saya jamin penderitaan...eh tugas Aiacos bertambah berat. Tapi biarpun masih primitif Scarlet mau saja temenin mereka jadi tour guide keliling Indonesia...XDDDD
Jangan lupa Review! ^w^
Ditunggu ya Update-annya !
