COMEBACK TO MY HOME
Pairing : KRISHO yg punya anak SEHUN yg pacaran sama JONGIN
Genre : Family
Rating : Semaunya Kris,suho,sehun dan jongin
DEPO LDH
"Mommmmmmy...Daddy jahat! Sehun benciiiiiiii" dengan keras Sehun yang baru pulang sekolah menubrukkan dirinya pada Moomy-nya yang baru keluar dari arah dapur "Mommmy..." Suho hanya bisa mengelus kepala putranya dengan lembut, ia tak bisa mengatakan apapun sebelum Sehun bercerita masalah apa lagi yang muncul karena suaminya itu.
"Jadi ceritakan pada Mommy sekarang apa lagi yang terjadi denganmu dan Daddy!" Suho menarik Sehun agr duduk di sofa, agar pembicaraan mereka sedikit nyaman. Ditambah kepala Suho yang agak pusing.
"Tadi itu"
FLASHBACK
"Jongin...cepat...Daddy sudah datang" Sehun terlihat menarik-narik lengan Jongin dengan penuh semangat begitu kelas usai. Jongin mengekor saja di belakang, ia tahu bahwa kekasihnya akan menjadi hiper kalau sudah mengenai Daddy dan Mommy-nya.
Dari kejauhan Kris agak memandang sinis pada kedua tangan yang sedang bergandengan itu, meski Kris sudah memberi restu pada Jongin, yaaah,,,mengajak makan malam bersama kapan hari itu sudah bisa disebut restu, jarang-jarang Kris membolehkan seseorang untuk bergabung dalam acara keluarga mereka.
"Dadddddy.." ketika begitu dekat Sehun langsung melepas gandenganya dari Jongin dan segera memluk Daddy-nya manja tanpa perasaan malu sedikitpun.
"Jongiiin" ketiga orang yang berada di gerbang serempak menoleh pada namja yang memanggil nama 'Jongin' tadi. yang paling kaget tentu saja Kris karena ia sudah pernah melihat orang itu, tapi tak pernah menyangka akan seperti ini jadinya. Jongin terlihat malas menghampiri Appa-nya yaitu Park Chanyeol yang tersenyum lebar di samping mobilnya.
Hari ini ia memang berangkat dengan Appa-nya karena orang tua satu itu memaksa dan merelakan tidak berangkat dengan Sehun, tapi kekasihnya terlihat senang-senang saja karena ia bisa berangkat dengan Daddy-nya seperti dulu.
"Appa...Jongin kan sudah bilang tak usah di jemput, aku kan bisa naik bus" Chanyeol menggelengkan kepala dan segera menarik Jongin agar masuk ke dalam mobil. Tapi matanya yang tajam tak luput memperhatikan Sehun yang berada di pelukan Seseorang yang sepertinya ia kenal.
"Sehun?" Sehun melepaskan pelukan Daddy-nya dan membungkuk membri hormat pada Appa Jongin "Eh...Kau Kris kan? Suami Suho?" dengan malas Kris mengangguk dan sedikit memberi hormat walau dengan berat hati.
"Huniie...sebaiknya kita pulang!" Kris menarik lengan Sehun paksa agar segera masuk ke mobil, mengabaikan kedua lelaki keluarga Park tersebut.
Setelah di dalam mobil, Kris akhirnya angkat bicara. Sehun tak peka dengan raut yang dimunculkan oleh Dadd-nya sampai perkataan itu membuat Sehun sakit hati.
"Putuslah dengan Jongin!" Sehun menatap Daddy-nya bingung, apa ia tadi salah dengar? Jadi ia mengorek telinganya, mungkin ia memang salah dengar "Kau tak salah dengar, jadi cepatlah putus dengan Jongin"
"Kenapa Daddy begitu? Bukankah sebelumnya tak masalah?" Kris memandang kaku jalanan di depan, sedangkan Sehun melihat Daddy-nya dengan perasaan sedih. "Pokoknya Hunnie tak mau putus dengan Jongin" Kris mengerem mendadak, membuat dahi Sehun sedikit terantuk dashboard.
"Jangan melawan Daady! anak muda!"
"Tapi kenapa? Jongin itu baik, walau kadang menyebalkan, ta-tapi ia sangat perhatian pada Hunnie...Daddy"
"Pokoknya kau harus putus!"
"Daddy jahat, seenaknya pada Hunnie, padahal yang pacaran dengan jongin kan Hunnie kenapa Daddy yang bingunh? Pokoknya Hunnie tetap tak akan putus dengan Jongin"
FLASHBACK END
"Daddy-mu keterlaluan, tapi sepertinya Mommy tahu apa yang membuatnya seperti itu" Sehun memandang Suho penuh harap dengan merangkulkan lenganya di pinggang Suho dan melatakkan kepalanya di bahu Mommy-nya.
"Naiklah ke atas sayang! Biar Mommy yang mengurus masalah ini" Sehun mengcup pipi Suho sebelum naik ke atas dengan penuh semangat.
Kris masuk ke dalam rumah dan tahu-tahu Suho sudah menatapnya tajam. Ia menghampiri istrinya dengan santai, mengecup bibirnya cepat lalu memandang Suho heran.
"Kau sakit? Kenapa badanmu sedikit hangat?" Suho tak menjawab dan tetap memandang Kris tajam "Sepertinya Hunnie sudah cerita" tiba-tiba Suho memukul lengan Kris, membuat suaminya kaget
"Kalau begitu kenapa kau menyuruh Sehun putus dengan Jongin? Aku tak mengerti jalan pikiranmu" Suho ingin peri meninggalkan Kris, tapi lengannya di pegang hingga ia berbalik dan wajahnya bertubrukan dengan dada bidang milik Suaminya
"Maafkan aku..." Kris mengusap kepala Suho dan mencium puncaknya berkali-kali
"Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada Huniie! Ia pasti kecewa" Kris agak berat hati menerima perintah Suho untuk yang satu itu "Pasti ini gara-gara Chanyeol kan?" Suho emnjauhkan kepalanya agar bisa melihat kepala Kris yang mengangguk.
"Cerita tentang Chanyeol kan hanya masa lalu, kenapa kau masih membahasnya sekarang. Memangnya kau tahu dari siapa kalau dulu Chanyeol pernah menyukaiku? Itu kan hanya gossip yang disebarkan Luhan semasa kita sekolah" Kris merasa bersalah sekarang, karena hal ini memang tidak sepatutnya untuk dicemburui, mengingat Chanyeol sendiri sudah mempunyai keluarga bahagia.
"Iya sayang...nanti aku akan bicara dengan Sehun. Sekarang kau istirahat saja! Sepertinya kau kurang sehat" belum sempat Suho menjawab perintah suaminya, tubuhnya sudah diangkat terlebih dahulu menuju kamar. Oh...Kris ternyata masih seromantis dulu.
...
Begitu sore menjelang Suho bangun dari tidurnya, tak lagi mendapati Kris disampingnya. Padahal tadi suaminya masih memeluk tubuh kecilnya dengan erat. Ia berusaha untuk bangun tapi kepalanya malah berputar, Suho kembali duduk di tepi ranjang, begitu kepalanya tak terlalu sakit ia melangkah keluar kamar.
Suara orang memasak di dapur menarik perhatian Suho, padahal tadinya ia ingin pergi ke kamar Sehun untuk melihat keadaan putranya, apa ia masih marah atau tidak. Tapi hal lain membuat perhatiannya teralihkan dan lebih memilih untuk melangkah ke dapur.
Suho tersenyum begitu mendapati Kris sedang mencoba untuk memasak sesuatu, wajahnya yang terlihat serius membuat Suho ingin tertawa. Lalu ia memeluk Kris dari belakang, Krs yang di peluk hanya tersenyum sambil memegang tangan istrinya.
"Kenapa kau tak istirahat saja Eummm?"
"Aku bangun karena bau masakan yang kau buat" Suho sedikit berbohong, karena memang masakan Kris tak tercium sama sekali bahkan dalam jarak sedekat ini. Kris berbalik menatap Suho dengan bingung tapi sedetik kemudian ia tersenyum.
"Kau berbohong"
CUUP
"Hahaha...maafkan aku, aku sebenarnya ingin melihat Sehun" lagi-lagi Kris mengecup bibir Suho tepat ketika kata terakhir selesai di ucapkan. Suho mulai terbuai dan mengalungkan kdua tanganya pada leher Kris. Ahh...lupakan masakan Kris yang jelas-jelas tak enak itu.
Hampir limabelas menit mereka bercumbu di dapur, melupakan tempat dimana mereka berada, melupakan tujuan awal Suho, dan melupakan masakan Kris. Tapi karena kondisi Suho yang kurang sehat akhirnya ia menyuruh menghentikan kegiatannya.
"Huniie...;" panggil Suho sambil mengetuk pintu kamar putranya. Tak ada jawaban jadi Suho langsung saja masuk. Sehun tak ada di kamar, di kamar mandi, di balkon atau diamanapun di kamar itu. sempat mata Suho melihat sebuah kertas yang di tindih dengan figura foto mereka bertiga. Perlahan Suho membacanya.
Mommy...Daddy...Hunnie pergi dulu, kalau Daddy masih menyuruh Hunnie putus dengan Jongin, Hunnie tak mau pulang. Hunnie mau pulang kalau Daddy mau menerima Jongin. Kalau terjadi apa-apa pada Hunie salahkan saja Daddy...
Hunnie sayang Mommy, tapi tidak dengan Daddy.
"Kriiiis..."
BRUUUK
Bersamaan dengan teriakan Suho, tubuh mungil itu juga ikut ambruk ke lantai sambil memgang surat. Kepalanya kembali berdenyut sakit begitu membca surat yang memberitahukan baha Sehun tengah kabur dari rumah.
...
"Jongiiiiin" pintu keluarga Park terbuka dan Sehun langsung saja memeluk orang yang membukakan pintu, tak tahu bahwa yang membukanya bukan Jongin tapi Chanyeol.
"Appa...apa yang kau lakukan pada Sehun?" Suara Jongin membuat Sehun mendongak da memperhatikan siapa yang ia peluk sekarang, karena sepertinya suara Jongin tak berada tepat di atasnya.
"Arghhhh" Sehun menjerit dan berlari menghampiri kekasihnya "Maafkan aku...maafkan aku"
"Selsaikan urusan kalian, Appa tak akan menguping" Chanyeol pergi meninggalkan putra dan kekasihnya di depan pintu.
"Kenapa kau menangis? Jangan bilang ini tentang Daddy-mu lagi" Sehun mengangguk dan memeluk Jongin erat "Kau mau kemana dengan bawaan sebanyak ini? Jangan bilang kau kabur" lagi-lagi Sehun mengangguk.
"Daddy jahat, masak kita disuruh putus...Hunnie tak mau" tanpa sadar Jongin malah tersenyum mendengar penuturan kekasihnya, itu berarti Sehun sangat menyukainya. Tapi ini bukan saatnya Kim Jongin "Hunnie mau pergi ke tempat yang jauh, dimana Daddy tak bisa menemukan Hunnie"
"Memangnya kau berani kabur sejauh itu?" Sehun menunduk dan menggeleng
"Makanya aku mengajakmu kabur?" ekspresi Jongin tentu saja kaget, Sehun kia kabur itu sama dengan main-main.
"Jangan sembarangan...kuantarkan kau pulang"
"Hunnie tak mau" Sehun menjauhkan dirinya dari Jongin dan hendak berlari. Begitu sudah sampai di depan gerbang, barulah Jongin mengejar kekasihnya yang berlari sambil menangis.
"Wu Sehun berhenti!" otomatis Sehun berhenti berlari, karena tak ada seorangpun yang meneriakinya seperti itu sebelumnya, bahkan Daddy-nya saja tidak "A-aku tak bermaksud membentakmu" Jongin kebingungan begitu mendapati pandangan mata kekasihnya seperti kosong "Maafkan aku...aku memang bersalah" Jongin membawa Sehun ke dalam pelukannya, menggoyang-goyangkan tubuh krus itu pelan. Dan barulah Sehun kembali menangis, bahkan sampai berteriak-teriak.
...
Keduanya berada di dalam sebuah Bus yang sangat sesak, dimana orang-orang kantor saatnya pulang untuk kerja. Sehun dan Jongin memutuskan untuk pergi jauh entah kemana atas permintaan Sehun, dan berakhir dengan berdiri di dalam bus yang sesak.
Tangan Jongin tak henti-hentinya memeluk erat pinggang kekasihnya agar tak jatuh ketika supir bus mengerem mendadak. Namun wajah Sehun Nampak ketakutan, tanganya yang putih mencengkram erat kaos depan Jongin.
"Jongin...ada yang memegang pantatku" bisikan Sehun membuat Jongin waspada dan akhirnya kedua orang tersebut bertukar posisi agar Sehun tak di pegang-pegang lagi "Aku takut Jongin"
"Tenanglah! Aku akan menjagamu. Sebentar lagi kita sampai" Sehun mendongak menatap Jongin yang tingginya hanya berjarak beberpa centi saja dengannya. Ia tak menyangka bahwa kekasihnya akan menjaganya seperti ini, mengingat dulu mereka selalu saja bertengkar dengan Jongin yang memulai menjahili Sehun.
...
"Ini semua salahmu Kris! Kalau saja kau tak menyuruh Hunnie putus ia tak akan kabur dari rumah" Suho dari tadi hanya bisa menyalahkan suaminya atas kepergian Sehun. Ia sudah tak sanggup untuk menangis lagi jadi ia hanya bergelung dalam selimut dan tak mau memandang Kris.
"Sayang...maafkan aku. Kau jangan begini, nanti kau tambah sakit" Kris mendekat dan ikut duduk di atas ranjang, Suho membalik badanya, ia tak mau melihat suaminya untuk saat ini.
"Harusnya kau minta maaf pada Hunnie...apa kau tak pernah berpikir kalau Hunnie tak mengenal Seoul dengan baik karena kita selalu melarangnya untuk keluar. Bisa-bisa dia bertemu dengan orang jahat..hiks.,...Hunnie" Kris ikut berbaring, memeluk Suho dari belakang. Yang dikatakan Suho ada benarnya, Sehun tak pernah tahu daerah Seoul dengan baik, salahkan dirinya yang tak pernah membolehkan Sehun untuk keluar tanpanya dan juga Suho.
"Hunnie...hiks...hiks" Kris semakin mengeratkan pelukannya karena lagi-lagi Suho menangis
"Sehun akan baik-baik saja" walaupun Kris tidak benar-benar yakin puteranya dalam keadaan baik.
"To-tolong...hiks...hubungi Jongin!" karena ia memang tak tahu nomer kekasih Sehun yang satu itu, jadilah Kris malam-malam mendatangi kediaman Park. ini sungguh terpakasa, kalau bukan karena Suho yang meminta ia tak akan mau datang kesini lagi. Ya...Kris sudah pernah datang kerumah Jongin, meski hanya mengantar sampai di depan rumah ketika makan malam waktu itu.
Kris memandang tak enak pada Chanyeol yang tengah membukakan pintu. Tapi mau tak mau ia harus bersikap ramah.
"Bisakah aku bertemu dengan Jongin"
"Sepertinya dia pergi dengan Sehun, kabur mungkin" wajah Chanyeol Nampak bodoh, ini bukan yang tepat untuk bercanda melihat Kris sendiri sudah sangat geram
"Hah? Dan kau tak menghentikan anakmu?"
"Tenanglah! Mereka mungkin tak akan pergi jauh, Jongin tak membawa uang atau benda apapun, kulihat hanya Sehun yang membawa sebuah tas besar di punggungnya"
Sepertinya spekulasi Chanyeol cukup benar, mengingat mereka berdua tak akan isa berpergian jauh tanpa uang yang cukup dan Jongin yang tak membawa benda apapun di tangannya. Kris ingin langsung pamit tapi sebuah suara membuatnya berbalik.
"Siapa sayang?" Kris menatap seorang namja yang sangat imut, tapi masih kalah imut dengan Joonmyeon istrinya...yah..itu menurut Kris. Baekhyun mendekati Chanyeol dan berjinjit mengecup pipi suaminya di depan Kris, what? Apa maksudnya ini?
Tenang! Tenang! Baekhyun dan Chanyeol memang sring melakukan hal seperti ini dimana saja, bukan sekedar pamer kemseraan tapi memang ini sebuah rutinitas. Kris menatap kedua orang tersebut dalam diam, lamat-lamat sebuah senyuman tersemat diwajahnya.
"Calon besan kita, Daddy-nya Sehun" Baekhyun yang senang bahwa calon besanya yang datang ia jadi heboh sendiri dan memberi salam dengan penuh semangat.
"Anyeong..."
"Kalau Sehun memang tidak ada disini, sebaiknya aku pergi saja"
"Kenapa tak mampir dulu, minum teh sebentar" tawaran Baekhyun dibalas dengan gelengan kepal dan sebuah senyuman.
"Tidak terimakasih, Suho sedang sakit, jadi aku harus cepat pulang" Baekhyun entah kenapa bergegas masuk ke dalam rumah dan menyuruh Kris untuk menunggu sebentar.
"Ini untuk Suho, semoga cepat sembuh" ternyata Baekhyun kembali dan menyerahkan banyak sekali buah-buahan di dalam plastik. Kris sempat menolak tapi Baekhyun memang begitu selalu pemkasa apalagi Chanyeol juga memkasa Kris untuk membawanya pulang.
"Ternyata mereka baik sekali" gumam Kris sambil memandangi kantong plastik yang dibawanya
...
"Jongin kenapa kesini? Disini kan dingin" Jongin merapatkan tubuhnya pada tubuh kekasihnya, memeluknya erat sambil memandang sebuah pantai. Ya...mereka sedang berada di pantai yang sepi karena ini malam hari.
"Sebentar saja, mumpung kita melewati pantai. Apa kau ingin pulang?" Sehun mengangguk dan ikut memeluk Jongin erat.
"Aku mau pulang, tapi nanti Daddy menyuruh kita putus lagi, aku tak mau"
"Apa kau sangat mencintaiku?" Sehun menganggukan kepala sambil cemberut. Berpikir kenapa Jongin menanyakan hal seperti ini di saat yang tidak tepat "Aku juga sangat mencintaimu"
"Jongin...dingin..."Sehun mendongak dan menatap Jongin lembut
"Pulang atau pergi ke sauna?"
"Sauna saja...aku sedang malas bertemu Daddy, walaupun aku rindu dengan Mommy" Jongin menarik Sehun untuk berjalan menuju sauna terdekat.
...
"Sayang maafkan aku" Kris sedang memohon untuk dimaafkan, sepulang dari rumah keluarga Park ia terus saja melakukannya. Suho masih saja diam menatap keluar jendela dengan pandangan kosong.
"Aku tahu aku salah, dan aku berjanji tak akan membahas masalahmu dengan Chanyeol semasa sekolah dulu" akhirnya Suho menoleh, menatap Kris yang sedang menatapnya balik. Suho sedikit tak percaya apa Kris mengatakkanya dengan tulus "Aku tadi bertemu dengan Chanyeol...juga istrinya, dan mereka terlihat sangat mesra"
Lamat-lamat Suho tersenyum, kedua jemari putihnya menangkup pipi Kris "Aku mencintaimu" ucapnya pelan tapi ini begitu membuat hati Kris besar.
"Aku tahu...dan aku juga mencintaimu sayang" Kris balas menangkup pipi Suho dan mendekatkan wajah mereka berdua.
Cup
Ciuman kilat dilakukan keduanya.
"Jangan pernah meninggalkanku!"
"Tak akan pernah" dan Suho menghadiahi Kris ebuah kecupan ringan tepat di bibir merah suaminya "Cepatlah sembuh, dan semoga Hunnie kita cepat pulang"
...
"Jongin...Sehun khawatir" Sehun menatap langit-langit tempat mereka menginap di sebuah sauna. Jongin memirngkan tubuhnya dan meandang tepat di wajah Sehun yang terlihat takut
"Apa yang kau kahwatirkan? Kau mungkin merindukan Daddy dan Mommy-mu"
"Aku rindu Mommy...perasaanku tak enak" kini Sehun balik menatap Jongin
"Coba kau telepon Mommy-mu!" benar kata Jongin, kenapa dari tadi ia tak menelpon Mommy-nya kalau memang khawatir
"Terimakasih idenya" sebelum pergi mencari handphone di loker Sehun mencium pipi Jongin secepat kilat.
Dilihatnya daftar nama dalam panggilan tak terjawab, dan hanya ada satu nama tertera disana 'DADDY' Sehun menghela nafas dan beralih membuka pesan yang di terimanya.
From : Daddy
Hunnie kau dimana
From : Daddy
Hunnie, Maafkan Daddy. Cepat pulang!
From : Daddy
Hunnie angkat telepon Daddy, Mommy sakit.
Pesan itulah yang akhirnya membuat Sehun langsung pucat dan panik seketika. Ia berlari menghampiri Jongin yang tengah telentang menikmati hangatnya sauna.
"Jongin...ayo kita pulang!" Jongin terduduk karena mendengar permintaan Sehun
"Ini sudah malam, aku tak yakin ada Bus untuk pulang" Jongin menarik Sehun untuk duduk, mengenggam jemarinya agar raut kepanikan itu sedikit hilang.
"Tapi Mommy sakit...aku merasa bersalah...hiks...Bagaimana ini Jongin?" dengan lembut Jongin menarik Sehun agar berada di pelukannya, mengusap kepala Sehun dengan tenang dan membiarkan kekasihnya menangis.
"Besok pagi-pagi sekali kita pulang, saat ini tak ada Bus lagi menuju rumah" Sehun mengangguk dala m pelukan kekasihnya, wlau ia bingung dan takut tapi taka pa selama masih ada Jongin yang menangkannya.
...
Suho menggeliat pelan begitu mendengar seseorang yang familiar memanggilnya 'Mommy'. Kris masih tertidur di sampingnya, sepertinya dia tidak terusik sama sekali.
"Mommy...bukakan pintunya!" Suho melirik Jendela yang menunjukkan bahwa hari masih petang, tapi suara yang terus saja meneriakkan 'Mommy' semakin terdengar, malah sekarang diiringi oleh sebuah tangisan. Suho bergegas keluar dari kamar dan suara Sehun jelas sekali terdengar.
"Hunnie..." teriak Suho terlalu senang melihat Sehun yang sudah kembali dengan tangisan yang kencang
"Mommy...maafkan Hunnie...kata Daddy Mommy sakit...hiks...hiks...Hunnie jahat pada Mommy" Suho menepuk-nepuk pelan punggung putranya yang telah kembali dari acara kaburnya yang sangat singkat.
"Mommy sudah sembuh karena melihatmu pulang dengan selamat"
"Hiks...Mommy"
"Hunnie?" suara itu membuat Sehun berhenti menangis, memandang Daddy-nya yang keluar dengan rambut acak-acakan, tapi tetap tampan.
"Mo-Mommy" Sehun terlihat masih takut melihat Daddy-nya, takut kalau hubunganya dengan Jongin masih tidak mendapatkan izin.
"Jangan takut sayang...Daddy tak akan menyruhmu putus dari Jongin" Mata Sehun melebar, dan dengan itu senyumnya juga ikut mengembang. Ia berlari meninggalkan Mommy-nya dan menerjang Kris untuk segera di peluk
"Daddy..." Sehun memanggil-manggil Daddy-nya dengan perasaan lega "Tapi kalau Daddy menyuruh Hunnie putus lagi, Hunnie tak akan memaafkan Daddy" ancaman tersebut membuat Kris tersenyum dan mengecup puncak kepala putranya sayang.
"Jongin...terimakasih kau sudah menemani Sehun kabur" ini pujian atau sindiran? Jongin yang tak paham dengan perkataan Suho hanya menggaruk tengkuknya pelan "Emm...maksudku Sudah mejaga Sehun dengan baik...Hunnie memang masih seperti anak keci" Jongin hanya tersenyum sambil menyerahkan tas bawaan Sehun selama ia kabur ke arah Suho.
"Ya...aku sangat paham dengan sifatnya yang satu itu" Sehun melirik Jongin tajam karena kalimat tersebut. Ia mendekati kekasihnya dengan muka di tekuk, kemudian Sehun memluknya erat.
"Terimakasih karena sudah menemaniku" Jongin balas memluk Sehun, meski agak canggung karena di tatap oleh kedua orang tua kekasihnya.
Paham dengan keadaan tersebut, Kris menarik Suho agar masuk ke dalam dan mmebiarkan putranya bermesraan sejenak. Yaa...anak memang akan tumbuh dewasa seiring berjalanya waktu, dan Kris kini menyadari bahwa Hunnie-nya juga akan dewasa dan nanti akan meninggalkanya dengan Suho, hidup berumah tangga sendiri dan hanya akan berkunjung beberpa kali dalam seminggu ke rumah orang tua mereka.
TAMAT
Saya bikin ff ini karena saya mau menyampaikan rasa bahagia juga rasa bersalah karena mmebaca ff MUSIC UNITED US di AFF tapi tak bisa ikut koment karena nggak punya aku. Suwer ceritanya itu baguuuus banget dan saya sedih karena nggak bisa ikut berheboh-heboh ria lewat koment. Kumohon yang bikin ff itu memaafkan kelancangan saya karena membca ff tersebut tanpa memberikan koment.
