Yo~ Happy May Day buat para buruh dan ketemu lagi dengan author tukang hiatus beserta cerita-ceritanya yang absurd. Di chapter ketiga ini karakter baru akan muncul. Hayo tebak siapaaa~? Kalo jawabannya bener nanti tak cium *plak*. Oh iya, terima kasih buat yang sudah membaca, mereview, memfollow, dan memfavoriti(?) ceritaku ini. Kalian semua penyemangatku wahai para reader (Mikuo: halah lebay). Lanjut aja yuk ke ceritanya.
SELAMAT MENIKMATI!
.
.
.
Karakuri卍Burst
By: Hikage VanaN'Ice
Disclaimer: Saat ini Vocaloid bukan milik saya
Genre: Angst, Sci-Fi, Crime
Pair: Rin and Len
Rate: T++++
Warning: Beberapa bagian di cerita ini mengandung unsur kekerasan dan adegan berdarah. Tidak dianjurkan bagi kalian yang di bawah umur dan tidak tahan membaca cerita pembunuhan. Jangan pernah mencoba adegan-adegan dalam cerita ini kecuali nyawa kalian terancam (apa-apaan ni author).
DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
.
1 BULAN KEMUDIAN
Markas utama The Cryptonaziest, sebuah kastil tua bergaya eropa kuno berada di sebuah bukit yang jauh dari keramaian. Di taman belakang kastil tua itu terlihat seorang pemuda yang tidak lain adalah Len, sedang duduk santai di gazebu yang ada di taman itu sambil membaca sebuah buku. Sesekali ia meminum teh miliknya yang ada di atas meja tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca. Dari belakangnya, seorang wanita berambut coklat pendek memanggilnya.
"Agent Khusus Len, Komandan Kaito menyuruh kita berkumpul di ruangnya untuk rapat sekarang." Kata Meiko yang menyampaikan berita dari komandannya. Len langsung menyimpan buku yang ia baca di atas meja, memakai topi polisinya dan menghampiri Meiko. Mereka berdua langsung menuju ruangan tempat komandannya menunggu. Tepat di depan ruangannya, Meiko mengetuk pintu meminta izin untuk masuk.
"Masuklah!" jawab Kaito dari dalam ruangannya. Len dan Meiko kemudian masuk ke ruangan tersebut. Di sana sudah ada Komandan Kaito yang sedang duduk di kursi khusus miliknya, Luka yang berdiri disampingnya, dan seorang pemuda berambut hijau tosca pendek duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Len memandangi pemuda itu dengan wajah datar, pemuda itu hanya membalasnya dengan senyuman. Kaito memberi isyarat untuk duduk di sofa yang ada di sana, Len dan Meiko pun mematuhinya.
"Seperti yang aku beritakan kepada kalian sebelumnya, mulai saat ini kita akan terfokus dalam pengejaran organisasi illegal milik Hatsune Miku, Yamaha Riech Corporation. Karena itu aku mengusulkan kepada ketua organisasi kita untuk membuat sebuah divisi spesialis yang akan menangani kasus YRC secara khusus. Divisi itu akan diberi nama Karakuri Burst, dan anggota intinya adalah semua orang yang ada diruangan ini dengan aku sebagai komandannya." Jelas Kaito panjang lebar.
"Dan kalian pasti bertanya siapa pemuda yang baru kalian liat ini. Dia anggota yang ditunjuk langsung oleh ketua organisasi ini untuk membantu kita dalam misi khusus ini. Silahkan perkenalkan dirimu." Sambung Luka mempersilahkan pemuda itu untuk memperkenalkan diri.
"Salam kenal, namaku Hatsune Mikuo. Sebelumnya aku adalah salah satu pengawal pribadi Ketua The Cryptonaziest dan anggota Knight of Justice, Code Name-ku Eins." Kata pemuda itu sambil membungkukkan badannya. "Hatsune?!" Len kaget ketika mendengar nama pertama pemuda itu. Len mengeluarkan pisau kecil dari lengan bajunya dan dengan kecepatan kilat ia mengarahkannya ke leher Mikuo. Namun..[CTING!] Mikuo berhasil menahannya dengan pisau kecil yang juga ia sembunyikan di lengan bajunya sebelum pisau itu menancap di lehernya.
"Kau... Saudara dari ilmuan gila itu? Mau apa kau kemari?" tanya Len sambil menatapnya dengan pandangan penuh kebencian.
"Sayangnya aku memang saudara ilmuan gila itu. Tapi aku ada disini bukan untuk melakukan hal yang jahat seperti kakakku." Jawab Mikuo yang masih menahan pisau Len dengan pisaunya.
"Sayangnya?" Len bingung dengan pernyataan Mikuo tadi.
"Meskipun dia saudara dari Hatsune Miku, tapi dia berada di pihak kita. Beberapa tahun yang lalu, ia berhasil melarikan diri dari laboratorium milik Miku ketika ia hendak dijadikan objek percobaan kakaknya itu dan diselamatkan oleh ketua kita yang sebelumnya, sehingga ia bergabung dengan organisasi kita." Cerita Kaito panjang lebar. Len yang mendengar penjelasan Kaito langsung menurunkan pisaunya dan menyembunyikannya kembali di dalam lengan bajunya. Mikuo tersenyum ke arah Len kemudian melakukan hal yang sama dengannya.
"Kau bilang kau anggota dari Knight of Justice? Bukankah itu pasukan elit yang dibuat oleh ketua sebelumnya? Pasukan elit yang berada di bawah komando langsung dari ketua The Cryptonaziest? Kau pasti punya keahlian khusus." tanya Meiko yang penasaran dengan Mikuo.
"Ahaha... tidak sehebat itu, tapi aku merasa terhormat ditunjuk oleh ketua sebelumnya sebagai ksatrianya." Jawab Mikuo merendah diri.
"Len Kagamine, sebelumnya agent khusus dari divisi 'judge and eliminate'. Mohon kerja samanya." Len mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri ke Mikuo. Mikuo sempat heran karena Len tiba-tiba mengulurkan tangannya tapi kemudian ia membalas uluran tangan Len sambil tersenyum.
"Ah, aku Sakine Meiko. Aku agent dari divisi yang sama seperti Len." Meiko juga berjabat tangan dengan Mikuo.
"Baiklah, karena kalian sudah saling mengenal, saya mengharapkan kerja sama dari kalian semua dalam menangani kekejian YRC. Untuk divisi sebelumnya yang saya ketuai, akan diambil alih oleh Komandan Shion Taito, adikku sendiri." Jelas Kaito.
"Pertemuan hari ini selesai, untuk misi akan dibicarakan di pertemuan selanjutnya. Kalian dipersilahkan untuk melanjutkan kegiatan kalian." Ujar Luka mengakhiri pertemuan itu. Semua anggota langsung berdiri dan memberi hormat ke Kaito kemudian keluar dari ruangan itu.
MARKAS UTAMA YAMAHA RIECH CORPORATION
"Profesor, aku sudah mengumpulkan data tempat-tempat yang akan menjadi 'panggung' kita selanjutnya." Kata Hiyama sambil memberikan sebuah CD kepada Miku. Setelah diterima, Miku langsung memasukan CD tersebut ke dalam CD Driver dan membuka filenya. Dia menyeleksi tempat berburu selanjutnya. Miku menulis sesuatu di secarik kertas sambil terus menganalisis data yang diberikan Hiyama. Selesai menulis hasil analisisnya, dia memberikan kertas tersebut kepada Hiyama.
"Siapkan semua yang ada di kertas itu. Minggu depan kita beraksi." Kata Miku sambil melempar kertas yg ia pegang tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer. Hiyama memungut kertas itu dan izin keluar dari ruangan Miku. "Selanjutnya akan lebih menyenangkan. Hihihi..~" bisik Miku sambil terkekeh.
HARI 'PERTUNJUKAN' YAMAHA RIECH CORPORATION.
"Hiyama, jam berapa sekarang?" tanya Miku yang sedang memantau keadaan kota yang menjadi sasarannya dengan teropong kecilnya.
"02.30 a.m, kita bisa memulainya sekarang." Jawab Hiyama sambil melihat jam tangannya.
"Hehehee~ Kelinciku bisa menyelesaikannya dalam waktu 15 menit meskipun sendiri, bahkan kurang dari itu. Suruh para bidak menyimpan kotak 'harta karun' ditempat yang sudah aku tentukan, kelinciku mungkin butuh pasokan untuk 'mainan'-nya, dan suruh mereka kembali dalam 15 menit. Hari ini aku ingin melihat kelinciku bermain sendiri." Kata Miku sambil memainkan teropongnya. Hiyama langsung memerintah anak buahnya untuk memulai misi mereka. Sementara itu, Miku menghampiri Rin yang sedang asik memoles pistol kesayangannya. Miku menunjukan sebuah peta kota tersebut dan beberapa tempat sudah ditandai sebagai tempat dimana kotak 'harta karun' Rin disembunyikan. Miku memberikan briefing kepada Rin sebelum memulai aksinya.
Setelah bawahan Miku selesai menempatkan kotak-kotak tersebut dan kembali ke persembunyian mereka, Miku berbisik ke telinga Rin, "Sekarang giliranmu. Selesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit!" seketika Rin langsung menyeringai dan berlari menuju kota yang menjadi sasarannya. Sekali lagi Rin mengamuk dan membunuh semua orang yang ada di kota itu. Suara tembakan, peluru yang berjatuhan, darah yang menyiprat kesegala arah, dan rintihan juga teriakan orang-orang di kota itu semakin membuat Rin menggila.
"Hahaha.. Lihat Hiyama! Dia menikmatinya! Malam ini benar-benar menjadi pesta merah yang meriah. Sungguh suara kembang api yang indah, sorakkan para penikmat pesta yang menggugah. Hahahaha.. Kesenangan ini tiada hentinya, Hiyama! Inilah yang ku sebut dengan kesenangan dunia! Ahahahaha!" teriak Miku dengan wajah senangnya yang tampak mengerikan. Hiyama hanya bisa mamandang atasannya dengan pandangan datar sambil membetulkan letak kacamatanya.
Tak lama kemudian, suara tembakan itu berhenti, tanda bahwa Rin sudah menyelesaikan misinya. Rin terkekeh dan tertawa terbahak-bahak, puas apa yang ia lakukan malam ini. "Sepertinya dia sudah selesai, haruskah kita memanggil dia kembali?" tanya Hiyama.
"Biarkan saja dia di sana dulu, kita masih ada waktu sekitar 5 menit lagi. Segera buat laporan untu hari ini, Hiyama." Jawab Miku sambil beristirahat di dalam mobilnya.
Sementara itu di sisi lain kota, Kaito dan semua anggota divisi Karakuri Burst sedang menuju ke kota tersebut untuk melakukan investigasi. Mereka mendapat laporan bahwa kota tersebut menjadi sasaran YRC. Miku tidak menyadari kehadiran mereka dan masih membiarkan Rin berada di kota tersebut sementara semua anggota Karakuri Burst sudah mulai menyebar, menyelidiki kota itu.
Len berjalan di kota tersebut sambil melihat sekelilingnya. Jalanan yang ia lewati dipenuhi oleh mayat dan darah segar yang mewarnai jalan tersebut. Dia menghampiri salah satu mayat anak kecil yang ada di dekatnya dan memangku badan mayat itu. "Sekitar 10 menit yang lalu, kah? Cih! Kita telat!" ujar Len dengan suara pelan sambil menggertakan giginya. Len melanjutkan kembali penyelidikannya dan menemukan salah satu kotak 'harta karun' yang disimpan anggota YRC sebelumnya. Dia membuka kotak tersebut, di dalamnya ia menemukan sebuah pistol dengan lambang YRC dan beberapa peluru isi ulang. Len mengamankan isi kotak tersebut.
Len terus berjalan dan sampailah ia di gerbang barat kota tersebut. Dia melihat bayangan seorang gadis berdiri terpaku di gerbang kota. Di tangan gadis itu terdapat sebuah pistol, Len melihat pistol yang digenggam gadis itu dengan teliti. Dia menemukan lambang YRC di pistol tersebut, sama dengan pistol yang ia temukan sebelumnya. "Yamaha Riech Corporation." Kata Len dengan suara pelan sambil mengeluarkan katana dari sarungnya dan perlahan mendekati gadis itu.
"Aree? Masih ada yang hidup ternyata?" Kata Rin sambil menyeringai. Rin langsung membalikan badannya dan.. DAR! CTING! Peluru yang ditembakkan oleh Rin berhasil ditangkis katana milik Len. "Hee? Lumayan juga kau." Ujar Rin dan langsung berlari ke arah pemuda di hadapannya. Dia mengeluarkan belati dari lengan bajunya dan mengarahkan belati tersebut ke arah pemuda itu namun berhasil dihindari. Pemuda tersebut mengayunkan katananya ke arah Rin dan berhasil ditahan dengan pistolnya. Mata mereka berdua pun saling bertemu.
Len dan Rin merasa bernostalgia melihat wajah mereka satu sama lain. Kenangan masa lalu yang samar pun bermunculan di kepala mereka. "Rin?" Len menyebut nama seseorang yang selalu ingin ia temui sejak dulu. "Siapa..kau?" tanya Rin dengan suara terbata-bata. Rin merasakan sengatan hebat di kepalanya, tubuhnya oleng ke samping. Rin merintih sambil memegangi kepalanya. Len hanya terpaku, kaget dengan apa yang ada dihadapannya.
Dari kejauhan, Hiyama yang mendengar suara tembakan pistol milik Rin langsung melihat keadaan di kota tersebut dengan teropongnya. "Profesor! Cryptonaziest berada di kota tersebut!" lapor Hiyama kepada Miku.
"Apa?! Cih, kita ceroboh. Siap-siap untuk kembali ke markas!" perintah Miku kepada semua anggotanya. Miku langsung meniup peluitnya, memanggil Rin untuk kembali. Rin yang mendengar panggilan tersebut langsung berlari kembali ke majikannya. "Rin, tunggu!" teriak Len, namun tak diindahkan oleh Rin. Setelah sampai di tempat Miku, Rin langsung masuk ke dalam mobil dan mereka bergegas pergi dari tempat itu.
Len masih terdiam di tempatnya. Tak lama kemudian, Kaito dan anggota lainnya datang menghampiri Len. "Bagaimana kondisi di sini Len?" tanya Luka. "Aku melihat salah satu anggota YRC, tapi dia berhasil melarikan diri sebelum aku menangkapnya. Dia berlari ke arah sana." Jawab Len sambil menunjuk ke arah perbukitan tempat Rin tadi melarikan diri. Luka dan Meiko bergegas menuju ke perbukitan tersebut untuk melihat keadaan di sana.
"Kenapa kau tidak mengejarnya?" tanya Kaito.
"Maaf komandan, dia berlari dengan kecepatan yang tidak normal." Jawab Len sambil tertunduk masih mengingat kejadian tadi.
"Dia menggunakan manusia percobaannya itu ternyata. Aku dengar dia sudah menyelesaikan projectnya itu." Kata Kaito. Len kaget mendengar kata-kata komandannya.
"Aku juga menemukan ini di sebuah kotak." Len mengeluarkan temuannya dan menunjukannya kepada Kaito.
"Kau menemukan itu juga ternyata. Sebenarnya yang lain juga menemukan barang yang sama di dalam kotak. Sepertinya ini adalah senjata yang sering digunakan bonekanya itu dan meletakkannya di tempat tertentu." Ujar Mikuo yang juga mengeluarkan benda yang sama.
Luka dan Meiko kembali lagi dan melaporkan keadaan di bukit yang ditunjuk Len. Mereka menemukan beberapa jejak mobil. Kaito berpikir sambil menopang dagunya, dia meminta Luka untuk memerintahkan agen informan segera mencari markas YRC. Sementara itu anggota yang lainnya menggali sebuah lubang besar untuk mengubur mayat-mayat yang ada di kota. Kaito menyerahkan pengurusan 'kota yang ditinggal' kepada markas utama. Setelah urusan mereka selesai di kota tersebut, mereka kembali ke markas cabang terdekat untuk memberikan laporan dan beristirahat.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN, MARKAS ORGANISASI YRC.
Sejak kejadian pada malam itu, kondisi suasana hati dan fisik Rin tampak tidak stabil dan Miku menyadari hal itu. Dia menanyakan apa yang terjadi ketika malam pembantaian pada saat itu tapi Rin tidak menjawabnya. Miku terus bertanya setiap harinya tapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang diinginkan dari Rin. Miku yang kesal langsung menyuruh bawahannya mengikat tangan Rin dan menggantungnya. Miku menyiksa Rin, mencambuknya, menyetrumnya, dan menyayat tubuh Rin sampai dia mau menjawab. Setiap tubuhnya mulai melemah, Miku memberikannya suntik dopping dan melanjutkan menyiksa Rin lagi. 3 hari berlalu dan Rin mulai tidak tahan dengan perlakuan Miku.
"AKU TIDAK TAHU! AKU TIDAK MENGERTI APA YANG TERJADI PADAKU! HENTIKAN TINDAKANMU INI, DASAR WANITA JALANG! AKU HANYA BERTEMU DENGAN SEORANG PEMUDA YANG MIRIP DENGANKU DAN DIA TIBA-TIBA MEMANGGIL NAMAKU! SEKETIKA DI KEPALAKU PENUH DENGAN GAMBARAN YANG TIDAK KU MENGERTI! SIAPA DIA?! SIAPA AKU?!" teriak Rin sambil meronta-ronta. Nafas Rin terengah-engah, seketika dia memuntahkan darah dan tak lama kemudian dia pun hilang kesadaran diri.
Miku yang mendengar pernyataan Rin sempat tersentak. Dia teringat dengan anak lelaki yang mencoba melindungi Rin ketika ia mencoba mengambilnya sepuluh tahun yang lalu. "Bocah itu masih hidup ternyata, ditambah lagi dia diurus oleh iblis biru itu dan menjadi bawahannya. Hihihihi.. Sungguh tragedi yang indah, kau akan melawan saudaramu sendiri dan dia adalah orang yang dilatih oleh musuhku. Hahahaha.. Aku akan menantikan ironi ini, tapi sebelum itu aku harus memolesmu sekali lagi. Bonekaku tidak perlu memiliki perasaan. Hiyama, siapkan peralatanku 'seni'-ku! Waktunya membuat si Kelinci menjadi sempurna." Perintah Miku sambil menjilat air mata yang mengalir di pipi Rin.
Sehari semalam, Miku 'merombak' Rin di laboratoriumnya. Tak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam laboratorium itu termasuk asisten kepercayaan Miku, Hiyama. Tak jauh dari markas YRC, seseorang sedang mengintai tempat itu. Dia adalah informan yang diutus Kaito untuk mencari tempat persembunyian Miku. Setelah dia memastikan tempat tersebut, dia kembali ke markas cabang tempat Kaito menunggu.
...
(TSUZUKU)
...
Gimana? Gimana? Gimana? Ceritanya bikin doki-doki kan? (Rin: apanya? -_-"). Dilanjutin atau nggak-nya tergantung review para reader, karna itu jangan lupa leave review after read. Jangan jadi silent reader ya sayang *plak*.
MATA NEE~
\(^w^)/
