Entry 21
Entry ini khusus untuk mereka, Taki bersaudara, Natsuhiko dan Suzuna. Suzuna sebenarnya berasal dari sekolah lain, namun karena kakaknya bermain disini (Atau mungkin Sena?) ia jadi cheerleaders tim DDB.
Singkatnya, mereka hadir di waktu yang tak tepat.
Waktu itu, Hiruma tengah melatih Eyeshield 21 (Yang tak kuketahui namanya.) di lapangan amefuto SMU Deimon dengan Cerberus. Sedangkan aku? Sibuk mencari Sena kemana-mana.
Dan kau tahu, Suzuna datang saat ia menabrak sang Eyeshield 21 yang dikejar Cerberus sampai ke jalan raya.
Great, Hiruma. Cerberusmu dididik dengan baik rupanya.
Entry 22
Oh iya, aku mengatakan kalau aku tak tahu siapa Eyeshield 21, bukan?
Aku mencoba bertanya dengan Musashi-san waktu itu.
"Ia adalah pelari tercepat di Deimon. Mengapa kau menanyakannya, sementara Hiruma sendiri menyimpan rahasia Eyeshield 21 untuk orang banyak?"
"Karena aku manager DDB?" tanyaku ragu. Musashi menggeleng pelan.
"Hiruma itu orangnya misterius, dan hal itu ditularkannya pada Eyeshield 21. Tiba nanti saatnya kau tahu siapa ia sebenarnya."
Musashi-san juga sepertinya misterius, ya?
Entry 23
"Manager sialan!" panggil Hiruma di pinggir lapangan. Aku berdiri dari bench, lalu berlari kecil ke arahnya. "Kau pakai parfum, tidak?"
"Iya, dong!" jawabku. Ia menyeringai lebar. Menyeramkan.
"Tubuhmu bau." Ia menjawab singkat lalu berlari ke tengah lapangan.
Pulang ini, aku akan menyuruh ibu menemaniku beli parfum.
Entry 24
"Kau kemana saja, sih, Sena? Kita ini sebagai manager harus bisa selalu ada di bench untuk mencatat semua hasil latihan, tahu!" ceramahku pada Sena yang melongo saat itu. Ia baru kembali dengan tubuh yang acak-acakan. Suzuna menghampiri kami. Ia melotot pada Sena.
"KYAAA! SENA, KAU DIAPAKAN OLEH BERANDALAN? MENGAPA BAJUMU KUSUT DAN BERANTAKAN SEKALI?"
Sepertinya, kali ini persepsiku benar, dan hal itu tak aku lebih-lebihkan.
Entry 25
Saat istirahat latihan DDB. Aku menyiapkan minum, handuk dan manisan lemon kesukaan mereka tadi bersama Suzuna. Sepertinya, Suzuna sedikit membantu juga.
Saat mereka semua sedang tertawa cengengesan sendiri dengan cerita masing-masing, aku mendekat ke Sena yang tampaknya tengah kerepotan di tengah-tengah tim yang tubuhnya jauh lebih besar darinya.
"Kau cerita apa saja dengan mereka, Sena-kun?" tanyaku.
"Tentang amefuto, Mamo-nee," jawab Sena.
"Kalau kau suka amefuto, kenapa tak coba main saja?" Aku lihat ia berkeringat dingin, dan bodohnya aku tak tahu karena apa.
Entry 26
Ponselku berdering keras, menyerukan lagu Summer Song milik Yui Yoshioka. Dari Karin Koizumi, teman perempuan dari tim besar yang satu-satunya kukenal kini. Bagaimana ia bisa dapat nomorku? Bahkan kami belum pernah bertemu lebih dari sepuluh detik!
"Aku tahu nomormu dari Hiruma-san. Ia cukup membantu."
Dan kutebak, kau memberikan informasi tentang timmu ke Hiruma demi nomor teleponku?
Entry 27
"K-Kau mau kencan? Dengan Yamato?" tanyaku tak percaya. Karin hanya menyerukan tanda diam pelan dari balik telepon. Aku tertawa kecil.
Bagaimanapun, sisi stalkerku bisa dikatakan liar.
"Jadi, kau mau minta didandani? Oh, serahkan saja padaku!" ujarku saat ia minta dandani hari ini untuk pergi kencan dengan Yamato. Yamato memang tampan, berbeda sekali dengan akuma yang menyeramkan itu (Meski kuakui ada sisi tampan juga, sih.)
"Jaa!" Ia menutup telepon setelah aku mengatakannya. Aku berbalik mengambil jaket dan tas kecilku dari dalam ruang klub.
"Keh, manager sialan." Hiruma sialan itu datang ke klub. "Kau mau pergi ke rumah si-"
"Yayaya, sampai jumpa." Aku memotong ucapannya. Capek meladeninya. Paling juga, ia menggodaku lagi.
Ia menghadangku di depan pintu.
"Heh! Aku sedang berbicara denganmu, manager sialan."
"Dan aku tak mau berbicara denganmu, akuma! Minggir!" Ia mendelik tajam ke arahku.
"Tidak, sebelum kau mengajakku juga di kencan mereka."
"Eh?" tanyaku tak percaya. Hiruma… juga stalker?
"Aku hanya ingin mendapatkan informasi untuk akuma techou."
Entry 28
Kini aku melangkah ke rumah Karin saat siang. Entahlah, mengapa Hiruma memilih untuk tak ikut ke rumah Karin. Mungkin, ia menunggu di tempat kencan Karin dan Yamato.
"Ha-Halo, Karin-chan," sapaku ramah pada Karin yang membuka pintu rumahnya. Wajahnya masih sama, terbingkai dengan rambut keemasan. Cantik sekali.
"Masuk, Mamori-chan," ajak Karin. Aku mengangguk lalu masuk ke rumahnya. Ia mempersilahkanku masuk ke dalam kamarnya.
Sepertinya Karin memang mempunyai masalah dalam berdandan.
Gaun bertebaran dimana-mana serta make up yang terbengkalai, mungkin bukan miliknya.
"Tasukete ne, Mamori-chan!"
Entry 29
"Sempurna, Karin-chan!" seruku senang saat make up tipis yang kupasangkan padanya cukup menyatu dengan kulitnya yang halus.
"Baiklah, bisa temani aku ke Fun World, kan?" tanya Karin. Aku mengangguk.
"Soalnya ada Hiruma juga disana," jawabku singkat.
"Eh? Hiruma-san juga datang? Untuk apa?" tanya Karin polos. Ah! Bodohnya diriku ini!
Entry 30
Aku tengah berada di taman bermain bersama Karin, Yamato dan Hiruma yang terang-terangan mengajakku tadi.
Dan ia tidak membuntuti mereka seperti yang kukira, ia hanya mengikuti mereka dengan santai.
"Manager sialan," panggil Hiruma. "Disini ramai, ya?"
"Kau mau berbasa-basi, hm?" tanyaku balik.
"Aku hanya ingin mencairkan suasana, manager sialan."
Berbeda dengan Yamato dan Karin yang tampak malu malu mau, kami hanya diam memperhatikan mereka sesekali bertanya mencairkan suasana dengan bodohnya.
Entry 31
Kalau saja mereka tak naik kesini, aku tak bakal membuat entry ini. Sungguh.
Kami naik bianglala, dan aku anggap itu hal biasa bagi para kekasih yang tengah berkencan. Kami duduk terpisah, aku dengan si akuma dan mereka berdua. Kami tak boleh mengganggu acara kencan mereka, bukan?
Rencananya, aku dan Hiruma akan menghentikan mereka di puncak.
"Jangan sampai salah, akuma!" seruku. Ia hanya menunjukkan gigi runcingnya.
Dasar setan.
Entry 32
Entry ini kubuat dengan sepenuh kekesalanku BERDUAAN DENGAN SEORANG AKUMA DI PUNCAK FERRIS WHEEL YANG BERHENTI!
"KENAPA BISA SAMPAI SALAH?" Kuperhatikan Yamato dan Karin hanya bercanda-canda ria, dan Hiruma?
"Aku bilang, kalau ada yang rambut kuning pirang di puncak, maka berhentikan bianglalanya." Aku mengangguk paham, lalu memperhatikan penampilan Hiruma sekali lagi.
What the hell?
Special thanks for : Roronoa D. Mico, LalaNur Aprilia and Vanessa Way
