School Anniversarry

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Hari ini ulang tahun SM high school. Tidak ada PBM, yang ada hanya sebuah panggung di lapangan sekolah, berbagai macam stan yang berdiri ditepi lapangan. Siswa yang berjalan berlalu lalang.

Acara puncak akan dimulai jam tujuh malam. Untuk mengisi acara puncak, sekolah telah mengadakan seleksi nya semenjak sebulan yang lalu. Jadi yang diharapkan penampilan pengisi acara dimalam puncak benar-benar akan sangat memuaskan.

Sehun sebagai penanggung jawab acara ulang tahun ini pun sangat berbaik hati. Bagi para siswa yang tidak lulus seleksi untuk acara puncak. Maka Sehun memberi mereka kesempatan untuk mengisi acara siang hari nya.

Namun diantara semua pengisi acara di SM high school. Ada satu penampilan yang paling di tunggu-tunggu oleh seluruh warga sekolah tersebut.

Ya, penampilan special dari pasangan guru muda mereka. Luhan songsaenim dan Sehun songsaenim.

Awalnya, tidak akan ada specail stage tersebut. Namun, karena pada dasarnya jiwa persaingan yang begitu kuat pada pasangan guru muda ini. Hingga tercetuslah sebuah taruhan yang jika Sehan mau tinggal bersama kedua orangtua Luhan selama acara ulang tahun sekolah maka Luhan boleh meminta apapun kepada Sehun. Begitu pula sebalik nya.

Sekarang sudah tahu kan siapa pemenangnya. Pemenangnya kali ini adalah Luhan.

"Ish, latihan yang serius dong hubby." Sehun mulai kesal, semenjak pertama kali latihan, Luhan tidak pernah serius.

"Aku sudah serius baby." Jawab Luhan dengan nada menggoda.

"Tangannya jangan lari ke yang lain." Perintah Sehun kembali meletakkan tangan Luhan dipinggangnya.

"Iya iya." Patuh Luhan tertawa.

Hal pertama yang paling menyenangkan bagi Luhan adalah menggoda Sehun, apalagi kalau Sehun sampai kesal, Luhan akan semakin senang. Suatu kebahagian tersendiri melihat Sehun seperti itu.-Setiap orang pasti mempunyai cara berbeda mencintai pasangannya. Maka inilah cara Luhan mencintai Sehun.-

Memang dasar nya Luhan itu jahil dan seperti yang dikatakan diatas, senang membuat Sehun kesal. Maka tangan Luhan menjalar kemana-mana.

"Aku merindukan ini." Tangan Luhan berhenti di puncak gunung kembar Sehun.

Sehun segera menepis tangan Luhan.

"Masih disekolah hubby. Nanti." Balas Sehun mem pout kan bibirnya.

"Bolehkah?" Tanya Luhan senang.

"Tentu, itu hak mu." Jawab Sehun malu-malu.

Kemudian mereka latihan lagi. Special stage kali ini adalag dance, dance couple. Jadi bayangkan saja bagaimana pasangan ini menari disaksikan murid-murid nya. Jarang-jarangkan melihat guru mereka akur begitu. Walaupun pasangan suami istri, tapi yang dilihat oleh siswa disekolah itu hanya pertengkaran guru muda ini. Tidak tahu bagaimana betapa romantisnya Luhan dan Sehun.

.

END