Setelah percakapan yang cukup canggung di telepon, Kyuhyun dan Siwon pun memutuskan untuk bertatap muka sore itu. Kyuhyun sangat gugup. Bahkan ia melalaikan pekerjaannya hari itu. Kyuhyun sibuk memutar kembali memori nya lima belas tahun yang lalu bersama Siwon. Bagaimana cara namja itu menatap, menyentuh, dan mencumbunya karena Kyuhyun ingat dengan jelas bahwa Siwon sangat menyukai skinship. Ketika bersama Siwon, Kyuhyun merasa bahwa dunia seakan milik mereka berdua.

Siwon mengajak Kyuhyun untuk bertemu di sebuah restoran seafood terkenal di daerah Gangnam, Siwon mengatakan karena tempat tersebut dekat dengan tempatnya bekerja. Kyuhyun sebetulnya cukup penasaran, namun dia tidak ingin menanyakan pertanyaan bodoh, seperti "Apa pekerjaanmu?" di awal perbincangan mereka setelah lima belas tahun. Kyuhyun pun mencoba untuk mencari di Google, dan dia menemukan sebuah perusahaan multimedia yang dipimpin oleh seorang bernama Choi Siwon di daerah Gangnam yang memang cukup dekat dengan restoran seafood tempat mereka berjanji bertemu. Kyuhyun cukup terkejut karena seingatnya Siwon pernah mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang model, namun sepertinya rencananya tidak berjalan dengan baik atau memang dia sudah berubah pikiran. Lagipula seingat Kyuhyun mereka dulu jarang berbincang mengenai masa depan, yang mereka lakukan saat berdua hanyalah sex, sex dan sex.

Sebelumnya, Kyuhyun merasa bahwa kemarin dia telah melakukan hal yang sia-sia dengan melakukan full-body-treatment di salon,yang cukup menguras isi dompetnya, karena dia pikir setelah Kibum melamarnya mereka akan menghabiskan "malam panas" bersama. Namun sekarang Kyuhyun merasa bersyukur, setidaknya dia tidak perlu mempersiakan sesuatu berlebihan saat ini, hanya memerlukan sedikit krim wajah agar terlihat segar dan dia siap bertemu Siwon.

Kyuhyun memasuki restoran dengan langkah percaya diri. Sambil sesekali mengecek penampilannya melalui ponsel yang digenggamnya. Kyuhyun merasa dia seperti seorang gadis remaja yang akan melakukan kencan buta, karena dirinya sangat gugup saat ini. Namun Kyuhyun menegaskan dirinya bahwa pertemuan ini tidak akan berakhir di atas ranjang. Tidak akan.

Ditengah kegugupannya, datang seorang pelayan menghampiri Kyuhyun.

"Inilah saatnya..." batin Kyuhyun sambil mengambil napas panjang.

"Aku sudah memiliki janji dengan seorang... teman, Choi Siwon."

"Tentu, silahkan ikuti saya."

Pelayan itu pun menunjukkan letak meja yang dimaksud. Kyuhyun pun mengikuti sambil memandang ke sekeliling restoran. Dia bisa melihat bahwa restoran ini cukup ramai, namun perhatiannya tertuju pada sosok seorang namja yang terliat familiar.

"Apakah itu dia? Apakah itu benar-benar dia? Oh my God, jangan katakan jika..."

"Sebelah sini, Tuan." kata pelayan tadi sambil menunjukkan meja dimana namja itu duduk.

"Oh God!" batin Kyuhyun berteriak.

Siwon segera berdiri dari kursinya. Stay cool. Lalu tersenyum.

Kyuhyun memperhatikan Siwon dari atas ke bawah, sambil mati-matian berusaha agar mulutnya tidak ternganga dengan bodohnya. Baginya namja itu terlihat tidak nyata. Bagaimana bisa seorang namja terlihat begitu tampan bak Dewa Yunani. Siwon jauh lebih tinggi dari terakhir kali yang Kyuhyun ingat, dan sekarang rambutnya tertata dengan rapi.

Kyuhyun bahkan tidak berharap banyak dengan penampilan Siwon, meskipun dulu Siwon memang tampan, namun selama lima belas tahun bisa saja semuanya berubah. Mungkin saja perutnya menjadi gendut dan kepalanya mengalami pembotakan dini, namun kenyataan berkata lain.

"Well... eumm... Annyeong!" sapa Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya, mengajak berjabat tangan.

Kyuhyun merasa lega, setidaknya penampilannya saat ini tidak memalukan. Siwon terlihat luar biasa tampan, seperti yang Kyuhyun ingat, namun dengan aura kedewasaannya saat ini, bahkan Siwon jauh terlihat lebih tampan.

Siwon segera menyambut tangan Kyuhyun yang terulur, dan menciumnya dengan lembut, kemudian menatap Kyuhyun.

"Kyu, kau terlihat... luar biasa!" puji Siwon.

"Kau juga terlihat hebat!" balas Kyuhyun.

"Kau masih terlihat sama seperti dulu..."

"Kau juga..."

Mereka saling menatap dengan intens, lalu saling melempar senyum. Kemudian Siwon menarikkan sebuah kursi untuk Kyuhyun.

"Silahkan..." ujar Siwon sambil agak membungkuk.

"Thanks..." ujar Kyuhyun dengan sedikit tersipu, lalu dia pun duduk.

Siwon pun segera mendudukkan dirinya berhadapan dengan Kyuhyun, dan memulai pembicaraan.

"Jadi, bagaimana kabarmu selama lima belas tahun ini?"

"Baik, terimakasih. Bagaimana dengamu?"

"Seperti yang kau lihat, aku baik." katanya sambil tersenyum kecil.

"Ok, sudah cukup basa-basinya. Bagaimana jika kita memesan minuman? Atau mungkin kau sudah berhenti minum?" tanya Siwon sedikit menggoda Kyuhyun.

"Berhenti minum? Kau bercanda?"

Mereka pun tertawa bersama dan mulai memesan.

Dua jam kemudian, mereka sudah saling bertukar cerita dengan sangat akrab. Perpisahan selama lima belas tahun seperti tidak pernah terjadi sebelumnya. Mereka seakan kembali ke masa dimana mereka berusia delapan belas tahun. Saat mereka masih muda dan bersemangat. Saat mereka bercita-cita untuk mengelilingi dunia bersama-sama. Mereka mengenang kembali memori masa muda mereka. Dan menurut Kyuhyun, Siwon masih menyenangkan, sama seperti lima belas tahun yang lalu. Kyuhyun merasa bahwa pria inilah yang dia cari. Siwon lah namja yang tepat.

Mereka saling bertukar cerita lucu dan hal-hal sepele. Tidak ada pertanyaan mengenai perkerjaan maupun tempat tinggal.

Intinya, Kyuhyun tahu jika Siwon tidak memiliki kekasih dan Siwon pun tahu jika Kyuhyun tidak memiliki kekasih. Hanya hal itulah yang penting untuk mereka ketahui.

Mereka berdua minum cukup banyak dan mulai tampak mabuk.

"Apa kau ingat saat kita melihat sunset bersama?" tanya Siwon.

"Aku tidak pernah melupakannya. Sangat indah." jawab Kyuhyun.

"Dan Kangin. Kau masih ingat?"

Kangin adalah sang pemilik villa dimana mereka menghabiskan waktu libur musim panas mereka lima belas tahun yang lalu. Mereka berdua sangat mengaguminya. Dia adalah seorang namja berusia lebih dari lima puluh tahun yang hebat. Dia merintis karir dari nol sampai memiliki sebuah perusahaan besar sendiri di usia muda, namun dia memilih untuk meninggalkan semuanya dan memilih untuk tinggal di sebuah villa besar di dekat pantai di Pulau Jeju. Disana, Kangin membangun keluarga kecilnya dengan menikahi Leeteuk, seorang namja berparas menawan dan berhati lembut.

"Kau ingat Heechul? Seperti apa dia sekarang?" tanya Siwon lagi.

"Heechul? Yang mana?" Kyuhyun tidak yakin dia mengenal Heechul.

"Seorang namja yang sangat cantik. Dia bahkan lebih cantik dari seorang yeoja tercantik sekalipun." Ujar Siwon sambil menerawang.

"Dia anak Kangin. Kau pasti pernah bertemu dengannya, kan?" lanjut Siwon lagi.

"Oh, yeah. Mungkin."

Hening.

"Kyu..." ucap Siwon pelan memecah keheningan.

Kyuhyun pun menatap Siwon dan dia mendapati tatapan Siwon padanya sama persis seperti lima belas tahun yang lalu, saat mereka menjadi sepasang kekasih, tatapan penuh cinta.

"Satu hal yang paling ku ingat dari kenangan kita lima belas tahun yang lalu, adalah saat kau merawatku yang sedang terkena flu."

"Flu?" batin Kyuhyun.

Kyuhyun tidak ingat sama sekali jika dia pernah merawat Siwon saat namja itu terkena flu. Tetapi dia juga tidak yakin, karena ingatannya terasa mengabur. Kyuhyun yakin jika dia memang pernah melakukannya, jika Siwon berkata seperti itu. Kyuhyun tidak ingin menyela ucapan Siwon dan menghancurkan mood romantis mereka. Jadi, Kyuhyun hanya mengangguk pelan.

"Kau mengelus lembut kepalaku. Kau menyenandungkan sebuah lagu pengantar tertidur. Saat itu aku merasa sangat pusing, tetapi aku bisa mendengar suaramu dengan jelas, suara indah dah menenangkan yang menemaniku sepanjang malam. Kau adalah malaikat penjagaku Kyuhyun-ah. Mungkin selama ini hidupku terasa hampa karena tidak ada kau didalamnya."

"Malaikat penjaganya. Oh God, dia sangat romatis!"

Kyuhyun pun hanya bisa tersenyum, karena dia takut jika perkataannya hanya akan menghancurkan moment mereka.

Siwon pun sekilas melihat jemari tangan kiri Kyuhyun.

"Bagaimana mungkin kau masih sendiri?"

"Hanya belum menemukan namja yang tepat." ucap Kyuhyun santai.

"Sepertinya kau terlalu pemilih, karena sangat tidak mungkin tidak ada seorangpun yang tidak tertarik pada namja luar biasa sepertimu." ujar Siwon lagi.

"Well, mungkin nyaris." jawab Kyuhyun sambil tertawa kecil.

Tiba-tiba Kyuhyun teringat pertemuan pertamanya dengan Kibum.

Flashback.

Waktu itu Kyuhyun sedang menonton sebuah drama musikal untuk menemani teman-temannya, terlihat aneh baginya, karena sebelumnya dia memang tidak pernah sekalipun menonton drama musikal. Ketika film usai, mereka pun berdesakan keluar, saat itulah Kyuhyun melihat sesosok namja tampan yang terlihat sedang digandeng oleh seorang namja imut. Kyuhyun bahkan belum pernah bertemu sekalipun dengan namja tampan itu, namun dia merasa cemburu dengan namja imut yang bergelayut manja di lengan namja tampan itu.

Tanpa diduga, namja tampan itu pun balas menatap Kyuhyun dan membuat wajah Kyuhyun memerah dan langsung mengalihkan pandangannya. Kyuhyun pun dengan cepat melangkah pergi menyusul teman-temannya yang sudah keluar lebih dulu, sampai tiba-tiba dia merasa lengannya di tahan seseorang. Ketika Kyuhyun menoleh, dia mendapati sang namja tampan yang tengah menahan lengannya dan dia tersenyum pada Kyuhyun.

"Hai, aku Kibum. Maukah kau menemaniku minum kopi?"

"Kekasihmu?"

"Sepupuku. Dia sudah dijemput oleh kekasihnya." jawab Kibum sambil menunjuk ke arah kanannya.

Kyuhyun pun melihat ke arah yang tunjuk Kibum dan mendapati namja imut yang tadi bergelayut manja di lengan Kibum sedang digandeng oleh seorang namja tampan. Kyuhyun pun menoleh ke arah Kibum dan tersenyum manis.

"Aku Kyuhyun. Dan sepertinya sekarang aku ingin secangkir kopi."

Flashback end.

"Oh God!" ucap Siwon agak keras.

Kyuhyun pun tersentak sadar dari lamunannya.

"Maafkan aku. Apakah perkataanku barusan menyinggung perasaanmu?" tanya Siwon merasa bersalah.

"Tidak! Aku tidak apa-apa. Hanya teringat sesuatu hal."

"Syukurlah. Emm... Kyu, apa kau juga merasa bahwa hidup ini sangat menyebalkan?" tanya Siwon.

"Ya. Tentu saja. Bahkan sangat sangat menyebalkan."

"Ketika berusia delapan belas tahun, ketika kita berlibur disana, ketika kita belum bertemu, aku tahu apa yang aku inginkan." ujar Siwon dengan pandangan menerawang jauh.

"Aku tau dengan jelas tujuan hidupku. Tetapi tiba-tiba kau datang di hidupku dan membuat semuanya berantakan. Semua yang kulakukan seakan selalu tertuju padamu. Kau tahu apa yang kumaksud? Tidak ada jalan keluar."

Kyuhyun hanya diam. Dia menunggu Siwon melanjutkan perkataannya.

"Itulah hal terpenting di dalam hidupku. Kau. Hanya kau. Hanya ada kita berdua, kau dan aku, bersama. Semuanya jadi terasa mudah. Tanpa kecuali. Apakah kau juga merasakannya?" tanya Siwon.

Kyuhyun berusaha memutar kembali memorinya lima belas tahun yang lalu. Baiklah, dia merasa ada beberapa hal yang membuatnya ragu, tetapi dia memilih untuk diam. Yang ia ingat, saat itu mereka hanyalah remaja berusia delapan belas tahun yang penuh gairah. Bahkan mereka bisa minum sepanjang malam tanpa mabuk. Sangat menyenangkan.

"Best time ever." sahut Kyuhyun sambil mengangguk pelan.

"Kenapa dulu kita tidak tinggal bersama, Kyu? Kenapa dulu kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita?"

"Seoul-L.A. L.A-Seoul. Jarak yang tidak memungkinkan." ucap Kyuhyun sambil menggendikkan bahunya pelan.

"Ya aku tahu. Tapi itu alasan yang bodoh. Kita berdua memang idiot!" ujar Siwon yang terlihat kesal.

Lima belas tahun lalu mereka sudah seringkali membahas mengenai "jarak yang tidak memungkinkan" saat mereka di Jeju. Siwon harus melanjutkan pendidikanya ke Amerika, sedangkan Kyuhyun tetap di Seoul. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mereka memilih untuk mengakhiri hubungan mereka. Mereka tidak pernah berpikir untuk melanjutkan hubungan-musim-panas mereka ke tahap yang serius.

"Seharusnya aku tidak menyetujui begitu saja perintah appa untuk melanjutkan kuliahku ke Amerika. Seandainya saja aku tetap berada di sini..." ucap Siwon terlihat emosional.

Kyuhyun hanya terdiam menyimak semua perkataan namja di hadapannya.

"Kyu, tidak ada seorangpun yang dapat membuatku kacau seperti ini kecuali kau. Bahkan aku selalu menyesali kebodohanku karena telah melepaskanmu."

Kyuhyun hampir tersedak minumannya. Dia sama sekali tidak menyangka jika mantan kekasihnya masih menyimpan perasaan yang mendalam terhadapnya. Saat Kyuhyun menatap Siwon, dia bisa melihat tatapan tajam Siwon yang seakan menuntutnya untuk mengatakan sesuatu.

"Aku juga." kata Kyuhyun akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Aku bahkan tidak pernah merasakan sesuatu yang istimewa terhadap siapapun selama ini. Kita pasangan yang sangat serasi, Kyu. Sepertinya kita telah menyia-nyiakan waktu selama lima belas tahun. Katakan padaku, apakah kau juga berpikiran sama denganku?"

Kyuhyun tidak yakin dengan apa yang harus dikatakannya, dan dia pun memutuskan untuk diam. Lagi.

"Mungkin kita sudah menikah sekarang. Bahkan mungkin kita sudah memiliki beberapa orang anak. Hidupku mungkin akan lebih berarti." lanjut Siwon pelan.

"Anak?" batin Kyuhyun.

"Kau ingin memiliki anak?" tanya Kyuhyun ingin memastikan apa yang didengarnya barusan.

"Ya, tentu saja. Aku sangat siap untuk berkeluarga, tentunya dengan memiliki anak-anak dan segala sesuatunya."

"Aku juga. Aku sudah siap berkeluarga." ucap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca.

"Oh God..." batin Kyuhyun.

Tiba-tiba dia teringat Kibum lagi. Kyuhyun berusaha melupakannya, tetapi topik pembicaraan ini membuatnya mau tidak mau teringat akan Kibum. Kyuhyun teringat saat dia dan Kibum membayangkan akan membuat sebuah rumah pohon untuk anak kembar mereka kelak.

Kyuhyun menyeka sebutir air matanya yang sempat terjatuh. Menangis tidak tertulis dalam buku agendanya hari ini. Bahkan mengingat Kibum pun tidak ada dalam buku agendanya. Untungnya, sepertinya Siwon tidak menyadarinya. Dia sedang sibuk mengisi kembali gelas kosong mereka dengan minuman.

"Kau ingat janji kita dulu?" tanya Siwon tiba-tiba memecah lamunan Kyuhyun.

"Tidak mungkin!" batin Kyuhyun.

Kyuhyun merasa jantungnya berdebar kencang dan membuatnya sulit bernafas. Kyuhyun sama sekali tidak menyangka jika Siwon masih mengingat perjanjian mereka. Kyuhyun tidak ingin membahasnya sama sekali. Dia rasa itu hanyalah lelucon masa muda mereka. Perjanjian itu bukan apa-apa. Hanya omong kosong.

"Terlambat. Kita berjanji jika kita akan menikah di usia tiga puluh, dan sekarang aku berusia tiga puluh tiga." ucap Kyuhyun berusaha tenang.

"Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali."

Kyuhyun merasa agak canggung dengan situasi ini. Dia terkejut ketika tiba-tiba ujung sepatu Siwon menyenggol pelan ujung sepatu nya dibawah meja, seakan memberi tanda.

"Apartemenku berada di dekat sini." ujarnya pelan.

Sekarang tangan Siwon sudah menggenggam lembut tangan Kyuhyun. Kyuhyun merasa kulitnya mengingat sentuhan Siwon. Ingatan mengenai kegiatan sex yang pernah mereka lalui pun berkelebat. Tidak diragukan lagi jika saat ini mereka sedang mengarah pada hal tersebut.

Tapi... Kyuhyun tidak yakin jika dia menginginkan hal tersebut. Dia pun berpikir keras untuk keluar dari situasi tersebut.

"Permisi, apakah anda siap memesan dessert, Tuan-Tuan?" ucap seorang pelayan tiba-tiba.

Kyuhyun sangat berterima kasih di dalam hatinya karena pelayan itu datang di waktu yang tepat. Kyuhyun pun menggunakan kesempatan tersebut untuk melepaskan genggaman tangan Siwon dari tangannya.

"Err... Thanks." Ujar Kyuhyun sambil mengambil buku menu.

Kyuhyun pun melihat buku menu dengan teliti, suatu hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Meskipun matanya tampak terfokus pada buku menu, namun dia tengah memikirkan cara agar dirinya tidak berakhir di ranjang Siwon.

"Apa yang harus aku lakukan?" batin Kyuhyun.

Sebetulnya Kyuhyun masih agak trauma dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya, karena semua hubungannya memiliki pola yang sama. Berawal dari berpegangan tangan di atas meja dengan jantung berdebar kencang. Lalu pembicaraan ringan dan romantis, dan berakhir dengan aktivitas berkeringat di atas ranjang sampai pagi.

Intinya, untuk kali ini Kyuhyun tidak ingin terjatuh ke lubang yang sama. Lagi.

Setelah Kyuhyun dan Siwon menunjuk beberapa menu dessert, sang pelayan pun pergi. Kemudian Siwon segera menggenggam kembali tangan Kyuhyun dan mengecup punggung tangannya, namun Kyuhyun segera melepaskan genggaman tesebut.

"Ada apa? Kau terlihat tegang, Kyu. Santai saja, dan ikuti kata hatimu. Inilah yang seharusnya terjadi sejak lama. Kau dan aku." ujar Siwon lembut, berusaha merayu Kyuhyun.

Kyuhyun memandang Siwon dan dapat dia lihat jika namja tampan itu sedang menatapnya dengan sensual. Sebetulnya Kyuhyun pun mulai merasa "panas". Dia merasa bahwa sebentar lagi dia akan menyerah dan mengikuti ajakan Siwon melakukan sex di apartemennya. Kyuhyun rasa wajar saja jika dia ingin melakukannya hanya untuk bersenang-senang setelah kemarin dia mendapat penolakan. Tetapi...

"Tidak! Tidak lagi! Aku sudah terlalu tua untuk sekedar bersenang-senang!" batin Kyuhyun.

"Siwon, kau harus tau. Kita sudah bukan berusia delapan belas tahun, ok? Aku tidak ingin bermain-main lagi. Aku ingin hal lain, yang lebih serius. Aku ingin sebuah pernikahan. Aku menginginkan komitmen. Aku menginginkan seseorang untuk mendampingi hidupku, juga anak-anak, dan segalanya." jelas Kyuhyun.

"Aku pun begitu!" ucap Siwon dengan tidak sabar.

"Tidak kah kau dengar semua kata-kata ku barusan? Aku ingin mewujudkan semua itu bersamamu. Kyuhyun-ah, aku tidak pernah berhenti mencintaimu."

"Oh my God! Dia mencintaiku!"

Mata Kyuhyun pun berkaca-kaca. Dia menatap Siwon, dan tiba-tiba dia juga merasa bahwa selama ini dia masih mencintai Siwon. Kyuhyun merasa bahwa selama ini dia tidak menyadarinya, namun setelah mereka bertemu kembali, dia yakin bahwa rasa cinta itu masih ada, sama seperti lima belas tahun yang lalu.

"Aku juga. Aku mencintaimu sejak lima belas tahun yang lalu." ujar Kyuhyun dengan suara bergetar.

"Lima belas tahun. Betapa bodohnya kita karena telah menyia-nyaiakan waktu selama itu." ucap Siwon meremas lembut tangan Kyuhyun.

"Kita harus membayar semua waktu yang terbuang percuma. Kyuhyun-nie chagiya. Nae sarang."

Siwon pun mengecupi jemari tangan Kyuhyun yang digenggamnya. Kyuhyun dapat merasakan bibir Siwon menyentuh jemarinya. Dia pun memejamkan matanya menikmati sentuhan itu dan dia ingin lebih.

Tapi tidak. Kyuhyun menegaskan dirinya sendiri untuk tidak terjatuh ke dalam lubang yang sama. Lagi.

"Hentikan." kata Kyuhyun sambil menarik tangannya dari genggaman Siwon.

"Tidak Siwon! Aku tahu hal yang selanjutnya akan terjadi, dan aku tidak menginginkannya. Tiak lagi."

"Apa maksudmu? Aku hanya mengecup jemarimu." ucap Siwon yang terlihat bingung.

Mereka pun terdiam ketika pelayan datang membawakan menu dessert mereka. Pelayan tersebut pun pergi setelah menata semua hidangan di meja.

"Aku pernah berada di posisi seperti ini sebelumnya. Aku tahu jelas apa yang akan terjadi. Kau mengecup jemariku. Aku mengecup jemarimu. Lalu kita berakhir dengan melakukan sex yang hebat. Lagi, lagi, dan lagi. Kemudian kita memutuskan untuk tinggal bersama. Kita membeli sofa dan ranjang bersama. Dua tahun kemudian, seharusnya kita sudah menikah, tapi ternyata tidak. Kita malah bertengkar hebat dan akhirnya putus. Itu sangat menyakitkan." jelas Kyuhyun.

Siwon terlihat tercengang mendengar penjelasan Kyuhyun.

"Baiklah!" akhirnya Siwon bersuara.

"Tetapi aku yakin kita tidak akan bertengkar." lanjut Siwon.

"Kita pasti melakukannya! Itu sudah pasti!" kata Kyuhyun dengan air mata yang mengalir.

"Aku sudah mengalaminya dengan semua mantan kekasihku."

"Kalian bertengkar karena kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Tetapi tidak denganku. Akulah takdirmu." ucap Siwon mencoba membujuk Kyuhyun.

"Siapa yang mengatakan jika kau adalah takdirku?"

"Karena...karena... oh, God! Kenapa jadi begini?" ucap Siwon sambil mengusap wajahnya frustasi.

"Baiklah! Kau menang. Kita akan memakai cara lama. Kyuhyun-ah, maukah kau menikah denganku?"

"Diam! Jangan mengejekku!" bentak Kyuhyun.

"Aku bersungguh-sungguh. Maukah kau menikah denganku?"

"Hah. Lucu sekali." ujar Kyuhyun sambil menyesap sedikit minumannya.

"Aku bersungguh-sungguh. Maukah kau menikah denganku?"

"Hentikan!"

"Maukah kau menikah denganku?" ucap Siwon dengan suara yang sengaja dikeraskan.

Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka dan tersenyum.

"Ssshh! Ini tidak lucu." ucap Kyuhyun pelan.

Kyuhyun pun sangat terkejut ketika Siwon berdiri dari kursinya, berlutut dihadapannya, kemudian menepukkan tangannya beberapa kali, meminta perhatian. Semua orang kini menatap ke arah mereka.

"Tidak mungkin. Tidak mungkin..." batin Kyuhyun dengan jantung berdegup kencang.

"Cho Kyuhyun..." ujar Siwon perlahan.

"Selama lima belas tahun aku mencari seseorang sepertimu, tetapi sekarang aku kembali kesini, ke tempat dimana aku seharusnya berada. Hidupku terasa hampa tanpa adanya dirimu dan sekarang aku telah menemukanmu untuk mengisi hidupku. Bersediakah kau menikah denganku? Jebal..."

Kyuhyun merasakan sensasi aneh.

"Aku sedang dilamar!" batinnya.

"Kau sedang mabuk." jawab Kyuhyun pelan.

"Tidak. Jadi, maukah kau menikah denganku?"ulang Siwon.

"Tetapi aku tidak cukup mengenalmu! Aku tidak tahu apa pekerjaanmu, aku tidak tahu dimana kau tinggal, aku tidak tahu apa tujuan hidupmu, ak-"

"Bidang multimedia. Gangnam. Hidup bahagia bersamamu. Membuka mata di setiap pagi dengan kau dipelukanku. Memiliki bayi lucu yang memiliki mata sepertimu. Kyu, aku tahu kita sudah berpisah selama lima belas tahun, tapi ini masih aku, Siwon mu yang dulu."

"Jadi, maukah kau menikah denganku?" ulang Siwon untuk yang kesekian kalinya.

Kyuhyun menatap Siwon, kemudian dia menghela nafasnya pelan.

"Mungkinkah? Mungkinkah jika takdirku bukan Kibum, tetapi Siwon?"

Kyuhyun pun terdiam dan memikirkan semuanya dengan hati-hati.

"Apakah kami pernah bertengkar? Tidak. Apakah dia partner yang baik? Iya. Apakah aku pernah berkhayal tentangnya? Sudah pasti. Apa lagi yang harus aku ketahui?" batin Kyuhyun.

"Emm... Apakah kau mem-piercing nipple mu?" tanya Kyuhyun, karena dia sangat membenci hal itu.

"Tentu saja tidak." ujar Siwon sambil membuka beberapa kancing kemeja di bagian dadanya dan menunjukkan kedua nipplenya.

Kyuhyun pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat tubuh Siwon yang tersingkap, dan dia berusaha keras untuk tidak meneteskan liurnya.

"Mmm. Coklat. Berotot. Terlihat lezat. Seperti dulu." batin Kyuhyun.

Siwon pun bangkit dan kembali duduk di kursinya, kemudian dia menggenggam kedua tangan Kyuhyun di atas meja dan meremasnya pelan. Wajahnya menampakkan kesungguhan.

"Kyu, kau hanya harus menjawab "YA". Kita telah membuang cukup banyak waktu dengan hidup terpisah. Sekarang kita bisa sudah bertemu dan mari memulai semuanya dari awal. Kyu, kau dan aku saling mencintai. Ayo menikah!"

Siwon berusaha keras meyakinkan Kyuhyun. Dia cukup sadar jika Kyuhyun mungkin trauma dengan pengalama0-pengalaman sebelumnya sehingga dia memerlukan waktu untuk menjawab ajakannya untuk menikah.

Kyuhyun pun memikirkan semua ucapan Siwon.

"Dia benar. Kami mencintai satu sama lain. Kami sama-sama ingin memiliki bayi yang memiliki mata sepertiku. Tidak ada yang mengatakan hal seindah itu sebelumnya padaku. Bahkan tidak dengan Kibum." batin Kyuhyun.

"Kurasa... ku-kurasa i-i-iya." jawab Kyuhyun dengan pelan, agak ragu.

"Bisa kau mengatakannya dengan jelas? Aku tidak yakin jika kau mengatakan 'iya'." pinta Siwon.

"Maaf, bisakah aku pergi ke belakang sebentar?"

Tanpa menunggu jawaban Siwon, Kyuhyun pun langsung melesat menuju toilet untuk berpikir.

Kyuhyun melihat pantulan wajahnya di cermin besar di dalam toilet. Dia menyentuh pipi chubby nya.

"Sebuah permulaan baru. Benarkah kali ini tidak akan berakhir seperti yang sebelum-sebelumnya? Apa yang harus ku lakukan agar aku tidak kembali terjatuh ke lubang yang sama?"

Tiba-tiba saja Kyuhyun mendapatkan sebuah ide. Dia segera keluar dari toilet dan kembali duduk di kursi yang sebelumnya dia tempati.

"Tidak ada sex." ucap Kyuhyun dengan jelas.

"Apa?" tanya Siwon terlihat shock.

"Tidak ada sex sampai kita menikah. Itu syaratnya. Terserah padamu!"

T.B.C

Enaknya jadi kihyun apa wonkyu nih? Kkk

Thanks a lot for your reviews in prev chapter guys...

Mind to review again?