TOO LOVE
CHAPTER THREE
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
Park Yoochun (namja)
Kim Junsu (yeoja)
Shim Changmin (namja)
Cho Kyuhyun (yeoja)
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Author POV
Tidak terasa, Jaejoong sudah satu minggu tinggal di kediaman Jung. Hari-harinya selalu disibukkan dengan kuliah dan sebagainya. Dan tentu saja selalu menghindari seorang Jung Yunho. Tekadnya bulat, melupakan Jung Yunho. Tidak akan semudah itu Kim Jaejoong.
Sepertinya pagi ini, dewi keberuntungan tidak berpihak pada Jaejoong. Mobil kesayangannya yang biasa ia pakai ke kampus tiba-tiba tidak mau menyala.
"Ah, mobil sialan." Umpat Jaejoong memukul stir mobil
"Butuh tumpangan ?" tanya Yunho ketika melihat Jaejoong yang mengumpat tidak jelas.
"Tidak, aku akan menelepon Yoochun saja." Jawabnya ketus.
"Tidak takut terlambat ?" tanya Yunho lagi.
Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi kan Kim Jaejoong. Jangan salahkan jarak rumahmu dengan rumah Yoochun yang lumayan jauh. Begitu susahnya menghindari Yunho kan ? Begitu sulitnya melupakan Yunho bukan.
"Cepat jalankan mobilmu." Jaejoong kini telah duduk di kursi penumpang mobil Yunho.
"Kenapa kamu duduk di belakang ? Apa aku supirmu eoh ?" tanya Yunho kesal karena Jaejoong duduk di kursi belakang dan memerintah Yunho seperti seorang supir.
"Kamu akan menjemput Junsu kan ?" Jaejoong balik bertanya dan pandangannya masih setia melihat jendela.
"Dia tidak kuliah hari ini, katanya harus ke rumah sakit." Jawab Yunho singkat.
"Oh." Respon Jaejoong.
"Cepat pindah pabbo ! Aku tidak akan menjalankan mobil ini kalau kamu tidak mau pindah ke sini !" kata Yunho sambil menunjuk kursi penumpang di sebelahnya.
Dengan berat hati pun Jaejoong pindah ke sebelah Yunho, namun pandangannya masih setia menghadap jendela mobil.
"Kenapa seminggu ini kamu menghindari aku terus eoh ?" tanya Yunho memecahkan keheningan.
"Tidak apa-apa." Jawab Jaejoong singkat.
End of Author POV
Yunho POV
Akhirnya aku menanyakan kepadanya. Aku harus mengetahui alasannya kenapa selalu menghindariku. Sebegitu bencinya kah dia kepadaku yang selalu menjahilinya ? Huft, kenapa jantung-ku berdetak tidak karuan daritadi. Akan memalukan bukan bila dia mendengar detak jantungku ini. Kim Jaejoong, aku akui kalau aku mencintaimu. Tapi maaf, aku belum bisa.
End of Yunho POV
Author POV
"Aku ikut pulang." Kata Jaejoong. Seharian ini dia merutuki nasibnya kenapa bisa begitu sial. Ternyata Yoochun tidak masuk kuliah hari ini. Changmin beralasan ada urusan bersama dengan Kyuhyun. Yah, mau tidak mau dia numpang Yunho lagi.
"Hm ? Baiklah." Yunho menyunggingkan senyumnya.
"Bisakah mampir di mall dulu ?" tanya Jaejoong kemudian.
"Mau ngapain ?" Yunho tanya balik.
"Jalankan saja mobilnya dan kita ke mall dulu, oke hyung." Jawab Jaejoong dengan nada seperti memerintah.
Tidak berapa lama Jaejoong dan Yunho sampai di sebuah mall yang cukup besar. Dan mata Jaejoong mengarah kepada toko perhiasan.
"Selamat Datang." Ucap si pelayan dengan nada ramah.
"Apakah disini ada cincin couple ?" tanya Jaejoong kepada si pelayan itu.
"Tentu saja, silahkan." Kemudian si pelayan mengarahkan Jaejoong menuju stand cincin.
"Yunho-ah yang mana menurutmu yang bagus ?" tanya Jaejoong kepada Yunho yang sedari tadi mengikuti Jaejoong.
"Untuk siapa ?" Yunho berbalik tanya
"Tentu saja aku dan Yoochun. Besok kan dia ulang tahun." Jawab Jaejoong dan matanya masih terarah kepada cincin-cincin yang berada di stand.
DEG
Seketika Yunho merasa dadanya sakit. Tapi segera ditepisnya perasaan itu.
"Menurut saya cincin ini yang cocok untuk kalian berdua. Kalian benar-benar pasangan yang serasi." Kata si pelayan.
"Taa.."
"Benarkah ? Terimakasih noona." Potong Yunho cepat.
Dalam perjalanan pulang, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. Jaejoong masih setia memandang ke arah jendela. Yunho tentu saja fokus menyetir.
"Terimakasih sudah menemaniku." Kata Jaejoong memecahkan keheningan.
"Ne."
End of Author POV
Jaejoong POV
Akhirnya sampai juga di rumah. Apa-apaan Yunho. Mengapa dia mengatakan itu kepada pelayan toko tadi. Bercandanya kelewatan. Sial !
Mwo ? Kenapa ada appa dan umma-nya Junsu disini ? Loh Junsu juga ada. Cantik sekali dia memakai dress itu.
"Yunho, Jongie. Kalian kemana saja ? Kenapa baru pulang ? umma Jung menyadari kehadiran kami.
"Tadi Jaejoong meminta aku menemaninya ke mall." Kata Yunho lalu dia duduk di samping Junsu. Sepertinya aku harus ke kamar-ku saja. Aku tidak ingin mencampuri urusan mereka.
"Jaejoong tidak menyapa umma dan appa ?" Baru saja aku mau menaiki anak tangga. Umma Kim menegurku.
"Ah, anyeong, appa Kim, umma Kim. Mian, Jongie sudah lama tidak mampir ke rumah." ucap Jaejoong sopan.
"Aigo, kamu mau kemana ? Sini berkumpullah bersama kami." Umma Kim sepertinya kagum akan kesopanan Jaejoong. Apakah berkat Umma Jung, sifat feminim Jaejoong terlihat sedikit demi sedikit ?
"Jongie ada PR umma. Mianhe." Tolak Jaejoong dengan sopannya.
"Baiklah." Gumam Umma Kim.
Fiuh, tentu saja aku akan menolak. Untuk apa aku ikut bergabung duduk disitu. Sebaiknya aku tidur dulu lalu mengerjakan PR. Ah, cincin pilihan Yunho bagus juga. Besok aku akan memberikannya kepada Yoochun.
End of Jaejoong POV
Author POV
Sementara itu di ruang tamu. Orang tua Yunho dan orang tua Junsu terlihat sangat serius.
"Ehem, begini. Karena anak kita telah lama berpacaran, apa tidak sebaiknya mereka bertunangan saja ?" kata appa Kim memulai pembicaraan.
"Benar juga. Aku setuju saja. Kamu bagaimana Yunho ?" appa Jung mengarahkan pertanyaan kepada Yunho.
"Ter..terserah appa saja." Jawab Yunho sedikit kaget.
"Lalu Junsu bagaimana ?" Kini giliran umma Kim menanyakan Junsu
"Tentu saja aku mau, umma." Junsu pun tertunduk malu.
Kini resmilah seorang Jung Yunho menjadi tunangan dari seorang Kim Junsu. Dengan mudahnya Yunho menerima permintaan appa-nya itu. Apakah karena kasihan dengan Junsu ? Tidak, Yunho selalu menepis hal tersebut. Lalu apa yang membuatmu sampai dengan begitu mudahnya menerima lamaran ini Jung Yunho ? Ada hal apa yang kamu sembunyikan Jung Yunho eoh ?
Sementara itu, di dapur terlihat Jaejoong terduduk lemas di lantai. Sepertinya yeoja berambut pendek ini mendengar perkataan orang-orang tadi.
'Jangan memikirkannya, Kim Jaejoong. Apa kamu sudah lupa tekad-mu ?' batin Jaejoong menyemangati dirinya sendiri.
Sungguh lucu kedua orang ini. Mereka mencintai satu sama lain. Tetapi tidak ada yang mengucapkan kata-kata 'saranghae'.
TBC
Gomawo *bow*
0212ECHY - SIMYJS - - GUEST - MEYY-CHAAN - - .GI - AOI KO MAMORU - RILIANDA ABELIRA - QUEENDEEBEAUTY
CURHAT SEDIKIT BOLEH ?
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
Senang banget FF pertama Ze dapat review positif ^^.
Sudah lama banget sebenarnya Ze pengen bikin FF, tapi baru ini bisa publish disini. Kesibukan Ze yang tiada henti-hentinya, fiuuh. Sampai lupa hari Minggu. Haha. *gakpentingbangetsih*
BDW, FF Ze ini dilanjut gak ? :')
FF nya masih nyambung aja gak ?
Oya, disini ada yang tau JLAW & KIRIO gak ? ^^
Ah, Ze banyak nanya ya ? Mianhe..
Once again, thank you very much ! *bow*
17 MARET 2013
-ZE-
