~~~ Love and War in Training Camp ~~~
Pair : AoKuro / KagaKuro
Genre : Humor/Romance
Rate : M (buat jaga2)
Warning : TYPO and OOC (dikit2 banyak) | GAJE | Author nya newbie dikit (?), abal dan sarap | jika ada kesamaan alur cerita,setting,tokoh,penokohan,dan ke 9 unsur instrinsik suatu cerita didalam fic ini,maka itu adalah suatu ketidaksengajaan /ditabok | Shounen-ai menjurus ke yaoi (?) | DON'T LIKE,DON'T READ YAW
Disclaimer : Kuroko dkk punyanya Tadatoshi Fujimaki.
Written by : Terong Desu
Summary : "Training camp ini bisa memunculkan cinta diantara kalian loh" cinta seperti apa yang dimaksud Riko dan Momoi ?
Tambahan Pair : MidoTaka / MitoKoga
Note : Gerbong kereta disini, mirip dengan gerbong kereta kelas eksekutif, sehingga dimungkinkan bisa tidur dengan nyaman /sekalian promosi /shot
.
Sheirey' HoshigaRo- Aidaiki : Ok ok~ terima kasih banyak atas review nya Kuro-nyan QwQ *nangis pohon pete* /plak
…
Chapter 2 ( Flashback )
Ternyata mereka masih belum berbaikan juga. Apakah yang akan terjadi saat perjalanan training camp yang sempat tertunda itu ?
Chapter 3
TUT TUT GJESSS TUT TUT GJESSS GJESSS
Malam itu Kuroko dan kawan – kawan dalam perjalanan menuju lokasi training camp. Mereka menggunakan kereta malam yang jadwalnya sudah terlebih dahulu disiapkan Riko dan Momoi.
Mereka terlihat sibuk menentukan tempat duduk dan pasangan duduknya masing – masing.
"Oi, Midorima ! kita duduk disini saja !" Teriak Takao.
Tanpa mengatakan apapun, Midorima segera berjalan menuju Takao dan mengambil tempat disamping Takao.
"Nee Riko-san, kita duduk disini saja ya." Ujar Momoi sambil menepuk – nepuk tempat duduk pilihannya.
"hee ? kau tidak ingin duduk dengan Kuroko ?" tanya Riko bingung.
"tidak, kurasa…. Kalau aku mencoba mendekati "mangsa" duo seme baka itu, mungkin hidupku tidak akan terjamin lagi."
"begitu ya…." Ujar Riko khawatir.
"bagaimana ini nasibmu Kuroko?" bisik Riko dalam hati.
.
"nee~ nee~ Kurokocchi~~~" pemuda bersurai terang itu, tengah mendekati Kuroko.
"ya, ada apa ?" tanya Kuroko yang sedang mencari – cari tempat duduk yang nyaman baginya.
"Aku ingin du-"
BUAAAAAK
Hantaman keras dari duo baka seme itu, berhasil membuat Kise terpental cukup jauh dari Kuroko.
"Teme ! jangan mendekati Tetsu." Ujar Aomine ganas
"kalau kau mencoba mendekatinya lagi, akan kulempar kau keluar kereta !" tambah Kagami
Kuroko yang melihat adegan action luar biasa membahana badai itu, hanya bisa melongo ria dibalik wajah datarnya.
"tenanglah Aomine-kun, Kagami-kun."
"TIDAK BISA !" ucap mereka berbarengan.
"kalian bersikap seperti orangtuaku saja." Ujar Kuroko sambil berjalan menjauh dari mereka.
"O-orangtua ?!" Tanya shock duo baka seme itu bersamaan.
"sejak kapan mereka kompak ? sejak kapan mereka menjadi over – protective begitu ?" tanya Kuroko dalam hatinya. Banyak kebingungan yang tertanam jauh dalam pikirannya.
.
.
.
TUT TUT GJEEES GJEES TUT TUT
Setelah lama menelusuri setiap gerbong di kereta, akhirnya pemuda bermanik aqua – marine itu menemukan tempat duduk yang ia kira nyaman untuknya. Ia merasa lega bisa duduk tenang.
Terlihat kini matanya sudah mulai layu, siap terjun ke dunia bawah sadarnya. Tenggelam sangat dalam.
.
Kesunyian menemaninya malam itu. Denguran halus miliknya teralun lembut di sekitar gerbong sepi yang ia huni.
Sepasang tangan panjang tiba – tiba meraih dan mendekapnya lembut.
"hangat." Bisik Kuroko tidak sadar. Pemuda yang kini mendekap tubuhnya itu, hanya tersenyum puas.
.
.
.
TUT TUT GJEEES GJEES
Sinar keemasan meretas lembut kaca jendela kereta. Menjamah setiap ruang disana. Menyinari kedua pemuda yang tengah tertidur pula situ,
"nggh." Desah lembut pria mungil yang kini terbungkus erat oleh 2 lengan besar gelap itu.
"kenapa hangat?" ujarnya dalam hati. Ia masih setengah sadar. Keburaman menghiasi penglihatannya.
Merasa terinstrupsi, si "biang keladi" pun terbangun penuh.
"kau sudah bangun Tetsu ?" ujarnya.
"suara itu…Aomin-kun !" Kaget Kuroko, berusaha membalikan tubuhnya yang masih tertempel erat dengan tubuh Aomine.
"apa yang kau lakukan?" ujar Kuroko sedikit panik walaupun wajahnya masih saja terlihat datar.
"hmm, hanya "menyelimuti" mu, agar kau tidak kedinginan." Omongnya sembari mendekap Kuroko lebih erat. Kini wajahnya, ia tanamkan dalam dilekukan bahu mungil itu.
Kuroko bingung, ia ingin melompat menjauh dari pelukan Aomine, atau tetap seperti ini ? ia akui, ia sangat nyaman dengan apa yang dilakukan Aomine terhadapnya.
Hembusan nafas milik Aomine yang hangat mendangkalkan pikirannya. Sesekali Kuroko mendesah pelan akan kelakuan "nakal" Aomine. Kini, senyuman puas namun hangat itu terbingkai jelas di wajah tampan, pria bersurai biru gelap itu.
"Aomine-kun, lepaskan ! nanti ada yang melihat." Pekik Kuroko sembari berusaha melepaskan tangan Aomine yang masih membalut hangat tubuh mungilnya.
"tenanglah.. yang lain masih belum bangun, jadi biarkan aku meneruskan ini." Goda Aomine.
1
2
3
Detik kemudian..
"AHOMINE …." Geram pemuda yang ternyata daritadi menyaksikan adegan AoKuro dari kejauhan.
"Hn.. apa mau mu BAKAgami .."
"TEME ! apa yang kau lakukan HA !"
"kau sudah melihatnya sendiri, aku sedang tidur.. mau mu apa ?"
Kini Aura merah gelap sudah membaluti penuh tubuh pemuda yang hobi makan banyak itu. Ia sudah kesal, sangat kesal dengan Aomine.
"Ano.. Kagami-kun, sebenarnya aku dan Aomine-"
GREP
Kagami menarik Kuroko kedalam pelukannya. Aomine hanya melongo ria, sejak kapan Kuroko sudah ada dipelukan si bakagami itu ?
"OI !" kesal Aomine.
"maaf, tapi ini giliranku"
"keh!" cetusnya kesal.
Sekali lagi, pertempuran sengit pun akan terjadi, dan kereta ini yang akan menjadi saksi dari kisah pertempuran hebat antara kaisar biru dan kaisar merah yang saling memperebutkan cinta mereka.
"Ano…" Kuroko memulai
"GRRRR" Geraman liar duo-seme itu mengisi penuh ruangan kosong disekitarnya
Kuroko hanya mendengus kesal. Ia tidak merasa nyaman akan posisinya sekarang, posisi diantara dada bidang duo-baka-seme yang tengah memeluknya bersamaan, oh mungkin lebih bisa dibilang menggapitnya erat.
JEPRET JEPRET
"OI ! apa yang kau lakukan !"
"hihi, tenang – tenang Dai-chan, aku hanya mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenangan, aku tidak akan mengintrupsi "kegiatan" kalian ko" ujar wanita yang daritadi mengambil kasar gambar mereka.
"cih, oi Ahomine ! wanita mu itu sangat mengganggu" ketus Kagami.
"berhenti memanggilku dengan sebutan itu ! lagipula siapa wanita ku HA !"
Perang mulut pun terjadi antara mereka, sedangkan Kuroko hanya diam tak berdaya dan kini Momoi kembali meneruskan kegiatan "memotret" nya.
.
.
.
TUT TUT GJEESS GJESSS
'hah…." Lenguh pemuda bermanik aqua-marine itu.
Ia lega karena pertempuran yang melibatkan dirinya sudah berakhir dengan kemenangan sekaligus kekalahan keduanya.
Kini kedua pemuda itu tengah tertidur pulas karena kelelahan akibat ulah mereka sendiri.
"huh, baka.." bisik Kuroko pelan sembari menyisir rambut keduanya, senyuman hangat pun terbingkai diwajah "cantik" milik sang "bayangan". [(Author : KYAAA ! MANISNYA ! *dies from blood lose" /plak) ehem ehem, lanjut~]
.
.
.
GJESS GJESSS
"Oi,Shin-chan!" Panggil Takao.
"Hn, ada apa ?"
"ayo kemari, ada yang ingin aku perlihatkan kepadamu !"
Midorima tidak mengatakan apa – apa, namun ia langsung berjalan kearah Takao dan mengikutinya.
"jadi apa yang ingin kau perlihatkan kepadaku ?"
"ahh, ikut saja.. nah itu." Takao menunjuk nunjuk objek yang ingin ia perlihatkan kepada Midorima.
PEEEESSH
"OI, Takao ! kenapa aku harus melihatnya hah ? nanodayo !" ujar Midorima dengan wajah yang bersemu merah.
"hehe, tidak ada alasan yang tepat sih… namun mereka bertiga terlihat manis bukan." Ujar Takao sambil tersenyum kecil.
Midorima hanya terdiam. Ntah mengapa kini wajahnya tidak dapat berpaling dari wajah Takao, ia melemparkan pandangannya… hanya kepada Takao.
.
"Apa aku memang benar-benar menginginkannya ?"
.
TUT GJEES GJEES
"NEE MINNA ! sebentar lagi kita akan sampai ditujuan~~~" Teriak girang Momoi.
"ngg… aku mencium bau laut…. Kita akan ke pantai ?" Hyuga menebak.
"PRIIIIIIT ! betul sekali !" ujar Riko membenarkan sembari meniup peluitnya.
"woooaaah ! coba lihat, oi Mitobe ayo kita buka jendela nya !" ujar Koganei riang.
1
2
3
"WOAAH ! sejuknyaaa, lautnya mengagumkan !" Koganei bersenang ria.
"mattaku, kenapa kau tidak memberitahu kami kalau mau ke pantai ? ck, aku tidak membawa apapun yang berbau "pantai-musim-panas" hah.." ujar Hyuga kecewa.
"geez, tenang saja, aku dan Momoi sudah menyiapkannya jauh – jauh hari."
"hah ? maksudmu mulai dari pakaiannya ?" serobot Izuki.
"betul sekali~" senyum puas sang couch Seirin.
"APA !" teriak mereka bersamaan. Rasa malu kini menyelimuti mereka.
"apa dia melihat dalamanku ?"
"tidak ! boxer ku !"
"hot pants bebek ku… gyaa ! ini terlalu memalukan !"
Panik mereka.
"ngg, Riko-san, sepertinya mereka frustasi mengenai hal ini."
"yaa yaa, tapi sepertinya yang tidak panik hanya mereka berdua disana." Tunjuk Riko kearah Kuroko dan Mitobe yang hanya diam melihat para lelaki sedang berpanik ria.
"hmm" angguk Momoi.
"Hey hey dengar ! siapa yang sudi membereskan barang – barang kalian ! yang menyiapkan itu adalah orang suruhanku, yang pastinya seorang laki – laki !" tegas Riko.
"eeh, begitu yah." Lega mereka bersamaan (lagi)
"tapi kalau untuk Aomine-kun, yang menyiapkan adalah Momoi-san." Ujar Riko dengan santainya.
"APA ! OI SATSUKI ! kau tidak melihat apa – apa bukan !" panik Aomine.
"tidak Dai-chan~~ tapi aku menemukan ini !" Momoi memperlihatkan album foto rahasia milik Aomine.
"HEE ? OI AHO ! apa – apaan itu ! kau punya seluruh foto Kuroko ! berikan kepadaku !" Teriak Kagami berusaha mengambil koleksi foto – foto Kuroko milik Aomine.
"BAKA ! siapa yang sudi !" balas Aomine.
"mereka mulai lagi yah." Dengus Riko.
Sedangkan yang lain, sedang memunguti koleksi foto milik Aomine yang jatuh berserakan.
"woaaah ! Kuroko ! kau manis sekaliiii." Ujar Furihata, wajahnya memerah melihat foto Kuroko saat bersama anggota GOM.
"KUROKOCCHI~~ ini foto saat kita berendam di onsen kaan~ aku ingin menggosok punggungmu sekarang !" Ujar Kise yang langsung ingin menerkam buas Kuroko.
"hentikan Kise-kun !" Momoi menahan pergerakan Kise yang kini sedang kehilangan control akan Kuroko.
Akibat koleksi foto milik Aomine, kekacauan pun terjadi sekali lagi.
"OI OI ! hentikan !" bentak Riko.
"kalian ini berisik sekali sih ! cepat bereskan barang – barang kalian ! kita sebentar lagi sampai !" tambahnya.
"HAI !"
Mendengar bentakan Riko, mereka pun bergegas melaksanakan perintahnya.
"eh, Momoi-san ? ….HIEEE ? KUROKO !"
Kuroko sudah tergeletak tak berdaya akibat goncangan yang diterimanya.
"ini salahku ! maafkan aku Kuroko !" Tangis Momoi.
"ti-tidak apa – apa Momoi-san." Kuroko menenangkan Momoi, walaupun pusing kini melandanya hebat.
"mattaku.." sekali lagi, Riko mendengus pelan akibat peristiwa yang akhir – akhir ini melanda Kuroko dan yang lain, termasuk dirinya juga.
.
"yah walaupun begitu, ini menarik." Bisik Riko
.
.
.
.
TUT GJEES GJES GJES
Kereta pun melambat, pertanda sudah sampai tujuan. Para anggota Training camp pun bergegas turun dari kereta.
Mereka disambut oleh semilir angin laut yang menerpa halus. Tercium aroma laut dari kejauhan. Teriknya mentari tidak melelehkan secuil pun semangat mereka.
"woah ! sugoi !" teriak Koganei.
"aroma lautnya sangat menggoda ! ya kan Shin-chan~~"
Midorima tidak merespon, ia malah membuang wajahnya kesamping agar Takao tidak melihat wajahnya yang kini bersemu merah.
"apa – apaan dengan kata "menggoda" itu ?!" ujarnya dalam hati.
Ternyata Mido-kun sedang bersalting ria, akibat kata "menggoda" dari Takao, sang partner nya itu.
Sedangkan yang lain…
"woah ! Mitobe, ayo kita lihat – lihat sebentar !"
"Oi Koganei ! kau mau kemana ?!" teriak Izuki dari kejauhan.
"hanya jalan – jalan disekitar sini saja ! aku dan Mitobe tidak akan berlama – lama."
"o-oi ! setidaknya kau lapor dulu dengan Riko ! oi Koganei ! geez.."
"dia itu selalu saja ck." Bisik Izuki dalam hati.
"Izuki-kun ! bantu aku dengan semua barang – barang ini ya~ … OI HYUGA ! kau mau kemana ! cepat bereskan !"
Riko sibuk dengan perintah – perintah yang ia lontarkan kepada seluruh anggota training camp saat itu.. kecuali Mitobe dan Koganei yang sudah pergi duluan tanpa lapor kepada Riko.
.
.
.
SSSSSHHHHHHSSHH KOK KOK SHHHSSHH
Hari sudah hampir malam, mentari sudah siap – siap untuk terlelap.. kini tinggal bayangan jingga yang terlihat. Angin malam sudah mulai menyerbu tempat dimana Mitobe dan Koganei berada.
"ck, kita tak mungkin tersesat bukan, ini merepotkan sekali !" bentak Koganei.
Mitobe diam seperti biasanya, ia tidak ada sedikit pun berbicara.
"huh.." Koganei memanyunkan bibirnya. Ia tahu, kini ia sedang bersama Mitobe yang tidak pernah mengeluarkan suaranya sedikit pun. Walaupun begitu, setidaknya Mitobe bisa mencairkan suasana yang penuh dengan kebisuan ini, pikir Koganei. Koganei mungkin merasa kesepian karena situasi seperti ini.
"Mitobe.."
…
"Mitobe.."
…
Mitobe daritadi hanya memalingkan wajahnya kearah Koganei tanpa berbicara sedikitpun.
"Mitobe.."
….
Masih seperti keadaan sebelumnya.
"Mitobe.."
….
"ck ! mo ii ! terserah sajalah." Koganei langsung pergi meninggalkan Mitobe seorang diri, tanpa alasan yang jelas.
Mitobe diam dengan wajah yang bingung.
.
.
.
SSSHHHHSSS KOK KOK SSSHHHSSS
Koganei berjalan sendirian tidak tau arah. Emosi yang meluap – luap akibat kejadian tadi, membuatnya tidak fokus apa yang ada didekatnya.
"ck, Mitobe itu, setidaknya berbicara sedikit ! dia tidak tau apa, kalo aku merasa kesepian !" bentak Koganei.
….
"eh…. Kenapa aku terlihat seperti orang yang egois.. Mitobe kan memang seperti itu, aku tidak bisa menyalahkannya atas semua ini." Koganei akhirnya menyadari kesalahannya.
"huh, aku harus minta maaf kepadanya, aku akan mencarinya !" seru Koganei.
KUR KUUUR KUUR
"…. Tapi sepertinya percuma jika aku yang mencarinya..he—he—he ..AKU SAJA TIDAK TAHU AKU DIMANA!" panik nya.
Koganei kini tersesat ntah dimana. Ia berlari sambil mencari – cari orang yang bisa membantunya.
"hosh hosh hosh, setidaknya aku harus menemukan telpon umum dekat sini….telpon umum… telpon umum…. Tunggu ! aku kan membawa Hand phone ku….bodohnya diriku." Koganei mengutuk dirinya habis – habisan karena baru saja sadar bahwa ia membawa alat komunikasinya.
TIT TIT TIT BLEP
"APA ! KENAPA LOWBAT !" Teriak Koganei.
Teriakannya menggema sampai disudut – sudut taman yang lebih mirip hutan itu.
.
.
.
KUUUR KURRR
Malam ternyata telah tiba tanpa disadari oleh Koganei. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ntah sudah berapa lama ia telah berjalan.
"apakah Mitobe akan datang untuk mengeluarkanku dari sini ? haaa—haha—hahaa" ia terisak… Koganei terisak, ia menangis…
"ha—ha, apa – apaan aku ini, menangis ? seperti anak perempuan saja.." Koganei mengelap air matanya yang masih saja berjatuhan dengan punggung tangannya.
"lagipula, Mitobe tidak akan melakukan hal itu kan… aku yang meninggalkannya, ya tentu jelas.. aku-" sekali lagi, butiran bening itu bercucuran dengan derasnya dari pelupuk mata pemuda manis itu.
Ia menghentikan langkahnya. Kini ia berjongkok sembari memeluk lututnya erat. Suara isakkannya terdengar jelas.
"khhh hiks hiks….. dasar cengeng ! kenapa aku harus menangis gara – gara si bodoh itu !"
…..
SRAK SRAK SRAK SRAAK
"eh, si-siapa itu !" panik Koganei.
"aku tidak takut denganmu ! cepat keluar !"
…
SRAK
"HIYAAAA !" Koganei mengeluarkan jurus amatiranny, namun hasilnya nihil. Kini lengannya digenggam erat oleh sosok tinggi besar itu.
"HUWAAAAA ! LEPASKAN AKUUUU!" Teriak Koganei.
Ia terus – terusan memberontak, berharap agar sosok tersebut melepaskannya. Namun bukannya melepaskan Koganei, sosok itu malah mendekapnya erat.
…..
Hening
"ha-hangat…" bisiknya pelan.
Wajahnya memerah seketika. Ia berpikir, siapa yang berani mendekapnya seperti ini.
"Koganei-kun… jangan pernah meninggalkan aku seperti tadi lagi ya.." ujar sosok itu.
"eh?"
"ha—ha—ha, apa maksudm-" Koganei tersentak kaget ketika ia mendapati sosok tadi adalah teman dekatnya sekaligus partnernya, Rinnosuke Mitobe.
…
"Mi—tobe…."
Koganei tertunduk frustasi. Mitobe yang menatapnya daritadi mulai melongarkan pelukannya, ia berpikir, Koganei merasa risih dengan perlakuannya kini.
GREP
"jangan lepaskan.." lirih Koganei
Mitobe kaget akan kata – kata singkat namun bermakna baginya itu. Ia kembali mendekap Koganei, namun kini lebih erat dari yang sebelumnya, seolah – olah takut akan ada yang merebut Koganei darinya.
"kenapa kau mencariku? Aku kan sudah membentak dan meninggalkanmu tanpa sebab." Ujarnya sambil menempelkan wajahnya di dada Mitobe.
Saat ini, ia hanya ingin berdua dengan Mitobe. Koganei tidak lagi mau memikirkan, bahwa ini hal yang tidak wajar baginya dan Mitobe, yang sama – sama seorang laki - laki untuk bersama.
…
Seperti biasa, Mitobe diam saja. Ia hanya tersenyum.
"ck, tadi kau bicara kan ! kenapa sekarang tidak lagi !" rewel Koganei.
CUP
Mata Koganei membelalak hebat. Mitobe menciumnya… bibirnya menempel dengan milik Mitobe… dan kini, mulai berusaha membuka mulut Koganei yang terkunci rapat.
"mngghh.. ah ah..Mi-mitobe."
Mitobe hanya menatap Koganei dengan tatapan "biarkan aku mencurahkan perasaanku terhadapmu dengan ini."
Rasanya, Koganei ingin pingsan saja ditempat. Ternyata teman baiknya sekaligus partner nya itu mempunyai perasaan seperti ini terhadapnya.
DEG DUMP DEG DUMP
"ada apa ini, kenapa aku jadi deg – deg'an seperti ini." Ujarnya dalam hati.
…
"Mitobe… jadi, apakah ini caramu untuk menyatakan perasaanmu terhadapku ?" ujarnya dengan pipi yang sudah merah padam.
…
Diam, Mitobe diam..
"kau tak perlu men—"
"suki…. Daisuki desu… totemo totemo… suki.. suki !" ujar Mitobe yang membuat Koganei tersentak kaget.
Mitobe menyembunyikan wajahnya yang memerah sempurna. Ia tidak ingin melihat Koganei yang ntah bagaimana ekspresinya kini.
…
"Mitobe…." Koganei meraih wajah Mitobe yang sedari tadi tertunduk.
"jawabanku…"
CUP
"Mo daisuki…. Totemo….suki..suki." Koganei tersenyum puas akan perasaannya yang sudah tersampaikan.
….
Mitobe diam, ia tak bisa berkata apa – apa lagi. Ia berpikir, Apakah yang baru saja dikatakan Koganei itu adalah kenyataan ? bukan ilusi ?
"Mitobe ?"
GREP
Mitobe memeluk tubuh Koganei yang lebih kecil darinya itu dengan erat. Ia merasa, seperti satu – satunya orang yang paling bahagia didunia ini.
"a-ano, Mitobe.. kau ..khh, aku tak bisa bernapas !"
Mitobe tersadar akan Koganei yang hampir kehabisan napas akibat ulahnya tadi.
"hah hah hah, aku tau kau senang, tapi jangan memelukku sampai seperti itu.."
Mitobe hanya tersenyum kecil, ekspresinya kini menggambarkan bahwa ia meminta maaf akan apa yang dilakukannya tadi.
Melihat ekspresi yang ditunjukkan Mitobe, Koganei hanya tersenyum dan langsung mengacak – acak rambut Mitobe kasar.
"nah, ayo kita pulang.." seru Koganei.
Namun Mitobe hanya diam, sepertinya ia ingin lebih lama lagi berduaan dengan Koganei.
"huh, ada apa ? ayo kita pulang…."
….
BRUK
Tubuh Koganei ambruk ditindih oleh tubuh Mitobe yang lebih besar darinya itu.
"tu-tunggu Mitobe !" pekik Koganei.
"mnggg nhhhh hah hnnn mnggg" desah Koganei dalam ciuman panas nya bersama Mitobe.
Mulut Koganei akhirnya terbuka lebar dan memperlancar akses "masuk" lidah milik Mitobe. Lidah Mitobe membalut hangat milik Koganei. Ia mengaduk lembut apa pun yang ada didalam sana. Mereka saling bertukar saliva, sesekali mereka berdua mengambil napas dan melanjutkan aktivitas sebelumnya.
"hah hah hah, Mi-mitobe, hentikan… kalau kau memang ingin melakukan hal ini, jangan disini ! memalukan tau!" Koganei membuang wajahnya kesamping. Rona merah menghiasi wajahnya yang telah banjir oleh saliva miliknya dan Mitobe.
Sekali lagi, Mitobe kaget akan apa yang dikatakan Koganei. Jadi, apakah kalimatnya tadi, artinya mengizinkan Mitobe untuk melakukan apa pun kepadanya ?
Mitobe pun mengerti dan mengecup kening Koganei singkat.
"huh, akhirnya…." Ujar Koganei lega.
…
"eh—eeeeeh ! tunggu, apa yang kau lakukan ?!" kaget Koganei.
Kini Mitobe menggendongnya ala bridal style. Hanya senyuman hangat yang terlukis di wajah sang seme.
Wajah Koganei, akhirnya memerah lagi. Ia lupa berapa kali sudah nge blushing seperti ini dikarenakan Mitobe.
…
SYUUUUUUUUU
Malam ini memang dingin, namun tidak bagi Mitobe dan Koganei. Mereka saling menghangatkan diri satu sama lain.
Gelapnya malam menyelimuti sepasang kekasih yang tengah berbahagia itu. mereka seolah bercahaya dikarenakan sinar bulan terfokus pada mereka berdua.
"nee.. Mitobe, apa yang akan terjadi saat kita kembali yaa.."
…. Mitobe melemparkan tatapan "tenang saja" kepada Koganei.
"walaupun kau bilang begitu.. aku tidak yakin." Koganei menenggelamkan wajahnya di dada Mitobe yang tengah menggedongnya layaknya pengantin baru.
"aku yakin, wanita itu akan berubah menjadi medusa." Ujar Koganei dalam hati.
SYUUUUUUUUUU
.
.
.
TOK TOK TOK
"KOGANEI-KUN ! MITOBE-KUN ! KEMANA SAJA KALIAN HAH !" bentak wanita yang diberi gelar "medusa" oleh Koganei.
"a-ano, maaf Riko-san, kami tidak memberitahumu sebelumnya.. tadi kami tersesat, dan hand phone ku lowbat." Jawab Koganei dengan gugupnya yang setengah mati itu.
Mitobe hanya diam dengan senyuman yang terbingkai diwajahnya.
"kalian… tidak melakukan apa – apa kan?" tanya Riko curiga.
PEEEESSSSH
"te-tentu saja tidak ! ha ha-haha-ahaha" ujar Koganei sambil tertawa garing. Wajahnya kini memerah secara otomatis.
Mitobe hanya melemparkan senyumannya yang kini tampak seperti orang yang sangat senang.
Riko pun semakin curiga.
"yasudahlah, sana cepat mandi.. aku akan membagi kamar anggota yang lain, satu kamar terdiri 2 orang."
"eh, lalu aku dengan siapa ?"
"dengan Mitobe-kun~ selamat bersenang – senang, ini kuncinya." Goda Riko sambil melemparkan kunci kamar Koganei dan Mitobe.
…
"apa maksudnya dengan "selamat bersenang – senang" itu ?!" bisiknya horror.
"Mi-mitobe…" Koganei membalikkan badannya, dan …
"GYAAAAA ! RIKO-SAN !" Teriak Koganei.
Riko yang mendengar teriakan Koganei dari kejauhan hanya tertawa puas.
"selamat ya Koganei-kun, Mitobe-kun~~" Teriak Riko sampai terdengar disekitar penjuru hotel.
.
.
.
TREK…. KIIIT
"maaf menunggu ! barusan saja Koganei dan Mitobe pulang."
"eh, mereka sudah pulang."
"iyaaa~" ujar Riko berseri – seri.
"ada apa denganmu ? kenapa jadi berseri – seri seperti itu." sahut Hyuga.
"Ra-ha-si-aaaaaa~~"
"ck, apakah kau sudah memutuskan pembagian kamar ?"
"ya tentu saja~~ YOSH ! HAJIMEMASHOU."
Para anggota training camp pun menjadi "doki-doki" karena pembagian kamar akan dimulai. Begitu juga dengan Aomine dan Kagami yang saling bersaing, apakah salah satu diantara mereka akan satu kamar dengan Kuroko ?
.
.
.
GYAAA ! AKHIRNYA SELESE JUGA CHAP 3 NYA !
Gomen ya kalo lama QwQ soalnya terong lagi dilanda oleh UAS yang ga selese2 ini ! /ngais tanah
Nah, karena lama update nya, jadi ini tanda dari permintaan maaf terong untuk para readers sekalian. Fic nya lebih panjang dari yang sebelumnya, dan ada tambahan pair yang nyempil disini~ tapi maap ya, kalo disini kebanyakan adegan MitoKoga QwQ
Review yak~ terong kaga maksa tapi ._. kalo ada masukan2 gitu, jadinya fic ini bisa berkualitas seperti fic author-kamisama yang lain *A* /NOOOO
Terong gak butuh flame yang menggunakan majas ironi, sinisme, ataupun sarkasme. Cuma butuh kritik dan saran~~
Chap 4 nyusul dengan fic yang lain~~
Upcoming Fic :
1. Kuroko no Kokoro
2. Tsubaki
….
YOSH ! matta nee~~
