Title :: I'm Your Biggest Fan
Genre :: Romance/Friendship
Rating :: T
Cast ::
Wu Fan aka Kris,
Huang Zitao aka Tao,
Zhang Yizing aka Lay,
And other EXO-K, EXO-M & f(x)'s members.
Pairing(s) : RisTao/Taoris, KrisYeol, LayTao, etc.
Warning : AU, OOC, Yaoi, Shonen-ai, BL, BoyxBoy, Typo(s), Gaje, Don't like? Don't read.
Disclaimer : They belong to themselves, SMent, and God. The script is belong to me.
Summary : "Aku, Huang Zitao, dengan bangga menyatakan bahwa diriku adalah seorang KrisYeol shipper."
RnR please.
Last word, happy reading~
Tao's POV
"Engggggggh..." Aku sedikit mengerang saat terbangun dari tidurku.
Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Mataku melihat sebuah ruangan yang cukup besar, lebih tepatnya sebuah kamar tidur. Aku merasakan tempatku tidur sekarang, empuk dan nyaman. Aku pun duduk dan mengaruk belakang kepalaku.
"Aku dimana?" Aku bertanya kepada entah siapa, mataku masih terasa berat. Sekelebat memori muncul di kepalaku, aku baru ingat, semalam ada yang membekap ku dengan obat bius.
Aku berdiri dengan perlahan. Aku masih merasa sedikit pusing, mungkin karena efek obat bius semalam. Apa aku diculik? Tapi mengapa aku malah ada di kamar mewah seperti ini? Apa penculik itu memberikan kamar VIP bagi korbannya? Ah, aku tidak peduli, yang pasti aku harus bisa kabur dari sini.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Sebuah teriakan memekakan telinga terdengar dari luar. Tunggu, aku kenal teriakan itu, itu mirip dengan teriakan Sulli. Apa Sulli juga ada disini? Dengan mengendap-endap aku melangkahkan kakiku mendekati pintu. Aku membukanya perlahan dan keluar dari kamar ini.
Aku menoleh ke kiri dan ke kenan, mencari asal suara teriakan tadi. Aku memutuskan untuk pergi ke kiri, di sana terlihat sebuah pintu yang terbuka dengan lebar dan aku bisa melihat cahaya keluar dari sana. Aku yakin suara teriakan tadi berasal dari sana.
KYAAAAAAAAAAAAAAA!
Teriakan itu muncul lagi, aku pun segera berlari dan masuk kedalam kamar itu.
"..."
"..."
"Hey, Tao, kau sudah bangun ya? Lihat, kucing ini imut sekali kan?" Aku melihat Sulli yang sedang mengusap bulu seekor kucing.
"Sulli? Mengapa kau ada disini? Dimana kita? Lalu mengapa semalam aku di—"
GREB!
Tanpa ku sadari sebuah tangan kini membekap mulutku. Dan dengan jurus wushu yang sudah aku pelajari sejak kecil, aku pun menyikut dada orang yang membekapku tadi.
"Ya! Tao!" Pekik orang itu. Tunggu, aku mengenal suaranya.
"Lay-ge, mengapa kau membekap ku seperti itu?" Aku pun berjongkok dan melihat keadaan orang yang baru saja membekap ku itu. Ya, dia adalah Lay-ge.
"Aku ingin menggodamu, tapi kau malah menyikutku." Lay-ge terlihat kesakitan. Untung saja aku tidak mengeluarkan kekuatanku secara penuh.
"Tunggu dulu, mengapa kau juga ada disini? Aku jadi semakin bingung."
"Begini Tao, biar aku jelaskan. Satu minggu ini, sekolah kita diliburkan karena guru-guru sedang mengikuti study tour." Sulli akhirnya datang dan mulai bicara.
"Lalu?" Aku pun memotong perkataan Sulli.
"Dengarkan dulu. Nah, jadi Lay-ge memiliki rencana untuk mengajak kita berlibur disini, di villa milik keluarganya. Dia sendiri yang menjemputmu semalam, dengan cara unik tentunya." Jelas Sulli sambil terus mengusap bulu kucing yang ada di tangannya.
"Aku sudah meminta ijin pada kedua orang tuamu, dan mereka menyetujuinya. Semua barang-barangmu sudah disiapkan, jadi selama satu minggu ke depan, kita akan menginap disini, di villa milik orang tuaku." Sambung Lay-ge.
"Haaaaaah! Kalian mengejutkanku saja, aku pikir aku diculik oleh sekelompok mafia atau sejenisnya." Aku pun menghela napas panjang.
"Hahaha, lagi pula seru kan? Seperti di film action." Sulli hanya terkekeh kecil.
"Ayo, kita berjalan-jalan, selagi masih pagi." Ajak Lay-ge.
Aku pun mengikuti langkah Lay-ge yang keluar dari kamar. Ternyata ini semua rencana mereka bedua ya? Aku hampir saja shock karena aku kira aku diculik oleh orang jahat yang mungkin saja menjadikanku cyborg. Oke itu memang berlebihan.
Kami akhirnya keluar dari villa Lay-ge yang ternyata sangat besar. Villa ini terletak di puncak, cukup jauh dari perkotaan. Udaranya pun masih sejuk dan juga segar. Keluarga Lay-ge pasti sangat kaya sekali, sampai memiliki villa sebagus ini.
Aku memperhatikan pohon-pohon cemara yang menghiasi pekarangan villa ini. Pohonnya sangat rindang dan juga tinggi. Selain itu aku juga melihat kolam yang luas, labirin yang terbuat dari pepohonan kecil, dan juga lapangan olahraga yang sangat besar. Aku baru sadar betapa luasnya tempat ini.
"Waw! Aku tidak tahu kalau kau memiliki villa sebagus ini, ge." Kataku yang masih tercengang melihat keindahan panorama disini.
"Hahaha, bukan milikku, tapi milik orang tuaku." Lay-ge hanya terkekeh kecil.
"Kan sama saja." Balasku.
"Oh ya, aku punya kejutan untukmu." Lay-ge pun berhenti berjalan.
"Kejutan apa?" Aku memperhatikan Lay-ge dengan seksama.
"Belum saatnya, nanti aku akan menunjukkannya padamu." Lay-ge hanya tertawa kecil.
"Tao, apa kau ingin ikut bermain basket?" Tanya Sulli sambil memegang sebuah bola basket.
"Tidak kalian saja, aku masih ingin berjalan-jalan di sekitar sini." Aku menolaknya dengan halus.
"Oke, kami ada di lapangan basket jika kau berubah pikiran." Lay-ge dan Sulli pun berjalan menuju lapangan basket yang berada cukup jauh dari sini.
Akhirnya aku berjalan menuju bangku taman yang terletak di tengah-tengah taman bunga yang sangat indah. Setelah aku perhatikan lebih lama lagi, ternyata disini tidak hanya memiliki satu villa, melainkan 4 villa. Dan tempat kami keluar tadi adalah villa yang terletak paling barat. Villa kami tadi juga berbeda dengan yang lainnya, lebih besar dan lebih megah dibanding ketiga villa lainnya. Ya, aku pikir satu minggu berada disini tidak akan buruk juga.
Tao's POV end
.
.
.
Author's POV
"Annyeong..." Tiba-tiba seorang namja sudah muncul dan berdiri di samping Tao.
"Eh... Annyeong..." Tao pun tersentak dan segera berdiri. Karena Tao belum pernah bertemu dengan namja ini, agar terlihat sopan ia pun membungkukkan tubuhnya.
"Janeun Do Kyungsoo imnida, panggil saja D.O. Saya adalah anak kepala pembantu di villa ini. Tuan muda Lay memerintahkan saya untuk mengajak anda berjalan-jalan. Mari saya antarkan." Jelas namja yang bernama asli Kyungsoo itu.
"Ah, terima kasih, mohon bantuannya." Tao pun berdiri dan mengikuti D.O yang mulai menjelaskan seluk beluk villa ini.
Seperti yang di katakan Tao, tempat ini memiliki 4 villa. Tiga diantaranya adalah villa yang disewakan, dan satu villa yang berada paling barat adalah villa milik keluarga Lay. Setiap villa memiliki 3 lantai, kecuali villa keluarga yang memiliki 4 lantai. Setiap villa memiliki kepala pembantu khusus yang menangani segala macam persoalan dalam hal pekerjaan rumah, dan ayah D.O adalah kepala pembantu di villa keluarga, yang secara tidak langsung menjadi pemimpin segala aktivitas pembantu di semua villa.
"D.O, sudah berapa lama kau tinggal disini?" Tanya Tao saat mereka menyusuri labirin yang tersusun oleh pohon-pohon kecil.
"Saya sudah tinggal disini sejak saya lahir, begitu juga dengan kedua orang tua saya dan saudara-saudara saya yang lain." Jawab D.O dengan senyuman khasnya.
"Mwo? Sejak lahir? Jadi kau belum pernah meninggalkan tempat ini sebelumnya?"
"Ya, saya memang belum pernah keluar dari wilayah villa ini," jawab D.O sambil menganggukkan kepalanya, "keluarga saya sudah mengabdi dengan keluarga tuan muda Lay sejak lama. Bahkan dari kakek dan nenek moyang saya dulu." Jelas D.O.
"Mengapa begitu? Apa kalian tidak ingin keluar dan hidup di kota?"
"Ini adalah bentuk terima kasih kami terhadap keluarga tuan muda Lay. Ayah saya pernah bercerita, dulu kakek dan nenek moyang kami pernah ditolong oleh kakek dan nenek moyang dari keluarga tuan Lay, oleh karena itu kami mengabdikan hidup kami untuk membalas jasa mereka."
"Wah, kalian sangat setia sekali. Tapi, kau masih muda, apa kau tidak ingin pergi ke kota?" Tanya Tao.
"Terkadang saya juga ingin pergi ke kota, melihat orang-orang, melihat gedung yang tinggi, dan yang lainnya." D.O tersenyum tipis sambil menundukkan kepalanya.
"Kalau kau mau, kau bisa ikut denganku saat aku pulang nanti. Kau juga boleh tinggal di rumahku." Tao terlihat sangat antusias.
"Ah, ti-tidak usah. Saya tidak bermaksud untuk pergi ke kota. Saya hanya membayangkan saja." D.O terkekeh kecil.
Tao memperhatikan D.O dengan seksama. Ia masih muda, mungkin seumuran dengan Tao. Tapi D.O adalah pemuda yang bersemangat, dan Tao yakin ia juga pemuda yang cerdas. Tao ingin sekali membawa D.O ke kota seperti keinginannya, ya meski ia sendiri menolak.
.
.
.
Sudah hampir satu jam Tao dan D.O berjalan-jalan mengitari area di sekitar sini. Tao sangat lelah sekali, ia tidak menyangka betapa luasnya tempat ini.
"Tuan Tao, minumlah." D.O mengeluarkan sebotol air mineral dari kantung celananya.
"Terima kasih. Oh ya, panggil saja Tao. Aku merasa sedikit aneh jika kau memanggilku dengan embel-embel 'Tuan'." Tao pun membuka botol itu dan meminumnya dengan segera.
"Tapi anda adalah tamu tuan muda Lay, sudah kewajiban saya untuk membuat orang-orang yang berkunjung kesini merasa senang dan nyaman." D.O berbicara dengan bahasa yang sangat lembut.
"Baiklah, mulai sekarang jangan anggap aku tamu Lay-ge. Anggap saja aku teman barumu, oke?" Tao pun mengepalkan tangannya dan mengarahkannya ke D.O.
"Ayo kita toss!" Kata Tao sambil tersenyum.
"Eh... Terima kasih Tao." D.O pun tersenyum dan meninju pelan kepalan tangan Tao. D.O merasa bahagia sekali karena baru kali ini ada orang dari kota yang benar-benar menganggapnya sebagai teman.
Tanpa mereka ketahui, dari kejauhan sepasang bola mata memperhatikan mereka berdua. Mata dari namja bertubuh tinggi dan juga tampan. Namja itu tersenyum melihat Tao yang sangat lembut bahkan kepada orang yang baru ia kenal.
"Hey, dia manis sekali bukan?" Tanya seorang yeoja yang tiba-tiba muncul sambil memegang bola basket.
"Ya, dia sangat manis." Jawab namja itu.
"Kau menyukainya ya?" Goda yeoja itu sambil mendekatkan wajahnya.
"Begitulah..."
"Jinjja? Cieeeeeeeee!" Sorak yeoja itu dengan semangat.
"Eh, apa? Tidak, aku hanya salah bicara." Namja itu pun segera kembali ke lapangan basket.
"Lay-ge, mengaku saja!" Yeoja itu pun mengejar namja tadi.
Namja yang tidak lain Lay itu hanya tersenyum tipis. Entah mengapa ia sangat senang sekali melihat Tao yang tersenyum begitu. Apa Ia menyukai Tao?
.
.
.
BRRRRRRRRRRRMMMM!
Suara mesin mobil mengusik tidur siang Tao. Tao mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 3 sore. Suara mobil siapa itu? Mengapa ribut sekali? Mengganggu orang tidur saja.
Tao pun bangkit dari tempat tidurnya dan mendongakkan kepalanya ke luar jendela. Ia memperhatikan ada sekitar 10 mobil yang masuk ke dalam area villa ini. Wow, banyak sekali, apa orang sebanyak itu akan menyewa villa-villa disini? Dengan rasa penasaran Tao pun turun dan keluar dari dalam kamarnya.
Ia menemui Lay dan Sulli yang sedang berdiri memperhatikan mobil-mobil yang menuju tempat parkir. Mobil-mobil itu terlihat mewah dan juga mahal. Tunggu, masih ada lagi, 3 buah truk yang sangat besar menyusul mobil-mobil itu memasuki pekarangan villa ini. Sebenarnya apa yang terjadi?
"Lay-ge, ada apa? Mengapa banyak sekali mobil masuk kesini? Dan mengapa ada truk juga?" Tanya Tao secara maraton.
"Lihat saja, inilah kejutannya." Kata Lay sambil tersenyum.
"Kejutan?" Tao terlihat mengerutkan keningnya.
"Hey, Tao, lihat itu!" Sulli segera merangkul pundak Tao dan menunjuk sebuah mobil yang sudah terparkir rapi.
Tao memperhatikan mobil itu dengan seksama. Tidak ada yang spesial menurutnya, hanya sebuah mobil hitam mengkilat dengan antena kecil di belakangnya.
"Apanya yang hebat? Biasa saja." Kata Tao pada Sulli.
"Lihat saja dulu." Sulli hanya terkekeh kecil.
Pintu mobil itu pun terbuka. Dan dari sana, keluarlah seorang namja yang sangat tinggi, mungkin tingginya sekitar 180 cm. Dengan rambut blonde khas miliknya, ia keluar sambil melepas kaca mata hitam. Mata Tao melebar, tunggu apa ini mimpi? Tao berusaha mencubit perutnya sendiri, dan alhasil ia mengerang seperti orang gila.
"Dan bukan Cuma itu." Sulli pun menunjuk mobil di sebelahnya.
Dari sana tampak seorang namja lain keluar. Namja yang juga bertubuh tinggi dengan rambut bergelombang. Dengan senyum lebar di wajahnya namja itu keluar sambil membawa tas punggungnya.
"Tunggu! Mereka kan Kris Wu dan Park Chanyeol!" Seru Tao saat melihat kedua namja itu keluar dari dalam mobil.
"Tepat sekali. Inilah kejutannya." Kata Lay sambil menatap Tao.
"Waw! Keren sekali. Tapi bagaimana bisa?" Tanya Tao.
"Untuk satu minggu ke depan, mereka akan syuting iklan disini. Karena tema iklannya adalah detektif, produser iklan itu menyewa villa-villa keluargaku yang memang bernuasa klasik. Ya, karena aku tahu kau menyukai mereka berdua, makanya aku membawamu kesini. Selama seminggu ke depan kau bisa bertemu langsung dengan mereka." Jelas Lay.
"Wah! Xie xie Lay-ge, kau sangat baik!" Tao pun mengepalkan tangannya dan menyodorkannya ke arah Lay. Sama seperti yang ia lakukan dengan D.O tadi siang.
"Hahaha, bu yong xie Tao." Lay pun meninju kepalan tangan Tao.
Tao tersenyum lebar, ia menatap Kris dan Chanyeol yang masuk ke dalam villa yang letaknya paling timur. Tao sangat senang, karena seminggu ke depan ia bisa bertemu langsung dengan artis favoritnya—lebih tepatnya, 2 artis favoritnya. Selain itu, ia pasti akan menemukan banyak KrisYeol moment. Ia sudah tidak sabar untuk menyaksikan sendiri syuting iklan mereka.
Dan Tanpa Tao sadari, dari kejauhan terlihat seseorang melambaikan tangannya. Tunggu, orang itu adalah Kris Wu. Ia melambaikan tangannya ke Tao? Tao mengerjap-ngerjapkan matanya, ia sangat senang, ternyata Kris tidak melupakannya dan masih mengingatnya—meski mereka bertemu dengan cara yang aneh.
"KYAAAA! Tao, kau lihat, Kris tadi melambaikan tangannya kepadaku!" Sulli pun menjerit kesenangan.
"Hahaha, iya-iya." Jawab Tao asal. Ia tidak ingin merusak kesenangan Sulli, karena ia tahu, Kris tadi melambaikan tangan untuknya.
Dan awal dari misi rahasia Tao dan Sulli untuk mengumpulkan KrisYeol moment sebanyak-banyaknya pun baru saja dimulai.
Author's POV end
.
.
.
TBC
Balasan review :
Dragon4Panda : Ayo siapa yang culik? Hehehe
Mianhae ya, moment-nya belum muncul. Chap depan pasti deh ^^v
Nezta : Ini udah panjang belum? Mianhae ya kalau masih pendek...
Hahaha, abang Lay gak jahat kok... *dibantingLay
taobbuingtao : Pendek ya? Mianhae ya... Chap depan diusahakan lebih panjang deh ^^v
Kaitao : Terima kasih ya ^^
mocchan : Wah! mocchan muncul lagi!
Masih ada typo ya? Wah, author harus lebih banyak usaha lagi nih buat baikin. Terima kasih ya kritiknya ^^
Hahahaha, akhrinya mocchan gak bisa baca pikiran saya! Saya hepi! *dibakarmocchan
Pendek ya? Mianhae... Dan kayaknya ini chap juga gak kalah pendek, mianhae lagi. Janji deh, chap depan momentnya lebih banyak dan lebih panjang, hehehe...
Sekali lagi terima kasih ya review-nya, bener-bener membantu dan bikin author semangat untuk lanjutin... ^^
wkyjtaoris ALL : Oke ^^
Baek Lalla Chan EXOtics : Iya, kasihan Chanyeol *lho? *lagimumet
Miss Kui Jong sshi : Wah, 100 buat Miss Kui Jong-sshi! Ayo silahkan ambil hadiahnya, mau piring apa panci? *plak
Oke becanda, hehehe. Terima kasih ya sudah review... ^^
Yooooona : Huoooooooooo! Kita sama! Saya gak rela kalo... Hehehe, intinya sama deh ^^v
Im Jinah : Iya, author juga pengen kenalan ama Kris... *mojok
yuliafebry : Sama, author juga pengen... *mojoklagi
Jin Ki Tao : Entahlah, ini seginya gak jelas ada berapa... *plak
Hehehe, karena ini baru awal-awal, konfliknya akan segera muncul... ^^
hungrybird : Pendek ya? Mianhae ya... Ayo siapa yang culik? Hehehe...
Scarlet Azur4sky : Hehehe, terima kasih ya... ^^
Bubble Sehun : Ne, gwaenchanayo ^^
Kita sama, kalo aku yang ketemu Kris, udah berantakan tuh Kris... Alurnya kecepatan ya? Hehehe... sebenarnya ini masih awal-awal, jadi alurnya aku cepetin biar cepat masuk ke inti cerita... *ngeles
Hehehe, sekali lagi terima kasih ya sudah review, saya senang sekali... ^^v
.
a/n : Annyeong ^^
WOOOW! Author gak nyangka, ternyata banyak banget yang suka sama ff ini... *mewekdipojokan
Mianhae ya, chap ini updatenya lama abis. Author nyari2 waktu untuk cepet selesein, untung aja bisa selesai sekarang. Dan mianhae lagi, chap yang kemarin pendek banget. Apa chap ini juga pendek? Ah, author gak bisa mengatakan hal lain selain "maaf". Tapi author janji, chap depan akan lebih panjang dan pastinya... ada TaoRis moment-nya!
Dan yang terakhir, author mohon review-nya ya, please, don't be silent readers... ^^v
