Title: Sweet Day

Genre: Drama, Hurt/Comfort, and Romance

Rated: M

Pairing: Naruto x Mikoto (NaruMiko)

Summary: Uchiha Mikoto yang kini sudah mengganti namanya menjadi Uzumaki Mikoto lagi, mengajak Namikaze Naruto keponakannya untuk berpacaran. Bersama-sama Naruto, Mikoto memulai hidup baru sebagai sepasang kekasih. Warning: Lemon, Lime, and Rape.

Warning: Abal, Gaje, Typo, Lemon, Lime, Rape, and ETC.

.

.

Tokoh Utama:

Naruto (20 Tahun)

Mikoto (28 Tahun)

.

.

Maaf lama karena idenya baru muncul di kepala, tentu saja Mikoto hanya milik Naruto, begitu pula sebaliknya Naruto hanya Mikoto. Selamat menikmati Chapter tiga ini, maaf kalau sedikit membuat kalian masuk imajinasi termesum kalian. Hahahaha.

.

.

.

Chapter 3: Apartement Naruto

Sudah seminggu berlalu, akhirnya Naruto berangkat ke stasiun kereta untuk menuju Osaka, sebelumnya Naruto sudah menghubungin kekasihnya Mikoto untuk menunggunya di stasiun kereta.

Kini Naruto sudah berada di depan rumahnya untuk berpamitan kepada Minato dan Kushina yang merupakan orang tua dari Naruto.

"Tou-san, Kaa-san, aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik-baik." kata Naruto yang kini menaikan barang-barangnya ke dalam mobil taxi yang di pesannya.

"Kau juga di sana hati-hati ya. Jangan makan sembarang, dan ingat selalu makan sayur." kata Kushina sang Kaa-sannya.

"Siap boss." kata Naruto yang hormat ala militer, kemudian berjalan ke arah pintu belakang mobil taxi tersebut lalu berpamitan kembali. "Aku pergo Kaa-san, Tou-san." katanya lalu masuk ke dalam mobil taxi tersebut.

Mobil taxi tersebut langsung menjalankan mobilnya untuk meninggalkan kediaman Namikaze untuk menuju stasiun kereta.

"Hati-hati di sana Naruto." kata Kushina melambaikan tangannya ketika mobil taxi keluar dari kediamannya. Kushina dan Minato pun masuk kembali ke dalam rumah.

Sementara di stasiun Mikoto sedang menunggu Naruto dan juga sudah membeli dua buah tiket kereta menuju Osaka.

Mikoto POV

Kini aku sedang duduk di salah satu tempat duduk yang di sediakan untuk para penumpang menunggu datangnya kereta.

Aku senang sekali, karena hari ini dan seterusnya aku akan tinggal dengan kekasihku Naruto-kun, aku sudah membeli dua tiket untuk ke Osaka dimana tempat Naruto-kun dan aku tinggal nanti. Aku tahu ini salah, tapi bisakah aku egois sedikit saja. Biarkan aku sedikit saja merasakan kebahagiaan.

Ku lihat sekeliling, dan akhirnya kekasihku datang tidak jauh dari tempat aku menunggu.

"Naruto-kun!" panggilku kepada Naruto.

Ku lihat Naruto melihat ke arahku kemudian tersenyum dan berjalan ke arahku. Aku pun menghampiri Naruto-kun, kini Naruto-kun sudah berada di depanku. Dia mencium hibirku sekilas kemudian tersenyum.

"Maaf menunggu lama Mikoto-chan." katanya kepadaku.

"Tidak apa-apa, ayo kita masuk kedalam. Kereta sudah datang." kataku menggenggam tangan Naruto lalu berjalan ke arah gerbong kereta.

Aku dan Naruto-kun pun masuk ke dalam kereta, tidak seperti saat aku liburan dengan Naruto-kun, kali ini aku menggenggam tangannya dan duduk di sebelahnya sambil menyandarkan kepalaku ke bahu Naruto-kun.

Mikoto POV End

Perjalanan menuju Osaka cukup melelahkan pasangan Naruto dan Mikoto yang datang ke apartemen Naruto pukul 23.00, akhirnya mereka sampai di apartemen yang cukup besar, dengan satu kamar tidur, dua toilet di kamar tidur dan dekat dapur, mereka pun masuk ke kamar tidur untuk beristirahat.

Terlihat Naruto memeluk Mikoto dengan penuh kasih sayang dalam tidurnya. Terlihat mereka tidur nyenyak mungkin hingga pagi hari membangunkan mereka.

- Sweet Day -

Pagi hari yang cerah, Naruto terbangun dari tidurnya dan melihat bahwa Mikoto tidak ada di tempatnya. Masih ada dua hari sebelum Naruto berangkat kerja di perusahaan Senju.

'Pasti Mikoto-chan sedang masak.' batin Naruto bangun dari tempat tidurnya dan keluar kamar.

Di sebuah dapur terlihat seorang wanita berumur 28 tahun, siapa lagi kalau bukan Uzumaki Mikoto sang kekasih Namikaze Naruto, Mikoto sedang memotong sayuran kecil-kecil, tapi ada yang berbeda dari Mikoto, Mikoto hanya mengenakan apron berwarna biru laut tanpa ada busana lain yang menutupinya.

Tiba-tiba dua buah tangan kekar melingkar di pinggang Mikoto, dapat di rasakan kehangatan di dalam pelukan itu, Mikoto tahu siapa yang memeluknya, siapa lagi kalau bukan sang kekasih Namikaze Naruto.

"Ohayou Mikoto-chan." sapa Naruto sambil memeluk Mikoto yang hanya mengenakan apron berwarna biru laut.

"Ohayou Naruto-kun." sapa balik Mikoto pada Naruto yang masih setia memeluknya dan tidak lupa masih memotong sayuran.

"Kau tahu, kau semakin seksi bila hanya mengenakan apron Mikoto-chan." kata Naruto sambil meremas pantat Mikoto yang kenyal.

"Ahh! Jangan menggoda ku Naruto-kun." kata Mikoto sedikit mendesah akibat perlakuan Naruto yang meremas pantatnya.

"Yang menggoda siapa Mikoto-chan, aku atau kamu yang hanya mengenakan apron biru laut saja saat memasak?" tanya Naruto yang kini mencium leher Mikoto karena dirinya terangsang karena Mikoto hanya mengenakan apron saja saat memasak. Di ciumnya lembut leher jenjang Mikoto hingga menyentuh titik sensitif milik Mikoto. Mikoto pun mendesah dan menghentikan akitifitasnya memotong sayuran.

"Akhh! Ahhh! Nanti Naruto-kun aku sedang memasak." kata Mikoto kepada Naruto yang masih setia mencium leher jenjangnya dan meninggalkan banyak kissmark di leher Mikoto.

"Memasaknya nanti saja, kamu tidak lihat aku sedang makan." kata Naruto kini menyibakan apron Mikoto dari belakang dan terlihatlah payudara indah milik Mikoto dengan puting berwarna pink. Kemudian meremas payudara kanan Mikoto dengan lembut dari belakang membuat Mikoto mendesah merasakan sensasi yang begitu nikmat akibat perlakuan Naruto.

"Aishh! Ahhh! Lalu apa yang kamu makan Naruto-kun?!" tanya Mikoto menikmati perlakuan kekasihnya.

"Memakan tubuh indahmu Mikoto-chan." jawab Naruto yang kini telah membalikan tubuh Mikoto lalu mencium dengan lembut bibir ranum Mikoto, Mikoto pun membalas ciuman Naruto lalu membuka mulutnya untuk di akses oleh Naruto, Naruto pun menyapu bersih rongga mulut Mikoto dan memainkan lidahnya dengan lembut di rongga mulut Mikoto. Ciuman pun di hentikan kerena keduanya butuh pasokan udara.

Kini Naruto menyibakan apron Mikoto sebelah kiri dan terlihatlah payudara Mikoto sebelah kiri. Naruto pun langsung melumat payudara Mikoto sebelah kanan dan memainkan payudara Mikoto sebelah kiri dengan tangan kanannya. Naruto pun menggigit-gigit kecil payudara kanan Mikoto dan tidak lupa memainkannya dengan lidahnya. Sementara tangan kanan Naruto masih sibuk dengan payudara Mikoto sebelah kiri dan memainkannya dengan jari-jarinya dengan indah. Mikoto pun mendesah akibat perlakuan Naruto.

"Akhh! Terus Naruto-kun! Ini nikmat sekali! Ahhh! Ahhh!" kata Mikoto mendesah dengan indah, Mikoto pun tidak mau kalah, dalam desahannya Mikoto memberanikan diri membuka celana boxer Naruto dan terlihatlah penis Naruto yang sudah tegang. Mikoto pun memegang penis Naruto dengan tangan kanan dan menaik turunkan tangannya di penis Naruto dan menimbulkan sensasi kenikmatan bagi Naruto, Naruto pun menghentikan semua kegiatannya dan mendesah menikmati perlakuan Mikoto.

"Ahhh! Mikoto-chan! Belai terus Mikoto-chan! Ahhh!"

Kini Naruto berdiri di sebelah kanan Mikoto yang masih setia memainkan penis Naruto, Naruto mencium bibir ranum, dan tidak lupa memainkan payudara kanan Mikoto dengan lembut, Mikoto pun memaju mundurkan penis Naruto dengan lebih cepat. Mikoto pun mendesah tidak kalah hebat dari Naruto.

"Akhh! Naruto-kun! Akhh! Ahhh!"

Naruto kini menghentikan aktifitasnya lalu beralih ke depan dan menyibakan apron Mikoto sebelah kiri dan apron bagian bahwa Mikoto, di angkatnya kaki Mikoto dengan tumpuan tangan kanannya. Dan bersiap memasukan penisnya kedalam vagina milik Mikoto. Tapi tidak di lakukan. Naruto mencium bibir ranum Mikoto dengan lembut dan kini tangan kirinya meremas payudara kanan Mikoto dan membuat Mikoto mendesah merasakan kenikmatan yang di lakukan Naruto.

"Akhh! Naruto-kun! Aku keluar! Akhhh! Ahhh!"

"Wajahmu indah saat mendesah namaku Miko-chan." goda Naruto kepada Mikoto.

Mikoto pun tersipu malu menahan semburat merahnya, kini Naruto telah bersiap memasukan penisnya dalam vagina milik Mikoto, penis Naruto pun masuk sepenuhnya, kini Naruto memaju mundurkan penisnya di dalam vagina Mikoto tidak lupa mengangkat kedua kaki Mikoto sehingga kedua kaki Mikoto menjepit pinggang Naruto yang sedang berdiri. Naruto pun mendesah merasakan sensasi yang di berikan oleh vagina milik Mikoto, begitu pula Mikoto yang merasakan sensasi yang di berikan penis Naruto.

"Akhhh! Vaginamu begitu semput Miko-chan! Penisku terasa di pijat-pijat! Ahhhh!" racau Naruto merasakan penisnya di pijat-pijat oleh vagina Mikoto.

"Akhhh! Penismu memang perkasa Naru-kun! Penismu terasa menutupi semua ruang di vaginaku! Akhhh! Lebih cepat Naruto-kun! Akhhh! Ahhhh!" racau Mikoto menikmati permainan Naruto yang memaju mundurkan penisnya di vagina miliknya.

Naruto pun memaju mundurkan penisnya dengan cepat tidak lupa kedua tangannya yang bebas meremas pantat indah Mikoto dan mencium bibir ranum Mikoto dan meminta akses untuk memasuki rongga mulut Mikoto, Mikoto pun membuka mulutnya, Naruto pun menyapu bersih rongga mulut Mikoto dan tidak lupa memaju mundurkan penisnya dengan cepat. Ciuman panas pun berhenti karena keduanya butuh pasokan udara.

"Akhhh! Naruto-kun! Lebih cepat! Ahhh! Akhhh!"

"As you wis Honey! Ahhh!"

Naruto memaju mundurkan penisnya dengan cepat tidak lupa mencium leher jenjang Mikoto dan meremas lembut pantat indah Mikoto. Hampir 15 menit Naruto terus memaju mundurkan penisnya akhirnya vagina Mikoto berkedut tanda ingin klimaks. Naruto pun mempercepat memaju mundurkan penisnya karena mengetahui kekasihnya ingin klimaks. Akhirnya Mikoto pun klimaks dengan desahan panjangnya.

"Akhhhhh! Ahhhhhh! Aku keluar Naruto-kun! Ahhhh! Ini sungguh nikmat sekali!" racau Mikoto merasakan klimaks yang kedua kalinya.

Naruto pun melepas penisnya dari vagina milik Mikoto dan menggendong Mikoto ala bridal style menuju sofa, tidak lupa mencium bibir ranum Mikoto dengan lembut. Naruto pun meletakan Mikoto di sofa, dan kali ini Naruto memposisikan kepalanya di bawah vagina Mikoto. Naruto pun menjilati sisa-sisa cairan cinta Mikoto dan membuah Mikoto mendesah kembali.

"Akhhh! Ahhh!"

Setelah selesai membersihkan sisa-sisa cairan cinta Mikoto, Naruto pun mengarahkan lidahnya ke bibir vagina milik Mikoto yang indah dan menjilatinya dengan lidahnya. Dan membuat Mikoto terangsang kembali kemudian mendesah merasakan kenikmatan lidah Naruto.

"Akhhh! Ahhh! Benar disitu Naruto-kun! Mainkan lidahmu Naruto-kun! Ahhhh! Akhhh!" racau Mikoto merasakan kenikmatan lidah Naruto sambil meremas kedua payudaranya sendiri untuk menambah kenikmatan.

Naruto kini telah membuka vagina milik Mikoto dengan kedua tangannya dan terlihatlah clitoris Mikoto yang indah, kemudian Naruto menjilat clitoris Mikoto dan membuat Mikoto kembali mendesah dengan meremas kedua payudaranya yang indah dan memainkan putingnya dengan jari-jarinya.

"Akhhh! Terus jilat Naruto-kun! Akhhh! Ini nikmat sekali Naruto-kun! Ahhhh!"

Naruto pun melumat clitoris Mikoto tidak lupa memainkan lidahnya di clitoris milik Mikoto di dalam mulut Naruto, hingga Mikoto merasakan kenikmatan tiada tara dan meremas rambut bersurai emas Naruto dan membawanya lebih dalam untuk memainkan mulutnya di vagina milik Mikoto. Mikoto mendesah akibat perlakuan Naruto yang membawanya merasakan kenikmatan langit ke tujuh.

"Akhhh! Kamu apakan vaginaku Naruto-kun! Rasanya nikmat sekali! Akhhhh! Terus Naruto-kun! Aku hampir sampai! Ahhhh!" racau Mikoto yang vaginanya sekarang serasa berkedut-kedut tanda ingin klimaks yang ketiga kalinya. Naruto pun kini berganti mulutnya dengan kedua jari tangan kanan Naruto dan langsung memasukan dua jarinya ke dalam vagina Mikoto dan memaju mundurkannya dengan cepat, tidak lupa mencium dan melumat kedua payudara Mikoto secara bergantian. Naruto pun terus mempercepat memaju mundurkan dua jarinya di dalam vagina Mikoto yang makin berkedut. Mikoto pun mendesah panjang akibat klimaks ketiganya.

"Akhhhh! Ahhhhh! Aku keluar Naru-kun! Ahhhh! Akhhhhhhhh!"

Cairan cinta Mikoto kembali keluar dari dalam vagina Mikoto, nafas Mikoto pun terengah-engah, Naruto pun mencabut dua jarinya dan membersihkannya dengan mulut cairan cinta yang berada di dua jari Naruto.

"Cairan cintamu nikmat sekali Mikoto-chan!" goda Naruto kepada Mikoto yang masih terengah-engah akibat klimaks ketiganya. Mikoto pun mengeluarkan semburat merah di kedua pipinya karena perkataan Naruto.

"Naruto-kun, cairan cintamu belum keluar, mau di oral apa di dalam vaginaku?" tanya Mikoto malu-malu karena Naruto belum mengeluarkan cairan cintanya.

"Di vaginamu saja sayang, tapi kamu masih sanggupkan?" tanya Naruto memastikan bahwa Mikoto masih sanggup menerima serangan penisnya di dalam vagina Mikoto.

Mikoto pun hanya mengangguk tanda bahwa dirinya masih sanggup.

Di posisikannya kini penis Naruto berada di depan vagina milik Mikoto dan mengesek-gesek penisnya di mulut vagina Mikoto sehingga Mikoto mendesah kembali.

"Akhhh! Jangan menggodaku Naruto-kun! Kumohon masukan penismu ke dalam vaginaku." kata Mikoto memohon karena Naruto mengesek-gesekan penisnya di bibir vagina milik Mikoto.

"As you wish Mikoto-chan." kata Naruto yang kini menuntun penisnya masuk kedalam vagina milik Mikoto. Lalu memaju mundurkan penisnya di dalam vagina milik Mikoto. Mikoto pun mendesah karena Naruto memaju mundurkan penisnya dengan cepat di vagina miliknya.

"Akhhh! Lebih cepat Naruto-kun! Akhhh! Ahhhh! Akhhh!"

Naruto pun memaju mundurkan penisnya lebih cepat, tidak lupa memberikan rangsangan di seluruh titik sensitif Mikoto, mencium bibir Mikoto, mencium leher jenjang Mikoto hingga memberikan banyak kissmark di leher jenjang Mikoto, dan melumat kedua payudara indah Mikoto secara bergantian dan itu membuat Mikoto kembali mendesah merasakan kenikmatan di pagi hari yang di lakukan bersama sang kekasih.

"Ahhh! Terus Naruto-kun! Lebih cepat lagi! Ahhh! Akhhh!"

Naruto terus memacu memaju mundurkan penisnya di vagina milik Mikoto, hampir 10 menit Naruto terus memaju mundurkan penisnya. Vagina Mikoto kembali berkedut tanda ingin klimaks yang ke empat kalinya, Naruto yang merasakan penisnya di tarik lebih dalam oleh vagina Mikoto memacu memaju mundurkan penisnya lebih cepat lagi karena Naruto tahu Mikoto akan mencapai puncak kenikmatannya. Mikoto pun mendesah panjang karena klimaks keempatnya.

"Akhhhh! Naruto-kun! Aku keluar lagi! Akhhh! Ini hebat Naruto-kun! Aku benar-benar bahagia! Ahhhh! Ahhhh!" racau Mikoto karena klimaks keempatnya. Mikoto yang tahu Naruto belum klimaks mencium bibir Naruto dengan lembut lalu berkata.

"Aku masih kuat Naruto-kun, aku ingin merasakan cairan cintamu." kata Mikoto kepada Naruto yang kini menghentikan memaju mundurkan penisnya.

"Maaf ya karena aku belum keluar. Aku benar-benar ingin merasakan tubuh indahmu lebih lama Mikoto-chan." kata Naruto mencium bibir ranum Mikoto dengan lembut dan tidak lupa meminta akses lebih dari bibir Mikoto untuk menyapu rongga mulut Mikoto, Mikoto membuka sedikit mulutnya, tidak menyia-nyiakan waktu Naruto lidah Naruto langsung melesat di dalam mulut Mikoto dan menyapu rongga mulut Mikoto, tidak lupa Naruto memaju mundurkan penisnya dengan tempo sedang. Mereka berdua pun melepas ciuman mereka, Mikoto pun membelai rambut Naruto dengan lembut lalu berkata.

"Tidak apa-apa, aku malah suka dengan itu Naruto-kun! Aku makin mencintaimu, dan biarkan aku bersikap egois karena ingin memilikimu seutuhnya." kata Mikoto yang kini membelai wajah Naruto, tidak lupa merasakan kenikmatan kembali di vaginanya karena Naruto memaju mundurkan penisnya dengan tempo sedang.

"Terima kasih Mikoto-chan, dan biarkan aku menjadi keegoisan dirimu, asal kau bahagia, aku pun akan bahagia." kata Naruto yang kini memaju mundurkan penisnya dengan tempo yang lebih cepat dari yang tadi. Hingga Mikoto pun mendesah kembali karena rangsangan penis Naruto pada vagina miliknya.

"Akhh! Ahhh! Naru-kun, lebih cepat Naru-kun! Akhhh! Ahhhh!"

"Akhhh! As you wish Miko-chan!"

Naruto memaju mundurkan dengan cepat penisnya di milik Mikoto, tidak lupa merangsang semua titik sensitif milik Mikoto. Melumat payudara indah Mikoto dan memainkan putingnya di dalam mulut Naruto dan menggigit-gigit kecil dengan giginya, dan tidak lupa masih memaju mundurkan penisnya di dalam vagina Mikoto. Mikoto pun mendesah karena merasakan sensasi yang begitu bergairah di dalam tubuhnya.

"Akhhh! Lebih cepat lagi Naruto-kun! Kamu benar-benar pria perkasa! Akhhh! Ahhhh! Ahhhh!"

Naruto kini memaju mundurkan dengan cepat dan memfokuskan diri di dalam memaju mundurkan penisnya di vagina milik Mikoto. Hampir 10 menit Naruto terus memaju mundurkan penisnya, seketika itu juga penis Naruto makin mengeras dan berkedut tanda ingin klimaks, begitu pula vagina milik Mikoto yang berkedut kembali untuk mencapai klimaks yang ke lima kalinya. Naruto terus memaju mundurkan penisnya di dalam vagina milik Mikoto, Mikoto pun membantu dengan memaju mundurkan pinggangnya. Akhirnya mereka berdua mendesah panjang merasakan cairan cinta mereka keluar.

"Akhhhhh! Aku keluar Naru-kun! Akhhhh! Ahhhhhh! Aku keluar lagi! Ahhhh!"

"Akhhhh! Miko-chan! Aku keluar! Akhhhh!" Ahhhh!"

Cairan cinta Naruto melesat dengan cepat memasuki rahim kekasih tercintanya, dan membuat perut Mikoto terasa menghangat akibat cairan cinta Naruto. Tidak berapa lama Naruto pun mencabut penisnya dalam vagina milik Mikoto.

"Akhh!"

Kini Naruto duduk di samping Mikoto dan memeluknya dengan erat dan membawanya kedalam dekapan hangat milik Naruto.

"Mikoto-chan, aku mencintaimu apa adanya." kata Naruto dalam dekapannya.

"Benarkah Naruto-kun?" tanya Mikoto memastikan bahwa jika dirinya berkata kalau tidak bisa memberikan keturunan apa Naruto masih mencintainya.

"Ya, aku mencintaimu apa adanya. Dan juga aku tahu kenapa Uchiha brengsek itu menceraikanmu." kata Naruto dengan wajah marah mengingat Mikoto yang di ceraikan karena tidak bisa memberikan keturunan. Naruto tahu karena mencari informasi kenapa Mikoto di ceraikan, dan hasilnya mengejutkan bahwa Mikoto di ceraikan karena si Uchiha brengsek itu bilang Mikoto mandul.

Mikoto kaget mendengar ucapan Naruto kemudian bertanya kembali, "Apa maksudmu Naruto-kun?" tanya Mikoto pura-pura tidak tahu. Walau dalam hati bahagia bahwa Naruto mengetahui kenapa dirinya di ceraikan dan Naruto berkata bahwa dirinya mencintai Mikoto yang apa adanya.

"Sudah jangan pura-pura tidak tahu, walau kamu tidak bisa memberikan keturunan aku sudah cukup bahagia bisa bersamamu." kata Naruto mencium pucuk kepala Mikoto dengan lembut.

Mikoto yang mendengar itu menangis, bukan menangis sedih, tapi menangis bahagia atas ucapan Naruto yang akan menerima dirinya apa adanya. 'Terima kasih Kami-sama, aku tidak harus mengatakannya kepada Naruto-kun, aku benar-benar mencintai Naruto-kun apa adanya.' batin Mikoto dalam dekapan Naruto.

Naruto pun memeluk Mikoto dengan erat untuk menenangkan Mikoto yang sedang terisak. Cukup lama mereka dalam posisi itu hingga penis Naruto kembali berdiri tegak dengan perkasa.

"Miko-chan, kita lanjutkan ya. Sarapannya nanti saja, sang adik sudah bangun lagi." kata Naruto yang kini memegang penisnya dan memaju mundurkan dengan lambat.

Mikoto pun memerah wajahnya karena ucapan Naruto dan berkata, "Dasar mesum." katanya lembut tapi kemudian menyingkirkan tangan Naruto dari penisnya dan memainkan penis Naruto dengan tangan kanannya dengan memaju mundurkan jari-jari tangannya yang menggenggam penis Naruto.

"Hehehe. Aku kan mesum hanya padamu Mikoto-hime-chan." kata Naruto merasakan sensasi belaian tangan Mikoto.

- Sweet Day -

Mereka pun melanjutkan permainan panas mereka dan melupakan sarapan di pagi hari. Mereka berhenti melakukan permainan mereka ketika siang hari menjelang untuk mengisi stamina mereka di ronde berikutnya.

Hari ini adalah hari terindah bagi Mikoto karena Naruto mengetahui kenapa Mikoto di ceraikan, tapi Naruto tidak ambil pusing karena Naruto mencintai Mikoto bukan karena fisik. Naruto mencintai Mikoto karena murni dari dalam hati. Soal di beri keturunan atau tidak itu urusan Kami-sama, Naruto berharap dirinya terus mencintai Mikoto sepenuh hati.

Selama dua hari mereka bercinta di mana saja, di toilet, di dapur, hingga di depan pintu masuk agar menambah sensasi tersendiri apabila terdengar dari luar.

.

.

.

To Be Continued

.

.

Terima kasih sudah membaca fiction saya, semoga kalian suka dengan semua fiction saya. Terima kasih yang sudah review, follow, dan favorite fiction saya, dan yang lebih penting terima kasih sudah membacanya.