Maap jadi agak lelet update nih!

Reader: "Emang biasanya juga tukang ngaret kan?"

Hehe, jadi langsung aja mulai ceritanya deh.


Discalimer:

Naruto - Masashi Kishimoto

Je' T aime - Hime Uguisu

Rated:

M

#geplaked

UPDATE CHAP. 3! "Kau itu! Tadi kenapa kau malah bersikap kasar dan membuatnya sebal padamu sih?" bentak Gaara. "Terserah dong, aku kan hanya ingin membuat ini jadi lebih menarik, jadi berjuanglah," Shounen Ai, NejiGaa, SasuNaru. RnR please

Pairing:

Neji-Gaara

Sasu-Naru

Neji, Sasuke, Gaara dan Naruto di sini mereka kelas 1 SMA

Dan umurnya 15 tahun.

Chapter 2

Je' T aime

A

Naruto Fanfic

By

Hime Uguisu


Author's Note:/ Mungkin adegan lemon 'serius' (jadi kemaren gak serius? Hehe *peace*)-nya gak dalam chap. ini. Authornya sedang meneguhkan hati dulu biar berani bikin lemon, doakan ya #taboked.

.

.

.

Gaara sedang membuka kulkas untuk melihat ada makanan apa yang bisa dimasak. Hari ini Gaara kebetulan bangun lebih awal dari yang lain, jadi ia memutuskan untuk membuat sarapan. Setelah mengambil beberapa bahan makanan untuk dibuat sup, Gaara segera menyiapkan alat-alat masaknya. Ini baru jam 6 pagi tapi Gaara sudah sibuk. Kenapa? Ya tentu saja karena hari ini hari Senin dan sekolah masuk pukul 8 pagi.

"Sedang banyak tomat di kulkas. Tumben sekali, setahuku Neji bukanlah maniak tomat. Ya sudahlah, aku masak sup tomat saja," kata Gaara pada dirinya sendiri. Dia membenarkan ikatan celemek putihnya lalu mulai memotong-motong tomat-tomat itu.

Makanan pun telah siap di atas meja makan. Gaara juga sudah menyiapkan mangkuk besar berisi nasi di atas meja makan. Tak lupa ia juga menata piring untuk 2 orang dan gelas untuk 2 orang, juga 2 pasang sendok-garpu. Tunggu.. 2 orang? Sasuke kemana? Kalau kalian tanya begitu, tentu saja jawabannya adalah karena Gaara tak mau repot-repot menyiapkan untuk Sasuke.

"Harum sekali.. sepertinya masakannya terlihat spesial karena yang membuatnya adalah orang yang sangat special untukku," ucap Neji yang tiba-tiba memeluk Gaara dari belakang. Gaara menyandarkan kepalanya di dada bidang Neji.

"Kau, pagi-pagi sudah gombal sekali," balas Gaara datar. Neji mengelus rambut merah yang halus itu. Merasa nyaman, Gaara pun memejamkan matanya menikmati sentuhan Neji. Neji mencium pipi Gaara, lalu melepaskan pelukannya itu dan duduk di atas kursi meja makan.

"Sup tomat?" seru Sasuke yang tiba-tiba datang dan segera menarik kursi untuk duduk. Gaara segera berbalik dan mencegahnya.

"Jangan duduk disitu! Itu tempatku!" Gaara sedikit membentak. Sasuke menautkan alisnya. Ia lalu memandang meja makan yang tepat di depan kursinya. Sudah ada piring dan kawan-kawannya tersedia.

"Kenapa?" tanya Sasuke berusaha sedatar mungkin. Berusaha agar tidak balas membentak. "Aku menyiapkan itu untukku! Kau siapkanlah sendiri!" kata Gaara lalu menarik lengan Sasuke sehingga membuat Sasuke berdiri. Ia menggeser tubuh Sasuke yang masih bingung. Dengan cepat, Gaara pun langsung menduduki kursi itu. Kursi yang membuatnya langsung menghadap Neji. Meja ini berbentuk persegi empat. Dengan mengumpat tidak jelas, Sasuke akhirnya mengambil piring, garpu-sendok, serta gelas berisi air minum untuknya sendiri.

"Kau curang, Neji saja sudah kau siapkan!" gerutu Sasuke saat ia sudah duduk di kursi. Kalau kalian bingung posisinya, biar saya jelaskan. Ibaratnya, Neji duduk di utara, Gaara di selatan (jadi hadap-hadapan, kan), lalu Sasuke di timur. Kalau gak ngerti juga gak papa. Gak penting kok. Gaara sedikit melirik kearah pemilik mata onyx itu, lalu dengan segera mata zamrudnya ia alihkan kembali memandang piringnya.

"Kau dan Neji kan berbeda," balas Gaara datar. Sasuke sudah mau membalas ucapan Gaara namun diurungkan niatnya begitu mendengar Neji berdehem sangat kencang.

"Ehem, kalian bilang sudah berdamai. Berarti kalian bohong?" tanya Neji yang lebih terdengan seperti kalimat dengan nada penuh pengintimidasian. Gaara dan Sasuke saling berpandangan sejenak. Mata onyx sekelam malam itu menatap serius, demikian pula dengan zamrud bening yang balas menatapnya. Hening, sampai akhirnya Sasuke dan Gaara tertawa hambar secara bersamaan. Suara tawa yang lumayan terdengar seperti tertawa paksa.

"Kami hanya bercanda, ya kan Gaara?" Sasuke buka mulut duluan dan menengok kearah Neji sambil tersenyum. Neji mengangguk tak yakin, lalu mengalihkan mata lavender-nya untuk menatap wajah kekasihnya. Gaara mengangguk dengan cepat.

"Sasuke benar, haha.." Gaara tertawa hambar, "cepat kita habiskan sarapan lalu berangkat ke sekolah kalau tidak mau terlambat," kata Gaara mengalihkan pembicaraan. Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dalam diam. Setelah semuanya telah siap, barulah mereka berangkat sekolah.

.

.

.

Skip time sampe istirahat.

Suasana di kantin sangat ramai begitu bel istirahat sudah berbunyi. Siswa segera menyerbu berbagai jajanan yang disediakan di kantin. Sedangkan di meja yang terdapat di sudut kantin, sudah tertata dua buah minuman dan makanan ringan. Pemuda berambut hitam yang menantang arah tarikan gravitasi bumi sedang duduk di salah satu sudut kantin. Di atas mejanya sudah tertata dua buah minuman dan kawan-kawannya. Di kursi satu lagi duduklah seorang pemuda berambut merah bata. Kedua mata mereka sedang berkeliling seperti mencari-cari orang. Sejak bel sampai sekarang sudah beberapa menit berlalu namun mereka berdua tak kunjung menyentuk makanan ataupun meminum minuman mereka.

"Jadi yang mana yang kau mau, Sasuke?" tanya pemuda berambut merah yang diketahui bernama Sabaku no Gaara. Sasuke terlihat berfikir, matanya semakin sibuk mencari-cari orang yang ia inginkan. Gaara pun mengehela nafas panjang.

"Ayo cepatlah, aku tak tega meninggalkan Neji sendirian di kelas," sambung Gaara lagi. Sasuke pun ikut menghela nafas, "Kau itu lebay sekali sih! Neji tidak mungkin di kelas sendirian, pasti ada orang lain juga ah!" balas Sasuke tanpa menengok sedikitpun. Suasana hening dan berat kembali tercipta di antara mereka. 'Sebenarnya aku tak mau berlama-lama hanya berdua denganmu tau!' batin Gaara.

.

.

.

Karena Sasuke tak kunjung juga menemukan 'mangsa'nya, maka Gaara pun mengajak Sasuke kembali ke dalam kelas. Dengan malas Sasuke pun menurut dan berjalan beriringan dengan Gaara. Sambil berjalan melewati banyaknya siswa-siswa lain, mata Sasuke juga masih tetap melirik sana sini untuk mencari seseorang yang menarik. Sampai di belokkan menuju koridor, tubuh Sasuke tertabrak seseorang yang sedang berlari kencang. Hal itu menyebabkan Sasuke terjatuh dengan sangat tidak elit. Orang yang menabraknya itu pun tersandung oleh kaki Sasuke dan ikut jatuh di sebelah Sasuke. Dalam hati Gaara sih sudah bersorak-sorak riang sambil meneriaki 'mampus kau Sasuke sialan! Yeay!', namun wajahnya Gaara tetaplah datar.

"Aduh.." rintih seseorang yang menabrak Sasuke tadi. Ia memegangi kepalanya yang terbentur lantai dengan sebelah tangannya. Ia pun menengok ke arah Sasuke dan Gaara. Betapa terkejutnya Gaara saat melihat wajah orang yang menabrak Sasuke tadi. Rambut pirang itu. Mata sapphire itu. Kulit tan itu. Dan tiga garis bekas luka yang terdapat di pipinya itu. Gaara pun segera berlari dan membantu orang tersebut untuk berdiri.

"Kau tidak apa-apa, Naruto?" tanya Gaara khawatir. Sasuke pun berusaha untuk bangun sendiri walau kepalanya masih terasa pening. Uchiha bungsu itu berdiri di depan Naruto dan Gaara.

"Lho, Gaara? Apa tadi aku menabrakmu?" tanya Naruto. Gaara pun menggeleng pelan. Matanya mendelik ke arah Sasuke singkat dan langsung menatap Naruto lagi dengan tatapan bersahabat.

"Orang itu yang sudah kau tabrak tadi," jelas Gaara sambil menunjuk ke arah Sasuke. Naruto pun menengok ke arah Sasuke dan tersenyum canggung karena merasa bersalah. "Oh iya aku lupa! Hehe, maaf ya!" ucap Naruto sambil mengulurkan sebelah tangannya. Sasuke terdiam sebentar. Sebuah senyum licik terlukis di wajahnya, namun detik berikutnya senyum itu hilang dan digantikan oleh wajah angkuhnya.

"Hn," balas Sasuke singkat tanpa menjabat tangan Naruto. Naruto terdiam dan akhirnya menarik kembali tangannya sambil menekuk wajah.

"Gaara kau sedang apa di sini? Dia siapa?" tanya Naruto pada Gaara. Gaara hanya menggeleng pelan. "Bukan siapa-siapaku kok. Aku ke kelasku dulu ya, Naruto! Sampai jumpa," ucap Gaara lalu berjalan meninggalkan Sasuke dan Naruto di belakangnya. Dengan malas Sasuke berjalan di belakang Gaara. Saat Naruto sudah jauh dari mereka, barulah Sasuke mensejajarkan langkahnya dengan Gaara.

"Hei! Apa maksudmu dengan 'bukan siapa-siapaku', huh?" tanya Sasuke kesal. Gaara menghentikan langkahnya sebelum masuk kelas. "Menurutku jawaban itu lebih baik daripada harus kubilang kau adalah orang yang paling kubenci atau musuhku, kan?" jawab Gaara yang terdengar seperti bertanya balik. Sasuke terdiam sejenak. Lalu mereka pun masuk ke dalam kelas sambil pura-pura berbincang-bincang ringan di hadapan Neji. Neji tersenyum melihat mereka bedua kini duduk di depannya.

"Kalian dari mana saja? Aku ditinggal sendiri," kata Neji pura-pura kesal. Gaara pun tersenyum simpul.

"Aku habis mengantar Sasuke berkeliling melihat-lihat sekolah kok, ya kan?" jawab Gaara sambil melirik Sasuke, meminta anggukan dari pemuda itu. Sasuke pun mengangguk pelan. "Iya," jawabnya. Mereka pun berbincang-bincang ringan bertiga.

.

.

.

Tanpa terasa bel penanda waktu sekolah telah usai sudah berbunyi. Para siswa pun keluar dari kelas mereka. Ada yang pulang ke rumah, bermain dengan teman, dan melakukan kegiatan ekstrakulikuler, serta kegiatan OSIS. Dan Hyuuga Neji adalah salah satu siswa yang melakukan kegiatan OSIS-nya sebagai Ketua OSIS.

"Gaara-chan, kau mau langsung pulang ke rumah atau ke apartmentku?" tanya Neji pada kekasihnya saat mereka keluar kelas. Mereka berjalan sejajar saat keluar kelas. Diikuti sasuke yang berjalan di belakang mereka.

"Kau ada rapat OSIS, ya? aku pulang ke apartment mu lah, aku bilang aku ingin menginap di sana," jawab Gaara.

"Kalau begitu kau pulang duluan dengan Sasuke, ya?" tanya Neji lagi. Gaara terlihat ingin menolak namun ia takut Neji mengira ia masih kesal dengan Sasuke. Lalu Gaara pun terlihat berfikir sejenak sampai akhirnya Sasuke buka suara.

"Kami akan menunggumu sampai kau selesai rapat," jawab Sasuke. Gaara menghela nafas lega. "Iya, aku ingin pulang bersamamu," sambung Gaara. Neji pun mengangguk mengerti.

"Kalian mau menunggu di mana? Aku usahakan rapatnya tidak lama, oke!" seru Neji. "Di kantin, agar dekat dengan ruang OSIS," jawab Gaara cepat. Neji mengangguk lagi sebelum akhirnya berlari meninggalkan Sasuke dengan Gaara berdua. Mereka berjalan menuju kantin dengan santai.

"Oi Uchiha, jadi bagaimana dengan perjanjian kita?" tanya Gaara memecahkan keheningan diantara mereka.

"Aku sudah tau siapa yang akan jadi incaranku," jawab Sasuke. "Siapa?" tanya Gaara datar. Hening kembali menyergap mereka berdua. Suara langkah kaki dari kedua pemuda itu terdengar jelas di koridor yang sudah mulai sepi itu.

"Pemuda blonde yang tadi menabrakku, siapa namanya.. err kalau tidak salah Na.. naruto, ya? Aku mau yang itu," jawaban dari Sasuke itu sukses membuat Gaara kaget. "Apa? Kenapa harus Naruto? Tidak boleh!" bentak Gaara. Sasuke menatap Gaara dengan pandangan heran.

"Kau bilang 'siapa saja' boleh kan? Aku ingin Naruto!" Sasuke balas membentak.

"Naruto itu sahabatku! Apa jadinya nanti kalau Naruto denganmu? Pokoknya tidak!" Gaara masih tetap bersikukuh.

"Pokoknya aku ingin Naruto! Dan tugasmu adalah membuat Naruto juga tertarik padaku!" balas Sasuke. Gaara terdiam sejenak. "Huh, terserahlah!" akhirnya Gaara mengalah. Beberapa menit kemudian Naruto berjalan di depan Sasuke dan Gaara. Lalu langkah pemuda blonde itu terhenti begitu melihat Gaara.

"Hai, Gaara!" sapa Naruto dengan bersemangatnya. Gaara terkejut dan menatap Naruto.

"Dari kapan kau di sini? Kau dengar tidak yang tadi?" tanya Gaara datar namun sedikit terdengar nada panik diantara kalimatnya. Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Dengar apa?" tanya Naruto bingung. Gaara menghela nafas pelan lalu menggeleng. "Tidak," ucap Gaara lagi.

"Eh? Kau itu yang tadi kan? Kok kau berjalan dengan Gaara lagi?" tanya Naruto saat melihat Sasuke. Sasuke hanya angkat bahu. Dan itu membuat Naruto tambah bingung.

"Kenapa menatapku dengan tatapan seperti itu? Kau bingung?" tanya Sasuke begitu melihat Naruto menatapnya dan Gaara secara bergantian dengan tatapan bingung. Naruto pun mengangguk.

"Gaara bilang kau bukan siapa-siapanya, tapi kalian jalan bersama terus hari ini," kata Naruto. Gaara hanya diam saja. Sasuke tersenyum penuh arti.

"Wajar saja kau bingung," ucap Sasuke tiba-tiba.

"Eh?" tanya Naruto. Mata sapphire nya menatap onyx Sasuke.

"Kau bodoh sih, terlihat jelas di wajahmu, dobe," kalimat Sasuke itu sukses membuat Naruto dan Gaara kaget. Naruto menatap Sasuke kesal.

"Heeh berani-beraninya kau bilang aku 'bodoh', teme!" bentak Naruto. Sasuke hanya buang muka dan berjalan meninggalkan mereka.

"Kembali kesini kau! Teme sialan! Dasar pantat ayam!" teriak Naruto. Sasuke menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Naruto.

"Apa kau bilang tadi? 'pantat ayam' katamu?" tanya Sasuke sinis. Naruto menjulurkan lidahnya pada Sasuke. "Rambutmu itu seperti pantat ayam! Style mu norak sekali! Haha.." ejek Naruto. Kesal, Sasuke pun mendatangi Naruto. Gaara sih hanya berdiam diri sambil mengawasi situasi. Bisa gawat kalau sampai Naruto di pukul Sasuke atau ada Neji yang tiba-tiba lewat.

"Kuperingatkan padamu ya! jangan pernah menghina rambutku!" bentak Sasuke di depan wajah Naruto. Naruto memasang tatapan merendahkan.

"Kalau aku tidak mau berhenti mengejekmu?" tantang Naruto. Sasuke pun meninju tembok terdekat sampai terlihat agak retak (sedikit). "Kau akan kuhajar seperti itu," ucap Sasuke setelah itu. Naruto menatap Sasuke dengan ekspresi wajah yang seakan merendahkan dan membuat Sasuke ingin sekali menghajarnya. Namun walau pun kesal, mau bagaimana pun juga Sasuke sendirilah yang memancing dan merencanakan keadaan seperti ini.

"Hanya segitu? Payah, pukulanmu seperti anak TK yang baru belajar tau! Teme!" setelah berkata begitu, Naruto meninggalkan Sasuke yang masih diam mematung dan Gaara yang tetap tidak bereaksi.

"Dobe!" umpat Sasuke kesal. Merasa tidak ada kegiatan akhirnya kini Gaara berjalan menuju kantin duluan. Merasa ditinggalkan, Sasuke pun berlari menyusul Gaara sehingga kini mereka kembali berjalan sejajar.

"Kau itu! Tadi kenapa kau malah bersikap kasar dan membuatnya sebal padamu sih?" bentak Gaara.

"Terserah dong, aku kan hanya ingin membuat ini jadi lebih menarik, jadi berjuanglah," ucap Sasuke sambil menepuk pundak Gaara. Gaara ingin memaki Sasuke namun ruang OSIS sudah dekat dan ia tidak mau suaranya sampai terdengar ke ruang OSIS nanti.

.

.

.


TBC

Maaf ya telat banget Updatenya! Mungkin chap. Depan bakal di-Update lumayan lama karna lagi banyak proyek nih (gayanya udah kayak pengusaha aja).

Ditunggu kritik dan saran membangunnya serta komentar-komentar reader sekalian. Tapi sangat tidak ditunggu flamenya . Review kalian semua menjadi tenaga sekaligus bahan bakar (?) buat saya XD

Jadi, Review Please…. *puppy eyes*

Maaf ya review kalian belum sempet di bales. chap depan bakal di balesin kok! arigatou