Sebelumnya.
'' Inilah taktir yang harus aku jalani, takdir yang membuatku merasakan sakit sepanjang hidupku, aku di takdirkan untuk selalu sendiri,'' ucap Naruto sambil menatap lurus kearah langit.
' Greb,'
Seseorang memeluknya dari belakang.
.B.C.
Chapter : 2
Hening, itulah suasana di taman keluarga Gremory. Hanya suara gemricik air mancur dan hembusan angin yang terdengar, padahal disana ada lima orang yang berdiri mematung di tempatnya berdiri.
Naruto dengan seseorang yang memeluknya dari belakang, dan tiga wanita didepan taman.
Naruto masih diam merasakan isakan orang yang memeluknya dari belakang, menunggunya agar dia sedikit tenang.
'' Grayfia, kata maaf mudah di ucapkan oleh mulut, tapi luka menganga di hati yang di sebabkan pisau kekecewaan dan belati penghiaanatan tidak akan mudah untuk di obati, bahkan mungkin tidak akan bisa.'' walaupun tidak dingin namun ucapan Naruto cukup datar untuk di dengar.
'' Hiks, a-aku tau Naruto-kun pasti tidak akan mudah memaafkanku yang telah mengecewakanmu, yang telah membuat luka di hati Naruto-kun. Tapi aku mohon, beri aku kesampatan sakali lagi untuk menebus kesalahanku yang telah aku perbuat dulu,'' ucap dan mohon Grayfia di punggung Naruto, masih terdengar isakan kecil dari mulutnya.
'' Memaafkan itu mudah untukku, tapi juga sulit. Memberimu kesempatan untuk apa, Grayfia,? Membunuhku secara perlahan lagi,? Jika memang kamu tidak menyukaiku, harusnya dulu tidak usah memberi harapan lebih kepadaku dan saat aku melamarmu, harusnya kamu menolaknya,'' balas Naruto datar namun terdengar lelah.
'' Tidak, aku menyukai Naruto-kun, aku cinta Naruto-kun, aku tidak ingin jauh dari Naruto-kun, aku...aku.. Hiks,'' ujar Grayfia kembali terisak.
'' Huft, kamu tau,? Aku tidak akan bisa bersanding kembali dengan orang yang menghianatiku, karena aku akan selalu teringat penghianatan yang dia lakukan. Mungkin butuh seribu tahun untuk aku melupakan sedikit tentang itu,'' ucap Naruto lelah dan mencoba melepaskan pelukan Grayfia yang yang kian mengerat.
'' Aku... Aku akan menunggu Naruto-kun kembali menerimaku lagi, walau harus menunggu sampai seribu tahun lagi,'' Grayfia tidak mau menyerah untuk bersanding kembali dengan Naruto walau mustahil.
Naruto akhirnya bisa melepas pelukan Grayfia, dia lalu membalikan badannya dan menghapus air mata Grayfia dengan raut datar.
'' Aku tidak bisa berjanji menghilangkan semua itu dari ingatanku, aku tidak ingin kamu berharap lebih dariku, aku tidak ingin membuatmu kecewa. Carilah, carilah laki-laki yang bisa membahagiakanmu,'' ucap Naruto dengan nada datar.
'' Tidak, tidak ada yang bisa membuatku bahagia selain dirimu Naruto-kun,'' balas Grayfia.
Naruto tidak membalas dan berjalan melewati Grayfia, dia berjalan kearah aula tempat pertunangan Rias sebelumnya akan dilakukan.
'' Onii-chan,!''
Dua gadis berbeda warna rambut dan tinggi yang berbeda namun memiliki warna mata dan 'aset' yang hampir sama besarnya berlari kearah Naruto yang baru tiga langkah berjalan dari Grayfia.
'' Rias-chan,? Momo-chan,?'' ucap Naruto penuh tanya.
'' Nii-chan tidak apa-apa,?'' tanya khawatir kedua gadis itu.
'' Hei, dia Nii-chanku,!'' seru Rias dan Momo bersamaan mengaku-ngaku kepimilikan Naruto.
'' Nii-chanku,!'' aku Rias mengklaim.
'' Rias Buchou, dia Nii-chanku,!'' Momo ikut mengklime tidak mau kalah.
'' Bukan, Momo. Naruto-nii itu Nii-chanku,'' Rias masih ngotot.
'' Naruto-nii itu Nii-chanku, Rias Buchou,!'' Momo juga membas dengan ngotot.
'' Hei-hei-hei, kalian berdua Imouto-ku yang manis-manis dan imut-imut jadi jangan bertengkar dan mengklaim milik sendiri-sendiri. Akukan bukan barang,'' Naruto menepuk kepala Rias dan Momo guna melerai adu mulut saling mengklaim mereka.
'' Mou, Nii-chan pilih dia apa aku,'' ucap Rias dan Momo bersamaan dan sangat kompak.
'' Pilih dia apa aku,!''
'' Pilih dia apa aku,!''
'' Uhuk-uhuk, Bu ada 'racun tikus'?'' Naruto terbatuk dan meminta obat pada seorang stw ber kutil di sebelah hidungnya dan memandangnya sayu...
Krik...krik..kriik...
#lupakan perihal tidak penting di atas.
Rias dan Momo masih berdebat dan menyuruh Naruto untuk memilih.
'' Aku pilih kalian berdua, ok,? Puas,? Apa mau nambah,?'' ujar Naruto akhirnya walaupun agak nglantur.
'' Puaaaasss,! Nii-san tidak boleh mempunyai gadis lain selain kami, Nii-san harus janji,!'' kekompakan Rias dan Momo masih berlanjut.
'' Eh,?'' Naruto hanya cengo, begitu juga Grayfia yang ada di belakang Naruto juga seorang gadis berambut hitam diatas bahu dan berkacamata yang membingkai mata violetnya.
'' Heih, kalian berdua ada apasih,? Kenapa tiba-tiba kompak dan menjadi seperti ini,?'' tanya lelah Naruto.
'' Tidak ada,'' jawab kompak Rias dan Momo.
' Aku hanya ingin Nii-chan bahagia,' batin mereka.
'' Yasudah, janjinya nanti saja ya,? Nii-san mau sedikit meringankan beban orang yang menolong Nii-san, Nii-san tidak mau menjadi orang yang tidak berbalas budi,'' ucap Naruto lalu memejamkan matanya.
' Helios, serap semua kekuatan suciku kedalam dirimu dan alirkan dalam kekuatanmu,' Naruto bertelepati ke sosok yang mendiami Gountlet hitam miliknya.
[ Partner apa kamu yakin,? ] balas Helios bertanya.
' Tentu, aku akan membukanya paksa dan kamu harus menyerap elemen suciku, karena aku tidak mau tubuhku hancur karenanya,' ucap Naruto pasti.
[ Dan kamu mau aku jadikan apa kekuatan suci itu,? Akukan bukan Naga dengan kekuatan,? ] Tanya Helios.
' Jadikan kekuatanmu saja, walau kamu di takdirkan untuk tidak memiliki kekuatan tapi sekali-sekali mengubah takdir tidak apakan,?' jawab Naruto.
[ Terserah kamu saja partner, asal tidak melukaimu saja,] ucap Helios menurut saja.
' Tentu, terima kasih teman,'
Naruto masih memejamkan matanya dan berkonsentrasi melepas segel mati yang belum saatnya terbuka.
'' Nii-chan, Nii-chan kenapa,?'' tanya Momo khawatir.
'' Nii-chan tidak apa-apa,?'' Rias tidak kalah khawatir.
'' Terbukalah walaupun belum waktunya, jiwa suci telah hilang, jiwa iblis kembalilah. Aku panggil kamu dengan paksa dari segel mati-Nya,'' Naruto mengucapkan mantra yang tidak tau di dapatnya dari mana untuk membuka segel yang mengikat kekuatan iblisnya.
Naruto membuka matanya seiring dengan itu enam pasang sayap kelelawar keluar dari punggungnya, kemudian dia menghilangkan sayap iblisnya karena tidak mau dua gadis di depannya pingsan.
Rias dan Momo masih melongo terpana begitu juga gadis bermata violet yang melihatnya dari depan taman, Grayfia hanya sedikit kaget karena sayap Naruto tumbuh dua kali lipat dari terakhir dia melihatnya.
'' Ne, Rias-chan, Mo-chan aku pergi dulu,'' tanpa menunggu jawaban Naruto berjalan kearah aula.
Disaat yang sama di dalam Aula pertunangan.
Suasana riuh bisik-bisik memenuhi ruang aula, tidak peduli yang mereka singgung ada di sana dan seorang raja iblis.
'' Sirzech, sebaiknya seleseikan ini secepatnya jangan sampai berlarut-larut,'' nasihat pria paruh baya berambut merah dan berjenggot merah tipis.
'' Dengan cara apa Tou-sama,? Sedangkan Naruto tidak mau menyeleseikannya,'' ujar Sirzech tidak semangat.
'' Ini semua masalah yang kamu perbuat, Sirzech. Bukan Naruto, jadi kamulah yang harus menyeleseikannya,'' Tou-san dari Sirzech a.k.a Lord Gremory atau Lucius Gremory nampak marah mendengar ucapan Sirzech.
'' Ta-tapi, a-..''
' Deg,'
Sirzech tidak melanjutkan pembelaannya saat merasakan energi iblis yang familiar baginya dan beberapa iblis yang mengenalnya.
Seluruh tamu undangan yang masih berbisikpun langsung diam dan ruang aula langsung senyap.
' Energi iblis ini,?' batin Sirzech familiar.
' Energi iblis siapa ini,? Terasa berbeda,' batin para tamu undangan.
'' Terlambat Sirzech, kamu selalu merepotkannya. Bahkan masalah yang kamu buatpun dia yang menyeleseikannya,'' ucap Lucius agak terdengar nada kecewa di suaranya.
Di pintu masuk aula, Naruto terlihat memasuki aula dengan santai namun dengan raut datar. Di belakang Naruto, Rias dan Momo berjalan beriringan dan di belakang mereka, Grayfia berjalan dengan menundukan kepala.
Naruto berjalan kearah Sirzech dan Lucius dengan diiringi pandangan mata dari para tamu undangan, dia lalu berhenti di depan Sirzech.
'' Sirzech,'' panggil Naruto.
Sirzech menegang ketika namanya di panggil.
'' Aku tunggu di arena no.26 B, setidaknya aku tidak ingin orang yang menolongku terlalu menanggung beban masalahnya,'' ucap Naruto datar dan agak dingin.
Sirzech tertegun sejenak, namun kemudian dia tersenyum tipis.
'' Baik, aku akan menyusul,'' balas Sirzech.
Naruto kemudian berbalik dan berjalan hingga salah satu tamu undangan mengintrupsinya.
'' Tunggu, anda Naruto, Naruto Namikaze kan,? Pahlawan yang membuat genjatan senjata di Great War,?'' tunjuk dan tanya salah satu tamu yang sepertinya berasal dari kalangan atas.
Nyaris semuanya langsung menatap Naruto tidak percaya dan menunggu jawaban yang keluar dari mulut Naruto.
'' Mungkin, mungkin iya, mungkin tidak. Di Great War dulu bukan cuma aku yang menghentikan Geat War, namun beberapa pejuang lainnya juga turut andil,'' jawab Datar Naruto lalu membuat lingkaran sihir tanpa pola di bawah kakinya.
'' Anda memang Naruto Namikaze, sikap rendah diri anda yang telah membuktikannya,'' cetus iblis yang bertanya kepada Naruto sebelum Naruto menghilang dengan lingkaran sihirnya.
Suasana di aula menjadi riuh setelah mendengar ucapan dari salah satu tamu undangan, ada yang percaya ada juga yang mempertanyakannya.
Dua kelompok iblis muda yang di pimpin oleh dua keluarga yang cukup terkenal nampak cengo, tidak mengerti kecuali salah satu King dari mereka.
Sirzech kemudian menyusul Naruto menggunakan lingkaran sihir khas keluarga Gremory.
Naruto muncul di sebuah padang pasir yang sangat luas, panasnya matahari seperti tidak di rasakannya. Beberapa saat kemudian, Sirzech muncul sepuluh meter di depan Naruto dengan lingkaran sihirnya.
'' Sirzech, keluarkan semua kekuatanmu. Jangan menahannya dan jangan ragu karena aku juga akan melakukan itu,'' seru datar Naruto lalu mengangkat tangan kanannya di depan dada.
[ Neutral ]
Suara mekanik keluar saat sebuah Gauntlet warna hitam pekat yang tersambung dengan pedang berwarna putih bersih.
' Jadi kekuatan sucinya kamu masukan kedalam pedangmu, Helios,?' tanya telepati Naruto kepada sosok Naga yang bersemayam di Gauntletnya.
[ Ya, partner. Cuma itu yang aku bisa, kamu taukan kalau aku menyerapnya dalam tubuhku,? ] Helios menjawab masa bodoh.
' Ya, kekuatan itu menghilang bukan,? ' ujar Naruto lalu memutus telepatinya.
'' Kalau itu maumu, Naruto,'' balas Sirzech kemudian mengeluarkan seluruh kekuatannya hingga rambut merahnya berkibar garang, tanah pijakannya retak dengan batu-batu kecil terangkat untuk kemudian hancur menjadi debu dan tidak ketinggalan aura merah gelap mengelilinginya.
Di aula, kembali layar hologram yang lebih besar terpampang di tengah-tengah aula dan menampilkan pertarungan Sirzech dan Naruto.
'' Gila, bahkan energi kekuatannya terasa sampai disini dan bahkan mungkin seluruh Underword.'' celetuk salah satu tamu undangan yang sudah mengeluarkan keringat dingin.
'' I-ni seperti pertarungan antar raja melihat kekuatan mereka,'' balas yang lainnya tergagap.
'' Kenapa yang bernama Naruto itu terlihat tenang-tenang saja,? Seperti kekuatan Lucifer-sama tidak berefek padanya,'' beberapa tamu undangan bertanya-tanya saat melihat Naruto biasa saja, yah padahal Naruto juga merasakannya namun hanya seperempatnya berkat kemampuan khusus Sacred Gearnya.
[ Dia,?! Dia telah kembali,!] suara mekanik dari punggung tangan pemuda berambut coklat yang pada awal pertunangan mendobrag pintu aula, Issei.
' Ada apa, Ddraig,? Apa kamu mengenalnya,?' tanya Issei melalui telepati.
[ Tentu, dialah yang terlupakan,] jawab Ddraig.
' Yang terlupakan,? ' Issei masih tidak mengerti.
[ Lost Doragon Helios ] ucap Ddraig tambah membuat Issei bingung.
' Maksudnya,?' tanya Issei.
[ Kita lihat saja dulu ] balas Ddraig.
Kembali ke arena.
'' Baiklah Sirzech, aku akan menggunakan ini tapi tenang saja, aku tidak menggunakan kemampuan khusus yang aku punya hanya kemampuan khusus dari armornya saja yang tidak bisa aku matikan,'' ucap datar Naruto.
'' Terserah, apakah itu tidak curang,? Mengingat kemampuan khusus Sacred Gearmu menetralkan tujuh puluh lima persen serangan yang datang,?'' balas Sirzech menyeringai.
'' Kalau menurutmu begitu baiklah aku tidak akan menggunakannya, yah padahal aku cuma tidak ingin tubuhku hancur terkena Power Of Destruction milikmu. Masih ada misi seumur hidupku, yaitu membahagiakan seseorang atau beberapa orang,'' cuek Naruto menanggapi ucapan Sirzech.
[ Reset ]
Gauntlet di tangan kanan Naruto menghilang dan Naruto langsung merasakan sesak nafas karena energi kekuatan yang di keluarkan Sirzech.
Tidak mau pingsan sebelum bertarung, Naruto kemudian juga menaikan energi iblisnya hingga ketingkat yang sama dengan Sirzech.
Perlahan seperti ada tekanan angin dari bawah kaki Naruto sampai membuat jaket berhodinya dan rambut pirangnya berkibar teratur, tanah yang di pijak Naruto perlahan mulai retak dan batu-batu kecil mulai terangkat berterbangan di sekitar Naruto.
'' Mari kita mulai,'' seru Naruto dan Sirzech.
Di sebuah ruangan yang bernuansa tenang, terbaring di atas tempat tidur berselimut biru pemuda berambut pirang berwajah sedikit brengsek namun sedikit terlihat lebih tenang dari biasanya.
'' Nii-sama apa sudah baikan,?'' tanya seorang gadis yang sedang dudu di sisi tempat tidur, berambut twintail model spiral kebawah seperti mata bor, dengan nada khawatir.
'' Ravel-chan,? Yah Nii-san sudah baikan,'' jawab pemuda yang di panggil Nii-sama.
'' Syukurlah,'' gadis yang yang di panggil Ravel terlihat lebih lega dari pada sebelumnya.
'' Ravel-chan, kamu tau aura mengerikan milik siapa ini,?'' tanya pemuda yang masih berbaring di tempat tidur.
'' Itu,,,, itu aura milik Sirzech-sama dan pemuda yang bertarung dengan Riser-Niisama,'' jawab Ravel agak ragu.
'' Uzumaki Naruto,?'' Riser bertanya.
'' Iya, dan kalau tidak salah dengar tadi ada yang menyebutnya pahlawan perang Great War,'' jawab Ravel memberitau.
Riser tiba-tiba hendak bangun dari tempat tidur, namun langsung di cegah oleh Ravel.
'' Nii-sama mau kemana,?'' tanya Ravel khawatir.
'' Nii-san harus melihat pertarungan Uzumaki-san dan Sirzech-sama,'' jawab Riser masih mencoba untuk bangun.
'' Tidak usah, kita bisa melihat dari sini,'' ucap Ravel lalu membuat layar hologram dengan sihirnya dan di layar hologram itu nampak Naruto dan Sirzech bertarung dengan sengit dan terlihat pula arena pertarungannya sudah tidak berbentuk, kawah besar dan kecil nampak berserakan di sana.
'' Mengerikan,'' komentar Ravel.
kembali ke arena.
'' Terima ini, Naruto,!'' Sirzech membuat seekor naga dari Power of Destruction berukuran besar dan mengarahkannya kepada Naruto.
Naga buatan Sirzech melesat pesat kearah Naruto yang masih terlihat tenang walau jaket yang di kenakannya sobek di beberapa bagian.
'' Demonic Chain Barrier,'' ucap Naruto setelah melihat Naga Power of Destruction buatan Sirzech sudah lumayan dekat menuju kearahnya.
' Sring, sring, sring,'
dari dalam tanah di sekitar Naruto keluar banyak rantai berujung tajam berwarna hitam dengan aura di sekitar rantai juga berwarna hitam, rantai-rantai itu kemudian membuat kubah melindungi Naruto.
' Swwuuush, Duuuaaaarrrr,'
Naga Power of Destruction menghantam kubah Rantai Naruto dan membuat ledakan yang cukup besar namun hanya menimbulkan sedikit asap debu.
Naruto masih bersembunyi di balik kubah rantainya, menunggu serangan selanjutnya.
[ Naruto, sudahi pertarungan ini. Tubuhmu mulai berontak, tidak kuat menahan beban peralihan, ]
Naruto mendengar sebuah suara yang familiar yang keluar dari dalam tubuhnya dan hanya dia yang bisa mendengarnya.
' Aku tau Helios, aku tau. Tapi aku belum bisa menyudahi pertarungan ini,' balas Naruto melalui telepati.
[ Kenapa tidak bisa,? Segel yang kamu buka paksa membuat kekuatan suci yang tersisa di dalam tubuhmu mulai membakar kekuatan iblismu. Tubuhmu akan hancur bila tidak bisa menahannya, juga pertarungan ini tidak ada gunanya ] Helios nampak khawatir dengan Naruto.
' Kamu sekarang crewed ya Helios,? Dari pada dulu saat pertama kita bertemu,' Naruto tersenyum tipis menanggapi kekhawatiran Helios.
[ Diam, khawatir terhadap teman tidak di katakan sebagai dosa kan,? ]
' Yah mungkin, tapi tenang saja akan aku akhiri secepatnya,'
Naruto kemudian memutus telepatinya.
'' Sirzech, aku sudah menemanimu bertarung. Jadi apa yang mau kamu sampaikan di pertarungan ini,?'' ucap datar Naruto sembari membuka kubah Rantainya.
'' Aku ingin menyampaikan permintaan maafku kepadamu, Naruto,'' balas Sirzech yang masih berdiri agak jauh di depan Naruto.
'' Permintaan maaf,? Maaf untuk apa,?'' tanya Naruto masih datar.
'' Untuk perbuatanku yang dulu telah membuatmu kecewa,'' jawab Sirzech.
'' Oh,'' Naruto hanya ber'oh' namun dengan nada dingin.
Sirzech nampak mengangkat sebelah alisnya mendengar tanggapan Naruto.
'' Sirzech, kalau kamu memang menyukainya tinggal bilang saja. walaupun sakit, aku akan mundur dengan perlahan dan melepasnya. Tidak dengan cara seperti itu kamu merebutnya, itu bukanlah cara seorang kesatria melainkan seperti seorang yang sangat rendahan yang lebih buruk dari sampah,'' ucap Dingin Naruto, rantai di sekitarnya berkibar liar menandakan sang majikan tengah marah.
Sirzech masih terdiam di tempatnya, tidak bisa membalas ucapan Naruto.
'' Itu sangat mengecewakanku, sangat amat. Di tambah kamu tidak menikahinya setelah kamu berbuat seperti itu kepadanya, menambah rasa kecewaku akan sikap tidak tanggung jawabmu, Sirzech,'' Naruto masih berucap dengan nada dingin.
'' Aku sudah mengajaknya untuk menikah, tapi dia tidak mau,'' kini Sirzech bisa membalas perkataan Naruto.
'' Kenapa tidak kamu paksa,?!'' triak Naruto.
'' Aku tidak bisa memaksakan kehendak seseorang yang tidak mau,'' jawab Sirzech.
'' Cih, kamu bisa memaksanya berbuat hal nista kepadanya, tapi tidak bisa memaksanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu,'' decih dingin Naruto mendengar ucapan Sirzech.
'' Tau apa kau Naruto tentang diriku,'' ujar Sirzech kini dingin.
'' Aku tidak tau apa-apa, yang aku tau Grayfia bukanlah wanita yang bisa seenaknya di paksa berbuat hal menjijikan seperti itu, yang aku tau seorang Sirzech yang aku kenal bukanlah seorang rendahan sepertimu, dan yang aku tau orang yang aku percayai telah menusukku dari belakang,'' ucap datar dan dingin Naruto.
'' Diam kau, kau yang pergi tanpa menyeleseikan masalah tidak pantas berkata seperti itu,!'' triak Sirzech kemudian melesat cepat kearah Naruto dengan tinju di lapisi Power of Destruction tertuju padanya.
Naruto hanya diam di tempat hanya menyuruh dengan batinnya rantai-rantai di sekitarnya untuk membuat barier pertahanan.
Sirzech terus melesat dan menambah kecepatannya hingga di depan barier Naruto dia langsung menghantamnya ke barier rantai Naruto hingga membuatnya hancur.
' Duaar, pyaaarr, bught,'
Barier rantai Naruto langsung hancur berkeping-keping namun tinju Sirzech belum berhenti dan terus melayang kepipi Naruto hingga membuatnya terlempar beberapa meter kebelakang.
Naruto jatuh tersungkur namun dia langsung bangkit berdiri, belum juga menyeka darah di sudut bibirnya yang pecah, Naruto harus menahan sakit saat tiba-tiba Sirzech sudah di depannya dan menghantam perut Naruto.
Sirzech terus melayangkan tinju berlapis Power of Destruction ketubuh Naruto dengan cepat, seakan tidak ada hari esok lagi.
' Krak,'
terdengar retakan tulang di dada Naruto saat Sirzech memukul ti dadanya, kontan Naruto langsung memegangi dadanya dan menahan tinjuan Sirzech dengan lengannya.
'' Kau yang pergi seenaknya tidak akan mengerti, tanggung jawab yang kau ucapkan tidak pernah kau lakukan. Kau meninggalkan masalah itu hingga larut tanpa penyeleseian,'' ucap Sirzech garang di sela serangannya.
'' Mana tanggung jawab yang kau singgung sajak tadi,!'' lanjutnya lalu melesatkan pukulan berlapis Power Of Destruction yang sangat pada kearah Naruto.
' Plek,'
Naruto menangkap pukulan Sirzech dengan tangan Kirinya, melihat pukulannya di tahan dan di cengkram, Sirzech melayangkan pukulan yang sama dengan tangannya yang bebas namun bisa ditahan lagi oleh Naruto.
'' Jadi, kamu menumpahkan semua kesalahanmu padaku,?'' tanya dingin Naruto sambil menahan kedua tangan Sirzech.
'' Aku yang di sakiti, aku yang di khianati, aku juga yang harus menanggung masalah yang tidak aku lakukan, hah,!'' triak Naruto marah lalu melepaskan cengkraman di tangan kanannya untuk kemudian memukul Sirzech dengan tangan berlapis chakra dan demonic power.
' Buagh,'
Sirzech terkena telak pukulan Naruto di pipinya hingga membuatnya terlempar kebelakang.
'' Apa yang harus aku tanggung jawabi hah,! Aku sudah menanggung sakit hati atas tindakanmu,! Apa aku juga yang harus menanggung jawabi perbuatanmu,!'' Naruto tampak sangat marah dan menyerang Sirzech dengan sangat brutal.
'' Rasa sakit yang mungkin tidak akan pernah terobati telah mengembalikanku pada dendam yang sedang kucoba lupakan,!'' Naruto menendang keras dagu Sirzech keatas.
' Duagh, Ught,'
Sirzech hanya bisa melenguh sakit saat tendangan yang Naruto layangkan terasa lebih keras, dia terlempar tinggi keatas dengan sangat cepat.
Naruto dengan kecepatannya muncul di atas Sirzech yang masih melayang keatas di udara.
'' Gara-gara perbuatan kotormu itu, bayang-bayang kalian selalu menghantui di setiap malamku,'' Naruto menghantamkan tumitnya kepunggung Sirzech yang masih melayang di udara hingga menjadikannya kembali ke permukaan tanah dengan kecepatan bagaikan sebuah roket.
' Buuummmm,'
Sirzech menghantam tanah dengan sangat keras bahkan menimbulkan bunyi dentum yang memekakan telinga.
Belum merasa puas akan serangannya, Naruto melesat kearah Sirzech lalu mengangkatnya dengan tangan kirinya.
'' Sampai-sampai orang yang mirip dengannya yang harus aku lindungi malah aku sakiti, orang yang tidak tau apa-apa ikut menerima dosa yang kalian perbuat,'' Naruto meninju perut Sirzech dengan sangat keras.
' Bugh, Uaghhrr,'
Sirzech memuntahkan darah segar dari mulutnya setelah tinju Naruto bersarang di perutnya.
'' Kamu berbicara seolah-olah perbuatanmu adalah benar dan masalah yang mengikutinya bukanlah masalah besar,'' Naruto melayangkan tinjunya ke pipi kiri Sirzech dengan dia masih di cengkram Naruto.
' Bugh, ugh,'
Sirzech hanya meringis merasakan pipi bagian dalamnya pecah.
'' Kamu tau Sirzech, kamu menghancurkan mimpiku yang akan aku rajut bersama Grayfia, mimpi untuk mempunyai keluarga bahagia yang sejak dulu aku impikan,'' Naruto menendang keras perut Sirzech hingga membuatnya terpental Jauh.
' Duaak, Argh,'
Sirzech tersungkur merasakan sakit yang teramat setelah menerima tendangan Naruto.
Naruto kemudian berbalik mengacuhkan Sirzech yang sedang mencoba bangkit berdiri. Dia berjalan hendak keluar dari arena yang sudah luluh lantak, arena yang di buatnya dulu untuk latihan, dan arena yang paling jauh di ujung Underword.
'' Menyedihkan sekali dirimu Naruto,! Masih terpaku pada mimpimu yang gagal terwujud. Tidak bisa move on dari mimpi naifmu,'' Sirzech berucap dengan sedikit menghina Naruto akan mimpinya, dia capai mendengar ocehan Naruto yang menurutnya sudah tidak layak untuk di bicarakan.
Naruto menghentikan langkahnya, tangannya terkepal erat setelah mendengar ucapan Sirzech.
'' Aku muak mendengar ocehanmu, lebih baik kamu menghilang dari dunia ini bersama mimpimu,'' Sirzech yang telah bangkit kemudian melesat kearah Naruto dan menyerang dengan tinju berlapis Power of Destruction padat dari belakang. '' Mati kau,!''
Naruto langsung berbalik dan menusukan pisou angin yang dia buat dari chakranya kearah kepala Sirzech.
Mata Sirzech melebar melihat serangan tiba-tiba Naruto yang tidak mungkin bisa dia hindari. Namun, Satu senti sebelum ujung lancip pisou angin menyentuh pipinya, Naruto telah menghilangkan pisou angin tersebut menjadikan hanya kepalan tangan Naruto saja yang mengenai pipi kiri Sirzech.
' Bught, Braak, aaargh,'
Tinju Naruto mengenai keras kearah pipi Sirzech dan menekannya kebawah menjadikan muka Sirzech mencium tanah dengan sangat keras.
'' Kamu sangat menyedihkan, Sirzech. Tidak bisa menyampaikan dengan omongan dan tinjuan, kamu menghinaku karena kesalahanmu sendiri, dan kembali menyerangku dari belakang,'' ucap Dingin Naruto dengan sinis.
Sirzech hanya bisa diam tersungkur dan matanya melebar melihat hal yang tidak pernah dirinya lihat selama dia hidup dengan Naruto.
Naruto menangis, ya menangis. Walau tidak bersuara tapi airmatanya mengalir cukup deras dari matanya.
'' Kalau kamu ingin aku maafkan, putar waktu dan perbaiki kesalahan yang telah kamu perbuat. Namun itu mustahil, karena di dunia ini tidak ada yang namanya memutar balikan waktu,'' ucap datar Naruto sambil melihat sinis kearah Sirzech yang masih tersungkur.
'' Terimakasih telah menolong dan merawatku dulu, dan terima kasih telah mengembalikanku kepada kebencian yang telah aku lupakan,''
Naruto kemudian berbalik, Namun baru beberapa langkah dia langsung jatuh tertunduk dan memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya.
Beberapa saat kemudian dia tersungkur dengan darah masih keluar dari mulutnya dan airmata yang masih mengalir walau sedikit.
di ruang aula.
'' Nii-chan / Naruto-kun,!'' teriak Rias, Momo dan Grayfia dengan sangat Khawatir.
Rias langsung berlari kearah ayahnya, Lord Gremory.
'' Tou-sama, cepat tolong Nii-sama,'' pinta Rias setelah sampai di depan Lord Gremory.
'' Nii-sama yang mana,? Naruto atau Sirzech,?'' tanya Lord Gremory sedikit menggoda.
'' Tentu saja Naruto-niichan,'' jawab Rias merajuk.
'' Kok Naruto yang kamu khawatiri bukan Sirzech,?'' Lucius Gremory masih menggoda Rias.
'' Tou-sama, jangan menggodaku,'' wajah Rias sangat memelas dan memerah.
'' Hahaha, lucu sekali ekspresimu Rias. Tapi sayang, Tou-san tidak bisa kesana karena itu arena khusus dan hanya tiga orang yang bisa memasukinya,'' tawa Lucius melihat wajah Rias yang menurutnya lucu dan malah tidak menghiroukan salah satu anaknya yang tengah menuju sekarat akibat pertarungan dengan Naruto.
'' Siapa saja yang bisa memasukinya,?'' tanya Rias tidak sabar.
'' Tantu saja yang membuat arena itu, Naruto dan juga Sirzech dan ... Grayfia,'' jawab Lucius.
'' Grayfia,?'' Rias langsung berlari ke Grayfia yang ternyata sudah menyiapkan lingkaran sihir dan beberapa medis.
'' Tunggu,! Aku ikut,'' cegat Rias dan di balas anggukan Grayfia.
'' Aku juga,!'' Momo ikut-ikutan.
'' Momo, mau apa,? Biar mereka yang urus,'' tanya tegas king dari Momo.
'' Dia Nii-chanku, jadi aku juga harus ikut,!'' jawab Momo keras.
'' Tidak boleh,'' King dari Momo tidak memperbolehkan dia pergi.
'' Ah lama, ayo Momo. Grayfia cepat teleport kami kesana,'' ucap Rias menarik tangan Momo dan menyuruh Grayfia untuk meneleport mereka ke arena pertarungan di mana Naruto dan Sirzech berada.
'' Hei, aku ti-'' sang Hirees Sitri tidak melanjutkan ucapannya saat Rias dan Momo telah menghilang dengan lingkaran sihir yang dibuat Grayfia.
Suasana aula kembali riuh karena hasil pertandingan yang sangat mengejutkan, sang raja iblis bisa di kalahkan oleh sosok pahlawan yang sudah lama menghilang, di tambah pertandingan itu tidak bersuara.
' Sirzech, berterimakasihlah karena Naruto menggunakan kekai kedap suara dan menjadikan percakapan kalian tidak di dengar sampai sini dan membuatmu tidak semakin malu. Dan bersukurlah karena Naruto masih menahan kekuatannya,' batin Lucius Gremory melihat keadaan anak laki-lakinya yang lumayan buruk. ' Dan memang harusnya dulu jabatanmu di pegang Naruto, tapi sayang dia menolaknya,' lanjutnya masih membatin.
'' Tou-sama, bagaimana keadaan Sirzech-kun,? Aku sangat khawatir dengannya,'' tanya wanita berambut merah bermata coklat madu dan berwajah cantik.
'' Sara-chan,? Tenang saja dia akan baik-baik saja. Lagi pula tim medis sedang menuju kesana bersama Grayfia,'' jawab Lucius dan mencoba menenangkan sang menantunya.
'' Syukurlah, lalu apa Naruto itu benar-benar keturunan Uzumaki,?'' Wanita bernama Sara bersyukur dan menanyakan tentang Naruto.
'' Aku juga tidak tau, Sara-chan. Dia dulu hanya memperkenalkan dengan nama Namikaze, tapi dia bisa mengeluarkan rantai seperti klan Uzumaki bukan,?'' jawab serta tanya Lucius.
'' Benarsi, tapi warna rantainya berbeda. Punyaku dan kebanyakan lainya berwarna merah terang tapi punya dia hitam, kecuali,?'' jawab Sara dan menebak-nebak.
'' Kecuali,?'' ulang Lucius tampak penasaran.
'' Kecuali kalau dia keturunan dari kepala klan tertua klan Uzumaki,'' ucap Sara menerka.
'' Kepala klan tertua klan Uzumaki,?'' tanya Lucius semakin tertarik.
'' Ya, sebenarnya klan Uzumaki terbagi dua. Golongan tua golongan para raja pendiri klan Uzumaki, dan golongan baru yang merupakan keturunan campuran antara Iblis keturunan Uzumaki dan keturunan Iblis lain. Dan yang membedakan mereka rantai yang di keluarkan, golongan tua rantainya berwarna hitam dan sihir penyegel yang sangat hebat dan di takuti. Golongan baru rantai yang di keluarkan berwarna merah dan kurang ahli dalam sihir penyegelan,'' jawab Sara menjelaskan.
'' Jadi Naruto keturunan golongan tua menurutmu,?'' tanya Lucius menebak.
'' Aku juga tidak tau, pasalnya golongan tua telah punah dan hanya tinggal beberapa mengingat keturunan golongan lama lima puluh tahun sekali lahirnya. Tapi kalau tidak salah, ada satu keturunan golongan tua dan satu-satunya sebelum... Di bantainya klan Uzumaki, dan tidak tau dia slamat atau tidak,'' jawab Sara dan lirih di akhirnya saat mengingat bagaimana klannya di bantai.
'' Nanti kita tanyakan saja pada Naruto untuk lebih jelasnya,'' ucap Lucius melihat kesedihan dari sang menantu.
Kembali ke arena.
Muncul lingkaran sihir berwarna putih beberapa langkah dari tersungkurnya Naruto dan Sirzech. Dari lingkaran sihir itu keluar Grayfia, Rias, Momo, dan beberapa medis yang akan menolong Naruto dan Sirzech.
'' Nii-chan,! / Naruto-kun,!'' Rias, Momo, dan Grayfia langsung menghampiri Naruto dan Rias langsung membaringkan kepala Naruto di pahanya.
Momo dan Grayfia bersimpuh di kanan kiri Naruto, memandangnya dengan khawatir.
'' Nii-chan baik-baik saja,?'' Rias sangat khawatir, dia mengelap bekas darah dipipi Naruto dengan tangannya.
'' Nii-chan, bertahanlah,'' Momo tidak kalah khawatir dan memegang tangan kanan Naruto erat.
'' Naruto-kun, bertahanlah,'' Gumam Grayfia juga memegang tangan Naruto sebelah kirinya.
Sirzech, yang tersungkur tidak jauh dari Naruto memandangnya dengan pandangan sulit di artirkan.
' Bahkan adikku sendiri lebih memilih menolong dia dari pada aku,' batin Sirzech miris.
'' Lucifer-sama, anda baik-baik saja,?'' tanya salah satu medis yang menghampirinya
'' Ya, kurasa begitu,'' jawab Sirzech walau keadaannya juga bisa di bilang sangat parah.
Kemudian para medis semuanya yang berjumlah empat orang mengangkat Sirzech keatas tandu dan membawanya keluar arena, sementara Naruto dibawa Rias, Momo, dan Grayfia.
Someone Mindskip.
PoV.
Tempat ini lagi, hahaha benar-benar aku merindukan tempat ini. Tempat yang memiliki langit berwarna merah jingga dan matahari merah yang condong di peraduannya.
Aku duduk di atas kepala bertanduk dan bercula dari sosok Naga berwarna hitam yang sedang asik tidur di atas singgasananya yang berupa gunung batu yang terjal.
Sosok naga berbelati yang sejak dulu menemaniku, sosok naga yang seperti naga pada umumnya, namun yang membedakannya adalah tanduk seperti tanduk banteng yang ujungnya menghadap keluar bertengger manis di kepalanya yang meruncing, tanduk cula tunggal di atas hidungnya, dan sepasang belati melengkung di belakang lengan atau kaki depannya yang sangat tajam. Selain itu, sepasang mata berwarna merah darah menambah kesan garang padanya, naga berwarna hitam yang selalu menyendiri ini memiliki sepasang sayap naga berbulu seperti angsa berwarna hitam yang besar sehingga dia mampu terbang dengan sangat cepat. Yah walaupun aku belum pernah melihat dia terbang.
[ Naruto, sudah selesei mengagumi tempat ininya,? ] Helios, nama naga yang sedang aku duduki bertanya dengan suara beratnya.
'' Begitulah, tempat seindah ini sayang kalau tidak aku kagumi,'' jawabku dan akulihat dia telah membuka mata merahnya.
[ Ya ya ya, lalu hasil darimu bertarung tadi apa,? ] tanya Helios tentang pertarunganku tadi, pertarungan yang katanya untuk meminta maaf tapi malah membuatku semakin marah saja akan sikapnya.
'' Yah begitulah, tidak ada hasil akhirnya,'' jawabku datar.
[ Huh sudahku bilang tidak usah bertarung tapi kamu malah tetap meladeninya ] dengus Helios sewot.
'' Hehehe, tapi berkat itu aku mempunyai alasan untuk membuka segel-NYA bukan,?'' kekehku mencoba membela diri.
[ Tapi gara-gara membuka segel itu tubuhmu remuk, dan kekuatanmu saling mendominasi didalam tubuhmu. huh dasar tidak memikirkan akibat yang di timbulkan,] ucap Helios menyindirku yang selalu bertindak tanpa di pikir dulu.
'' Hahaha, seperti kamu tidak tau aku saja. Itukan sudah sifat aku yang selalu ceroboh, tidak memikirkan akibatnya yang penting langsung hadapi,'' tawaku seperti tanpa beban.
[ Setidaknya kurangilah kecerobohanmu, lalu apa rencanamu setelah ini,?] nasehat Helios dan bertanya padaku.
'' Tidak tau, mungkin aku akan menetap disini,'' jawabku sekenanya.
[ Kamu ingin mati ya,? Ini bukanlah tempatmu, lagian gadis berambut putih itu pasti akan sedih bila kamu tidak kembali,] ucapnya (Helios) dan menyinggung gadis berambut putih, gadis berambut putih,? Grayfia,?
'' Gadis berambut putih,? Maksudmu Grayfia,?'' tanyaku mencari kejelasan.
[ Ck, aku bilang 'gadis' bukan 'wanita', tentunya dia masih perawan bukan,?] decaknya dan menspesifikan maksudnya.
'' Maksudmu Momo-chan,? Ada apa dengan dia,?'' tanyaku lagi.
[ Tentu dialah siapa lagi, dia akan sedih bila kamu tidak sadar-sadar apalagi bila kamu tinggal disini berarti tubuh nyatamu akan koma selamanya,] jawabnya seakan mau mengingatkanku kepada adik kecilku yang aku sayangi.
'' Dia tidak apa-apa, lagian pernah aku tinggal lumayan lama. Dan juga lebih senang disini, disini menenangkan. Lagian aku ingin mengistirahatkan tubuh nyataku,'' balasku agak sedikit cuek, yah sebenarnya ini adalah alam bawah sadarku di mana Helios tinggal.
[ Ck, dia pasti akan apa-apa. Dia itu menyayangimu, masa iya dia akan biasa saja melihat orang yang di sayangi terbaring koma tanpa mau siuman,] decak Helios terlihat kesal akan sikapku yang seperti tidak peduli.
'' Memang kenapa kalau dia menyayangiku,? Aku juga menyayanginya, dari dulukan aku ingin punya adik perempuan yang bisa selalu aku lindungi,'' ujarku masih belum mengerti maksud omongan Helios.
[ Dasar baka gaki, dia itu menyukaimu,! Mencintaimu,! Menyayangimu,!kenapasih kamu bodoh kalau menyangkut soal hati,? Kecuali dengan si pembantu itu yang telah menusukmu dari belakang ] cibir Helios, huh biarin bodoh soal yang gituan yang penting heppy,,,, hehehe...
'' Ya, dia menyukai, mencintai, dan menyayangiku sebagai kakak, tidak lebih. Dan si pembantu itu punya nama Helios, yaitu Grayfia, dan juga aku memang tidak terlalu memikirkan soal apa yang kamu sebutkan tadi itu,'' balasku masih secuek sebelumnya, yah memang aku tidak terlalu memikirkan itu.
[ Ya ya ya terserah, kamu memang bodoh Naruto. Momo itu menyukaimu bukan sebagai kakak tapi sebagai kekasih, bukalah hatimu untuk dia Naruto, dia tidak punya siapa-siapa lagi hanya kamulah yang dia punya,] ujar Helios terlihat serius, tapi apa maksudnya dia tidak punya siapa-siapa lagi,? Bukankan ada Kaa-san dan Tou-san,?
'' Apa maksudmu dia tidak punya siapa-siapa lagi, Helios,? Dia masih punya Kaa-san dan Tou-san kan,?'' aku bertanya dengan serius.
[ Mereka telah meninggal Naruto, orang tua yang mengasuhmu telah meninggal karena di bunuh, persaingan bisnislah yang membuat mereka terbunuh. Untung Momo dapat kabur walau menderita luka yang parah, dan beruntung karena dia bertemu pewaris dari Sitri sehingga dia bisa di selamatkan walau dengan mereinkarnasikannya menjadi Iblis,] jawab Helios dengan sangat amat serius. Seriusnih Kaa-san dan Tou-san angkatku telah meninggal,?
'' Da-dari mana kamu tau Helios,? Kamukan ada di dalam diriku,? Dan semua yang kamu tau akupun juga taukan,?'' tanyaku gagap dan takut kalau itu adalah benar.
[ Naruto, selain yang terlupakan, aku mempunyai julukan lain yaitu Destiny Doragon. Aku bisa melihat takdir dan masa depan orang yang berada di dekatku dan orang yang dekat dengan orang itu. Aku sudah melihat takdir dari keluarga barumu semenjak kamu menemuinya, namun aku tidak kuasa memberi taukan itu padamu, karena 'Dia' tidak mengijinkanku untuk membocorkan sebuah takdir. Namun aku tidak bisa membaca takdirmu, karena setiap saat takdirmu berubah. Tapi yang pasti dan tidak dapat berubah tentang salah satu takdir yang mengikutimu adalah, rasa sakit, kekecewaan, dendam, kegelapan, dan itu semua tidak dapat kamu balaskan,] jawab Helios tanpa ada keraguan dan kebohongan dan aku tau itu pasti sangat amat sangat serius.
'' Hoi, kenapa takdirku senista itu,? Mengenaskan. '' sungutku kesal, kenapa dia memberi tauku tentang takdir yang mengenaskan seperti itu sih,? Kejamnya dirimu Helios. '' Jadi benar mereka telah pergi ya,? Pasti gara-gara takdirku yang mengenaskan, jadi mereka terkana imbas takdirku,'' lanjutku bertanya dengan nada bersalah tingkat dewa, yah aku merasa bersalah pada mereka. Harusnya aku membahagiakan mereka, tapi malah aku membuat mereka menderita.
[ Bicara apa kamu Naruto,? Memang benar mereka telah pergi tapi itu tidak ada sangkut pautnya denganmu, dengan takdirmu. Takdir mereka telah di tulis dan mereka harus menjalaninya. Sekarang kamu pilih, membuka hatimu untuknya dan menjaganya untuk selamanya yang pasti membuat dia bahagia atau tetap menutup hatimu dan membuatnya kecewa yang pasti akan membuatnya sedih dan tidak mempunyai semangat hidup sepertimu dulu,? Naruto asal kamu tau, yang membuat dia semangat untuk terus hidup dari luka yang di deritanya dulu adalah dirimu, ] Helios sangat serius di ucapannya dan ketegasan di setiap kata-katanya, belum pernah aku melihat dia seserius ini yah walaupun aku dan dia jarang bertemu tapi ini serius, aku belum pernah melihat dia sama seperti Tou-sanku saat menghadapi musuhnya, sangat serius.
'' Baiklah aku akan menjaganya, menjaganya dengan segenap kasih sayang yang aku punya. Aku tidak mau dia sama sepertiku, menderita karena sendirian. Tapi membuka hatiku,? Mungkin mengikuti arus saja, aku masih sakit atas kejadian waktu itu,'' ucapku penuh keyakinan. Yah aku akan menjaganya, menjaganya agar tetap tersenyum. Itu janjiku, janji yang aku ucapkan akan selalu aku tepati karena itu adalah jalan ninjaku.
Aku melihat Helios tersenyum, lebih tepatnya menyeringa memperlihatkan gigi-giginya yang runcing. Lucu juga melihat seekor naga tersenyum, pasti kalau ada bayi nangis akan langsung bertambah nangisnya karena ketakutan, hahaha.
[ Kalau begitu kembalilah, jangan biarkan dia menangisimu lebih lama. Emangnya kamu sudah mati apa, harus di tangisi sampai segitunya,?] ucap Helios sedikit bercanda.
Hahaha, rupanya naga juga bisa bercanda juga ya,? Menarik-menarik.
'' Ya ya ya, baiklah aku kembali. Tapi mungkin setelah ini aku akan banyak membutuhkan batuanmu,'' ujarku membalas ucapannya dan di balas deheman berat olehnya.
Huh dasar, kenapa tadi sangat cerewed tapi sekarang jadi irit kata malah sudah tidur lagi, dasar.
Aku, Namikaze Uzumaki Naruto, Inang dari Naga surga yang tidak memihak siapapun, termasuk 'DIA'. Ninja terakhir dari desa ninja terkuat di jepang masa lalu, dan seorang pria yang selalu tersakiti.
Okeh yang terakhir nggak usah di anggap karena terlalu nista. Saatnya aku kembali.
End PoV.
Di ruangan yang sepertinya sebuah kamar tidur yang mewah, terbaring di tempat tidur pemuda berambut pirang dengan alat batu kehidupan melekat di tubuhnya. Di samping tempat tidur duduk wanita berambut putih, dan dua gadis berambut putih dan merah yang masing-masing mempunyai 'aset' yang lumayan, sedang menangis melihat keadaan sang pemuda yang terbaring lemah tidak sadarkan diri.
Seorang laki-laki memakai kemeja coklat rapi tengah memeriksa keadaan sang pemuda, sepertinya dia adalah seorang dokter peribadi sebuah keluarga kaya.
Di sudut ruangan lebih tepatnya di sofa panjang yang bertengger manis di tempatnya, duduk dua gadis berkacamata dan berambut hitam, satu memiliki rambut pendek diatas bahu dan satunya panjang sampai kepaha keliatannya, dan mereka memiliki 'aset' yang bertolak belakang.
'' Tsubaki, sepertinya akan sulit mengajak Momo untuk kembali dan juga siapa sebenarnya Naruto itu,? Kenapa hampir semua iblis kalangan atas mengenalinya,?'' gadis berkacamata berambut pendek bertanya pada gadis di sebelahnya.
'' Sepertinya begitu, Kaichou. Dan pemuda bernama Naruto itu kemungkinan iblis yang lumayan terkenal dan dekat dengan keluarga Gremory, terlihat dari Rias yang sangat mengenalnya dan menghormatinya,'' jawab gadis yang bernama Tsubaki.
'' Sebenarnya sih aku juga sedikit familiar dengannya, tapi aku juga tidak tau pernah melihatnya di mana,'' ujar sang Kaichou datar.
' Braak,'
suara pintu di dobrak langsung mengintrupsi semua yang ada di ruangan dimana pemuda pirang sedang dirawat, dua gadis yang tengah berbincangpun langsung berhenti berbicara dan semuanya termasuk dokter yang sedang memeriksa pasiennya langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu yang di dobrak dengan keras.
'' Naru-tan, dimana kamu,!'' triak gadis bermata ungu lembut, berambut hitam di ikat twintail dengan nada yang kekanakan.
'' Kyaaa Naru-tan kenapa kamu,?! kenapa kamu terbaring dengan alat-alat aneh seperti itu,?!'' lanjutnya masih berteriak melihat pemuda yang dicarinya tengah berbaring lemah diatas tempat tidur, gadis itu langsung menuju kesisi tempat tidur yang sama dengan dokter yang sedang memeriksa.
'' Leviathan-sama, jangan berisik. Naruto-sama harus banyak istirahat dan ketenangan,'' tegur sang dokter pada gadis yang berteriak tadi.
'' Lucas, apa yang terjadi dengan Naruto-kun,? Gimana keadaannya,?'' tanya gadis yang di panggil Leviathan tidak menghiroukan teguran dokter yang di panggilnya Lucas.
'' Iya, bagaimana keadaan Naruto, Lucas,? Dan maaf atas keributan yang di buat Serafall tadi,'' timpal laki-laki berambut hitam berbadan tegap dan terlihat lebih tenang dari gadis yang di sebut Serafall.
'' Mou, Falbium, aku tidak membuat keributan, aku hanya khawatir,'' protes Serafall pada laki-laki yang menimpali pertanyaannya dan menyinggung dirinya.
'' Leviathan-sama, Asmodeus-sama, keadaan Naruto-sama tidak terlalu baik. Di dalam tubuhnya mengalir dua kekuatan yang saling bertentangan, dan itu sangat buruk,'' jawab Lucas atas pertanyaan Serafall dan Falbium.
'' Maksudnya di dalam tubuhnya mengalir dua kekuatan yang bertentangan,?'' kini laki-laki berambut pirang yang datang bersama dengan Serafall dan Falbium yang bertanya.
'' Beelzebub-sama, maksud saya didalam Tubuh Naruto-sama mengalir kekuatan cahaya, walaupun sedikit tapi itu sudah cukup mempengaruhi kekuatan iblis yang ada di dalam tubuhnya.'' Lucas menjeda sebentar jawabannya.
'' Dua kekuatan itu saling mendominasi dan bertarung di dalam tubuh Naruto-sama, memang kekuatan cahayanya hanya sedikit tapi itu sudah cukup untuk membakar kekuatan iblisnya dan jika itu terus berlanjut tubuh iblisnya tidak akan bertahan dan kemungkinan terburuk dari itu adalah dia akan meninggal,'' lanjutnya dengan sangat tidak enak memberi taukan keadaan dari orang yang dia hormati.
'' Tidak,! '' triak satu wanita dan tiga gadis yang berada di sisi tempat tidur serentak.
'' Tidak, Naruto-kun tidak boleh meninggal,'' ucap wanita berambut putih dan memakai pakaian Maid.
'' Nii-chan tidak mungkin meninggal,!'' isak gadis berambut putih dan merah yang memiliki warna mata mirip.
'' Naru-tan tidak boleh meninggal,'' Serafall mulai berkaca-kaca.
'' Kalian tenanglah, Naruto tidak meninggal. Itu baru mungkin, belum terjadi. Lagi pula Naruto itu kuat, tidak mungkin dia meninggal semudah itu. '' Ajuka sang maou Beelzebub mencoba menenangkan para perempuan yang tengah menangis mendengar perkataan Lucas tentang pemuda yang tengah berbaring tidak sadarkan diri. '' Lucas, jadi apa yang bisa kita lakukan untuk menolong Naruto,?'' lanjutnya bertanya pada Lucas.
'' Mungkin kita bisa mengalirkan Demonic Power padanya, menambahkan energi iblis pada tubuhnya. Mungkin itu akan sedikit mempertahankan untuk tetap hidup, dan mungkin dengan menyalurkan Demonic Power padanya akan membantu energi iblis pada tubuhnya mengekang energi suci yang berada di tubuhnya,'' jawab Lucas panjang.
'' Kalau begitu, aku akan menyalurkan energiku pada Naruto-kun,'' ucap Serafall serius dan tanganya bergerak melepas kancing baju teratasnya.
'' O-Onee-sama, apa yang akan Onee-sama lakukan,?'' tanya gadis berambut pendek berkacamata yang sendari tadi menonton apa yang terjadi di tempat tidur bersama temannya.
'' Sona-chan,? Sejak kapan kamu ada disini,?'' tanya balik Serafall tanpa menjawab pertanyaan dari adik tersayangnya.
'' Sejak pemuda bernama Naruto itu masuk kekamar ini,'' jawab Sona datar seperti biasanya.
'' Biar aku saja yang menyalurkan Demonic Power pada Naruto-kun,'' ujar wanita berpakaian maid yang kini sedang melepas kancing atas bajunya.
'' Tidak, dia Nii-chanku jadi aku yang akan melakukannya,'' ucap gadis yang warna rambutnya sama seperti maid yang tengah melepas kancing kedua bajunya.
'' Biar aku saja, aku lebih berhak atas Nii-chanku,'' gadis berambut merah yang dari tadi berdiam mulai angkat bicara, dan dia tengah membuka kancing gaun merahnya yang berupa 'sleting' di gaun bagian belakang.
'' Tidak, biar aku saja,'' Serafall mulai membuka kembali kancing kedua bajunya.
'' Aku saja,''
'' Aku lebih berhak,''
'' Aku yang harus melakukannya,''
empat perempuan yang mau mengalirkan energinya pada pemuda yang bernama Naruto mulai berebut mengajukan dirinya.
'' Sepertinya kita para laki-laki harus keluar dari kamar Naruto kalau tidak ingin mati kekurangan darah karena mimisan,'' ucap Ajuka dengan Nada bercanda.
'' Sepertinya begitu, Sona-chan, Tsubaki-chan, lebih baik kalian ikut kita keluar dan tidak mengganggu mereka,'' balas Falbium dan mengajak dua gadis berkacamata untuk keluar dari kamar itu.
'' Kalau begitu ayo kita keluar, aku juga belum mau mati. Apa lagi kehabisan darah karena mimisan melihat tubuh polos mereka, sangat tidak keren,'' ujak Lucas diselingi candaan.
Mereka para laki-laki keluar dari kamar di ikuti dua gadis berkacamata yang di kenal Sona Sitri dan Tsubaki Sinra.
Setelah para laki-laki pergi, empat perempuan yang tubuhnya telah polos tanpa sehelai benangpun langsung masuk kedalam selimut Naruto dan memeluknya dari berbagai sisi kecuali bawahnya.
Setelah keluar dari kamar Naruto, Ajuka, Falbium, Lucas, Sona, dan Tsubaki berjalan menyusuri lorong kediaman Gremory untuk menuju keruang tamu.
Sona yang masih penasaran tentang Naruto akhirnya bertanya pada salah satu Maou.
'' Maaf Ajuka-sama, sebenarnya siapa sih Naruto itu,? Kenapa hampir semua iblis mengenalinya,?'' tanya Sona dengan sangat ingin tau.
'' Hahaha, apakah kamu tidak ingat dia,?'' tawa Ajuka lalu memandang kearah Sona yang membalas dengan pandangan bingung. '' Masa tidak ingat, dulu waktu kamu kecil kamu dan Rias selalu memaksanya untuk bermain dengan kalian.'' lanjutnya dengan nada geli.
'' Mengajaknya bermain,? '' gumam Sona menerawang, namun sesaat kemudian matanya langsung melebar. '' Ja-jadi, Naruto itu Naruto-nii -chan yang dulu sering bermain denganku dan Rias,? Tapi kenapa dia terlihat sangat muda, berbeda dengan...'' lanjutnya setelah menginat siapa Naruto, dengan muka sedikit memerah dan menggantung kalimatnya takut menyinggung perasaan kedua Maou yang berjalan bersamanya.
'' Tentu saja, dia berhenti menua di umur tujuh belas tahun, tidak seperti kami yang berhenti menua di umur duapuluh lima tahun,'' ujar Falbium menanggapi ucapan Sona dengan senyuman yang menawan.
'' Ya begitulah, dia tidak akan menua dan akan selalu seperti remaja tujubelas tahunan. Mungkin itu dari gen ibunya yang menjadikannya seperti itu, karena yang aku tau semua keturunan Uzumaki garis utama semuanya begitu,'' timpal Ajuka dengan masih tersenyum.
'' Uzumaki,? Tapi seingatku Naruto-nii -chan bermarga Namikaze, ya memang dia mengenalkan dirinya dengan marga Uzumaki saat masuk sekolah,'' ucap Sona agak masih ragu.
'' Benarkah,? Wah akhirnya dia mulai menunjukan taringnya,'' tanggap Ajuka terlihat senang.
'' Ajuka, sepertinya kamu mengenal dekat Naruto,?'' Falbium bertanya dengan penasaran.
'' Tentu saja, aku dan Serafall sangat dekat dengannya. Bahkan Sirzech yang kingnya pun tidak sedekat kami, kami bertiga seperti tidak ada spasi, seperti sudara, tidak ada rahasia diantara kami. Kamu tau Sona-chan,? Bahkan Serafall lebih dekat dari aku dan dia sangat suka menggoda Naruto, namun hanya di balas senyuman saja olehnya. yah kami sangat dekat sampai suatu peristiwa yang menjadikanya pergi dari Underword,'' jawab Ajuka dan tersenyum miris di akhir ucapannya.
'' Ajuka-sama, apa yang membuat Naruto-nii -chan pergi dari Underword,?'' tanya Sona penasaran.
'' Suatu hal yang tidak baik untuk di bicarakan,'' jawab Ajuka datar dan lirih.
Merasa pertanyaan yang dia ajukan membuat suasana canggung, Sona menanyakan soal yang lainya.
'' Mm, Ajuka-sama, jadi Naruto-nii -chan bidak dari Sirzech-sama,?'' Tanya Sona mengalihkan pertanyaannya sebelumnya.
'' Ya, Naruto pion pertama Sirzech. Dia mengkonsumsi satu bidak pion milik Sirzech, tapi walaupun hanya satu bidak pion, dia memiliki kekuatan yang sangat hebat bahkan melebihi seorang pemegang bidak Raja, dan saat Great War terjadi, dialah yang paling tidak ingin di temui musuhnya apalagi saat berduet dengan,, Grayfia, semua musuhnya akan berpikir dua kali untuk menghadapi mereka,'' Jawab Ajuka panjang lebar dan tersenyum mengingat masalalu, namun senyumanya berubah menjadi sinis saat menyebut nama Grayfia.
'' Tunggu, bukanya Evil Piece di buat setelah Great War usai,? Tapi kenapa sebelum Great War sudah ada,?'' tanya Sona setelah otak cerdasnya merespon informasi yang janggal.
'' Yah memang, Evil Piece di ciptakan sesudah Great War untuk mereinkarnasikan makhluk menjadi iblis guna untuk meningkatkan populasi iblis yang tinggal sedikit. Namun sebenarnya sebelum Great War Tou-sanku yang merasa akan ada kejadian yang membuat kaum iblis mendekati kepunahan, menciptakan sebuah alat untuk mereinkarnasikan semua makhluk menjadi iblis dan alat itu mengadopsi sistim catur. Dengan kerja kerasnya akhirnya dia dapat menciptakan Evil Piece pertama dan masih sangat sederhana belum seperti sekarang. Karena Great War, Tou-sanku tidak bisa melanjutkan eksperimennya dalam mengembangkan temuannya itu sampai dia meninggal, dan karena aku anak yang berbakti pada orang tua jadinya aku yang melanjutkan penelitiannya dan mengembangkan Evil Piece, dan Evil Piece menjadi semakin sempurna seperti sekarang ini,'' jawab Ajuka panjang lebar dengan bangga. '' Apa itu cukup menjawab rasa penasaranmu, Sona-chan,?'' lanjutnya bertanya.
'' Ya, terima kasih,'' balas Sona mengangguk.
'' Tidak perlu sungkan, kalau masih ada pertanyaan tanyakan saja,'' ucap Ajuka ramah.
Sona berfikir sejenak , '' Adasih, apa Naruto-nii -chan punya Sacred Gear,? Soalnya tadi di aula dia mengeluarkan seperti sarung tangan naga berpedang, namun aku tidak merasakan kekuatan apapun dari sarung tangan itu, atau itu memang tidak memiliki kekuatan,?'' tanyanya.
Ajuka tersenyum, '' Kamu salah Sona-chan, dan Yah Naruto memiliki Sacred Gear berupa Gountlet ber pedang di punggung tangannya, namanya aku belum tau tapi kekuatanya aku sudah tau dan itu sangat mengerikan. Kamu tau, Sona-chan,? Yang menghentikan Great War dulu adalah Naruto dengan menggunakan kemampuan khusus Sacred Gearnya yaitu menghilangkan semua kekuatan yang dimiliki semua yang turut andil dalam perang itu, mulai iblis tingkat rendah sampai iblis tingkat tinggi dalam waktu satu bulan. Bayangkan kekuatan kita menghilang dalam waktu satu bulan, ugh, aku tidak mau lagi mengalami itu,'' jawab Ajuka panjang lebar.
Sona dan Tsubaki membelalak kaget, ternyata Naruto yang mereka kenal adalah benar-benar pahlawan Grat War seperti yang mereka dengar saat pertunangan Rias tadi, dan juga tentang kekuatan Naruto yang menurut mereka mengerikan.
'' Menghilangkan kekuatan,?'' Sona tampak cengo karena shok.
'' Selama Satu bulan,?'' Tsubaki menambahkan dengan tampang yang tidak beda jauh seperti Sona.
'' Yah mengerikan memang, tapi penggunanya juga terkena. Serangan itu seperti pisau bermata dua, tapi itu dulu tidak tau sekarang,'' ujar Falbium melihat Sona dan Tsubaki yang kaget, shok, takjub setelah mendengar informasi tentang Naruto.
'' Nah lain kali kita lanjutkan cerita tentang Naruto, kalian sebaiknya pulang atau menginap disini saja. Kami mau melihat keadaan Sirzech dulu,'' ucap Ajuka di sertai dengan senyuman yang menawan.
'' Baiklah, kita akan menginap di sini saja,'' balas Sona lalu memisahkan diri berjalan ke lorong yang menuju kamarnya jika menginap di kediaman Gremory.
Ajuka, Falbium, dan Lucas berjalan kearah kamar Sirzech untuk melihat keadaannya.
.
Dia yang tidak memihak siapapun telah kembali, takdirnya telah tertulis. Takdir rasa sakit, kebencian, dendam, kekecewaan akan selalu mengikutinya namun tidak bisa dia balaskan.
Menderita karena masalalunya, hilang arah karena cintanya, berkorban karena perintahnya, akankah kebahagiannya akan datang bersama janji yang telah dia kumandangkan di depan Naga yang tercipta dari ketidak percayaan,?
Akan terjawab bersama waktu yang terus berjalan...
T.B.C
Thank's to author dan pembaca yang udah mau review, alhamdulilah bisa update juga walau tidak sepanjang kemarin.
Masih ada yang minta the Destiny di lanjutin, padahal itukan udah di ambil orang jadi ya biar arang tu yang lanjutin.
Ok sekian aja dulu, update kali ini bareng dengan the Devile Anbu. Selamat membaca...
Rev.
monkey D nico : yup kemarin adalah chapter terpanjang.
: mungkin bukan keduanya, :)
d naru : harem,? Mungkin ia mungkin tidak, mengikuti arus saja. Namun ada beberapa wanita yang selalu di sisinya,,,,?
Azriel Longinius : Momo Hanakai itukan memang pierage Sona, aku tidak mengambil dari anime lain.
riskyuzumaki603 : ada caranya tersendiri 'dia' membalas perbuatan mereka dan mungkin lebih menyakitkan.
Uzumaki uciha naruto : the destiny udah di ambil orang, tidak mungkin di lanjutin.
nanaleo099 : mungkin memang sacred gearnya adalah rival dari yang lainya...
Yashiro Ex-Exorcist : aku setuju denganmu, soal alur mungkin memang sedikit terlalu cepat,,,
Arc-kun : maaf kalo ada typo, chap kali ini juga pasti banyak typo. Biarlah Momo seperti itu dan Naru vs Sirz, mungkin naru yang menang...
Vin'DieseL D'.Newgates : haha, es dawet banjar kan dari kota kelahiranku jadi y aku pake itu.
Tama : yup naruto hanya punya tiga elemen alam.
uzumakiseptian : Momokan sudah memendam rasa sejak lama da saat bertemu tentu saja langsung bilang, tapikan naruto belum bilang menerimanya bukan,?
Dat : naru tidak melakukan kontak selama di eropa.
Sebenarnya naga dalam tubuh Naruto aku bingung mau namainya apa, ngasal aja pakai nama Helios. Semoga cocok nama itu dengan naga yang mendiami sacred gear Naruto.
Dan maaf kalau salah menuliskan nama, juga terimakasih flamenya. Yang ngeflam cuma bisa mbacot di tulisan, belum tentu juga bisa nulis ide yang lumayan untuk di baca. Jadi tukang flame mending bikin dulu ceritanya lalu bandingkan dengan yang lain baru di flame kalo memang tulisanmu lebih baik...
