.
.
.
Different Twins
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Sci-fi (maybe?)
ON-GOING
cast:
- Kim Taehyung (BTS V)
- Kim Jungkook ( Jeon Jungkook / BTS Jungkook)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
"Who.. am Us?"
Chapter 2- 'HIS' Origins
Sudah 3 bulan semenjak Taehyung menghilang dari hidupku. Tentu saja aku terus menjalani hidupku tanpa si keparat itu, semua orang juga sama sekali tidak mengingat eksistensinya seakan-akan dia tidak pernah ada.
Yah, dia memang tidak pernah ada sejak awal.
Entahlah, aku memang merasakan ada sesuatu yang menghilang. Mungkin dengan kenyataan bahwa Taehyung lebih sering menemaniku lebih dari orang tuaku sendiri. Hell, bahkan jika dipikirkan lagi sebenarnya bocah itulah yang lebih sering kulihat daripada orang tuaku yang eksistensinya nyaris lebih semu darinya.
Aku dari dulu menganggapnya seperti saudara, anehnya saat dia memang muncul sebagai saudaraku aku malah memintanya untuk menghilang. Ironis? Memang. Aku yang menciptakannya, aku yang menyuruhnya untuk lenyap. Tindakan cerdas sari seorang Kim Jungkook yang idiot ini.
Aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku tetap bisa menjalani hidupku tanpanya. Anehnya, aku selalu merasa bahwa ada sesuatu yang menghilang, sesuatu yang sangat penting dan berperan besar dalam hidupku sendiri. Sesuatu yang membuatku tetap memiliki arti untuk hidup. Sesuatu yang.. terasa seperti keluarga.
.
.
.
"Kook, terkadang aku heran denganmu" perkataan Jimin, sahabatku membuyarkan lamunanku. "eh, kenapa hyung?" tanyaku. "akhir-akhir ini kau selalu melamun, dan aku menyadari bahwa kau selalu membeli dua buah barang yang sama. Motif sama,bentuk sama, awalnya kukira kau punya semacam saudara atau kembaran sampai aku teringat kalau kau anak tunggal" ujar Jimin.
Aku tertegun mendengar perkataan Jimin. Aku memang selalu membeli dua barang yang sama karena aku selalu bersama Taehyung seperti kebiasaan anak kembar pada umumnya, bahkan Jimin sering sekali menemani kami berbelanja. Entah kenapa, mendengar Jimin berkata bahwa aku anak tunggal.. Rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal. Astaga, sepertinya otakku akan semakin kacau.
"ah, mungkin hanya perasaanmu saja hyung" ujarku. Aku harus melupakan Taehyung, dia hanyalah khayalanku semata. Khayalan yang terasa nyata lebih tepatnya.
.
.
.
"aku pulang..." ujarku. Tentu saja itu sebenarnya tidak penting karena hanya ada aku di rumah ini. Salahkan orangtuaku dan segala urusan 'bisnis' mereka, mereka tidak akan pernah menyambutku pulang. Aku justru mendapat perlakuan hangat itu dari Taehyung.
Jangan membuatku menjelaskan kenapa dia bisa kuliah di tempat yang sama denganku, intinya dia akan selalu berada di rumah tiap kali aku pulang. Taehyung yang (anehnya) selalu mendapat jadwal berbeda dariku akan menyambutku dengan pelukan yang kubalas dengan menendang perutnya sampai bocah itu terjatuh. yes, i am a bully to him. shut up, dia bahkan tidak pernah melawan.
Biasanya dia hanya tertawa dan mengikutiku sampai kamar dan lanjut menjahiliku sampai aku terpancing dan mengikuti permainannya. Aku mendapat semua perhatian dan kasih sayang dari Taehyung. Anehnya, aku masih membenci anak itu.
Aku masuk ke kamar dan melempat barangku secara asal seperti biasa. "hmm, kalau si keparat itu ada aku pasti sudah dimarahi" kekehku. Jujur saja, aku tidak mau mengakui ini.. tetapi hal yang sedikit kurindukan dari Taehyung adalah bagaimana cara dia memarahiku seperti seorang ibu, tetapi masih memiliki sifat manja seperti anak kecil.
Aku menoleh ke arah ruang kosong di kamarku. Ruang itu sebenarnya berisi barang-barang Taehyung, yang ajaibnya juga sering menghilang bersamaan dengannya. Aku tahu dia sering menghilang dan muncul sesukanya sehingga tanpa sadar aku mengosongkan bagian tersebut.
Entah kenapa aku jadi sering memikirkan tentang Taehyung setelah bocah itu menghilang. Sebenarnya apa yang membuat semua ini bisa terjadi? Aku kembali teringat dengan kata-kata Taehyung beberapa minggu sebelum dia menghilang.
.
.
.
"hey Jungkookie"
"hmm?"
"apa kau tidak merasa aneh?"
"tentang apa?"
"tentang aku"
"kau memang aneh bodoh"
"bukan.. Maksudku tentang.. wujud ku?"
Aku mengernyit heran. Wujud? Okay, aku memang merasa aneh sejak awal, tapi aku tidak terlalu ambil pusing karena toh dia mengaku sebagai Imaginary Friend yang bisa kuhilangkan dan kumunculkan sesukaku. Aku tidak merasa ada sesuatu yang janggal, sampai dia menyebutkan itu secara langsung padaku.
"apa maksudmu 'wujud'? Kurasa kau sendiri tidak punya wujud yang.. Err,nyata?" ujarku. Taehyung menghela nafas sambil mengacak rambutnya.
"justru itu. Aku tidak punya wujud tertentu, tapi anehnya semua orang bisa mengenalku dan melupakanku secepat itu. Tidakkah kau berfikir ini aneh?" ujarnya pelan. "aneh? Apanya yang aneh? Jelaskan yang benar, dasar singa bodoh" ujarku.
"Jungkookie...menurutmu aku ini sebenarnya apa?"
.
.
.
Pertanyaan itu terus terngiang di kepalaku. Entah kenapa hal itu terus menerus menggangguku sejak Taehyung menghilang. Rasanya seperti.. dia sengaja mengatakan hal-hal aneh itu padaku, membuatku memikirkan apa yang terjadi selama ini. "Kim Taehyung, siapa kau sebenarnya?" gumamku.
Tanpa berfikir panjang aku langsung mencoba untuk menerka makhluk apa Taehyung sebenarnya. Untuk memulai, aku mengambil buku catatan yang selalu kugunakan sejak kecil. Anggap saja catatan itu adalah Sejarah Kim Taehyung karena semuanya berisi tentang dirinya saat masih dikenal sebagai Taetae.
Ya aku tahu, sangat cheesy. Memangnya anak kecil tidak boleh menyimpan kenangan tentang Imaginary Friend?
Aku kembali membuka buku yang agak usang itu dan melihat tulisan cakar ayamku. Lembar pertama dari buku catatanku tertulis seperti ini.
Nama: Taetae
Umur: POKOKNYA SEUMURAN
Tanggal lahir: kami kembar, tanggal lahir pasti sama
Tunggu dulu. Tunggu dulu...
KEMBAR?!
AKU, KIM JUNGKOOK YANG JENIUS INI, MENULIS KALAU AKU MEMANG KEMBARAN KIM TAEHYUNG?!
Astaga, terkutuklah otak anak kecilku ini. Okay, lanjutkan.
Kesukaan: menjahiliku
Hal yang tidak disukai: melihatku menangis
Makanan kesukaan: pasta,patbingsoo,tteokbokki
Makanan yang dibenci: makanan pedas (anehnya dia masih makan tteokbokki)
Semakin aku membacanya, semakin aku menyadari bahwa semua yang kutulis disini memang cerminan sifat dan fisik Taehyung. Tapi bagaimana bisa? Bahkan aku pun melupakan detail kecil dari apa yang kutulis disini. Tidak, lebih tepatnya aku melupakan semua detailnya tanpa kusadari.
Jujur saja, aku tahu bahwa otakku kadang tidak bisa dipercaya tetapi aku tidak sebodoh itu. Setidaknya aku masih ingat tentang Taetae alias Kim Taehyung, tetapi anehnya aku melupakan detail terpenting bahwa dia memang kembaran imaginerku. Kenapa aku bisa melupakan detail sepenting itu?
Aku baru saja akan menutup buku itu setelah mencapai bagian dimana aku terakhir menuliskan sesuatu tentang Taetae sebelum aku menyadari sesuatu. Seseorang telah mengambil bukuku dan menuliskan hal baru didalamnya. Aku mulai penasaran dan membuka lembaran baru tersebut.
Project Unelma
Subject: Kim Jungkook (7) Kim Taehyung (?)
Project Unelma? Seingatku, itu adalah project yang selama ini dilakukan oleh orangtuaku sebelum mereka menghilang dari hidupku.
Seingatku project itu semacam.. Yah, bisnis kecil kurasa. Anehnya aku tidak bisa mengingat apapun tentang itu kecuali namanya dan fakta bahwa orangtuaku yang mengerjakan project ini. Kenapa bisa ada namaku dan si keparat itu didalamnya? Apa yang sebenarnya terjadi disini?
"project Unelma.. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh orangtuaku selama ini.." gumamku. Aku kembali membaca lembaran berisi project Unelma tersebut. Ada beberapa hal yang tidak aku mengerti, tetapi singkatnya project ini dikembangkan untuk menciptakan.. Kim Taehyung?
Sungguh, siapapun tolong hajar aku sekarang juga. Kurasa aku terlalu banyak menonton film sci-fi dan menjadi sedikit gila karena ini. "hh, kurasa ada yang menggunakan buku ini sebagai buku catatan gilanya setelah tidak kugunakan lagi" gumamku.
Aku baru saja meletakkan buku itu ketika seseorang berusaha mencekikku dari belakang. Astaga, belum satu hari aku mencari tahu soal Taehyung dan aku sudah ditimpa oleh berbagai saja aku tidak mau mati konyol disini, tidak sebelum aku mengetahui siapa Taehyung sebenarnya.
Aku mencoba memberontak sebelum orang yang mencekikku itu ditendang, kali ini oleh seseorang yang sangat kukenal. "J-jimin hyung?" sengalku. Jimin tidak menggubrisku dan terus melawan orang-orang misterius yang terus bermunculan. "cepat keluar dan bawa buku itu!" bentaknya. Aku refleks mengambil buku tersebut dan keluar melalui jendela kamarku.
Sepertinya hari-hariku selanjutnya akan penuh dengan keanehan lainnya. Semua ini karena Kim Taehyung, bahkan ketika eksistensinya lenyap pun dia berhasil menyeretku kedalam masalah.
TO BE CONTINUED
YO, GELDA LEE HERE! okee ga usah banyak ba bi bu lagi, akhirnya ada chapter baru lagii! buat yang protes kalau kelamaan, kependekan, dll udah sering gue ingetin di tiap ff kalo gue emang LAMA UPDATE dan CERITA TIAP CHAPTER EMANG PENDEK. mohon maaf kalau ini menyinggung, gue emang masih berusaha untuk memperbaiki dua hal ini dan real life gue ga mengizinkan gue untuk memperbaikinya. jadi gue minta maaf sebesar-besarnya kalau kalian kelamaan nunggu..
Lastly, Mind to Review?
Regards,
Gelda Lee
