~ Silence ~
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~
#Chapter Sebelumnya
"Kau tahu hari ini malam natal? Apa kau dengar ada yang sedang bernyanyi, suara nyanyian ini seperti berasal dari Lucky Star, ya kan?
Kami pun turun ke bawah dan mengikuti suara lagu natal dan masuk ke dalam gereja kecil di dekat rumah sakit mendengarkan suara yang kata dia berasal dari Lucky Star.
Aku seperti bersandar pada Eomma, seperti melihat Eomma saat membuat nasi daging bakar untukku begitu bahagia. Sampai tiba-tiba aku merasa sebuah tangan memegang tanganku erat. Dia yang memegang tanganku, dia orang dari planet Mars yang entah kenapa membuat aku sangat merasa bahagia, dia Park Chanyeol mampu menghangatkan hatiku yang dingin.
# Chapter Sebelumnya End
#Baekhyun Pov
Semenjak hari itu kami menjadi lebih dekat dari sebelumnya, bahkan aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengannya. Kami selalu berdiam di bawah pohon favoritnya dan berbagi lagu kesukaan nya denganku. Kami mendengarkan lagu yang katanya itu adalah lagu orang planet Mars sambil berpegangan tangan erat seakan kami tidak ingin kehilangan satu sama lain.
Oh, they say people come, say people go
This particular diamond was extra special
And though you might be gone, and the world may not know
Still I see you, celestial
Like a lion you ran, a goddess you rolled
Like an eagle, you circle, in perfect purple
So how come things move on?
How come cars don't slow?
When it feels like the end of my world
When I should, but I can't, let you go?
But when I'm cold, cold
Oh, when I'm cold, cold
There's a light that you give me when I'm in shadow
There's a feeling you give me, an everglow
Like brothers in blood, sisters who ride
And we swore on that night we'd be friends 'til we die
But the changing of winds, and the way waters flow
Life is short as the falling of snow
And now, I'm gonna miss you, I know
But when I'm cold, cold
In water rolled, salt
I know that you're with me and the way you will show
And you're with me wherever I go
And you give me this feeling, this everglow
Oh, what I would give for just a moment to hold
Yeah, I live for this feeling, it's everglow
So if you love someone, you should let them know
Oh, the light that you left me will everglow
"Apa kau berani berpetulang denganku ke tempat yang jauh?" Chanyeol menghentikan lagu yang sedang kami dengarkan dan bertanya padaku. Dia mengajakku keluar rumah sakit jadi kami pun diam-diam keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan orang-orang yang menjaga kami.
Kami memulai petualangan orang planet Mars. Kami pergi ke taman hiburan mencoba semua wahana yang ada disana. Aku melewati hari yang paling menyenangkan dengan ditemani Chanyeol dari planet Mars.
"Apa hari ini kau senang?" Chanyeol memegang sebuah kamera ditangannya sambil bertanya padaku apakah aku senang. Tentu saja aku senang aku mengangguk semangat padanya.
"Kalau begitu sekarang kita harus berphoto bersama" dia mengarahkan kameranya didepan kami. Kamera itu kamera polaroid jadi photo kami pun dapat aku lihat segera setelah kami selesai berphoto.
Setelah lelah seharian berpetualang kami memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Bukannya kami kembali ke kamar rawat kami malah pergi ke tempat rahasia kami untuk menuloa sesuatu yang menyenangkan tentang hari ini.
"Menurutmu bagaian mana yang paling seru?" Chanyeol ini sepertinya orang yang sangat suka bertanya, kalau aku bisa bicara aku yakin aku akan menjadi lawan debatnya. Aku terdiam sejenak mengingat bagian mana yang menurutku paling seru hari ini.
"Hei ini tidak adil bukan? Aku terus berbicara sementara kau hanya diam saja!" Protesnya padaku "Baiklah kalau begitu aku juga akan diam mulai sekarang! Bicara sangat capek, kalau begitu mulai hari ini kita pakai tulisan saja"
Aku tertawa kecil tentu saja Chanyeol protes dia belum tahu aku bisu jadi aku hanya mengangguk meng-iyakan saja atas ide nya. Kami pun mulai menulis saling berpunggungan menghadap ke arah lain.
"Sekarang kita tulis apa yang kita ingin kita katakan" ucap Chanyeol "Kemudian masukkan ke dalam lubang tempat kita membalas surat selama ini"
Kami pun meletakkan surat kami di sana dialam lubang tampat biasa kami saling bertukar surat.
"Setahun!" Chanyeol mulai berpikir dan aku hanya mendengarkan "Tidak tidak itu tidak kreatif! 5 tahun? Ahh tidak seru" dia diam sejenak sampai akhirnya suaranya nya nyaring membuatku berjengit kaget
"AHHHH tunggu sampai kita tua saja, baru kita kembali kesini dan membuka rahasia ini" aku mengangguk setuju "25 tahun sudah cukup tua kan? Saat aku berumur 25 tahun itu berarti..." Chanyeol menghitung dengan jarinya "Tahun 2017 ya natal tahun 2017 kita baru pulang kesini dan membuka rahasianya"
Aku kembali mengangguk sambil tersenyum lebar
"Tapi apa tidak terlalu lama?" Dia kembali berpikir membuatku tidak sanggup menahan tawa melihatnya kebingungan sendiri
"Apa saat itu kau akan pulang?" Aku berpikir sejenak sebelum kemudian aku mengangguk
Dia terdiam sebentar seperti sedang memikirkan sesuatu, seperti sedang berpikir 'apa aku harus menanyakannya apa tidak' dan itu membuatku kembali tersenyum melihatnya
"Mmmmm apa ... apa kau menyukaiku?" Tanya nya spontan membuat aku hanya diam karena kaget mendengar pertanyaan seperti itu dari anak berumur 15 tahun.
"Tidak dijawab sekarang juga tidak apa-apa, besok kau bisa memberiku jawabannya" dia kemudian pergi meninggalkanku sendiri, mungkin karena malu karena aku melihat wajahnya merona merah setelah mengucapkan pertanyaan itu
Aku bukannya tidak mau jawab tapi aku sedang berpikir bagaimana caranya orang luar angkasa ungkapkan perasaannya. Dia malah pergi sebelum aku mendapatkan jawabannya. Aku mau memberitahu dia bahwa dia adalah temanku satu-satunya dan aku sangat menyukai dia. Teman luar angkasa yang mirip denganku, waktu itu aku tidak tahu perpisahan ini membuat jawaban yang tak sempat terutarakan ini terpendam selamanya.
Seminggu setelah kejadian itu aku dengar dia akan pindah rumah sakit tapi aku tidak akan membiarkan dia pergi begitu saja aku harus memberitahu dia jawaban yang ada dihatiku. Karena itu aku meminta bantuan Dokter Kim yang ku kenal sepertinya dia tahu kalau Chanyeol sangat penting bagiku.
Aku menunggu tempat rahasia kami, berharap Dokter Kim dapat membawa Chanyeol untukku ke tempat ini.
Setelah lama menunggu kedatangan Chanyeol akhirnya aku bisa bertemu dengannya, ditempat rahasia kami. Dia mengambil kertas dan pulpen yang sedang ku pegang dengan cepat dan menuliskan sebuah nomor disana.
"Jangan lupa telepon aku apa kau mengerti? Aku tidak bisa berlama-lama disini sebelum para pengawal itu mencariku kesini" kemudian Chanyeol pergi dengan terburu-buru.
"Park Chanyeol sedang apa kau ditempat ini? Sudah ayah katakan jangan pergi kemana-mana!" Aku mendengar teriakan di luar dan sepertinya itu adalah ayah Chanyeol.
Setelah lama termenung akhirnya aku berlari keluar mencari keberadaan Chanyeol. Aku berlari kesana kemari mencarinya dan saat aku keluar aku melihat dia sudah berada didalam mobil.
Dengan cepat aku berlari mengejar mobil Chanyeol, aku berlari agar bisa menyusulnya. Aku ingin berteriak tapi aku sadar aku bisu jangan kan untuk berteriak untuk berbicara memanggil namanya secara pelan saja aku tidak bisa.
Aku ingin sekali memberitahu dia jawaban yang ada dihatiku, jawaban yang tidak sempat ku utarakan. Tapi aku hanya bisa melihat dia yang duduk di dalam mobil semakin tidak jelas dan menjauh, menjauh dariku yang hanya bisa duduk sambil menangis.
Aku masih ingat perjanjian kami dinatal tahun 2017 dan aku juga masih ingat isyarat tangan yang dia ajarkan padaku 'Lucky Star' aku harus kembali ketempat ini natal 2017 nanti agar aku bisa kembali bertemu dengan Chanyeol
Tidak lama kemudian aku juga sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Aku yang sebatang kara akhirnya tinggal dirumah paman Zhang karena kata paman Zhang dia sudah berjanji akan menjagaku ketika ibu kecelakaan saat itu.
Malam ini aku merindukan teman planet Mars ku yang beranama Park Chanyeol sata merapikan barang-barang ku aku melihat nomor telepn yang ada dikertas yang dia tulis saat itu. Melihat nomor telepon itu aku memberanikan diri untuk menelpon nya menggunakan telepon rumah paman Zhang.
"Yeobseo, Halo...Baekhyun ini kau kan? Ini aku Chanyeol kenapa kau diam saja Baekhyun" aku mendengar suaranya disebrang sana tapi aku tidak bisa berkata apa-apa karena aku bisu, mendengar suaranya malah membuatku semakin sedih karena aku hanya bisa menjawabnya dengan diam. Akhirnya aku menutup telepon itu dan berlari ke kamar tanpa membawa kertas itu.
~ Silence ~
Waktu berlalu sangat cepat, meskipun paman Zhang dan Lay sangat memperhatikan aku tapi aku yang tidak bisa berbicara disekolah selalu diganggu siswa lain.
"Dasar kau gadis bisu" ucap mereka padaku kemudian mendorongku hingga terjatuh
"Baekhyun" aku mendengar teriakan Lay yang kemudian segera berlari ke arahku membuat mereka yang mengganggu segera membubarkan diri. Dimanapun aku berada Lay selalu menjagaku dengan hati-hati, dia juga memberiku sebuah kalung suling kecil.
"Aku tidak tahu seumur hidup itu seberapa lama, tapi pokoknya apapun yang terjadi panggil aku dengan suling ini aku pasi akan datang! Pasti datang" ucap Lay setelah membantuku membersihkan kakiku yang kotor. Lay mengalungkan suling itu padaku dan aku mencoba meniupnya dan Lay tersenyum melihatku. Dibawah perlindungan mereka aku kembali merasakan kehangatan kelurga.
Kami yang tinggal di pinggiran kota Chungnam membuat paman Zhang kesusahan mencari dokter untuk menyembuhkan ku dan mencari pekerjaan untuk paman Zhang. Akhirnya paman Zhang memutuskan pindah ke kota Seoul. Aku ingin sekali memberitahu Chanyeol teman planet Mars-ku itu, tapi saat aku mencari kertas nomor telepon nya aku tidak menemukannya. Dengan panik aku mencarinya tapi aku kembali tidak menemukannya dan aku sadar kali ini aku kembali kehilangan lagi satu barang berhargaku.
Aku sedih akhirnya memilih berlari keluar, aku terus berlari. Aku tidak memperdulikan Lay yang terus memanggilku. Aku terus berlari sampai ke pohon dimana kami pernah bersama-sama mendengar lagu kesukaan nya.
Aku mencoba memandang ke angkasa mencoba mencari Lucky Star milik Eomma tapi aku sadar ini siang hari, tidak ada Lucky Star di langit. Aku ingin sekali berteriak kepada Eomma bahwa aku sangat sedih saat ini tapi seberapa keras aku mencoba suaraku tidak bisa keluar sama sekali.
Aku hanya bisa menangis dalam diam dan kembali ke rumah paman Zhang karena kita harus segera pergi ke Seoul. Tapi sebelum sampai ke Seoul aku sengaja pergi ke restoran kecil nasi daging bakar milik Eomma untuk berpamitan.
"Eomma tenang saja aku tidak akan rendah diri, aku akan berusaha tetap tegar menghadapi dunia yang kejam ini! Aku akan lebih berani dari orang lain dan aku pasti akan hidup dengan baik" ucap ku dalam hati
"Baekhyun ayo naik" paman Zhang memanggilku karena aku terlalu lama terdiam didepan restoran kecil Eomma. Kami pun pergi menuju Seoul.
Kabar yang terakhir ku dengar dari orang planet Mars adalah kalau dia disekolahkan oleh ayahnya di London. Dan ternyata saat kami pergi ke Seoul dia juga datang kembali ke rumah sakit tapi aku tidak sempat berpamitan dengan nya karena aku tahu kabar itu juga melalui dokter Kim yang mengirimiku pesan beberapa bulan kemudian.
10 tahun kemudian, tahun 2017
"Setiap kali aku melihat ke atas langit aku selalu teringat padamu orang yang tidak akan pernah aku lupakan, kau yang memberikan kenangan indah dalam hidupku"
Saat ini aku sedang memandangi langit pantai yang begitu indah sambil membuat isyarat tangan di atas langit mengingat kembali Chanyeol yang dulu selalu dia perlihatkan padaku.
"Aku hanya tahu aku harus melupakan semua kesedihanku dimasa lalu agar bisa berjalan ke depan dengan gembira dan natal tahun ini, saat nanti aku bertemu dengan Chanyeol orang dari planet Mars yang kakinya di gips dan telinganya yang seperti peri Yoda yang akan dia lihat adalah aku yang ceria dan semoga saja dia bisa mengenalku saat kami bertemu nanti"
.
.
.
.
TBC
Sorry untuk typo yang tidak terkoreksi, dan maaf jika kata-katanya jelek dan ceritanya kurang menarik.
