Riko dan Momoi tengah merencanakan sesuatu di ruang tengah panti asuhan. Para anak asuhnya sudah tertidup lelap dan pasti sedang berlayar ke alam mimpinya masing-masing.

"Hey b-cup, kau yakin dengan rencanamu itu?" tanya Momoi setengah mengantuk.

"SIAPA YANG KAU PANGGIL B-CUP HUH?!" maki Riko.

"Sssttt, kau akan membangunkan mereka dengan suaramu." Sahut Momoi tenang, tanpa mempedulikan aura membunuh yang berkoar dari tubuh Riko.

Riko langsung meneguk segelas air putih, sebelum melanjutkan pembicaraannya.

"Ehem, aku yakin dengan rencanaku."

Momoi langsung menggebrak meja dengan keras. "Tapi mereka semua masih kecil. Kau harus liat betapa imutnya mereka. Kau tega meninggalkan mereka begitu saja di tempat itu Riko?"

Riko langsung memukul Momoi dengan kipas kertasnya yang entah dia dapat dari mana. "Kau ingin membangunkan mereka Baka!"

Momoi mengelus palanya.

"Aku setuju dengan keimutan mereka. Tapi, dengan begini mereka akan lebih mengenal dunia." Lanjut Riko.

Bahasa mu sok tinggi.

"Hmm, iya juga si. Tapi kan mereka pasti akan kesepian." Rengek Momoi.

"Mereka itu seterong. Buktinya mereka bisa hidup di luar." Balas Riko berbinar-binar.

"Tapi biayanya dari mana ya?"

Riko berfikir sebentar. "Aha! Bukannya pacarmu itu orang kaya ya? Imayoshi itu?"

Wajah Momoi memerah. "K-kenapa jadi bawa-bawa Imayoshi si? Kau tuh yang seharusnya minta ke Hyuuga."

Riko menghela napas panjang. "Aku lagi berantem sama Hyuuga." Momoi menepuk-nepuk pundak Riko.

"Ayolah, kali ini aja. Lain kali aku yang minta sama Hyuuga. Demi anak-anak asuh kita, Momoi!"

Momoi berfikir sebentar. Benar juga apa kata Riko. Ini demi anak-anak asuh mereka. Pasti apapun akan mereka korbankan untuk mereka.

"Yap, aku setuju. Kita akan beri mereka kejutan!"

.

.

.

.

.

Di tempat lainnya, kamar para bocah pelangi.

"Kulokocchi, kamu dengel ada suala gak?" Bisik kise pelan.

"Mungkin itu hanya suala tikus Kise-kun." Jawab Kuroko seadanya.

"Tapi itu kayak suala olang lagi ngomong ssu! Jangan-jangan lumah kita kemalingan?!"

"Kise-kun sepeltinya kebanyakan menghayal." Jawab Kuroko bosan.

"Wuah, Kulokocchi ja_"

Hawa ruangan tiba-tiba berubah dingin dan tubuh Kise merinding disko setelah sebuah kalimat ditunjukan kepadanya. "Tidul-lah Lyouta! Kau mengganggu tidulku." Ucap Akashi tiba-tiba.

Dan setelah itu keadaan kamar menjadi hening kembali dan hanya suara jangkrik yang terdengar.


Together

All character Kuroko no Basuke punya Fujimaki Tadatoshi

Warning

OOC, Chibi!GoM, Chibi!Kagami, typo dan lain sebagainya


Chapter 3 -Tahun ajaran baru? Masuk TK?-

"Loh, kamu kenapa Kise? Kok wajah mu kusut gitu?" tanya Aomine yang baru saja bangun tidur.

"Semalem Kise-kun habis melasakan mimpi buluk yang paliiiinnng buluk." Sahut Kuroko datar, sedikit melirik Akashi yang lagi beresin tempat tidur.

Akashi yang sadar, langsung menatap Kuroko sembari tersenyum. Bagaikan panah yang melesat tajam, Kuroko langsung bisa merasakan aura hitam yang menusuk dirinya dengan hanya melihat senyuman Akashi. 'Hiiii!' batin Kuroko ngeri.

OOC banget kan kalau tiba-tiba Kuroko teriak ketakutan sambil masang muka horror gitu.

Aomine semakin penasaran dengan maksud mimpi yang Kuroko bilang. "Mimpi apaan si? Mimpi dikejal setan ya?" tanyanya.

Kise ragu-ragu ingin cerita. Mau cerita jadi serba salah, kayak lagunya Raisa itu.

Apalagi salahku

Apalagi salahmu

Ku tak mengerti

Dengan terpaksa Kise menelan ludah pahit. "Bukan apa-apa kok Aominecchi. Mimpi ku ini sangaaaaat selaaammm, makannya kalau aku celitain ke Aominecchi, nanti Aominecchi kena kutukan ssu." Jelas Kise bohong.

"Benalan itu? Kalo begitu jangan dicelitain deh. Aku gak mau kena kutukan. Hiiii selam." Aomine dengan bodohnya percaya begitu saja. Tapi tidak dengan Midorima yang akalnya pinteran dikit itu dari Aomine.

Dia tau maksud mimpi seram itu adalah Akashi. Dengan segala pertimbangan demi keselamatan Aomine, pasti Kise enggak mau cerita. Dan sekarang Midorima hanya geleng-geleng kepala melihat Akashi yang senyum-senyum sendiri itu.

Merah bertemu hijau, Midorima dapat melihat kalau Akashi tengah menyampaikan kalimat padanya, dengan cara membuka mulutnya yang tanpa suara. 'Ke-na-pa kau me-li-hat-ku se-per-ti i-tu, Shin-ta-lou?'

Seketika itu juga, kacamata Midorima retak.

TRAAKK

"Wah! Midochin, kacamata nya letak." Sahut Murasakibara yang melihat kejadian ajaib itu.

"Bahaya tuh! Nanti matanya bisa beldalah. Sebaiknya bilang Kak Liko supaya dibeliin yang balu." Sahut Kagami ikut-ikutan.

Midorima panik. "S-sudahlah, nodayo. Ini bukan apa-apa. Kalian mandi duluan gih, aku mau dengel Oha-asa dulu, nodayo."

Tanpa semuanya sadari, Akashi tersenyum menyadari sesuatu. 'Telnyata pelkataan ku bisa buat kacamata pecah. Kelen!' pikirnya OOC.

xxxxx

Di ruang makan, bocah-bocah pelangi menatap horror Momoi dan Riko yang tersenyum bahagia, yang terlihat bagi mereka sangat menakutkan.

Kagami yang masih anak baru di pelangi, merasa heran dengan tingkah laku orang tua asuhnya, mencoba bertanya pada Kuroko. "Kuloko, meleka kok senyumnya selem gitu. Kenapa ya?"

"Tenang saja, Kagami-kun. Pasti ada sesuatu yang meleka lagi pikilkan. Olang dewasa emang susah dimengelti." Jelas Kuroko yang sebenarnya juga enggak tau masalahnya.

"Nah! Semuanya makan dengan lahap ya. Setelah ini kita punya kejutan untuk kalian." Sahut Momoi senang. Saking senangnya, dia tidak berhenti senyum walaupun lagi makan.

"Wuah! Kejutan! Kejutan apa Kak Momoicchi?" tanya Kise antusias.

"Ra-ha-sia. Makannya kalian makan dulu, nanti baru kita kasih tau. Iyakan, Riko?" jelas Momoi yang langsung dibalas Riko dengan anggukan mantap.

Setelah itu mereka makan dengan bahagia. Ada satu hal yang baru mereka ketahui, ternyata Kagami itu makannya lahap banget. Kira-kira dia sudah menghabiskan tiga nasi goring ukuran orang dewasa. Aomine yang melihatnya merasa kasihan pada Kagami. Enggak takut sakit perut apa? Apalagi itukan buatan dari dua manusia yang jago meracuni orang.

.

.

.

.

.

.

Selesai makan, mereka berkumpul di ruang tengah menunggu kejutan yang sudah dijanjikan. Yang paling antusias itu, Kise, Aomine sama Kagami. Kuroko, Midorima, Akashi yang diem-diem juga sebenarnya penasaran. Murasakibara? Dia juga penasaran kok, tapi lagi asik sama snack nya sendiri.

Datanglah kedua pengasuh mereka. Senyuman masih terpampang di wajah mereka. "Pasti kalian penasaran ya, apa kejutannya?" tanya Riko.

"Aku penasalan sekali ssu!" sahut Kise girang.

"Biasa aja." Sahut Aomine dan Kagami barengan, yang langsung dilanjutkan dengan perebutan hak yang dapat menyebut kalimat tadi pertama kali.

"Sudah-sudah. Setelah perundingan panjang yang menentukan nasib kalian, akhirnya aku dan Momoi memutuskan kalian untuk masuk TK." Jelasnya.

Keadaan menjadi hening sesaat.

KRIK

KRIK

"Umm, TK itu apa ya?" tanya Kise tiba-tiba.

Gubrak!

Sebenarnya cukup wajar kalau mereka tidak tau TK atau Taman Kanak-kanak itu apa. Melihat kehidupan sebelumnya yang tidak terlalu baik.

"Ah, menurut Wikipedia itu TK atau lebih tepatnya Taman Kanak-kanak itu adalah jenjang pendidikan anak usia dini dalam bentuk pendidikan formal." Jelas Riko.

KRIK

KRIK

"Aku enggak ngelti." Sahut Kagami polos.

"Riko, kau jelasinnya terlalu belibet. Biar aku saja yang jelasin." Omel Momoi.

"Jadi di TK nanti kalian akan belajar untuk menulis ataupun membaca. Enggak cuma itu, disana nanti kalian akan dapat teman baru dan bermain bareng-bareng. Gimana menyenangkan bukan?" lanjutnya.

Momoi dan Riko dapat melihat sinar kagum ataupun bahagia terpancar dari mata bocah pelangi ini. Mereka sangat imut dan polos.

"Waaah keleenn banget ssu!"

"Oh aku ngelti sekalang. Jadi yang selama ini aku liat itu namanya TK." Sahut Kagami.

"Kamu udah pelnah ngeliat TK, nodayo?" tanya Midorima penasaran.

"He'eh. Waktu itu aku lagi mutel-mutelin jalan. Disitu aku ngeliat gedung banyak anak-anak kayak kita lagi main. Di situ juga ada olang dewasanya." Jelas Kagami.

"Pasti menyenangkan disana." Sahut Murasakibara.

Momoi dan Riko yang melihat percakapan kecil ini, sungguh bersyukur bisa mengasuh mereka bertujuh. Betapa bahagianya bisa melihat sinar cerah dari wajah mantan anak-anak jalanan ini.

"Karena menyenangkan, kami ingin kalian juga ikut senang-senang. Maukan kalian?" tanya Momoi yang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi mereka.

Ketujuhnya mengangguk setuju.

"Kalian memang anak-anak kami. Aku jadi ingin memeluk kalian." Sahut Riko tiba-tiba.

Tanpa terduga, mereka memeluk Riko dan Momoi, meresakan kehangatan yang mereka terima. Kehangatan yang selama ini mereka cari.

Setelah beberapa detik, pelukan pun terlepas. Riko menjauh mendekati lemari yang tidak jauh darinya, mengambil sesuatu. "Ta-da~ ini seragam baru kalian. Pakaian ini dipakai saat kalian belajar ya. Silahkan kalian coba."

"Selagamnya kelen." Sahut Aomine kagum.

Mereka bertujuh berganti pakaian dengan seragam TK barunya. Baik Riko maupun Momoi, langsung tersenyum lucu melihat keimutan mereka. Kaos berwarna biru dongker lengan panjang dengan gradiasi warna putih menghiasi kerah bajunya. Gambar bebek kuning tertara di dada kanan. Ditambah celana pendek warna putih dengan topi bertali warna kuning, menambah kesan imut pada diri mereka.

"Imuuuuut bangeeet kalian!" sahutt Momoi dan Riko.

"Kalau begini, Akashi jadi gak terlihat serem ya. Malahan imut banget." Sahut Momoi.

"Kau benar sekali, tapi aku tidak tega melihat Aomine yang warna kulitnya hampir menyatu dengan baju…Hahaha." Balas Riko.

"Wah, sepertinya baju Murasakibara kekecilan deh. Coba kau cari yang agak besar Momoi."

Saat kedua orang dewasa saling ngomong tidak jelas, para bocah pelangi lagi sibuk memperhatikan penampilan mereka.

"Kak Momoi enggak takut mati ya?" yang mulai pertama kali Kagami.

"Benal ssu! Dia ngomongin Akashicchi kayak engga teljadi apa-apa kemalin." Balas Kise yang ikut-ikutan.

Kuroko langsung menjitak kepala temannya itu, sebelum memberikan tanda untuk diam, sebelum menunjuk Akashi yang lagi main sama gunting. Seketika mereka terdiam.

"Oke! Mulai besok kalian akan pergi ke TK!" sahut Momoi.

"Yeay! Kita akan belajal belsama ssu!" sahut Kise yang paling girang dari tadi.

xxxxx

Keesokan harinya di TK yang bernama Cahaya Matahari, kegaduhan terjadi karena kedatangan murid baru.

"Wah, Teppei kami jadi merepotkanmu."

"Tidak apa-apa kok. Mereka pasti senang dapat teman baru." Balas Teppei, kepala sekolah dari TK ini ramah.

"Kalau begitu kami menitipkan mereka dulu ya!" sahut Riko pergi diikuti Momoi.

.

.

.

.

.

Keadaan kelas yang diberi nama Teiko ini, tujuh bocah tengah berdiri mencoba memulai perkenalan.

"Nah coba, perkenalkan diri kalian masing-masing." Ucap Lisa, guru yang akan mengajar mereka mulai saat ini.

"Pelkenalkan namaku Kise Lyouta. Salam kenal semua!" sahut Kise girang tanpa rasa canggung sedikit pun.

"Namaku Kuloko Tetsuya. Salam kenal." Sahut Kuroko yang membuat kaget seiisi kelas.

'sejak kapan dia disitu?' batin sang guru.

"N-namaku, Ka-Kagami Taiga." Ucap Kagami ragu.

"A-Aomine Daiki. Salam kenal." Entah nervous atau ketularan gagapnya Kagami, Aomine ikut-ikutan gagap.

"Mulasakibala Atsushi. Aku suka sekali snack." Ucap Murasakibara tidak nyambung.

"Namaku Akashi Seijuuro." Ucap Akashi singkat.

Hari pertama mereka lewati dengan hal yang menyenangkan. Kise langsung mendapat banyak teman. Kuroko terkadang membuat gaduh karena kehadirannya yang tiba-tiba. Akashi, sok cool walaupun kadang menerima ajakan ngobrol dari yang lain. Murasakibara, menemukan teman baru pecinta snack juga. Kagami yang malu-malu tapi akhirnya akrab juga. Midorima diam, selalu saja yang lain yang mulai pembicaraan. Sedangkan Aomine suka nimbrung dimana-mana.

Dan sejak saat itu, kehidupan TK mereka dimulai.

Chapter tiga selesai~


Balasan Riview

Aoki : Terima kasih sudah Riview :) Pair tetap ya? Leavi enggak berencana untuk pair tetap. Mungkin ada hint aja kalau Leavi lagi mau..hehe Ini dia chapter tiganya.

VilettaOnyxLV : Friendship ya? Setuju deh sama kamu..haha Terima kasih, ini chapter tiganya. :)

Lawliet Vert : Oke deh, siip! Terima kasih sudah meriview :D

Widi orihara : Yap dia ditemuin Riko. Pasti nanti ada masa lalu dari semuanya. Ditunggu aja ya. Thanks :)

Pertama Leavi mau ngucapin maaf telat update. Benar parah ya? Hehe

Terima flame kok, tenang aja.

Terus thanks yang udah follow, fav, riview dan silent rider yang udah baca

Berasa gak si, kalo disini Leavi kayak buat Akashi tuh nyeremin gitu. Maaf buat fans nya (_ _)

Kalau gak lucu dan malah garing, maaf.. Leavi sedang tidak punya banyak humor..

Udahlah dari pada banyak bacot

Akhir kata, Riview, please?