"Kau? Kyuhyun–ah? Kalian?" Namja itu kaget saat melihat siapa yang memanggilnya dan siapa yang didepannya. Mereka mempunyai wajah yang hampir mirip. Ah kejutan apa lagi ini? Kenapa setiap orang yang melihat mereka mengira bahwa mereka sama?

'Cih, jelas – jelas aku lebih tampan dari pada dia' batin Kibum sambil memuji dirinya.

"Bummie..." Kibum langsung mengalihkan matanya dari Kyuhyun ke objek yang baru saja memanggilnya. Kemudian ia tersenyum dengan cerah.

"Eomma..." Kibum berjalan menghampiri Eommanya yang tengah berdiri didekat mobil pribadi mereka. "Aigo, maafkan Eomma ne, Eomma terlambat. Kajja kita pulang... Eomma akan memasakkan makanan kesukaanmu..." Ajak Jaejoong kemudian ia memasuki mobionya, disusul dengan Kibum.

Beberapa saat kemudian Jaejoong dan Kibum pergi meninggalkan lingkungan sekolah. Namun sebelum benar – benar pergi Kibum memandang tajam kearah Kyuhyun dan kemudian menyeringai. Kyuhyun yang sejak tadi juga memperhatikan Jaejoong menjadi tersentak melihat seringaian Kibum yang cukup menyerikan.

.

'Mungkinkah itu, Joongie'

.

Chapter 2

Disclaimer : Milik Tuhan, agensi, diri sendiri dan Orang tua mereka.

Rate : T

Genre : Romance / Drama / Family.

Warning : BOYLOVE, AU, OOC, TYPO(S), ALUR LAMBAT(?)!

Oke sudah saya peringatkan tentang alurnya ya! Memang sengaja saya buat lambat :p

DON'T LIKE DON'T READ.

Pairing Utama:

YUNJAE

KIHAE

and Other

.

.

.


Beautiful Thing © fanboyHAE


.

.

.

Tak butuh waktu yang lama, pasangan ibu dan anak itu sudah sampai dirumah mereka. Setelah memarkirkan mobil digarasi, mereka berdua segera masuk kedalam rumah. Kibum menuju kamarnya yang berada dilantai dua, sedangkan Jaejoong langsung menuju tempat favoritnya yaitu dapur.

Didalam kamar, Kibum segera mengganti pakaian sekolahnya menjadi pakaian santai. Tetapi sebelumnya Kibum telah membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Baru setelah ia selesai berpaian, ia melangkahkan kakinya menuju dapur karena memang rasa lapar yang melandanya sangat menyiksa. Sekaligus menemani sang Eomma tercinta.

"Eomma..." Sapa Kibum saat ia telah sampai ditempat tujuannya. Ia tersenyum saat melihat Eommanya memasak dengan gaya yang begitu keren dan begitu cekatan. Eommanya sungguh Namja yang luar biasanya. Tak salah jika Kibum begitu mengidolakan Eommanya dan membuat orang yang akan menjadi pendampingnya kelak mempunyai sifat yang seperti Eommanya.

Setelah ia memperhatikan Eommanya selama beberapa saat, ia mendudukan dirinya dikursi ruang makan yang kebetulan masih seruang dengan dapur—karena rumah mereka berdua memang ditancang minimalis—.

"Sebentar Bummie, makanan akan siap sebentar lagi." Jaejoong masih sibuk mempersiapkan berbagai alat makan dimeja dan menuangkan hasil masakannya diatas piring ataupun mangkuk yang telah dipersiapkannya tadi dengan anggun dan tak merusak keindahan(?) dari bentuk makanan itu.

"Nah selesai..." Kata Jaejoong ceria saat melihat hasil karyanya yang begitu menggiurkan, bahkan Kibum pun sudah tak sabar untuk segera memakan semua makanan yang telah dimasak yang Eomma itu.

"Selamat Makan..." teriak Kibum dan Jaejoong bersamaan. Kemudian mereka mengambil peralatan makanan mereka dan memakan makanan yang tersaji diatas meja itu.

Kibum yang baru saja di ambilkan semangkuk nasi oleh Eommanya memilih sub tahu pedas menjadi lauknya. Karena ia begitu menyukai cita rasa makanan itu. Ditambah makanan itu adalah buatan Eommanya. Lauknya ia memilih cabe hijau(?).

"Ne Bummie, bagaimana sekolahmu hari ini?" tanya Jaejoong saat ia selesai mengunyah makanannya, kemudian ia menyuapkan makanan itu kemulutnya lagi.

"Biasa saja, tapi aku menemukan hal yang menarik Eomma dan pastinya tidak akan membuatku bosan untuk bersekolah disana..." Kibum menjawab sambil menyeringai.

Jaejoong menghela nafas. Ditatapnya wajah anaknya lekat – lekat. "Kau tidak berbuat jahil, kan?" tanya Jaejoong curiga setelah ia melihat seringaian dari bibir anaknya.

"Aniyo Eomma..." jawab Kibum menggantung. Kemudian ia memadang mata Eommanya yang begitu mirip dengannya. "Hanya saja, aku tadi memukul orang yang telah mengganggu teman sekelasku." lanjut Kibum cuek.

Jaejoong membelalakan matanya. "Mwo? Ya! Bagaimana mungkin kau melakukan itu dihari pertamamu sekolah? Siapa yang mengajarimu eoh?" Jaejoong menggeleng – geleng pasrah dengan sikap Putranya itu. Jaejoong sama sekali tak bisa berikir, bagaimana Kibum bisa mewarisi kelakuannya dulu, padahal ia sama sekali tak pernah mengajarinya.

Kibum meletakkan sumpit yang tadi berada ditangannya. "Tapi Eomma aku melakukan itu karena ia telah mengganggu temanku, bahkan hampir menyakitinya. Mana tega aku melihat orang lemah ditindas..." Jawab Kibum cuek kemudian meminum segelas air. "Bukankah saat Eomma masih sekolah dulu juga melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan eoh?" Kibum menggoda Eommanya. Kibum tau bahwa waktu Jaejoong masih seumuran dengannya juga sering sekaloh berkelahi dan berbuat onar, oleh karena itu sifat Kibum sekarang pasti didapat dari Jaejoong, namanya juga sedarah. Seperti kata orang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

"YA!" Eommanya hendak protes. Namun tidak jadi karena tiba – tiba Kibum memandangnya dengan tatapan tajam yang membuat Jaejoong menghentikan kata – katanya dan memasang wajah bingung.

Kibum mendekat kearah Eommanya. Kemudian ia menyentuh kepala Eommanya yang terlihat ada sesuatu yang berbeda. "Kenapa dengan kepala Eomma? Kenapa bisa ada benda ini? Apa Eomma terluka? Siapa yang melakukannya Eomma? Biar Kibum yang membalasnya!" tanya Kibum bertubi – tubi dengan tingkat posesiv yang berlebihan. Tidak berlebihan sebenarnya, mengingat ini tentang keselamatan Eommanya. Anak mana yang ingin melihat Ibunya menderita. Sebagai anak yang baik, Kibum tak bisa diam diri.

"Aigo, anak Eomma yang tampan, Eomma tak apa – apa, lagi pula ini hanya luka kecil karena hal yang tak disengaja..." jawab Jaejoong sedikit berbohong. Karena sebenarnya luka dikepalanya menimbulkan rasa sakit, tapi ia berbohong agar Kibum tak terlalu mengkhawatirkannya. Jaejoong tau betul bagaimana sifat putra tercintanya itu.

"Aku tidak percaya, Eomma pasti bohong, aku tau luka itu pasti parah. Lihat perbannya sampai ada bekas darah seperti itu." Kibum memandang luka dikepala Eommanya dengan tatapan sedih. "Bilang padaku siapa yang melakukan ini semua terhadap Eomma? Beraninya membuat Eomma hingga terluka seperti ini."

"Tenanglah, Eomma tak apa, lagi pula orang itu tak sengaja melakukannya. Eomma juga sudah memaafkannya..." Jaejoong menjelaskan dengan lembut. Berharap anaknya bisa mengerti dan tak terlalu cemas dengan keadaanya. Dan pada akhirnya Kibum memeluk Eommanya dengan erat. Menandakan ia senang Eommanya baik – baik saja walaupun tak yakin seratus persen.

.

.

.

.

.

Dua orang Namja baru saja turun dari mobil mewah yang baru saja terparkir di depan sebuah rumah yang begitu mewah. Sebenarnya authorpun tak yakin itu di sebuat rumah atau sebuah istana mengingat ukuran bangunannya yang sangat besar serta desain yang begitu menawan. Tapi satu yang pasti, pemiliknya adalah orang yang sangat sangat kaya.

"Kalian sudah pulang?" tanya seorang Yeoja paruh baya masih terlihat seperti berumur tiga puluh tahunan kepada dua orang Namja yang baru saja memasuki rumah megah itu.

"Ne..." Jawab lesu salah satu Namja yang paling muda. Jung Kyuhyun. Kemudian ia mendudukkan dirinya disampaing Yaeoja itu. Jung Heechul.

"Kau kenapa Kyunnie?" tanya Heechul sambil mengelus rambut cucunya itu dengan penuh kasih sayang. "Kau marah dengan Halmonie eoh?" tanyanya lagi.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Lalu? Apa kau marah dengan Appa?" tanya Heechul lagi dengan hati – hati, kemudian memandangi Namja satunya yang juga sudah duduk di depan Heechul dan Kyuhyun.

Namja yang dipandangai Heechul hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya, tanda bahwa ia tak tau ada apa dengan Kyuhyun.

"Kau marah dengan Appa eoh?" tanya Namja dengan mata elang itu. Jung Yunho, ayah dari seorang Jung Kyuhyun dan anak dari Jung Heechul.

"Aniyo Appa..." jawab Kyuhyun sambil mengandarkan kepalanya dibahu sang nenek.

"Lalu kenapa kau terlihat sangat murung Kyunnie? Kau ada masalah eoh? Coba ceritkan kepada kami, siapa tau kami bisa membantumu." tanya sang Appa dengan bijak sana. Kyuhyun menggelangkan kepalanya lagi.

"Tadi dikelas Kyunnie ada murid baru dan..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya.

"Dan?" neneknya memancing Kyuhyun agar melanjutkan ucapannya tadi.

"Dan dia seorang Namja, tapi ada yang aneh darinya." Lanjut Kyuhyun.

"Aneh?" tanya sang Nenek lagi. Sedangkan Yunho hanya memandang wajah anaknya dengan bingung. Apa hubungannya ia menjadi lesu dengan anak baru dikelasnya?

"Apa dia mengganggu Kyunnie?" tanya Yunho.

"Bukan itu. Yang membuatnya aneh yaitu..." Kyuhyun menghela nafas. "Wajahnya mirip dengan wajah Kyuhyun. Hanya berbeda dibentuk mata dan bibir..." Kyuhyun memejamkan matanya. Mencoba mengingat wajah Kibum, murid baru dikelasnya. "Bisa di bilang kami seperti kembar."

"MWO?" teriak duo Jung dewasa bersamaan.

Yunho jadi ingat saat ia menjemput Kyuhyun tadi, ia hampir saja mengajak orang yang benar – benar mirip dengan putranya. Sedangkan Heechul malah membayangkan wajah cantik Jaejoong yang telah ditabraknya tadi siang.

"Eomma telah menemukannya..." kata Heechul ambigu sambil menatap putranya dengan penuh arti.

"Apa maksud Eomma? Siapa yang telah Eomma temukan?" tanya Yunho tak mengerti.

Heechul mengambil nafas yang dalam. Kemudian ia kembali memandang wajah Yunho yang kelihatan sangat penasaran. "Jaejoong, Eomma tadi bertemu dengannya secara tidak sengaja di pusat perbelanjaan."

Mata Yunho membelalak sempurna. "Eomma yakin?" tanya Yunho dengan suara bergetar.

"Ne, sangat yakin..."

"Jaejoong? Apakah Kim Jaejoong?" tanya Kyuhyun yang ternyata juga mendengarkan percakapan sang Nenek dengan sang Appa.

"Bagaimana kau tau tentang Kim Jaejoong?" tanya Jung Heechul sedikit kaget. Karena seingatnya ia dan Yunho tak pernah menyebutkan nama Jaejoong sebelumnya.

"Itu nama dari Ibu murid baru dikelasku. Kim Kibum. Kata Kibum Eommanya seorang Namja pregnant.." jawab Kyuhyun sekenanya. Entah kenapa Kyuhyun menjadi hangat saat menyebut nama Kim Jaejoong. Seperti perasaan yang entah kenapa begitu ia rindukan.

"Mwo? Kau yakin nama Ibu temanmu itu adalah Kim Jaejoong?" Heechul menatap Cucunya dengan mata yang tergambar jelas dengan rasa penasaran.

"Ne Halmoni. Kata beberapa teman sekelas Kyuhyun yang telah melihat wajahnya, Kim Jaejoong adalah seorang Namja dengan wajah yang begitu cantik, bahkan mengalahkan kecantikan Yeoja sekalipun. Dan tadi saat aku pulang, aku melihatnya sekilas bersama Kibum." Jawab Kyuhyun. Sebenarnya ia begitu iri dengan Kibum yang entah apa alasannya ia juga belum tau pasti.

"Jangan – Jangan yang aku lihat tadi benar – benar Joongie?" lirih Yunho.

"Mungkinkah?"

.

.

.

.

.

Kibum berdiri di balkon kamarnya dengan megang hanphone kesayangannya. Jari – jari kurusnya terlihat sibuk mengetikkan sederet angka di layar touchcreennya. Sepertinya ia hendak menghubungi seseorang.

'Yeobeoseo?' Jawab seseorang yang baru saja di hubungi Kibum

"Nenek, ini aku Kibum yang paling tampan..." kata Kibum. Saat ini ia sedang menelfon Neneknya yang berada di Jepang.

'Aigo Bummie, akhirnya kau menghubungi nenekumu yang sangat cantik ini. Nenek kira kau lupa dengan nenek...'

Sepertinya bisa di simpulkan sifat narsis Kibum menurun dari siaapa eoh?

"Tentu saja tidak nenekku yang paling cantik. Beberapa hari ini Bummie dan Eomma sangat sibuk dengan beberapa hal, jadi belum sempat menghubungi Nenek." Jelas Kibum sambil memandang langit di atas sana.

'Arraseo, lalu dimana Eommamu saat ini?' Tanya sang nenek kepada cucunya.

"Eomma sedang sibuk dengan restoran barunya..." Kibum mengeluh. "Oya, Nek, Kibum punya berita yang sangat besar..."

'Berita besar?'

"Ne, Kibum menemukannya nek, Kibum menemukan saudara kembar Kibum." Kibum menyeringai. "Namanya Jung Kyuhyun, dia satu kelas dengan Kibum."

'Mwo? Kau yakin itu saudara kembarmu? Apa Eommamu tau?'

"Aku yakin Nenek, Namja itu mempunyai wajah yang hampir keseluruhan mirip denganku. Hanya berbeda pada bentuk mata dan bibir..." kata Kibum sambil membayangkan wajah Kyuhyun. "Dan soal Eomma, ia tak tau apa – apa, bahkan sampai saat ini Eomma juga belum mengetahui bahwa sebenarnya Kibum sudah mengetahui tentang saudara kembar Kibum.

Kibum memang sengaja merahasiakannya dari sang Eomma, bahwa ia sudah mengetahui semua masa lalu Jaejoong. Mulai dari kenapa Eommanya sangat membenci sang Appa, hingga rahasia bahwa ia mempunyai seorang saudara kembar yang dibawa oleh Appanya. Semua informasi itu ia dapat dari sang Nenek.

Awalnya sang Nenek enggan menceritakan tentang masa lalu Jaejoong. Tapi melihat tekat Kibum untuk mengetahui apa yang membuat Jaejoong sedih saat memabahas tentang Appanya, akhirnya sang Nenek menceritakan semuanya. Dan sejak saat itu Kibum bertekat melindungi Eommanya, terutama dari sang Appa yang ia yakin bukanlah Namja yang kuat dan tak bisa mempertahankan prinsipnya.

'Aigoo, bagaimana mungkin semua menjadi sangat kebetulan seperti ini. Apa kau akan berencana memberitahukan kepada Eommamu?'

"Untuk saat ini, biarkan Eomma tak mengetahuinya..." Kibum menyeringai.

'Sepertinya ada sesuatu yang akan kau lakukan eoh?'

"Nenek paling mengerti aku... Kibum akan menutup telepon, nek. Eomma sudah pulang. Saranghae." Kata Kibum.

'Baiklah, sampaikan salam nenek kepada Eommamu...'

"Nde..."

.

.

.

"Eomma pulang..." seru Jaejoong saat ia memasuki rumah sederhananya.

"Hmmm..." Kibum yang duduk diruang tamu menjawab dengan cuek dan terus aja bergelut dengan kegiatannya, yaitu sedang membaca buku yang sangat tebal, buku kesukaannya. Sebenarnya itu hanya kedok.

"Ya! itukah sapaanmu kepada Eomma mu eoh?" Jaejoong melipat kedua tangannya didada. Kemudian memandang anaknya yang sedang membaca dengan tajam.

Sedangkan Kibum hanya tersenyum menanggapi Eommanya.

"Aish, sebaiknya aku mempersiapkan makan malam saja, Aigoo dari mana anak itu mempunyai sifat dingin seperti itu. Seingatku saat aku muda aku tak sedingin itu." Jaejoong meninggalkan Kibum menuju dapur. Dan Kibum tetap cuek dan kembali melanjutkan kegiatan membacanya.

Tak sampai satu jam. Meja makan yang semula kosong kini terisi dengan berbagai makanan yang cukup banyak. Mulai dari Kimchi, ikan bakar, ayam goreng, sup panas dan pedas, berbagai lalapan dan minuman. Padahal mereka hanya tinggal berdua, kan? tapi kenapa memasak begitu banyak?

"Eomma, kenapa banyak sekali makanannya?" tanya Kibum kaget melihat makanan yang begitu sangat banyak tersaji dimeja makan.

"Makan saja, Eomma sangat lapar, oleh karena itu Eomma maasak banyak untuk kita..." jawab Jaejoong cuek kemudian kembali melanjutkan acara makannya yang tertunda. Kibum tak ambil pusing, kemudian ikut bergabung dengan Eomma yang sudah mulai mekakan makanan.

Setengah jam berlalu, semula meja yang berisikan berbagai jenis makanan kita telah kosong dari tempatnya. Siapa lagi yang dapat menghabiskan semua makanan tadi?

"Eomma tidak hamilkan?" tanya Kibum sangat penasaran dengan Napsu makan Eommanya yang begitu besar.

"Apa kau bilang?" Jaejoong menjitak kepala Kibum dengan 'Sayang'.

"Appo Eomma..." rengek Kibum.

"Aish, makan banyak bukan berarti hamil... Lagi pula kau mau punya adik eoh?" kata Jaejoong sambil memandang tajam Kibum.

Kibum menggelang. "Shiro... anak Eomma hanya aku..."

Jaejoong mau tak mau tersenyum melihat anaknya yang biasa dingin menjadi sedikit manja dan merajuk seperti tadi.

"Sebaiknya kita tidur. Besok kita harus mempunyai tenaga untuk menyambut hari." Ajak Jaejoong. "Tapi sebelumnya, kau harus membantu Eomma mencuci semua ini, Kim Kibum"

Kibum menghela nafas berat. "Arraso Eomma". Jawab Kibum sambil membawa tumpukan piring – piring kotor. "Tapi setelah ini selesai Eomma harus memperbolehkan aku tidur dengan Eomma. Aku ingin memeluk Eomma."

"Aigoo. Anak ini manja sekali. Tapi tentu saja kau boleh tidur dengan Eomma."

"Gomawo Eomma"

.

.

.

Pagi harinya. Jaejoong dan Kibum sudah berada didalam mobil pribadi milik mereka. Mereka sengaja berangkat agak pagi karena pagi – pagi sekali tadi Jaejoong mendapat telepon dari pihak sekolah agar ia dan Kibum menemui kepala sekolah.

"Ya Tuhan, belum dua hari kau sekolah disana, tapi Eomma sudah dipanggil kepala sekolah karena ulahmu kemarin..." gerutu Jaejoong sambil mengemudikan mobilnya.

"Tenang saja Eomma, aku tak akan dikeluarkan. Lagi pula, kepala sekolah itu teman Eomma. Mana tega ia mengeluarkanku." Jawab Kibum cuek sambil terus memainkan handphonenya.

"Aish, mana bisa begitu..."

Selang beberapa menit kemudian. Mereka berdua sudah berada dilingkungan sekolah. Setelah memastikan mobil terparkir dengan benar, mereka berdua langsung melesat menuju kantor kepala sekolah. Saat ini keadaan sekolah masih sangat sepi. Hanya terlihat beberapa murid saja yang sudah datang.

Tok Tok Tok!

Jaejoong mengetuk pintu ruang kepala sekolah. Setelah mendapat sahutan dari dalam ia membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan, di ikuti oleh Kibum yang terlihat sangat santai seolah tidak terjadi apapun.

"Nah, Jaejoong–ahh, kau tau kenapa dipanggil kesini eoh?" kata Leeteuk sambil melepaskan kaca mata yang bertengger diantara wajahnya.

"Ne Hyung. Pasti gara – gara anak nakal ini…" Jaejoong memberi Kibum tatapan maut. Yang hanya ditanggapi oleh putranya itu dengan mengangkat kedua bahunya. Rasanya Jaejoong ingin sekali mematahkan tulang anaknya itu. Tapi karena rasa sayangnya yang begitu besar, ia urungkan niat kurang baik yang sempat terlintas dipikirannya.

"Kau benar, sebenarnya aku tak masalah. Tapi kemarin orang tua anak yang dipukul Kibum menghubungiku. Dan kebetulan merekalah pemilik yayasan yang menjadi pemasok utama sekolah ini. Bisa dibilang juga mereka pemilik sekolah ini."

"Mwo?"

Beberapa saat kemudian pintu kepala sekolah terbuka dengan sangat tidak elit. Menampakkan tiga orang Namja yang memasang wajah tak suka dan errr sepertinya sedang marah.

Kibum memandang mereka bertiga dengan santai, seolah – olah mereka adalah sekelompok orang yang sedang menahan ingin kebelakang. Jaejoong menghela nafas berat tetapi tidak menoleh kearah orang – orang itu. Sedang mempersiapkan mental mungkin?

"Appa orang itu yang telah memukulku..." rengek Namja yang paling muda sambil menunjuk Kim Kibum. Namja itu adalah Park Changmin.

"Jadi dia orangnya?" Namja yang dipanggil Appa atau bernama Park Yoochun itu menunjuk Kibum yang memandang mereka dengan tatapan datar. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju tempat Kibum duduk.

"Kau yang telah memukul anakku eoh?" tanya Yoochun sambil memandang tajam Kibum tajam, namun Kibum sama sekali tidak takut.

"Benar..." jawab Kibum santai dan membuat Yoochun jengah. Dengan cepat ia raih kerah Kibum hingga Kibum menjadi berdiri. Dan saat ia ingin memukul Kibum tiba – tiba.

BUKKKK!

Yoochun terjatuh setelah mendapat pukulan dari seseorang, tepat di wajahnya. Namja yang itu mengeluh sakit pada bagian mukanya. Ia sama sekali tak menyangka akan mendapatkan pukulan yang entah kenapa rasanya begitu tak asing.

"Jauhkan tanganmu dari tangan putraku..." Orang itu adalah Jaejoong. Namja yang terlihat begitu mengerikan dengan aura yang dikeluarkannya. Semua orang diruangan itu merinding, kecuali Kibum yang malah menyeringai melihat Eommanya yang terlihat begitu keren.

'Ini baru Eommaku' batin Kibum bangga.

Jaejoong menatap tajam Yoochun. Membuat Yoochun bergidik ngeri. Jaejoong melangkah mendekati Yoochun yang masih shock dengan apa yang terjadi dengannya barusan. Ia ingin memukul Namja yang berani menyentuh putranya itu. Selama ini walau Kibum telah berbuat salah namun Jaejoong tak suka jika ada yang melukai anaknya, sehingga membuatnya murka dan ingin menghajar orang itu. Namun niatnya terhalangi karena Leeteuk melarangnya.

"Hentikan Jaejoong–ahh, mereka adalah orang tua Changmin, Namja yang kemarin dipukul oleh Kibum..." sang kepala sekolah mencoba menjelaskan kepa Jaejoong. Namun sepertinya sia – sia.

"Aku tak peduli Hyung. Namja jelek ini sudah berani menyentuh anakku dan berniat menghajarnya. Asal kalian tau, hanya aku yang boleh menghajar Kibum..." ucapan Jaejoong baru saja sukses membuat Kibum pundung. Dan semua orang kaget.

"Eomma~~" rengek Kibum. "Diam Kau Kim Kibum... Ini urusan orang dewasa, anak kecil dilarang ikut campur..." Kibum pundung lagi.

"Jaejoong Hyung?" salah satu dari Namja itu memanggil Jaejoong. Tepatnya Namja yang berdiri di samping Changmin.

"Ehhh?" Jaejoong memandang siapa yang telah memanggilnya dengan inten. Aura yang dikeluarkan oleh tubuhnya juga sudah berkurang. "Nuguya?" tanyanya lagi.

Gubrak!

Dengan sangat tak elit Namja yang telah memanggil Jajeoong tadi terjatuh. Entah apa alasannya. Kaget? Entahlah.

Oke lupakan adegan jatuh menjatuh(?) tadi.

"Park Junsu, Hyung. Kau tak ingat?" Namja yang mengaku sebagai Park Junsu itu mendekati Jaejoong.

"Park Junsu?" Jaejoong terbelalak, sepertinya mulai ingat.

"Ne Hyung, aku Park Junsu..." jawab Junsu senang.

"Park Junsu itu siapa?" lanjut Jaejoong dan sukses membuat orang diruang itu terjatuh dengan sangat tidak elit.

Tuk! Junsu memukul kepala Jaejoong dengan pelan.

"Ya, kenapa kau memukul kepalaku?" kata Jaejoong tak terima.

"YA! Benarninya kau memukul Eommaku, bibi!" Kali ini Kibum yang tak terima.

"Diam Kibum…" Eommanya malah menyuruh Kibum diam. Padahal niat Kibum begitu baik(?) yaitu ingin menghajar Namja jelek itu.

"Agar kau ingat dengan kami Hyung?" Jawab Junsu santai, walaupun dalam hati ia berdoa semoga Namja cantik ini tidak membalasnya.

"Kalian sudah saling kenal?" Leeteuk bertanya kepada Jaejoong dan Junsu sambil membantu Yoochun berdiri. Changmin masih terus mematung dan Kibum memandang Changmin dengan tatapan yang mematikan.

"Aku tidak merasa mengenalnya..." jawab Jaejoong cuek dan berhasil mendapat sebuat jitakan dari Junsu lagi.

"YA!"

"Yoochun–ahh, lepaskan kaca matamu..." kata Junsu kepada suaminya. Kemudian ia dan Yoochun melepaskan kacamata hitam yang sejak tadi mereka kenakan.

"Kau? Kau jidat lebar dan kau pantat bebek?" teriak Jaejoong dengan histeris sambil menunjuk kedua Namja itu secara bergantian.

"Sebutan apa itu Hyung...." rengek Junsu karena Jaejoong menyebutnya pantat bebek? Uh, sebutan macam apa itu.

"Jadi dia Jaejoong Hyung? Uri Kingka?" Yoochun kembali menatap Jaejoong dengan pandangan tak percaya.

"Benar..." jawab Junsu. Kemudian ia dan Yoochum menuju arah Jaejoong dan memeluk Namja cantik itu dengan sangat erat.

"Aigo Hyung, tujuh tahun tidak bertemu membuatmu lupa dengan kami eoh? Sahabat macam apa kau?" kata Yoochun saat memeluk tubuh Jaejoong dengan erat. Padahal Yoochun sendiri baru sadar bahwa Jaejoong adalah temannya bukan?

"Sudah ingat denganku, Changmin–ahh…" bisik Kibum di teliga Changmin. Membuat Namja itu kaget karena tidak menyadari sejak kapan Kibum sudah berdiri disampingnya.

Changmin menelan ludah. Kibum adalah orang yang tujuh tahun lalu begitu ia cintai. Saat itu ia berumur sepuluh tahun. Namun karena terjadi kesalahpahaman antara Changmin dan Kibum, akhirnya terjadi perkelahian diantara mereka, menyebabkan Changmin patah tulang dibeberapa bagian. Sedangkan Kibum yang memang jago berkelahi hanya mengalami luka ringan saja. Kejadian itu saat Changmin dan keluarnya masih berada di Jepang.

.

.

.

"Jadi kau telah memukul Changmin, Kibummie..." Jaejoong mencoba menanyai Putranya lagi, walaupun pada kenyataanya semua itu benar. Jaejoong mengira mungkin saja pendengarannya sedikit terganggu.

"Ne..." jawab Kibum santai.

"Kenapa kau melakukannya eoh? Kau mau mematahkan tulangnya lagi eoh?" Jaejoong mengeluarkan aura mengerikan.

"Aku punya alasan Eomma..." bantah Kibum yang juga mengeluarkan aura yang sama persis dengan milik Jaejoong.

Mereka berdua saling adu tatapan maut tanpa mempedulikan empat orang lainnya yang kini sedang bergidik ngeri dengan aura yang dikeluarkan pasangan Ibu dan anak itu.

'Mereka begitu mengerikan…'

.

.

.

'Jadi itu yang namanya Kim Jaejoong?'

.

.

.


—TBC—


Chapter 3 dengan 3,413 words...

.

followme - fanboyHAE

.

#HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay #HappyJaejoongDay

~Happy the 28th birth day to our #KimJaejoong Y(●`∀´●)(●´∀`●)J

HAPPY BIRTHDAY KIM JAEJOONG

HAPPY BIRTHDAY bornfreeonekiss

HAPPY BIRTHDAY YUNHO WIFE

HAPPY BIRTHDAY URI EOMMA

HAPPY BIRTHDAY URI BEAUTIFUL BOO

This Part I dedicated for you :*