Ciuman sepihak itu adalah ciuman pertamanya. Untuk gadis yang dia cintai, dan malam itu takkan pernah dia lupakan sepanjang masa...
.
.
Chapter 2
Fairy tail milik kang Hiro Mashima di jepang sana
Tapi jalan cerita ini milik saya loh!
Rated T
Erza S x Jellal F
Romance & Friendship
Happy Reading
.
Erza terbangun ketika matahari merayap menerobos ke balik tirai putih yang menutupi jendela UKS. Tangan kanannya meraih sapu tangan basah yang menempel di keningnya dan menaruhnya ke samping. Diedarkannya pandangan sayu itu ke sekeliling ruangan, berharap dia bisa menemukan seseorang selain dirinya disana. Nihil.
Diruangan itu hanya ada dia sendiri. Tambahan mungkin lap kompresannya yang masih hangat alias baru diganti, sepasang sepatu miliknya sendiri yang tergeletak rapi disamping tasnya yang harusnya masih dikelas. Erza melirik meja disampingnya, disana ada sepiring roti isi yang masih hangat dan segelas susu panas yang ditutup rapi hingga hanya sedikit aromanya yang keluar dan secarik kertas merah jambu yang terselip dibawah gelas. Erza meraihnya, membacanya didalam hati lalu tersenyum.
"Makan yang banyak Erza-chan! jangan berani-berani lagi tidur di loteng sekolah, malam hari tempat itu membeku. Cepat sembuh dan kembali lagi belajar seperti biasa, jangan lupa kasih aku contekan lagi seperti biasa ya! bye.. :*"
Tiba-tiba dia merasakan jantungnya berdegup lebih cepat, wajahnya memerah mengingat mimpi yang tadi malam dilihatnya. Wajah dengan onyx terpejam yang tengah mengecup bibirnya dengan sangat lembut, dia menyukainya. Entah mengapa mimpi itu terasa begitu nyata meskipun terlihat samar. Rambut yang biru dengan aroma segar pegunungan itu begitu mengingatkannya pada seseorang, perlahan Erza meraba bibirnya sendiri. Lembut, manis, terlalu terasa nyata untuk ukuran mimpi. "Tapi mungkinkah itu nyata?" tanyanya pada dirinya sendiri.
.
.
.
Klub juudo sangat ramai hari ini. Jellal sedang mengencangkan sabuk cokelatnya disebelah Natsu dan Gray yang tengah bertengkar ketika gadis berambut scarlet itu datang memasuki aula. Para anggota klub yang semuanya laki-laki kecuali Erza, langsung diam dan duduk dengan khidmatnya begitu sang titania duduk di tempatnya. Pojok paling depan di jajaran anggota bersabuk hitam.
Miss Kagura, guru juudo yang cantik eksotis dan galak memasuki ruangan. Semua anggota selain pemilik sabuk hitam menelan ludah dengan susahnya. Pasalnya, hari ini adalah hari tes ganti sabuk. Yang artinya klub juudo akan melakukan banting-bantingan masal –Natsu bilang begitu, dan ujian itu akan ditangani oleh anak-anak bersabuk hitam. Dengan serentak, para 'peserta' langsung berdo'a dalam hati masing-masing. Kebanyakan dari mereka berharap, semoga lawannya bukanlah sang titania.
Jam berlalu lamban. Kagura duduk manis dengan buku catatan dan pulpennya di pinggir matras, menyaksikan orang ke 29 yang sedang dibanting Erza, mencatatnya dengan cepat lalu menguap lebar. Maklum, anak-anak yang sudah memakai sabuk hitam hanya ada 10 orang dan sembilan diantaranya telah selesai melakukan tugas sesuai jatah. Kagura menulis beberapa catatan kecil lalu membuka lembaran lain catatannya dan menyebutkan anggota sabuk cokelat terakhir yang akan dilawan Erza.
"Jellal Fernandez..."
Seorang lelaki berambut biru dengan pakaian juudo yang memperlihatkan sedikit ukiran di dada bidangnya langsung menghampiri Erza. Jantungnya berdegup kencang melihat siapa yang akan membantingnya –atau mungkin dibantingnya. Erza yang rambutnya diikat ponytail mempertontonkan leher jenjang indah yang membuat Jellal meneguk ludah. Pakaian putih itu sangat pas melekat pada gadis scarlet yang memiliki ukuran dada yang um –tidak bisa dibilang kecil itu, apalagi dengan belahan yang mungkin tidak disadari sang titania akibat dari pergerakannya selama membanting 'pesertanya'.
Jellal menggigit bibir bawahnya pelan, mereka saling memberi hormat dan memasang kuda-kuda. Kagura mulai fokus menyaksikan pertandingan Jellal dan Erza yang akan segera dimulai, wanita berkulit eksotis itu terkesima dengan kuda-kuda keduanya yang sangat pas dan sempurna. Perkelahian yang penuh aturan terjadi beberapa menit, lalu tiba-tiba Jellal terlihat membisikan sesuatu yang singkat di telinga Erza sebelum cowok kece badai itu membantingnya pelan.
Erza terengah-engah, dengan wajah memerah dia melihat Jellal yang sedang menyeringai. Suara peluit yang ditiup miss Kagura langsung mengomando Erza untuk menendang 'sesuatu' milik cowok itu sekuat tenaga. "Awww!..." pekik si empunya meringis jumpalitan mengelilingi matras, Erza langsung bangkit sembari menyilangkan tangannya menutupi belahan dadanya.
"Dasar hentai!" bentak gadis scarlet itu sembari meninggalkan aula. Mengidahkan tatapan penuh tanda tanya para anggota klub lainnya, termasuk tatapan aneh Kagura. Jellal mendengus sebal.
.
.
.
"Apa-apaan sih si rambut biru bertato aneh itu, berani-beraninya dia... AGRRRR!"raung Erza frustasi. Lucy, Juvia, Cana, Levi, Wendy, dan Lisanna yang kebetulan sedang duduk berjejer sembari bergosip di tangga yang dilewatinya hanya bersweadrop ria melihatnya. Titania –Erza sekarang sudah berganti pakaian menjadi pakaian bebas itu masih saja menonjolkan keseksiannya, yang tidak disadari Erza tentunya.
Baju putih tanpa lengan dengan rok biru selutut itu terlihat menonjolkan sedikit –banyaknya yang menarik bagi Erza, apalagi bagian dada yang sekarang ditutupinya dengan menyilangkan tangannya sepanjang perjalanan menuju loker. Entah mengapa perjalanannya terasa semakin jauh saja meskipun dia menghentak-hentakkan kakinya saat berjalan. Wajahnya memerah senada rambutnya saat dia ingat yang barusan didengarnya dari Jellal.
BLAM... pintu ruang ganti dibanting Erza yang langsung ambruk dibaliknya. Untunglah, hanya ada dia disana, jika tidak menghitung Daphine yang sedang memakan sate cicak anehnya di pojokan. Dia mengatur nafasnya perlahan, lalu melangkah menuju loker miliknya.
Pintu loker dibuka, menampakkan isian manis dengan berbagai macam barang-barang cute serta boneka kelinci kecil imut tergantung menempel di cermin besar yang menyatu dengan pintu lokernya. Erza menatap bayangannya sendiri di cermin itu, sejenak dia menyisir rambutnya yang sekarang digerai. Tubuhnya yang sintal bak biola Mexciko itu terbungkus rapi dengan pakaian yang sebenarnya diambil asal dari lemari saat berangkat sekolah. Selama ini dia memang hampir tidak pernah memperhatikan penampilan. Asal nyaman, itu sudah cukup. Entah mengapa perkataan Jellal di klub juudo tadi kembali mengusiknya.
FLASH BACK
"Erza, kau sangat cantik..." bisik Jellal tepat ditelinga Erza dengan posisi yang tidak menguntungkan gadis itu. "Tapi aku tidak suka loh kalau cowok lain melihat belahan dadamu yang terekspor itu." lanjutnya disertai desahan yang dibuat-buat, membuat Erza langsung kehilangan kendali tubuhnya. Jellal langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk membantingnya dengan lembut, seakan tak mau membuat Erza kesakitan.
END OF FLASH BACK
Berdiri mematung didepan cermin yang tergantung di pintu lokernya sendiri, Erza merasakan pipinya memanas. Bayangan wajah Jellal yang memerah setelah membantingnya itu membuatnya tersenyum sendiri. cermin itu sekarang memantulkan wajah Erza yang memerah –lagi. Dia menghela nafas berat, lalu menutup dan mengkunci lokernya.
"Aku kenapa?"
.
.
.
^TBC^
Bacot Time! (^o^)9
Hai hai hai hai, aku balik lagi nih! *Daphine Style*
Gimana ceritanya, suka suka suka?*gaya UpinIpin* hehehe. Holla! Ini satu-satunya fic yg diketik paling lama, alnya dibarengin sama "Little Fernandez chapter2" (pngen cpet2 updet) *digampar*
Oke, pakabar semua? Aku sih lagi mumet, kalau boleh curhat (tapi jangan bilangin yang lain/ *dibunuh Jellal) aku belum nyelesaiin makalah! *masalah_bwt_gw. Masalah gak masalah sih, bayangin aja tebelnya sampai 5 cm! (readers = *eett_dah lu thor, terus ngapain lu nyelesaiin fic ini?) yah, karena aku sayanggggg kalian semua! :* :*
(cieeeeeeeee...) #cerewet mode on
Oke, berhenti gajenya! Waktunya bales Reviewww ...
Dear Kimidori Hana marah ya? #gomen! 6(-_-")
But makasih saran di chapter 2, membantu banget (o_~)b . Hontouni arigato gozaimasu!
Gimana yang ini momentnya dapet gak? Semoga aja nggak nyeleneh banget, aku nggak berpengalaman sih.. hahahahaha #ketawa *gaje
Tapi aku masih nggak yakin loh kalo yg ini udah oke, review lagi ya! ditunggu loh... #maksa
Selanjutnya, aku akan lebih berusaha (^o^)9 #ganbate
N/B = Eh iya, ada yang tahu caranya buat garis horizontal di ffn? Tolong kasih tahu di Review ya! mau PM juga boleh kok..
v
8|8
Yang lainnya, Revieww doooonggg... pliiis!...
~Salam hangat~
V
\/
Cn_Scarlet
