KATAWARE DOKI

Cast:

MXM's Im Youngmin

MXM's Kim Donghyun

Warning[!]: OOC, typo[s]

I don't own the casts.


Senja dimana ada perpisahan, pelukan dan perasaan. Dan rindu yang harus disembuhkan. Senja disaat dua hal, kau dan aku, masih terhubung.


Hari ini kita kembali jauh. Mungkin saja muncul rindu dan ingin bertemu.

.

Shinkansen yang akan mengantar Donghyun pulang ke Mie (meskipun kata Donghyun dia harus berhenti di Nagoya terlebih dahulu dan berganti kereta untuk sampai di kampung halamannya) baru akan berangkat pukul setengah enam sore. Masih ada waktu lima belas menit sebelum Youngmin terpisah dengan pemuda yang berdiri di depannya.

"Kau yakin hanya membawa sedikit buah tangan?"

Youngmin melirik ke arah tangan Donghyun yang membawa tiga kantong berisi oleh-oleh untuk keluarganya. Ternyata Donghyun berbeda dengan Youngmin untuk urusan buah tangan yang ia bawa pulang. Jika Donghyun tidak masalah hanya dengan membawa tiga kantong sedang, Youngmin bisa menyediakan satu koper besar khusus berisi buah tangan. Entahlah. Sebenarnya Youngmin bukan tipe lelaki yang gemar berbelanja, tapi ia selalu senang membelikan barang untuk orang lain. Rekan kerja, misalnya.

Donghyun menunduk sebentar melihat barang bawaanya sebelum mengangguk dua kali, mengiyakan pertanyaan Youngmin.

"Tadinya aku ingin membawa pulang Youngmin hyung saja."

Kedua mata Youngmin melebar sebelum melepas tawa. Donghyun benar-benar sulit ditebak. Apa yang ada di kepala pemuda itu dan apa yang akan Donghyun katakan selalu berada di luar pikiran Youngmin. Rasanya, baru kali ini Youngmin menemukan sosok yang menurutnya luar biasa dan menarik perhatiannya.

"Aku bisa membeli tiket saat ini juga jika kau mau."

Donghyun kali ini menggeleng.

"Tidak usah repot-repot. Lagipula, percuma jika hyung beli tiket tapi duduk di gerbong lain. Tidak seru."

"Oh jadi kau ingin membawaku pulang karena ingin punya teman bicara selama perjalanan? Sampai di sana kau menyuruhku pulang sendiri, begitu?"

Youngmin sempat merasa sesuatu yang hangat merayapi bagian dalam tulang rusuknya ketika Donghyun menarik kedua sudut bibirnya. Pemuda itu tersenyum sambil diterangi sinar jingga senja hari. Sama persis ketika mereka bertemu untuk kedua kalinya.

"Bercanda, hyung."

Lalu panggilan keberangkatan shinkansen ke Nagoya—yang akan dinaiki Donghyun terdengar. Saat itu juga raut wajah Donghyun berubah. Youngmin tidak mau percaya diri, tapi Donghyun terlihat sedih saat harus pergi dari sana.

"Kapan hyung akan berkunjung ke Mie?"

Youngmin pura-pura berpikir sambil menaruh jari telunjuk di dagunya. Lalu, tangannya terangkat menuju wajah Donghyun dan dicubitnya hidung Donghyun. Bibir pemuda itu mengerucut saat tangan Youngmin menekan jalan masuk udara ke paru-parunya.

"Nanti kalau aku ingin belajar ilmu ninja di Iga, oke?"

Donghyun mengangguk cepat.

"Tidak jadi Nagashima Spa Land, hyung?"

"Tidak. Aku tahu kau takut naik wahana, Donghyun."

Youngmin tersenyum saat bibir Donghyun kembali mengerucut.

"Sudah, sudah. Cepat masuk sebelum shinkansen-nya berlari meninggalkanmu."

Youngmin mengusap kepala Donghyun dan membuat beberapa anak rambut pemuda itu berantakan. Tapi tidak ada penolakan dari Donghyun. Bahkan satu tindakan Donghyun membuatnya kembali terkejut sampai Youngmin terpaku dan hampir kehilangan satu tarikan nafas. Rasanya Youngmin sedikit bingung ketika ia bisa merasakan detak jantung yang cepat—sangat cepat. Entah itu miliknya, atau milik Donghyun. Atau keduanya yang berdetak dalam irama yang sama

"Aku akan merindukan, hyung. Jadi, cepat ke tempatku, oke?"

Donghyun bergumam setelah melingkarkan kedua lengannya di tubuh Youngmin, memberinya sebuah pelukan yang—tidak ingin dilepasnya.

.

Ternyata, ada yang memberimu pelukan hangat hari ini.

.

Youngmin belajar beberapa hal baru tentang Donghyun selama ia berada di Tokyo. Sekarang Youngmin tahu kapan ulang tahun Donghyun ketika ia tidak sengaja melihatnya tertulis di surat ijin mengemudi pemuda itu saat membuka dompet untuk mengeluarkan uang—tanggal tujuh belas bulan sembilan. Youngmin juga tahu Donghyun penggemar tokoh berkacamata dari novel fiksi, kalau tidak salah namanya Harry Potter? Donghyun juga penyanyi yang baik. Youngmin bahkan menyukai suara Donghyun saat bersenandung di sepanjang jalanan Shinjuku. Dan satu hal lagi yang sangat penting, Donghyun punya saudara kembar yang ia bilang lebih tampan dari dirinya sendiri.

Dan sebaliknya, Youngmin juga bercerita tentang dirinya. Tentang Youngmin yang selalu merasa kesepian saat hari ulang tahunnya. Tentu saja karena orang lebih sibuk merayakan natal daripada memberikan ucapan selamat untuknya (tapi kemudian Donghyun berjanji akan jadi orang pertama yang memberinya ucapan selamat saat ulang tahunnya tiba dan Youngmin sangat menantikannya). Bahkan Youngmin sempat panik saat Donghyun menanyakan perihal kehidupannya, lebih tepatnya mengenai kisah cinta. Youngmin menjawab jujur jika ia pernah punya kekasih. Donghyun juga menanyakan alasan mereka berdua berpisah, dan Youngmin menjawabnya dengan detail—posesif, dan tidak mendukung karirnya. Sayangnya, Youngmin tidak berani melakukan hal yang sama. Antara penasaran dan takut mendengar kenyataan, dia memilih menyerah dan tidak menanyakannya pada Donghyun.

Sekarang Youngmin merasa Donghyun dan dirinya semakin dekat. Bertukar kabar setiap hari adalah agenda wajib mereka, bisa melalui pesan singkat atau panggilan suara yang cukup lama—beberapa kali hingga larut malam. Pertanyaan sederhana juga tidak mereka lewatkan, misalnya makanan apa yang mereka makan untuk sarapan hingga makan malam atau sedang melakukan apa saat mereka mengirim pesan satu sama lain. Terkadang mereka juga saling mengirim gambar yang disertai komentar mengenai penampilan yang semakin dewasa atau berat badan yang semakin bertambah.

Dan Youngmin mulai bosan. Bosan hanya sekedar bertukar kabar dan mendengar suara dan melihat gambar. Youngmin ingin bertemu Donghyun, ingin melihat senyumnya yang mulai jadi hal paling menyenangkan bagi Youngmin, ingin mendegar suaranya yang langsung menyapa gendang telinga Youngmin, ingin menggenggam tangan Donghyun dan jika boleh, ingin membalas pelukan Donghyun waktu itu.

Lalu Youngmin mulai mempertanyakan perihal siapa mereka—Donghyun dan dirinya? Ia ingin tahu, sejauh mana dan sedalam apa perasaannya, juga sebaliknya.

.

Ada yang mulai memikirkan perasaannya padamu hari ini.

.

"Yongmin hyung? Serius?"

Suara dari seberang cukup membuat Youngmin sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga. Donghyun yang antusias terkadang membuat beberapa bagian tubuhnya—kali ini telinga, merasakan sakit. Youngmin ingat ia pernah jadi sasaran pukulan—yang memang sebuah candaan dari Donghyun dan itu cukup membuat kulit di bagian lengannya berubah menjadi sedikit merah.

"Jangan keras-keras, Donghyun. Nanti telingaku bermasalah."

"Kapan?"

"Tunggu persetujuan atasan. Izinku bisa dibilang cukup mendadak."

"Aku juga harus izin. Tiga hari cukup atau tidak?"

"Kalau bisa sebulan, Donghyun."

"Ha? Bagaimana bisa? Itu seperti cuti melahirkan, hyung."

Youngmin tidak bisa menahan tawa mendengar pekikan Donghyun dari seberang. Mengusili Donghyun menjadi rutinitas tambahan dalam hidupnya. Menyenangkan jika Youngmin bisa melihat wajah cemberut atau kepanikan dari seorang Donghyun.

"Bilang saja bulan madu."

"Jangan bercanda, hyung."

"Kau ingin aku serius?"

Tidak ada jawaban. Youngmin tahu ini bukan pertanyaan yang bertema candaan. Tapi itu juga bukan pertanyaan yang sangat serius. Hanya saja Youngmin terlanjur berbicara begitu saja tanpa sempat berpikir ulang.

"Donghyun?"

"Ya?"

"Sebenarnya—ingin bertemu sekarang."

"Tidak bisa, hyung."

"Mengapa tidak?"

"Tunggu izinmu diterima atasan."

"Ah, aku kesal tapi-kau benar."

"Tapi aku juga rindu padamu, calon ninja."

"Ha?"

Youngmin hampir tidak percaya. Apayang baru saja ia dengar? Rindu? Bahkan Youngmin mengusapa daun telinganya beberapa kali dan menjauhkan ponselnya sebentar. Ia masih bisa mendengar beberapa rekan kerjanya yang bersiap pulang saling menyapa. Berarti pendengarannya baik-baik saja.

"Hyung bilang ingin ke Iga untuk belajar jurus ninja."

"Tentu saja. Jadi, kau rindu padaku, Donghyun?"

Lalu, tiba-tiba Youngmin mendengar bunyi panggilan yang terputus. Bukannya kecewa, Youngmin lebih suka menarik sudut bibirnya.

.

Ada yang membuatmu tersipu malu hari ini.

.


W/N: I was writing this when YoungDong tweeted something with their asdfghjkl pics esp Donghyunie—oh my God dear why are you being like this? You think your makestar's teaser wasn't enough to kill me, huh? Btw, ini kok ya macam LDR hahaha. Lagi2 om2 RADWIMPS dan 'nandemonaiya' jadi pemicu. Dan, terima kasih untuk review2-nya.