Plus Nine Boy 2

.

Cast :

Jung Yunho (29 tahun)

Kim Jaejoong (27 tahun)

Other cast :

Son Dongwoon (29 tahun)

Kim Junsu (25 tahun)

Park Yoochun (29 tahun)

Genre :

Shonen-ai/Boys Love/Chaptered/Transformasi story

Pairing :

YunJae sligh WoonJae xD

Story by :

Dipa Woon

Chapter : Omake 1

Note :

Cerita ini terinspirasi dari drama Plus Nine Boys, saya mengambil cerita salah satu tokohnya. Ini bukan sequel dari cerita sebelumnya

Warning :

Bahasa tidak baku dan tidak sesuai EYD, typo(s)bertebaran, short story disetiap chapternya

.

.

.

:: cerita mengandung BOYS LOVE jadi yang TIDAK SUKA silahkan MINGGAT ::

.

.

.

Tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

.

Previous Chap

Nyuutt

Yunho segera merasakan perasaan yang tidak enak saat melihat interaksi kedua namja dihadapannya itu. Ia merasakan suatu hantaman besar saat melihat keduanya asik tertawa.

Apa yang terjadi diantara mereka? Mengapa mereka terlihat sangat akrab? Apakah mereka ternyata menjalin hubungan dibelakangnya?

Dan mata Yunho semakin melebar saat melihat Dongwoon perlahan semakin mendekatkan tubuhnya kearah Jaejoong, dan Yunho segera merasakan dunianya runtuh saat melihat adegan live dengan mata kepalanya sendiri.

Ya, di depan sana, nampak Dongwoon yang telihat mencium Jaejoong dengan lembut. Seakan memperlihatkan jika keduanya memang tengah menjalin suatu hubungan.

Perlahan Yunho pun membalikkan badannya tak sanggup melihat lebih jauh apa yang dilakukan oleh keduanya. Dengan menahan rasa perih akibat luka tak kasat mata di hatinya, ia pun berjalan gontai meninggalkan sebongkah perasaan yang sama sekali tak bisa ia jelaskan.

'Tiba-tiba suatu hari, aku menjadi pemeran utama dalam cerita cinta menyedihkan. Dan ketika sesuatu menghalangi cinta dalam kehidupanku, saat itulah aku yakin akan kebenaran Ahopsoo'

.

.

Yunho berjalan dengan sangat tidak bersemangat menuju meja makan saat dengan tidak santainya sang eomma memanggil namanya berkali-kali. Demi menghindari keributan di kediamannya pagi-pagi ia pun akhirnya turun walau dengan perasaan yang sangat malas.

"Berhentilah berteriak sebelum telinga semua orang di rumah ini menjadi tuli eomma!"

Eomma Jung mengernyit heran mendengar nada protes dari sang putra. Astaga, pagi-pagi seperti ini putranya sudah menceramahinya seperti ini.

"Aigoo, bagaimana mungkin kau berkata seperti itu kepada ibumu? Dasar anak kurang ajar!"

Eomma Jung segera mengambilkan nasi dan memasukkannya ke dalam mangkuk milik Yunho dengan cepat, "Makanlah yang banyak, kau perlu asupan energy yang banyak untuk bekerja hari ini."

Yunho menatap meja makan dan mengernyit protes, "Apa kita ini kambing? Mengapa eomma hanya memasak sayuran?" protesnya sebal saat melihat sebagian besar dari lauk sarapan pagi ini adalah sayuran.

"Sayuran itu bagus untuk tubuhmu. Jadi makan saja!"

"Tapi aku bukan vegetarian eomma." protes Yunho lagi dan menatap kesal kearah sang eomma.

"Bukan hanya orang vegetarian yang memakan sayuran. Sudahlah makan saja, eomma sudah susah payah memasak ini untuk kalian. Jadi makan dan habiskan!"

Yunho hanya menggerutu dan dengan bringas memakan sarapannya. Suasana hatinya benar-benar buruk, jadi jangan salahkan moodnya pagi ini sungguh sangat tidak bersahabat.

Ahh, nampaknya kejadian semalam benar-benar memukul telak perasaan Yunho.

::

:

YunJae – Plus Nine Boy 2

:

::

Mendung menghiasi wajah Yunho selama dalam perjalanan menuju kantornya. Bahkan ia sama sekali tak membalas sapaan rekan kerjanya, dan tentu saja membuat rekan kerjanya menjadi heran. Hei, ada apa dengan namja tampan itu?

Yunho terus saja berjalan namun segera langkah kakinya terhenti begitu ia tiba tepat di pintu ruangan kerjanya.

Yunho menatap lurus kearah depan, tepat dimana seorang namja cantik tengah sibuk memainkan ponselnya. Ia pun menghela nafas dan menatap sedih kearah namja cantik itu yang tak lain adalah Jaejoong.

Yunho pun kembali melangkah pelan memasuki ruangannya dan berjalan menuju meja kerjanya yang berada tepat dihadapan Jaejoong.

Jaejoong mendongak saat menyadari Yunho yang sudah datang, ia pun tersenyum dan menyapa Yunho seperti biasa tanpa menyadari aura kelam yang dikeluarkan oleh Yunho.

"Oh, Yunho ya, coba kau tersenyum." ucap Jaejoong tiba-tiba. Namun Yunho hanya menggeleng enggan menuruti keinginan namja cantik itu.

"Ayolah sekali saja, coba tersenyum."

Yunho akhirnya mengalah dan mengikuti keinginan Jaejoong, ya, ia tak akan bisa tahan untuk mengabaikan keinginan Jaejoong.

Hhemmm

Yunho tersenyum dengan terpaksa dan seketika mengundang tawa bahagia dari Jaejoong.

"Hahahahaa... Geurae! Ternyata itu benar!" ucap Jaejoong dan mendatangkan kebingungan diwajah Yunho. Hei, apa namja cantik itu baik-baik saja? Mengapa ia tertawa setelah melihat Yunho tersenyum?

"Kau...benar-benar seorang playboy sejati Jung Yunho." lanjut Jaejoong lagi dan semakin menambah kebingungan diwajah Yunho. "Lihatlah matamu yang menyipit ketika tersenyum lebar. Aku menemukan fakta itu di internet tadi."

Jaejoong segera memperlihatkan ponselnya kearah Yunho, dan Yunho bisa membaca sebuah artikel disana. Yunho hanya mendengus dan sama sekali tidak ikut tertawa. Wajahnya ditekuk masam dan kemudian memilih untuk mulai bekerja.

'Hari-hari buruk dalam hidupku sepertinya baru akan dimulai. Kisah cerita ahopsooku pun sebentar lagi akan dimulai'

::

:

YunJae – Plus Nine Boy 2

:

::

Yunho mencuri-curi pandang kearah Jaejoong saat tengah bekerja. Ia sama sekali tidak fokus untuk bekerja hari ini. Dipikirannya masih dipenuhi dengan adegan semalam. Ia jadi bertanya-tanya, apa Jaejoong dan Dongwoon mempunyai hubungan dibelakangnya? Sejak kapan mereka menjalin hubungan? Dan, mengapa ia sama sekali tidak tahu akan hal itu.

Berbagai macam pertanya berputar-putar dikepalanya, namun ia sangat enggan untuk bertanya langsung kepada keduanya. Hei, dirinya masih sakit hati atas kejadian semalam, jadi bagaimana mungkin ia bisa dengan polosnya bertanya tentang hubungan keduanya.

Dan tepat saat dirinya tengah asik bepikir, Dongwoon yang baru saja tiba di kantor melintas dihadapannya sambil melambaikan tangan kearah Jaejoong. Jaejoong pun segera membalas lambaian tangan Dongwoon dan tersenyum tipis kepada namja itu.

Yunho berdecih pelan melihat kejadian itu, ia pun kemudian iseng mencari artikel tentang karyawan yang berpacaran dalam satu kantor dan segera membaca artikel itu. Namun saat selesai membaca semua artikel itu, ia malah semakin menggerutu kesal, karena apa yang tertulis diartikel itu sama persis dengan apa yang terjadi diantara Dongwoon dan Jaejoong.

Lebih sering pergi bersama dengan alasan pekerjaan

Yunho segera terbayang saat semalam Jaejoong dan Dongwoon yang pergi bersama guna menyelesaikan pekerjaan kantor yang diberikan oleh atasan. Ia yakin kalau itu hanyalah alasan keduanya agar bisa pergi bersama.

Sama-sama memainkan ponsel diwaktu yang bersamaan

Yunho memperhatikan bergantian antara Jaejoong dan Dongwoon, ia pun berdecih kesal saat melihat keduanya tersenyum sambil memainkan ponsel ditangannya. Ia yakin keduanya tengah saling berbalas pesan singkat agar tidak ketahuan oleh yang lainnya.

Meninggalkan meja kerja dengan jeda waktu yang singkat antara satu dengan yang lain

Saat jam istirahat kantor tiba, Jaejoong terlihat sudah membereskan peralatan kerjanya dan bergegas untuk keluar. Setelah beberapa menit berselang, nampak Dongwoon yang juga bersiap membereskan peralatan kerjanya dan segera setelelahnya meninggalkan ruangan.

Memperlakukan semua rekan kerja seperti seorang kekasih untuk menghindari kecurigaan

Yunho tak sengaja mendengar percakapan Jaejoong dengan rekan kerja yang lainnya saat jam istirahat. Jaejoong mengatakan jika semalam ia iseng membuat coklat dan membagikannya kesemua pegawai di kantor. Bahkan petugas kebersihanpun juga mendapatkan coklat yang ia buat semalam. Yunho yang mendengar itupun semakin terpuruk dan segera berbalik berjalan kembali ke ruangannya.

Yunho termenung setelah mencerna semuanya, "Jadi benar ia hanya memberikanku coklat karena terlalu banyak membuatnya?"

Dan sepertinya kali ini Yunho benar-benar merasa jatuh.

::

:

YunJae – Plus Nine Boy 2

:

::

Jaejoong tengah asik mengobrol dengan dua rekan kerjanya saat Yunho masuk ke kafetaria dan duduk agak jauh darinya. Ya, Yunho masih sedikit sakit hati akan kenyataan jika Jaejoong dan Dongwoon tengah berkencan, maka dari itu untuk sesaat ia tidak ingin berdekatan dengan Jaejoong atau ia akan merasakan cemburu jika harus berdekatan dengan namja cantik itu.

"Jadi, apa sekarang kau tengah berkencan?"

Jaejoong menoleh kearah Junhyung saat rekan kerjanya itu bertanya, menggelen pelan Jaejoong pun menjawab, "Ani, aku sedang tidak berkencan." jawabnya pelan sambil tersenyum kecil.

"Ne, ia tidak berkencan, tapi ada seseorang yang tengah ia sukai." sambung Heechul dan segera mendatangkan sorak dari Junhyung.

"Benarkah itu? Lalu siapa orang itu? Apa aku mengenalnya?" tanya Junhyung sangat antusias.

Jaejoong hanya menggeleng tidak ingin mengatakan apapun. Yunho mendengar semua percakapan itu dengan jelas dan ia pun tak sengaja melihat Jaejoong yang melirik kearah Dongwoon yang saat itu tengah duduk beberapa meja dari hadapan keduanya.

"Apa yang kulihat barusan?" gumam Yunho dengan wajah yang ditekuk masam.

.

.

Yunho sama sekali tak bisa fokus saat mengikuti rapat bulanan dalam devisinya. Berkali-kali ia ketahuan melamun saat sang atasan tengah berbicara serius.

Ia terus memikirkan hubungan antara Jaejoong dan Dongwoon, ia masih belum bisa menerima jika keduanya menjalin hubungan.

"Jung Yunho, apa kau tidak mendengar semua perkataanku?"

Yunho tersentak kaget saat mendengar suara sang atasan yang memanggi namanya. Ia segera meminta maaf dan kembali berusaha fokus dengan rapat yang sedang diikutinya, namun sayangnya usaha sia-sia karena ia sama sekali tidak bisa fokus.

Berkali-kali rekan disebelahnya menyenggol dirinya karena ia tidak menjawab saat sang atasan bertanya padanya, sehingga berkali-kali ia mendapat teguran dari sang atasan.

"Jadi untuk minggu ini, aku menginginkan konsep baru untuk tema tour kita. Aku harap kalian keluarkan semua ide kalian dan jangan sungkan-sungkan untuk mengeluarkan apapun ide kalian."

"Ne."

"Jung Yunho!"

Kembali Yunho tersentak kaget saat mendengar namanya dipanggil dengan suara yang amat keras, iapun gelagapan dan melihat sang atasan yang tengah menatap marah kearahnya.

"Kalian semua boleh pergi dan Jung Yunho, kau masih ada urusan denganku."

Perlahan semua peserta rapat mulai meninggalkan ruang rapat, begitu juga dengan Jaejoong dan Dongwoon, namun sebelum meninggalkan ruangan rapat nampak Jaejoong yang menatap lama kearah Yunho.

"Kali ini kau sama sekali tak mendengarkan apapun yang kujelaskan dalam rapat. Apa kau sudah berani melawanku?"

"..."

"Mulai hari ini aku akan langsung mengawasi setiap pekerjaanmu. Jangan harap kau bisa seenaknya lagi."

Tap

Tap

Tap

Blammm

Dan Yunho hanya menghela nafas lelah.

'29 tahun, pekerjaan dan kehidupan percintaanku benar-benar kacau. Aku rasa ini adalah titik terendah dalam perjalanan hidupku'

::

:

YunJae – Plus Nine Boy 2

:

::

Malam beranjak datang dan sudah waktunya untuk mengakhiri rutinitas kerja. Seperti biasa, Jaejoong mengajak Yunho untuk pulang bersama dan hanya diangguki pasrah oleh Yunho. Namun baru saja hendak membereskan meja kerjanya, tiba-tiba saja sang atasan datang dengan membawa setumpuk dokumen ke meja Yunho.

Brakk

"Kerjakan sekarang." perintah sang atasan dan membuat Yunho menghela nafas.

"Biar aku membantu Yunho."

"Andwae! Kau sama sekali tidak boleh membantu Yunho, tugas ini aku berikan kepadanya jadi ia lah yang harus menyelesaikannya.

"Tapi-"

"Jangan membantahku!"

Jaejoong segera menghentikan protesannya dan menatap bersalah kearah Yunho, Yunho hanya mengangguk dan menyuruh Jaejoong untuk segera pulang.

"Ne. Galke."

Jaejoong melambaikan tangannya kearah Yunho sebelum akhirnya pergi meninggalkan namja tampan itu di ruangan.

.

.

Yunho merasakan badannya sangat pegal setelah mengerjakan tugas dadakan dari sang atasan. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam. Cacing diperutnyapun sudah meronta minta diisi.

"Aiss, apa tidak ada sesuatu yang bisa aku makan." gumamnya sambil membuka laci mejanya berharap ada sesuatu yang bisa ia makan, sampai-

"Apa kau sudah selesai?"

Hampir saja jantung Yunho copot saking kagetnya saat tiba-tiba ia mendengar suara seseorang dari arah depan. Ia segera mengelus dadanya yang berdetak cukup kencang dan menatap sosok yang sudah membuatnyan terkejut itu.

"Yah Jaejoongie, kau membuatku terkejut ."

"Hahaha, mian mian. Ini, aku datang membawakanmu ayam goreng. Aku yakin kau sama sekali belum makan bukan?"

Jaejoong segera meletakkan 1 kotak ayam goreng yang tadi dibelinya dimeja Yunho lalu mengambilnya satu dan disodorkan kearah Yunho.

"Mokgo!"

Yunho segera mengambil potongan ayam itu dan tersenyum, "Gomawo."

"Ne"

Yunho sedikit merasa berbunga saat tahu Jaejoong datang membawakannya makanan. Bukankah itu artinya Jaejoong perduli dengannya? Kembali ia merasakan perasaannya menghangat memikir itu semua, tak terasa senyum manis terukir diwajahnya sambil terus memakan ayam goreng itu.

"Maaf aku terlambat."

Namun semua itu harus berakhir saat ia mendengar suara berat seseorang yang sangat ia kenal. Ya, ternyata Dongwoon datang membawa minuman dan segera meletakkannya dihadapan Yunho.

"Maaf aku terlambat, antreannya lumayan panjang."

"Gwaencanha. Kka, Yunho manhi mokgo. Kami sudah sengaja datang kembali untuk memberikanmu semua ini." kata Jaejoong sambil tersenyum kearah Yunho.

Yunho berusaha untuk balas tersenyum kepada Jaejoong, namun ia tidak sanggup. Akhirnya ia hanya sibuk makan dan terus makan. Mengindahkan keberadaan dua makhluk yang sedari tadi asik saling berbicara

'Jika kalian hanya ingin memamerkan kemesraan kalian di depanku, sebaiknya kalian tidak usah datang kemari' omel Yunho dalam hati sedikit merasa kesal dengan kedua namja dihadapannya ini.

"Sepertinya sudah larut malam, jja, sebaiknya kita pulang. Apa pekerjaannya sudah selesai?" tanya Jaejoong setelah melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Yunho menggeleng, "Ajig, dan aku harus menyelesaikannya malam ini. Boss Lee mengharuskanku untuk menyelesaikannya besok. Kalian lebih baik pulanglah, terimakasih karena sudah membawakan makan malam untukku."

Yah, walaupun sempat kesal akan 'kemesraan' keduanya, namun ia masih harus berterimakasih bukan?

"Baiklah, kami pulang dulu. Sampai besok Yunho."

Yunho melambaikan tangannya kearah Jaejoong dan Dongwoon dengan senyum terpaksa yang terlukis diwajahnya dan segera digantikan dengan raut kesal begitu keduanya menghilang dari hadapannya.

Hahhhh

Yunho menghela nafas lelah. Ia belum sepenuhnya melupakan Jaejoong, dan belum sepenuhnya percaya jika namja cantik itu sudah mempunyai kekasih.

Yunho perlahan menoleh kearah jendela dan bisa dilihatnya salju yang perlahan mulai turun, ia pun terdiam sebentar dan segera teringat akan Jaejoong. Ia pun tanpa pikir panjang segera mengambil payung dilaci meja kerjanya dan segera berlari keluar. Mengejar Jaejoong saat ia yakin kalau namja cantik itu pasti melupakan payungnya.

Tap

Tap

Tap

Degh

Langkah Yunho segera terhenti saat melihat di depan sana Dongwoon yang tersenyum kearah Jaejoong sambil menyerahkan sebuah payung kepada namja cantik itu. Ya, rupanya Dongwoon sudah lebih dulu memberikan payung kepada Jaejoong, dan kini terlihat keduanya tengah berjalan bersama.

Yunho tersenyum getir dan perlahan melihat payung ditangannya. Ia pun kembali menghela nafas dan perlahan berbalik arah, dan berjalan pelan menjauh dari keduanya.

'Saat itu aku sama sekali tak berpikir akan kejadian seperti ini, harusnya aku tak berlari kencang, sehingga aku tak perlu melihat semua kejadian ini'

.

.

.

.

.

.

.

Omake 1 (END)

Haluuuuu semuaaa...

Hahaaa... saya jadi merasa seperti penjahat saat membaca review kalian semua.. Sedikit sakit hati baca review beberapa reader, tapi percayalah saya tidak mungkin menistakan YunJae dan membuat mereka tidak bersatu..

Kalau kalian sering membaca FF saya yang sebelum-sebelumnya, pasti kalian akan tahu jika saya tidak mungkin untuk membuat ending yang sad untuk semua cerita-cerita saya (kecuali FF 'No More')

Ini sebagai permintaan maaf saya sudah sempat membuat kalian kecewa.. Mudah-mudahan dengan ini kalian tidak kecewa lagi ya (atau malah tambah kecewa?) Hahahahaaa...

Yakin saja kalau saya tidak akan membuat sad ending untuk semua cerita yang saya post ^^

Berikan saya pendapat kalian yaa~~ Arigatou

Minna, review onegaishimasu..

.

Denpasar, 11 Juli 2016