Watch and React

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

Original Story © anilikz0985

Warning : cerita ini bukan milik saya tapi milik anilikz0985 dengan judul yang sama. Saya hanya mentranslatenya. Jika ada kata-kata yang di rasa tidak pas, terjemahannya tidak tepat atau typo yang bertebaran harap dimaklumi. Dan jika tidak suka silahkan tekan icon silang di pojok kanan atas.

Saya berharap agar mau membaca fic aslinya silahkan cari watch and react by anilikz0985

Selamat membaca

Chapter 1

Sejujurnya, bagi Midorima tidak ada tempat yang lebih bagus selain perpustakaan. Dan tempat ini juga bukan pengecualian. Dia benar-benar ingin pergi ke perpustakaan, namun dalam perjalanan dia bertemu dengan Akashi. "Tidakkah kau berfikir akan lebih baik jika kita berada di ruang tunggu?" tanya Akashi padanya. Jadi disinilah dia besama dengan yang lain.

Saat Seirin dan Rakuzan tiba di ruang tunggu, mereka melihat yang lain sedang berdiri di luar. "Mengapa kalian semua berdiri di sini?" tanya Hyuuga. "Pintunya terkunci" jawab Kise. "Apa?" tanya tim Seirin. "Itu terkunci" jawab Wakamatsu. "Bagaimana bisa?" kata Hyuuga. "Siapa yang terakhir meninggalkan ruangan itu?" Kagami mengangkat tangannya. "Kalau itu mungkin aku dan aku juga menutup pintu itu."

Untuk beberapa saat semuanya diam. "Bakagami!" teriak seluruh anggota Seirin. "Huh, Mengapa?" seru Kagami. "Pintu itu akan langsung terkunci saat kita menutup pintunya. Kami sudah memberitahumu saat kita membersihkannya." Kata Izuki. "Huh..." kata Kagami. Semuanya menghela nafas. "Tidak ada yang bisa di harapkan dari Bakagami." Sindir Amine. Kagami baru akan membalas perkataan Aomine saat sesuatu memukul kepalanya dengan keras. "Jangan kamu mencoba untuk membalas ucapannya ketika semua kekacauan ini disebabkan olehmu." Teriak Hyuuga padanya. Tim lain yang berada di sana hanya menonton dengan wajah blank. "inikah tim yang mengalahkan kami?" pikir mereka serempak.

"Riko akan membunuh kita semua." Kata Kiyoshi. "Ya" kata Koganei. "Dia tidak hanya bilang untuk tidak terlambat tapi juga bilang untuk tidak membuat tim lain terlambat." Tim Seirin menunggu di depan pintu dengan putus asa saat pintu itu terbuka. "Hello" suara lembut yang sopan terdengar. Itu Kuroko! dia telah bangun dari tidurnya dan membukakan pintu ketika mendengar keributan. "Kuroko!" tangis seluruh anggota Seirin. "Kamu yang terbaik." Kuroko memiringkan kepalanya heran. "dia terlihat... imut." Pikir semuanya kecuali tim Kuroko yang sekarang dan mantan timnya. Kiseki no Sedai melayangkan tatapan peringatan kepada seluruh anggota timnya. Sedangkan Seirin sibuk menjelaskan situasinya kepada Kuroko. "Kamu bear-benar tidak bisa fokus dalam hal apapun kecuali basket, Kagami-kun." Kata Kuroko pada cahayanya. "Shut up!" teriak Kagami.

Tak lama teriakan "Kurokocchi" dan "Tetsu-kun"pun terdengar. Hal selanjutnya yang mereka tahu adalah Kuroko sudah berada dalam pelukan si Blonde dan si Pinkette. "Lama tak jumpa... Kise-kun... Momoi-san... aku tidak bisa bernafas." "Oi! Kalian berdua!" kata Aomine "Biarkan Tetsu bernafas." Wakamatsu menghela nafas. "Aku tidak pernah mengerti apa yang dia lihat dari dirinya." Moriyama mengagguk setuju. "Kamipun juga tidak mengerti akan obsesi Kise." Kise dan Momoi langsung melepaskan Kuroko. Setelah itu seluruh tim pergi ke ruang tunggu menunggu kedatangan pelatih mereka.

...

"Sepertinya semuanya sudah disini." Kata Aida Riko saat dia memasuki ruang tunggu menggunakan pintu yang berbeda bersama pelatih lainnya. Dia kemudian menghadap ke enam tim tersebut. "Seperti yang kalian ketahui, ini adalah training camp gabungan sekolah kita. Tujuannya yaitu untuk membuat kalian lebih baik lagi. Baik dalam segi atlentis maupun dalam segi kerjasama. Tentu saja bukan hanya dengan rekan setim namun juga dengan tim lainnya. Bagaimanapun juga basket adalah olahraga tim. Oleh karena itu kerjasama adalah poin yang sangat penting dalam basket." Semuanya mengagguk setuju. Selanjutnya Masako – pelatih Yosen – yang berbicara. "Seperti yang dikatakannya, ini bukanlah hanya sekedar latihan." Tim lain terlihat bingung. Di sini terdapat banyak fasilitas dan setiap tim memiliki latihan yang berbeda-beda. Kami akan menggabungkan beberapa style ke dalam program ini." Jelas Masako. "Terdengar menarik" Kata Imayoshi. Setelah itu Makatani yang berbicara "Satu lagi, kami menerima beberapa DVD dan setelah melihat sekilas, kami bisa pastikan tidak ada maksud buruk dari DVD tersebut." Menurut orang yang memerikan DVD ini, video ini akan membantu kalian untuk berkembang lebih baik lagi sebagai tim atau secara individual atau kedua-duanya. Jadi kalian akan menonton video ini bersama." Harasawa melanjutkan "Para pelatih memiliki urusan lain. Jadi kalian akan menonton DVD tersebut setelah latihan. Untuk sekarang kalian akan menontonnya setelah pembagian kamar diumumkan."

Takeuchi mengakhirinya dengan mengatakan "Ini pembagian kamarnya."

Ruang 1 : Akashi Seijuurou, Midorima Shintarou, Aomine Daiki, Kise Ryota, Murasakibara Atsushi dan Kuroko Tetsuya

Semuanya terdiam saat melihat daftar nama-nama yang tertulis di ruang pertama. "Holy Cow!" teriak semuanya secara serempak kecuali Kiseki no Sedai dan Phantom Sixth man mereka. "Seperti dahulu" pikir mereka sedikit bernostalgia dengan berwajah sedih.

Ruang 2 : Kagami Taiga, Kobori Koji, Takao Kazunari, Himuro Tatsuya, Mayazumi Chihiro dan Sakurai Ryo

Ruang 3 : Hyuuga Junpei, Kasamatsu Yukio, Ootsubo Taisuke, Imayoshi Shoichi, Okamura Kenichi dan Mibuchi Reo

Ruang 4 : Izuki Shun, Moriyama Yoshitaka, Hayama Kotarou, Miyaji Kiyoshi, Susa Yoshinori dan Fukai Kensuke

Ruang 5 : Kiyoshi Teppei, Hayakawa Mitsuhiro, Kimura Shinsuke, Wakamatsu Kosuke, Liu Wei dan Nebuya Eikichi

"Ruang 6 untuk Momoi-san, aku dan masako-san." Kata Riko ruang 7 untuk pelatih lain sedangkan ruang 8,9,10 kosong. Sekarang tonton DVD ini."

...

Semua tim duduk di depan TV yang mulai memutar DVD tersebut.

Layar mulai menunjukkan turnamen basketball "club basket SMP Teikou"

Semuanya melihat kearah Kiseki no Sedai, Momoi dan Kuroko. Sedangkan yang ditatap mengejapkan matanya.

Sebuah tim yang sangat kuat, mempunyai 100 anggota dan menang 3 kali di kejuaraan secara berturut-turut.

Anggota Kiseki no Sedai dan Momoi bermunculan sesuai dengan warna mereka. "Diantara catatan gemilang mereka, terdapat lima generasi hebat yang juga dikenal sebagai 'Kiseki no Sedai'."

"Apakah ini tentang mereka/kami?" pikir semua orang yang ada dalam ruangan tersebut.

"Namun, ada rumor aneh tentang Kiseki no Sedai"

"Memang banyak rumor tentang kita" kata Kise. Semua mantan timnya setuju. "Rumor apa?" kata Kagami. "Seperti beberapa dari kita adalah gay" balas Kise. "Dan itu cukup menarik" tambah Akashi. "Mungkin bagimu tapi bagiku itu mengganggu." Balas Midorima.

Meskipun tidak begitu dikenal, dan tidak memiliki catatan permainan, terdapat satu anggota lain yang diakui oleh kelima keajaiban.

Semuanya melihat ke arah Kuroko. "itu bukan hanya rumor" pikir semuanya.

Kuroko muncul dengan seragam Teikounya "Pemain bayangan keenam."

"Ini terlalu personal." kata Kuroko dengan dahi yang berkerut. "Aku yakin apa yang mereka tunjukkan ini tidaklah personal, kalaupun iya, aku yakin tujuannya untuk membantu kita." Kata Kise pada mentornya. Kuroko mengangguk "terima kasih Kise-kun."

Pembukaan...

Selama video itu di putar, muncul beberapa komentar. Yaitu...

"Kenapa judulnya 'Kuroko no Basuke?" tanya Kuroko. "Memangnya apa yang penting dari diriku?" Semuanya menghela nafas. " Tetsuya, kamu itu pemain yang unik. Harus berapa kali aku bilang padamu untuk sedikit lebih percaya diri." Ceramah Akashi padanya. "Memang benar, aku bisa melakukan apa yang tidak bisa orang lain lakukan namun hanya itu, aku tidak bisa melakukan apa yang orang lain bisa Akashi-kun." Jawab Kuroko. Kiseki no sedai menghela nafas "Sepertinya missi untuk meningkatkan percaya diri Kuroko/Kurokocchi/Tetsu/Kuro-chin/Tetsuya masih berlanjut" Pikir mereka.

"Boy, kita benar-benar lemah saat itu" seru Kagami saat melihat adegan dimana pelatih dan seniornya berlari di depan mereka.

"Itu setelah prelimit Inter High" kata Izuki di adegan Seirin berdiri di pinggir jalan.

"Mengapa kalian berdiri di antara rel kereta? Itu berbahaya" Ceramah Hyuuga pada Kuroko dan Kagami. "Itu idenya Kagami-kun" kata Kuroko "Oi" Teriak Kagami.

Aomine menyeringai saat melewati kagami. "Aku tidak akan menyeringai jika aku jadi kamu" kata Wakamatsu. "Bagaimanapun juga dialah yang mengalahkanmu." Aomine membuang mukanya "Selanjutnya aku akan mengalahkannya."

"Tembakan tiga poin itu benar-benar memberikan serangan jantung." Kata Izuki saat dia melihat Midorima menembakkan tembakan tiga angkanya. Mereka yang pernah bertanding melawan Midorima mengangguk setuju.

Aomine merasa iri dan sedih saat melihat fist-bumpnya Kuroko dan Kagami. Momoi yang menyadari hal itu memberikan senyuman pengertiannya kepada Aomine namun diacuhkannya.

Seirin bersorak saat melihat dunk Kagami. "nice dunk, Kagami" kata Koganei. "Thanks" balasnya dengan senyum lebar.

Semuanya bersorak saat opening berakhir. "Ini benar-benar membuatku berdebar-debar" kata Fukai. Semuanya mengangguk.

TBC

Hello minna-san, maaf baru sempat menyapa sekarang, 2 chapter kemarin saya tidak mengucapkan apapun. Terima kasih telah mau meluangkan waktunya untuk membaca, memfollow, memfaforit dan mereview fanfic ini dan fanfic Seijuro kemarin :)

Semoga minna-san menyukai fanfic ini, selamat membaca semoga tidak mengecewakan. Jika minna-san melihat typo, penempatan tanda baca yang tidak pas atau hal-hal lainnya mohon untuk di beritahukan pada saya. Karena saya masih baru, saya sangat mengharapkan kritikan yang membangun dari kalian semua. :)