Hai semua! Maaf ya Kucing tidak up, soalnya Kucing lagi males ngetik. Baiklah langsung saja, selamat membaca ya!
Oh ya satu lagi! Untuk Betelgeuse Bellatrix OC kamu saya terima, tapi dia saya rubah menjadi sekelas dengan Pein DKK. Gapapa kan? *mode mata geude mode on*
Memories In the School
By: Kucing Warnani
Chapter 3: Suasana kelas dan sekolah akibat kami semua.
"Danna awas!"
"Eh?"
"KYAAA!"
Brukk...
"A-aduh.." gadis yang tidak sengaja ditabrak tadi mengerang kesakitan.
"Hey! Kamu tidak apa-apa?" tanya Sasori ke gadis tersebut.
Yap bener sekali saudara! Sasori berada di atas tubuh gadis tersebut (menimpa gitu).
"Eh.. I-iya ma-maaf, kamu juga tidak apa-apa?" tanya gadis itu.
"Hm.. Aku tidak apa-apa." Jawab Sasori.
"Hey Sasori! Kamu mau sampe kapan berada di atas tubuh gadis itu?" tanya Itachi sambil menyilangkan tangannya.
"Oh iya! Maaf-maaf. Uh.. A-ah..." Sasori telah mencapai puncaknya, akhirnya ia mengompol dan setetes air yang keluar terjatuh dan mendarat di rok gadis tersebut.
"Ah, ma-maaf, a-aku tak sengaja." Ujar Sasori kemudian bangkit dan meminta maaf ke gadis itu dengan muka memerah karena malu.
"Deidara, kusarankan kita pergi aja yuk! Malu-maluin aja disini." Ajak Itachi.
"Iya, ayo kita pergi, hm!" jawab Deidara dan kemudian mereka berdua pergi dan meninggalkan Sasori dalam keadaan memalukan.
"Ka-kamu... COWOK BRENGSEK!"
DUAKK...
Sebuah pukulan telak mendarat ke Sasori, akhirnya Sasori tepar seketika. SFX: ONE PUNCCHHH... *yang nonton OPM pasti tau*
"Huh!" gadis itu meng-huh dan kemudian meninggalkan Sasori terkapar dengan celananya yang basah.
"Eh liat! Ada cogan ngompol sambil terkapar." Ucap salah satu siswi sambil menunjuk Sasori.
"Eh iya-ya. Sayang ya, ganteng-ganteng tapi tukang ompol. Tinggalin aja yuk!" balas temannya.
Time: 40 Menit setelah istirahat.
Tempat: Kelas XI IPA 3
"Sasori! Kamu kemana aja sih? Hari pertama udah ngelanggar aturan." omel Bu Kushina ke Sasori.
"A-ampun bu! So-soalnya,"
"Ga ada soal-soalnya! Ini bukan latihan materi! Itu juga kenapa celanamu basah? Kamu ngompol ya!" omel Bu Kushina sambil menunjuk celana Sasori yang basah.
"Idih udah gede kok masih ngompol sih, dattebayo?" cibir Naruto yang kemudian disertai tawa murid IX IPA 3 dan Sasoripun tertunduk malu seketika
"Udah diam semua! Sasori! Duduk dibangku kamu! Dan kau Hidan, Jae, berhenti bertengkar! Atau kalian ibu pisahkan!" perintah bu Kushina.
"APA? BENARKAH? TERIMA KASIH BU!" teriak Hidan dan Jae dengan muka kebahagiaan.
"Aduh kok malah tambah rumit sih? POKOKNYA KALIAN BERDUA DIAM ATAU IBU SERET KALIAN KERUANG GURU!" marah bu Kushina dengan muka memerah karena kelakuan murid-murid amburadul emesuyu ini.
"Ampun bu!"
"Ya sudah, kita lanjut pelajarannya. Jadi yang dimaksud dengan.."
"KUMOHON AKAN KU BERIKAN KAU 5000 KERIPIK KENTANG ASAL KAU MENJAUH DARIKU!" teriak seorang siswa yang duduk dibelakang dan membuat bu Kushina batal menjelaskan pelajarannya.
"Oh Dei manisku... Aku rela mengorbankan 5 juta keripik kentang untuk mendapatkan dirimu, Oh sayangku..." Choji menggoda Deidara dengan puisi standar miliknya.
"Choji sang lelaki bangke dan Yara.. Aku rela membuang 5 juta nyawaku demi menjauh darimu, oleh karena itu MENJAULAH DARIKU!" balas Deidara dengan puisi standarnya.
"Halo Bu Tsunade, bolehkan saya minta ganti kelas, saya pusing mengajar kelas ini." Ujar Kushina sambil menelpon Tsunade.
Tempat: Kelas XI IPS 3
"Bla bla bla bla..." Pak Minato sibuk menjelaskan materi yang dipelajari.
"Hei kau paham?"
"Sama sekali tidak."
"Hei Kakuzu." Bisik Pein ke Kakuzu.
"Berdasarkan undang-undang kikir pasal 6 ayat 21: Barang siapa atau siapa barang atau barang punya siapa atau beha siapa yang ingin berbicara denganku, maka ia harus membayar seharga 10 ribu rupiah." Jelas Kakuzu sambil menghitung jumlah uang yang kebetulan dia palak dari kelas sebelah, dan penjelasannya membuat Pein ingin sekali melempar uang koin sekarung supaya ia tewas seketika.
"Ugh.. Kamu banyak maunya banget sih! Aku mau ngomongin sesuatu yang penting tau!" ujar Pein.
"Mau ngomongin apa? Jumlah tahilalatnya Yao ming?" tanya Kakuzu yang masih sibuk dengan uangnya.
"Aggh.. Bukan tau liat itutuh!" ujar Pein sambil menunjuk gadis berambut biru panjang dan bermata biru dan terus ngelirik mereka terus-terusan.
"Ohh.. Ternyata cewek toh, kirain mau nunjukin apa. Memangnya dia kenapa? Kamu naksir ama dia?" tanya Kakuzu dan masih melakukan aktivitasnya.
"Enggak lah! Asal loe tau aja ya, hati gue itu cuma buat Konan." Jawab Pein sambil membayangi wajah Konan yang bertindikan di dagu.
"Pff.. Kalo lo masih suka Konan, ngapain lu masih mandangin kumpulan foto setengah telanjangnya Lady Gaga?"
"Wuasyu kok dia bisa tau sih? Ah sudahlah pokonya bukan itu masalahnya tapi tu cewek ngeliatin aku terus." Ujar Pein yang masih ngelirik tu cewek.
"Pff.. Ada cewek ngeliatin kamu? Mimpi lo! Konan aja lu guna-guna supaya dia suka denganmu."
"Ehem.. Ehem.." suara deheman muncul tepat disamping mereka dari guru berambut kuning yang hensem. Pein dan Kakuzupun mencoba memberanikam diri melihat ke samping.
"Ah.. Pa-pak guru, ada apa ya?" tanya Pein dengan muka ketakutan.
"Saya lagi sibuk jelasin pelajaran, kamu asik ngobrol. Apa kamu paham apa yang saya ajarkan tadi?" tanya Minato dengan senyumannya yang tampan dan membuat para gadis meleleh melihatnya.
"Sa-saya paham kok pak." Jawab Kakuzu dan Pein serentak.
"Kalo gitu bapak kasih pertanyaan. Apa yang dimaksud dengan Titrasi Konduktometrik?" tanya Minato dan membuat Pein dan Kakuzu ingin mengompol seketika.
"Baiklah kalau kalian gak mau jawab, kalian bapak suruh joget dangdut selama 5 menit di depan kelas." Ujar pak Minato dan membuat Pein dan Kakuzu jawsdrop seketika.
"TIDAAAAAKKK!" teriak kedua pengatur Akatsuki tersebut.
"AYO! AYO! AYO!" sorak seluruh murid XI IPS 3.
"AYO DONGG! CEPETAN JOGET! KAMI DAH GAK SABAR NICH!"
"God! Please save me!" Pein dan Kakuzu berdoa.
"Hihihi." Tawa kecil dari gadis berambut dan bermata biru tadi.
Time: Sepulang Sekolah
"Akhirnya penderitaanku berakhir juga." Keluh Hidan.
"Idih alay lo, Dan. Gue bahkan disuruh ajeb-ajeb depan kelas." Balas Pein.
Duk.. Seseorang menabrak bahu Hidan.
"Hei hati-hati dong! Eh lo kan-"
"ELO KAN SI KAMPRET ITU! NGAPAIN LO DISINI!" bentak Hidan sambil mengancungkan jari tengah ke Jae.
"APAAN MAKSUD LU 'NGAPAIN DISINI' ? LU KIRA LOE DOANG YANG SEKOLAH DISINI?! LAGIAN GUE JADI ENEK DISINI GARA-GARA LOE TAU!" balas Jae.
"LOE KIRA GUE BAHAGIA APA DISEBELAH LOE?! GAK! ITU GAK BAKAL TERJADI! DASAR TAHI BLONDE!" balas Hidan.
"NGAJAK BERANTEM LOE GIGOLO?"
"OKE AYO! SIAPA TAKUT!" tantang Hidan.
"MAJU LOE!"
"OKE!"
"CIATTT! A-adududuh!"
"Kalo mau berantem jangan disini! Dari tadi siang kalian ini berantem mulu." marah bu Kushina sambil menjewer telinga Jae dan Hidan.
"Adududuh sakit bu, ampun!" kedua pembuat onar itu meringis kesakitan.
Place: Masih di sekolah.
"Makanya jangan berantem mulu, loe juga kan yang kena." Ceramah Konan ke Hidan.
"Cerewet kau." Balas Hidan ketus sambil memegangi kupingnya yang masih kesakitan.
"Tapi sayang juga ya, tu cowok ganteng-ganteng tapi preman. Setidaknya dia ga sejelek kamu Hidan." Ujar Konan.
"Apa maksud loe?" tanya Hidan kesal.
"Ya dia itu memang kasar tapi kan ganteng, keren, ikemen gitu, udah itu pintar lagi. Lah elu cuma kasar doang ikemen kagak." Jawab Konan blak-blakan, kalo dia bukan cewek mungkin dia sudah ditusuk-tusuk Hidan dengan sabitnya.
"Brrr..."
"Danna kenapa kau bergidik?" tanya Deidara ketika melihat Sasori bergidik.
"Aku mau pipis." Jawab Sasori.
"Hah.. Yasudah kalo begitu, cepet sana ke toilet daripada lu ngompol lagi." Ujar Deidara sambil mengibas-ngibaskan tangan yang berarti cepat pergi.
"APA SASORI NGOMPOL?" teriak Pein, Zetsu, Kakuzu dan Kisame. Dan akhirnya akatsukipun menjadi sorotan murid sekolah karena teriakan tersebut.
"Iya tadi Danna kau mau ke toilet, terus nabrak cewek akhirnya Sasori ngompol deh didepan tu cewek." Jelas Deidara dengan suar besar dan kemudian disertai kekehan dari seluruh murid yang mendengarnya.
"Deidara bangke, awas saja di markas tadi akan kucabik-cabik dia." Gerutu Sasori dengan suara kecil dan membuat Deidara tiba-tiba merinding.
"Aneh kenapa aku merinding?" batin Deidara.
"Fuh.. Akhirnya.. Lega rasanya." Lega Sasori setelah keluar dari WC.
"Eh..?"
"Loe kan cewek tadi!" ujar Sasori sambil menunjuk cewek yang ia tabrak tadi pagi.
"Loh kamukan cowok yang ngompol tadi siang." Balas cewek itu dan membuat muka Sasori malu seketika.
"Kamu anak mana?" tanya cewek itu.
"Aku anak mama." Jawab Sasori dengan gaya polos seperti Tobi.
"Yaelah, nenek-nenek jungkir balik aja tau kalo loe anak mama. Maksud gue lo dari kelas mana?" balas gadis itu.
"Ohh.. Dari kelas XI IPA 3." Jawab Sasori.
"Jangan jangan anak baru ya?" tanya cewek itu sambil menunjuk Sasori.
"Iya kok tau sih?"
"Iya aku denger dari temen sekelasku katanya ada murid baru ganteng di kelas XI IPA 3. Kupikir cowoknya cool, pinter, jantan, eh ternyata tukang ngompol. Realita itu kejam ya." Jawab gadis itu dan ingin sekali Sasori merubahnya menjadi puppet.
"Namanya siapa?"
"Sasori, kamu sendiri siapa?" tanya Sasori balik.
"Namaku Ai Minami, dari kelas XI IPA 2." Jawab gadis itu memperkenalkan diri.
"O-oh salam kenal ya." Sasori menyondorkan tangannya.
"Iya salam kenal. Ngomong-ngomong-"
"Minami ayo!" teriak temannya dari jauh dan memotong perkataan Minami.
"Ah sudah dulu ya! Byebye." Minami melambaikan tangan perpisahan.
"Sasori kau ke mana aja sih? Lama amat."
"Maaf."
"Yasudah yuk kita pulang." ujar Zetsu.
SET..
Tiba-tiba seorang gadis cantik muncul tiba-tiba didepan akatsuki dan itu membuat mereka hampir terpental karena terkejut.
"Ma-maaf." Ujar gadis itu.
"Loh kalau tak salah kau yang duduk dibelakang kami kan?" tanya Pein sambil menunjuk gadis itu.
"Iya, namaku Nakamura Arisa. Panggil aja Arisa aku mau bilang sesuatu." Ujar gadis itu.
"Mau bilang apa?" tanya Akatsuki serempak.
"Kalau tak salah namamu Kakuzu, kan?" tanya gadis itu sambil melirik Kakuzu.
"Iya aku Kakuzu. Ada apa ya?" tanya Kakuzu bingung.
"Gu-gue cuma mau bilang."
"A-aku suka kamu Kakuzu, maukah kamu mau jadi pacarku?" ucap gadis itu dan membuat Akatsuki terkena serangan jantung seketika.
"APAAAA?!"
TU BE KONTINU
Hai minna bagaimana fanficnya? Maaf pendek. Author tidak up soalnya author dipaksa belajar buat UN TT (Sebenarnya sih lagi malas ngetik).
Ngomong-ngomong author butuh OC. OC yang author butuhkan ialah: calon pacar Deidara, calon pacar Itachi, calon pacar Tobi.
OKE itu aja aku tunggu Ocmu yang terbaik di reviews/PM, bagi yang sudah mendaftar OC boleh mendaftar lagi, tapi syaratnya OCnya gak boleh sama dari yang sebelumnya.
Oke itu aja, bye bye.
