.

Ya Tuhan, apa yang harus kujelaskan pada Jae-hyung?

.

Percayakah kalian mengenai jinx tentang pertemuan?

Pertemuan pertama...

Kedua...

Dan ketiga...

Yang berakhir dengan bersatunya kedua orang asing yang bisa bertemu untuk ketiga kalinya tersebut.

.

.

.

Laila-ela Shim MinKyu YeWook aka Ela-kyuhyunnie presents

"Rendezvous" ch 3

Pairing : YooMin ( Park Yoochun X Shim Changmin)

Rate : T

Desclaimer : They're belongs to GOD, Themselves and DBSK, but this story is 100% mine

Warn : YooMin crackpair, TYPO's, cerita abal pasaran yang oh-so-dramascene

Don't like this pair? Make it easy, guys, just click the back icon or the close icon, Ok?

Don't you ever dare to bash the chara or the pair!

If you want to flame or bash, just come to me, and I—with pleasure—will make you know what the Hell it is #evilsmirk

.

.

.

"Aish, hyung, dia hanya menolongku tadi," ucap Changmin yang memutar otaknya dengan cepat. Tak mungkin kan kalau ia cerita yang sebenarnya pada hyungnya ini? Bisa-bisa dia akan di ceramahi panjang lebar mengenai yang namanya orang asing yang jahat.

"Menolongmu?" tanya Jaejoong tak percaya.

"A-ah. I-itu benar hyung. Ta-tadi orang itu.." Changmin sedikit terdiam karena bingung untuk berkata apa lagi. "Ah! Tadi orang itu hampir saja menabrakku, jadi akhirnya dia mengantarku sampai ke sini," ucap Changmin cepat.

Haaahh, kalau soal mengarang kebohongan dengan cepat, sepertinya otak jeniusnya bisa di andalkan.

"Mwo? Kau tadi hampir tertabrak?" seru Jaejoong dengan keras ketika mendengar kalau namja yang sudah ia anggap seperti dongsaeng dan juga aegyanya ini hampir saja tertabrak. "Kau tak apa? Ada yang luka?" panik Jaejoong sambil mengecek seluruh tubuh Changmin, berharap tak akan ada luka di tubuh menjulang Changmin.

"Ah, ani Jae-hyung. Aku tak apa. Kan kubilang hampir. Jadi mobilnya belum menyentuhku sama sekali," ucap Changmin menenangkan Jaejoong. Dalam hatinya sedikit terbersit rasa bersalah karena sudah berbohong pada Jaejoong dan sekaligus membuatnya khawatir.

"Ya sudahlah. Kurasa sebaiknya Junsu tak usah di beritahu," gumam Jaejoong setelah memeriksa keadaan Changmin dan tak menemukan luka di tubuh namja berbadan tinggi itu.

"Eh? Maksudnya?" tanya Changmin tak mengerti.

"Haahh.. memangnya kau tak sadar kalau Junsu itu menyukaimu apa? Memberitahunya kalau kau hampir saja di tabrak orang sama saja dengan membuatnya panik setengah mati," jelas Jaejoong yang membuat Changmin terperangah. Masalahnya, ia menganggap kalau Junsu, Jaejoong dan Yunho—kekasih Jaejoong—adalah hyungnya. Saudaranya. Tak pernah sekalipun terbersit dalam benaknya kalau ternyata Junsu malah menyukai dirinya.

"Jangan bercanda, hyung!" sergah Changmin tak percaya. Dan untunglah saat itu dosen mereka memasuki kelas, hingga Changmin tak perlu mendengar Jaejoong membahas lagi mengenai Junsu.

.

.

.

"Apa yang sedang kau lakukan Min?" tanya Junsu yang melihat Changmin sedari tadi sibuk dengan tasnya, dan mengabaikan makanan yang kini tersaji di hadapannya. Ya, saat ini mereka—Changmin, Junsu, Yunho dan Jaejoong—tengah berada di kantin Toho University. Dan saat ini ketiga namja disana tengah menatap bingung pada namja yang paling tinggi di antara mereka, yang tumben-tumbennya mencueki makanan yang tersaji di depanya. Pasalnya, namja yang memiliki tubuh paling tinggi di antara mereka itu paling doyan makan, dan tak pernah namanya membiarkan makanan berada lama-lama di depannya tanpa ia sentuh.

Namun apa yang mereka saksikan kini? Namja itu malah menghiraukan makanan yang berada di depannya, dan sibuk dengan tasnya sedari tadi. Tentu saja itu membuat ketiga orang lainnya bingung dan bertanya-tanya.

"Aishh! Aku sedang mencari proposalku yang harus kuserahkan pada Dosen Tan hari ini!" seru Changmin sambil mata dan tangannya tak lepas dari tas ranselnya itu. "Issh! Dimama proposalku itu? Jangan bilang kalau ketingalan!" kesal Changmin yang tak menemukan proposal yang ia maksud di dalam tasnya.

"Apa proposalmu harus di kumpulkan sekarang, Min?" tanya Yunho yang heran melihat kepanikan Changmin saat ini.

"Nde! Deadlinenya harusnya minggu lalu, tapi beliau mengampuniku dan memberi batas waktu sampai hari ini, atau kalau tidak beliau akan menunda skripsiku~" rengek Changmin dengan wajahnya yang memelas. Bagaimanapun juga, ia sudah berusaha keras membuat proposalnya, membujuk Dosen Tan hingga akhirnya ia bisa mengerjakan skripsinya lebih awal dari yang lain. Tapi sekarang... uukkhhh...

.

.

.

Di sisi lain kampus ini, kini terlihat seorang namja tampan yang tengah berjalan dengan penuh percaya diri sambil membawa sebuah map berwarna merah, yang tentunya bukan miliknya. Dengan berbekal informasi bahwa orang yang di carinya tengah berada di kantin, namja tampan itu melenggang santai.

Eh? Kalian tanya kenapa namja itu bisa tahu dimana kantinnya berada?

Yah, jelas saja ia tahu, karena dia adalah alumnus Toho university ini. Jadi tak heran kan, kalau ia tahu letak pastinya kantin kampus ini berada.

Kini namja tampan yang hanya mengenakan kemeja gelap dan celana bahan namun terlihat begitu berkelas dan menggoda itu sudah berada di pintu masuk kantin kampus itu. Dengan segera ia mengedarkan pandangannya dan mencari sosok yang ingin ia temui.

"Ah, itu dia," gumamnya pelan ketika ia menemukan orang yang di carinya itu sedang berada di salah satu meja dimana ia dikelilingi tiga orang lainnya. Senyum merekah lembut di bibirnya ketika melihat raut wajah namja itu terlihat frustasi dengan tangan masih terpaku pada tasnya.

Dengan pemikiran usil yang melintas dalam benaknya, namja tampan kita itu berjalan mendekati orang yang di carinya itu.

"Min-ah, sepertinya kau melupakan ini," ucapnya tiba-tiba begitu sampai di samping namja yang ia maksud itu. Tangan kanannya menyodorkan map merah yang sedari tadi dibawanya itu.

"Proposalku~!" pekik namja yang bernama Changmin itu girang. Dengan cepat ia menyambar map merah yang berisikan proposalnya dan memeluknya erat. "Ya, gomawo, dimana kau menemukan—" ucapan Changmin terhenti ketika ia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah menemukan proposal pentingnya itu. "Y-Yoochun.. hyung..?"

"Nde, Min-ah. Kau meninggalkan proposalmu ini di rumah. Untung tadi aku pulang sebentar, jadi aku menemukannya dan mengantarkannya kemari," terang Yoochun –jelas-jelas berbohong—namun membuat keempat pasang mata yang berada di depannya itu membulat sempurna karena kaget. "Yah, biarpun aku jadi harus bolak-balik kesini setelah mengantarmu tadi."

"Y-Yoochun.. hyung..?" panggil Changmin dengan bingung. Ia sungguh-sungguh tak mengerti maksud dari kata-kata namja tampan yang sudah mengantarnya ke sini tadi pagi.

"Ini proposal penting kan? Aku tak mau kalau harus melihatmu tak tidur semalaman lagi karena mengerjakan laporan ini, dan lagi, aku tak mau melewatkan 'jatah malam'ku lagi," lanjut Yoochun sambil mengulum senyumnya melihat reaksi Changmin dan juga ketiga temannya yang lain. "nah, ssudah dulu, aku harus kembali ke tempat kerjaku lagi. Annyeong, Min-ah," pamit Yoochun sambil menundukkan kepala dan mengecup pipi kanan Changmin tanpa ijin, dan langsung melenggang pergi meninggakan keempat namja di sana dalam keterkejutan.

"Hehehehe, wajah terkejutmu lucu sekali, Min-ah," gumam Yoochun berjalan keluar menuju mobilnya. "Nah, setelah ini ada yang harus kulakukan lagi," gumamnya sambil mengeluarkan smirknya.

.

.

.

"Minnie, kau harus jelaskan pada kami semua," desis Jaejoong yang pertama sadar dari shocknya. Kini ia menatap Changmin dengan tajam, meminta penjelasan dari kalimat mencurigakan yang di keluarkan namja yang baru kali ini ia lihat.

"T-t-tapi. Aku sendiri juga tidak mengerti!" seru Changmin membela dirinya, namun sepertinya ketiga namja yang berusia lebih tua di atasnya itu tak percaya pada kata-katanya.

"Apa kau tinggal bersama namja itu, Changmin?" tanya Junsu dengan tatapan mata yang menyiratkan luka, membuat Changmin segera menggelengkan kepalanya dengan panik.

"A-aku tak mungkin tinggal denganya, Junsu-hyung! Kau tahu sendiri kan kalau aku hanya hidup sendiri di apartement sempitku itu," bantah Changmin dengan cepat.

"Kalau begitu, bagaimana mungkin dia bisa mengantarkan proposalmu yang ketinggalan di apartement, dan lagi, namja itu bekata mengenai kau yang tak tidur semalaman dan juga jatah malam! Apa kau sekarang sudah menjadi tidak benar semenjak bekerja di bar, Changmin?" tanya Yunho dengan raut wajah yang cukup mengerikan. Yunho sudah menganggap Changmin seperti adik kandungnya sendiri karena memang ia lah yang paling lama kenal dengan Changmin. Dan jujur saja, ia akan sangat tak suka jika memang Changmin hidup bersama dengan seseorang, tanpa memberitahunya.

Sewaktu Changmin bekerja di bar untuk pertama kali saja, Yunho hampir saja menyeretnya keluar dari tempat maksiat itu. Baginya, Changmin itu dongsaengnya, dan ia sangat tak suka jika melihat dongsaengnya bekerja di sana, meskipun gajinya disana memang lebih tinggi. Butuh waktu lebih dari satu minggu dan juga bujuk rayu dari Changmin dan Jaejoong untuk membuat Yunho akhirnya bisa mengijinkan Changmin bekerja di sana.

"A-aniya! Bukan begitu hyungdeul!" ucap Changmin berusaha menyanggah kata-kata ketiga hyungnya itu. Ia sudah akan menjelaskan semuanya, tapi—

"Shim Changmin-ssi?"

—suara yang familiar itu membuat Changmin dan ketiga hyungnya menoleh, dan mendapati Dosen Tan berdiri tak jauh dari mereka. "Kau tak lupa harus menyerahkan proposalmu hari ini kan? Kalau kau masih ingin bisa cepat memulai skripsimu, ikut aku sekarang," perintahnya tegas, seraya membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Changmin dalam kebingungan. Bingung antara ingin mengejar dosennya untuk mengurus semuanya, namun ia juga tak bisa meninggalkan ketiga hyungnya itu dalam kesalahpahaman seperti ini!

"Aisshh! Aku tinggal dulu sekarang! Nanti akan kujelaskan semuanya disini sepulang kuliah! Dan jangan berpikiran macam-macam karena ucapan namja tadi tak ada satupun yang benar!" seru Changmin sambil segera berdiri dan mengejar dosennya itu.

.

.

.

"Jadi, benar begitu ceritanya?" tanya Yunho pada Changmin yang kini sedang menunduk lesu. Ia sudah menceritakan segala pertemuannya dengan Park Yoochun itu dari awal sampai akhir kepada ketiga hyungnya itu selepas kuliah hari ini selesai.

"Tentu saja! Apa Yunho-hyung pikir aku ini namja tak benar apa?" sahut Changmin sewot.

"Lalu, kenapa tadi pagi kau bilang begitu padaku?" tanya Jaejoong sedikit tak percaya.

"Habisnya, kalau aku bicara jujur, aku harus cerita semuanya dari awal sampai akhir kan? Lagipula, aku tidak ingin mendengar ceramah a'la ibu-ibu darimu, Jae-hyung. Awwh!" seru Changmin kesakitan karena jitakan dari Yunho yang langsung mendarat di kepalanya.

"Ya! Apa maksudmu mengatai BooJae-ku, dongsaeng nakal!" seru Yunho tak terima mendengar hinaan Changmin pada kekasihnya itu.

"Tapi aku masih belum percaya," lirih Junsu yang menghentikan pertengkaran ta penting Yunho dan Changmin itu.

"Eh? Hyung? Maksudmu?" tanya Changmin bingung.

"Kalau memang sesuai ceritamu, Min, lalu kenapa namja bernama Yoochun itu berkata seperti itu?" tanya Junsu pada Changmin dengan wajah sendunya. Ia itu sangat menyukai—ah, lebih tepatnya mencintai Changmin, dan ia ingin mengetahui kenyataan yang sebenarnya dengan mata kepalanya sendiri.

"Eh? Aku sendiri juga tak mengerti, hyung. Dia memang orangnya aneh begitu kok."

"Kalau begitu, bolehkah kami ke tempatmu sekarang? Aku ingin tahu apa benar kau tak tinggal bersama namja itu, Min," ucap Junsu yang menatap Changmin dengan intens.

"E-eh?"

"Ne, Minnie. Kalau kau memang benar tak tinggal bersama namja itu, harusnya tak apa kan, kalau kami main ke tempatmu sekarang?" kejar Jaejoong, yang membuat Changmin sedikit bingung dengan tingkah kedua hyungnya itu.

"E-eh? Tentu saja boleh. Terserah kalian saja hyungdeul," ucap Changmin pasrah karena ia kembali di tatap tajam oleh Yunho.

.

.

.

"Eh? Changmin, apa kau lupa mengunci pintu apartementmu?" tanya Jaejoong yang kaget karena ia bisa membuka pintu apartement Changmin.

"Eh? Jinjjayo, hyung? Aku rasa tadi aku sudah menguncinya sewaktu berangkat," sergah Changmin yang langsung mengecek pintu apartementnya. "Huwaaa! Benar tak terkunci! Kulkaskuu~!" seru Changmin tak tahu malu sambil cepat-cepat masuk ke dalam apartementnya dan mengecek kekasih hatinya itu.

Ketiga hyungnya yang ditinggal di depan pintu hanya bisa cengo melihat kelakuan ajaib dari dongsaeng mereka satu itu.

"Hyaaa~! Untung saja kau tak berkurang sedikitpun~ Kulkasku tercinta~!" seru Changmin sambil memeluk kulkasnya penuh sayang. Ketiga hyungnya hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan aneh bin ajaib dari Changmin itu.

"Minnie, apa tadi kau menghidupkan air di dalam kamar mandi?" tanya Jaejoong yang bingung karena mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi milik Changmin.

"Eh? Tidak hyung. Aku tadi langsung mengecek kulkas saja. Lagipula untuk apa aku menghidupkan air?" ucap Changmin yang menimbulkan kewaspadaan dari ketiga hyungnya. Kalau memang bukan Changmin yang menghidupkan air, lalu, siapa yang membuat suara gemericik air itu?

.

.

CKLEK

Akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka dan keempat pasang mata di sana membulat sempurna karena melihat Yoochun keluar dari sana dengan hanya mengenakan baju handuk. Surai ikalnya yang basah membuktikan kalau namja itu baru saja mandi di dalam sana.

"Ah, Min-ah, kau sudah pulang, chagiya?"

.

.

.

~TBC~

Annyyeeooonggg~!

Author balik lagi bawain YooMinnya~!

Dan lagi-lagi, author kasih TBC di tempat yang tepat! Khukhukhukhukhu~

Haaahh... author emang beneran lagi cinta mati ama uri Changminnie, sampai2 gak ada ide yang muncul selain tentang nae Lord VoldeMin itu~

Mianhae yang nungguin ff author yg castnya anggota SUJU.. sabar dulu ya, sampe rasa cinta author sama Changmin sedikit berkurang dulu baru bisa ngelanjutinnya~

Balasan review :

Leeyasmin : eh? cepet jadian? sabar dulu ya~

minIRZANTI: eh? mau ada angstnya? bisa nggak ya? author spesialis cerita smooth and sweet sih~

Miaw. Miaw : nyehehehe~ author juga suka Uke!Min, makanya 3 FF castnya Changmin as uke. soal angst, author pikir dulu ya~

Park YUIrin : *hug* baru kali ini bisa bales review, dan gomawo udah review jg di HoMin dan juga Se7Min~ . Bukan di tempat Jaemma, tp numpangnya dulu di tempat Yunppa, trus akhirnya kenal Jaemma n Junsu~ Iya nih, aku buatin ampe YooMin jadian~

hee : hehehehe~ emang sengaja bkin pendek2, biar pada penasaran~

amai : ud apdet nih~ iya, ff YooMin emg jarang, makanya akhirnya author bikin sendiri biar puas~

azcya : anyyeong~ salam kenal cya~ iya, changmin kan envy banget ama makanan~ Iya, urutan FFnya itu HoMin dulu, baru YooMin~ eh, di tambah Se7Min juga sekarang~

Park Hyo Ra : kekekeke~ ayah bundamu yg kebalik bkin bingung yak? kenapa usulmu itu pas banget sama idenya eonnie sih? soal NC, liat perkembangan ntaraja yah~

widiwMin : ini udah aQ apdet saeng~ FF YooMin requestanmu nih~ gimana chap ini?

KyuKi Yanagishita : kekeke~ kan emang Changmin cinta banget sama kulkasnya~ ini udah di lanjut~

Enno KimLee : readerku tersayang~ mianhae baru bisa balas reviewanmu~#hug . Iya, ini udah aku bikin perjalanan cintanya tapi dikit dulu ya~

ImacHayo : iya nih~ Yoochun emg nggak bakal nyerah.. buktinya udah nongol dari kamar mandinya Changmin noh~

Akhirul kata, buat yang pengen tahu reaksi YunJaeSuMin liat Yoochun keluar dari kamar mandinya Changmin, ayo review duu~!