Baekhyun's POV
"Jadi, puppy." Hyukjin datang entah dari mana, mengikutiku berjalan ke kantin untuk makan siang. "Bagaimana ujiannya?"
"Hyukjin! Kau mau membunuhku huh? Pertama, jangan pernah membicarakan ujian tadi di depanku. Kedua, bisakah kau tidak mengusik ketenanganku sebentar saja?" Aku menggeram sebal.
"Karena bersamamu sangat menyenangkan, puppy-ku." Aku bisa merasakan dia tersenyum puas dengan panggilannya padaku itu. 'Puppy' dia pikir aku anak anjing?
Aku mendengar suara cekikikan di belakang.
"God damn it, Hyukjin. Jika aku melihat ke belakang dan semua orang itu ada disana aku akan-" Aku tidak menyelesaikan kalimatku saat aku melihat ke belakang untuk memastikan dugaanku tadi.
Dan. Benar sekali, fanboy dari Byun Baekhyun. Mereka semua mengantri untuk memesan makanan, ada yang memandang ke arahku, ada yang asik bercanda dengan teman disampingnya.
"Apa ku bilang.." Hyukjin tersenyum, ugh, senyumannya itu menyebalkan. "Kau memang orang yang menyenangkan. Mereka semua ingin bersamamu."
Aku menggeram lagi, buru-buru mengambil tempat makan, dan menyerahkannya ke pelayan kantin, memilih apa yang aku suka, kemudian duduk di kursi yang kosong. Untungnya tidak duduk denganku karena meja disekitarku sudah penuh. Hanya Hyukjin yang mengusir segerombolan gadis di sampingku.
"Hari yang berat Baek?" –Chanyeol sambil terkekeh pelan, meletakkan nampan makannya dan duduk di depanku. Aku mendengus. "Hey, kemana energi dan suara emas yang selalu kau banggakan dan ingin kau bagi pada semua orang?" Dia bertanya mengejekku.
"Shut up!" Aku menatapnya dan menusuk makananku dengan sumpit, kemudian memasukkannya ke mulut dengan kesal. Chanyeol tertawa puas, dia menertawai ekspresi mukaku yang seperti ini. Dia selalu tertawa kalau aku sedang tidak dalam mood yang baik.
"Tentu saja kau tidak punya sesuatu yang dikhawatirkan! Kau bisa mengerjakan ujian tadi dengan mudah." Aku berkata dengan mulut penuh makanan.
"Kau juga tidak perlu khawatir kalau kau semalam belajar. Bukankah aku sudah menyuruhmu?" Chanyeol mengingatkanku. Kapan dia? Ah..semalam dia menelfonku setiap sepuluh menit sekali untuk menyuruhku mematikan tv dan mulai belajar, tapi apa aku melakukan apa yang dia perintahkan? Tentu saja tidak.
"Wow, orang aneh ini lagi." –Ayoung meletakkan nampan makannya dan duduk di samping Chanyeol. "Chanyeol, babe, kenapa kau duduk bersama mereka. Ayo kita pindah, aku mulai lelah bertemu dengan orang aneh ini kemanapun aku pergi."
"Oh, excuse me, princess." Aku mengucapkannya dengan penekanan. Chanyeol menghela nafas. "Jangan salahkan aku. Salahkan Hyukjin dan gengnya itu yang menyukaiku." Sekarang giliran Ayoung yang menghela nafas.
Chanyeol dan Ayoung sudah berkencan selama dua bulan terakhir. Awalnya aku tidak menyukai hal itu. Tapi lama kelamaan aku tidak keberatan, karena Chanyeol lebih banyak menghabiskan waktnya bersamaku dari pada bersamanya. Sejak kecil dia sudah menjadi teman dekatku, karena kami tinggal bersebelahan. Dan baru SMA ini kami satu sekolah. Walaupun Chanyeol selalu mengatakan padaku kalau dia tidak merasakan apa yang aku rasakan, aku tidak pernah putus harapan. Mungkin saja dia belum menyadarinya, mungkin.
"Chanyeol, apa kau mau menginap ke rumahku malam ini? Orang tuaku sedang pergi ke luar kota sampai minggu depan." Ayoung merangkul lengan Chanyeol, tersenyum manis, dan memohon pada Chanyeol. Sedangkan Chanyeol, dia tidak nampak mengiyakan.
Aku berpikir mengenai apa yang mereka berdua akan lakukan. Sekarang giliranku untuk menghela nafasku.
Selama jam makan siang, aku hanya sibuk bermain dengan makanan di nampanku. Karena tidak ingin menatap pasangan kekasih di depanku dan juga mendengar panggilan hewan peliharaan yang diucapkan Hyukjin padaku.
~To be continue~
Maaf ya, chapternya pendek lagi. Soalnya laptop author masih rusak. Ini aja nulisanya lewat hp (T_T). Terimakasih buat yang sudah membaca dan meninggalkan jejak. Jejak kalian menyemangatiku, HAAAIISSHHH...lololololol,
