.
Younger who Love To Playing (Kuhn x Kogyeol)
BlueBerry's Random Fic
Don't Like, Don't Read
.
Thanks to : FujosGirl, Brie APel, kiyowo, mikigae, juga yang follow atau favorite cerita ini. 조아요오옹~~~
Kuhn mengalihkan atensi dari sosok di sebelahnya yang tidak mengubah posisi sedari lima menit lalu, melirik pada minuman kaleng di tangannya yang masih terisi separuh dan menghabiskannya sekaligus. Bunyi benturan kaleng minuman miliknya yang tidak berhasil masuk dalam tempat sampah berbahan plastik membuat sosok di sebelah Kuhn menoleh, hanya melihat sebentar tanpa minat untuk mengomentari atau berceloteh. Tentu, Kuhn sendiri bukan tipe orang yang senang mendengar celoteh berisik atau semacamnya, tapi celoteh berisik yang dia anggap menyebalkan itu sekian kali lebih menyenangkan daripada ekspresi suram dari sosok di sebelahnya. Kogyeol –sosok Pemuda yang sedari tadi Kuhn bicarakan– hanya memandang lurus pada minuman kaleng miliknya yang sudah dibukakan oleh Kuhn beberapa saat lalu, seperti tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun.
Hanya ada sedikit kendaraan yang melintas atau orang yang berlalu, mengingat waktu malam yang semakin larut. Tangan Kuhn menutupi sebagian wajahnya karena dia sedang menguap, mendapat serangan kantuk mendadak saat dia melihat jam tangan pada pergelangan juga mengingat kelas dari Dosen Galak pada pagi nanti. Pandangan Kogyeol mengarah pada Kuhn tanpa minat, sedikit merasa kasihan Pemuda itu menunda istirahat karena dia menghubunginya untuk mengatakan bahwa dia memiliki masalah dengan Kekasihnya (lebih tepat untuk dikatakan sebagai mantan kekasih, karena orang itu sudah mengakhiri hubungan mereka). Manik Kuhn mengerjap untuk mengumpulkan kesadaran yang sempat memudar, dehaman Kogyeol seperti memberi tanda bahwa dia ingin mulai berbicara setelah hanya diam dalam waktu yang cukup lama.
Jemari Kogyeol mengetuk sisi kaleng minuman di tangannya, seperti menimbang untuk mengatakan apa yang mengganggu pikirannya atau tidak. Matanya melirik pada sisi tubuhnya untuk menemukan Kuhn yang kembali menutup sebagian wajah karena menguap lebar, mengatakan pada dirinya sendiri untuk terlambat merasa ragu bercerita pada Pemuda di sebelahnya . . .
"Kekasihku memutuskanku" Bukan pernyataan mengejutkan yang mampu menghilangkan rasa kantuk Kuhn, yah bisa dikatakan kalau Kuhn sama sekali tidak merasa terkejut dengan pernyataan itu
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak memiliki hubungan dengan orang yang lebih muda, tapi kau tidak pernah mendengarku" Kuhn membalas dengan datar, menopang kepala dengan sisi tangannya yang bersandar di penyangga bangku
"Hanya satu tahun lebih muda dariku. Kupikir, seharusnya, tidak ada masalah" Jawab Kogyeol tanpa mengangkat kepala, secara tidak langsung mengakui bahwa dia memang melakukan kesalahan dengan mengabaikan nasihat dari Kuhn
"Laki-laki yang lebih muda biasanya senang bermain, mungkin saja dia memang tidak pernah serius tentang hubungannya denganmu" Respon Kuhn, masih dengan nada datar yang menyebalkan
"Usia bukan hal yang bisa dijadikan tolak ukur seberapa dewasa sikap seseorang" Kogyeol membalas sebelum meminum minuman kaleng miliknya, tidak menghabiskan sekaligus dan menyisakan dua pertiga dari keseluruhan isi kaleng. Dia hanya bermaksud untuk membasahi bibirnya yang dirasa sudah mengering, hampir menempel sepenuhnya karena hanya mengatup sedari tiga puluh menit lalu
"Tapi, kau sedang merasa patah hati karena dipermainkan oleh seseorang yang lebih muda. Apakah aku salah?" Hanya hembusan nafas yang panjang menjadi balasan dari Kogyeol, mengakui bahwa dia kalah dan tidak bisa membalas perkataan Kuhn yang memang tidak salah
"Kau hanya sedang tidak beruntung karena bertemu dengan orang menyebalkan sepertinya, atau mungkin itu balasan karena kau mengabaikan orang yang berada di dekatmu" Pandangan Kuhn mengarah pada Kogyeol, membentuk senyuman dengan tipis karena menyadari si pemilik marga Go sempat meliriknya
"Aku hanya mendengar bagian dimana kau menghiburku dengan mengatakan, bahwa aku sedang tidak beruntung" Kogyeol mengangkat dagunya, hanya untuk melempar pandangan ke arah selain Kuhn di sisi kirinya
"Iya, terserah padamu saja, selama itu membuatmu merasa lebih baik" Kuhn terbiasa dengan penolakan secara langsung maupun tidak langsung dari Kogyeol, hanya mengangkat bahu dengan santai seperti tidak ada apapun yang terjadi
"Hyung, kau mengatakan padaku untuk tidak memulai hubungan dengan seseorang yang lebih muda, tapi kau sendiri mendekatiku yang lebih muda satu tahun darimu. Kau terlalu membingungkan, aku tidak tahu ucapan mana darimu yang bisa kupercaya" Ujar Kogyeol
"Kau sendiri mengatakan, kalau usia bukan hal yang bisa dijadikan tolak seberapa dewasa sikap seseorang" Balas Kuhn dengan ringan
"Aku memang tidak pernah mempermasalahkan tentang usia seseorang, tapi kau mengatakan berulang kali bahwa memiliki hubungan dengan orang yang lebih muda itu beresiko. Kau mengatakan, kalau orang yang lebih muda senang bermain dan tidak serius dalam suatu hubungan" Kata Kogyeol
"Aku tidak berpikir, ada yang salah dari perkataanku. Aku menyukai seseorang yang lebih muda dan mendapat penolakan, lalu seseorang itu menghubungiku saat dia memiliki masalah dengan Kekasihnya walaupun tidak ingin mendengar apa yang kukatakan. Aku menyukai seseorang yang lebih muda dan kembali ditolak olehnya, lalu seseorang itu mengajakku untuk menonton film bioskop berdua karena Kekasihnya tidak bisa datang. Aku menyukai seseorang yang lebih muda dan lagi-lagi ditolak olehnya, tapi seseorang itu mengajakku untuk bertemu setelah hubungannya dengan Kekasihnya berakhir secara menyebalkan. Bukan kesalahanku untuk menyukai orang yang lebih muda, karena orang ini terus menghubungiku seperti dia mengalami kesulitan tanpa kehadiranku" Ujar Kuhn
"Seseorang yang lebih muda itu aku" Gumam Kogyeol, mengambil kesimpulan dari perkataan Kuhn
"Jangan berpikir buruk. Aku bukan menganggapmu tidak dewasa, atau mengatakan aku merasa terganggu saat kau menghubungiku" Kuhn membuka mulut dengan cepat, memastikan Kogyeol tidak merasa salah paham
"Orang mengatakan, kalau ucapan pertama itu lebih jujur" Balas Kogyeol, sudah merasa salah paham dengan perkataan Kuhn sebelumnya
"Kalau aku mengatakan ini salahmu, rasanya salah karena aku sendiri masih menuruti perkataanmu. Kau memang orang yang lebih muda dariku dan belum bisa memiliki hubungan serius, tapi setidaknya kau memiliki bagian paling dasar untuk memulai hubungan denganku" Kata Kuhn yang membuat Kogyeol melihat ke arahnya, menemukan senyuman Kuhn yang membuatnya mendecak sebal
"Bagian paling dasar itu, apa maksudnya?" Tanya Kogyeol, membuat Kuhn menarik senyum lebih lebar dari sebelumnya
"Rasa aman dan nyaman. Kau sudah merasa aman dan nyaman saat kau bersamaku, jadi bagian berikutnya akan menjadi lebih mudah kalau kau sudah memiliki bagian dasar. Waktu yang dibutuhkan agar kau mengaku bahwa kau membutuhkanku tidak singkat, tapi aku yakin seratus persen bahwa kau akan mengakuinya" Jelas Kuhn, menggunakan nada bicara seolah dirinya adalah karyawan bagian pemasaran yang tengah menjelaskan suatu produk pada konsumen
"Aku memang mengakuinya, aku membutuhkanmu" Pikiran Kogyeol masih berantakan setelah dia diputuskan secara menyedihkan oleh Kekasihnya, tapi Kuhn terdiam karena lontaran perkataan Kogyeol yang tidak dia pikirkan
"Bagian berikutnya adalah kau mengatakan, bahwa kau menyukaiku secara romantis, bukan sekedar teman bicara atau teman menonton film. Bagian ini menjadi bagian paling sulit, tapi ini akan baik saja karena kita sudah memiliki dua bagian awal" Lontaran kalimat Kuhn hanya dibalas seadanya oleh Kogyeol, merasa terlalu cepat bagi dirinya untuk membicarakan hubungan baru
"Kalau perasaanmu sudah baik, ayo pulang dan beristirahat" Kuhn mengerjap untuk menghilangkan rasa kantuk yang kembali menyerangnya, melarikan tangan ke bagian belakang kepala dan menepuknya berulang kali untuk menyadarkan dirinya sendiri
"Hm" Perasaan Kogyeol belum terlalu baik, tapi Kuhn sepertinya sudah terlalu mengantuk untuk menemaninya dalam waktu yang lebih lama. Kepala Kogyeol menunduk selagi dia menyimpan tangan pada saku, berniat melangkah pergi sebelum Kuhn memegang bagian lengannya
"Kau melewati arah jalan yang salah" Pandangan tidak mengerti Kogyeol mengarah pada Kuhn yang menariknya pada arah berlawanan dengan arah gedung rumah susunnya yang searah dengan rumah Kuhn, hanya menuruti langkah Kuhn hingga berhenti pada tenda kedai makanan di sisi jalanan yang tidak begitu ramai
"Terserah padamu ingin memesan apa, selama itu bukan alkohol. Bangunkan aku, saat kau sudah merasa lebih baik dan ingin pulang" Kuhn memejamkan mata dengan posisi tidak nyaman setelah mengatakan itu pada Kogyeol yang tersenyum tipis di sebelahnya, senyuman tipis yang mengatakan 'terima kasih' lebih tulus daripada bila dia melontarkan kata itu secara lisan. Tentu Kuhn tidak mempermasalahkan tulang punggungnya yang bermasalah sepulang dirinya dari pertemuan dengan Kogyeol malam ini, Pemuda marga No itu terlalu sibuk memikirkan tentang senyuman tipis dari Kogyeol pada akhir pertemuan mereka dan menggumam bahwa dirinya akan kesulitan tidur setelah ini.
.~~~KKEUT~~~.
Akhirnya, bisa nyelesain pair yang di request sama Brie APel sunbaenim setelah sekian lama. Udah lama pengen ngerjain, tapi baru ketemu idenya, jadi baru bisa diselesaikan sekarang. Maaf, karena lama menunggu dan hasilnya ngga memuaskan. Makasih, buat yang udah mau ngebaca. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silakan review ^v^
Untuk chapter berikutnya : siapa aja dari grup underrated (selain SF9), boleh senior group juga boleh rookie group, boleh juga official pair maupun crack pair (maksud grup underrated disini grup yang belum pernah menang di acara musik)
