Chapter sebelumnya:

"TEME! TUNGGUUUUU!" teriak Naruto keras. Saat bersamaan muncullah seorang gadis berseragam merah di bawah pohon rindang tadi. Gadis itu menatap kepergian Naruto dengan lirih.

"Menma ...," kata gadis berseragam merah itu. Sedetik kemudian, dia pun menghilang dari tempat itu.

.

.

.

Keesokan harinya, di ruang Ghost Buster Akatsuki Club dipadati kerumunan lagi. Kerumunan itu sudah absen dari tadi shubuh untuk melihat pengumuman siapa-siapa saja yang berhasil masuk ke dalam Ghost Buster Akatsuki Club atau disingkat GHOBAC.

Atas perintah sang wakil ketua GHOBAC yaitu Konan. Pengumuman keluar tepat pada pukul 4 shubuh saat para anggota GHOBAC sedang patroli malam untuk memburu hantu yang bergentayangan di sekolah itu. Pengumuman dikeluarkan oleh Zetsu dan ditempelkan di bawah papan struktur keanggotaan badan utama klub GHOBAC tersebut. Semua orang pun berusaha bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke sekolah hanya untuk melihat pengumuman itu.

Orang-orang mulai menyemut dan berebutan untuk melihat hasil pengumuman itu. Termasuk Naruto, Sakura dan Hinata dan teman-teman yang lainnya.

Tertera hasil pengumuman tentang data diri orang-orang yang berhasil masuk di klub pembasmi hantu itu, sebagai berikut:

TIM A

1. Nama : Namikaze Naruto

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : membasmi hantu dengan elemen angin

Tentang data diri : laki-laki yang bersemangat, idiot, payah, lemah dan sangat aneh.

2. Nama : Hyuga Hinata

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : mata gaib dan membasmi hantu dengan menggunakan rosary

Tentang data diri : imut, lucu, cantik, manis dan takut sama cowok. Putri dari pendeta kuil. Sepupunya Neji.

TIM B

Nama : Uciha Sasuke

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : menangkap hantu dengan kartu penyegel. Mempunyai kemampuan energi elemen api

Tentang data diri : laki-laki yang selalu berwajah datar karena selalu disetrika sama Itachi. Dipaksa masuk GHOBAC karena diancam sama Itachi pakai golok.

2. Nama : Haruno Sakura

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : tenaga dalam luar biasa dan elemen tanah.

Tentang data diri : singa betina garang, tenaga seperti monster, jidat lebar seluas samudera hindia, mengerikan seperti gorilla yang lepas dari kandangnya.

TIM C

1. Nama : Hyuga Neji

Kelas : 11-B

Umur : 16 tahun

Keahlian : pembasmi hantu pakai tongkat cahaya suci

Tentang data diri : laki-laki yang mengalami krisis mental. Sangat protektif sama adik sepupunya. Menderita penyakit langka yaitu overdosis sister-complexs

2. Nama : Ten Ten

Kelas : 11-B

Umur : 16 tahun

Keahlian : ahli senjata tajam untuk memusnahkan para hantu

Tentang data diri : gadis cepol dua yang membenci si alis tebal.

TIM D

1. Nama : Rock Lee

Kelas : 11-B

Umur : 16 tahun

Keahlian : giginya yang bersinar dan ahli memukul gong

Tentang data diri : si alis tebal super aneh, super semangat dan super idiot.

2. Nama : Shion

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : meramal

Tentang data diri : gadis yang aneh dan tidak diketahui asal usulnya

TIM E

1. Nama : Inuzuka Kiba

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : mempunyai teman anjing hantu yang bernama Akamaru.

Tentang data diri : laki-laki yang sama sifatnya dengan Naruto. Berisik dan idiot.

2. Nama : Aburame Shino

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : pengendali serangga

Tentang data diri : no comment

TIM F

1. Nama : Sai

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : melukis

Tentang data diri : orang yang datar karena selalu disemen mukanya agar selalu rata dan datar tanpa ekspresi.

2. Nama : Yamanaka Ino

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : merasuk dalam jiwa sebuah roh

Tentang data diri : sama dengan Sakura. Si singa betina garang.

TIM G

1. Nama : Nara Shikamaru

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : ahli menetralisir penampakan hantu di foto dan video.

Tentang data diri : tukang tidur di kelas.

2. Nama : Akamichi Chouji

Kelas : 10-B

Umur : 15 tahun

Keahlian : membantu Shikamaru dan ahli komputer.

Tentang data diri : rakus, tukang makan dan gendut seperti badak.

Demikianlah pengumuman ini dibuat berdasarkan pengamatan, penelitian, penerawangan, pengejaran, penyelidikan, dan teropong oleh sang ahli.

Tertanda

Seksi Pembantu

Zetsu

DOOONG!

Spontan semua orang menjadi sweatdrop membaca hasil pengumuman itu. Beberapa orang yang berhasil masuk ke dalam klub itu, merasa tersinggung dengan apa yang tertulis di pengumuman itu. Wajah mereka sudah memerah padam dan mengepalkan dua tangan masing-masing.

"APA-APAAN INI?"

"KENAPA DATA DIRI KAMI DIBUAT KAYAK GINI SIH?"

"WOI, SERIUS DONG. INI NAMANYA PELECEHAN!"

"DASAR, PASTI ZETSU ITU YANG BUAT PENGUMUMAN KAYAK GINI. MASA AKU MASIH DIBILANG JIDAT LEBAR SELUAS SAMUDERA HINDIA. AKU TIDAK TERIMA!"

"AKU JUGA, SAKURA. MASA AKU DISAMAKAN DENGANMU?"

Zetsu yang sedang melayang-layang di udara, tak jauh dari kerumunan itu. Ia malah tersenyum cengengesan.

"Maaf, semua informasi itu bukan aku yang buat. Melainkan ketua dan para anggota lainnya. Aku hanya menjalankan perintah untuk menempel kertas pengumuman itu di dinding," sahut Zetsu.

"TAPI, KAMI TIDAK TERIMA, TAHU!"

"KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB, ZETSU!"

"Lho, kenapa aku yang harus bertanggung jawab?" tanya Zetsu bengong.

"DI BAWAH PENGUMUMAN ITU, TERTULIS DI SANA KALAU NAMAMU YANG TERTULIS. BERARTI KAMU YANG BUAT PENGUMUMAN ITU!" seru Naruto keras sambil menunjuk nama Zetsu yang tertulis di kertas pengumuman itu.

"Eh, kenapa malah namaku sih yang tertulis? Seharusnya Kisame atau Itachi. Soalnya mereka berdua yang bertugas sebagai sekretaris," Zetsu semakin bengong.

Saat itu juga Naruto dan teman-temannya menjadi emosi tingkat tinggi. Kecuali Hinata, Shikamaru, Sai, dan Sasuke. Mereka tidak ikut-ikutan memarahi Zetsu.

Zetsu gentar. Wajahnya pun pucat ketika Naruto dan teman-temannya mulai mendekatinya. Dengan posisi kuda-kuda untuk menyerang Zetsu.

"ZETSUUUUUU, KAMI BANTAI KAU SEKARANG JUGAAAAAAAA!"

Zetsu menelan ludahnya sesaat semua kekuatan supranatural bersatu untuk menghajar dirinya habis-habisan.

HIAAAAAT! BRAK! BRUK! DUAAAK! BUAAAK!

Sungguh malang nasibmu sebagai hantu, Zetsu!

.

.

.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

GHOST BUSTER AKATSUKI CLUB

By Hikari Syarahmia

Genre: horror/humor/romance/action/adventure/supranatural

Pairing:

Naruto x Hinata

Pain x Konan

Sasuke x Sakura

Rating: T

Kamis, 24 September 2015

.

.

.

Chapter 3: Memburu hantu

.

.

.

["Lapor, ketua!"]

"Ya, apakah situasi di sana aman?"

["Aman terkendali. Sektor koordinat A tidak ada jejak-jejak penampakan hantu."]

"Bagus."

["Ano, bagaimana di tempat, ketua? Apakah di sana ada tanda-tanda pergerakan hantu?"]

"Tidak. Di sini juga aman. Sektor koordinat C aman-aman saja. Jadi, jangan ganggu aku dulu. Aku sedang berkonsentrasi memburu hantu dengan radar hantu terkemuka."

["Oh, begitu. Oke, ketua! Kami undur dulu."]

"Yap, hati-hati di jalan wahai pejuang pembasmi hantu!"

["MERDEKA DEMI PERDAMAIAN KONOHA GAKUEN!"]

"MERDEKA!"

Klik!

Komunikasi antar handphone pun terputus. Layar handphone dilototi sepasang mata ungu pola riak. Sesekali jempolnya terampil memainkan keypad pada handphone-nya. Wajahnya yang mengerut banyak. Keringat dingin mengucur. Dia serius sekali ketika berada di ...

TOILET!

Lho, kenapa di toilet? Bukannya sang ketua Ghost Buster Akatsuki Club itu, sedang memburu hantu?

Usut punya usut, ternyata sang ketua bernama Pain ini harus menyempatkan diri ke toilet sekolah saat mulai memburu hantu pada malam hari. Sementara para anggotanya sudah bergerak untuk memburu hantu secara berpasangan. Sang ketua sedang mengalami yang namanya derita jiwa di dalam perutnya. Perutnya melilit karena makan sambal dicampur dengan cabe rawit, garam empat sendok, petai dan cabe hijau. Dia terpaksa memakan makanan itu karena disuruh oleh Konan. Konan yang amat menakutkan.

"PAIN! CEPAT! KAMU ITU LAMBAT SEKALI!" terdengar teriakan Konan yang keras menggelegar di luar sana disertai gebrakan pintu yang sangat kuat.

Pain terperanjat. Wajahnya pucat mendengar teriakan Konan yang mengganas bagaikan auman singa.

"I-Iya, Konan-chan!" jawab Pain ketakutan setengah mati.

Karena itu, tambang emasnya tidak jadi keluar saking kagetnya dibentak suara auman singa itu. Tambang emas masuk lagi ke dalam ususnya.

Pain cepat-cepat membersihkan dirinya. Dia pun keluar dari toilet dengan tergesa-gesa.

"Konan-chan, maaf. Aku lama karena rasanya aku terkena diare," kata Pain secara langsung ketika sudah di dekat luar toilet.

SIIING!

Suasana mendadak menjadi hening dan sepi. Tidak ada siapa-siapa pun yang terlihat di koridor lantai dua itu. Sebab toilet murid laki-laki berada di lantai dua tersebut.

"Konan-chan?" Pain celingak-celinguk. Dia bengong.

Tapi, Konan tidak tampak. Entah kemana dia pergi. Padahal barusan ini, Konan menggebrak pintu toilet itu dengan keras.

Tiba-tiba terdengar suara yang muncul di belakang Pain.

BRAAAK!

Suara pintu yang dibanting dengan keras, terdengar di dalam toilet tersebut.

Pain sangat kaget. Ia menoleh dan memutuskan untuk memeriksa ke dalam toilet.

CRRRRSSSSH!

Terdengar suara air yang mengalir dari satu bilik toilet yang berjumlah lima buah. Suara air yang mengalir itu terdengar jelas dari bilik toilet yang ketiga.

Langkah Pain begitu pelan. Terayun amat lambat. Wajah Pain diliputi rasa penasaran yang sangat menggebu-gebu. Ia terus melangkah dan melangkah menuju bilik toilet nomor tiga.

Tangan Pain bergerak untuk menyentuh gagang pintu toilet tersebut. Gerakannya sangat lambat.

GLUK!

Pain menelan ludahnya saat mulai memutar knop pintu seperti bola itu.

KRIIIEEET!

Pintu pun terbuka secara perlahan-lahan. Jantung Pain berdebar-debar tidak karuan saat pintu telah terbuka lebar. Ia merasakan hawa yang tak biasa menyelimuti toilet tersebut.

JREEENG!

Tampak seorang wanita berbaju terusan putih panjang duduk di atas toilet duduk itu. Kedua matanya merah menyala dengan tajam. Terdapat lingkaran hitam di sekitar dua matanya.

"HIHIHI ...," hantu itu tertawa meringkih dengan keras.

Spontan Pain membulatkan kedua matanya saking kagetnya melihat makhluk halus sejenis "ubume" itu. Lantas membuat Pain mundur beberapa langkah.

SET!

Ubume itu menatap tajam ke arah Pain. Ia bangkit berdiri dengan cepat dan terbang secepat kilat ke arah Pain.

WHUUUSH!

Dengan cepat, Pain menghindarinya. Lalu Pain segera kabur cepat dari sana.

Masih terdengar suara ringkihan tawa yang mengerikan dari Ubume itu.

"HIHIHI! HIHIHI! HIHIHI!"

Pain terus berlari dan berlari menyusuri lorong lantai dua itu. Dia harus cepat keluar dari sana.

Tapi, mendadak Ubume tadi muncul di ujung koridor itu. Pain menyadarinya.

"A-APA?"

Sejenak Pain menghentikan larinya. Wajah sangat pucat. Dia membeku di tempat.

Sebenarnya Pain sangat takut dengan namanya hantu. Padahal dia adalah ketua Ghost Buster Akatsuki Club itu. Tapi, mentalnya sebesar kacang. Mudah menciut begitu saja ketika menghadapi yang namanya hantu.

Sang hantu menundukkan kepalanya. Wajahnya ditutupi oleh rambutnya yang panjang selutut. Terusan putih seperti kimono yang dipakainya melayang-layang di udara. Kakinya tidak tampak.

SET!

Tanpa diduga, Ubume itu meluncur cepat ke arah Pain. Pain terperanjat.

Ia benar-benar terpaku. Tidak bisa bergerak dari tempat dia berdiri. Ia tidak dapat menghindar dan hanya bisa pasrah dengan keadaan.

Tiba-tiba ...

SYAAAAT!

Muncul seseorang yang berdiri membelakangi Pain. Dia berambut biru pendek. Bermata kuning. Segera saja ia mengarahkan sebuah pistol dengan ukiran klasik ke arah Ubume yang hampir mendekatinya.

DOOOOR!

Keluarlah sebuah peluru yang berisi air suci dari moncong pistol yang dipegang oleh orang berambut biru itu. Peluru pun terbang melesat dan mengenai Ubume itu.

BLAAAAR!

Terjadilah ledakan cahaya yang menyilaukan di tempat itu. Karena silau, Pain melindungi matanya dengan tangan.

Beberapa saat kemudian, cahaya ledakan itu sirna. Pain bisa melihat dengan jelas siapa yang telah menolongnya.

"Ko-Konan?!"

Gadis berambut biru itu menoleh dengan wajah yang mempesona. Sehingga membuat Pain terpana melihatnya.

"Kamu tidak apa-apa, Pain?" tanya Konan dengan nada lembut.

Kedua pipi Pain merona merah.

"Hehehe, sepertinya aku tidak apa-apa. Untung sekali kamu cepat datang, Konan-chan. Kalau tidak ..."

Belum sempat Pain melanjutkan kata-katanya, Konan malah menjewer telinganya.

"DASAR, BAKA! KENAPA KAMU MALAH KETAKUTAN BEGITU SAAT MELIHAT UBUME ITU? DASAR PAYAH! DASAR OTAK UDANG! KAMU ITU KETUA GHOBAC, TAHU! KAMU HARUS MENJADI SOSOK TELADAN BUAT ANGGOTA-ANGGOTA LAMA DAN ANGGOTA-ANGGOTA BARU. KAMU HARUS ..."

BLA ... BLA ... BLA ...

Sang ketua GHOBAC sukses kena ceramah panjang non-stop dari Konan selama satu jam. Konan bertindak sebagai penasehat sang ketua.

Kini Pain menahan sakitnya telinga yang dijewer oleh Konan selama satu jam penuh. Betapa malangnya.

.

.

.

Di luar sekolah, ada beberapa orang yang bergerak untuk mencari keberadaan hantu melalui radar hantu. Radar hantu yang merupakan alat ciptaan Itachi sendiri yang dibuat khusus untuk mencari keberadaan hantu.

Salah satunya anggota-anggota yang baru masuk dalam GHOBAC itu. Mereka disuruh untuk mencari keberadaan hantu yang berkeliaran sebagai tahap training. Bersama pasangan masing-masing, mereka harus saling bekerja sama dalam tiga tahap yaitu 3 M. Mencari, memburu, dan membasmi para hantu jika sudah ditemukan.

Ciri-ciri hantu yang harus dibasmi itu ada dua yaitu berhawa negatif dan suka menyerang jika sudah ditemukan. Maka ciri-ciri hantu seperti itu wajib dimusnahkan tanpa ada rasa belas kasihan pun.

Terlihat sepasang anak manusia tengah berjarak sepuluh langkah saat berada di belakang sekolah. Mereka adalah Naruto dan Hinata.

Naruto sedang mengamati layar radar hantu yang berbentuk jam tangan itu. Ia mencari keberadaan hantu melalui alat itu sambil terus waspada terhadap keadaan sekitar.

Sedangkan Hinata sedang memperhatikan keadaan sekitar dengan mata gaibnya. Belum tampak tanda-tanda hantu yang menjelma.

Tapi, tak jauh dari mereka. Di sebuah pohon rindang, tampak gadis berseragam merah. Berambut panjang merah tergerai. Dia berdiri di atas awang-awang. Dia selalu memperhatikan dan mengikuti kemana Naruto dan Hinata pergi sejak berkumpul bersama kelompok lainnya di halaman depan sekolah untuk mendengar instruksi dari sang wakil ketua GHOBAC.

Entah siapa gadis berseragam merah itu. Namun, yang jelas dia selalu memandang ke arah Naruto. Kedua pipinya merona merah. Senyuman simpul terukir di wajahnya yang diselimuti kegelapan.

"Menma, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi," sahut gadis itu. Lalu ia segera menghilangkan dirinya saat tatapan mata gaib Hinata mengarah ke tempatnya berdiri tadi.

"Hm ...," Hinata menyipitkan kedua matanya ketika memperhatikan pohon rindang di mana gadis berseragam merah tadi menghilang. Ia mulai merasakan hawa yang bersemayam di pohon rindang itu.

Naruto menyadari keterpakuan Hinata yang terus melihat ke arah pohon rindang yang sangat gelap itu.

Si Namikaze pun penasaran. Lantas ia berjalan pelan ke arah Hinata.

"Hinata!" panggil Naruto.

Hinata tersentak saat Naruto memanggilnya.

"I-iya," Hinata melirik ke arah Naruto.

"Apa yang kamu lihat? Apa kamu menemukan keberadaan hantu yang berhawa negatif?" tanya Naruto yang berjarak cukup dekat dengan Hinata.

Sontak, wajah Hinata memerah padam. Jantungnya berdebar-debar sangat kencang.

"WUAAAAAAAH!" Hinata menjerit kencang dan berlarian kesana-kemari seperti ketakutan begitu.

Membuat Naruto bengong melihatnya.

Hinata selalu bertingkah aneh jika didekati oleh Naruto. Sering juga dia pingsan ataupun berlarian kesana-kemari. Dia memang takut dengan yang namanya laki-laki. Sebab, dia adalah anak dari pendeta kuil yang bersebelahan dengan rumah Naruto. Ayahnya melarangnya untuk tidak menyentuh ataupun berdekatan dengan laki-laki agar kekuatan cahaya suci pada rosary yang selalu digunakannya sebagai ikat rambutnya itu, menghilang begitu saja. Itulah pantangannya. Hinata harus menghindari namanya cinta ataupun laki-laki.

Tapi, pantangan itu benar atau tidak. Namun, yang jelas saat ini gadis berambut indigo itu memang benar-benar panik ketika Naruto mendekatinya.

JDUK!

Kaki Hinata tersandung sesuatu. Ia pun kehilangan keseimbangan dan akan jatuh ke arah depan.

GREP!

Secara cepat Naruto menahan tubuh Hinata dari arah depan. Naruto memegang kedua bahu Hinata dengan erat.

"Kamu tidak apa-apa?"

Hinata mendongakkan kepalanya. Tampaklah wajah Naruto yang sangat tampan berada dekat di depan matanya.

DEG! DEG! DEG!

Jantung Hinata memompa dengan cepat. Wajah Hinata memerah dan berasap.

"KYAAAAAAAAAAA!" sekali lagi Hinata menjerit sangat kencang dan mengguncang tempat itu. Sehingga mengagetkan makhluk gaib, orang-orang dan membuat burung-burung gagak beterbangan karena ketakutan.

Saat itu juga, Hinata tumbang dan jatuh ke pelukan Naruto. Naruto menjadi syok ketika Hinata menjerit kencang tepat di depan matanya.

BLETAAAK!

Sebuah tongkat panjang menghantam kepala Naruto. Secara refleks, Naruto memegangi kepalanya yang sakit.

"Aduuuh, siapa sih memukul kepalaku tiba-tiba begini?" kata Naruto mengeluh kesakitan.

Akibatnya Hinata terlepas dari pelukan Naruto. Hinata terjerembab jatuh dalam keadaan mencium tanah.

BRUK!

Naruto pun menyadarinya. Ia sweatdrop di tempat.

"Eh, Hinata?!" Naruto bengong.

"NA-RU-TO!" mendadak muncul suara berat bagaikan batu dan aura membunuh yang merayap-rayap di belakang Naruto.

Wajah Naruto menjadi pucat. Ia tahu suara siapa itu.

Naruto pun berbalik ke arah belakang dengan gerakan patah-patah. Hatinya berdegub kencang ketika melihat seorang laki-laki berwajah mengerikan seperti monster. Rambut hitamnya berkibar-kibar sebagai efek dramatisnya. Kedua tangannya sudah memegang tongkat pembasmi hantunya bagaikan pemain baseball yang memegang tongkat untuk memukul bola.

Ibaratnya Naruto adalah bola raksasa yang berwajah setan. Laki-laki yang bernama Neji itu tidak segan-segan lagi menyingkirkan Naruto dari hadapannya.

"NARUTO! RASAKAN INI!"

Wajah Naruto memucat drastis. Tongkat pun melayang cepat ke arahnya.

DUAAAAAK!

Naruto sukses dihantam oleh serangan tongkat pembasmi hantu milik Neji. Membuat Naruto terlempar dan berputar-putar ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang bertaburan.

TIIIING!

.

.

.

Di sisi lain tim pemburu hantu yang lain yaitu tim B.

Terlihat Sakura dan Sasuke yang sedang duduk di bangku kayu di bawah pohon rindang di halaman depan sekolah. Mereka duduk saling berjauhan. Mereka beristirahat sebentar setelah menghadapi para hantu yang sempat melawan mereka. Hingga terjadilah pertempuran sengit, lima belas menit yang lalu.

Malam yang indah dengan cahaya bintang yang berkelap-kelip. Tampak bulan sabit yang tengah tersenyum. Suasana yang tidak berangin. Sungguh sunyi dan mencekam.

Tapi, bukan sunyi namanya jika ada suatu pemandangan luar biasa yang ditatap Sakura dan Sasuke sekarang. Pemandangan yang indah karena ada anggota-anggota konyol yang tengah bercengkerama seperti kehidupan di pantai pulau hawai.

Tampak Sasori, Deidara, Obito dan Kisame menari-nari ala tarian hawai. Lengkap dengan pakaian tradisional hawai. Ditambah irama musik dari ukulele yang dimainkan Hidan. Sedangkan Kakuzu sedang tengkurap untuk berjemur di dekat panasnya api unggun. Sementara Itachi sedang berkutat dengan laptopnya tak jauh dari api unggun. Dipermanis dengan latar belakang panggung gambaran pantai seperti di hawai. Mereka sangat menikmati malam yang indah seperti ini.

DOOONG!

Membuat Sakura jawdrop di tempat. Sedangkan Sasuke menepuk jidatnya.

"Apa-apaan itu?" Sakura ternganga habis."Kenapa semuanya bertingkah aneh begitu? Padahal kita sekarang dalam misi penting. Masih banyak hantu yang masih berkeliaran di sekolah ini. Jumlahnya tak terhitung. Tapi ..."

"Inilah alasannya kenapa aku tidak mau masuk ke klub kacau ini. Orang-orangnya tidak waras begitu. Kalau tidak dipaksa Itachi-nii, aku tidak akan pernah mau masuk ke klub ini. Melihat keadaan para anggota seperti ini. Bisa-bisa aku juga akan kena imbasnya nanti," ucap Sasuke memasang wajah frustasinya.

Sakura melirik ke arah Sasuke.

"Benar juga, Sasuke."

"Hn."

"Bisa-bisa kita ikut-ikutan seperti mereka nantinya."

"Bisa kuprediksi begitu. Tapi, setelah kuperhatikan cuma Konan dan Itachi-nii yang berpikiran waras di klub ini."

"Karena itulah Konan mengadakan audisi mencari anggota-anggota baru supaya ada orang-orang serius yang bertugas membasmi hantu di sekolah ini."

"Ya, aku dengar seperti itu alasannya. Tapi, sumber permasalahan mengapa semakin banyak hantu yang semakin jahil mengganggu para murid di sekolah ini. Mungkin ..."

Sasuke memegang dagunya. Sakura memperhatikannya dengan serius.

"Mungkin apa?"

"Mungkin ... aku sudah menyelidikinya dan mencari informasi dari berbagai macam media serta narasumber kalau sekolah ini dahulunya adalah bekas pemakaman umum. Lalu pemerintah kota Konoha memindahkan seluruh pemakaman itu ke kawasan lain. Namun, ternyata ada satu makam yang tertinggal dan lupa dipindahkan. Hingga tanpa disadari oleh pemerintah, makam itu mungkin berada di dalam sekolah ini."

"Eh, ada satu makam yang tertinggal?"

Sasuke mengangguk cepat.

"Ya, sepertinya penyebab sekolah ini menjadi angker adalah makam yang tertinggal itu."

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

A/N:

Chapter 3 update.

Maaf, terlalu pendek. Lain kali saya perpanjang lagi.

Terima kasih sudah membaca cerita ini.

Dari Hikari Syarahmia.

Berminat mereview?

Sampai jumpa di chapter 4.