Let Me By In Your Side

.

.

.

Kami-sama, jika engkau mengijinkan hamba untuk mencintainya maka ijinkanlah aku untuk memilikinya, Walaupun itu hanya barang sekejab. Dan janganlah kau tetapkan perasaan ku ini pada diriku jika tak kau ijinkan aku untuk memilikinya.
Karna kau harus tau! Bahwa Cinta itu Sangat Menyakitkan
Dan Aku Benci Merasakannya

Jadi Kumohon Kami Sama!

.

.

.

.

PRESENT

A NARUTO FANFICTION

DISCLAIMER :

SEKARANG, BESOK, DAN SELAMANYA

NARUTO TETAP MILIK MASASHI KISHIMOTO

STORY : BROWNED RAKE

RATED : T

WARNINGS :
DON'T LIKE, DON'T READ!

PAIRING : Seperti Yg Dikatakan Masashi Kisimoto
Bahwa Haruno Sakura Adalah Pasangan Dari Uchiha Sasuke

.

.

.

Chapter 3 : Mirip

Gugurnya kelopak bunga sakura pada taman-taman kota konoha menandakan bahwa bulan ini adalah awal musim semi. Mekarnya bunga sakura adalah saat-saat dimana yg paling ditunggu tunggu oleh sebagian besar orang di Konoha.
Bunyian kicauan burung yg berterbangan kesana kemari menambah suasana riuh pada perkotaan awal pagi ini.

Dikediaman Haruno sendiri dapat dilihat bahwa seluruh anggota keluarga saat ini sedang berkumpul di meja makan. Ralat- Hanya terdapat 3 orang saja. Yakni Mebuki, kaa-san sakura. Sasori, sepupu laki laki sakura. Kepergian sang tou-san tercinta ternyata tak menyurutkan senyuman yg tetap terpantri pada bibir mungilnya

"Sakura siap kaa-san. Ne sasori-nii ayo berangkat!" ujar sakura yg saat ini telah membawa bekal yg berisi 2 lembar sandwichnya
"Hn. Tunggulah didepan pagar sakura" sahut sasori sambil melenggang pergi ke bagasi mobil yg terletak di samping rumah
"Sakura berangkat kaa-san. Jaa"

.

.

.

"Pagi Alis Jelek" Teriak Ino, sahabat Barbie sakura yg saat ini sudah berada tepat di depan kursi sakura
"Hm. Pagi ino Pig" sahut sakura tanpa mengalihkan perhatian dari buku yg ia baca
"kepalamu kenapa diperban. Kau jadi mumi berjalan kalau memakai itu" kekeh ino sambil menyentil dahi lebar milik sakura
"aku kecekalaan ino" sahut sakura memutar bola mata bosan, sudahlah kalau kau sudah bertemu dengan yg namanya yamanaka ino, dapat dipastikan hidupmu tak akan tenang barang sedetikpun
"NANI?! Kecelakaan? Bagaimana bisa" teriak ino tiba-tiba. Iapun segera bangkit dari kursinya dan dengan segera melihat - lebih tepatnya memutar kepala sakura kekanan dan kekiri dengan kedua tangannya yg menangkup kedua pipi sakura.
Bertepatan dengan itu, Dapat dilihat pada lorong kelas muncul lah kedua makhluk tampan yg sedang berjalan dengan Santainya. Satu berwajah datar, dan satu berwajah ceria. Biru dan Kuning
Sasuke dan Naruto
"Pagi Ino, Sakura chan'' sahut naruto nama pemuda itu dengan cengiran rubah khasnya yg saat ini sudah berada pada ruangan kelas
"pagi juga naruto-kun" sahut ino.
"kepalamu kenapa sakura?'' Tanya naruto yg saat ini telah duduk pada bangkunya tepat disamping sakura
"Hanya kecelakaan ringan naruto" balas sakura sambil melepas lilitan perban pada kepalanya
"kelian tenang saja, hanya luka kecil yg tak seberapa kok" senyum manis sakura mengembang pada bibirnya saat tau bahwa teman temannya menanyakan keadaannya. Paling tidak ia sudah mendapatkan perhatian dari teman-temannya. Seketika mata sakura bertabrakan dengan mata hitam sasuke.
kali ini tak ada lagi kepala yg akan ia tundukkan saat tatapan mata mereka bertemu, ia ingin hubungan mereka berjalan lancar seperti biasa layaknya seorang teman yg tak memiliki perasaan apapun
"Pagi sasuke-kun'' sapa sakura dengan senyum manis yg tetap ada pada wajah cantiknya
"Hn'' balas sasuke singkat seperti biasa

.

.

.

Detik demi detik telah berlalu, mata pelajaran yg diajarkan oleh guru Killer Yamato pun telah berlalu
Saat ini semua murid yg berada didalam kelas telah berhamburan keluar kelas, ada yg kea tap, ke kantin, ketaman untuk bercerita ataupun hanya untuk sekedar berduann

Dari dalam kelas sakura dapat memperhatikan semua kegiatan yg para siswa lakukan yg karna memang tempat duduknya berada dekat pada jendela luar

Bosan hanya memandangi keluar kelas ia pun mengedarkan pandangan kedalam kelas. Ia baru menyadari bahwa didalam kelas tersebut hanya ada dirinya, Sasuke dan juga Shikamaru.
Walaupun begitu sakura merasa bahwa keberadaan Shikamaru didalam kelas tak mengubah keadaan layaknya didalam kelas tersebut ada lebih dari dua orang. Lihat saja. Dia duduk pada tempat duduk paling pojok didalam kelas. Dan yg paling parah dia sedang tidur dipojok kelas dengan tangan yg menyilang pada dadanya, bukan Shikamaru yg seperti itu namanya kalau ia tak tidur disaat suasana sedang istirahat

Saking asiknya memperhatikan wajah shikamaru yg sedang tertidur, tiba-tiba saja ia di kagetkan dengan sasuke yg saat ini telah berdiri tepat pada samping mejanya.
'sejak kapan dia sudah disini' fikir sakura dalam hati
"Hn. Ikut aku" ucap pemuda emo tersersebut dengan singkat padat dan jelas
"Kemana?" bukannya mengikuti sasuke yg saat ini telah berada 4 langkah dari mejanya ia justru balik bertanya
"keruang kepala sekolah" sahut pemuda itu lagi yg saat ini telah berada pada ambang pintu kelas
"Eh? Ngapain'' Tanya sakura lagi tanpa tetap tidak bergeming dari posisi duduknya.
"Kau akan tau nanti cerewet" sahut sasuke yg agak sedikit jengkel karna sakura yg terus terusan bertanya

'Hhh! Dasar pantat ayam'

.

.

.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk'' suara berat dari dalam ruangan tersebut membuat 2 sosok manusia dari pintu luarnya masuk kedalam ruangan kepala sekolah
"Ada apa Tsunade sensei memanggil kami kemari" Tanya sakura yg saat ini telah duduk didepan Tsunade, disamping sasuke
"Apakah Sasuke belum memberitau apa-apa kepadamu?" bukannya menjawab Tsunade justru balik bertanya
"Tidak ada, memangnya ada apa?'' taya sakura lagi. Akh ternyata diam diam sakura cerewet juga.

''Dimading saya telah membuat pengumuman kepada seluruh siswa Konoha High School khususnya kelian yg kelas 3. Kami pihak sekolah berencana membuat program Studytur ke hutan yg ada di Kirigakure untuk melaksanakan perkemahan sekaligus penelitian alamiah terhadap tumbuhan dan hewan yg ada disana. Oleh karna itu aku menugaskan kelian untuk pergi kedesa yg terletak dipinggir kota untuk mengambil beberapa peralatan yg sebelumnya sudah saya pesan. Ini nama tempatnya dan serahkan kertas ini setibanya kelian disana" Ujar Tsunade panjang lebar sambil menyerahkan kertas yg dimaksud kepada sasuke
"eh? tapi kenapa mesti saya tsunade sama?" Tanya sakura linglung yg saat ini menatap sasuke heran
"kelian salah satu murid andalanku yg dapat kupercayai, jadi pergilah segera. Butuh waktu memakan 2 jam untuk tiba disana. Masalah kelas mata pelajaran kelian akan kuurus dan kutangani. jadi segeralah berangkat sebelum hari terlalu senja" Ucap tsunade yg saat ini sudah mengalihkan bangkunya menjadi membelakangi keduanya
"Hn"

Setelah meninggalkan ruangan kepala sekolah, mau tak mau senyum kecil terpantri pada bibir mungil sakura. Ia berfikir jika ia dan sasuke pergi ke desa hanya berdua itu belarti ia dapat lebih mengenal sasuke lebih dekat lagi
'Yosh! Kesempatan ini takkan kusia siakan' jerit inner sakura bersemangat
"Kau kenapa" suara sasuke, pemuda yg ada disampingnya menyadarkan sakura dari lamunanya. Mata mereka bertemu. Hijau dan hitam. Terang dan gelap. Klorofil dan onyx.
"tidak. tidak apa-apa''

.

.

.

Seperti yg tsunade katakan bahwa perjalanan dari konoha ke desa memakan waktu sekurangnya selama 2 jam. Lihat saja, didalam mobil mewah milik sasuke ini hanya terdengar desahan nafas berkali kali dari bibir mungil sakura. Dari tadi keadaanya seperti ini, sunyi senyap dan begitu menegangkan. Sakura bahkan berfikir 'Tak ada bedanya dengan kuburan yg barusan saja kami lewati. Huft! Hhh!'
Untuk yg kesekian kalinya sakura menghela nafas bosan

"Bisakah kau berhenti menghela nafas seperti itu sakura" Ujar pemuda disamping sakura yg sedang mengendarai mobilnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan depan
"Apakah kau selalu diam seperti ini saat dekat dengan Karin, Sasuke-kun?" bukannya menjawab sakura justru balik bertanya. Sepertinya ia telah berani memperlakukan Sasuke seperti layaknya pemuda biasa
"Hn'' sahut pemuda itu singkat
'Grr~! Kenapa ia begitu menyebalkan' Jerit sakura dalam hati
Sakura merasa sekarang tak ada sifat malu malu kucing lagi seperti dulu saat ia berada dekat dengan pemuda pantat ayam disampingnya ini

Merasa jengah dengan keadaan yg semakin lama seperti kuburan ini ia pun mau tak mau harus membuka suara lagi untuk memecah keheningan ini
"Ne Sasuke-kun, kenapa kau dan Karin san putus?" Tanya sakura tanpa ada keraguan yg terpantri pada wajah manisnya.
awalnya sasuke mengalihkan pandangannya dari arah depan dan melihat wajah sakura. Seketika pandangan mereka bertemu. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama karna setelahnya..
"bukan urusanmu" lagi lagi sasuke hanya menjawab pertanyaan sakura dengan datar, singkat, padat dan jelas.
Diperlakukan seperti itu benar benar membuat sakura geram.
Ia bukannya tersipu malah menjadi ingin menjambak rambut raven pemuda disampingnya ini.
Sebal diperlakukan seperti itu akhirnya sakura menggembungkan kedua pipinya.
Tanpa sakura ketahui, sasuke dari tadi diam diam memperhatikan semua gerak gerik sakura, mulai dari dia menghela nafas, tersenyum saat melihat taman bunga sakura yg sedang berbunga, menghentak hentakan kakinya kesal karna dirinya sekaligus disaat ia sedang menggembungkan kedua pipinya.
walau ia sedang kesal entah mengapa hal tersebut justru membuat kesan manis dan imut pada diri sakura. Akh~ sepertinya saat ini sasuke mempunyai hobi baru yakni Menggoda perempuan bubble gum yg ada disampingnya

.

.

.

Perjalanan dari konoha kedesa yg ditempuh selama 2 jam dengan keadaan yg sunyi mencekap akhirnya harus mereka sudahi karena mereka akhirnya tiba juga didesa.
Sasuke yg merasa lelah karna mengendarai mobil terlalu lama hanya merenggangkan otot-otot tangannya yg pegal.
Iapun segera keluar dari dalam mobil dan menyadarkan tubuhnya pada badan luar mobil.
Sasuke merasa bahwa dari tadi ia tidak mendengar suara sakura dan melihat tanda tanda bahwa perempuan itu telah keluar dari mobil.
lama menunggu akhirnya sakura masuk kedalam mobil lagi dan melihat bahwa perempuan yg sedari tadi ia tunggu sedang duduk tertidur dengan kepalanya yg menyandar pada jendela samping.
Mau tak mau ia harus membangungkan perempuan yg berada disampingnya ini dulu.
"Sakura, Sakura" dengan pelan sasukepun menggoyangkan goyangkan bahu mungil sakura untuk membangunkannya
"Engh~" Gumam sakura yg saat ini telah sadar dari tidurnya
Ia menatap heran wajah tampan yg berada sangat dekat dari wajahnya. sampai-sampai ia bahkan bisa merasakan deru nafas hangat dari pemuda yg ada dihapannya ini
Karna sakura yg belum sadar sepenuhnya akhirnya ia hanya memandangi lekat mata hitam onyx hitam milik sasuke. Sasuke pun begitu, entah kenapa ia menjadi kecanduan untuk menatap lekat mata krolofil hijau milik sakura. Baginya mata hijau tersebut begitu menyejukkan hatinya.
Sakura lalu mengerjab ngerjabkan matanya berulang kali bahwa ia telah sadar sepenuhnya.
"Eh apa? KYAA!"

.

.

.

Buaghh!

.

.

.

"Apa yg kau lakukan Jidat?!"

.

.

.

.

Setelah kejadian malang yg menimpa sasuke karna sakura yg tiba-tiba memberinya bogem mentah ke kepalanya jadi disinilah mereka sekarang. Dibawah bunga sakura yg sedang bermekaran.
Sakura dari tadi tak henti hentinya mengucapkan kata maaf kepada sasuke karna kejadian tadi. Ia hanya kaget mendapati wajah sasuke yg begitu dengan wajahnya
Walau ia pernah berfikir bahwa bersikap biasa didepan sasuke itu lebih baik dari pada sok malu malu kucing, tapi tetap saja ia akan berblushing ria apabila mendapati wajah sang pujaan begitu dengan wajahnya.
Err~ bukanya sakura GR, tapi melihat dekatnya wajah mereka seperti sasuke yg hendak mencium sakura. Karna ia Shok dan ya beginilah hasilnya.
"Gomen, Gomen, Gomenne sasuke-kun aku tak sengaja. Gomen" Saat ini sakura sedang duduk pada bangku taman tepat disamping sasuke. Ia tak henti-hentinya mengatakan kata Maaf Sambil menundukkan kepalanya
Kalau wajah tampan Uchiha ini sampai rusak bagaimana, masak sakura yg harus membenahinya kembali
Kasihan melihat sakura yg sepertinya begitu merasa bersalah dari tadi iapun segara mengangkat dagu sakura dan mendekatkan kepalanya dan langsung begitu saja mencium BIBIR Sakura!

Sakura yg diperlakukan seperti itupun hanya membelalakkan matanya sambil merasakan sensasi aneh pada bibirnya. Basah, Kenyal dan lembut,itulah yg ia rasakan.
'Manis' Fikir Sasuke. Tak hanya mengecupnya iapun sedikit melumat bibir sakura. Yg ia rasakan saat mencium bibir sakura rasanya begitu beda. Lembut dan menghanyutkan. Begitu beda saat ia mencium bibir Karin karna bibir Karin yg dilapisi oleh lipstick merah tebal. Yg ini begitu terasa natural karna memang bibir sakura yg telah merah muda merekah dari sananya. Tak sadar bahwa dirinya saat ini tengah menjadi sorotan mata anak-anak kecil yg memang sedang bermain di taman tersebut
Sakura hanya diam saja merasakan bibir sasuke yg menyentuh bibirnya. Ia jelas begitu merasakan sensasi aneh pada dirinya. Ini adalah ciuman pertamanya dan yg berhasil mencuri adalah pemuda yg ia Cintai. Detakan sakura semakin lama semakin tak karuan
apalagi saat sasuke mulai memperdalam ciuman mereka. Walau pertama sasuke hanya ingin mencoba untuk menggoda sakura dengan menciumnya tapi ternyata rasanya benar benar memabukan dan sasuke ingin lagi dan lagi.
Sadar bahwa mereka saat ini sedang berada di tempat umum dan pasokan oksigen yg mereka miliki semakin berkurang dengan enggan sasuke menyudahi ciuman mereka tersebut
Sakura masih sangat shok dengan apa yg terjadi.
Suara mungil nan cempreng menyadarkan keduanya dari pemikiran masing masing
"Kakak tadi lagi apa dengan kakak cantik ini?" celetuk salah satu bocah mungil yg kira kira berumur 5 tahun. Rambutnya berwarna merah dan juga warnanya yg serupa dengan rambutnya. Pipinya begitu chubby dan menggemaskan.
"Eh. Tidak ada. Kakak tidak melakukan apa apa. Hehehe" jawab sakura kikuk sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
"hn. Hanya membersihkan noda es krim dari bibirnya" kilah sasuke sambil menatap wajah anak laki laki yg kira kira berumur 7 tahu tersebut.
"ngomong ngomong siapa nama kelian?'' Tanya sakura tiba-tiba. Ia memandang takjub kedua anak yg berada dihadapannya ini benar benar menggemaskan
"Ha'I! watachiwa Mina decu. Dan ini kakak ku yg belnama Leo "
Ujar anak perempuan yg diketahui bernama mina itu dengan suara chadel khas miliknya. Ugh pipinya begitu chubby mau tak mau membuat sakura gemas terhadapnya
"Kau begitu mirip dengan tomat mina." Celetuk sasuke tiba tiba.
"Kakak, Mirip dengan ku" Ujar anak laki laki yg bernama Leo tersebut
Dilihat dari segi fisik mereka memang kelihatan mirip. Warna rambut Raven dan juga mata Onyx nya. Warna Rambut Minapun juga hampir mirip dengan sakura. Sakura, Merah Muda. Sedangkan Mina Merah terang.
"Hn" balas sasuke sambil mengacak ngacak rambut anak yg bernama Leo itu dengan senyum tipis yg terpantri pada bibirnya
"Kakak, kakak jika cudah becal nanti akan telus belsama selamanya loh." Celetuk Mina nama bocah mungil itu tiba tiba.
Tanpa disadari Pipi milik sasuke dan sakura sedikit bersemu merah. Ah anak kecil ini ternyata mampu membuat kedua manusi ini berblushing ria.
"Tidak, mana mungkin begitu. Hehehe. Iakan sasuke-kun?" kekeh sakura kikuk sambil menggaruk pipinya yg tidak gatal itu
"hn'' sahut sasuke yg sudah bisa menormalkan kembali wajah datarnya seperti biasan
"Siapa Bilang tidak Mungkin?" Sahut seseorang Tiba-tiba
Sakura dan sasukepun langsung membalikkan badan melihat siapa yg barusan berbicara tadi.
Mata Sakura membulat saat melihat siapa yg barusan berbicara
Sedangkan kedua anak yg berada dibelakang mereka tadi sudah duluan berlari dan berteriak
"Nii-Saan!"
"A-apa? Jadi mereka?" Tanya sakura bingung. Sasuke yg tak mengerti apa apapun hanya mengeryitkan kedua alis matanya bingung, pertanda bahwa ia tak mengerti dengan apa yg terjadi.
"Kita bertemu lagi sakura. Ya mereka berdua adalah adikku, Mina dan leo'' Ujar Utakata, nama pemuda tersebut yg saat ini sudah menggengam kedua tangan milik kedua adiknya
"Ah Ia, Sasuke-kun. Perkenalkan ini Utakata, Orang yg sudah menyelamatkanku" Ucap sakura sambil mengarahkan badannya kearah sasuke dan mengisyaratkan agar sasuke segera berjabat tangan dengan Pemuda tersebut. Mengerti dengan apa yg sakura maksud ia pun segera mengangkat tangannya agar berjabat tangan dengan Utakata
"Uchiha Sasuke" Ucap sasuke datar
"Utakata" Sahut Utakata. "Aa. Jadi kau Sasuke yg sakura masud itu ya?" Tanya Utakata yg saat ini sedang memperhatikan sasuke dari atas sampai bahwa. Apa yg dikatakan Sakura benar. Sasuke sangat mirip dengan ia, Yg membedakan hanya bentuk dan warna rambut serta warna matanya.
Jika Sasuke bermata Hitam, Utakata bermata Coklat.
"Ya begitulah, Hehe" ucap sakura kikuk.
"pantas saja Leo juga agak mirip dengan Sasuke-kun ternyata ia adikmu ya. Ah.. kau ternyata punya kembara sasuke" Kekeh sakura yg saat ini sedang mencubit pipi Mina.
"Hn'' Sahut sasuke
"kau begitu Imut Mina." Sakura tersenyum saat melihat wajah Mina Adik dari Utakata.
"Kakak ini dekat" ujar Mina lagi yg sedang memegang tangan sasuk dan juga sakura
"ah mana mungkin begitu. Kami hanya teman kok, ia kan sasuke-kun" Ucap sakura sambil melihat wajah sasuke
"Mina ini anak indigo, ia dapat melihat apa yg terjadi dalam dirimu dan juga sifat serta pikiran kelian. Ia bisa begitu cepat dekat dengan kelian karna kelian bukanlah termasuk orang yg mempunyai sifat buruk" Ujar utakata yg saat ini sedang menggendong Mina.
"Dia anak yg special loh kak" Ucap Leo sambil memegang kaki mina yg ada digendongan kakaknya
"Wah hebat" pekik sakura
'Apa benar begitu' diantara mereka berlimasaat ini hanya sasukelah yg mempunyai pemikiran sendiri perkataan Mina dan utakata masih terus terngian-ngiang dalam pikirannya.

"Ngomong-ngomong kelian sedang apa disini?" Tanya Utakata yg saat ini sedang asik memperhatikan sakura dan mina yg sedang bermain
"Oh Itu, Aku dengan sasuke-kun disuruh Tsunade-Sensei untuk pergi kesebuah toko untuk membeli peralatan perkemahan, tapi letak tokonya kami tidak tau" Jawab sakura sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ini nama Tokonya" ujar sasuke sambil menyodorkan kertas yg tadi diberikan oleh Tsunade kepada mereka
"Oh toko ini. Ini yg punya toko Kakek kami loh" Ucap leo antusias.
"Kalau begitu ayo kami antarkan" ajak utakata yg saat ini telah berjalan satu langkah dari mereka
"Hn.'' Sahut sasuke
"Wah Ternyata Dunia ini memang sempit ya. Bukan begitu Mina-chan" Tanya sakura yg saat ini telah berada pada gendongannya. Mina yg ditanya hanya tertawa dan menganggukan kepala.
bukankah Mina sendiri sudah mengatakannya dari awal

.

.

.

.

O

W

A

R

I

Ahh! Akhirnya chapter 3 selesai saya buat. Disini SasuSakunya Udah mulai terasa apa belum. Kalau belum dibilang yak! ^^
Soal mina dan leo itu memang benar. Saya nonton pada film naruto shippuden episode 291-295 tepat dipertengah perang Dunia shinobi ke4 naruto terjadi. #Ah! Jadi pengen nonton kelanjutanya di Laptop.
Disana Mina itu anak Indigo yg hebat, saya aja sampai takjub. Utakata dan Leo? Mereka benar mirip Sasuke. Dan saya juga suka Utakata ^^V

Chapter ini lebih panjang dari chapter sebelumnya, karna saya kemungkinan 1 minggu kedepan baru Update chapter 4. Ada pekerjaan sekolah yg harus saya kerjakan
Buat yg member rivew terima kasih ya! ^^
Typo? Kalau memang ada mohon sekali untuk saya diberitau agar saya bisa membenahi kesalahan-kesalahan saya pada chapter ini
Saya masih pemula, jadi masih belajar

Komentar kelian adalah penyemangat dalam kelanjutan cerita ini.

ARIGATO GOZAIMAS!
Akhir kata? Review, please..
BrownedRake9