STRANGE BODYGUARD

Author : DYODOL

Cast : Baekhyun, Chanyeol

Warning : BOYS LOVE, DLDR!, OOC, saya lagi Crazy nih sekarang, Makanya ceritanya makin gaje ke sini2-_-

Mau klarifikasi aja. Saya emang sengaja pake bahasa campur. Walaupun emang kurang bagus, tapi saya lebih dapet feelnya. Jadi saya minta maaf bagi yang gak suka..

.

Informasi sedikit :

Xiu Lu Kris Suho Xing Chan : 20 tahun (SuXingChan udh lulus yaa)

Baek Chen Dio : 19 tahun

Tao Hun Kai : 17 tahun

.

Chap 3

.

Happy readiing~

.

Chanyeol memasuki rumah besar itu dalam diam. Menyusuri tiap-tiap lorong, sesekali memandangi lukisan mahal yang spertinya di lukis oleh orang-orang mendunia. Tak sengaja matanya menatap sebuah lukisan sederhana yang hanya bergambar seekorㅡyang miripㅡayam dengan catatan di bawahnya 'Art by Wu Yifan'.

Chanyeol tidak mengerti mengapa lukisan itu di pajang.

Kakinya berhenti di sebuah pintu besar. Mengetuknya beberapa kali. Namun tak mendapat respon dari dalam. Tak sengaja ia melihat seseorang berpakaian maid keluar dari pintu sebelah. Si maid yang menyadari kehadiran Chanyeol hanya bisa terdiam di tempat dengan tidak elitnya. Sepertinya si maid itu beruntung tidak mimisan.

Sementara Chanyeol menggaruk belakang kepalanya canggung.

"Maaf, ini kamar Tuan muda Baekhyun?" tanyanya sambil menunjuk sebuah pintu di depannya.

Si maid itu terkejut sebentar, mengedipkan beberapa kali matanya. Tak lama pipinya memerah semerah daging sapi yang kemarin Chanyeol beli di Ind*mart(?) terdekat.

"I-iya, tuan." jawab maid itu sambil menunduk. Lalu secepat sendawa Chen (read : kilat) maid itu berlari menjauhinya.

Chanyeol menyeringai, menautkan kedua alisnya. "Maid yang aneh."

Tangannya tergerak memutar knop pintu besar tersebut. Sedikit terkejut mengingat pintu sebesar ini tidak di kunciㅡpintu rumahnya yang hanya 2,5 meter saja ia kunci rapatㅡ. Melangkahkan kakinya tanpa bersuara. Kemudian mendekati seseorang yang tengah tertidur di atas ranjang besar dengan damai.

Chanyeol mengerutkan keningnya. Anak di depannya benar-benar hebat. Bahkan dengan jam sebesar kepala gajah sudah menunjukkan ke angka hampir 9, anak ini masih bergelung di bawah selimutnya.

'Apa hidupnya hanya untuk tidur dan mengacau saja?' pikirnya. Lalu ia berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kedua matanya menyusuri sekeliling ruangan itu. Menemukan beberapa konsol game yang terserak berserta kasetnya yang berhamburan. Kemudian ia kembali mengalihkan matanya pada sebuah jendela yang gordennya sedikit terbuka di dekat ranjang. Sebuah cup plastik yang sangat ia kenali di taruh sendirian di sana. Membuat Chanyeol tersenyum tipis.

Chanyeol kembali mengalihkan perhatiannya pada pemuda di sebelahnya. Yang masih saja tertidur dengan damai. Membuatnya menghela nafas.

"Oi! Ireona!" Di tepuk pipi pemuda itu beberapa kali. Namun tak menimbulkan sebuah respon apapun.

'Dasar kebo.'

Kali ini ia meraih telinga Baekhyun dan menariknya. Sukses membuat pemuda di depannya terbangun dan memekik. "Yak! Sakitt!"

"Salahmu karena tak mau bangun." balas Chanyeol cuek. "Cepat bangun dan bersiap. Sekolahmu akan berjalan hari ini."

Baekhyun menatap Chanyeol sambil menyipit. Ia mengucek matanya sebelah sambil menatap Chanyeol tak mengerti. "Hah? Sekolah berjalan?"

Chanyeol menghela nafas lagi. "Maksudku, hari ini kau harus kembali bersekolah."

Baekhyun menggaruk pipinya pelan. Masih berusaha mengumpulkan jiwanya yang terpecah belah(?). "Kata-katamu aneh sekali." Tak lama Baekhyun terlihat berfikir sesuatu. Lalu menatapnya horor. Seperti sedang bertemu ikan hiu yang sedang berjalan di darat yang siap memakan semua orang.

"SEDANG APA KAU DI KAMARKU?!"

Ternyata Chanyeol lupa kalau anak ini mempunya kerjaan yang lain selain tidur dan mengacau.

Berteriak cempreng layaknya si Sehun krempeng yang lagi kejepit genteng(?).

.

[Dyo : Park Chanyeol lupakanlah semua ini sebelum Sehun mengamuk sambil membawa pedang spiderman(?).]

.

Chanyeol menutup telinganya erat-erat. Terus melangkah keluar ruangan sambil berusaha menahan dirinyaㅡlahir dan batin. Meninggalkan Baekhyun yang menatapnya tercengang.

"Ahjussi aneh itu.."

ㅡlolㅡ

Baekhyun menatap Chanyeol yang berdiri di sebelahnya risih. Sarapan ini sungguh sarapan terburuk sepanjang ia hidup. Walaupun ia memang selalu sarapan seorang diri, karena memang sang ayah sangat jarang sarapan di rumah apalagi bersamanya, tapi tetap saja jika di temani dengan cara seperti ini siapapun juga akan merasa risihㅡlagi-lagi setidaknya itu menurut Baekhyun.

"Ahjussi. Kenapa kau terus berdiri di sana?" tanya Baekhyun sambil mengunyah makanannya. Chanyeol yang sedang menatap pigura yang di pajang di dinding ruangan, menoleh.

"Ada masalah?" tanyanya cuek. Membuat Baekhyun ingin menjambak rambut itu sekali lagi.

"Sangat ada. Ahjussi mengganggu acara makan ku."

"Oh, begitu? Baiklah." ujar Chanyeol, beranjak berjalan ke luar rumah. Tanpa butuh niat untuk berbalik, ia berkata, "Kutunggu di mobil 3 menit lagi. Kalau lama, kau pergi naik bus."

Baekhyun menatap punggung pemuda tinggi itu sambil menjulurkan lidah. Lalu melanjutkan makannya yang baru ia makan sedikit dengan tenang. Tak lama ia tersedak.

"HAH? 3 MENIT?"

ㅡlolㅡ

"Oi, ahjussi." panggil Baekhyun.

"..."

Mendengar tidak ada respon, Baekhyun menoleh. Menatap tajam Chanyeol yang kelihatan sekali tidak berniat memperdulikannya. Sama sekali.

"Oi, Ahjussi." panggil Baekhyun sedikit keras di ikuti aura suram yang mengelilingi.

Entah apa yang membuatnya menyerah, ㅡmeski tanpa mengalihkan pandangannya ke depanㅡ, Chanyeol akhirnya menjawab, "apa?"

"Kenapa ahjussi datang lagi? bukannya kontrakmu dengan appa sudah berakhir?" tanya Baekhyun. Masih menatap tajam orang di sebelahnya.

"...Aku di minta kembali bekerja oleh ayahmu. Beliau menyururuhku untuk 'menyangkari'mu hingga saatnya tiba."

Ucapan Chanyeol membuat Baekhyun terdiam. Membuat Chanyeol berfikir kalau ia telah berkata yang salahㅡpadahal niatnya hanya untuk sedikit bercanda. Sepanjang perjalanan menuju sekolah Baekhyun, Baekhyun masih saja terdiam, membuat rasa bersalah Chanyeol menjadi lebih besar. Sampai akhirnya mereka sampai di depan gerbang sebuah sekolah elit.

Chanyeol menghentikan mobilnya, lalu berdeham. "Kau tau seluk-beluk sekolahmu sendiri kan? Kalau begitu aku langsung pergi."

Baekhyun sedikit terkejut ketika mendengar suara Chanyeol. Ia mengangguk pelan, lalu berjalan ke luar.

"...terima kasih telah mengantarku." ujarnya pelan. Membuat Chanyeol tersedak.

"Em.. Yah, sama-sama... Dan.." balas Chanyeol, lalu kembali berujar pelan. "...Em...maaf."

Baekhyun menoleh, menatap Chanyeol bingung. Lalu tersenyum lebar. "Tak apa. Tapi sebagai balasan kalau begitu jangan lupa jemput ya. Jam 4. Gak boleh terlambat." Lalu Baekhyun berlari memasuki sekolahnya.

Chanyeol menatap punggung Baekhyun aneh. Lalu menepuk jidatya pelan.

"Dasar bocah moody.."

ㅡlolㅡ

"Baek!" pemuda berparas cantik melambaikan tangannya pada Baekhyun sambil bertariak. Membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya.

"Luhan hyung!" Pemuda berparas cantik itu dengan ganas menubruk Baekhyun. Membuat mereka hampir terjungkal ke belajang kalau saja tak ada yang menahan mereka berdua.

"Astaga, hyungdeul. Bisakah kalian mengurangi kadar semangat kalian sedikit? Hampir saja tadi." ujar seseorang berambut putih sambil membenarkan topinya.

"Sehun!"

Sehun meringis pelan. Lalu mengangkat tangannya. "Yo, Baek hyung."

Baekhyun menatap mereka berbinar. Kemudian memeluk keduanya bersamaan. "Astaga.. Aku rindu kaliaan~"

ㅡlolㅡ

Mungkin agak aneh jika merekaㅡLuhan dan Baekhyunㅡyang notabane seseorang yang sudah berumur 20 dan 19 (untuk Baekhyun mungkin sedikit agak wajar/?) masih bersekolah tingkat atas. Semuanya sebenarnya hanya karena mereka sempat cuti untuk beberapa waktu. Sehingga mereka melewatkan ujian kelulusan dengan beberapa alasan yang tak bisa di jelaskan.

Baekhyun pernah tidak mengikuti ujian kelulusan sekali. Sementara Luhan pernah melakukannya 2 kali. Maka jadilah berakhir seperti ini.

"Aku tak menyangka kau akan kembali tahun ini, Baek." ujar Luhan menggebu. Mata rusanya mengilat senang sambil menatap Baekhyun yang sedang tertawa pelan.

"Aku juga tak mengira hyung kembali tahun ini." balas Baekhyun. Lalu mengalihkan pandangannya ke Sehun.

"Tahun ini kau kelas berapa, Hun?"

"Hm... tiga.." ujar Sehun pelan. Membuat Baekhyun sedikit tercengang.

"Astaga Hun. Berapa kali sih kau ikut kelas excel?"

"...Dua kali..."

"He? Hyung ternyata pacarmu pintar juga ya."

"Hehehee.."

"Hyungdeuulll~" Seseorang kembali berteriak ke arah Mereka. Membuat Sehun menepuk dahinya pelan. "Tidak lagi." gumam Sehun. Lalu mengambil posisi di belakang sang namjachingu.

Luhan dan Baekhyun menoleh. Dan menemukan seekor panda*plak* sedang mendekati mereka.

"PANDA TAOO!" Teriak mereka bersamaa. Lalu saling memeluk satu sama lain. Sehun yang di belakangnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak lama Sehun merasa ada yang menepuk pundaknya. Membuat Sehun terkejut dan membalikkan badannya.

"Kris hyung!"

Kris, seorang pemuda tinggi nan tampan itu tersenyumㅡsedikit nyengir.

"Annyeong, Hun-ah."

Baekhyun yang merasa mendengar suara seseorang menoleh. Senyumnya mengembang. Dengan cepat ia melepas pelukannya dan memeluk pemuda tinggi itu.

"GALAXY HYUNGG! I MISS YOUU!"

ㅡlolㅡ

Mereka akhirnya berkumpul di sebuah meja besar di pojok cafetaria. Kini meja itu diisi lebih banyak orang daripada sebelumnya. Membuat suasana menjadi lebih ramai.

"Wow, aku gak nyangka kita bakal kumpul lagi.. Kita sehati semua yah, ngelanjutin sekolahnya tahun ajaran baru ini." ujar pemuda berpipi gembil sambil mengunyah snack nya. Membuat seseorang di sebelahnya mencubit pipinya gemas.

"Telan dulu, baru ngomong Minseok hyung.." ujar pemuda berwajah sedikitㅡagakㅡkotak. Pemuda itu mengusap ramahan snack yang berserakan di bibir sang pacar. Menimbulkan keluh protes dari seseorang di depannya.

"Hei~ yak Chen-ah. Kita di sini bukan buat lovey dovey, please.." Ujar Luhan malas. Ia melipat kedua lengan dan belah bibirnya. Sedikit merajuk. Pasalnya tak bisa duduk di sebelah sang teman abadi (read : Minseok).

"Ho? Lalu itu yang bertengger di pinggangmu apa hyung?" balas Chen tidak mau kalah.

Luhan tersentak dan menoleh ke arah pinggangnya. Dan bertengger sebuah lengan berkulit pucat yang sangat ia kenali, "Sehun!"

Semua orang di sana tertawa seketika. Sementara sang pelaku hanya nyengir kuda.

"Oh iya. Suho hyung sama Lay hyung kemana? Aku tak melihatnya dari tadi." tanya Baekhyun. Membuat beberapa orang menoleh.

"Mereka sudah lulus lebih dulu. Dulu kan mereka tidak pernah mau cuti seperti kita." Jawab Kris sambil meminum colanya. Baekhyun menganggukkan kepalanya sambil bergumam oh-begitu.

"Ngomong-ngomong Baek hyung." Sehun meneguk sisa colanya. "Bagaimana kabarmu dengan Kai?"

Baekhyun tertawa kecil. Lalu melahap kue vanilla di hadapannya. "Sudah berakhir, kok."

Beberapa orang yang sedari tadi sibuk bercanda langsung menoleh padanya sambil melotot. Sementara Kris tersedak minumannya. Untunhnya tidak menimbulkan hujan ke penduduk sekitar(?).

"Kok bisa?"

"Yah begitu lah." Baekhyun kembali memakan potongan vanilla cake nya. Lalu menujuk teman-temannya satu persatu dengan garpu. "Ada yang tau seseorang bernama Do Kyungsoo? kalau aku tidak salah ia pernah bersekolah di sini juga." jawabnya.

"Oh iya aku tau dia. Seumuran dengan aku dan Baek. Anak club menyanyi. Orangnya pendek dan agak sedikit mirip Xiu hyung bentuk tubuhnya." ujar Chen. Di lanjuti dengan decak kagum dari yang lain.

'Tak heran ia di juluki kotak TV berjalan. Gosip terus kerjaannya.'. Batin mereka serempak.

"Jadi karena itu?" ujar Sehun. Lalu menepuk-nepuk pundak Baekhyun beberapa kali. Mungkin bentuk simpati?

"Yo!" Tiba-tiba seseorang yang baru di bicarakan datang.

"Panjang umur.."

Kai yang melihat Baekhyun langsung bersembunyi di balik seseorang yang datang bersamanya. Melihat itu Baekhyun hanya tersenyum tipis. "Hai, Kai, Kyungsoo-ssi."

Kyungsoo tersenyum canggung. " Hai, Baekhyun-ssi." sapanya balik sambil membungkukkan badannya.

"Tak perlu seformal itu Kyungsoo. Panggil saja Baekhyun seperti yang lain."

.

.

Jujur, Baekhyun tidak pernah merasa sesakit hati ini. Melihat seseorang yang masih ia sukaiㅡmungkin?ㅡbersandingan dengan seseorang yang ia akui jauh lebih baik daripada dirinya. Terlihat lebih sempurna dari dirinya.

Hatinya perih.. Paru-parunya terasa sesak. Tapi ia tau, Kai meninggalkannya pasti dengan alasan. Tentu saja. Apapun alasannya itu pasti berakhir pada Baekhyun juga. Karena ketidak sempurnaannya..

Dari cara Kai memperlakuan Kyungsoo dan dirinya, Baekhyun bisa melihat dengan jelas, Kai memang lebih senang jika bersama orang itu. Tidak dengannya..

Baekhyun harus berfikir dewasa. Kemurkaannya cukup sampai kemarin saja. Dia tidak boleh bertindak kekanakkan..

Karena Kai tidak mungkin kembali padanya.

#BaekRapopo

ㅡlolㅡ

Chanyeol menatap ponselnya bingung. Ada 3 missed call dari nomor yang tidak di kenali. Dan sekarang nomor yang sama kembali menghubunginya.

"Fans?" batinnya. Kemudian dengan ragu mengangjat telfon itu.

"Halㅡ"

"Ya tuhan, Park Chanyeol. Kemana saja Kau?" ujar seseorang di sebrang sana. Tanpa salam. Tanpa mengucapkan 'hai' sekalipun.

Chanyeol mengerutkan keningnya. " Siapa?"

Seseorang di seberang sana berdecak pelan, "astaga, Kau bahkan tidak mengenali suara dari diriku yang tampan ini? Terlalu."

'Siapa juga yang mau mengenali orang kelewat narsis sepertimu.', bantinnya.

Chanyeol menghela nafas, "Aku tidak tau dan aku sedang tidak ingin bermain tebak-tebakan." ujarnya malas.

Orang di seberang sana berdecak pelan, "Kau tidak asik."

"Terserah."

Seseorang di seberang sana ikut menghela nafas. Authornya pun juga. Readernya pun juga#apasih-,-

"Ini aku, Suho. Kau tidak lupa kan?"

Chanyeol tersentak, 'Ternyata si pendek kaya itu.' batinnya.

"Ah, Suho hyung ternyata." ucapnya. "Ada apa hyung?"

"Dari cara bicaramu, sepertinya kau bahagia bertemu denganku lagi. Hahahaa.." Suho tertawa renyah. Sementara Chanyeol membuat ekspresi malasㅡmeskipun orang di seberang sana tidak melihat ekspresinya.

"...tidak juga."

"Sialan kau."

"Ngomong-ngomog kenapa hyung menelfonku?"

"Hehehe.. Ada yang ingin aku tanyakan."

Chanyeol mengerutkan keningnya. "Apa?"

"Apa..." Suho terdiam sejenak. Membuat telinga Chanyeol terasa gatal.

"Halooo? Hyung di sana ㅡ"

"...Kau sudah punya pacar?"

"ㅡHah?"

ㅡlolㅡ

Baekhyun berjalan sempoyongan pada tengah jalan distrik rumahnya. Pandangannya tidak fokus karena matanya terasa berat. Seluruh badannya lemas akibat berpesta dengan teman-temannya.

Baekhyun sedikit tidak mengerti mengapa tadi ia menuruti ajakan untuk berpesta.

Pesta yang sangat meriah dan menyenangkan. Sungguh. Namun ada moment moment menyebalkan yang tidak hanya membuat badannya terasa lelah, namun juga hatinya.

Tentu saja karena mereka.

Mungkin jika ia tidak punya masalah dengan mereka pasti ia akan sangat menikmati pestanya.

"Haa~aahh..." Baekhyun menghembuskan nafasnya lelah. Matanya tidak sengaja menemukan sebuah kursi taman yang sengaja di letakkan di pinggir jalan oleh petugas distrik. Di baringkan badannya. Lalu memejamkan matanya.

Baekhyun pikir tak ada salahnya ia istirahat sebentar di sini. Toh, jalan distrik ini selalu sepi. Jadi pasti tidak akan ada yang mengatainya gembel hanya karena ia tidur di kursi taman pinggir jalan.

Lagian jika ia terus melanjutkan perjalanannya, yang ada ia tumbang dahulu sebelum sampai rumahnya. Dan keesokan harinya sang ayah menemukan sebuah berita dengan format ekstra besar di koran : "Byun Baekhyun di temukan tak bernyawa karena patah hati."

Ayahnya pasti langsung jantungan.

Pasti.

Baekhyun membayangkannya bergudik. Lalu melanjutkan mengatur posisi badannya sebelum akhir ya jatuh terlelap.

ㅡlolㅡ

Chanyeol menggaruk kepalanya gusar.

"Astaga. Anak ini baru telat sebentar sudah menghilang."

Untuk yang kedua kalinya ia mencari anak hilang.

Chanyeol sudah berkeliling sekolah Baekhyun. Baerkelana pada tempat yang ia kira di datangi Baekhyun.

Tapi dimana Baekhyun?

"Harus cari kemana lagi bocah itu? huft.." gerutunya. Otaknya kembali mengira tempat mana saja yang mungkin di datangi si Byun muda itu.

Restoran? Terlalu banyak restorang di Seoul!

Game center? Sama saja!

"Jangan jangan ia sedang berada di diskotik.. dikelilingi banyak wanita.." Chanyeol mendekap mulutnya. Seketika ia ingin muntah. "Astaga.. Sepertinya dia bukan anak seperti itu.." Ia menggeleng-gelwngkan kepalanya kembali. Mengusir semua pikiran jeleknya.

"Ah, mungkin bocah itu sudah di rumahnya." gumamnya. Terlalu malas untuk berfikir dan terlalu lelah untuk mencari lebih lama. Akhirnya dengan modal pikiran sempit dan alasan sedikit logis, ia melajukan mobilnya ke distrik rumah Baekhyun.

Chanyeol memandang sepanjang jalanan sepi itu datar. Tanpa ekspresi. Mobilnya kemudian melewati sebuah taman yang sangat ia kenali. Di pelankan mobil hitamnya. Menyusuri taman itu takutnya ada seseorang yang ia cari berada di sana. Dan benar saja, tak lama matanya menangkap sosok Baekhyu yang terbaring di sebuah kursi dekat lampu taman.

Chanyeol memarkirkan mobilnya. Lalu menghampiri orang yang ia cari. Di tepuknya agak keras kepala Baekhyun. "Oi! ayo bangun, gembel."

Mendengar kata gembel, badan Baekhyun bereaksi. Baekhyun menyipitkan matanya. Berkwdip beberapa kali. "Sepertinya ada yang memanggilku gembel." Dia menegakkan tubuhnya. Menatap seseorang yang berdiri menjilang di depannya sambil mendongak.

Chanyeol melipat tangannya di dada. "Itu aku. Dasar bocah."

Baekhyun mengusap kedua matanya bergantian. "Kenapa ahjussi bodoh ini ada di sini. Ini masih mimpi buruk yah." gumamnya. Membuat sebuah urat timbul di kening Chanyeol.

"Tadi kau menyuruhku menjemputmu tapi kau malah pergi tanpa kabar. Ponsel tak bisa di hubungi lagi! Sekarang kau malah menghinaku? Dasar bocah." gerutunya sambil menusuk-nusuk kening Baekhyun.

Baekhyu menepik tangan itu. "Apasiiih... Hmm.. Ahjussi bawa mobil kan? Antarkan pulang yah. Gak ada penolakan!" dengan mata masih setengah terbuka, Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki mobil hitam Chanyeol. Meninggalkan Chanyeol yang menghela nafas super berat.

"Bocah merepotkan."

ㅡlolㅡ

"Jadi bagaimana kabarnya saat ini? Kapan dia tiba di Seoul?" Tuan Byun menatap orang di depannya sambil tersenyum miring, yang di balas orang di depannya dengan smrik aneh. Orang itu tentu saja Dony.

"Kita lihat saja nanti." ujar Dony.

Kriing Kriing

Tak lama sebuah suara ponsel terdengar. Kedua pria lanjut usia itu saling menatap. Lalu Dony meraih ponselnya. Lalu menekan tombol 'answer'.

"Halo?"

.

Seseorang berambut coklat menatap sekeliling bandara dengan senyum lebar. Di sampirkan ransel hitam pada bahu kanannya. Sementara tangan kirinya tergerak mengacak rambut almond-nya yang di potong pendek tersebut. Kemudian merogoh saku celananya. Mengambil sebuah benda berbentuk persegi panjang, menekannya beberapa kali sebelum akhirnya ia tempelkan pada telinganya.

"Yeoboseyo?" ujar orang itu. Dia terdiam sejenak. Lalu tersenyum manis.

"Hai, abeoji. Aku sudah di bandara sekarang. Merindukanku?"

.

.

.

teveseehh(?)

yosha.. ini dia chap 3 yang bisa Dyo sajikan... Maaf nih kalo ancur.. abis editan yang bener buat chap ini malah gak ke save-_- jadi ngedit dari awal.. padahal editannya banyak tuh-_-". Juga 2 berita yg gk menyenangkan ttg exo bikin aku males sejenak dengan mereka.. Tau lah apa ajaa..

HAYOO ITU SIAPA COBAAA? ADA YG BISA NEBAKK? KKKK~

Oh iya.. disini ada Kris sama Suho yang lain ya.. sebenernya wu yifan sama kim joonmyun tuh bkn kris ato suho temennya si Baek, bukan. Tapi mereka cuma figuran yang bagian itu ajah.. kedepannya gak akan ada lagi kok^^

satu lagi.. setau saya, di korea kan umurnya singkatnya di tambahin setahunlah daripada international, saya juga dapet info, sekolah di korea jadi telat setahun. Jadi sebenernya sama aja kayak international. buat contoh : Sehun lulus sma pas sekitar 19 an kan yah kalo gak salah? Kalo kita biasanya 18-17 an udah lulus.

itu sih setau saya. kalo salah anggep aja cuma khusus epep ini :pp

Big Thanks to :

Special Buuble, stitchun, chanbaek, exindira, wolfu7, Nenehcabil, ayamkura, Tabifangirl, Guntur, Shin Aera18, dan minna san yang nge review di chap 1~

Arigatou Gozaimasu... komentar, kritik, dan saran saya terima dengan baik.. Maaf yah kalo perbaikannya masih kurang memuaskan.

Kalo kata Chanyeol mah 'KALIAN CINTA SAYA!' wokss..

Salam kiss bye dari eyeliner Baekhyun yang sekarang diganti softlense~

Kkkkk~ Jaa nee~

p.s. : gak sabar nunggu roommate yg ada si baek.. aaahhh baekyeolllll