Chapter 2.
Dream
"berani berani sekali kau" teriak seorang dewa yang seperti buddha. Pria sertebut beramput emas dan memiliki 3 mata. Dia menatap tajam kepada 4 orang yang berusaha melawannya.
" dasar sampah, sekali sampah hanya sampah, akan kubersihkan kalian" kata dewa tersebut.
2 pria dan 2 wanita yang melawannya pun sudah tak bisa berkutik lagi karena kekuatan mereka sudah melemah.
Sedangkan 1 pria sedang memeluk seorang wanita yang sedang terkapar lemah karena terluka.
"heh, aku bahkan sudah mudah membunuh kalian hanya dengan gerakan jariku"
Saat semua kelihatan suram tiba tiba bayangan hitam datang dan memukul wajah buddha itu
"BLACKKKKKKKKKKKKK"
"ARGGGGGGGGGGGGGGG" teriak buddha itu.
Tiba tiba ada bayangan seseorang yang tiba tiba datang dan meninju buddha itu.
Bayangan tersebut tak kelihatan jelas hanya rambut hitam nya yang kelihatan.
"!"
"datang juga kau, temanku" kata salah satu pria itu berkata
"yo, kutinggal sebentar kalian menjadi seperti ini"
"k...a...u..., .ta...k..mungkin kau sudah..." kata salah satu wanita yang memegang tombak tersebut dengan muka terkejut, senang, juga kerinduan.
"#######, kau masih hidup!" kata pria yang memeluk wanita tersebut dengan nada kaget
"aku tak akan gampang mati" setelah itu pria tersebut mendatangi wanita terluka dan menyembuhkannya
"hmmmm" wanita tersebut pun bangun
"Mar##"
"R##"
"beraniiiiiiiiiiiiiiii, nya kau memukul dewa seperti ku, akan kuhancurkan kalian hancur,hancur,hancur" teriak dewa tersebut
"Karl, tak ada waktu lagi kita mulai rencana cadangan kita"
"hahaha, baiklah mari kita mulai, Großartiges Finale dieser Oper"
Karl pun langsung mengeluarkan energi yang menyelimuti pria dan wanita tersebut.
3 orang itu pun kaget.
"apa yang kalian rencanakan" tanya wanita yang memegang tombak bewarna emas.
"akan ku kirim kalian semua ke dunia baru" kata Karl.
" apa maksud mu ?" tanya pria tersebut
"'throne' sudah rusak, walaupun kita menang kita tak akan bisa mengembalikan semua seperti semula, satu satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mengirim semua jiwa ke dunia baru yang berada di dimensi berbeda" kata Karl.
"lalu apa hubungannya Isana dengan rencana ini"
"hei, berani sekali kalian berbicara di hadapankhuuuuuuuuu..."
"FUCK OFF, kami masih berbicara, tunggu setelah ini akan kuurus kau" kata Isana yang menendang dewa itu kembali.
"hahaha, hanya dirimu temanku yang berani melakukan itu" kata Karl
"jadi apa rencana Isana dan dirimu Karl." Tanya Re#
"oh..., Jika terjadi sesuatu yang tidak dinginkan aku dan Isana membuat rencana darurat dimana kami akan mengirim kalian semua ke dimensi baru untuk hidup dari awal lagi"
"opera ini sudah berakhir, sudah sebaiknya kalian membuka cerita opera baru yang berbeda." Kata Isana.
"baiklah kalau begitu, jika aku bisa bersama dengan M###, maka aku akan mengikuti rencanamu"
"hm, jika aku bersama R## aku juga akan pergi kemanapun"
"begitukah, tapi aku menolak, tak mungkin diriku akan melewati grand final ini" kata wanita yang memegang tombak itu.
"maaf , Rin tapi aku memaksa, ini adalah satu satunya kondisiku yang kuberikan pada Karl waktu kami membuat rencana ini"
"apa maksudmu Isana" kata Rin. Dengan nada yang mengancam.
"kau tau, jika bukan karena kebetulan yang terjadi kau tak akan seperti sekarang, menjadi pemimpin dari sebuah organisasi ini. Aku tau jauh di hatimu kau lebih memilih menjadi orang biasa, oleh karena itu di kesempatan baru ini jalani lah jalan yang kau inginkan" kata Isana.
"Tapiiiii"
"maaf ya, kita baru bertemu lagi dan harus berpisah lagi"
"Isanaaaaaaa" kata Rin dengan nada sedih dan marah
Rin mencoba menghancurkan energi itu tapi tak bisa bahkan dia merasa menjadi lemah.
"fufufu, maaf temanku, salah satu kondisi untuk mengirim kalian ke dunia baru adalah melepaskan tubuh lama kalian, berati kalian harus meninggalkan semua kekuatan kalian" kata Karl
Tombak dan sabit wanita dan pria itu pun hilang, dan tiba tiba ada 10 bayangan muncul di sekitar mereka.
"kalian semua, jaga diri kalian dan tolong jaga Rin juga ya, Auf Wiedersehen, meine Freunde"
"..." bayangan tersebut hanya menganggukan kepala mereka.
Tiba tiba buddha itu muncul lagi tapi kali ini dia terlihat sangat marah dan mengeluarkan kekuatannya.
"tak hanya sekali, tapi dua kali kau menyentuhku, hancur,hancur,hancur,hancur,hancur, kan kuhancurkan kau sampai tak tertisaaaaaaaa"
"Karl cepat"
"ok. Viel Glück" kata Karl
"en"
Isana pun langsung pergi menghadapi dewa itu.
"baiklah, kau kesakitan kan, menurutmu karena kau disentuh kau kesakitan, kalau begitu biarkan aku menyebuhkan penyakitmu, dengan menghilangkan mu untuk selamanya"
[Oh der astral Ich gebe dir das Angebot, gib mir bitte deine Macht - oh Stern, der Universum macht, alles geht zurück zum Anfang zum alles. Ewig wird von Anfang an geboren. Gib mir deine Macht. Erstes Spiel -Astrallisierung von Alpha] ( Ts:oh the astral i give you offering, please grant me your power-oh star that make universe, everything goes back to the beginning to the everything. eternal being born from beginning. give me your power. First play Astrallization of alpha.)
Lalu hancurlah alam semesta.
"mmmmmmm. Mimpi ?" Isana yang tiba tiba bangun dari tidurnya.
'sudah lama, aku tak bermimpi tentang hal itu' pikir Isana.
Isana pun melihat jam dan melihat baru jam 4.
'masih pagi, dan aku tak bisa tidur lagi, sebaiknya aku ke teras dulu"
Isana pun mencoba bangun tapi ada sesuatu yang menahannya, Isana pun memeriksa dan melihat Eu yang tidur sambil memeluk tubuh Isana.
Isana pun hanya tersenyum dan dengan hati hati bangun tanpa membangunkan Eu, Isana pun bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke teras.
Di sana dia melihat hari masih gelap dan sepi belum ada orang sekitar yang bangun. Isana pun menikmati suasana sepi ini.
"Isana, tumben kau sudah bangun" Yurai tiba tiba muncul di belakang Isana dan memeluknya, karena tinggi mereka berbeda Isana dipelk seperti boneka beruang
"aku bermimpi tentang,'saat itu' saat pertarungan terakhir dimana aku membebaskan mereka semua dari 'dia'"
"begitukah" Yurai tak bicara apa apa lagi dan hanya memeluk Isana.
Isana dan Yurai pun menikmati waktu mereka berdua. Saat jam 6 pagi. Isana pun memutuskan untuk berjalan jalan.
Isana pun berjalan jalan menuju taman di bukit tempat dia bisa melihat seluruh kota Kuoh, tentu dia memakai kacamata dan poni menutupi matanya.
Sambil menikmati waktu pagi hari Isana juga mulai merasakan nikmatnya aura pagi hari, dlam perjalanan pun akhirnya dia melihat seorang pria yang sedang melakukan joging.
Isana pun melanjutkan perjalanannya tapi dia melihat pria yang melakukan joging tersebut pun jatuh karena tersandung sesuatu. Isana pun datang dan menolong pria tersebut.
"apa kamu tak apa apa ?" tanya Isana
"hah!, iya aku tak apa apa, makasih sudah menolong diriku"
"baiklah kalau begitu, jangan paksakan dirimu"
"anooo, perkenalkan namaku Kurogane Ikki"
"Perkenalkan namaku Assatural Isana, kau bisa memanggil Isana"
"baiklah kalau begitu panggil aku Ikki"
"Hmmmm. Tunggu Ikki... jangan jangan kau adalah Uncrowned King, Ikki Kurogane dari hagun akademi ya"
"eh!. Aku tak menyangka namaku akan terkenal"
"jangan merendah, aku melihat semua pertndinganmu, walaupun kau memiliki magic yang sedikit tapi kau bisa menutupi nya dengan skill mu yang sangat hebat"
"hahahahahaha, makasih ya"
"jadi apa yang kulakukan disini"
"aku sedang melatih tubuhku."
"pagi pagi ini"
"iya, aku tak boleh lengah, oleh karena itu aku selalu melatih tubuhku agar terus dalam kondisi sempurna dan memperkuat diriku."
"hahahaha, kau sangat hebat, ya"
"anooooo ?"
"ada apa"
"Isana san kalau boleh, toleng bertandinglah denganku !"
"apa maksudmu ?"
"walaupun kau terlihat kecil aku tau kau adalah petarung yang hebat, aku sama sekali tak bisa melihat celah pada dirimu, dan firasatku mengatakan untuk tidak melawanmu"
"kalau begitu kenapa kau mau bertanding denganku"
"itu karena..."
"jangan jangan karena final Di turnamen Seven star sword. Kalau tak salah kau akan melawan pacarmu kan."
"hehehe, iya, aku ingin melawan nya dengan segenap hatiku tapi aku tau aku yang sekarang masih belum cukup untuk melawannya"
"hmmm, bagaimana kalau kita tanding di taman dekat bukit."
"baiklah"
Taman
Isana dan Ikki pun mulai berhadapan, sebelum itu Isana menciptakan pedang kayu.
"hmmm, apa itu ?"
"ini, ini hanya Gradiation air"
"ohhh, sihir yang menciptakan benda dari mana kan ?"
"iya betul sekali"
"Ikki-san sebelum mulai, aku ingin mengatakan, untuk latihan ini lawanlah aku dengan seluruh kekuatanmu, jangan menahan diri, ok"
"hahahaha, iya aku tak akan menahan diri"
"hmmm. Sepertinya kau belum mengerti, maksudku... lawanlah aku dengan keinginan ingin membunuhku" saat mengatakan hal itu aura Isana pun langsung berubah.
Ikki yang merasakan hal itu langsung melompat mundur dan mengeluarkan pedang nya.
" .hah..."
( apa apaan, saat dia mengatakan itu aku langsung takut, seperti aku sedang dilihat oleh monster) pikir Ikki.
"ayo maju Ikki-san" kata Isana.
"fuuuu" Ikki pun menghelai nafas
( jangan panik, amati lawanmu, lihat kelemahannya... tidak dia sama sekali tak ada celah, kalau begitu akan kubuat celah)
"hoooo !" kata Isana.
( seperti yang kuduga darinya, dia tak panik saat aku mengeluarkan sedikit aura ku, dia langsung menjaga jarak dan mengamati aku, seperti yang kuharapkan dari swordman sepertinya ) pikir Isana
[ Itto Shura ] Ikki berteriak. Tiba tiba kekuatan Mana Ikki menjadi berkali kali lipat. Ikki pun langsung menghilang dan muncul di belakang Isana dan langsung menebasnya.
" swussss"
Isana pun menghindar dari serangan Ikki dengan menggelengkan badanya ke samping. Tebasan Ikki terhindar dengan gerakan minimal dari Isana.
Ikki pun langsung menghilang lagi dan muncul di atas Isana.
[ Seven Secret Swords – Saigeki ] Ikki langsung memusatkan seluruh kekuatan tubuhnya dalam pedangnya dan lalu menyerang Isana dengan tusukan.
Isana pun menghindar lagi dengan memutar tubuhnya dengan ketelitian yang tajam sehingga serangan Ikki pun terlihat seperti menembus badan Isana tapi Isana tak terluka apapun.
" masih belum"
[ Dokuga-no-tachi ] Ikki pun menyerang lagi dengan mengayunkan pedangnya pedangnya secara Horizontal ayunan nya tersebut mengakibatkan gelombang kejut.
"!" Isana pun melompat ke belakang. Tetapi sebelum dia mendarat Ikki sudah di depannya.
" Ini dia"
[Raikou ] Ikki mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang sangat cepat hingga tak bisa dilihat.
Isana pun tersenyum. Saat melihat Isana tersenyum Ikki pun langsung merinding
[Genten no ken – kauntāmirā] Tiba tiba Ikki pun terpental.
"arggggggggg" Ikki pun terjatuh.
( apa apaan, saat tebasan ku ingin mengenainya dia langsung membelokan pedangku dengan pedang kayunya, tak hanya itu aku pun merasakan seluruh tenaga dalam pedangku seperti terhisap ke pedang kayunya, lalu dia mengirimkan seluruh seranganku ke diriku. Tak hanya itu daya serangannya pun menjadi 2 kali lipat)
"apa sudah selesai. Ikki-san"
"masih belum, Itto shura ku masih punya waktu 10 detik lagi" kata Ikki yang sudah bangun.
"kau memang hebat Ikki-san, biasanya orang yang kena teknik ini tak akan bisa bangun lagi, tapi kau pun masih bisa bangun, sebagai hadiahnya akan kuperlihatkan trik ini, mungkin ini akan berguna untukmu, lihat lah baik baik"
Tangan Kiri Isana pun memiliki aura ki, dan tangan kanannya ada Mana. Isana pun lalu menggabungkan Ki dan Mana.
[ Kankaho]
Lalu energi luar biasa muncul dari dalam diri Isana.
"APA!" Ikki pun kaget.
"kalau bisa betahanlah dari tehknik ini" kata Isana.
[Genten no ken – Tsubame gaeshi] dalam satu tebasan Isana, muncullah 3 serangan .
"!" Ikki pun langsung berusaha menghindar tapi dia hanya bisa menghindar satu serangan.
"argggggggggggg" Ikki pun langsung jatuh pingsan.
"luar biasa, Ikki-san kau memiliki potensi yang luar biasa" kata Isana
...
...
..
"hmmmmmmmm" Ikki pun bangun dari pingsannya, saat tersadar dia sedang bersandar di bangku taman.
"halo Ikki-san"
"berapa lama aku tertidur"
"tak lama hanya 1 jam"
"begitukah, maaf ya sudah membuatmu menuggu diriku"
"hahahaha, tak apa apa sudah lama aku tak senang seperti ini, jadi bagaimana menurutmu"
"menurutku ?"
"dengan tehnikku yang kutunjukan padamu"
"luar biasa, baru pertama kali aku melihat teknik yang seperti itu, dari konsep nya simpel tapi sangat susah sekali dilakukan, apa lagi teknik terakhir yang kau pakai dalam satu kali tebasan ada 3 serangan yang menyerang diriku, sangat hebat sekali Isana-san"
"begitukah, terima kasih"
"anoo, Isana-san kalau bisa maukah kau mengajariku teknik pedang"
"kupikir kau sudah mencuri teknik pedangku" kata Isana
"tidak, walaupun aku menggunakan Sword steal padamu aku sama sekali tak bisa mencuri teknik mu, itu sama seperti aku mengerti konsep dalam buku tapi sama sekali tak mengerti isi buku tersebut, jadi kumohon tolong ajari aku" Ikki pun langsung melakukan dogeza ke Isana.
"hmmm, berdirilah Ikki-san kalau kau mau aku ajari akan kuajari, lagi pulla sayang sekali bibit sepertimu, tak dikembangkan menjadi bunga yang cantik" kata Isana.
"benarkah" kata Ikki dengan senyuman
"iya, berapa lama lagi sebelum final turnamen dimulai ?" tanya Isana
"dari sekarang 3 hari lagi"
"3 hari ya berarti tinggal 2 hari lagi, ok untuk sekarang beristirahatlah, besok nya kita bertemu kembali di jam yang sama"
"terima kasih Isana-san bukan Master" kata Ikki sambil membungkukkan badanya.
Isana pun berpamitan dengan Ikki dan kembali lagi kerumah. Sesampainya di rumah dia pun masuk dan menghirup aroma makanan yang enak.
"haloo Isana, sedang apa kau, tumben pagi pagi sudah bangun" kata Ruby
"aku sedang jalan jalan"
"mood mu sedang bagus baru ketemu siapa ?" kata Yurai
"hehehehe, kalian tau aku baru saja bertemu dengan Kurogane Ikki loh"
"Kurogane Ikki, maksudmu uncrowned king dari hagun akademi" kata Eu.
"iya, dia orang yang sangat menarik, dia juga meminta aku untuk mengajarinya"
"!" tiba tiba semua menjadi kaget dan diam
"dia meminta diajari olehmu" kata Ruby
"iya"
"monster macam apa yang akan lahir ?." Kata Yurai.
"yang pasti akan membuat dunia kaget" kata Ruby
"Jika Isana, pasti akan membuat muridnya menjadi kuat" kata Eu
"apa maksud kalian ?" tanya Isana
"tidak apa apa" kata Yurai,Ruby, dan Eu.
Setelah Itu Isana pun mandi dan mulai sarapan tak lama kemudian dia pun berangkat ke sekolah.
Sampainya di sekolah dia pun menuju ruang kepala sekolah. Isana pun mengetok pintu.
"Tok, Tok"
"silahkan masuk"
Isana pun masuk dan melihat Srizecht bersama dengan seorang pria yang berumur 30 tahunan. Pria tersebut memakai jas warna merah baju warna putih dengan celana jean warna merah juga. Pria tersebut memilki muka yang kelihatan jahat dan warna poni rambutnya bewarna kuning.
"selamat pagi, Isana-kun"
"ohhh, ternyata kau Chibi"
"pagi sis-con, dan ero-erotenshi"
"argg, pagi pagi kau sudah menghina ku" kata Sirzecht dengan nada sedih.
"aku bukan pervet, aku adalah super pervet" kata Azazel dengan nada bangga.
"..." Isana dan Sirzecht hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan Azazel.
"jadi apa yang kalian lakukan ?"
"tepat sekali kamu datang, kami sedang membicarakan tentang siapa yang akan masuk ke turnamen" kata Sirzecht.
"kriteria nya bagaimana ?"
"1 kelompok terdiri dari 7 orang, pertandingannya adalah battle royal untuk awalnya, dimana setiap kelompok harus melawan kelompok lainnya, ya., seperti Rating game, tiap sekolah hanya bisa mengirimkan 1 kelompok untuk mewakikan sekolahnya."
"hmmm, bagaimana dengan kalian, siapa yang akan kalian kirim"
"menurutku adalah, Rias,Sona,Akeno,Ise,Saji,Kiba, dan Koneko." Kata Sirzecht.
"kalau mu Azazel ?"
"kalau aku, Sona,Ise,Tsubasa,Saji,Asia,Kiba, dan Koneko"
"hmm..., kalau Sirzecht pilihanmu, 3 wizard type, 2 power type, dan 2 teknik type."
"sedangkan Azazel, 2 power, 2 Wizard, 1 support, dan 2 teknik"
"jadi bagaimana menurutmu ?"
"boleh kulihat dulu data mereka lagi"
"silahkan"
Isana pun membaca data masing masing dari murid yang ingin dikirim.
"jujur saja jika datanya segini kemungkinan menang tak akan ada"
"kau juga berpikir seperti itu ya" kata Sirzecht.
"pertama Ise, walaupun dia adalah sekyryutei dan merupakan tank yang luar biasa tapi dia terlalu nafsu dengan hasratnya, bisa dilihat kadang kadang hasrat nya jadi penganggu dirinya dalam konstrasi dalam pertarungan, kesempatan sekecil apapun tak akan pernah dilewati oleh musuh, bahkan mengalahkan dia saja cukup gampang"
"gampang ?, memang apa caranya ? " Tanya Azazel
"cukup kasihkan dia ilusi yang cukup kuat tentang hasrat nafsunya, itu sudah cukup memberikan celah kepada musuh untuk menjatuhkannya. Ke 2 terhadap adikmu Sis-con dan queen nya. Rias benar benar payah dalam mengendalikan kekuatannya dia sama seperti anak kecil yang melempar bola tapi tak bisa masuk tujuan, sedangkan Queen nya menghalangi potensi yang ada di dalam dirinya karena tak mau menggunakan kekuatan yang terpendam dalam dirinya hanya karena salah paham pada masa lalu, jangan tersinggung Azazel."
"Tidak diambil" kata Azazel.
"Saji juga sama dengan Ise tapi dia masih bisa dikendalikan dia hanya kurang ahli dalam memakai kekuatannya, sedangkan Kiba dia cepat dan teknik nya lumayan tapi pertahanannya lemah, jika musuh memakai sihir 'Slow' pada dirinya dan menyerangnya maka tamat sudah, Rook Rias juga sama masalahnya dengan Queen nya Rias. Bishop Rias, sudah lumayan tapi dia hanya bisa menyembuhkan, akan lebih baik jika dia diajarkan sihir untuk melindungi dirinya dan mengsupport temannya. Bishop satu lagi dia harus mendapat latihan khusus untuk percaya diri"
"oooo, hebat juga kau sudah tau kelemahan mereka"
"meh, jangan remehkan ku Azazel"
"lalu ada lagi Sona dia lumayan sebagai strategis dan ketua dia sudah hebat kekurangannya adalah daya serangnya dan keraguannya dalam mengorbankan temannya, sedangkan wakilnya Sacred gear nya tipe counter sebaiknya dia dajarkan cara untuk bertarung jarak dekat dan sihir untuk support temannya"
"menurutku akan lebih baik jika latih dulu mereka, dari hasil latihan akan kita pilih siapa yang ikut Turnamen" kata Isana
"Setuju" kata Sirecht dan Azazel.
"baiklah kalau begitu. Kalau begitu bagaimana dengan kelas ku ?"
"kebetulan kelas mu adalah 2-A dan wali kelasmu adalah Azazel ini"
"ooooo"
"ou, kenapa tatapan mu begitu padaku."
"oh iya, Isana-sama"
"tidak"
"aku belum bertanya!" kata Sirzecht"
"jika kau memanggil ku dengan nada sopan pasti kau mau sesuatu kan"
"hehehe, kau tau saja, kalau bisa kami ingin memakai dimensi yang kau buat untuk melatih Rias dan lainnya"
"hmmm!, itu bisa tapi mereka harus berbagi tempat dengan seseorang ada orang yang ingin kulatih" kata Isana
"!" Sirzecht dan Azazel langsung terdiam.
"Gawat dunia akan terkagetkan lagi" kata Sirzecht
"semoga muridnya tak jadi gila setelah selesai latihannya" kata Azazel.
"apa ?'
"Tidak Apa-apa" Kata Sirzecht dan Azazel.
"jadi siapa yang akan kau latih ?" tanya Azazel
"kalian lihat saja nanti."
"baiklah kalau begitu, Azazel tolong bawa Isana ke kelasnya ok"
"ayo ikuti aku Chibi" kata Azazel
"lead the way, old man" balas Isana.
Ruang kelas 2-A.
" kalian dengar katanya hari ini kita akan dapat murid pindahan loh" kata siswa A
"cewek apa cowok" kata Siswi B
"katanya sih Cowok" kata Siswi C
Tiba tiba pintu kelas pun terbuka, dan Azazel pun masuk
"haloo, kalian semua, seperti yang kalian tau kita akan ada murid pindahan baru yang masuk, silahkan masuk Isana."
Isana pun masuk dan muncul di depan kelas
"halo semuanya, perkenalkan namaku adalah Asteral Isana, selamat berkenalan" kata Isana.
"dia kecil sekali" kata Siswa A
"iya dia mirip kayak boneka" kata siswi B
"diam, ada yang ingin bertanya ?". kata Azazel.
"saya pak" kata wanita berambut coklat yang memakai kacamata.
"silahkan Aika"
" apakah benar kamu mendapat undangan langsung dari kepala sekolah untuk masuk ke sekolah ini"
"itu benar, beliau sendiri yang mengundang aku ke sini"
"oooooooo" semuanya pun berteriak.
"apa hubunganmu dengan kepala sekolah ?" tanya wanita berambut biru dengan poni warna hijau.
"saya bertemu dengannya waktu perjalanan saya ke amerika"
"ooooooooo"
"kalau begitu kamu sering pergi ke luar negeri"
"iya, bisa dibilang begitu"
"bagaimana dengan bahasamu ?"
"saya bisa, bahasa inggris, greek, dan jerman"
"waooooooo, apa kau tak sekolah"
"tidak ilmu yang saya dapat adalah waktu saya berpergian"
"baiklah baiklah, sampai disini duu pertanyaannya, Isana kau boleh duduk di pojok belakang dekat jendela" kata Azazel.
Isana pun duduk di dekat jendela. Setelah itu dia pun mulai hari pertama nya sekolah.
Selesai sampai disini dulu.
Halo semua, bertemu lagi maaf ya lama, penulis banyak urusan dalam RL, apalagi banyak tugas yang harus dikerjakan oh iya penulis juga merubah nama OC penulis menjadi 'Asteral Isana' karena lebi mudah diingat dan dibaca. Terima kasih penulis ucapkan bagi para pembaca yang mau membaca cerita penulis ini terima kasih.
