Enjoy!


U.N.O.E.M

(United Nations Organization Elite Military)

Chapter 3: Pelatihan dan Kehidupan Baru


Laki-laki yang memiliki banyak luka melintang di wajahnya itu memandang tiga buah lembar kertas dengan tatapan tajam. Setelah seluruh huruf yang ada di ketiga kertas itu ia baca, matanya balik menatap tajam kepada 3 orang yang telah memberikan kertas padanya.

Yang ditatap pun berdigik ngeri seketika.

"Dari frofil kalian, apakah semuanya benar?" tanya laki-laki itu dengan nada datar.

"Siap!" jawab tegas ketiga orang yang di tanya, Naruto, Sasuke, dan Shikamaru.

Kini mereka bertiga sedang menghadap panita pendaftaran, nasib mereka akan di tentukan oleh keputusan laki-laki menyeramkan yang ada di depan.

"Hn. Baru pertama kali aku membaca frofil pendaftar yang isinya bertuliskan 'mantan tahanan pusat kenakalan remaja' seperti ini, apa kalian tahu jadinya akan seperti apa?"

"Kami tahu, sebagai orang yang telah menorehkan catatan hitamnya pasti akan di tolak oleh kesatuan militer," jawab Shikamaru mewakili dua temannya. "Tapi! Kami datang kesini karena kami ingin merubah sikap! Memang benar dulu kami pernah di penjara dan dicap sebagai mantan narapidana, orang yang telah resmi berbuat salah, di depan hukum. Selama di penjara kami telah sadar, karena itulah kami datang kesini untuk membela kebenaran, sebagai orang yang telah berbuat kejahatan!" lanjut Shikamaru, penuh keyakinan.

Panitia pendaftaran itu mendelik tajam Shikamaru, berusaha untuk mengintimidasinya, tapi Shikamaru tetap bertahan, berusaha untuk setenang mungkin walau jantungnya sudah berdebar-debar tak karuan.

"Jangan bicara seperti itu di hadapanku bocah sialan! Membela kebenaran katamu? Kalimat itu tidak pantas di ucapkan oleh seorang penjatah!" balas laki-laki itu dengan nada membentak.

"Memang benar apa kata anda," Naruto membuka suara, berusaha untuk setenang mungkin. "Tapi, semua berhak mendapatkan kesempatan, bukan?"

"Kesempatan? Apa kau bodoh pirang? Tidak ada yang namanya kesempatan untuk para penjahat! Apa kau berfikir kriminal tingkat atas layak mendapatkan kesempatan hidup saat mereka di fonis hukuman mati? Jangan bercanda!"

Naruto bungkam, ia tidak dapat membalas perkataan laki-laki merepotkan di hadapannya.

"Hoy, Pak. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," Sasuke angkat bicara dengan nada yang tidak kalah datar. Sorot matanya tak dapat dilihat karena terhalang oleh poninya.

"Katakan saja dasar pantat ayam!"

Urat nadi Sasuke berdenyut kencang, "Menurut anda, manakah yang lebih baik antara seseorang yang berubah dari jahat ke baik atau seseorang yang berubah dari baik ke jahat?" lanjut Sasuke, memperlihatkan pandangan tajam serta kesungguhan.

. . .

Laki-laki itu terdiam untuk sesaat, memproses pertanyaan yang di ajukan oleh salah satu dari tiga bocah di hadapannya. Memang pertanyaan tersebut terdengar mudah, tapi bagi dirinya yang sudah lama hidup di dunia militer hal itu sulit. Apalagi yang memberi pertanyaan adalah orang yang termasuk ke dalam salah satu dari dua pilihan tersebut.

"Nice Sasuke, kau membuat pria menyebalkan ini bungkam." Batin Naruto berterima kasih pada temannya karena secara tidak langsung telah membalaskan kekalahan adu mulut andara dirinya dan panitia pendaftaran tadi.

"Heh, tentu saja lebih baik orang jahat yang berubah menjadi orang baik." Jawab laki-laki tersebut ketus.

"Kalau begitu, beri kami kesempatan untuk berubah menjadi orang baik. Anda pasti tidak akan menolaknya bukan?" kata Shikamaru, tersenyum di dalam hati.

Skakmat! Laki-laki itu tak dapat berbicara sepatah kata pun. Ia berusaha untuk tetap tenang dengan cara tangan kanannya di gerakkan ke bawah dagu sebagai penopang. Sorot mata tajamnya memandang ketiga bocah yang ada di depan secara bergantian.

"Hn. Kalau begitu kutanya sekali lagi, apa yang mendasari kalian untuk menjadi anggota militer?" tanya dia.

"Sudah kami katakan sejak awal, KAMI AKAN MENGABDIKAN DIRI UNTUK KEBENARAN!" ucap Naruto, Sasuke, dan Shikamaru bersama. "Sebagai orang yang mengalami ketidakbenaran." Lanjut mereka dalam hati.

Panitia itu dapat melihat dan merasakan kesungguhan dari tatapan mata ketiga bocah di depannya. Laki-laki itu tersenyum tipis di balik tangan yang menyembunyikan senyumannya, "Mereka bertiga mungkin akan menjadi orang yang berpengaruh terhadap dunia. Aku suka sorot mata itu, mengingatkanku kepada seseorang." Batinnya.

"Baiklah! Aku putuskan bahwa pendaftaran kalian. . ." ucapan laki-laki itu sengaja di gantungkan.

Yang menunggu jawaban pun jantungnya semakin berdebar kencang.

"Di terima!"

Dan perasaan lega pun akhirnya menyelimuti Naruto, Sasuke, serta Shikamaru.

"Terima kasih Pak." Ucap Shikamaru sambil mengambil bukti pendaftaran diterima dari tangan panitia menyeramkan itu.

Mereka bertiga bangkit berdiri, "Sekali lagi kami ucapkan banya terima kasih Pak. Ibiki karena telah menerima pendaftaran kami." Ucap Naruto mewakili kedua rekannya.

Setelah semua urusan dirasa beres, mereka segera keluar ruangan untuk pergi ke kamar masing-masing, tak lupa membawa surat pengajuan yang mereka bawa.

Setelah ruangan kembali kosong yang hanya menyisakan dirinya seorang, Ibiki tidak melepaskan pandangannya dari pintu yang tidak jauh berada di depan.

"Dunia akan lebih menarik jika mereka bertiga berpartisipasi. Hn, aku tak sabar untuk melihat dunia itu,"

"YOSHA!" teriak Naruto girang, setelah keluar dari ruang pendaftaran.

"Berisik Dobe!" bentak Sasuke kesal dengan teriakan cempreng temannya yang satu ini.

"Apa katamu Teme!" Naruto balas membentak Sasuke, ia berfikir tidak ada yang salah dengan ucapannya tadi, ralat teriakannya tadi.

"Kalian berdua, hentikan!" lerai Shikamaru. "Aku sudah lelah menghadapi Pak. Ibiki tadi, dan jangan membuatku semakin lelah karena berusaha untuk melerai kalian. Sebaikanya kita istirahat dan mempersiapkan diri. Beberapa hari lagi kita akan memulai latihan militer." Lanjut Shikamaru lalu menguap ngantuk dan mengambil kopernya, setelah itu ia melangkah menuju lantai atas.

Naruto dan Sasuke terpaku di tempat, setelah beberapa lama kemudian mereka berdua segera menuruti apa yang dilakukan Shikamaru barusan.


September 1, 2011, 6.00 AM

Naruto, Sasuke, Shikamaru Resident – Rusia Utara

Tidak terasa waktu berputar dengan cepat, kini adalah waktunya untuk memulai pelatihan militer yang akan menentukan nasib mereka bertiga kedepannya.

Naruto, Sasuke, Shikamaru beserta peserta yang lainnya sudah berdiri menghadap jalan menunggu sebuah kendaraan yang akan mengantarkan para peserta menuju tempat pelatihan militer.

"Berrr, dinginnya! Aku heran kenapa pihak organisasi lama sekali mengirim kendaraan untuk kita. Mereka tidak tahu apa bahwa kita kedinginan diluar sini," gerutu Naruto sambil memeluk dirinya sendiri.

"Dari kemarin kau berisik sekali Dobe," komen Sasuke sambil memandangan Naruto sinis.

"Diamlah Sasuke, komenanmu itu tidak bermutu sekali," balas Naruto.

"Hn." Dan perbincangan singkat itu pun di akhiri oleh gumaman angkuh Sasuke.

5 menit kemudian, terdengar suara mesin mobil dari arah kanan jalan yang semakin mendekat. Dari balik kabut tebal keluarlah 10 buah truk pengangkut yang sering digunakan untuk mengirimkan pasukan. Kesepuluh truk itu berhenti tepat di samping para peserta.

Keluarlah satu orang dari masing-masing truk yang menyuruh semuanya untuk segera naik, tidak ada kata lelet.

Tak mau membuang waktu lebih banyak, Naruto, Sasuke, dan Shikamaru segera menaiki truk yang berada paling belakang lalu mengambil kursi paling depan dekat dengan sopir. Tanpa diduga Cao Cao, Gabriel, dan Xenovia berada di truk yang sama seperti mereka dan duduk di seberang.

Setelah semua peserta dipastikan sudah naik ke dalam truk, 10 truk itu langsung melesat cepat, menembus kabut tebal yang menghalangi dengan tak kenal takut.

Sekitar satu jam lebih waktu yang harus di tempuh untuk sampai di pusat pelatihan militer, Naruto melihat keadaan diluar dari balik jendela plastik yang berada di sampingnya. Tidak ada yang menarik selain hamparan air yang membeku dengan beberapa bangkai kapal perang yang digunakan saat Perang Dunia II.

Brum!

Kesepuluh mobil truk berhenti, semua peserta disuruh untuk turun karena sudah sampai di tempat tujuan.

"Jadi ini yah. . .," gumam Naruto, terlihat asap keluar dari mulutnya saat mengucapkan sesuatu, pertanda udara di daerah ini sangat dingin.

"Jadi dimana tempat masuknya?" tanya Sasuke entah pada siapa.

"Mungkinkah pipa besar yang ada disana?" balas Shikamaru sambil menunjuk ketiga buah pipa berukuran sangat besar.

"Terlihat seperti ditelantarkan," komen Naruto.

"Justru mereka ingin kau mengira begitu, agar tidak ada yang curiga, mungkin. Dan juga tempat masuknya ada dipermukaan. Sebuah 'pintu' yang tertutupi oleh salju tebal."

Naruto, Sasuke, dan Shikamaru menoleh pada orang yang berkata barusan.

"Cao Cao!"

"Hmm,"

"SEMUANYA IKUTI AKU! KITA AKAN MASUK KE FASILITAS PELATIHAN MILITER!" teriak seorang petugas yang memakai baret biru.

"SIAP!" balas semuanya.

Seluruh peserta mengikuti langkah kaki petugas itu, pergi mendekati pipa besar yang berada tidak jauh di depan mereka.

Naruto melihat petugas yang berada di depan sedang berbincang dengan seseorang melewati microphone. Setelah selesai, petugas itu menyuruh seluruh peserta untuk berhenti dengan gerakan tangannya. Tidak lama kemudian, terdengar suara mesin disertai terbentuknya sebuah lingkaran di permukaan es.

"Jadi itu pintu masuknya," gumam Naruto melihat empat buah lift besar keluar dari balik lingkaran itu.

"KALIAN BAGI MENJADI EMPAT KELOMPOK UNTUK MENAIKI LIFT INI!" perintah petugas itu.

Tanggap dengan omongan tegas, seluruh peserta langsung terbagi menjadi empat kelompok. Tanpa buang waktu seluruhnya langsung menaiki lift dan turun ke bawah, menuju fasilitas pelatihan militer.


Di sebuah ruangan tertutup yang serba putih, ruangan dengan ukuran luas ini menjadi tempat para peserta untuk berkumpul menunggu seseorang datang. Para peserta sudah berbaris dengan rapih dibalik sikap istirahat di tempat.

Tidak lama kemudian, muncul lah seseorang yang berbadan tegap dari balik pintu yang terbuka beserta beberapa orang di belakangnya.

Orang itu berjalan menghadap para peserta lalu berhenti tepat 3 meter dihadapan seluruh orang. Pandangan matanya menatap tajam seluruh peserta dari ujung kanan sampai ujung kiri.

"DENGAR KALIAN SEMUA!" kata orang itu dengan tegas, lebih tegas dari petugas tadi.

"SIAP!" balas seluruh peserta tidak kalah tegasnya.

"PERKENALKAN! NAMAKU AJUKA ASTAROTH! AKU ADALAH ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PELATIHAN MILITER INI!" orang itu memperkenalkan dirinya sebagai Ajuka Astaroth.

"SIAP!"

"Enam tahun ke depan kalian akan dilatih disini, bagi yang tidak sanggup sampai akhir akan aku keluarkan! KALIAN MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"Selama dua tahun ke depan kalian akan belajar tentang ilmu pengetahuan umum beserta khusus, jadi siapkan otak kalian dari sekarang! Bagi kalian yang tidak sanggup mencapai nilai 90 maka akan dikeluarkan, MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"Oy Sasuke, aku jadi pesimis kita akan lulus," bisik Naruto kepada Sasuke.

"Hn, yang harus kita lakukan adalah bekerja keras dengan sungguh-sungguh, itu saja." Balas Sasuke.

"Keh, kalau hanya bicara saja mu-"

"HOI KAU PIRANG YANG DISANA!"

"Si-siap!"

"SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK BICARA DASAR DUREN!?"

"Si-siap, tidak ada!"

"JAWAB YANG KERAS!"

"SI-SIAP! TIDAK ADA!"

"SEKALI LAGI!"

"SIAP! TIDAK ADA!"

"BAGUS! Sekarang kau turun dan ambil 50 kali, CEPAT!"

"SIAP LAKSANAKAN!"

Dan Naruto pun mendapatkan hadiah berupa push up sebanyak 50 kali.

Ajuka melanjutkan ucapannya setelah Naruto selesai dengan hadiah yang ia berikan, "Dan sisanya kalian akan diajari dasar-dasar kemiliteran, baik itu angkatan darat, laut, maupun udara! Bagi kalian yang tidak sanggup mencapai nilai sempurna maka akan dikeluarkan, MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"BAGUS! Untuk sekarang cukup sampai disini, kalian akan dituntun ke kamar masing-masing oleh bawahanku. Mulai besok kumpul lagi disini jam 4 subuh, aku tidak mau mendengar laporan ada yang terlambat. MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"Kalau begitu, sebelum bubar aku akan memberikan hadiah pada kalian. Turun ke bawah dan ambil 100. CEPAT!"

"SIAP! LAKSANAKAN!"

Ajuka berbalik dan meninggalkan seluruh peserta. Naruto, Sasuke, Shikamaru beserta seluruh peserta yang lain dituntun ke kamar setelah selesai mengambil 100 kali push up. Hari ini diberikan kebebasan untuk lebih membiasakan diri di lingkungan yang berbeda. Peserta boleh bermalas-malas atau pun berkeliling di tempat ini, tentunya harus seizin yang berwenang.

Naruto dan kedua temannya memutuskan untuk berkeliling fasilitas pelatihan militer ini, mereka sudah diberi izin. Setelah lama berkeliling, mereka mengetahui bahwa terdapat banyak sekali ruangan super luas yang ada disini, dan mereka juga sempat mengunjungi beberapa ruangan simulasi yang berbentuk dunia buatan, terdiri dari beberapa tempat yang sudah dikenal banyak orang di dunia. Tokyo, Gurun Pasir, Hutan Amazon, Ruang Bawah Tanah, dan masih banyak lagi.

Shikamaru menduga ruang simulai dunia buatan itu dibuat untuk tempat pelatihan militer. Bukan latihan biasa, melainkan simulai serang. Pihak organisasi dunia sepertinya ingin menjadikan pasukan mereka ahli dalam segala medan perang, gurun pasir, perkotaan, hutan lebat, semuanya harus dikuasai.

Ini berat, menurut Shikamaru. Jauh lebih berat dari menjadi tentara nasional. Jika tentara nasional diberi keringanan untuk memilih salah satu dari tiga pilihan, apakah ingin menjadi tentara angkatan darat? Laut? Atau udara?

Namun sekarang, level dunia tidak ada kata memilih, semua orang harus dituntut untuk bisa dalam segala hal.


Keesokan harinya, para peserta sudah kumpul diruangan kemarin kurang dari jam 4 subuh. Ajuka sebagai pemimpin sekaligus penanggung jawab operasi pelatihan militer ini langsung mengarahkan para peserta untuk membagi 20 kelompok. Pembagian ini untuk menentukan kelas.

Ada sekitar 40 ruangan lebih yang disediakan untuk belajar ilmu pengetahuan. 20 ruangan untuk menuntut ilmu secara materi, 20 ruangan lagi digunakan untuk praktek.

Tahun pertama, seluruh peserta dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan umum seperti Matematika, Kimia, Fisika, Sejarah, Bahasa, dan lainnya. Level yang dipelajari bukan tingkat SMP atau SMA, melainkan materi tingkat Universitas Tinggi.

Akhir tahun dimulailah ujian yang menentukan lulus atau tidaknya. Naruto, Sasuke, dan Shikamaru lulus dengan nilai akhir masing-masing 93, 92, 95. Shikamaru yang paling besar mendapatkan nilai dibandingkan dengan Naruto dan Sasuke. Namun tercatat Gabriel yang berhasil mendapatkan nilai paling besar di antara seluruh peserta lainnya dengan perolehan nilai akhir 99, mendekati hasil sempurna.

Tahun ke-dua dimulailah pelajaran ilmu pengetahuan khusus atau sering disebut jurusan. Yang dipelajari antara lain ilmu Jaringan dan Komputer, Otomotif (Mencangkup mobil, motor, truk, tank, pesawat, dan kereta), Teknik Pemesinan (Mencangkup mesin bubut, cara membuat rangka, baut, las), Teknik Audio Video, Kedokteran, dan masih banyak lagi.

Semua ilmu itu harus dipelajari hanya dalam waktu 1 tahun, sungguh sulit. Para peserta diharuskan belajar selama 15 jam dalam sehari. Ada pembagian waktu dalam pelarajan ilmu khusus ini. Jika tahun pertama seluruh peserta lebih menghabiskan waktunya di ruangan materi maka tahun kedua ini lebih berfokus pada praktek dan keterampilan.

Naruto memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibidang otomotif, ia tercatat sebagai peserta nomor satu yang paling tanggap dalam bidang pelajaran otomotif. Sasuke juga sama, ia memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam bidang pemesinan. Sedangkan Shikamaru lebih condong ke teknik komputer dan jaringan.

Akhir tahun dimulailah ujian yang menentukan lulus atau tidaknya. Naruto, Sasuke, dan Shikamaru lulus dengan nilai akhir masing-masing 96, 95, 95. Naruto yang paling besar mendapatkan nilai dibandingkan dengan Shikamaru dan Sasuke. Namun tercatat Cao Cao yang berhasil mendapatkan nilai paling besar diantara seluruh peserta lainnya dengan perolehan nilai akhir 98.

Dua tahun mempelajari ilmu pengetahuan, hanya sedikit peserta yang gugur. Ini hal yang cukup bagus untuk pihak organisasi dunia.

Tahun ke-tiga yang termasuk tahun pelatihan militer dimulai. Diawal tahun ini, para peserta diajarkan teknik-teknik dasar, seperti berlatih push up, sit up, back up, pelatihan pengembangan otot, pengembangan stamina, dijelaskan jenis-jenis senjata yang ada di dunia beserta kendaraan perangnya, dan berlatih menggunakan pistol.

Seperti biasa, diakhir tahun akan ada ujian yang menetukan lulus atau tidaknya peserta. Dan sekali lagi Naruto, Sasuke, serta Shikamaru lulus.

Tahun ke-empat dimulailah simulai penguatan daya tahan tubuh, seperti direndam dalam air dingin selama beberapa puluh menit, bertahan dari panasnya terik mata hari yang ada di gurun pasir, bertahan dalam dinginnya udara kutub utara, dan masih banyak lagi.

Tahun ke-lima mulailah simulasi pergerakan militer dan mempelajari cara menggunakan kendaraan perang seperti tank, mobil, pesawat tempur, dan kapal perang.

Tahun ke-enam dimulailah simulasi perang. Peserta yang masih bertahan dibagi dalam dua kelompok, masing-masing dari kelompok harus berperang sampai ada salah satu yang menjadi pemenang. Tapi ingat, ini hanya simulasi! Jadi tidak ada korban yang berjatuhan.

Pada akhirnya, selama menjalani pelatihan yang amat berat, Naruto, Sasuke, dan Shikamaru dinyatakan LULUS!


September 15, 2017, 7.00 AM

Pusat Pelatihan Militer – Selat Kamchatka

Ajuka memandang seluruh peserta yang telah resmi menjadi tentara oranisasi dunia dengan tatapan tegas. Tak terasa sudah 6 tahun terlewat, terakhir Ajuka ingat adalah yang berdiri dihadapannya hanyalah kumpulan orang biasa, tidak atletis. Tapi sekarang, tidak! Ajuka melihat kumpulan orang berbadan tegap.

"Selamat atas kelulusannya!" teriak Ajuka.

"SIAP!"

"Ada beberapa hal yang hasur aku sampaikan pada kalian. PERTAMA! Pihak organisasi dunia menginginkan adanya pembentukan organisasi yang bernaung dibawah UNO, tercatat sudah 29 organisasi yang bernaung. Sekarang akan bertambah menjadi 30 dengan terbentuknya organisasi baru yang diberi nama U.N.O.E.M (United Nations Organization Elite Military). Tujuan dari organisasi ini adalah menjaga perdamaian dunia dan memusnahkan siapa saja yang mengancam kedamaian dunia. Jika biasanya pihak organisasi dunia meminta para anggota militer sebuah Negara untuk diterjunkan dalam medan perang dengan misi perdamaian, tapi sekarang berbeda. KITA yang akan mengambil alih misi tersebut! MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"Bagus! Organisasi ini terdiri dari beberapa divisi. Pertama, Divisi Perang! Divisi ini bertugas untuk meredam peperangan yang ada dibelahan dunia. Seluruh tentara yang tergabung dalam divisi ini wajib memakai seragam kebesaran organisasi! Kedua, Divisi Intel! Divisi ini bertugas untuk mengumpulkan seluruh informasi yang ada di dunia. Seluruh tentara yang tergabung dalam divisi intel tidak harus memakai atribut organisasi dan cenderung bebas untuk bergaya apa pun! Yang terakhir adalah Divisi Bayangan! Divisi ini bertugas untuk membasmi kelompok teroris dibalik layar tanpa ada pihak luar yang mengetahui. Seluruh tentara yang tergabung dalam divisi bayangan tidak harus memakai atribut organisasi. KALIAN MENGERTI?"

"SIAP! MENGERTI!"

"Bagus! Sekarang aku akan mengumumkan pembagian divisi yang paling cocok untuk kalian semua!"

Ajuka lalu mengumumkan siapa saja yang termasuk dalam divisi perang, intel dan bayangan berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama enam tahun.

Naruto, Sasuke, dan Shikamaru tergabung dalam divisi bayangan serta menempati Team 7 beserta dengan Cao Cao, Gabriel, Xenovia, dan satu orang yang baru mereka kenal adalah Shidou Irina. Shikamaru ditunjuk sebagai ketua tim langsung oleh Ajuka karena keberhasilannya memimpin kelompok pemenang saat simulasi perang.

Setelah selesai dengan pembagian divisi, Ajuga segera memerintahkan seluruh tentaranya untuk bertugas.


September 28, 2017, 10.00 AM

Unknow Place

"Hoaaam. . .," Shikamaru menguap. "Gahhh, sudah satu minggu lebih menjadi tentara resmi dan masih tidak ada misi yang diberikan, merepotkan." Kelus Shikamaru.

Dia sekarang berada disebuah rumah tua di atas gunung gundul, hawa panas yang menyengat tidak mempengaruhi tubuh Shikamaru sedikit pun. Tidak ada seorang pun yang ada disini kecuali Shikamaru seorang.

Divisi bayangan diberi kebebasan untuk tidak selalu berkumpul dengan anggota team, namun saat bertugas wajib untuk berkumpul. Shikamaru sebagai ketua memperbolehkan anggotanya untuk pergi kemana pun. Ia akan menelepon seluruh anggotanya saat mendapatkan misi.

Piiiiipp!

Suara smartphone Shikamaru bergetar, diambilnya dari saku celana lalu dilihatnya. Sebuah pesan 'merah'. Shikamaru segera memasang headset pada kedua telinganya lalu memencet tombol open untuk membuka pesan.

Selamat Pagi Tn. Shikamaru. Divisi Intel menemukan sebuah pergerakan yang mencurigakan dari sekelompok orang di Maroko. Salah satu tentara kami yang menyamar menginformasikan bahwa terdapat 10 tabung senjata kimia yang akan dikirimkan ke Belarus. Misi team 7 adalah mencegah hal itu terjadi dan memusnahkan kelompok itu.

Pesan ini akan dihapus secara otomatis dalam waktu 3 detik.

Shikamaru melepaskan headset yang bersarang di kedua telinganya. "Keh, Maroko? Menarik!"

To Be Continued


Chapter depan akan memulai misi pertama Shikamaru beserta timnya.

Makasih yang sudah mau singgah di fic ini.


© Zidane Lockhart