SHE IS MY PRINCE

.

A KYUMIN'S STORY

Disclaimer: Kyumin belong to each other, Tuhan, Orang tua dan Joyers

Warning: Gender Switch, OOC, Typo's, Gajeness(?),dll.

Enjoy for the typos guys

Note : ide cerita ini memang bukan murni dari saya. Fanfic ini saya remake dari komik Pinky Labirinth karya Momono Miku. Ada sebagian yang saya tidak ambil dari cerita aslinya dan selebihnya saya kembangkan sendiri ^.^. yang tidak suka dengan ff remake atau tidak suka karena saya me-remake komik ini kalian tinggal tekan opsi close ajahh…No bash.

Enjoy for the typos guys


Previous…

" Kyuhyun yang dulu pendiam dan tertutup. Kyuhyun yang selalu mengikutiku dari belakang…sekarang sangat berbeda, jadi terlalu ramah "

" Aku tidak suka itu Kyu~"

Sungmin bergumam pelan, matanya masih setia menatap sosok Kyuhyun di antara gerombolan gadis-gadis centil itu. Ia merasa kehilangan sosok Kyuhyun yang dikenalnya dulu…sosok Kyuhyun cinta pertamanya.

.

.

.

" Sungmin-ah! " mendengar namanya dipanggil, Sungmin sudah bisa mengenali siapa pemilik suara yang pagi-pagi telah mengusiknya. Jungmo—namja itu kini melangkah dengan cerianya mendekati Sungmin, mengabaikan bisik-bisik teman sekelas Sungmin yang penasaran dengan kedekatan mereka berdua. Jika saat ini ada jubah sihir yang dapat membuatnya kasat mata maka Sungmin akan dengan senang hati mengenakannya, sungguh dia ingin menghindari lelaki yang menurutnya 'maniak' itu.

" Huh…menyebalkan! Mau apa dia kesini? " Sungmin bergumam marah, sambil menepuk-nepuk keningnya seakan Jungmo adalah sebuah bencana bagi diriya.

" Min-ah kau kenapa? " Jungmo yang sekarang berdiri di samping Sungmin bertanya kala melihat tingkah gadis itu yang seperti seseorang yang dilanda stress.

" Anni, kau ada apa kesini? " tanya Sungmin tanpa mau berbasa-basi 'Dan berhenti bersikap sok akrab dengan ku pabbo!' gadis itu mengumpat Jungmo dalam hatinya.

" Nanti kita pulang bersama, bagaimana? "

" Maaf, aku rasa…. "

" Ayolah, aku mohon padamu " Sungmin tidak menjawab, memilih memalingkan wajahnya menatap sosok Kyuhyun yang bahkan masih sibuk dengan kumpulan penggemarnya itu. Sama sekali tidak melihat ke arahnya sedikitpun.

" Baiklah…dan sebaiknya kau pergi pelajaran akan segera dimulai " Akhirnya Sungmin menyetujui ajakan itu meski jauh di dalam hatinya ia berharap lelaki yang tengah tersenyum diantara kumpulan siswi-siswi itulah orang yang akan mengajaknya, ia berharap akan hal itu.

" Gomawo Sungmin-ah, kau yang terbaik " Setelah berucap Jungmo dengan cepat melangkahkan kaki jenjangnya keluar kelas, tidak lupa dengan melambaikan tangan begitu antusias ke arah Sungmin yang bahkan kini tengah sibuk menundukkan kepalanya. Entah apa yang dipikirannya, tapi gadis itu kelihatan lebih tertarik memandangi lantai kelasnya sambil sesekali menghembuskan nafas berat sebelum memutuskan kembali ke posisi awal, duduk di bangkunya.

" Jungmo dan Sungmin pacaran? "

" Yang benar saja! Aku rasa tidak mungkin "

" Memangnya kenapa? "

" Mana ada lelaki yang suka dengan type bar-bar seperti itu"

" Ya juga sih,hahaha…."

Samar-samar Kyuhyun mendengar bisikan teman sekelasnya tentang Sungmin dan Jungmo. Sebenarnya sudah dari tadi Kyuhyun melihat interaksi antara teman masa kecilnya itu dengan sang 'kekasih' tapi dia hanya berusaha untuk mengalihkan fokusnya dengan meladeni para siswi yang mengaku sebagai 'SparKyu' —penggemarnya. Kini tatapannya kembali tertuju pada gadis itu, entah apa arti dari tatapan itu yang jelas muka datar dan onyx tajamnya sekarang benar-benar tetumpu pada sosok Sungmin.

.

.

Tak terasa bel penanda waktu pulang telah berbunyi lebih dari 10 menit yang lalu. Semua sibuk merapikan tas dan perlengkapan sekolahnya masing-masing tak terkecuali Sungmin.

" Minnie mau ikut bersama kami tidak? Anak-anak sekelas besok akan pergi ke pantai "

" Ke pantai? " Sungmin yang tidak menyangka Kyuhyun akan menyapanya tersentak dan kebingungan saat lelaki itu menyebut kata pantai.

" Sekalian ajak pacarmu kalau mau " suara itu terucap begitu santai, tapi hati Sungmin begitu bergejolak ketika sekali lagi Kyuhyun mengucapkannya dengan begitu mudah. Bagi Sungmin Kyuhyun bukan hanya merupakan teman masa kecilnya tapi lebih kepada cinta pertamanya. Apakah Kyuhyun tidak merasakan hal itu terhadapnya? Mengapa lelaki itu begitu mudah melupakan kata-kata dan janjinya dulu? Sedang ia begitu kuat menggenggam semua kenangan mereka.

" Dia…dia bukan pacarku! " Suara gadis itu sedikit meninggi, dari genggaman tangannya terlihat sekali ia sedang menahan sesuatu yang bergemuruh di dalam dirinya. Merasakan aura kemarahan Sungmin, Kyuhyun berusaha mendekat ke arah gadis itu namun satu interupsi suara menghentikan langkahnya.

" Kyuhyun ternyata dekat dengan Sungmin juga ya? Sampai memanggilnya dengan nama semanis itu ." Dua sosok gadis ternyata sedari tadi memperhatikan mereka, mungkin lebih tepatnya mengawasi siapa yang dekat dengan Kyuhyun sang idola mereka. Nada yang keluar dari salah satu gadis itu terdengar penuh dengan kecemburuan. Sungmin menatap jengah pada kedua gadis yang saat itu berdiri diambang pintu, 'apa-apaan itu? Memangnya Kyuhyun milik kalian? ' Sungmin membatin.

" Kami dulu teman sekelas waktu di sekolah dasar "

" Beruntung sekali ya jadi Sungmin? ." Rasanya telinga Sungmin begitu panas mendengar suara yang dibuat seaegyo mungkin itu.

" Dulu aku selalu mengikutinya, dia seperti superhero begitu kuat. Seperti seorang pangeran kan? ". Kyuhyun bicara begitu gambalng tanpa memperhatikan raut wajah Sungmin yang seketika menjadi kaku.

" Berhenti bicara! " Kali ini gadis itu benar-benar meninggikan suaranya. Tanpa memperdulikan lelaki berkulit pucat itu, Sungmin dengan langkah cepat keluar kelas, mendorong dua sosok yeoja yang masih terkejut mendengar teriakannya tadi.

" Dia kenapa? " salah satu dari sosok itu bertanya bingung, sambil mengusap bahunya yang tadi bertumbukan dengan tubuh Sungmin. Sementara Kyuhyun masih berdiri disana, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk sebuah senyum tipis. Seperti sebuah ungkapan kekecewaan.

" Aku tak kenal Kyuhyun yang seperti ini. Bukan Kyuhyun yang dulu manis dan kusukai "

' Aku suka minnie karena kuat '

" Bodoh! Kau benar-benar bodoh Lee Sungmin! menganggap serius perkataan Kyuhyun saat itu "

Sepanjang perjalanan di koridor panjang itu, Sungmin tak henti-hentinya mengukuti dirinya sendiri. Menyalahkan dirinya yang begitu percaya dan mengharapkan Kyuhyun berlebihan.

Tes…

Tes…

Entah sejak kapan linangan air mata itu kini telah terbentuk di pipi yeoja itu. Dia sungguh bukan gadis yang cengeng, bertahun-tahun dia tidak pernah menangis tapi entah kenapa kalimat yang terucap dari lelaki yang dicintainya itu terasa begitu menyakiti hatinya. Bagaimanapun kuatnya dan perkasanya seorang Lee Sungmin bukankah ia juga seorang wanita? Dianggap bagai seorang lelaki oleh pria yang dicintai bukankah itu menyedihkan?

" Dulu aku selalu mengikutinya, dia seperti superhero begitu kuat. Seperti seorang pangeran kan? " Kenapa kata-kata itu terdengar begitu menyakitkan Kyu?

Gadis itu bergumam lirih, menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya berusaha menyembunyikan butiran air mata yang terurai.

.

.

.

Sejak saat itu, Sungmin maupun Kyuhyun tidak pernah terlibat pembicaraan lagi. Seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Setiap hari berlalu biasa saja atau sengaja dibuat biasa mungkin? Kyuhyun yang setiap hari kewalahan dengan para pengagumnya dan Sungmin yang setiap hari harus terbiasa dengan kehadiran Jungmo disampingnya. Sosok lelaki yang pantang menyerah, Sungmin bukan tidak berusaha menghindari Jungmo tapi salahkan saja lelaki itu yang tetap saja muncul. Berkali-kali diusir, dibentak dan diabaikan tapi ia tetap keras kepala berusaha mendekatkan diri dengan Sungmin. Dan ya, liatlah sekarang meskipun Sungmin tidak merespon tapi gadis itu tetap membiarkan Jungmo dengan leluasa berkeliaran di sampingnya. Apakah itu bentuk suatu pelarian? Entahlah hanya gadis itu yang mengerti perasaannya sendiri.

" Min-ah ayo pulang bersama. Kau lapar tidak ? "

" Aku makan dirumah saja! "

" Minggu ini kita ke bioskop, mau ya? " Sungmin berpikir sejenak. Memulai sesuatu yang baru dengan yang lain mungkin terdengar tidak buruk. Setidaknya Jungmo lelaki yang benar-benar menyukainya, tidak seperti…Kyuhyun pikir Sungmin.

" Baiklah"

" Ehh…kau serius? " Jungmo terkaget mendengar jawaban itu. Biasanya dia akan langsung ditolak dan perlu memohon agar gadis itu menyetujui permintaannya. Tapi kali ini? Gadis itu dengan suka rela menerima ajakannya.

" Wah senangnya….kalau begitu sampai ketemu besok " Lelaki itu tersenyum, kemudian melambai sebagai isyarat berakhirnya pembicaraan mereka hari ini. Sungmin membalas lambaian itu, melihat seseorang tersenyum tulus kearahnya mau tak mau membuatnya tersenyum juga, merasa kehadirannya berarti bagi orang itu.

" Wah mesra sekali…"

Deg…

Deg…

Suara bass itu membuat jantungnya berdebaran, seperti darahnya terpompa makin cepat mengitari seluruh pembuluh darahnya. Kapan lelaki itu berada dibelakangnya? Bukankah sedari tadi ia hanya berjalan berdua dengan Jungmo? Pertanyaan-pertanyaan itu menghampiri Sungmin, ia penasaran bagaimana sosok itu saat ini berada di dekatnya.

" Jangan memasang wajah kaget begitu, kau saja yang terlalu sibuk dengannya sampai tak melihat kehadiranku " Seakan bisa membaca isi pikiran Sungmin, Kyuhyun berusaha menjelaskan kemunculannya yang menurut Sungmin begitu tiba-tiba.

" Bukan urusanmu! " Sungmin terus berjalan meski kini Kyuhyun juga telah mengambil posisi berjalan di sampingnya.

" Jahat sekali, aku kan temanmu? " Kyuhyun memasang raut pura-pura kecewanya, berusaha menarik perhatian gadis bergigi kelinci itu.

" Ayo ceritakan bagaimana kalian bisa pacaran?! " Kyuhyun kembali bersuara dan kali ini mendapat respon dari Sungmin. Gadis itu menghentikan langkahnya, menoleh kesamping sambil berucap " Tidak! " kemudian melanjutkan tapakan kakinya menuju rumah. Untuk kali ini saja ia berharap rumahnya dengan Jungmo kenapa tidak bersebelahan saja sehingga saat ini ia bisa menggunakan lelaki itu sebagai tameng untuk menghindari Kyuhyun.

" Tapi aku penasaran….kenapa minnie bisa menjadi pengeran bagi lelaki itu ."

Lagi, ucapan Kyuhyun itu kembali menyakitinya bagai jarum yang menusuk-nusuk ulu hatinya. Kenapa lelaki itu tega berkata seperti itu? Tidak pernahkah sekali saja Kyuhyun memandangnya sebagai seorang wanita?

Setelah sekian detik, Sungmin memutuskan menghentikan kembali gerakan kakinya, memutar posisi tubuhnya hingga menghadap ke arah Kyuhyun " Jangan sok akrab lagi denganku! Aku tidak kenal Kyuhyun yang seperti ini ." Sungmin mendorong kasar tubuh Kyuhyun, seakan memberi tahukan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran lelaki itu di dekatnya.

" Sungmin..? " Kyuhyun sungguh tidak menyangka jika gadis itu akan bereaksi seperti ini kepadanya. Bukankah mereka teman? Kenapa seolah olah kehadirannya mengganggu bagi Sungmin?

" Kau sama sekali tidak punya perasaan! Aku benci lelaki sepertimu Cho Kyuhyun! "

Akhirnya luapan kekesalan itu keluar, namun bukannya merasa lega tapi rasa sakit yang lebih dalam kembali tertoreh di hati Sungmin. ' Kau tidak pernah memandangku sebagai seorang yeoja Kyu~' batin Sungmin berseru semakin menambah luka dihatinya sendiri.

" Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi…"

Sungmin yang sedari tadi dipenuhi dengan kekecewaan seketika tersentak, kala suara bass merdu itu terdengar begitu lirih penuh dengan kesenduan dan astaga! Kenapa wajah Kyuhyun terlihat begitu lesu? Kemana senyum manis yang biasa ia tampilkan itu?.

Kyuhyun berbalik, melangkah memunggungi Sungmin yang masih statis dengan segala pemikiran tentang dirinya. " Kyuhyun…ada apa sebenarnya denganmu? "

.

.

.

" Hari ini tidak masuk juga, ada apa dengannya? "

Sungmin mengedarkan pandangannya menuju bangku di pojok paling belakang, bangku yang setiap harinya di duduki sosok Kyuhyun.

" Sebelum pelajaran dimulai ada yang ingin bapak tanyakan, apa ada diantara kalian yang tau kemana Kyuhyun ? ." Suara guru Han mengudara memenuhi ruangan, namun tidak ada salah satupun dari siswanya yang mengetahui keberadaan Kyuhyun. " Ya sudah kalau begitu pelajaran kita lanjutkan "

" Pangeran kita kemana ya? Kelas ini terasa hampa tanpanya "

" Aku dengar dia tidak pulang kerumahnya sejak kemarin malam "

" Dari mana kau tau? "

" Banyak sparKyu yang langsung berkunjung dan menanyai langsung eommanya "

" Jangan berisik! Jika ingin bergosip sebaiknya keluar saja! " Bentakan yang diberikan sang guru membuat mulut-mulut para siswi itu langsung tertutup rapat, tidak ingin mendapat masalah lebih lanjut lagi sehingga mereka memilih diam. Berbeda dengan Sungmin yang kini malah pikirannya dipenuhi dengan sosok Kyuhyun. Kekhawatirannya makin bertambah mengingat kemungkinan besar Kyuhyun tidak pulang ke rumah setelah bertemu dengannya dua hari yang lalu. " Kau dimana Kyu? " Sungmin bagai berkata pada angin, sorot matanya masih fokus ke arah bangku Kyuhyun yang telah dua hari ini dikosongkan pemiliknya.

.

.

.

Akhirnya bel pulang berbunyi nyaring. Waktu yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh Sungmin datang juga.

" Min-ah mau kemana? " Jungmo yang awalnya berniat pulang bersama gadis itu, buru-buru mengejar langkah cepat Sungmin berusaha menahan kepergiannya.

" Ada apa? kamu mau kemana ? kenapa tergesa-gesa begitu? "

" Kyuhyun sudah 2 hari tidak pulang ke rumahnya, aku harus mencarinya! "

" Kamu tidak perlu cemas begitu kan? Dia bukan anak-anak lagi! " Jungmo menggenggam lengan Sungmin menariknya agar tidak melangkah lebih jauh lagi. " Lepaskan! " Gadis itu dengan kasar menampik tangan Jungmo setelahnya berlari meninggalkan lelaki itu.

" Sungmin! " Jungmo berteriak kesal, garis rahangnya mengeras pertanda sedang menahan amarahnya. " Kalian memang sama saja…"

.

.

.

Sungmin menatap rumah bergaya minimalis di depannya itu. Sedikit ragu untuk melangkah mendekati kediaman keluarga Cho itu. Mungkin sekarang Kyuhyun sudah pulang? Atau dia sengaja berbohong agar para sparKyu tidak mengganggunya lagi?. Setelah lama bergelut dengan segala macam dugaannya akhirnya Sungmin memutuskan untuk melangkah mendekati rumah Kyuhyun. Peduli amat jika lelaki itu terheran melihat kehadirnnya nanti, toh ia bisa berbohong mengurai banyak alasan kepada Kyuhyun kan?.

Ting..tong..

Tidak selang begitu lama setelah memencet bel, pintu itu terbuka menampilkan yeoja paruh baya yang hampir 7 tahun sejak terakhir kali mereka bertemu.

" Lee Sungmin? Ini kau kan? "

" Ne, ini aku ahjumma. Apa Kyuhyun ada dirumah ? " Tanpa berbasa-basi lebih lanjut Sungmin langsung menanyakan keberadaan namja Cho itu. Bukannya ia tidak sopan, tapi ia sungguh mengkhawatirkan Kyuhyun.

" Sebaiknya kau masuk dulu Minnie-ya " Gadis itu menurut, memasuki rumah Kyuhyun dan mendudukkan diri di sebelah nyonya Cho yang kini menatap sendu ke arahnya.

" Ini hari kedua dia tidak pulang ke rumah. Handphone-nya juga tidak aktif lagi sejak dua hari lalu "

" Kyu~"

" Saat itu dia menghubungi ahjumma katanya akan pulang terlambat, dia ingin menemuimu Minnie ." Yeoja paruh baya itu kini mulai terisak, dua hari tidak mendapat kabar dari anak semata wayangnya itu begitu membuatnya cemas, jiwanya sebagai seorang ibu yang mempunyai ikatan batin dengan sang anak membuatnya takut sesuatu yang buruk telah terjadi pada Kyuhyun.

" Apa yang sebenarnya terjadi Minnie-ya? Ahjumma takut sesuatu yang buruk menimpa anak itu. Di dunia ini aku hanya punya dia Minnie ." Sungmin merengkuh tubuh wanita paruh baya itu, berusaha menenangkannya " Tenanglah ahjumma aku pasti akan menemukan Kyuhyun dan membawanya kembali "

.

.

.

'Kyuhyun bertahanlah sampai aku menemukanmu…'

Sungmin terus berlari tak tentu arah. Tak ada sedikitpun informasi yang bisa digunakan untuk menemukan keberadaan Kyuhyun. Terakhir mereka bertemu di dinggir jalan tak jauh dari rumahnya, tapi saat ini lelaki itu dimana?. Sungmin menghentikan tapakan kakinya, rasa letih setelah lama berlari mau tidak mau membuatnya harus mengistirahatkan ototnya sejenak. Rasa bersalah seketika menghampirinya saat kilasan pembicaraannya dengan ibu Kyuhyun kembali terngiang di telinganya.

Flasback….

" Tujuh tahun yang lalu saat kami pindah rumah, ahjussi dan ahjumma bercerai. Sejak saat itu Kyuhyun terus menemani ahjumma, meskipun dia kesepian tapi tetap saja selalu menghiburku. Anak itu sangat baik hati dan penyayang Minnie "

" Meskipun hidupnya menderita tapi dia selalu tersenyum, tidak ingin orang lain mengasihaninya. Karena itulah tolong bawa anak itu kembali lagi, ahjumma mohon ."

Flasbck off…

" Kau sama sekali tidak punya perasaan! Aku benci lelaki sepertimu Cho Kyuhyun! "

Ingatan tentang kemarahannya pada Kyuhyun sampai mengeluarkan ucapan benci itu terus berputar di benaknya, membuat Sungmin semakin merasa buruk. Dia tidak mengharapkan hal ini terjadi, kenapa lelaki itu menghilang tanpa sebab begini?

" Apa yang telah kulakukan? "

" Kyuhyun-ah maafkan aku. Aku tidak benar-benar dengan apa yang kuucapkan itu, kembalilah "

" Sampai sekarang aku masih tetap mencintaimu Kyu! " Gadis itu bermonolog sendiri, berharap Kyuhyun saat ini dengan ajaibnya menampakkan diri di hadapannya.

Lama Sungmin berdiri menundukkan kepala, menyembunyikan tetesan air matanya sampai samar-samar dia mendengar pembicaraan dua orang yang berjalan melewatinya.

" Anak itu masih keras kepala, belum mau menyerah padahal tubuhnya sudah babak belur begitu"

" Dia bersikap sok pahlawan! Bahkan sok populer di sekolah,cih! "

" Bukankah dia memang populer? Banyak yeoja yang mengagumi ketampanannya "

" Berhenti bicara bodoh, aku jadi penasaran bagaimana rupa wajahnya itu setelah dipukuli habis-habisan kemarin "

Lambat laun suara perbincangan dua orang itu semakin tersamar, namun entah kenapa firasat Sungmin mengatakan ia harus mengikuti kedua pemuda itu. Bayangan Kyuhyun yang dipukuli bertubi-tubi langsung menggerayangi pikirannya.

.

.

.

" Ini…tempat apa? "

Sungmin terus melangkah, menyusuri lorong-lorong kosong gudang itu. Mengikuti kedua pemuda tadi mengarahkannya memasuki tempat itu. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan dengan keadaan tempat itu, hanya berupa tempat kosong dengan bau pengap yang sangat kental di indera penciuman. Mungkin bekas pabrik yang tak terpakai lagi pikirnya namun sekali lagi hati Sungmin seolah bicara bahwa ada sesuatu di tempat ini, maka iapun meneruskan pijakan kakinya, menajamkankan pendengarannya berharap dapat mendengar sesuatu yang bisa memberikannya petunjuk. Lama gadis itu berjalan mengelilingi setiap lorong sampai sayup-sayup dapat ia mendengar keributan di salah satu sudut ruangan.

" Bagaimana? Sudah menyerah? Kalau kau janji menutup mulutmu itu kau akan bisa pergi dengan selamat! "

" Cih, jangan bercanda bedebah! "

Deg…

Deg…

Deg…

" Kyuhyun….itu suara Kyuhyun kan? Apa yang terjadi ? "

Sungmin mempercepat langkah kakinya, berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa Kyuhyun.

" Kamu masih keras kepala rupanya Cho Kyuhyun. Salahmu sendiri mencari tau tentang taruhan kami, mengganggu saja! "

" Aku bahkan tidak tertarik dengan yeoja itu, kalau uang taruhannya tidak menggiurkan begitu siapa yang akan mau dengan gadis seperti itu. Yeoja haus perhatian seperti dia baru diperlakukan lembut sedikit saja sudah langsung luluh, hahaha! "

" Diam kau brengsek! Jangan sekali-kali kau menghina Sungminku! " Namja dengan kulit putih pucat yang kini telah penuh dengan luka lebam dan darah itu berusaha bangkit, menarik kerah seragam yang digunakan lelaki yang tadi berbicara padanya.

" Jungmo…? " Sungmin yang sejak tadi berdiri diambang pintu tanpa ada yang menyadari kehadirannya, terdiam kaku. Lelaki maniak yang setiap hari terus mengganggunya itu dalang dibalik semua ini? Dan semua sikapnya terhadap Sungmin selama ini hanya sandiwara karena sebuah taruhan? Hell, mati kau sekarang Kim Jungmo!

" Hajar dia sampai tidak bisa bergerak sama sekali bahkan sampai mati kalau bisa! " kalimat perintah itu tercetus dengan santainya dari mulut Jungmo. Ia sedikit meringis ketika merasakan luka di sudut bibirnya akibat pukulan yang kemarin Kyuhyun hadiahkan untuknya. Beruntung dia bersama beberapa temannya, sehingga Kyuhyun bisa ditumbangkan.

Bugh…

Bugh…

Disana Kyuhyun masih berusaha melawan meskipun kondisi tubuhnya sudah melemah tapi ia tetap tidak akan menyerah, semua itu demi Sungmin, tidak ada yang boleh melukai hati gadis itu. Sementara Sungmin masih berdiri ditempatnya, melihat Kyuhyun yang berjuang mati-matian melawan kumpulan itu membuatnya tersadar bahwa Kyuhyun yang sekarang masih tetap Kyuhyunnya yang dulu, yang baik hati dan suka tersenyum lembut.

' Sebenarnya akulah yang telah berubah Kyu…maafkan aku'

Cukup lama Sungmin terdiam menyaksikan aksi penyiksaan itu sampai akhirnya ia tersadar. Ia harus cepat menyelamatkan Kyuhyun!

" Aku senang menjadi pangeranmu Kyu, maka dari itu aku akan melindungimu! Aku datang untuk menjemputmu " Sungmin bergumam pelan sebelum menerjang memasuki ruangan itu dan membuat seisinya menjadi ketakutan. Raut amarah di wajah Sungmin membuat nyali mereka menjadi ciut. Hey, siapa yang tidak kenal Lee Sungmin sang master bela diri, icon yeoja perkasa di sekolah mereka, mencari masalah dengannya sama saja dengan mencari mati.

HYAAA…

BRUKKK…

BUGH…

Tiga dari keenam namja yang tadi menganiaya kyuhyun bersamaan itu kini telah tumbang ditangan Sungmin, sementara dua yang lain sudah lari gemetaran berusaha menyelamatkan diri. Sisanya hanya tinggal satu orang yang tengah terpojok disudut ruangan —Jungmo.

" Sekarang tinggal kamu sendiri, maniak brengsek sepertimu harus diberi pelajaran ekstra! "

Sungmin semakin mendekat kearah Jungmo, menguatkan genggaman tangannya sementara lelaki itu terus melapalkan kata-kata maafnya.

" Ma..maaf aku mengaku salah Sungmin-ah. Maafkan aku "

" Minnie…." Suara lirih Kyuhyun terdengar, membuat Sungmin seketika mengalihkan perhatiannya dari Jungmo. Luka dan memar disekujur tubuh Kyuhyun membuat hatinya berdenyut, Sungmin perlahan melangkah mendekati Kyuhyun mengabaikan niatnya untuk menghajar Jungmo habis-habisan.

" Kyu kamu bisa bertahankan? Mana yang sakit? " Sungmin mengulurkan tangannya meraih tubuh Kyuhyun yang sedikit limbung. Dalam kelengahan itulah, Jungmo mengambil bongkahan kayu yang terletak di sampingnya, mengayunkan benda tumpul itu dengan sekuat tenaga ke arah Sungmin yang kini membelakanginya.

" Sungmin, awas! "

" Apa….? "

BRAKKK….

Bunyi tumbukan benda tumpul itu terdengar jelas, bahkan kayu yang diayunkan begitu kuat itu kini telah patah menjadi dua bagian.

" Kyuhyun…" Sungmin terkesiap, kejadian itu begitu cepat. Bahkan sebelum tau apa yang akan menimpanya lelaki bermarga Cho itu telah menenggelamkan Sungmin dalam rengkuhannya yang begitu erat dan hangat. Patahan kayu yang terjatuh dilantai membuatnya tersadar ' Apakah Kyuhyun baru saja menyelamatkannya? '

" Berani sekali kau memukul Sungminku! "

" Sebenarnya aku tidak ingin meladeni pencicilan seperti kalian, tapi kau sudah berani menyakiti Lee Sungmin maka terima sendiri akibatnya " Tanpa menunggu jeda Kyuhyun langsung menyerang Jungmo. Tendangan, pukulan, hantaman dia tujukan berkali kali ke arah Jungmo, sampai lelaki itu terkapar tak berdaya.

" Tidak mungkin…! " Sungmin ternganga melihat aksi brutal Kyuhyun. Setaunya dulu lelaki itu tidak sedikitpun bisa melakukan aksi bela diri, tapi kini? Astaga! Lelaki itu bahkan terlihat begitu tangguh.

.

.

.

" Kamu latihan bela diri juga ya?" tanya Sungmin disela-sela kegiatannya menghapus jejak darah di sudut bibir Kyuhyun.

" Iya, sejak pindah dulu aku mulai belajar bela diri. Aww pelan-pelan Ming "

" Ini lukanya parah, kenapa membiarkan mereka memukulmu sih? " Sungmin memajukan kepalanya, meniup-niup sudut bibir Kyuhyun yang terasa masih perih. Lelaki itu menelan ludah berat, kenapa Sungmin begitu polos? Lihatlah bibir shape-M itu astaga! Itu sangat menggoda Tuhan! Apakah ia harus menerjang Sungmin dan membungkam bibir itu dengan miliknya? Oh, bahkan kini dia telah berfantasy liar tentang bibir itu.

" Kyuhyun pukul aku! " Perintah tiba-tiba itu seketika langsung melenyapkan pikiran liar Kyuhyun, mata teduhnya mengarah ke foxy eyes Sungmin yang kini tengah menatapnya juga.

" Hmm…? "

" Maaf, aku sudah berkata kasar kepadamu. Aku memang bodoh jadi pantas di pukul! "

" Ayo pukul aku yang keras, aku terima! " wajah polos Sungmin yang pasrah akan dipukul Kyuhyun membuat lelaki pecinta game itu menyeringai, fantasy liarnya tadi mungkin bisa diterapkan saat ini,kekeke

" Kamu…serius? Pukulanku sakit lho? " Sungmin tidak menjawab, ia hanya mengangguk mantap kemudian memejamkan mata menunggu pukulan yang akan Kyuhyun layangkan kepadanya.

" Baiklah, aku tidak akan ragu-ragu lagi "

Kyuhyun mulai megikis jarak diantara mereka, semantara Sungmin masih menutup matanya erat tak menyadari bahwa kini tubuh Kyuhyun dengan dirinya sudah hampir tak ada jarak.

Satu detik…

Dua detik….

Chup~

" Oh…." Sungmin yang merasakan benda kenyal menempel dengan miliknya seketika membuka mata. Kini bibir mereka berdua telah menyatu. Sembutar-semburat sewarna sakura mulai terlukis di pipi Sungmin apalagi ketika Kyuhyun memperdalam pagutan mereka. Kedua bibir yang tadinya hanya menempel lekat itu kini mulai menciptakan lumatan-lumatan hingga bunyi decakan dari aktifitas mereka itupun mulai terdengar mengisi kesunyian ruangan kosong itu. Cukup lama kegiatan itu berlangsung sampai kebutuhan oksigen yang akhirnya memaksa Kyuhyun dengan berat hati melepaskan pagutan mereka.

BLUSH!...

Sungmin yang akhirnya tersadar dari kegiatan panas mereka tadi kini terlihat salah tingkah, ia berusaha menghilangkan kegugupan dan menyembunyikan rona merah di pipinya itu.

" Bodoh! Siapa yang menyuruhmu melakukan itu? "

Bohong jika Sungmin tidak menyadarinya sejak awal, terlebih ia juga menikmati ciuman Kyuhyun bahkan membalas lumatan yang lelaki itu tadi berikan. Sungmin hanya sedang tidak tau apa yang mesti dikatakan, adegan tadi bahkan masih menari-nari dengan indah di benaknya.

" Aku menjadi kuat bukan untuk memukul yeoja yang aku cintai, tapi justru untuk melindunginya. Kau mengerti maksudku kan? "

" Tapi kamu bilang aku adalah seorang pangeran? Bukan sosok putri yang cantik "

" Itu karenamu, di depan mataku kau dekat-dekat dengan namja lain. Bukankah kau telah berjanji untuk menungguku? " Kyuhyun mengubah posisinya memunggungi Sungmin, bagaimanapun ia bersikap seperti itu karena cemburu, merasa wanitanya meninggalkan dirinya dan mendekati namja lain.

" Padahal aku datang kemari sengaja untuk mencarimu…"

'Kyuhyun kamu tetap Kyuhyunku yang dulu'

'Kyuhyun yang ternyata masih memegang janji masa kecilnya kepadaku '

" Dasar Kyuhyun bodoh! Aku bahkan tidak pernah melupakan janji itu seharipun "

Sungmin memeluk punggung lebar Kyuhyun, membenamkan wajahnya di ceruk leher lelaki itu berusaha merasakan kehangatan tubuh itu.

" Saranghe Kyuhyun-ah "

" Nado saranghae, tuan putriku "

" Kyu gendong "

" Siap tuan putri "

Tidak butuh waktu yang lama, kini Kyuhyun telah menggendong Sungmin ala bridal style-nya sambil kembali menghadiahi kecupan bertubi-tubi pada bibir sang kekasih.

" Aku ingin digendong dipunggungmu, kenapa malah dengan posisi ini? "

" Ini lebih romantis sayang, aku lebih bisa leluasa memperhatikan wajah manismu itu kalau begini "

" Tapi ini terlalu perempuan "

" Kau itu memang perempuan kan? Sekarang aku pangeranmu dan kau tuan putri yang akan selalu kulindungi "

" Gomawo Kyu "

" Dalam hal cinta tak ada yang perlu berterima kasih. Karena semua yang kita lakuakan untuk orang terkasih itu tulus dari hati "

" Hari ini, esok dan selamanya aku akan selalu mencintai Lee Sungmin seorang "

" Kenapa begitu mencintaiku? Padahal yang lain menganggapku bar-bar "

" Itu karena mereka bodoh. Tak bisa melihat mana yang benar-benar berkilau "

" Maksudmu ? "

" Aku bahkan tau apa yang ada dibalik seragammu itu Lee Sungmin "

" Yaaak! Kau bicara apa Cho Kyuhyun! Apa yang kau perhatikan dari tubuhku "

" Apa yang salah memperhatikan tubuh wanita yang akan menjadi istriku kelak "

" Berhenti bicara mesum begitu Kyuhyun! "

" Bukankah kau suka? "

" Ahh..sebaiknya kita pulang! Berada di tempat sepi seperti ini lebih lama membuatku tidak bisa menjamin keselamatanmu nantinya " Kyuhyun berbisik menggoda gadis itu. Sungmin tidak menjawab, ia memilih memukul dada bidang Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya yang telah memerah sempurna disana. Tidak ada pembicaraan lagi, hanya senyuman Kyuhyun yang mengembang mendapati sikap malu Sungmin. Sesekali lelaki itu mengelus pelan surai pendek Sungmin, dengan tapakan kaki yang lurus melangkah ke luar gudang kosong itu

.

.

.

END

Annyeong saya balik lagi ngelanjutin FF ini. Chap tiga sekaligus Chap terakhir panjang kan? Ini 4k lebih lho? Ok ini seperti sogokan bagi chingudeul yang dari chap awal ngerasa ceritanya kependekan,huhuhu mianhae…#bow

Terima kasih buat yang udah baca n nyempetin ngereview, buat yang favorit dan follow ff ini juga saya ucapin terima kasih. Yah, walaupun review di chap kemarin menurun, tapi saya gak bermaksud menunda atau ngaret publish chap ini. Itu benar-benar dikarenakan tugas yang menumpuk dan laporan yang bejibun jadi gak bisa update kilat, inipun aku belain weekend nulis musti selesai, soalnya ngerasa jahat gitu ngebiarin ff yang saya buat malah diabakan sendiri.

Oya, buat chingudeul yang belum menampakkan diri (?) ayo keluar dong? Anggap perpisahan gitu. Soalnya setelah publish chap terakhir ini, saya bakalan gak akan nulis ff untuk beberapa bulan kedepan, nunggu selesai UAS dulu sembari mencari ide cerita yang lebih menarik lagi. Untuk beberapa bulan kedepan saya hanya akan menjadi reader aja! karna tiada hari tanpa membaca ff KyuMin,hehehe.

At last, see u guys !...*lambai-lambai tebar kisseu

Big thanks to:

Heldamagnae#Minhyunni1318#Pumpkins yellow#abilhikmah#nananhf#Cho Hyun Ah SparKins 137#WineKyuMin137#dewi. #Hyugi Lee#PaboGirl#Elf hana sujuCouple#TifyTiffanyLee#CharolineElf

Sekali lagi gomawo buat semuanya^^