Tittle: 1st Night Series BiGo Version.
Author: Bluedevil9293.
Disclaimer: 1st Night Series BiGo Version By Dean Choi.
Main Cast: Jung Ji Hoon (Rain Bi) x Jung Byung Hee (GO MBLAQ).
Chap: 3 of 4.
Genre: Romance, Drama, M-Preg.
Rated: M.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.
Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.
Summary: "Hyung mau menginap disini malam ini?"
_o0o_ 1st Night Series BiGo Version _o0o_
Author pov…
"Hyung duduk dulu saja, akan ku buatkan minuman hangat dulu." Ucap Go pada Rain. Rain menganggukan kepalanya pelan seraya menatap seluruh ruangan yang sebenarnya adalah ruang tamu tadi, sedangkan Go langsung melangkah pergi ke dapur untuk membuatkan Rain minuman hangat.
Ya, akhirnya setelah melalui perjalanan selama beberapa menit Rain dan Go pun sampai di rumah namja manis tadi tepat pada saat hujan yang mulai menguyur kota Seoul. Dan atas sedikit paksaan dari Go akhirnya Rain pun mau singgah di rumahnya sebentar sekedar untuk menikmati segelas minuman hangat, bagaimana pun Rain sudah mengantarnya pulang jadi mau tak mau Go harus sedikit membalas perbuatan baik namja tampan tadi. Sejujurnya Rain memang sudah jatuh hati pada Go sejak tadi pagi di saat pertama kali mereka bertemu. Jadi tentu saja dengan senang hati ia menyetujui ajakan Go walau pun awalnya ia sedikit menolak sekedar untuk melihat reaksi Go saja.
"Hyung, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Go mengangetkan Rain yang saat itu tengah menatap sebuah figura yang berisi gambar namja kecil yang mungkin baru berusia setahun. Dan Rain yakin gambar tadi pasti Go saat namja manis tadi masih kecil.
"Kau mengagetkanku Go." Ucap Rain sambil mengelus dadanya dan memasang wajah cemberutnya pada Go.
"Mianhae hyung, habis hyung tampak asik sekali sih tadi. Ambillah hyung." Balas Go sambil memberikan Rain segelas coklat panas.
"Gomawo." Ucap Rain lalu menyesap coklat panasnya.
"Hangat bukan?" Tanya Go pada Rain.
"Ne, cocok sekali dengan cuaca yang sedang tak bersahabat begini." Balas Rain sambil menatap ke arah Go yang sedang melihat keluar jendela.
"Hujannya deras sekali." Guman Go pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rain yang kini sudah berdiri di samping kanannya yang juga ikut menatap keluar jendela.
"Iya. Ah, kalau begini bagaimana aku bisa pulang." Desah Rain pelan sambil terus menatap rintikan hujan yang terlalu deras di luar sana bahkan kilat dan petir terdengar salih sahut menyahut dan berlomba-lomba menimbulkan suara yang mengelegar dan menakutkan. Go menatap kearah Rain sambil mengigit bibir bawahnya, ia terlihat sedikit ragu.
"Hyung mau menginap disini malam ini?" Tanya Go sambil terus menatap kearah Rain. Rain menolehkan kepalanya membalas tatapan Go membuat pipi namja cantik tadi sedikit bersemu merah.
"Aniya, tak usah. Aku pulang saja setelah menghabiskan coklat buatanmu ini." Tolak Rain sopan sambil beranjak menjauhi jendela dan berjalan mendekati sebuah sofa lalu duduk diatasnya. Go pun berjalan mengikuti Rain dan duduk di sebelah namja tampan tadi.
"Kenapa hyung tak mau menginap?" Tanya Go heran, padahal sudah jelas di luar sana sedang hujan lebat dan jam pun sudah menunjukan pukul sebelas lewat. Bukankah tak baik bila mengendarai mobil dalam keadaan hujan di tengah malam seperti itu, bisa-bisa terjadi kecelakaan nantinya dan Go tak mau itu terjadi pada Rain. Dia pasti mengutuk dirinya sendiri kalau hal tadi sampai terjadi.
"Aku hanya tak ingin merepotkanmu saja." Jawab Rain sambil menyesap coklat panasnya yang mulai menghangat lalu meletakkan gelasnya tadi di atas meja dan menatap kearah Go yang tampak cemberut.
"Aku tadi juga sudah merepotkanmu hyung, jadi kurasa tak apa kalau kali ini kau yang merepotkanku. Bukankah kita jadi impas," Ucap Go sambil menatap kearah Rain, "Ayolah hyung kau menginap saja, di luar sana sedang hujan besar dan ini juga sudah larut malam, tak baik menyetir dalam keadaan seperti sekarang ini jadi sebaiknya hyung menginap saja ne." Rayu Go yang terkesan sedikit memaksa itu membuat Rain tersenyum simpul.
"Kau memaksaku?" Tanya Rain dengan nada mengodanya, Go langsung mengerucutkan bibirnya kesal.
"Anggap saja begitu asal kau mau menuruti keinginaku itu. Ya, hitung-hitung balasan yang tadi. Bukankah hyung sudah memaksaku agar mau di antar pulang olehmu, jadi sekarang biar aku yang memaksamu untuk menginap disini." Ucap Go dengan nada suara yang di buat-buat ketus, Rain tertawa pelan sebelum akhirnya ia menganggukan kepalanya.
"Baiklah kalau kau memaksaku, ku terima paksaanmu itu." Jawab Rain masih dengan nada mengodanya, Go tersenyum senang dan menganggukan kepalanya pelan. Tapi tubuhnya kembali membeku saat tangan Rain mengelus-elus rambutnya, memperlakukannya seperti anak kecil saja.
"A-aku akan menyiapkan kamar untukmu hyung, K-kau bisa mengunakan kamar ku saja nanti." Ucap Go gugup, Rain tersenyum tipis melihat kegugupan Go itu.
"Terserah kau saja, bukankah kau tuan rumahnya dan aku hanya seorang tamu yang hanya bisa menurut saja." Balas Rain dengan senyuman manisnya yang membuat tubuh Go kembali membeku.
"Ta-tapikan tamu itu raja." Jawab Go masih dengan kegugupannya.
"Begitukah? Tapi seorang raja pun tak tahu seluk beluk keseluruhan istananya bukan." Balas Rain membuat Go terdiam dengan bibir mengerucut lucu.
"Kenapa aku selalu kalah kalau bicara denganmu hyung." Kesal Go.
"Jangan marah, nanti cantikmu menghilang." Goda Rain sambil mencubit hidung Go membuat namja cantik tadi semakin gugup saja.
"H-hyung, kau apa-apaan sih. Sudah sebaiknya aku pergi menyiapkan kamar untukmu," Ucap Go dengan gugup lalu segera beranjak meninggalkan Rain yang tertawa pelan melihat tingkah malu-malu Go tadi. Go sendiri langsung berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya, Go menutup pintu kamarnya dengan sedikit membanting pintu tadi lalu bersandar di belakang pintu sambil menyentuh dadanya yang berdetak tak karuan hanya karena tingkah Rain yang terlalu manis menurutnya tadi, "Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa rasanya tengang sekali berdekatan dengan Rain hyung, tapi… entah kenapa aku menyukai tingkah manisnya padaku," Ucap Go pelan sambil tersenyum-senyum malu dan berjalan mendekati single bednya lalu membaringkan tubuhnya di sana. Go berguling-guling di ranjangnya tadi sambil memeluk sebuah guling, tingkahnya tadi benar-benar terlihat seperti yeoja yang sedang jatuh cinta.
"Aish, apa yang kau lakukan Go. Kenapa malah main-main, kau kan harus menyiapkan kamar untuk Rain hyung. Malam ini aku akan tidur di kamar umma dan appa saja dan kamarku biar di gunakan oleh Rain hyung, tapi sebelumnya aku harus merapihkan beberapa hal dulu." Ucap Go sebelum akhirnya ia turun dari ranjang dan mulai merapihkan ranjangnya tadi dan juga beberapa isi kamarnya yang lain seperti meja belajarnya yang sedikit berantakan penuh dengan buku dan komik-komik yang entah sudah ia baca semua atau belum.
"Perlu bantuan Go?" Tanya Rain yang tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam kamar dengan dua gelas coklat panas yang pastinya sudah hangat di kedua tangannya itu.
"Kyyaaa…" Teriak Go kaget mendengar suara Rain yang tiba-tiba tadi, buku-buku komik di tangannya sampai jatuh berserakan di lantai saking kagetnya dia, "Hyung… Kau membuatku kaget." Ucap Go dengan nada di buat-buat kesal, dia pun kembali memunguti komik-komik tadi dan menyusunnya dengan rapi di rak buku bersama beberapa buku yang lain.
"Mianhae, aku tak sengaja mengagetkanmu," Jawab Rain yang melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam kamar. Rain meletakan kedua gelas di tangannya tadi di atas meja sebelum akhirnya ikut membantu Go merapihkan buku-bukunya, "Ku bantu." Ucap Rain singkat pada Go sambil ikut menyusun buku-buku Go di rak.
"Tak usah hyung biar aku saja, lagian ini tak banyak," Ucap Go sambil meraih bukunya yang ada di dalam gengaman Rain dan meletakkannya di rak buku, "Selesai bukan? Kau bisa mengunakan kamarku ini hyung, tapi maaf kalau sedikit sempit." Ucap Go malu.
"Tak apa, aku malah sangat berterima kasih padamu karena kau sudah berbaik hati meminjamkan kamarmu ini padaku." Ucap Rain yang sedang bersandar di dekat pintu balkon yang tertutup rapat seraya memandangi Go yang tersenyum manis padanya.
"Tak masalah, anggap saja kita impas setelah ini," Ucap Go santai, "Oh ya, kenapa Hyung bisa kemari?" Tanya Go sambil melirik kearah Rain di tengah-tegah aktifitasnya mencari selimut tebal di dalam lemarinya.
"Aku seperti orang aneh menunggumu di sana jadi ku putuskan kemari saja, siapa tahu kau butuh sedikit bantuanku." Ucap Rain yang meraih selimut tebal dari tangan Go dan meletakkannya di atas ranjang.
"Kenapa hyung tahu ini kamarku, bukankah di atas sini ada dua ruangan?" Tanya Go yang sedang sibuk memeriksa jendela kamarnya dan menutup gordennya juga.
"Pintu kamarmu paling rame sendiri jadi aku yakin ini kamarmu." Jawab Rain santai.
"Begitu ternyata." Go menganggukan kepalanya paham.
"Gantungan di depan kamarmu lucu juga." Ucap Rain membuat pipi Go merona merah, tampaknya wajah namja cantik satu ini mudah sekali merona setiap kali ia berdekatan dengan Rain.
DUUAAARRRR…
Suara petir mengelegar di luar sana membuat Go terlonjak kaget apa lagi saat jendela kaca di belakannya bergetar akibat pengaruh dari petir tadi membuat Go dengan refleks menjahui jendela hingga akhirnya ia menabrak tubuh Rain yang berdiri di depannya. Karena terlalu tiba-tiba tubuh Go hampir saja terjatuh tapi langsung di sambut oleh Rain yang membuatnya tak jadi jatuh. Tapi karena prilaku Rain yang tiba-tiba memeluk tubuhnya itu membuat Go kaget juga akhirnya mereka berdua malah jatuh di atas ranjang dengan posisi saling tindih menindih dimana Rain berada di atas tubuh Go. Kedua mata mereka menatap tajam satu sama lain membuat keduanya terhipnotis dan entah siapa yang memulai hingga kedua bibir itu saling bertautan dan saling melumat.
"H-hyung…" Ucap Go pelan saat ciuman keduanya terlepas, bibir Go tampak basah dan sedikit membengkak akibat ciuman kedua mereka dalam satu hari ini. Rain menyentuhkan jari telunjuknya di bibir Go mengisyaratkan agar namja cantik tadi untuk tetap diam seraya membelai pipi merona Go dan menatap ke dalam mata namja yang masih tetap berada di bawah tindihannya itu sebelum akhirnya ia kembali melumat bibir Go. Suara kecipakan dua bibir yang saling bertautan satu sama lain dengan liarnya itu terdengar samar di dalam ruangan kecil tadi.
"H-Hyuu… mmppthhhh… aaaahh… mmmpppp…" erangan pelan terdengar lolos begitu saja di tengah-tengah decakan bibir Go dan Rain yang entah bagaimana semakin panas saja. Rain melumat bibir Go dengan liar sambil meraba tubuh namja manis yang di tindihnya itu mulai dari lengan sampai ke dada Go dan berganti di dua tonjolan di dada kecil tadi. Tanpa menunggu lama Rain langsung menyusupkan tangannya ke dalam baju Go dan membelai nipple kiri namja cantik tadi membuat Go dengan cepat mendorong tubuh Rain. Ia tentu saja kaget dengan prilaku tiba-tiba Rain yang akhirnya ia sadari kalau semua itu salah.
"Hyung apa yang mau kau lakukan?" Tanya Go sambil mencengkram tangan kanan Rain yang masih berada di dalam bajunya. Rain tak menjawab, namja tampan tadi hanya menatap kearah mata Go dengan tatapan memohonnya yang dengan perlahan dapat meluluhkan hati Go. Go melepaskan cengkraman tangannya pada tangan Rain, Rain mengeluarkan tangannya dari dalam baju Go dan melepas baju tadi dari tubuh sang pemiliknya. Kali ini Go tak melawan sedikit pun bahkan ia malah terkesan membantu Rain membuka bajunya tadi. Setelah itu Rain kembali melumat bibir Go dengan tangan Go yang mencoba melepaskan baju Rain. Rain menurut, ia menghentikan lumatanya dan melepas bajunya sendiri lalu membuangnya ke lantai bersama dengan baju Go tadi. Setelahnya Rain mulai mengecupi bahu dan leher Go meninggalkan banyak jejak-jejak cinta di sana. Kecupan dan hisapan Rain di leher dan bahunya membuat Go tanpa sadar memejamkan matanya sambil mendesah pelan, desahan-desahan yang membuat Rain semakin bernafsu itu semakin terdengar semakin kencang tak kala Rain mulai memainkan nipple Go dengan tangan kanannya dan juga bibirnya.
"H-hyung… aaaahhhh… uuugghhh…" Erangan yang terdengan sexy itu keluar dari bibir Go tanpa di sadarinya. Permainan lidah dan bibir Rain di kedua nipplenya membuat namja cantik tadi melayang, rasanya begitu nikmat saat daging tanpa tulang tadi bermian-main di nipplenya apa lagi saat Rain mengigit kecil dan menghisap nipplenya membuat benda berwarna pink tadi mengeras dan tampak tengang.
"Mmmppptthhhh…. Mmmmppphhhh…" Suara decakan dua bibir kembali terdengar saat Rain kembali melumat bibir Go dengan tangan yang tentu saja tak mau tinggal diam. Namja tampan tadi mengerayangi tubuh Go dengan kedua tangannya dan kini terlihat Rain mencoba membuka celana Go di tengah-tengah aksinya melumat bibir manis itu. Go tak sadar saat Rain melepas celana beserta dalamannya dan mencampakan benda-benda tadi ke lantai, ia sudah telalu hanyut dalam buayan lembut bibir Rain pada bibirnya yang membuat otaknya tak dapat bekerja dengan benar.
"Ugh…" Go tersentak kaget saat jari-jari dingin Rain membelai miliknya, akhirnya ia pun sadar dengan kondisi tubuhnya yang saat ini sudah benar-benar naked itu. Ia tak bisa melawan, Rain menahan tubuhnya hingga membuat gerakannya benar-benar terkunci. Go hanya bisa mendesah di tengah lumatan bibir Rain saat jari-jari itu akhirnya benar-benar mengengam miliknya dan memainkannya, memberikan sedikit remasa, pijitan dan kocokan kecil yang membuat nafsu Go semakin meninggi.
"Ugh… H-hyung… Aaaahhhh…" Erang Go, precum mulai keluar dari dalam miliknya yang mempermudah Rain memainkan benda tadi dengan tangannya. Go memejamkan matanya, wajahnya benar-benar merah saat ini hanya karena perlakuan Rain yang memancing nafsunya itu.
"Hyung ARGHT…" Erang Go panjang saat akhirnya ia mencapai ketinggian dan menyemburkan cairan cintanya di tangan Rain yang mengotori dada serta tubuh Rain. Go tampak kelekahan kedua matanya tertutup rapat, nafasnya belum teratur itu semua terlihat dari dadanya yang naik turun dengan cepat. Entah kenapa Rain cukup senang melihat penampilan Go kini yang menurutnya sexy itu. Perlahan Rain membuka kaki Go, melipatnya membentuh seperti huruf M dan menyangga pantat Go dengan bantal hingga kini ia bisa melihat hole sempit Go yang berkedut-kedut seperti memintanya untuk memasuki ruang sempit itu dengan cepat. Terkesan sedikit tak sabaran Rain membuka celananya, menurunkan resletingnya dan membebaskan miliknya dari siksaat seat tadi.
Rain memijat-mijat miliknya sesaat sebelum akhirnya mengesek-gesekan miliknya tadi di pintu masuk hole Go seraya menatap wajah namja cantik tadi yang kedua matanya masih terpejam, tampaknya Go masih belum sadar sepenuhnya dengan apa yang akan Rain lakukan sebentar lagi, namja cantik tadi masih tampak sangat kelelahan dan sangat berantakan. Rain kembali melumat bibir Go seraya mulai membobok ruang sempit milik Go dengan miliknya yang tentu saja ukurannya tak tanggung-tangung itu.
"Hyymmmpppttt…" Kedua mata Go terbelalak saat ia merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya yang sedang di bobol Rain. Go mencoba mendorong tubuh Rain dengan kedua tangannya tapi Rain malah mencengkram tangannya tadi di kedua sisi kepalanya dan masih terus melumat bibirnya dengan kasar membuat erangan kesakitannya tertahan dan di bawah sana Rain masih terus memaksa masuk hingga akhirnya benda kebanggaan Rain masuk seluruhnya ke dalam tubuh Go. Go menangis, air mata terus mengalir seiring rasa sakit di setiap hentakan yang Rain berikan pada lubangnya yang terasa penuh dan sedikit koyak itu.
"Hyung sakit… Hiks… Hiks… ku mohon keluarkan Hiks… Hiks…" Ucap Go saat Rain membebaskan bibirnya yang sudah membengkak itu. Rain tak menjawab ia malah mulai menyerang dada Go dan memberikan hentakan-hentakan keras di bawah sana. Perlahan rasa sakit yang Go rasakan berubah menjadi nikmat membuatnya tak bisa bila tak mengerang keras setiap kali Rain menghentakan miliknya dan mengenai titik terindah Go.
"Aaaahhh… Hyung… Aaaahhhh… aaahhh… Aaaahhh…" Erang Go, tubuhnya tersentak hebat karena pergerakan Rain yang cukup kecapat di bawah sana membuat Go mau tak mau datang berkali-kali dalam jarak yang berdekatan tapi Rain sendiri masih setia membeobol lubangnya sejak tadi. Tubuh Go bergetar hebat, beberapa saat yang lalu ia baru saja mencapat klimaks keempatnya sedangkan Rain sendiri belum menunjukan tanda-tanda akan klimaks padahal Go saja sudah tampak kelelahan. Bagi Go yang baru saja kehilangan kesuciannya, mendapat perlakukan nikmat seperti ini tentu saja banyak menghabiskan staminanya apa lagi ini pertama kali untuknya.
"Hyung… aku le…aaahhh..laaahhh… ku mohon sudahhhh aaahhh… aaahh… aaahhh…" Erang Go sambil mencengkram bahu Rain dan menatap kearah mata namja tampan tadi dengan tatapan memohonnya.
"Bersabarlah sedikit lagi." Balas Rain yang semakin mempercepat gerakannya membobol hole Go saat ia sendiri merasa akan segera sampai. Tak lama kemudian Rain mendapatkan klimaks yang di inginkannya, ia menyemburkan semua benihnya di dalam hole Go, saking banyaknya cairan cinta tadi sampai meluber keluar dan membasahai sprey yang sudah tak berbentuk lagi itu. Rain menarik keluar miliknya dari dalam tubuh Go membuat sperma miliknya semakin banyak menetes keatas sprey, setelahnya Rain langsung membaringkan tubuhnya di samping Go dengan posisi miring dan memeluk tubuh polos namja cantik tadi. Keduanya yang tampak kelelahan pun akhirnya jatuh tertidur Juga.
_o0o_ 1st Night Series BiGo Version _o0o_
Author Pov…
Pagi hari tiba, Rain mulai membuka matanya saat dengan samar ia mendengar suara tangisan di dekatnya. Kedua mata itu akhirnya tebuka sepenuhnya saat ia menangkap siluet Go yang tengah duduk memunggunginya dengan tubuh bergetar, Rain tahu Go sedang menangis dan ia pun mengingat semua yang sudah mereka lakukan semalam. Perlahan Rain menyentuh bahu bergetar Go dan menarik namja cantik tadi ke dalam pelukannya seraya menghapus tetesan air mata yang membanjiri mata cantik Go.
"Maaf, maafkan aku. Semalam aku lepas kendali, aku janji aku akan bertanggungjawab dengan semua yang sudah ku lakukan padamu Go. Aku janji." Ucap Rain sambil mengecupi puncak kepala Go. Go tak menyahut, namja cantik tadi malah mengeratkan pelukannya di tubuh Rain tapi semua itu cukup bagi Rain. Ia berjanji tak akan lepas tangan begitu saja, semua yang terjadi semalam murini karena kesalahannya.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
