Mask of Szwennockha © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and other supported casts.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Crime and unknown genre.

Rated: PG-15

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from a beginner author, an absurd plot, full of gajeness, typo(s).

Summary: Ini kisah dua orang yang datang dari dua negara musuh bebuyutan, Korea Utara & Selatan. Melalui sebuah 'pelarian', Szwennockha atau yang memiliki nama lain xxxx datang ke Korea Selatan dan bertemu seseorang yang kelak akan menjadi seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Part Three: The Tattooed Man

.

.

Sore menjelang malam di hari terakhir tahun ini. Kyuhyun duduk melamun di kursi panjang dalam cafe Les Cartenz. Hujan salju turun tak terkira banyaknya, dan cafe ini memiliki banyak pengunjung yang berdatangan untuk sekedar bersantai dan menikmati segelas hot coffee fresh from the oven. Oh lupakan, itu hanya perumpamaan, tak ada kopi yang benar-benar dimasukkan ke dalam oven.

Belum genap satu hari berlalu, tapi ini benar-benar membosankan.

"Kyuhyun hyung!" seseorang menepuk bahu Kyuhyun dari samping hingga pria itu terlonjak kaget.

"Ah, waeyo?" tanya Kyuhyun. Pemuda yang terlihat beberapa tahun lebih muda darinya itu menyerahkan sebuah nampan berisi secangkir kopi dan makanan ringan.

"Berhubung kau terlihat sedang santai, tolong antarkan pesanan ini ke meja 15 ya. Cafe sedang ramai, aku harus segera mengantarkan pesanan yang lainnya" kata pemuda itu sambil berlalu setelah Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Kyuhyun pun bangkit dan merapikan seragam karyawannya dan mengambil nampan yang akan di antarkan ke meja 15.

"Permisi, ini pesanan anda—"

"Annyeong Kyuhyun-ssi, nice to see you again"

Kyuhyun mengerjap sebentar, ah rupanya Choi Siwon.

"Ah annyeong Siwon-ssi, ini pesanan anda. Silahkan dinikmati" kata Kyuhyun sekali lagi seraya menaruh pesanannya ke atas meja. Saat Kyuhyun akan berbalik untuk kembali ke tempatnya, Siwon memanggilnya.

"Kyuhyun-ssi," panggil Siwon membuat Kyuhyun kembali berbalik, "Apa kau sedang santai?" tanya Siwon sedikit berhati-hati sambil melihat ke sekelilingnya.

Kyuhyun mengangguk sedikit tak yakin, "Err sebenarnya cafe sedang penuh tapi aku rasa aku punya waktu untuk sedikit bersantai"

Siwon tersenyum, "Kalau begitu tak keberatan kah untuk duduk sebentar bersamaku?"

Kyuhyun mengangkat bahunya kemudian menarik kursi yang berhadapan dengan Siwon dan duduk disana.

"Well Kyuhyun-ssi, tak kusangka kita akan bertemu lagi disini setelah pertemuan kita kemarin. Kau bekerja disini?" tanya Siwon sedikit berbasa-basi.

Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum, "Ya, aku bekerja sebagai pelayan disini"

Siwon berdecak, "Ckck, bekerja sebagai pelayan bisa sampai membuatmu berlayar ke berbagai negara? Hebat sekali!" puji Siwon. Kyuhyun menggeleng, "Bukan begitu, aku hanya bekerja sebagai pelayan part-time. Pekerjaan tetapku adalah seorang konsultan keuangan" jelasnya yang membuat Siwon membulatkan mulutnya.

"By the way, seragam coklat itu sangat cocok untukmu. Kau terlihat menonjol diantara pelayan yang lain" kata Siwon. Kyuhyun terkekeh malu karena dipuji, "Ah, jeongmal?" katanya sambil memperhatikan tubuhnya.

Saat kepala Kyuhyun bergerak menyamping untuk membenarkan posisi apron coklat tua yang melekat di tubuhnya, kerah seragam kerjanya yang berbentuk melebar tertarik ke bawah dan menampilkan leher jenjang Kyuhyun yang ternyata dihiasi beberapa tato kecil.

"Kyuhyun-ssi, kau memiliki tato di lehermu?" tanya Siwon sambil menunjuk leher Kyuhyun.

"Ah? Oh, iya" Kyuhyun mengusap lehernya yang terhiasi tato kemudian memperbaiki posisi duduknya.

"Tiga tato segitiga.." gumam Siwon dengan suara yang sangat pelan sehingga Kyuhyun tidak mampu mendengar apa yang Siwon ucapkan.

"Kyuhyun hyung! Tolong antarkan pesanan ini!" teriak seorang pelayan dari meja kasir yang membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya.

"Ah, iya. Tunggu sebentar!" kata Kyuhyun balas berteriak, pria yang kini memakai seragam pelayan itu kembali menatap Siwon, "Ah maaf Siwon-ssi, aku harus kembali bekerja. Silahkan nikmati pesananmu" setelah tersenyum meminta maaf Kyuhyun pun bangkit dan menghilang dari hadapan Siwon.

Siwon pun tak ambil masalah dengan menghilangnya Kyuhyun, ia masih akan tetap berdiam disini dan menikmati kehangatan kopi yang nikmatnya terasa hingga ke tulang. Tangannya merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel hitam dari sana, well ini adalah ponsel barunya yang ia beli saat ada di Busan. Sekedar untuk informasi kalian saja, untuk mendapatkan ponsel ini tidak lah mudah, saat membeli kau harus memenuhi semua prosedur pembelian dahulu sebelum bisa mendapatkannya ke tanganmu (prosedurnya itu seperti penyerahan identitas lengkap dan asli; dan tentu saja Siwon menggunakan identitas palsunya, dan sang penjual memasukan data diri beserta nomor telepon yang Siwon gunakan ke dalam database operator Lembaga Telekomunikasi Nasional yang dapat digunakan untuk men-tracking kegiatan komunikasi Siwon sewaktu waktu).

Tapi Siwon sudah tidak perlu khawatir lagi karena dua hari setelah mendapatkan ponselnya, Siwon meretas akun database itu dan menghapus data miliknya. Dan semuanya selesai.

Ia membuka aplikasi browser internet pada ponselnya dan mengetikkan beberapa keyword mengenai apa yang ia cari. Sebagai pemanasan ia mencari berita-berita seputar keadaan politik di Korea Selatan beberapa waktu terakhir ini, mulai dari berita perselisihan antar anggota kabinet hingga berita tentang penyelewengan undang-undang dan kekuasaan.

Hmm, tidak ada yang menarik untuk saat ini. Siwon mengalihkan perhatiannya dari ponsel pintar yang ia pegang ke sosok pria tanggung yang hilir mudik mengantarkan pesanan pelanggan. Bibir Siwon sedikit tertarik membentuk senyum, hanya pria itu yang terlihat menarik di matanya untuk saat ini.

Siwon mengeluarkan sesuatu dari dalam saku kemejanya, sebuah benda berbentuk seperti kartu kredit, hanya saja ukurannya lebih kecil dan sepertinya benda itu terbuat dari suatu bahan yang mirip dengan kertas minyak. Siwon menarik cangkir kopinya dengan hati-hati tanpa menyentuh badan cangkirnya kemudian menempelkan benda pipih itu ke badan cangkir. Tak lama Siwon melepaskannya dari sana dan meluncurkan sebuah aplikasi pada poselnya.

Finger print scanner.

Yup, Siwon berniat mengambil gambar sidik jari Kyuhyun yang melekat di cangkir kopinya dengan aplikasi rahasia super canggih ini (aplikasi ini dibuat oleh rekan kantornya yang dapat diunduh oleh anggota intel Korea Utara melalu website rahasia BNKU). Siwon cukup mengarahkan kamera ponselnya pada kertas yang mirip kertas minyak itu dan dengan cepat ia akan mendapatkan sidik jari Kyuhyun.

Tuk tuk tuk

Dinding kaca besar yang menjadi dinding yang memisahkan cafe itu dengan dunia luar diketuk seseorang dari luar. Siwon yang kebetulan duduk di dekat kaca yang diketuk itu menoleh untuk melihat siapa kah yang melakukannya.

Siwon melihat seorang pria berpakaian compang-camping yang teramat kotor dan dekil menatapnya dari luar, tangan pria itu melambai-lambai padanya memberi isyarat agar Siwon datang menghampirinya. Merasa tidak mengenal pria itu, awalnya Siwon hanya diam dan tidak mengacuhkannya. Namun sekali lagi pria itu mengetuk kacanya dan memberikan isyarat yang lebih banyak, membuat Siwon mau tak mau menghampirinya.

"Permisi, apakah kau mencariku?" tanya Siwon pada pria berpakaian compang-camping itu.

"Apa kau, errr.. Choi Siwon?" tanya pria itu. Siwon hanya mengangguk kecil sebagai jawaban 'iya'.

Pria aneh itu mengeluarkan sesuatu dari saku celana jeans belelnya, semacam surat hanya saja tak beramplop.

"Aku Agen Bi, seseorang yang diperintahkan untuk menyampaikan surat ini" kata orang itu sedikit berbisik sambil menyodorkan surat yang digenggamnya pada Siwon. Siwon mengambil kertas yang sebenarnya tak bisa dikatakan sebagai surat dari orang yang mengaku bernama Bi itu.

"Hanya surat itu yang harus aku sampaikan padamu. Mungkin kau akan bertemu lagi denganku di lain kesempatan" kata pria itu sambil berlalu pergi. Siwon terdiam sesaat sambil menatap kepergian pria aneh yang mengaku agen tersebut dan mencoba menyimpan gambaran wajahnya ke dalam ingatannya. Setelah pria yang berpenampilan seperti orang jalanan itu hilang dari pandangannya, Siwon pun membuka kertas yang terlipat-lipat menjadi kecil ditangannya.

Choi Siwon, aku kirimkan fax ini ke markas mata-mata pribadiku yang ada di Seoul dan aku menyuruh salah satu mata-mataku untuk menyampaikannya padamu.

Hubungi aku secepatnya melalui email, jangan gunakan penyedia layanan email publik, gunakan email pribadimu. Berhati-hatilah disana, banyak musuh di sekelilingmu.

Salam, PBH.

Siwon mengangguk mengerti setelah membaca isi dari kertas itu. Rupanya si bos Park Byung Hul yang mengirim pria aneh tadi untuk mengiriminya selembar fax. Siwon meremas kertas fax yang telah selesai ia baca dan memasukannya ke dalam saku celananya, ia akan membakar kertas ini nanti untuk menghapus jejak komunikasinya dengan pihak Utara. Terlalu beresiko untuknya jika membuang kertas ini ke tempat sampah.

Merasa ia harus segera melaksanakan perintah bosnya –yang tidak mungkin ia lakukan di tempat umum seperti ini walaupun hanya mengirim email, ia pun bergegas pergi meninggalkan cafe Les Cartenz tanpa berniat untuk kembali ke dalam untuk menghabiskan sisa kopinya.

Diam-diam seseorang, oh tidak ternyata ada dua orang, telah memerhatikan seluruh pergerakan Siwon bersama pria aneh tadi dari dalam cafe mulai dari awal hingga akhir saat Siwon pergi dari cafe itu.

Orang itu mengernyit.

.

.

WonKyu

.

.

(Kyuhyun's P.O.V)

Malam ini merupakan malam pergantian tahun, seluruh umat manusia dimana pun mereka berada, terlarut dalam suka cita malam tahun baru. Di malam yang hanya akan ditemui sekali selama setahun ini membuat semua orang tumpah ruah di pusat kota Seoul, menunggu pertunjukkan kembang api terbesar di Korea Selatan dimulai yang tidak akan berakhir sebelum pagi menjelang. Tetapi malam pergantian tahun kali ini tidak begitu menarik perhatianku, aku saja sampai lupa kalau ternyata besok sudah memasuki bulan Januari tanggal pertama.

"Yah Kyuhyun-ah, tidak kah kau pergi ke pusat kota malam ini? Jangan terus menerus diam di cafe, jam kerja sudah habis dan aku harus segera menutup cafenya"

Bos ku yang cerewet itu mulai mengomel karena lagi-lagi aku menjadi penghuni terakhir di dalam cafe Les Cartenz yang membuatnya harus menungguku keluar sebelum menutup cafenya. Aku bangkit dengan malas-malasan dari kursi kasir yang telah kududuki sejak satu jam yang lalu dan menyelempangkan tas yang kubawa.

"Aku tidak tertarik untuk pergi ke sana bos" jawabku seadanya.

"Ck kasihan sekali dirimu nak," Bosku yang sebenarnya masih terhitung muda itu menepuk punggungku perlahan sambil menatapku dengan tatapan iba yang diada-ada, "Carilah kekasih selagi kau masih muda agar disaat momen-momen seperti malam tahun baru ini tiba ada yang menemanimu" katanya.

Aku meringis mendengar perkatannya, "Bicaramu aneh, bos. Aku akan pulang sekarang. Selamat malam, selamat tahun baru." Aku pun membungkuk padanya dan melangkahkan kaki keluar dari Les Cartenz.

Aku Cho Kyuhyun, tapi itu bukan nama lahirku, merupakan seorang konsultan pengisi rubrik mingguan tentang konsultasi keuangan yang terbit di salah satu surat kabar internasional dan aku juga bekerja menjadi seorang pekerja part time di cafe Les Cartenz, baru tiga hari aku bekerja disana. Sehari-hari aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk bekerja dan berpikir dan sebagian kecil waktu untuk sekedar melamun dan bersantai, aku juga senang bepergian ke tempat yang jauh dengan kapal layar.

Oh satu lagi, aku ini orang Korea, kau tahu itu bukan? Tapi kurasa kau tidak perlu tahu dimana dan kapan aku dilahirkan.

Baru-baru ini aku datang kembali ke Seoul setelah sebelumnya aku sempat tinggal di daerah perbatasan antara Korea Selatan dan Utara. Pasti kau bertanya-tanya, untuk apa seorang konsultan keuangan tinggal di tempat yang jauh dan rawan konflik politik seperti itu? Jawabanku adalah, aku cinta petualangan dan tantangan.

Lagipula, ada satu hal yang tidak kau ketahui dari diriku.

.

(Normal P.O.V)

Cklek

Brak

Kyuhyun membanting pintu rumahnya dengan kencang dan dengan santainya pria itu masuk ke dalam rumah sambil melepas jaket yang ia pakai. Pria muda itu berjalan menuju ruang tengah rumah sewaannya yang terbilang cukup besar namun langkahnya terhenti di ambang pintu.

"Komandan Kyungwoo!"

Seorang wanita berambut pirang yang awalnya sedang duduk di sofa ruang tengah rumah Kyuhyun langsung bangkit begitu melihat si pemilik rumah datang. Wanta itu berdiri dengan cepat dan langsung menghampiri Kyuhyun yang masih terdiam di ambang pintu.

"Komandan!"

"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Kyuhyun dingin sambil menatap wanita itu, "Kalau kau datang kemari hanya untuk memintaku meninggalkan tugas ini, lebih baik kau segera pergi dari sini" lanjutnya.

Wanita pirang itu menggeleng, "Cukup dengarkan dan aku akan segera pergi dari sini, Komandan" katanya sambil membenarkan baju musim dinginnya yang sedikit terangkat. "Aku hanya ingin menyarankan, sebaiknya kau segera tinggalkan tugas ini. Ini bukan bidangmu, aku hanya khawatir jika sesuatu akan terjadi padamu"

Kyuhyun mendecih, "Apa karena aku bukan seorang petugas lapangan kau berani meremehkan aku? Ingatlah, aku ini komandan yang mengatur semuanya dari belakang layar, dan itu bukan berarti aku tidak bisa bermain di depan layar walau layar itu bukan areaku sekali pun" kata Kyuhyun sambil menjauhi wanita itu dan memilih duduk di sofanya.

"Tapi komandan.. aku dan rekan-rekan yang lain khawatir padamu, apalagi kondisi negara sedang tidak stabil sekarang ini" kata wanita itu dengan nada kukuh.

Kyuhyun tersenyum, "Apa kau sudah selesai berbicara? Aku sudah selesai mendengarkanmu dan lebih baik kau tepati ucapanmu tadi" kata Kyuhyun datar. Wanita itu menyerah dan mengambil tas tangannya yang ia letakkan di atas meja dan memilih untuk pergi.

"Kalau begitu aku permisi, Komandan" kata wanita itu lalu berlalu pergi dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafasnya panjang dan memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa berdenyut. Ia, pria itu, sangat mencintai petualangan dan tantangan, dan tugas ini adalah tantangan baru untuknya.

Cho Kyuhyun,

Komandan Kyungwoo..

Kedua-duanya adalah dirinya. Cho Kyuhyun, seorang pelayan cafe yang masih muda, sebenarnya adalah seorang komandan belakang layar dari angkatan perang Republik Korea Selatan.

Dan sekarang, Kyuhyun sedang menukar sementara pekerjaannya menjadi seorang detektif bagi Badan Intelegen Korea Selatan.

Shhh, it's a secret.

Don't let other people know about this.


Rincian identitas

Nama : Cho Kyungwoo.

Nama samaran : Cho Kyuhyun.

Lahir : Tidak diketahui.

Jenis kelamin : Laki-laki.

Keahlian : Komandan belakang layar Angkatan Perang Republik Korea Selatan (APRKS), mengoperasikan senjata, membuat taktik, detektif.

.

.

.

TO BE CONTINUED


A/N: Haloooo~ Akhirnya kita bertemu lagi di tahun 2014! Yeay, selamat tahun baru semuanya~ Semoga di tahun yang baru ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan permintaan maaf bagi yang sudah menunggu kelanjutan dari cerita ini karena saya postingnya lama. Mohon dimaklum, saya sering kena writer block sydrome akhir-akhir ini ditambah saya yang menjadi semakin pemalas hehehe. Terimakasih bagi kalian yang masih mau membaca cerita ini, dan mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan (U/\U). Maaf juga kalau ceritanya pendek ._.v

Kritik, saran, keluh kesah(?), dan hal-hal lainnya yang ingin kalian sampaikan pada saya silahkan ditulis di kolom review. Tenang, semuanya akan saya terima dengan senang hati ^o^)/

Okay, sampai jumpa di chapter berikutnya. Jangan pernah bosan ya sama tulisan saya XD)v hehehe

Salam,

The Bloody Phoenix